Anda di halaman 1dari 5

PENGAWASAN SELAMA BOILER OPERASI

1. Perhatikan kondisi pembakaran di dalam ruang dapur, pastikan bahar bakar jatuh di tengah
tengah rangka bakar dan menyebar merata.
2. Pada saat Safety valve blow off, catat tekanan pada safety valve blow off dan pada tekanan
berapa sefety valve menutup.
3. Setiap 30 menit :
a. Mengoprasikan Scrapper pembuangan abu dari Dust Collector.
b. Memeriksa bahan bakar di Balance Hopper.
c. Memeriksa Air Compressor.
4. Setiap 45 menit :
a. Membersihkan dan membuang abau dari box dust collector.
b. Membersihkan dan membuang abu dari chute dust hopper, pastikan setelah dilakukan
pembersihan dust hopper damper harus ditutup kembali hingga rapat, untuk menghindari
pembakaran dalam di dalam hopper yg mengakibatkan membakar secara langsung lower
drum dan merusak hopper.
c. Periksa bahan bakar supaya tidak terjadi pembakaran di bawah fire grate (roster).
5. Setiap 1jam :
a. Mencatat temperatur steam.
b. Memeriksa mutu air boiler.
c. Memeriksa Steam Grate Blow.
d. Memeriksa air pada feed water tank dan Dearator.
e. Mencatat amper meter dan votase pada panel.
f. Membuang abu di atas roster dengan mengoprasikan pusher.
6. Setiap 3 sampai 4 jam :
a. Pembersihan pipa- pipa ( soot blowing).
b. Membuang abu dari bawah roster.
c. Pemeriksaan meteran – meteran pengukuran tekanan & temperatur.
7. Pergantian Shift :
a. Lakukan (spui) air pada water level kolom dan water level gelas penduga untuk
memastikan alat control level air bekerja dengan baik.
8. Setiap 24 jam:
a. Pemeriksaan dan penambahan minyak pelumas sesai dengan spesifikasi pada bagian
bagian alat yg berutar dan bergerak.
STOP OPERASI BOILER
Stop Operasi Boiler dapa dibedakan dalam 2 katagori :
1. Stop Operasi Boiler dalam jangka waktu yang tidak lama.
2. Stop Operasi Boiler dalam waktu yang cukup lama.

1.Stop Operasi Boiler dalam waktu yang tidak lama :

a. Matikan peralatan pemasukan bahan bakar sehingga tidak ada lagi bahan bakar masuk ke
dalam ruang bakar
b. ................................
c. Matikan FD Fan dan Secondary Fan.
d. Keluarkan seluruh abu dan kerak sisa pembakaran dari atas roster (rangka bakar), hingga
benar benar bersih.
e. Matikan ID Fan dan Damper ID Fan buka 100%.
f. Matikan Double Damper dan buag abu pada dust collector.
g. Bersihkan semua abu yang berada di bawah rangka bakar.
h. Turunkan tekanan hingga < 10 Kg / cm² dengan caamelaksaan sirkulasi air kedalam Boiler
dan melaksanakan Blow down dair masing” Header.
i. Isi air ke dalam Boiler hingga mencapai High Water Level.
j. Buka Pintu dapur dan pintu abu, untuk pintu yang lainnya agar tetap tertutup.
k. ....................
l. Posisikan semua breaker peralatan ke posisi “OFF” sedang instrument panel tetap pada posisi
“ON”

2.Stop Operasi Boiler dalam waktu yang lama :

Apabila boiler tidak akan di operasikan dalam waktu yang lama karena kondisi stand by atau
dan ada recondisi. Boiler harus dilakukan perawatan sebagai tercantum di bawah ini :

2.1 Perawatan Kering


a. Air dalam boiler dikosongkan.
b. Semua Manhole drum, handhole dan header harus tertutup dengan baik ( Pasang
blind flange)
c. Masukan Gas Nitrogen (N2)
2.2 Perawatan Basah
a. Boiler harus tetap di panaskan hingga tekanan 2 kg/ cm².
b. Setiap hari air Boiler harus di analisa.
c. Setiap 1 bulan diadakan penggantian air total.
PERAWATAN (MAINTANCE)

1. Setiap 1 – 2 Minggu :
a. Memeriksa dan membersihkan strainer (saringan) air maupun steam.
b. Memeriksa dan membersihkan pipa dan dinding batu api dari semua abu dan kerak
pembakaran yang melekat pada dinding.
c. Memeriksa rotor (Impeller) Blower terutama Impeller Blower ID Fan atas kemungkinan
abu-abu yang melekat.

2. Setiap 1 – 3 Bulan :
a. Memeriksa dan membersihkan bagian luar dan dalam Boiler.
b. Membersihkan bagian dalam semua water tube (pipa) dan semua Header serta drum dari
scale (kerak).
c. Memeriksa roster dan menggantinya jika ada ang patah / rusak.
d. Membersihkan semua abu dari dalam chimney.

3. Diatas 1 tahun :
a. Pemeriksaan dan perawatan pada casing (dinding).
b. Pemeriksaan dan perawatan pada gas duct dan dust collector.
c. Pemeriksaan dan perawatan pada controller, peralatan dan instrument.
d. Pemeriksaan dan perawatan pada kerangan, cock dan piping.

4. Setiap 2 tahun :
Setiap 2 tahun dilakukan pemeriksaan berkala yang disaksikan oleh depnaker setempat.
EMERGENCY STOP (PEMBERHENTIAN MENDADAK)