Anda di halaman 1dari 117

STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI)

Dan
YOUNG PROFESSIONAL

DR.BAMBANG SETIADI
Badan Standardisasi Nasional (BSN)

Jakarta, 8 November 2011


Jakarta, 8 November 2011
DUNIA SAAT INI MENGALAMI
PERUBAHAN DENGAN CEPAT. SEMAKIN
BANYAK PERUSAHAAN MENGANDALKAN
INFORMASI.
PERUSAHAAN MENTRANSFORMASIKAN
MENJADI TEAM TENNIS ATAU SEPAKBOLA,
YAITU, MENJADI PERUSAHAAN YANG
MENGANDALKAN TANGGUNG JAWAB,
SEMUA ANGGOTA HARUS BERTINDAK
SEBAGAI PEMBUAT KEPUTUSAN YANG
BERTANGGUNG JAWAB. SEMUA ANGGOTA
HARUS MELIHAT DIRINYA SEBAGAI
EKSEKUTIF! PETER DRUCKER

Jakarta, 8 November 2011


•HIRARKI MENGHAMBAT KERJA KREATIF,
•TAK BISA MENGIMBANGI DUNIA YANG BERUBAH CEPAT
•TIDAK EFEKTIF UNTUK PEMERINTAHAN DAN PERUSAHAAN
•“ORGANISASI TENTARA” BERBASIS KOMANDO,

Jakarta, 8 November 2011


•MEMBENTUK TEAM
•MEMOTIVASI SECARA
HORIZONTAL
•KINERJA TEAM

Jakarta, 8 November 2011


Jakarta, 8 November 2011
Jakarta, 8 November 2011
Jakarta, 8 November 2011
YOUNG PROFESSIONAL ADVISORY BOARD (YPAB)

Jakarta, 8 November 2011


Jakarta, 8 November 2011
Jakarta, 8 November 2011
Jakarta, 8 November 2011
Jakarta, 8 November 2011
• AKTIF TERLIBAT DALAM KEGIATAN STANDARDISASI

• MEMPROMOSIKAN STANDAR UNTUK MASA


DEPAN

• MENDUKUNG KARIR PROFESIONAL MUDA


PEMAHAMAN TENTANG STANDAR .

• JARINGAN UNTUK PROFESIONAL MUDA DI


BIDANG STANDARDISASI

Jakarta, 8 November 2011


Jakarta, 8 November 2011
Jakarta, 8 November 2011
Jakarta, 8 November 2011
Jakarta, 8 November 2011
Jakarta, 8 November 2011
•90% KAWASAN CHINA
DAPAT DIKEMBANGKAN
PANEL SURYA

•TAHUN 2006 TELAH


MEMBANGUN PANEL
SURYA TERBESAR
100 MW DI PROVINSI
GANSU

•TAHUN 2019 AKAN


DIKEMBANGKAN KEBUN
SOLAR TERBESAR
DI DUNIA SEBESAR 2 GW

Jakarta, 8 November 2011


Jakarta, 8 November 2011
Jakarta, 8 November 2011
Jakarta, 8 November 2011
13 MEGATRENDS
BIDANG MEGATRENDS 13 Megatrends

PERUBAHAN ATURAN 1)INTEGRASI EKONOMI DUNIA


2) PERUBAHAN EKONOMI GLOBALA DAN
EKONOMI GLOBAL KEUNGGULAN KOMPARATIVE
3) PERUBAHAN STRUKTUR DEMOGRAFI
4) KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN SDA
TENAGA KERJA,
5) PERUABAHAN RADIGMA DALAM PASAR
SUMBERDAYA ALAM UANG
6) KNOWLEDGE BASED ECONOMY DAN CSR
7)TEKNOLOGI DIGITAL DAN NETWORK
8) KEMAJUAN BIOECONOMY
PERCEPATAN 9) TEKNOLOGI FUSI
INOVASI TEKNOLOGI 10) TANTANGAN TEKNOLOGI BARU ; STRATEGI
NASIONAL
11) HEGEMONI TEKNOLOGI STANDARDISASI
DAN KEKAYAAN INTELEKTUAL
12) POLA NKONSUMSI BARU
EVOLUSI BUDAYA
BARU POLA KONSUMSI 13) EVOLUSI BUDAYA BARU
Jakarta, 8 November 2011
Tuntutan Global
Keamanan
(Security)
&
Ketertelusuran
(Traceability)
Kepercayaan Inovasi
(Trust)

