Anda di halaman 1dari 6

PEMERINTAH KABUPATEN KARAWANG

DINAS KESEHATAN

UPTD PUSKESMAS JATISARI

Jln Raya Jatisari Kec.Jatisari Kab.Karawang

Kode Pos 41374 Email :puskesmajatisari@yahoo.com

KERANGKA ACUAN
PROGRAM PROMKES KEGIATAN UKM UPTD KESEHATAN JATISARI

I. PENDAHULUAN
Dalam rangka mengoptimalkan fungsi Pusat Kesehatan Masyarakat dalam mendukung
penyelenggaraan pembangunan kesehatan, pelaksanaan kebijakan promosi kesehatan
memegang kunci penting untuk mencapai tujuan Indonesia sehat.
Setiap masalah kesehatan pada umumnya disebabkan tiga faktor yang timbul secara bersamaan,
yaitu (1) adanya bibit penyakit atau pengganggu lainnya, (2) adanya lingkungan yang
memungkinkan berkembangnya bibit penyakit, dan (3) adanya perilaku hidup manusia yang
tidak peduli terhadap bibit penyakit dan lingkungannya.
Oleh karena itu , sehat dan sakitnya seseorang sangat ditentukan oleh perilaku hidup manusia
sendiri. Karena masalah perubahan perilaku sangat terkait dengan promosi kesehatan maka
promosi kesehatan sangat diperlukan dalam meningkatkan perilaku masyarakat agar terbebas
dari masalah masalah kesehatan.
Promosi kesehatan puskesmas adalah upaya puskesmas melaksanakan pemberdayaan kepada
masyarakat untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan setiap individu, keluarga
serta lingkungannya secara mandiri dan mengembangkan upaya kesehatan kesehatan bersumber
masyarakat.
Secara operasional, upaya promosi kesehatan di puskesmas dilakukan agar masyarakat
mampu berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai bentuk pemecahan maslah masalah
kesehatan yang dihadapinya, baik masalah masalah kesehatan yang diderita maupun yang
ber[potensi mengancam, secara mandiri. Disamping itu, petugas kesehatan puskesmas
diharapkan mampu menjadi teladan bagi pasien, keluarga dan masyarakat untuk melakukan
PHBS.

