Anda di halaman 1dari 16

Kompetensi Dasar

Menggeneralisasi pola bilangan dan jumlah pada barisan Aritmetika dan


Geometri
Menggunakan pola barisan aritmetika atau geometri untuk menyajikan dan
menyelesaikan masalah kontekstual (termasuk pertumbuhan, peluruhan,bunga
majemuk,dan anuitas)

Indikator Pencapaian Kompetensi


Menjelaskan kembali konsep pola bilangan,
Menjelaskan barisan dan deret bilangan melalui pemecahan masalah
Menghitung nilai suku ke-n suatu barisan aritmatika
Menghitung nilai jumlah n suku pertama suatu deret aritmatika.
Menghitung nilai suku ke-n suatu barisan geometri
Menghitung nilai jumlah n suku pertama suatu deret geometri
Menerapkan konsep dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan
barisan
Menerapkan konsep dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan deret
Menggunakan pola barisan aritmetika untuk menyajikan dan menyelesaikan masalah kontekstual
(termasuk pertumbuhan, peluruhan, bunga majemuk, dan anuitas)
Menggunakan pola barisan geometri untuk menyajikan dan menyelesaikan masalah kontekstual
(termasuk pertumbuhan, peluruhan, bunga majemuk, dan anuitas)
Tujuan Pembelajaran :
Setelah berdiskusi dan menggali informasi peserta didik dapat :
1. Menjelaskan kembali konsep pola bilangan,
2. Menjelaskan barisan dan deret bilangan melalui pemecahan masalah
3. Menghitung nilai suku ke-n suatu barisan aritmatika
4. Menghitung nilai jumlah n suku pertama suatu deret aritmatika.
5. Menghitung nilai suku ke-n suatu barisan geometri
6. Menghitung nilai jumlah n suku pertama suatu deret geometri
7. Menerapkan konsep dan strategi pemecahan masalah yang berkaitan dengan barisan
8. Menerapkan konsep dan strategi pemecahan masalah yang berkaitan dengan deret
9. Menggunakan pola barisan aritmetika untuk menyajikan dan menyelesaikan masalah
kontekstual (termasuk pertumbuhan, peluruhan, bunga majemuk, dan anuitas)
10. Menggunakan pola barisan geometri untuk menyajikan dan menyelesaikan masalah
kontekstual (termasuk pertumbuhan, peluruhan, bunga majemuk, dan anuitas)

A. POLA BILANGAN, BARISAN DAN DERET.

Sebelum mempelajari serta mengenal, memahami dan menyelesaikan beberapa permasalahan


matematika yang menyangkut Pola Bilangan, Barisan dan Deret tentu diharapkan peserta didik
secara mandiri dan atau kelompok diskusi menggali informasi dan pengalaman belajar
terdahulu serta pengembangannya dari beberapa sumber referensi maupun media interaktif.
Diskusikan dengan kelompok belajar anda, guna memahami beberapa hal berikut ini:

Pengantar materi:
Pada zaman modern saat ini kita dapat menemukan berbagai kejadian atau fakta-fakta
yang menggunakan bilangan-bilangan atau angka dengan aturan tertentu, missalnya nomor
rumah sebelah kiri jalan dengan nomor ganjil dan sisi kanan dengan nomor genap berderet di
pinggir jalan besar atau perumahan. Begitu pula dalam bidang ilmu terapan lain penggunaan
bilangan dengan berbagai variasi dan bentuk perhitungannya.
Agar kita dapat mengembangkan penemuan-penemuan yang telah ada, maka kita perlu
mengenal dan memahami latar belakang dari alat ataupun ilmu-ilmu yang ada, diantaranya
barisan bilangan dengan berbagai kaitannya.
Pada abad ke-18 di Jerman terdapat seorang anak Carl Friedrich Gauss (1777-1855) mampu
melakukan penjumlahan dengan cepat sehingga gurunya heran.
Bagaimana cara yang dipakai Gauss ?
Diskusikan dengan kelompok belajar anda melalui pemberdayaan referensi yang ada !

A.1. POLA BILANGAN.