Globalisasi Tuntutan
Sosial

Jakarta, 8 November 2011


PRODUK GLOBALI
GLOBAL SASI
EVALUASI
GLOBAL
FTA INDONESIA
RATIFIKASI
TH. 1994
GLOBALISASI
KOMITE RANTAI
&
TEKNIS PASOKAN
STANDARDISASI
& CODEX
AKREDITASI
AKREDI
STANDARD
TASI

LABORATORIUM PENGUKUR
PENGUJI

Sumber: BSN Jakarta, 8 November 2011 26


Free Trade Area

Jakarta, 8 November 2011


BADAN-BADAN STANDAR REGIONAL

PASC EASC
CEN

AIDMO

ARSO ACCSQ
COPANT

PASC PASC

MO/LDE9606B.CDR
2003-03-19
Jakarta, 8 November 2011
DAYA SAING PRODUK
(Derek F. Abell, 1993)

Harga, mutu, Performance


Pasokan Market Strategy
Business Definition

Sumberdaya
Kompetensi
Fungsi Organisasi
Intensi terhadap
KNOWLEDGE
Jakarta, 8 November 2011
TIGA PILAR INFRASTRUKTUR MUTU NASIONAL

MUTU
untuk Mendukung Daya Saing Produk Nasional

Standardisasi Nasional
METROLOGI • AKREDITASI
STANDARDISASI • SERTIFIKASI

Kerjasama, Pemasyarakatan, Penelitian dan Pengembangan

Peraturan Perundang-undangan
Jakarta, 8 November 2011
TIGA PILAR INFRASTRUKTUR MUTU NASIONAL

MUTU
untuk Mendukung Daya Saing Produk Nasional

Standardisasi Nasional
Metrologi : Standardisasi : Penilaian
Kesesuaian :
• Ilmiah • Pengembangan
• Akreditasi
• Industri/terapan • Penerapan
• Sertifikasi
• Legal • Pengujian
• Inspeksi

Kerjasama, Pemasyarakatan, Penelitian dan Pengembangan

Peraturan Perundang-undangan
Jakarta, 8 November 2011
RISET-INOVASI-STANDAR
• Tiga negara dengan ekonomi kuat saat ini :

Cina-India-Korea membangun ekonomi dengan


kekuatan IPTEK melalui riset dan inovasi

• Investasi pendidikan dan riset mereka kuat

• Ketika mereka selesai membuat riset dan


inovasi, mereka menyiapkan standar sebagai
strategi ekonomi
Jakarta, 8 November 2011
CONTOH STRATEGI STANDAR
• Cina membuat standardisasi sebagai strategi utama.

• Brasil Investasi besar-besaran di standardisasi untuk


menciptakan pasar global

• Uni Eropa memanfaatkan standardisasi untuk


merangsang inovasi

• India menggunakan standardisasi untuk


mengembangkan pendidikan

• WTO mengakui standardisasi sebagai cara


menciptakan keuntungan pasar
Jakarta, 8 November 2011
PENERAPAN SNI YANG
JUMLAH KONSISTEN D
VARIASI
PRODUK

A
c
B

PENERAPAN SNI PENGAWASAN PASAR


TIDAK KONSISTEN YANG EFEKTIF
WAKTU
A =JUMLAH PRODUK SAAT INI B = KONDISI KETIKA SNI DITERAPKAN
C = PROSES PENERAPAN SNI D = PERTUMBUHAN PRODUK TANPA PENGAWASAN

Jakarta, 8 November 2011


P
ANGGOTA
ISO COUNCIL

20 NEGARA
2009 - 2010

ANGGOTA TMB
14 NEGARA
2012 - 2014

KETUADEVCO
134 NEGARA
2011-2012

Jakarta, 8 November 2011


ISO – A Global System Updated on 7 June 2011

162 national members


5 000 people
98% of world GNI
97% of world population

Over 600
Collection of 18 536 organizations in
ISO Standards liaison
Customer

1 313 standards
produced
Vision Internal
in 2010 Financial & Process
Strategy

203 active TCs Central


3 274 technical Learning Growth Secretariat
bodies in Geneva
100 000 experts 154 FTE staff
IN/ID - YYYY-MM-DD Jakarta, 8 November 2011 Title of the presentation -
• PERJUANGAN “LONG MARCH”
• MEMBUTUHKAN
PROFESIONALISM
• DIBERIKAN DENGAN
KEPASTIAN HASIL UJI

