Anda di halaman 1dari 34

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa Barakatuh

Madrasah Diniyah wujud dari pendidikan keagamaan Islam yang memiliki peran dan fungsi mencetak
generasi yang berilmu, beriman, bertakwa dan berakhlaqul karimah. Keberadaan Madarasah Diniyah sejauh ini
memberikan peran yang sangat signifikan terutama dalam pembentukan karakter bangsa. Sebagai lembaga
pendidikan keagamaan Islam, Madrasah Diniyah dalam perkembangannya cukup menjadi perhatian masyarakat dan
pemerintah, mengingat derasnya arus globalisasi yang berimbas pada kebebasan informasi dan akulturasi budaya
yang tidak jarang berdampak negative terhadap tumbuh kembang generasi bangsa, untuk itu maka keharusan
memperkuat peran, fungsi, dan posisi lembaga pendidikan karakter seperti madrasah diniyah menjadi sangat
penting

Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah (PP)
nomor 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan, dan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 13
tahun 2014 tentang Pendidikan Keagaman Islam merupakan fakta keseriusan pemerintah dalam melihat madrasah
diniyah sebagai penyempurna dari tujuan pendidikan nasional.

Ada banyak faktor yang melatar belakangi munculnya berbagai regulasi terkait dengan pendidikan diniyah,
namun yang paling mendasar adalah perlunya kembali membangun karakter bangsa dan mengembalikan marwah
Indonesia sebagai bangsa yang beradab dan berketuhanan, yang pada dewasa ini mengalami pembelokan nilai
luhur dan budaya.

Lebih lanjut dari itu adalah bagaimana membangun upaya meningkatkan peran, fungsi, dan posisi
Madrasah Diniyah kedepan, tanpa meninggalkan kapasitasnya sebagai lembaga pendidikan yang berorientasi pada
tafaqquh fiddin.

Salah satu bentuk upaya penguatan eksistensi madrasah diniyah adalah dengan membangun sinergi
kelembagaan antar madrasah diniyah melalui pengembangan potensi santri. Dan untuk tujuan tersebut kegiatan
Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) diselenggarakan sekaligus merupakan wujud komitmen dari
perencanaan dan pelaksanaan program organisasi yang telah berjalan selama ini. Semoga kegiatan PORSADIN ini
berdampak pada peningkatan kelembagaan dan sumberdaya madrasah diniyah, serta menjadikan madrasah diniyah
lebih berperan secara kaaffah.

Akhirnya saya ucapkan selamat ber-musabaqah dalam kerangka fastabiqul khoirat semoga sukses dan kita
semua di ridloi oleh Allah Subahana wa Ta’ala. Amin.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa Barakatuh

Ketua Umum DPP FKDT

Drs. H. Lukman Hakim, M.Si

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Nama Kegiatan:
Pekan Olah Raga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) Tingkat Nasional Ke-4 Tahun 2019

B. Penyelenggara:
Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP – FKDT)

C. Bentuk Kegiatan:
Perlombaan / Musabaqah.

D. Tema Kegiatan:
“Bersama Madrasah Diniyah Membina Karakter Bangsa / Membangun Generasi Beraswaja ”

E. Latar Belakang

Madrasah Diniyah Takmiliyah berperan sangat penting dalam membangun karakter Bangsa.
Madrasah Diniyah Takmiliyah sebagai lembaga pendidikan keagamaan Islam di harapkan mampu untuk
mempertahankan eksistensiya di tengah kemajemukan dan kemajuan budaya. Oleh karena itu maka
perlu adanya upanya strategis dalam membangun sinergi antar Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Perkembangan Madrasah Diniyah Takmiliyah sejauh ini secara kuantitatif mengalami


peningkatan yang cukup signifikan dengan jumlah lembaga 73.000, 363.000 guru, dan 4.231.201 santri
(sumber Kemenag RI). Hal itu menjadikan posisi Madrasah Diniyah Takmiliyah sangat potensial dalam
membangun nilai-nilai pendidikan dasar keagamaan Islam.

Fenomena tersebut haruslah kita tangkap dan disikapi secara posistif oleh semua pihak, paling
tidak hal tersebut menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat terhadap pendidikan agama masih
cukup tinggi. Menariknya lagi bahwa fakta perkembangan Madrasah Diniyah Takmiliyah pada saat ini
tidak saja terjadi di ruang lingkup pedesaan, akan tetapi telah menjamah dihampir seluruh perkotaan.
Transformasi kesadaran pentingnya agama yang terjadi tentunya sangat menggembirakan umat Islam
secara umum, karena dengan demikian akses untuk mendapatkan pengetahuan agama tidak lagi
menjadi milik masyarakat daerah pedesaan, akan tetapi juga dapat dinikmati oleh masyarakat
perkotaan.

Jika melihat sejarahnya, memang kekuatan dan sumber nilai-nilai agama biasanya sangat terjadi
dan menyebar pada komunitas pedesaan, yang secara kultur memiliki kedekatan sejarah dengan
perkembangan Islam Nusantara, dan secara geografis jauh dari akulturasi budaya. Namun seiring
dengan berjalannya waktu, pendidikan diniyah saat ini telah banyak tumbuh dan berkembang di semua
lapisan masyarakat, mulai dari sekedar bentuk komunitas kajian agama Islam, pendidikan masjid,
suarau atau sejenisnya, dan juga dalam bentuk Madrasah Diniyah Takmiliyah yang saat ini mulai
sangat diperhatikan keberadaannya oleh pemerintah karena peran dang fungsinya yang cukup strategis
dan efektif dalam membangun karakter bangsa dan menjadi Penyempurna Pendidikan Nasional.