Sering kita jumpai, penggunaan bilangan secara teratur mengikuti suatu model atau pola
tertentu seperti telah disebutkan penggunaan angka sebagai identitas rumah di pinggir
jalan, sebagai berikut:
Sisi kanan : 2, 4, 6, 8, ....... dst  Urutan bilangan Genap secara umum dapat
dinyatakan dalam bentuk : 2n , dimana
n  Bilangan Asli.
Untuk n = 1 maka didapat 2.1 = 2.
n = 2 maka didapat 2.2.= 4 , dst.

Sisi kiri : 1, 3, 5, 7, ..... .. dst  Urutan bilangan Ganjil secara umum dapat
dinyatakan dalam bentuk : 2n -1 ,
dimana n  Bilangan Asli.
Untuk n = 1 maka didapat 2.(....) -1 = 1.
n =2 maka didapat 2.(....). -1 = ...... , dst.
Dan masih banyak contoh lain,
Jika kita perhatikan maka urutan bilangan di atas selalu mengikuti pola atau aturan
yang pasti menurut semesta pembicaraan tertentu, yaitu 2n dan 2n -1.
Aturan yang dapat dinyatakan dalam bentuk lambang dan berlaku umum ini disebut
dengan POLA BILANGAN.

Masalah 1:
Tentukan 4 bilangan pertama yang memenuhi pola 3n + 2 untuk n  A
Penyelesaian :
Misalkan : P(n) = 3n + 2 maka : untuk n = 1  3.( 1 ) + 2 = 3 + ...... = 5
n = 2  3.(....) + 2 = ....... + 2 = .......
n = 3  3.(....) + 2 = ....... + 2 = .......
n = 4  3.(....) + 2 = ....... + 2 = .......
Jadi urutan bilangan tersebut adalah : 5 , ..... , ....... , ........

Masalah 2:
Tentukan pola bilangan yang tepat untuk susunan bilangan : 1, 4, 9, 16, ..........

Penyelesaian :
Bilangan 1 dapat diperoleh dari bentuk ( 1 )2 = 1
4 dapat diperoleh dari bentuk ( 2 )2 = ......
9 dapat diperoleh dari bentuk ( )2 = ......
16 dapat diperoleh dari bentuk ( )2 = ...... ,
Jadi polanya adalah : n2

Permasalahan untuk didiskusikan siswa:

1. Tentukan dan susun 5 bilangan pertama yang memenuhi aturan / pola sebagai
berikut, untuk n bilangan Asli:
a. 2n -3
b. 2n + n2
c. ½ n + 1
d. (n -1)2
e. 5n + 2(n2 -1)

2. Tentukan pola bilangan yang sesuai dengan urutan bilangan di bawah ini:
a. 1, 3 , 5, 7, 9, ............ c. 2, 5, 8, 11, 14, ..........
b. 4, 9, 16, 25, ............ d. 0, 1, 3, 6, 10, ............

A.2. BARISAN BILANGAN.

Telah kita pelajarai bahwa dalam kehidupan sehari-hari sering ditemukan susunan
bilangan yang mengikuti pola atau aturan tertentu, misal: urutan bilagan genap 2, 4, 6,
8, ........ dst.
Urutan bilangan genap memenuhi pola : 2n untuk n bilangan Asli.
Selanjutnya urutan bilangan sebagaimana di atas disepakatai dikenal dengan Barisan
bilangan.
Barisan Bilangan adalah urutan atau susunan bilangan yang teratur menurut pola atau
aturan tertentu.
Perhatikan barisan berikut: 4, 9, 16, 25, ......... maka:
4 disebut sebagai suku pertama (U1)
9 disebut sebagai suku ke-dua (U2)
16 disebut sebagai suku ke-dua (U3)
25 disebut sebagai suku ke-dua (U4)
sedang suku paling akhir disebut sebagai suku ke-n (U n)

Masalah 1:
Tentukan empat suku berikutnya dari barisan: 3, 5, 7, 9, ..........

Penyelesaian :
Setiap suku yang berurutan berselisih 2, maka empat suku berikutnya adalah:
9 +2 , ( 9 + 2 ) + ..... , [( 9 + 2 ) + .....] + ...... , { [( 9 + 2 ) + .....] + ...... } + .......
Sehingga barisannya menjadi
11 , ........ , ........ , ...........