II. LATAR BELAKANG


Sesuaidenganvisipembangunan nasional, yaitu “Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil dan
Makmur” sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2007 tentang
Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025, maka salah satu yang harus dipenuhi
adalah menjadi bangsa yang berdaya saing.Untuk mewujudkan bangsa yang berdaya saing
diperlukan pembangunan sumber daya manusia, yang ditandai dengan peningkatan Indeks
Pembangunan Manusia (IPM).
Salah satuunsurpentingbagi peningkatan IPM adalah derajat kesehatan.Dalam rangka
mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, Pemerintah Indonesia telah menetapkan
tujuan pembangunan kesehatan, yang dinyatakan dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun
2009 tentang Kesehatan.Dijelaskan bahwa pembangunan kesehatan bertujuan untuk
meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar
terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dengan memberdayakan dan
mendorong peran aktif masyarakat dalam segala bentuk upaya kesehatan.
Masihtingginyaangkakematianibu,
angkakematianbayidanprevalensigizikurangpadabalitamenjadimasalahbesardalamupayamembe
ntukgenerasi yang mandiridanberkualitas.Sehingga,
pentinguntukmelakukanpenataankembaliberbagailangkah-langkah, antara lain di
bidangpengelolaansumberdayaalam, sumberdayamanusia,
lingkunganhidupdankelembagaannyasehinggabangsa Indonesia
dapatmengejarketertinggalandanmempunyaiposisi yang sejajarsertadayasaing yang kuat di
dalampergaulanmasyarakatinternasional.
Pemberdayaanmasyarakatdalampembangunan kesehatan sangat penting. Hal ini dapat
dijelaskan bahwa disamping ketentuan ini tercantum dalam UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan juga sebagai berikut 1) Dari hasil kajian ternyata 70% sumber daya pembangunan
nasional berasal kontribusi/partisipasi masyarakat; 2) Pemberdayaan masyarakat/partisipasi
masyarakat berazaskan gotong royong, merupakan budaya masyarakat Indonesia yang perlu
dilestarikan; 3) Perilaku masyarakat merupakan faktor penyebab utama, terjadinya
permasalahan kesehatan, oleh sebab itu masyarakat sendirilah yang dapat menyelesaikan
masalah tersebut dengan pendampingan/bimbingan pemerintah; 4) Pemerintah mempunyai
keterbatasan sumber daya dalam mengatasi permasalahan kesehatan yang semakin kompleks di
masyarakat, sedangkan masyarakat mempunyai potensi yang cukup besar untuk dapat
dimobilisasi dalam upaya pencegahan di wilayahnya; 5) Potensi yang dimiliki masyarakat
diantaranya meliputi community leadership, community organization, community financing,
community material, community knowledge, community technology, community decision
making process, dalam upaya peningkatan kesehatan, potensi tersebut perlu dioptimalkan; 6)
Upaya pencegahan lebih efektif dan efisien dibanding upaya pengobatan, dan masyarakat juga
mempunyai kemampuan untuk melakukan upaya pencegahan apabila dilakukan upaya
pemberdayaan masyarakat terutama untuk ber-perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
SejalandenganupayaPemerintah dalam memberdayakan dan mendorong peran serta
masyarakat dalam upaya kesehatan agar hidup sehat, tentu akan mendukung pencapaian MDG’s
pada tahun 2015 meningkatnya angka harapan hidup (72 tahun), menurunnya tingkat kematian
bayi ( 24 per 100 KH) dan menurunnya kematian ibu melahirkan (102 per 100 ribu KH) serta
menurunnya gizi kurang pada balita (15 %).
Perjalananpemerintahdalammendorongmasyarakatuntukterlibatdalammewujudkanmasya
rakat yang
sehattampaknyamenjadiacuandaninspirasiuntukmenghidupkankembalipemberdayaandanpartisip
asiaktifmasyarakatbidangkesehatan.Pemerintah Indonesia di era 70-ansampai 80-an
berhasilmemberdayakandanmendorongperanaktifmasyarakat di
bidangkesehatanmelaluiGerakan Pembangunan KesehatanMasyarakatDesa (PKMD). Program
inimengalamipasangsurutketikaterjadikrisisekonomi, kisahsuksestersebutmenjadimotivasibagi
Tim Penggerak PKK untuktetapbertahandanmengaktifkanPosPelayananTerpadu (Posyandu)
danhinggasaatiniterdapat 84,3% desadankelurahanmemilikiPosyandu. Kejayaan PKMD
diupayakanuntukdibangkitkankembalimelaluipengembangandanpembinaanDesadanKelurahanS
iagaAktif.
Untukkeberhasilanpenyelenggaraanberbagai upaya pemberdayaan masyarakat bidang
kesehatan lebih difokuskan pada: a) meningkatnya perubahan perilaku dan kemandirian
masyarakat untuk hidup bersih dan sehat, b) meningkatnya kemandirian masyarakat dalam
sistem peringatan dini, penanggulangan dampak kesehatan akibat bencana, serta terjadinya
wabah/KLB, c) meningkatnya keterpaduan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan dengan
kegiatan yang berdampak pada income generating. Disamping itu, upaya pemberdayaan
masyarakat harus dimulai dari masalah dan potensi spesifik daerah, oleh karenanya diperlukan
pendelegasian wewenang lebih besar kepada daerah.Kesiapan daerah dalam menerima dan
menjalankan kewenangannya sangat dipengaruhi oleh tingkat kapasitas daerah yang meliputi
perangkat organisasidansumberdayamanusianya, sertakemampuanfiskal.

III. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Mendukung tercapainya Indonesia sehat melalui peningkatan perilaku hidup bersih dan
sehat masyarakat Indonesia.
2. Tujuan Khusus.
Petugas mempunyai pedoman dalam melaksanakan program promosi kesehatan di
puskesmas.
a. Petugas promosi kesehatan mampu menggerakkan dan memberdayakan keluarga dan
masyarakat dalam mencegah penyakit.
b. Meningkatnya kesehatan individu, keluarga, serta lingkungan
c. Meningkatnya pperilaku masyarakat dalam ber PHBS
d. Masyarakat mampu mencegah penyakit / potensi wabah secara mandiri
Secararingkastujuankhusus dari program promosi kesehatan adalah meningkatnya upaya
kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) sehingga masyarakat mampu mengatasi
permasalahan kesehatan yang dihadapi secara mandiri dan menerapkan perilaku hidup bersih
dan sehat (PHBS) dengan lingkungan yang kondusif melalui pembinaan pemberdayaan
masyarakat bidang kesehatan yang terintegrasi dan bersinergi oleh pemangku kepentingan
terkait.
3. Kegiatanpokok dan rincian kegiatan
a. Promosi kesehatan melalui pendekatan individu
b. Promosi kesehatan melalui pendekatan kelompok (TP PKK, karang taruna,
posyandu, SBH, majlis taklim dan lain sebagainya)
c. Promosi kesehatan melalui pendekatan organisasi masyarakat (ormas) seperti kelompok
kesenian tradisional dan lain sebagainya
d. Penggerakan dan pengorganisaian masyarakat melalui: 1. Kunjungan rumah 2.
Pemberdayaan berjenjang 3. Pengorganisasian masyarakat melalui Survei Mawas Diri
(SMD) dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)

IV. PEMANTAUAN DAN EVALUASI


1. Pemantauan Kegiatan ini berfungsi untuk
mengetahui sejauhmana pencapaian pelaksanaan promkes dengan mekanisme; petugas
membuat catatan secara berkala yang dilaporkan kepada kepala puskesmas dan kunjungan
lapangan dibebepa lokasi terpilih.
2. Evaluasi Evaluasi
dilaksanakan pada setiap tahap menejerial mulai dari perencanaan, pelaksanaan
dan hasil sekurang-kurang pada tiap pertengahan tahun dan akhir tahun dengan
menggunakan indikator pada setiap tahapan.