Fakta tersebut menjadikan upaya yang berkelanjutan untuk menjadikan Madrasah Diniyah
Takmiliyah tetap eksis dan berperan lebih konprehensif tanpa meninggalkan kapasitasnya. Salah
satunya adalah dengan Kegiatan Pekan Olah Raga dan Seni Santri Diniyah Takmiliyah (PORSADIN)
yang didasarkan pada kaidah “Al Aqlu Salim fi Jismi Salim”.

F. Dasar
1. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 3
2. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan.
3. Anggaran Dasar dan Rumah Tangga Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah
4. Hasil Rakernas Tanggal 18 – 20 September Tahun 2017
5. Hasil Rapimnas 20 – 21 September Tahun 2018

G. Maksud Dan Tujuan


Maksud dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan PORSADIN adalah:
1. Menggali dan mengembangkan potensi santri Madrasah Diniyah Takmiliyah melalui bakat dan minat.
2. Membangun sinergi dan ikatan silaturrahim antar Madrasah Diniyah.
3. Memperkuat peran, fungsi, dan posisi organisasi Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) sebagai
wadah Ikatan Silaturrahim Madrasah Diniyah
Takmiliyah.

H. Sasaran
Sasaran dari pelaksanaan kegiatan PORSADIN adalah santri, lembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah, dan
pihak-pihak terkait.

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 4
BAB II
KETENTUAN DAN JUARA LOMBA

A. Bidang Lomba
Jumlah Pesertadan
No. Bidang Lomba Official Jumlah Ket
Putra Putri Official
1. Tahfidz Juz Amma 1 1 2 4
2. MQK Safinatunnaja 1 1 2 4
3. Cerdas Cermat Diniyah 3 1 4
4. Pidato Bahasa Indonesia 1 1 2 4
5. Pidato Bahasa Arab 1 1 2 4
6. MTQ 1 1 2 4
7. Murotal Wal Imla’ 1 1 2 4
8. Kaligrafi 1 1 2 4
9. Puisi Islami 1 1 2 4
10. Lari Sprint 1 1 2 4
11. Bulu Tangkis 1 1 2 4
12. Tenis Meja 1 1 2 4
Ketua Kafilah 1

Jumlah Delegasi Per Provinsi 49

TOTAL Delegasi 33 Provinsi 1.617

B. Ketentuan dan Tahapan Setiap Bidang Lomba


1. Tahfidz Jus Ama
a. Materi lomba Juz 30 (QS. An-Naba s.d. An-Nas)
b. Kriteria Penilaian terdiri dari:
1) Bidang Tajwid terdiri dari:
a) Makharijul huruf
b) Sifatul huruf
c) Ahkamul huruf.
d) Ahkamul mad wal qasr
e) Tamamul qiroah
2) Bidang Fasohah dan adab terdiri dari:
a) Al-waqfu wal ibtida’
b) Adabut tilawah
c) Tartil
d) Tamamul qiroah
3) Bidang tahfidz terdiri dari:
a) Muroatul ayat (tarkul ayat wa tawaquf)
b) Sabqullisan
c) Tamamul qiroah
c. Peserta membacakan maqro yang dibacakan oleh Dewan Hakim.

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 5
d. Setiap maqro’ terdiri dari 4 (empat) point;
1) Menghafal surat/beberapa surat yang ditentukan Hakim Penanya.
2) Melanjutkan bunyi akhir ayat yang dibacakan Hakim Penanya.
3) Melanjutkan bunyi awal ayat yang dibacakan Hakim Penanya.
4) Menyebutkan nama surat yang ditanyakan oleh Hakim Penanya.
e. Tanda (Isyarat) memakai bunyi bel/palu;
1) Bunyi bel/palu 2 (dua) kali yang pertama sebagai tanda persiapan peserta untuk dimulai
pertanyaan.
2) Bunyi bel/palu 1 (satu) kali sebagai tanda peringatan apabila terjadi kesalahan kecil
(Sabghu al lisan) atau kesalahan besar (tawaqquf dan tarku al-ayat).
3) Bunyi bel/palu 3 (tiga) kali di tengah-tengah pembacaan, sebagai tanda selesai satu
pertanyaan dan selanjutnya pindah ke pertanyaan berikutnya.
4) Bunyi bel/palu 4 (empat) kali sebagai tanda habis waktu dan pembacaan hafalan peserta
dinyatakan selesai.
f. Lomba tidak dilakukan babak final. Penentuan Juara ditentukan berdasarkan pada rangking nilai
peserta lomba yang ditentukan oleh Dewan Hakim, dan peserta yang mendapat nilai tertinggi
ditetapkan sebagai Pemenang Pertama demikian seterusnya sesuai perolehan nilai.
g. Ketentuan lain yang belum cukup diatur dalam tata tertib ini akan dibicarakan pada pelaksanaan
technical meeting

2. Musabaqah Qira’atil Kitab Safinatun Najah


a. Kitab yang di baca adalah Kitab Safinatun Najah Bab Thaharah dan Sholat .
b. Aspek penilaian meliputi tiga hal:
1) Adab/kesopanan.
2) Penguasaan materi.
3) Ketepatan membaca sesuai kaidah Nahwu dan Shorof
c. Tahapan Lomba
1) Peserta membacakan maqro’ yang diambil sesaat sebelum tampil.
2) Setiap peserta akan dipanggil berdasarkan nomor urut yang diperoleh melalui undian.
3) Durasi waktu selama 7 menit, dengan ketentuan 3 menit membaca dan 4 menit
menerangkan.
d. Ketentuan waktu memulai dan mengakhiri penampilan peserta ditandai dengan lampu berwarna /
penanda lain.