Masalah 2:
Tentukan empat suku pertama dari barisan: Un = 2n2 - 1

Penyelesaian :
Un = 2n2 – 1 maka: untuk n = 1  U1 = 2 ( 1 )2 – 1 = 2 - 1 = 1
n = 2  U1 = 2 ( .... )2 – 1 = ...... - 1 = .........
n = 3  U1 = 2 ( .... )2 – 1 = ...... - 1 = .........
n = 4  U1 = 2 ( .... )2 – 1 = ...... - 1 = .........
Jadi barisan tersebut adalah : ........ , ........, ........., ..........

A.2.1. BARISAN ARITMATIKA.


Perhatikan barisan bilangan berikut: 5, 8, 11, 14, 17, ...........
(Apa yang dapat disimpulkan ? )
5, 8, 11, 14, 17, ...........

+3 +3 +3 +3 +3 dst
nampak bahwa antara suku yang satu dengan suku sesudahnya mempunyai selisih
TETAP yaitu 3 , dan biasa disebut beda barisan dan dilambangkan b.

b = U2 - U1 = U3 – U2 = U4 – U3 = ........... b = Un – Un-1

Barisan bilangan dengan pola sebagaimana di atas dikenal dengan Barisan


Aritmatika (Hitung).
Jika kita nyatakan dalam urutan suku-sukunya, barisan Aritmatika dapat dinyatakan
dengan :
U1 , U2 , U3 , U4 , ........... , Un

+b +b +b +b +b

di mana U1 = a dan b = Un – Un-1


sehingga didapat:
U1 =a =a
U2 =a +b =a + 1b

(2 – 1)
U3 =a + …… +b =a + 2b

(3 – 1)
U4 =a +b + …… + b =a + …. b

(4 – 1)
U5 =a +b + …… + ……. + b =a + …. b

(5 – 1)

Un = a + (n -1) b

dikenal sebagai Rumus suku ke-n Barisan Aritmatika.

Masalah 1:
Ditentukan barisan bilangan: 2, 5, 8, ....... ,
Tentukan :
a. Suku ke-delapan b. Suku ke-15 c. 149 suku ke berapa.

Penyelesaian :
Barisan bilangan 2, 5, 8, ....... termasuk barisan Aritmatika dengan a = U 1 = 2 dan b =
5 -2 = 3
a. U8 = a + ( 8 - 1 ) b = 2 + ( ..... ) . 3 = 2 + ...... = .............
b. U15 = a + (..... – 1 ) b = 2 + ( ..... ) . 3 = 2 + ...... = .............
c. Suku ke-n : Ux = a + (n – 1) b = 2 + (n -1)(....) = 149
2 + ....n - .... = 149
3n = .......  n = ........
Jadi 149 merupakan suku ke - .............

Masalah 2:
Suatu barisan aritmatika diketahui bahwa suku ke-2 adalah 7 ,dan suku ke-10 adalah
39, Tentukan Suku ke-50 !

Penyelesaian :
Diketahui ; U2 = 7 ; U10 = 39
Un = a + (n – 1) b maka: U2 = a + ….. b = 7
U10 = a + ….. b = …….

…… b = …….  b = ........

a + b = 7  a = 7 - …. = ..........
Sehingga: U50 = a + ….. b = ...... + .......... = ............

Permasalahan untuk didiskusikan siswa:

1. Carilah beda dalam setiap barisan berikut ini !


a. 9, 15, 21, ..........
b. 3, -2, -7, ......
1 2 5
c. a, a, a,........
2 3 6

2. Carilah suku yang diminta pada setiap barisan berikut ini !


a. 10, 7, 4, ......... suku ke-12 = ......
b. -5, -1, 3, ........ . suku ke-20 = .....
c. 8, 11, 14, ......... suku ke-15 = ......
7
d. -5, - , -2, ....... suku ke-100 = .....
2

3. Diketahui barisan aritmatika: 42, 39, 36, 33, ....., 0


Tentukan banyaknya suku barisan tersebut !

4. Sebuah barisan aritmatrika ditentukan suku ke-5 adalah 17 dan suku ke-10
adalah 32, maka tentukan : suku ke-51 dan suku ke-96 !

5. Carilah suku ke-100 dari barisan berikut ini:


a. 8, 11, 14, 17, ........
b. 7, 14, 21, 28, .......

A.2.2. BARISAN GEOMETRI.