V. INDIKATOR KEBERHASILAN
1. Indikator masukan
a. Adanya komitmen Kepala Puskesmas yang mencerminkan dalam Rencana Umum
Pengembangan promkes Puskesmas.
b. Adanya komitmen seluruh jajaran yang tercermin dalam Rencana Operasional Promkes
Puskesmas
c. Adanya tenaga PKM sesuai dengan acuan dalam standar SDM promkes puskesmas
d. Adanya tenaga PKM dan tenaga kesehatan lain dipuskesmas yang sudah dilatih
e. Adanya sarana dan peralatan promkes puskesmas sesuai acuan dalam standar
f. sarana promkes puskesmas
g. Adanya dana di puskesmas yang mencukupi untuk penyelenggaraan promkes
puskesmas.
2. Indikator proses
a. Dilaksanakannya kegiatan promkes didalam gedung (setiap tenaga kesehatan melakukan
promosi atau diselenggarakan klinik khusus, pemasangan poster dan lain-lain) dan atau
frekuensinya
b. Kondisi media komunikasi yang digunakan (poster, leaflet, spanduk dan lain-lain) masih
bagus dan relevan
c. Dilaksanakannya kegiatan promkes di masyrakat (kunjungan rumah & pengorganisasian
masyarakat).
3. Indikator keluaran
a. Semua tenaga kesehatan puskesmas telah melaksanakan promkes
b. Berapa banyak pasien/klien yang sudah terlayani oleh berbagai kegiatan promkes dalam
gedung (konseling, bibliografi dan lain-lain)
c. Berapa banyak keluarga yang telah mendapat kunjungan rumah oleh puskesmas
d. Berapa banyak kelompok masyarakat yang sudah digarap puskesmas dengan
pengorganisasian masyarakat
e. Puskesmas sebagai model institusi kesehatan yang ber-PHBS, yaitu dengan puskesmas
bebas rokok, lingkungan bersih, bebas jentik dan jamban sehat d. Indikator dampak
Indikator ini mengacu pada tujuan dilaksanakannya promkes dipuskesmas yaitu
terciptanya PHBS di masyarakat untuk semua tatanan. Tatanan yang dianggap mewakili
untuk dievaluasi adalah tatanan rumah tangga (dalam Kebijakan Nasional Promkes
tahun 2010).
Adapaun indikator PHBS unruk 5 tatanan adalah sebagai berikut
1. Tatanan Rumah Tangga
a. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
b. Memberi bayi ASI ekslusif
c. Menimbang balita
d. Menggunakan air bersih
e. Mencuci tangan dengan air bersih dan memakai sabun
f. Menggunakan jamban sehat
g. Memberantas jentik
h. Makan sayur buah
i. Melakukan aktifitas fisik
j. Tidak merokok didalam rumah
2. Tatanan Institusi Kesehatan
a. Menggunakan air bersih
b. Menggunakan jamban
c. Membuang sampah pada tempatnya
d. Tidak merokok di Institusi Kesehatan
e. Tidak meludah sembarangan
f. Memberantas jentik nyamuk
g. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun
3. Tatanan Institusi Pendidikan
a. Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun
b. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah
c. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat
d. Olahraga yang teratur dan terukur
e. Memberantas jentik nyamuk
f. Tidak merokok di sekolah
g. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan
h. Membuang sampah pada tempatnya
4. Tatanan Institusi Tempat Kerja
a. Tidak merokok di tempat kerja
b. Membeli dan mengkonsumsi makanan dari tempat kerja
c. Melakukan olahraga secara teratur / aktivitas fisik
d. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan dan sesudah buang
air besar dan buang air kecil
e. Memberantas jentik nyamuk di tempat kerja
f. Menggunakan air bersih
g. Menggunakan jamban saat buang air kecil dan air besar
h. Membuang sampah pada tempatnya
i. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai jenis pekerjaan
5. Tatanan Institusi Pasar
a. Menggunakan air bersih
b. Menggunakan jamban
c. Membuang sampah pada tempatnya
d. Tidak merokok di pasar
e. Tidak meludah sembarangan
f. Memberantas jentik nyamuk 6. Tatanan Institusi Tempat Ibadah
g. Menggunakan air bersih
h. Menggunakan jamban
i. Membuang sampah pada tempatnya
j. Tidak merokok di tempat ibadah
k. Tidak meludah sembarangan
l. Memberantas jentik nyamuk
6. Tempat Makan (Rumah Makan)
a. Menggunakan air bersih
b. Menggunakan jamban
c. Membuang sampah pada tempatnya
d. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
e. Tidak merokok di tempat makan
f. Menutup makanan dan minuman
g. Tidak meludah sembarangan
h. Memberantas jentik nyamuk
7. Transportasi Umum
a. Menggunakan air bersih
b. Menggunakan jamban
c. Membuang sampah pada tempatnya
d. Tidak merokok di angkutan umum
e. Tidak meludah sembarangan

VI. REFERANSI
Pusat Promosi Kesehatan, 2013, Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Puskesmas,
Kemenkes, Jakarta

VII. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

VIII. SASARAN

IX. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

X. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

XI. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Jatisari, 02Mei 2017


KepalaUPTD Puskesmas Jatisari,

Hj.Een Nuraeni.E.SKM
NIP. 196004141983032012