3. Cerdas Cermat Diniyah


a. Materi soal terdiri dari Mata Pelajaran (Al Qur’an, Fiqh, Tauhid, Hadits, Bahasa Arab, Akhlak, dan
SKI) dengan ketentuan sebagai berikut;

NO MATAPELAJARAN Ruang Lingkup KET.


1 Al Qur’an Sesuai SK/KD Kementerian Agama RI
2 Fiqh Sesuai SK/KD Kementerian Agama RI
3 Tauhid Sesuai SK/KD Kementerian Agama RI
4 SKI Sesuai SK/KD Kementerian Agama RI
5 Hadits Sesuai SK/KD Kementerian Agama RI

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 6
6 Bahasa Arab Sesuai SK/KD Kementerian Agama RI
7 Akhlak Sesuai SK/KD Kementerian Agama RI

b. Lomba CCD dilakukan di dua lokasi, Pool A: 18 regu, dan Pool B: 15 Regu.
c. Cerdas cermat dilakukan dengan 3 tahap; yaitu babak penyisihan, semi final dan final.
d. Setiap penampilan terdiri dari 5 atau 6 regu, dan pemenang pertama maju ke babak berikutnya.
e. Setiap penampilan terdiri dari dua babak yaitu babak pertama masingmasing regu mendapatkan 10
soal wajib dan babak kedua adalah babak rebutan 10 pertanyaan untuk semua regu.
f. Setiap soal pada babak pertama (soal wajib) tidak bisa dijawab oleh regu yang bersangkutan maka
nilainya nol dan tidak diperebutkan
g. Penilaian dilakukan oleh dewan hakim dan bagi jawaban yang benar diberi nilai 100 dan yang salah
0
h. Pada babak rebutan apabila menjawab salah maka nilai dikurangi 50.
i. Apabila terjadi kesamaan nilai maka diberikan satu soal rebutan untuk menentukan
pemenang.
j. Ketentuan lain akan dibicarakan pada pelaksanaan technical meeting
.
4. Pidato Bahasa Indonesia
a. Teknik lomba:
1) Peserta tampil berdasarkan nomor tampil yang diambil saat daftar ulang
2) Peserta yang tidak dapat meneruskan lomba dianggap telah selesai
3) Waktu tampil maksimal adalah 7 menit
4) Peserta menyerahkan teks pidato pada dewan hakim sebelum lomba dimulai
5) Peserta tidak membaca teks pada saat tampil
b. Tema pidato adalah:
1) Anak sholeh
2) Birrul walidain
3) Pendidikan Diniyah dan Pendidikan Karakter
4) Belajar sepanjang masa
c. Kriteria penilaian adalah: 1) Penampilan:
a) Adab
b) Gaya
c) Intonasi
2) Ketepatan isi materi antara penampilan dan teks yang diberikan
3) Kefasihan dan ketepatan pengungkapan ayat-ayat al-Quran/al-Hadits
4) Ketentuan lain akan dibicarakan pada pelaksanaan technical meeting.

5. Pidato Bahasa Arab


a. Tema pidato adalah:
1) Anak sholeh
2) Birrul walidain
3) Pendidikan Diniyah dan Pendidikan Karakter
4) Belajar sepanjang masa
b. Kriteria penilaian adalah: 1) Penampilan:

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 7
a) Adab
b) Gaya
c) Intonasi
2) Ketepatan isi materi antara penampilan dan teks yang diberikan
3) Kefasihan dan ketepatan pengungkapan ayat-ayat al-Quran/al-Hadits
4) Ketentuan lain akan dibicarakan pada pelaksanaan technical meeting
c. Tahapan lomba:
1) Peserta tampil berdasarkan nomor urut yang diambil saat daftar ulang.
2) Peserta yang tidak dapat meneruskan lomba dianggap telah selesai.
3) Waktu tampil maksimal 7 menit.
4) Peserta Menyerahkan teks pidato pada dewan hakim sebelum lomba dimulai.
5) Peserta tidak membaca teks pada saat tampil.

6. Musabaqoh Tilawatil Quran (M TQ )


a. Teknik lomba
1) Peserta memilih maqro’ yang disediakan oleh panitia/juri, sebelum nomor undi yang
bersangkutan maju.
2) Peserta membacakan maqro’ dengan minimal tiga tingkatan nada, diantaranya mulai dari
bayati, soba, hijaz dan rost.
3) Waktu 7 Menit
b. Aspek yang dinilai
1) Adab
2) Tajwid dan Fashohatul Kalimat
3) Kesesuaian Lagu dengan bacaan
c. Ketentuan lain dibicarakan saat technical meeting

7. Murottal wal Imla’


a. Peserta membacakan maqro’ yang dibacakan oleh Dewan Hakim
b. Peserta menulis teks Al-Qur’an yang dibacakan panitera
c. Materi lomba Juz 1
d. Urutan penampilan adalah murottal kemudian imla’
e. Kriteria Penilaian terdiri dari:
1) Murattal :
• Tajwid terdiri dari: Makhorijul huruf; Sifatul huruf; Ahkamul huruf; Ahkamul Mad wal Qosr.
• Fashohah dan adab terdiri dari: Al waqfu wal ibtida`; Muro`atul huruf wal harokat; Muro`atul
huruf wal ayat; Adabul Tilawah.
• Suara dan irama terdiri dari: Keindahan suara; Irama dan variasi; Keutuhan dan tempo
bacaan; Pengaturan nafas.
2) Imla :
• Kebenaran kaidah tulisan
• Kesempurnaan Penulisan Ayat
f. Ketentuan lain dibicarakan pada pelaksanaan technical meeting.