Perhatikan barisan berikut : 1, 2, 4, 8, 16, ..........
Nampak bahwa barisan tersebut memiliki ciri bahwa bilangan selanjutnya diperoleh
dari sekian kalinya dari bilangan sebelumnya,
1 menuju 2 diperoleh dari 1 x2
2 menuju 4 diperoleh dari 2 x ....
4 menuju 8 diperoleh dari .... x .....
dapat disimpulkan bahwa nilai hasil bagi dari suatu suku dengan suku
sebelumnya adalah tetap dan biasa dikenal dengan RASIO ( r ).
Barisan yang mempunyai Rasio / Nilai Perbandingan antar sukunya selalu tetap
disebut dengan BARISAN GEOMETRI.

Un : Suku ke-n
U2 U3 U4 U
U1 = a dan r =    ......  n
U1 U 2 U 3 U n 1
Un
r= (rasio)
U n 1

Sehingga didapat:
U2
r= = U2 = U1 . r = a.r
U1
U3
r= = U3 = U2 . r = (a . r) . r = a . r2
U2
U4
r= = U4 = U3 . r = (a . r2) . r = a . r3
U3
= Un = = a . rn -1

Jadi Pola Barisan Geometri dirumuskan : U n  a.r n 1

Masalah 1:
Tentukan Rasio dan suku ke-8 dari barisan geometri: 3, -6, 12, .............

Penyelesaian :
6 12
3, -6, 12, ............. maka r =   .......
3 6
Sehingga U8 = a . r....... = 3 (......)7 = 3 ( ...... ) = .........

Masalah 2:
Diketahui barisan 2, 6, 18, .........
Tentukan : a. Suku ke-7
b. Suku ke berapa yang besarnya 39366.

Penyelesaian :
6 18
a. 2, 6, 18, ................ barisan geometri sebab:   .......  r
2 6
U1 = Suku pertama (a) = ......... sehingga:

U7 = a.r7 – 1 = a . r....... = 2 . (.....)6 = 2 (.........) = 1458.


b. Uk = a . r k – 1  39366 = 2 . (.......)k – 1  ........ = 3k - 1
 3k – 1 = 3.......
 k – 1 = .....
k = .....

Permasalahan untuk didiskusikan siswa:

1. Carilah rasio dari barisan-barisan geometri di bawah ini dan tentukan besarnya
suku yang diminta:
a. 1, 3, 9, ....... suku ke-10
b. 12, 6, 3, ....... suku ke-10
c. 2, 2 , 1, .... suku ke-9
d. 3, 3 , 1, .... suku ke-11

2. Carilah rasio dan suku ke-6 dari barisan geometri jika diketahui:
a. U1 = 6 , U4 = 48
b. U3 = 20 , U4 = -10
c. U2 = 50 , U4 = 200

3. Berapakah banyaknya suku barisan berikutini:


a. 1, 3, 9, ......., 729
b. 3, -6, 12, ......., 768
3 3
c. 6, 3, , ........,
2 128

4. Uang Rp. 1 juta diinvestasikan di Bank. Setiap tahun mendapat bunga majemuk
10%. Berapa modal tersebut setelah 5 tahun ?

5. Harga tunai suatu barang adalah Rp. 1 juta. Jika setiap setengah tahun harganya
menyusut 5 % dari harga sebelumnya, maka hitunglah harga pada permulaan
tahun ke tiga !

A.3. D E R E T.
Jika setiap suku dalam suatu barisan dihitung (dijumlahkan) akan didapat sebuah nilai
tertentu, dan bentuk ini dikenal dengan DERET BILANGAN, dan dikenal dengan istilah
Jumlah n suku pertama deret (Sn).

Sn = U1 + U2 + U3 + ........ + Un-2 + Un -1 + Un

A.3.1. DERET ARITMATIKA.


Jika pada barisan aritmatika setiap sukunya dijumlahkan akan didapat :
Sn = a + (a + b) + ( a + 2b) + ( a + 3b ) + ............ + ( a + (n – 1) b ) dan
seandainya k = Un = ( a + (n – 1) b )
maka Jumlah n suku pertama deret aritmatika dapat diturunkan sebagai berikut:
Sn = a + (a + b) + ( a + 2b) + ( a + 3b ) + ..... + ( k - 2b ) + ( k – b ) + k
Sn = k + (k - b) + ( k - 2b) + ( k - 3b ) + ........+ ( a + 2b ) + ( a + b ) + a
+
2 Sn = (a + k) + (a + k ) + ( a + k ) + ( a + k ) + ……….. + ( a + k ) +
(a+k)+(a+k) (sebanyak n suku )
2 Sn = n ( a + k )

n n n
maka didapat : Sn = ( a  k )  ( a + Un ) = [ 2a + (n – 1) b ]
2 2 2

Diskusikan dengan kelompok belajar anda beberapa hal berikut:

Masalah 1 :
Hitung jumlah deret aritmatika berikut:
a. 1 + 3 + 5 + 7 + ........... sampai 50 suku.
b. 2 + 5 + 8 + 11 + ....... + 272

Penyelesaian :
a. 1 + 3 + 5 + 7 + ........... didapat U 1 = a = ........ , b = 3 - ..... = .......
n
Sn = [ 2a + ( n – 1 ) b ]
2
......
S50 = [ 2 . (….) + ( 50 – 1 ) ...... ] = ..... [ ...... + (......) 2 ]
2
= ......... [ ......... ] = ...............

b. 2 + 5 + 8 + 11 + ....... + 272 didapat U1 = a = 2 , b = 5 - ..... = 3 ,


Un = 272
Un = a + (n -1) b  272 = 2 + ( n - …) 3
272 = …. + 3n - .......
272 = 3n - .......
272 = 3n  n = ..........
......
S50 = [ 2 . (….) + ( 91 – 1 ) ...... ]
2
= ..... [ ...... + (......) 3 ]

= ......... [ ......... ] = ...............

Masalah 2 :
Hitung jumlah semua bilangan asli antara 200 sampai dengan 600 yang habis
dibagi 4.

Penyelesaian :
Bilangan Asli antara 200 dan 600 yang habis dibagi 4 adalah :
204 , 208 , 212 , ......., 596 , sehingga diperoleh
a = 204, b = 4 dan Un = 596

Un = a + (n – 1 ) b  596 = ……. + ( n – 1 ) …..


..... = ........ + 4n - ........
596 = ........ + 4n
 4n = ...........  n = ........
n ......
Sn = ( a + Un)  S99 = ( ...... + 596 )
2 2
......
= (.......) = ..........
2

Permasalahan untuk didiskusikan siswa:


1. Pada sebuah deret aritmatika diketahui suku pertama 3, Un = 87
dan U6 + U7 = 39. Tentukan Sn.

2. Hitunglah nilai x jika diketahui: 2 + 4 + 6 + ....... + x = 90


n
3. Dari sebuah deret aritmatika diketahui Sn = ( 2n + 1).
2
Tentukan rumus suku ke-n .

4. Tiga buah bilangan membentuk barisan aritmatika. Jumlah ke tiga bilangan itu
30, sedangkan hasil kalinya 640. Tentukan urutan ke tiga bilangan tersebut .

5. Hitunglah semua bilangan asli antara 100 dan 1000 yang habis dibagi 3 tetapi
tidak habis dibagi 5 .

6. Banyaknya angka kelahiran di suatu tempat tiap tahunnya tetap. Apabila angka
kelahiran pada tahun 1980 mencapai 100 jiwa dan pada tahun 1990 mencapai
700 jiwa, Tentukan angka kelahiran pada tahun 1987.

7. Suatu pabrik pupuk selama 15 tahun memproduksi pupuk yang grafiknya berupa
garis lurus. Jika pada tahun ke tiga produksinya 115 ton dan pada tahun ke
enam 190 ton, Tentukan jumlah produksinya selama 15 tahun.

A.3.2. DERET GEOMETRI.

Jika pada barisan Geometri Un = a.rn-1 setiap sukunya dijumlahkan akan didapat :
Sn = a +ar + a . r2 + .......... + a . rn -2 + arn – 1
maka Jumlah n suku pertama deret geometrei dapat diturunkan sebagai berikut:

Sn = a +ar + a . r2 + .......... + a . rn -2 + a rn – 1
r. Sn = ar + a . r…… + .......... + ….. . rn -2 + a rn – ….. + …. . rn

Sn – r. Sn = ........ - a . rn
Sn ( 1 - .... ) = ...... ( 1 – rn ) atau Sn ( r – 1 ) = a ( rn – 1 )

Sehingga:
a (1  r n )
Sn = untuk nilai r<1 atau:
1 r
a ( r n  1)
Sn = untuk nilai r>1
r 1
Diskusikan dengan kelompok belajar anda beberapa hal berikut:
Masalah 1 :
Tentukanlah jumlah deret berikut sampai dengan suku ke -8 :
1 + 3 + 9 + ...........