Jakarta, 8 November 2011


SIDANG DEVCO
OSLO, 2010

Jakarta, 8 November 2011 41


TEAM PENASEHAT KETUA ISO
DEVCO
(Committee on Developing Country Matters) lanjutan

Jakarta, 8 November 2011


Jakarta, 8 November 2011
Jakarta, 8 November 2011
Jakarta, 8 November 2011
Hubungan Infrastruktur Mutu
Nasional dan Internasional

Akreditasi

Infrastruktur Pengujian
Sertifikasi Mutu
Nasional

MetrologI
Standardisasi

CODEX

No.46
Jakarta, 8 November 2011
Jakarta, 8 November 2011
Jumlah Laboratorium dan Lembaga Inspeksi Terakreditasi
oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN)

600 565
497
500 437
379 411
400 345
301
300

200 147
135
81 86 96 103 112
86
100 47 54 60 67
14 14 15 17 1 184 1911 2621
0
2005 2006 2007 2008 Oktober 2009 2010 2011
Testing Laboratory Calibration Laboratory Inspection Body
Medical Certification Body

48

Jakarta, 8 November 2011


DATA PERKEMBANGAN LEMBAGA SERTIFIKASI YANG
DIAKREDITASI OLEH KAN

Perkembangan jumlah LS

35

30

25
2007
20
Jumlah

2008
2009
15 2010
2011

10

0
LSSM LSSHCCP LSSMKP LSSML LSE LSPr LSP LSPO LPPHPL LVLK

LS - tahun

Jakarta, 8 November 2011


JUMLAH
VARIASI
D
PRODUK

A
c
B

DENGAN

TANPA

WAKTU
I II III

Jakarta, 8 November 2011


Standard membantu perusahaan melalui
• Penghubung penting rantai
pasokan global
• Underpin international trade
and access to markets
• Mengurangi barier dan
mendukung – Perdagangan
internasional
• Membangkitkan
kepercayaan nasional dalam
pemulihan ekonomi

IN/ID - YYYY-MM-DD Jakarta, 8 November 2011 Title of the presentation - 51


Standard membantu perusahaan melalui :
• Mempengaruhi budaya bisnis

• Membantu perusahaan
mengadopsi : environmental
management, social
responsibility, life cycle
assessment for products, energy
efficiency and management, etc.

• Membantu alokasi sumber daya


lebih efisien

• Menjadi jembatan untuk


kesenjangan pengetahuan dan
perkembangan inovasi

IN/ID - YYYY-MM-DD Jakarta, 8 November 2011 Title of the presentation - 52


Jakarta, 8 November 2011
GAS

MINYAK TANAH

ARANG KAYU

•STANDAR,
KAYU BAKAR
•HASIL UJI,
•KALIBRASI
•DAN INSPEKSI

Jakarta,
1 8 November 2011
Jakarta,
1 8 November 2011
SNI TABUNG GAS

Jakarta, 8 November 2011


RAPAT SNI TABUNG GAS
25 Juni 2010

Jakarta, 8 November 2011


NILAI EKONOMI DAMPAK
PENERAPAN
SNI TABUNG BAJA 3KG LPG

= NILAI PROFIT – NILAI BIAYA


= 54,9 T – 5 T = Rp. 49,9 T

Rp. 49,9 Triliun


! Jakarta, 8 November 2011
Rp. 18,6 TRILIUN

Jakarta, 8 November 2011


Rp. 3,4 TRILIUN

Jakarta, 8 November 2011


Rp. 547 MILYAR

Jakarta, 8 November 2011


Rp. 1,4 TRILIUN

Jakarta, 8 November 2011


Penerapan Metodologi ISO
Menilai Keuntungan Ekonomi dari Standar

Studi Kasus di PT. Wika Beton (Pabrik Bogor)