8. Kaligrafi
a. Materi lomba adalah:
Materi disediakan panitia berdasarkan maqro’ dari salah satu surat (Al-Falaq, Al-Nasr, Al-Lahab)
b. Aspek yang dinilai adalah sebagai berikut:

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 8
1) Kebenaran kaidah kaligrafi
2) Jenis tulisan Khat Naskhy
3) Keindahan hiasan
4) Kebersihan hasil karya
c. Alat dan Media lomba:
1) Alat :
• Pensil, penggaris, penghapus, dan lain sebagainya
• Spidol warna hitam untuk jenis tulisan
• Peralatan untuk hiasan/ornament bebas
2) Media :
• Kertas ukuran A3 disediakan panitia
• Meja dan sebagainya
d. Peserta tidak menggunakan pola yang sudah jadi.
e. Waktu yang disediakan 120 menit.
f. Ketentuan lain dibicarakan pada pelaksanaan technical meeting.

9. Puisi Islami
a. Tema puisi adalah :
1) Ketauhidan
2) Pendidikan Islam
3) Cinta Tanah Air
b. Kriteria penilaian adalah :
1) Penampilan:
a. Adab
b. Mimik
c. Intonasi
2) Penghayatan
3) Artikulasi (pelafalan)
c. Tahapan lomba:
1) Peserta membacakan satu teks puisi yang disediakan panitia
2) Peserta yang tidak dapat meneruskan lomba dianggap telah selesai.
d. Waktu yang disediakan 10 menit
e. Ketentuan lain dibicarakan pada pelaksanaan technical meeting.

10. Lari Sprint


a. Teknik lomba:
1) Jarak tempuh pendek/sprint 60 meter bagi putra/putri 2) Lintasan yang digunakan adalah
lintasan lurus.
3) Menggunakan ukuran waktu.
4) Lomba dilakukan dua babak yaitu babak penyisihan dan final.
5) Babak final diambil dari 6 peserta yang memperoleh waktu tercepat dari babak penyisihan.
6) Keluar lintasan dinyatakan gugur atau diskualifikasi.
7) Apabila terjadi curi/ pelanggaran start maka dilakukan pengulangan start.
8) Peserta mengenakan sepatu dan kaos olahraga yang islami (menutup aurat)
9) Peraturan yang digunakan adalah peraturan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI)
yang disesuaikan.

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 9
b. Aspek yang dinilai adalah sebagai berikut:
1) Kecepatan waktu tempuh.
2) Kesesuaian lintasan.
3) Apabila terdapat peserta yang memiliki waktu finish sama, maka peserta tersebut
dilakukan pertandingan ulang khusus bagi peserta tersebut.
4) Ketentuan lain dibicarakan pada pelaksanaan technical meeting.

11. Bulu Tangkis


a. Peserta adalah santri DTA putra dan putri
b. Peserta diwajibkan mengenakan pakaian yang menutup aurat dan tidak tembus pandang
meskipun dalam keadaan basah
c. Teknik lomba
1) Pertandingan yang dilombakan adalah nomor tunggal (Tunggal Putra dan Tunggal Putri)
2) Sistem lomba yang digunakan adalah sistem gugur.
3) Peraturan pertandingan yang digunakan adalah peraturan permainan Nasional
4) Peserta mengenakan sepatu dan membawa bat masing-masing.
5) Pemain yang tidak hadir bertanding setelah lewat 15 menit dari waktu yang ditentukan,
maka yang bersangkutan dinyatakan di diskualifikasi untuk pertandingan tersebut.
d. Ketentuan lain dibicarakan pada pelaksanaan technical meeting.

12. Tenis Meja


a. Peserta adalah santri DTA putra dan putri
b. Peserta diwajibkan mengenakan pakaian yang menutup aurat dan tidak tembus pandang
meskipun dalam keadaan basah
c. Teknik lomba
1) Pertandingan yang dilombakan adalah nomor tunggal (Tunggal Putra dan Tunggal Putri)
2) Sistem lomba yang digunakan adalah sistem gugur.
3) Peraturan pertandingan yang digunakan adalah peraturan yang dikeluarkan oleh Pengurus
Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB. PTMSI).
4) Peserta mengenakan sepatu dan membawa bat masing-masing.
5) Pemain yang tidak hadir bertanding setelah lewat 10 menit dari waktu yang ditentukan,
maka yang bersangkutan dinyatakan didiskualifikasi untuk pertandingan tersebut.
d. Ketentuan lain dibicarakan pada pelaksanaan technical meeting.

C. Ketentuan Umum Lomba


1. Pertandingan dapat dilaksanakan apabila jumlah peserta minimal berasal dari 5 (lima) Provinsi yang
berbeda.
2. Apabila jumlah peserta kurang dari 5 (lima) Provinsi yang berbeda, maka
pertandingan/perlombaan bersifat eksibisi dan tidak diperhitungkan dalam klasemen perolehan medali.