Penyelesaian :
1 + 3 + 9 + ........... merupakan deret geometri
3 ......
a = ....... , r =   ......
...... 3

a ( r 8  1) .....(38  ....) .........  1 ..........


sehingga S8      ............
r 1 .....  1 ..... 2

Masalah 2:
Pada sebuah deret geometri terdapat suku pertama = 3 dan rasio = 2.
Tentukan n bulat terkecil sehingga Sn > 104

Penyelesaian :
a ( r n  1)  ......n  1 
Sn   3   3(......n  1)  3.2.....  .......
r 1  ......  1 
karena Sn > 104  3 . 2..... - ....... > 10000  (......) 2n > ............
 2n > ............
2......  2048 
 .......  jadi n > 11
2  4096
Jadi n bulat terkecil yang memenuhi adalah n = ...........
Secara umum kita dapat menarik hubungan antara Suku ke-n (Un) dengan Sn adalah
sebagai berikut:

Sn = a + (a + b) + ( a + 2b) + ( a + 3b ) + ...........+ ( a + (n – 2) b) +
( a + (n – 1) b
Sn -1 = a + (a + b) + ( a + 2b) + ( a + 3b ) + .......... + ( a + (n – 2) b)

Sn – Sn -1 = a + (n – 1) b = Un atau Un = Sn – Sn -1
Un = Sn – Sn -1

Permasalahan untuk didiskusikan siswa :

1. Carilah rasio dari barisan-barisan geometri di bawah ini dan tentukan pula nilai
suku yang diminta pada tiap masalah:
a. 12, 6, 3, ....... suku ke-10 = .........
b. 2, 2 , 1, ......... suku ke-9 = .....

2. Tentukan rasio dan suku ke-6 dari barisan geometri yang diketahui:
a. U2 = 50 dan U4 = 200
b. U3 = 20 dan U6 = -2

3. Pada sebuah barisan geometri terdapat U 1 + U6 = 244 dan U 3 x U4 = 243,


tentukan rasio dari barisan ini

4. Uang Rp. 1.000.000,- diinvestasikan di Bank, Setiap tahun mendapat bunga


majemuk 10 %. Berapa modal tersebut setelah 5 tahun ?

5. Pada sebuah deret geometri a = 1 dan r = 2, Nilai n bulat terkecil sehingga Sn


> 27 ?

6. Tunjukan bahwa

1+ 2 +2+2 2 + ......... sampai 12 suku = 63 (1 + 2)


A. Pilih salah satu jawaban yang paling tepat !
2 2 2
1. 1 +   ....  dapat dinyatakan sebagai :
3 4 20
20 20 19 19 20
2 2 2 2 2
a. 
n 1 m  1
b. 
n 1 n
c. 
n 1 n  1
d. 
n2 n  1
e.  2n
n2

4
2. Hasil penjumlahan  32
n 1
n
= ………….
a. -102 b. -100 c. 100 d. 102 e. 104

3 6
3. Hasil penjumlahan dari :  (n  1)2   (n2  2n  1)  ......
n 0 n4
a. 56 b. 55 c. 54 d. 50 e. 44

4. Diketahui barisan 2, 6, 12, 20, ….. , Rumus suku ke-n barisan ini adalah …….
a. n2 +2n b. n2 -2n c. n2 + n d. n2 – n e. 2n2 –n

5. Suatu barisan aritmatika diketahui suku ke-3 dan suku ke-7 beturut-turut adalah 29 dan
81. Suku pertama dan beda barisan tersebut adalah ......
a. 3 dan 12 c. 3 dan 13 e. 4 dan 12
b. 4 dan 13 d. 5 dan 11

6. Jumlah deret 40 + 38 + 36 + ...... + 2 adalah ...........


a. 420 b. 400 c. 390 d. 380 e. 310

7. Suatu deret aritmatika U4 = 2 dan bedanya (-2) , Jumlah 10 suku pertamanya adalah .....
a. -18 b. -16 c. -14 d. -12 e. -10

8. Suatu barisan geometri U2 = 6 dan U5 = ¾ , Suku pertama dan rasionya adalah .......
a. 12 dan ½ c. 12 dan ½ e. 12 dan 1/3
b. 14 dan ½ d. 14dan - ½