Penerapan Metodologi ISO


SEDT 02-3 2011-03-08/10
Menilai Keuntungan Ekonomi dari Standar
BAHAN DIUJI

KASAR
ASPAL KERAS

HALUS

- SNI 1969:2008 - SNI 06-2441-1991


- SMM/IK-LAB UJI/5.4/1.5 - SNI 03-4428-1997 - SNI 06-2456-1991
- SNI 2417:2008 - SNI 1970:2008 - SNI 06-2434-1991
- SMM/IK-LAB UJI/5.4/1.6 - SNI 03-6877-2002 - SNI 06-2433-1991
- SNI 06-2432-1991

SPESIFIKASI TEKNIK MENGUJI


& TEKNIK YANG DIGUNAKAN
Jakarta, 8 November 2011 64
Jakarta, 8 November 2011
Jakarta, 8 November 2011
INDONESIA DAPATKAN PENGAKUAN
DUNIA UNTUK BUAT STANDAR TEMPE

RI 'MATANGKAN' ACUAN STANDAR


TEMPE DUNIA

TEMPE SIAP MENDUNIA,


INDONESIA SUSUN STANDARDISASINYA

TEMPE SIAP GOES


INTERNATIONAL

Jakarta, 8 November 2011


TAHUN PRODUKSI TEMPE
(TON)
2006 2.307.200
2007 2.424.200
2008 2.179.200
2009 2.419.200
Jakarta, 8 November 2011 68
DELEGASI INDONESIA

Delegasi Indonesia:
1. Dr. Bambang Setiadi, BSN; 2. Dr. Roy Alexander Sparinga, BPOM
3. Drs. Suprapto, MPS, BSN ; 4. Dr. Gardjita Budi, Kem. Pertanian
5. Dr. Santoso, Mphil, KKP ; 6. Sdr. Zaenal Muttaqin, KKP
7. Sdr. Agus Sutopo, Kem. Perindustrian; 8. Sdr. Ronald Eberhard, Kemlu
9. Sdr. Muchsin Syihab, PTRI Geneva

Jakarta, 8 November 2011


Jakarta, 8 November 2011
DI JERMAN TEMPE JADI
BARANG MEWAH
Toko Vinh Loi di Seestrasse,
adalah toko yang tiap hari ramai
kedatangan pembeli. banyak juga
orang Jerman yang gemar
berburu makanan Asia.
Tempe pun dijual di toko milik
orang Vietnam ini. Satu tempe
ukuran batu bata 400gr dibandrol
1,79 Euro atau

Jakarta, 8 November 2011


MISI UTAMA

KOORDINATOR ASIA

EXECUTIVE COMMITTEE

Jakarta, 8 November 2011


SIDANG EXECUTIVE COMMITTEE
28 JUNI – 1 JULI 2011

Jakarta, 8 November 2011


SIDANG CODEX (140 NEGARA )
4-9 Juli 2011

74
Jakarta, 8 November 2011
Jakarta, 8 November 2011
LIST OF STANDARDS AND RELATED TEXTS ADOPTED BY
THE THIRTY-FOURTH SESSION OF
THE CODEX ALIMENTARIUS COMMISSION, RELATED TO CCASIA
Part 1 – Standards and related texts adopted at Step 8

Standard and Related Reference Status


Texts
Regional Standard for REP11/ASIA,
Edible Sago Flour Appendix II Adopted

Part 2 – Standards and related texts adopted at Step 5/8


(with omission of Step 6 and 7)

Standard and Related Reference Status


Texts
Regional Standard for REP11/ASIA, Adopted with amendment
Chilli Sauce Appendix III (amendment proposed by CCFA:
REP11/FA para33, 34 and Appendix II,
and by CCFL: REP11/FL para 19)

Jakarta, 8 November 2011


LIST OF DRAFT STANDARDS AND RELATED TEXTS APPROVED
AS NEW WORK BY THE THIRTY-FOURTH SESSION OF
THE CODEX ALIMENTARIUS COMMISSION, RELATED TO CCASIA
Responsi Standard and Reference Job Code
ble Body Related Texts
CCASIA Regional REP11/ASIA, N05-2011
Standard for Appendix IV
Tempe
CCFFV, (Regional) REP11/ASIA, N06-2011
CCASIA Standard for Appendix V
Durian
CCASIA Regional REP11/ASIA N14-2011
Standard for para 144 and
Laver REP11/FFP
Products para 176

Jakarta, 8 November 2011


Jakarta, 8 November 2011
Indo Mie
MAKANAN POKOK
NIGERIA!!!