D. Juara Dan Penghargaan


1. Juara
a. Penetapan juara pada setiap cabang lomba adalah juara I , II dan III serta juara harapan I, II dan
III.
b. Penetapan juara dinyatakan sah apabila telah dilaksanakan sidang dewan hakim/dewan juri
dan koordinator lomba.

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 10
c. Penetapan Juara Umum I, II dan III, ditentukan dengan cara akumulasi kejuaraan dari seluruh
Cabang lomba dengan perhitungan nilai sebagai berikut:
1) Juara I bernilai :9
2) Juara II bernilai :7
3) Juara III bernilai :5
4) Harapan I bernilai :3
5) Harapan II bernilai : 2
6) Harapan III bernila : 1

2. Penghargaan
a. Panitia Pelaksana memberikan sertifikat penghargaan kepada Pemenang dan Peserta lomba.
b. Penghargaan kepada juara I, II, dan III berupa Tropi dan dana Pembinaan.
c. Penghargaan Kepada juara harapan I, II, dan III hanya berupa tropi.
d. Piala untuk Juara Umum I, II, dan III PORSADIN Tingkat Nasional Ke-4 Tahun 2019 merupakan
Piala Tetap.

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 11
BAB III
KETENTUAN PESERTA

A. Ketentuan Umum Peserta.


1. Peserta lomba adalah santri Diniyah Takmiliyah utusan dari masing-masing Provinsi se Indonesia
yang telah dilakukan seleksi ditingkat Provinsi sebelumnya.
2. Peserta adalah santri Diniyah Takmiliyah maksimal berusia 13 tahun dan/atau Kelahiran tahun
2006 pertanggal 31 Agustus 2019.
3. Setiap peserta hanya boleh mengikuti 1 (satu) bidang lomba.
4. Peserta dinyatakan gugur apabila tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh panitia.
5. Peserta yang dinyatakan lolos verifikasi keabsahan persyaratan peserta akan diberi ID Card peserta.
6. Hasil verifikasi persyaratan peserta akan disampaikan kepada ketua Kafilah ataupun DPW FKDT
Provinsi masing-masing.
7. Peserta wajib membawa peralatan yang diperlukan untuk lomba.
8. Peserta wajib hadir dan berada di lokasi perlombaan 30 menit sebelum lomba dimulai.
9. Setiap peserta akan dipangil sebanyak 3X berturut-turut, dan apabila tidak hadir maka penampilan
peserta tersebut akan ditampilkan di akhir lomba dengan dilakukan pemanggilan ulang sebanyak 3 X.
10. Apabila peserta setelah dipanggil sebanyak 3X berturut-turut pada pemanggilan kedua tetap tidak
hadir, maka peserta tersebut dinyatakan gugur.
11. Setiap peserta akan diberikan nomor urut peserta sesuai jumlah peserta yang terdaftar
secara paralel
12. Setiap peserta akan mengambil nomor urut tampil (nomor undian) pada waktu technical
meeting.
13. Nomor undian diambil oleh official.
14. Untuk putera diberi nomor urut ganjil dan untuk puteri diberi nomor urut genap.

B. Pendaftaran
1. Pendaftaran Peserta :
a. Pendaftaran peserta paling lambat dilakukan pada tanggal 1 Juli 2019.
b. Pendaftaran peserta dilakukan secara on line via email ke alamat :
porsadinnasional4@gmail.com dengan melampirkan scan :
1) Formulir pendaftaran
2) Akta kelahiran
3) Raport Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula/Awwaliyah yang dilegalisir (Asli diperlihatkan saat
daftar ulang) dan/atau surat keterangan dari kepala madin bersangkutan bermaterai 6.000.
4) Raport Sekolah Formal yang dilegalisir.
5) Foto berwarna ukuran 3 x 4 cm sebanyak 4 lembar
6) Rekomendasi dari DPW FKDT dan/atau Kantor Wilayah Kementerian
Agama Provinsi masing-masing.
c. Setiap Kafilah wajib melakukan daftar ulang peserta pada tanggal 1 Agustus 2019 pukul 08.00 –
15.00 WIB dengan mengumpulkan persyaratan sebagaimana tercantum pada point b.
d. Persyaratan peserta sebagaimana dimaksud diatas berlaku juga bagi peserta pengganti (apabila
terjadi penggantian peserta).
e. Dalam hal penggantian peserta maksimal dilaporkan/dilakukan 1 minggu sebelum pelaksanaan
lomba.
f. Setiap Peserta wajib melakukan daftar ulang lomba sebelum perlombaan dimulai

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 12
kepada Panitera lomba.

2. Jumlah Peserta
Jumlah peserta, official dan Ketua Kontingen PORSADIN Tingkat Nasional Ke4 keseluruhan
berjumlah 1.617 orang dari 33 Provinsi . dan masingmasing utusan Provinsi maksimal sebanyak
49 orang.