9. Jumlah penduduk suatu kota menjadi dua kali lipat setelah 10 tahun, Tahun 2010
diperkirakan jumlah penduduk mencapai 3,2 juta jiwa. Berarti pada tahun 1960 jumlah
penduduk kota itu baru mencapai ....... jiwa.
a. 100.000 c. 120.000 d. 160.000
b. 200.000 d. 400.000

10.Deret geometri dengan suku-suku positif, diketahui suku ke-3 adalah 1/8 dan suku ke-7
adalah 2. Maka jumlah tujuh suku pertama deret tersebut adalah .........
7 15 63 127 255
a. b. c. d. e.
32 32 32 32 32

11.Sebuah bola dijatuhkan dari ketinggian 1 m, setiap kali memantul mencapai ketinggian
2/3 m dari tinggi sebelumnya. Panjang lintasan bola hingga berhenti adalah ...... m.
a. 20 b. 10 c.9 d. 7 e. 5
12.Suku ke-n dari deret geometri tak hingga adalah 4 -n , maka jumlah deret tak hingga
tersebut adalah
a. 3 b. 2 c. 1 d. ½ e. 1/3

13.Jumlah suku tak hingga deret geometri 6 -3 + ½ - ¼ + ......... adalah ........


a. -6 b. -4 c. 3 d. 4 e. 12

B. Kerjakan dengan langkah yang benar!

14. Tiga bilangan membentuk barisan geometri. Hasil kali dan jumlah ke-tiga bilangan
masing-masing adalah 216 dan 26. Tentukan suku ke-3 barisan tersebut
15. Suatu deret aritmatika diketahui jumlah suku ke-4 dan suku ke-8 adalah 184,
sedangkan jumlah dua suku pertama adalah 20,
Tentukan : a. Suku ke-6
b. Jumlah 6 suku pertama.

16. Tentukan jumlah bilangan asli antara 1 s/d 200 yang habis dibagi 4 tetapi tidak
habis dibagi 6.

17. Pada barisan geometri dengan 13 suku, diketahi suku tengahnya 2.187. Jika suku ke-3 =
27, tentukan suku ke-10 barisan tersebut.

18. Diketahui deret : -8 + 4 -2 + 1 – ½ + ¼ - .........


Hitunglah : a. sampai 10 suku pertama.
b. Sampai tak hingga.

C. PENERAPAN / APLIKASI DALAM PERMASALAHAN KEHIDUPAN.

Kompetensi Dasar
Menggunakan pola barisan aritmetika atau geometri untuk menyajikan dan
menyelesaikan masalah kontekstual (termasuk pertumbuhan, peluruhan,bunga
majemuk,dan anuitas)

Indikator Pencapaian Kompetensi


Menggunakan pola barisan aritmetika atau geometri untuk menyajikan dan
menyelesaikan masalah kontekstual (termasuk pertumbuhan, peluruhan,
bunga majemuk, dan anuitas)
Tujuan Pembelajaran
Setelah berdiskusi dan menggali informasi peserta didik dapat :
Menerapkan konsep barisan dan deret aritmatika dalam menyelesaikan masalah sesuai rumus secara
mandiri.

Sebelum mempelajari serta menyelesaikan beberapa permasalahan matematika yang terkait


dengan permasalahan kehidupan nyata tentu diharapkan peserta didik secara mandiri dan atau
kelompok diskusi menggali informasi dan pengalaman belajar terdahulu serta
pengembangannya dari beberapa sumber referensi maupun media interaktif.
Diskusikan dengan kelompok belajar anda, guna memahami beberapa hal berikut ini:

Masalah 1:
Pada awal produksi PT Jaya memproduksi 200 pasang sepatu/hari. Setiap bulan direncanakan
untuk menambah hasil produksinya secara tetap. Pada bulan ke -10 ternyata PT tersebut
memproduksi 335 pasang sepatu/hari. Berapa kenaikan produksinya per bulan ? (anggap 1
bulan sama dengan 30 hari)

Penyelesaian:
Permasalahan merupakan model Barisan Aritmatika dengan U 1 = 200 dan U10 = 335 yang
ditanyakan adalah kenaikan per bulan (beda barisan) b = .....
Un = a + (n – 1) b  U10 = a + ..... b  335 = ....... + ....... b
 ..... b = 335 - ...... = ........
......
 b=  .......
......
Jadi kenaikan produksinya per bulan adalah ..............