Jakarta, 8 November 2011


Jakarta, 8 November 2011
Jakarta, 8 November 2011
SNI

Jakarta, 8 November 2011


Jakarta, 8 November 2011
UI RAIH JUARA DALAM INTERNATIONAL CASE
STUDY COMPETITION ON STANDARDIZATION 2-6
Mei 2011
Juara 1 : Purdue University, USA (juara 1).
Juara 2 :Universitas Indonesia ( Juara 2)
Juara 3 : University of Strathclyde Glasgow

Jakarta, 8 November 2011


Tim UI menampilkan contoh Meter Listrik untuk
mengetahui konsumsi energi, terutama listrik.

Standar terkait yaitu SNI IEC 62056-21:2009, adopsi


identik dari IEC 62056-21 (2002).

Tim ini juga menawarkan ide terobosan dalam


menghitung konsumsi energi. Konsep yang diberi
nama C3, Carbon Currency Calculator

Dalam menghitung konsumsi energi, satuannya


(misal liter, kg, KwH, metric ton) dikonversikan ke
nilai mata uang yang standar atau menjadi acuan,
seperti USD.

Ide ini mengandung filosofi, Think Green, Think


Money, Save Money, Save Energy, More
Sustainability, More Wealthy.

Jakarta, 8 November 2011


GERAKAN PENERAPAN SNI

Jakarta, 8 November 2011


Jakarta, 8 November 2011
Di China
1. Regulasi dan Lembaga Standardiasi
sangat kuat (di tiap provinsi)
2. Memiliki 1148 national specialized
standardization tech. committees
dengan 40.000 anggota dan 1300
pakar.
3. Telah mengusulkan 227 NWIP untuk
standar ISO/IEC (medis, elektronik,
energi)
4. Memegang posisi 25 Chair/Vice
chair TC di ISO/IEC, 706 P member
di ISO
5. NMI China telah memiliki 222 key
comparison
6. Tertinggi di dunia dalam jumlah
industri/organisasi yang
tersertifikasi ISO 9001 (210.773), ISO
14001, dan IECEE CB Scheme
Jakarta, 8(27.895)*
November 2011
* Tahun 2007
PRODUK
CHINA
BER SNI SNI

Jakarta, 8 November 2011


Jakarta, 8 November 2011
LAMPU
Jakarta, 8 November 2011
KIPAS ANGIN
Jakarta, 8 November 2011
KOREK API
Jakarta, 8 November 2011
DADU SUDAH
DILEMPARKAN!!
...PERMAINAN
HARUS
DITERUSKAN
JULIUS CAESAR ,
KETIKA MENYEBERANGI
SUNGAI TIBER
UNTUK MEREBUT ROMA
400 SB.MASEHI

Jakarta, 8 November 2011 94


DEKLARASI GENAP SNI DI ISTANA
WAKIL PRESIDEN RI 9/11/2011
Jakarta, 8 November 2011
LANGKAH 1
1 LANGKAH 2
2 LANGKAH 3
EKSPOR IMPOR 11 SEKTOR SNI 11 SEKTOR