C. Kafilah dan Official


1. Ketua Kafilah adalah Ketua DPW FKDT Provinsi dan/atau personil yang ditugaskan oleh ketua
Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPW FKDT) Provinsi dengan
menunjukkan surat tugas dari ketua DPW FKDT Provinsi masing-masing.
2. Official adalah pendamping peserta pada tiap bidang lomba.
3. Setiap official harus mendapat surat tugas dari ketua DPW FKDT masingmasing Provinsi.
4. Official bertugas :
a. Menyerahkan berkas persyaratan peserta lomba (foto copy dan asli) kepada Panitia Porsadin
sesuai waktu yang ditentukan dan bertanggungjawab terhadap keabsahan berkas peserta.
b. Bertanggungjawab atas kelancaran kegiatan Porsadin.
5. Jumlah Official yang ditanggung akomodasi dan konsumsinya hanya 2 orang dari masing-masing
bidang lomba.

D. Sanksi
1. Peserta yang tidak memenuhi persyaratan tidak diperbolehkan tampil.
2. Peserta yang diketahui menggunakan dokumen palsu, baik sebelum dan sesudah kegiatan porsadin
maka akan dicabut haknya sebagai peserta dan haknya sebagia Juara jika yang bersangkutan
adalah pemenang lomba.

E. Protes
1. Protes dapat diajukan setelah hasil pertandingan / perlombaan selesai sesuai dengan ketentuan
masing-masing cabang lomba.
2. Pengajuan protes hanya ditujukan kepada masing-masing Penanggungjawab Lomba.
3. Protes diajukan secara tertulis kepada penanggungjawab lomba paling lambat 15 menit setelah
penanggungjawab lomba melaporkan kepada panitia (yang diprotes selesai dan disertai surat resmi.)
4. Apabila terjadi ketidaksesuaian dalam pelaksanaan lomba maka official dapat mengajukan protes
melalui penanggungjawab lomba pada saat lomba berlangsung.
5. Protes yang tidak sesuai dengan ketetapan Dewan Hakim dapat ditolak, kecuali terdapat bukti
sebaliknya.

F. Ketentuan Lain-Lain
1. Seluruh Kafilah diwajibkan hadir di lokasi lomba pada tanggal 31 Juli 2019
2. Kafilah yang telah tiba dilokasi pelaksanaan PORSADIN Tingkat Nasional Ke-4 segera menghubungi
Panitia di Sekretariat PROVINSI BANGKA BELITUNG dengan Contact Person:
a. Ketua DPW-FKDT Provinsi Bangka Belitung
(Alhizroh; HP: 081 367946963)
b. Sekretaris DPW-FKDT Provinsi Bangka Belitung
(Poni Auri; HP: 081 377772208)
3. Peserta lomba wajib mengenakan Batik Santri FKDT Nasional dan Bawahan Sarung pada saat
pembukaan acara.
4. Peserta lomba wajib memakai pakaian Islami (menutup aurat) pada saat lomba.

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 13
BAB IV
DEWAN HAKIM DAN PANITERA

A. Dewan Hakim, Tugas dan Wewenangnya


1. Dewan hakim adalah pihak yang bertugas dan berwenang untuk memberi penilaian, penetapan hasil
dalam perlombaan, menyelesaikan, dan memutuskan masalah-masalah yang tidak dapat diselesaikan
oleh panitia pelaksana selama penyelenggaraan PORSADIN Tingkat Nasional Ke-4.
2. Jumlah Dewan Hakim di setiap cabang lomba berjumlah 3 orang
3. Penunjukan Dewan Hakim dilakukan oleh DPP FKDT dengan Surat Keputusan.
4. Dewan Hakim pada tiap cabang lomba terdiri dari beberapa unsur yang memiliki kompetensi di
bidangnya, diantaranya adalah: a. Unsur Kementerian Agama
b. Unsur Pondok Pesantren
c. Unsur Akademisi/profesional
5. Dewan Hakim terdiri dari:
a. 1 (satu) orang koordinator merangkap anggota.
b. 2 (dua) orang anggota .
6. Keputusan Dewan Hakim tidak dapat diganggu gugat.

B. Panitera
1. Panitera adalah perangkat perhakiman yang bertugas membantu Dewan Hakim dalam
menyelenggarakan administrasi lomba meliputi daftar ulang peserta lomba, memanggil peserta, dan
menghitung/merekap hasil penilaian lomba
2. Mencatat segala sesuatu yang berkaitan dengan penilaian lomba.
3. Hasil penilaian diberikan kepada penanggungjawab lomba.
4. Tiap lomba maksimal terdiri dari 2 orang Panitera
5. Panitera ditentukan oleh penanggungjawab lomba.

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 14
BAB V
WAKTU DAN TEMPAT

A. Waktu dan Tempat Kegiatan


Pelaksanaan kegiatan PORSADIN Tingkat Nasional Ke-4 dilaksanakan pada:
Hari : Kamis s/d Ahad
Tanggal : 01 – 04 Agustus 2019
Tempat : Pondok Pesantren Al Islam Kemuja Kab. Bangka Provinsi Bangka Belitung

B. Upacara Pembukaan dan Penutupan


1. Upacara Pembukaan dilaksanakan pada:
Hari : Jum’at
Tanggal : 02 Agustus 2019
Pukul : 13.00 WIB
Tempat : Pondok Pesantren Al Islam Kemuja Kab. Bangka Provinsi Bangka Belitung

2. Upacara Penutupan dilaksanakan pada:


Hari : Ahad
Tanggal : 04 Agustus 2019
Pukul : 08.00 WIB
Tempat : Pondok Pesantren Al Islam Kemuja Kab. Bangka Provinsi Bangka Belitung

3. Susunan acara Pembukaan dan Penutupan akan disusun kemudian.

C. Waktu Technical Meeting


Pelaksanaan Technical Meeting akan diadakan pada tanggal 01 Agustus2019, adapun tempat di Ponpes
Al Islam jam 19.00 WIB.
BAB VI
AKOMODASI, KONSUMSI, TRANSPORTASI, DAN MEDIS

A. Akomodasi dan Konsumsi


1. Panitia PORSADIN Tingkat Nasional Ke-4 menanggung akomodasi/ penginapan dan konsumsi
kafilah (semua peserta, 2 official, dan 1 Ketua Kafilah) selama pelaksanaan PORSADIN Tingkat
Nasional Ke-4 berlangsung, mulai tanggal 01 s/d 04 Agustus 2019.
2. Bagi kafilah yang membawa oficial melebihi ketentuan maka bukan menjadi tanggungjawab panitia.