Masalah 2:
Populasi serangga di suatu tempat pada tanggal 4 April 1994 adalah 10.000 ekor. Tiap 2 hari
bertambah 20% dari jumlah semula. Berapa populasi serangga tersebut pada tanggal 18 April
1994 ?

Penyelesaian:
Permasalahan merupakan model Barisan Geometri dengan U 1 = 10.000 dan U2 = 12.000 yang
ditanyakan adalah Populasi pada tanggal 18 April 1994 ( U8) = ......
U 2 12.000
U1 = a = 10.000 dan r =   ....... sehingga: U n  a.r n 1 didapat :
U1 10.000
U 8  .......(......)8 1 = 10.000 (1,2)…… = 10.000 (………) = ……………..

1. Suatu perkebunan jeruk pada saat musim berbuah menghasilkan 50.000 buah jeruk. Tiap
hari dipetik sebanyak 7.250 buah. Setelah 6 hari dipetik ternyata ada beberapa buah jeruk
yang masih mentah, maka kegiatan memetik jeruk tersebut dihentikan. Berapa buah jeruk
yang masih di pohon ?

2. Pada awal bekerja Amat mempunyai gaji Rp. 200 ribu per bulan. Tiap tahun gaji Amat naik
sebesar Rp. 15 ribu per bulan. Berapa gaji Amat setelah dia bekerja selama 7 tahun ?
3. Pada percobaan di sebuah laboratorium, temperature benda diamati setiap menit. Setelah
13 menit suhunya 7o C dan setelah 19 menit suhunya 15 oC. Tentukan kenaikn suhu per
menitnya

4. Seseorang menabung rp. 800 ribu pada tahun pertama, Tiap tahun tabungannya ditambah
dengan Rp. 15 ribu lebih banyak daripada tahun sebelumnya. Berapakah jumlah
simpanannya pada akhir tahun ke 10 ?

5. Bakteri membelah menjadi 2 bagian setiap 4 jam. Jika pada pukul 12.00 banyaknya bakteri
1.000 ekor, Berapa banyaknya bakteri pada pukul 20.00 untuk hari yang sama

6. Suatu bola jatuh dari ketinggian 72 meter, kemudian memantul di tanah dan memantul
kembali 80 % dari tinggi semula, begitu seterusnya sampai dengan 6 pantulan. Berapa
tinggi bola pada pantulan ke 6?

7. Seseorang menabung sejumlah uang di Bank dan mendapat bunga majemuk 10% setahun.
Satu tahun sesudah menabung dan setiap tahun berikutnya, diambil Rp. 100 ribu untuk
keperluan hidupnya. Berapakah uang yang harus ditabung sehingga setiap tahun ia dapat
mengambil Rp. 100.000,- ?

8. Pada akhir tahun 2005 jumlah penduduk sebuah kota 225.000 jiwa. Jika jumlah penduduk
bertambah 20 % tiap tahun maka Tentukan jumlah penduduk pada akhir tahun 2010 ?

MENGUKUR MINAT SISWA TERHADAP MATERI BELAJAR

Menurut anda materi belajar tentang Pola Bilangan, Barisan dan Deret (lingkari angka
diantara pernyataan berikut):

Menyenangkan 1 2 3 4 5 Membosankan
Bermanfaat 1 2 3 4 5 Tidak Bermanfaat

Menarik 1 2 3 4 5 Tidak Menarik

Sangat perlu dipelajari 1 2 3 4 5 Tidak perlu dipelajari

Menantang 1 2 3 4 5 Tidak Menantang


Tidak Perlu disebar
Perlu disebar luaskan 1 2 3 4 5
luaskan
Mempunyai korelasi Tidak Mempunyai korelasi
dengan masalah sehari- 1 2 3 4 5 dengan masalah sehari-
hari hari

Petunjuk Penilaian:

1. Jika rata-rata jawaban berkisar angka 1 dan 2 maka materi pembelajaran menarik minat
siswa.
2. Jika rata-rata jawaban berkisar angka 4 dan 5 maka materi pembelajaran tidak menarik
minat siswa, sehingga perlu adanya perubahan metode, media, strategi pembelajaran, dll.