3
MENGGUNAKAN SNI
LANGKAH 4 YANG ADA,
MEREVISI DAN/ATAU
NATIONAL DIFFERENCES MEMBUAT BARU

4A 4C
4B
LANGKAH 6 LANGKAH 5 LANGKAH 7
ANALISIS LPK KEMAMPUAN KEPPRES 54/2010
INDUSTRI

5A 5B
LANGKAH 8 LANGKAH 9
INSENTIF LPK INSENTIF INDUSTRI

6A 6B
LANGKAH 11
LANGKAH 10
EDUKASI KONSUMEN +
REGULASI TEKNIS IMPLEMENTASI

Jakarta, 8 November 2011


MAINAN
BAJA ANAK

MAKANAN
MINUMAN

ELEKTRONIKA
PLASTIK

Jakarta, 8 November 2011


REKAPITULASI HASIL KAJI ULANG SNI CAFTA
UNTUK 11 SEKTOR PRIORITAS
No SEKTOR REKOMENDASI KAJI ULANG
TETAP REVISI ABOLISI JUMLAH
1 MESIN DAN PERKAKAS 4 38 2 44
2 BAJA 18 55 2 75
3 ALUMINIUM 0 48 1 49
4 ELEKTRONIKA 32 51 0 83
5 PLASTIK 4 21 5 30
6 TEKSTIL DAN PRODUK 9 44 9 62
TEKSTIL
7 PETROKIMIA 1 128 0 129
8 MAKANAN DAN 62 318 48 428
MINUMAN
9 PERTANIAN 26 88 3 117
10 MAINAN ANAK 0 3 1 4
11 ALAS KAKI 11 32 3 46
TOTAL 167 826 74 1067

Jakarta, 8 November 2011


SAFETY SHOE
Jakarta, 8 November 2011
Jakarta, 8 November 2011
MEKANISME ANTISIPASI
1. PERLUAS DAN PERCEPAT SNI
2. MENAMBAH SNI WAJIB
3. MEPERKETAT ATURAN YANG
DIPERLAKUKAN NEGARA LAIN, TAPI
MASIH DALAM KORIDOR ATURAN
INTERNASIONAL
4. MENGGUNAKAN INSTRUMEN :
STANDAR,
QUOTA, LABEL, BAHASA
5. PENGAWASAN Jakarta,
LEBIH KETAT
8 November 2011
Jakarta, 8 November 2011
JEJARING KERJASAMA PENDIDIKAN STANDARDISASI
ANTARA BSN DENGAN 28 UNIVERSITAS
• Program S1 Standardisasi di
8 Universitas

• Persiapan program S2
10.USU
Standardisasi di 2
Universitas
21.UNTAN

19.UNRI 22.UNPAR 23.UNSRAT

28.UNMUL
11.UNSRI
2.UNLAM

1.UNDIP 3.UNHAS
4.IPB
12.UI 5.UGM
6.UB
7.ITB
13.UNAS 18.UNUD
8.UNY 16.ITS
14.USAKTI
9.UNS 17.UBAYA
25. UNINDRA 27.UAJY
15.UII
26.UNPAD 24.UMM
20.UNIKA

Jakarta, 8 November 2011


Peta 4.747 SNI dalam mendukung MP3EI
di 6 Koridor Ekonomi Indonesia

470
967
808 474

1809

219

Jakarta, 8 November 2011


2 DARI 10-
LANGKAH
UNTUK BISNIS
BIASA MENJADI
‘‘LUAR” BIASA
1. ADOPSI PENGALAMAN MANUFAKTUR DUNIA DAN
SISTEM BISNIS
TENTUKAN KUALITAS

Semua kualitas produk harus ditentukan, tak ada jalan


pintas untuk mutu. Semua masalah harus dianggap
sebagai sumber perbaikan.
TEPAT WAKTU

Barang dan komponen harus diatur pada waktu


dan kegunaan yang tepat. Hanya dirubah ketika
memang dibutuhkan.
TANPA CACAT

Kualitas standar harus tanpa cacat dan tidak


pada tingkat ditolak. Produk yang ada cacat tidak
boleh sampai ke konsumen . .
SALAH PERIKSA

Semua sumber kesalahan harus dihilangkan


sedemikian rupa sehingga tidak mungkin
untuk melakukan tugas dengan cara yang
salah.
PENDEKATAN PENCEGAHAN

Kualitas dicapai melalui pencegahan, bukan


penilaian.
2. PERKUAT KREDIBILITAS

 Berpikir Global
 Perkuat Kredibilitas
 Bangun Citra , Merk (Brand)
 BERPIKIR STANDAR GLOBAL
ISTIMEWA BUKAN
PILIHAN
SERTIFIKAT = KETERATURAN

Jakarta, 8 November 2011


. posisi pemimpin

71 % lebih jauh
tertib formasi
“daya dukung” .

Jakarta, 8 November 2011


DARI KEKACAUAN DITEMUKAN KESEDERHANAAN.
DARI PERSELISIHAN, DITEMUKAN HARMONI.
DI TENGAH KESULITAN,
SELALU ADA KESEMPATAN.

Jakarta, 8 November 2011


“.“

Thank You