B. Transportasi dan Medis


1. Biaya transportasi kafilah dari daerah asal ke lokasi pelaksanaan kegiatan PORSADIN Tingkat
Nasional Ke-4 dan sebaliknya menjadi tanggungjawab kafilah masing-masing.
2. Panitia PORSADIN Tingkat Nasional Ke-4 menyediakan tenaga medis selama pelaksanaan
kegiatan.

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 16
BAB VII
PENUTUP

Demikian Petunjuk Teknis Kegiatan PORSADIN Tingkat Nasional Ke-4 Tahun 2019 ini dibuat sebagai
acuan dalam pelaksanaan lomba. Dan hal-hal yang belum tercantum dalam petunjuk teknis ini, terutama
menyangkut teknis pelaksanaan akan ditentukan kemudian pada saat technical meeting.

Di Tetapkan di : Bogor
Pada tanggal : 22 September 2019

Ketua Panitia
PORSADIN TINGKAT NASIONAL IV

H. Mahfudz, S.Pd.I.

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 17
LAMPIRAN 1

JADWAL PELAKSANAAN
PORSADIN TINGKAT NASIONAL KE - 4
01 – 04 Agustus 2019

NO KEGIATAN WAKTU TEMPAT KET.


Kamis, 01 Agustus 2019
1 Kedatangan Kafilah 08.00 – 18.00
2 Registrasi Ulang 08.00 – 18.00 Sekretariat
3 Verifikasi Data Peserta 08.00 – 18.00 Panitia
4 Technical Meeting 20.00 – 22.00
Jum’at, 02 Agustus 2019
Pelantikan &
07.30 – 08.30 DPP FKDT
1 Pengukuhan Dewan
Hakim Lokasi
2 Ta’ruf Kafilah 08.30 – 11.00 Pembukaan
PORSADIN
Pembukaan Lokasi
3 PORSADIN Tingkat Nasional 08.30 – 11.00 Pembukaan
Ke-4 PORSADIN
TempatMenyusul
4 Pelaksanaan Lomba 13.00 – 17.00
Pengurus
5 Halaqoh Nasional 20.00 – 22.00 FKDT & Guru
Madin
Sabtu, 03 Agustus 2019
TempatMenyusul
1 Pelaksanaan Lomba 07.30 – Selesai
Ahad, 04 Agustus 2019
Lokasi
Penutupan PORSADIN
3 07.30 – Selesai Penutupan
Tingkat Nasional ke-4
PORSADIN

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 18
LAMPIRAN 2

LOKASI LOMBA DAN PENGINAPAN

A. Lokasi Pelaksanaan Lomba


PORSADIN Tingkat Nasional Ke – 4 dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren Al Islam Provinsi
Bangka Belitung dan sekitarnya dengan ketentuan lokasi sebagai berikut:

No. Bidang Lomba Tempat Ket


1 Tahfidz Juz 30
a. Putra
b. Putri
2 Cerdas Cermat Diniyah
a. Putra/Putri

3 Pidato Bhs. Arab


a. Putra
b. Putri
4 Pidato Bhs. Indonesia
a. Putra
b. Putri
5 Kaligrafi
a. Putra
b. Putri
6 Murotal Wal Imla’
a. Putra
b. Putri
7 Bulu Tangkis
a. Putra

b. Putri

8 Puisi Islami
a. Putra
b. Putri
9 Musabaqoh Tilawatil Quran
a. Putra

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 19
Qiro’atul Kutub (SafinatunNajah)
10
a. Putra
b. Putri
11 Tenis Meja
a. Putra
b. Putri
12 Lari
a. Putra
b. Putri

B. Lokasi Penginapan Peserta dan Oficial


Penginapan peserta dan official PORSADIN Tingkat Nasional Ke – 4 dilaksanakan di lingkungan
Pondok Pesantren Al Islam Provinsi Bangka Belitung dan sekitarnya dengan ketentuan lokasi
sebagai berikut:

Jml.
No Provinsi Tempat Penginapan Keterangan
Peserta
1 Nanggroe Aceh
2 Sumatra Utara
3 Sumatra Selatan
4 Sumatra Barat
5 Bengkulu
6 Riau
7 Kepulauan Riau
8 Jambi
9 Lampung
10 Bangka Belitung
11 Kalimantan Barat
12 Kalimantan Timur
13 Kalimantan Selatan
14 Kalimantan Tengah
15 Kalimantan Utara
16 Banten
17 DKI Jakarta
18 Jawa Barat
19 PROV. BANGKA BELITUNG
20 DI Yogyakarta
21 PROV. BANGKA BELITUNG
22 Bali

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 20
23 Nusa Tenggara Timur
24 Nusa Tenggara Barat
25 Gorontalo
26 Sulawesi Barat
27 Sulawesi Tengah
28 Sulawesi Utara
29 Sulawesi Tenggara
30 Sulawesi Selatan
31 Maluku Utara
32 Maluku
33 Papua Barat
34 Papua

C. Lokasi Penginapan Dewan Hakim


PORSADIN Tingkat Nasional Ke – 4 dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren Al
Islam Provinsi Bangka Belitung dan sekitarnya dengan ketentuan lokasi sebagai berikut:

No. Bidang Lomba Tempat Ket


1 Tahfidz Juz 30
a. Putra
b. Putri
2 Cerdas Cermat Diniyah
a. Putra/Putri

3 Pidato Bhs. Arab


a. Putra
b. Putri
4 Pidato Bhs. Indonesia
a. Putra
b. Putri
5 Kaligrafi
a. Putra
b. Putri
6 Murotal Wal Imla’
a. Putra
b. Putri
7 Bulu Tangkis
a. Putra
b. Putri
8 Puisi Islami
a. Putra
b. Putri
9 Musabaqoh Tilawatil
a. Quran Putr a

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 21
10 Qiro’atul Kutub (SafinatunNajah)

a. Putra
b. Putri
11 Tenis Meja
a. Putra
b. Putri
12 Lari
a. Putra
b. Putri

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 22
LAMPIRAN 3

SUSUNAN PANITIA
PEKAN OLAHRAGA DAN SENI ANTAR DINIYAH (PORSADIN)
TINGKAT NASIONAL KE IV TAHUN 2019

Penasihat : 1. Menteri Agama Republik Indonesia


2. Menteri Pemuda dan Olahraga
3. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia
4. Direktur Jenderal Pendidikan Islam
5. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren
6. Kasubdit Pendidikan Diniyah Takmiliyah
7. Kasi Bidang Kesantrian Subdit PDT
8. KH. Yaqut Cholil Qoumas
9. KH. Abdul Ghaffar Rozin, M.Ed
10. DR. Mamat Salamat Burhanudin

Penanggungjawab : 1. Ketua Umum DPP-FKDT


2. Ketua DPW-FKDT se-Indonesia
3. Kasi-kasi pada Subdit PDT
Steering Committee :
Ketua : H. Suryana
Sektetaris : Ahmad Munthoi
Anggota : 1. H. Fathurranji
2. Ruhman Basori
3. Suwendi
4. Sidik Sisdiantoro
5. Asep Elly Gunawan

Organizing Committee
Ketua : H. Mahfuzd
Wakil Ketua 1 : Ishak
Wakil Ketua 2 : Al Hizroh (Ex Officio)

Sekretaris : M. Arief Hidayatullah


Wakil Sekretaris : Danto Salam
Wakil Sekretaris : Poni Auri (Ex Officio)

Bendahara : Fauziyah
Wakil Bendahara : Hj.Nurmala (Ex Officio)
Advokasi : 1.Sumitro
2.H. Fathurranji
3.Asep Eli Gunawan
Penanggung Jawab :
I. Bidang Acara
Koordinator : H.Asikin
Anggota :

II. Bidang Dewan Hakim


JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 23
Koordinator : Danu Widiatmoko
Anggota :

III. Bidang Kesekretariatan


Koordinator : Firdaus Gani
Anggota :

IV. Bidang Akomodasi dan Transportasi


Koordinator : Kosirin
Anggota :

V. Bidang Teknologi Informasi, Humas dan Publikasi


Koordinator : Hatta (Babel)
Anggota :

VI. Bidang Konsumsi


Koordinator : Soni Suharsono
Anggota :

VII. Bidang Kesehatan


Koordinator : Mahruri
Anggota :

VIII. Bidang Keamanan


Koordinator : Abdul Mughitz
Anggota :

IX. Bidang Dana dan Sponsor


Koordinator : H.Nur Syahid
Anggota :

X. Bidang Humas, Publikasi dan Dokumentasi


Koordinator : Rusdan (Babel)
Anggota :

XI. Bidang Perlombaan


Koordinator : Ahmad Muntho`i
Anggota :
1. Tahfidz : Hafidz Mukhsin
2. Murottal wa Imla’ : Alwi Haidar
3. Kaligrafi : H.Asikin
4. Pidato Bhs. Arab : Danu Widiatmoko
5. Pidato Bhs. Indonesia : H.Suryana
6. Puisi : Danto Salam
7. Qiro’atil Kutub : H.Nur Syahid
8. Cerdas Cermat Diniyah : Soni Suharsono
9. MTQ : Firdaus Gani
10. Lari Sprint : Ishak
11. Bulu Tangkis : Mahruri
12. Tenis Meja : Kosirin
JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 24
JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 25
JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 26
JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 27
LAMPIRAN : TEKS PUISI

1. KAUM BERAGAMA NEGERI INI


oleh: KH. Ahmad Mustofa Bisri

Tuhan, lihatlah betapa kaum beragama negeri ini mereka tak mau
kalah dengan kaum beragama lain di negeri-negeri lain, demi
mendapatkan ridha Mu mereka rela mengorbankan saudara-
saudara mereka untuk berebut tempat terdekat di sisi Mu mereka
bahkan tega menyodok dan menikam hamba-hamba Mu sendiri
demi memperoleh rahmat Mu mereka memaafkan kesalahan dan
mendiamkan kemungkaran bahkan mendukung kelaliman untuk
membuktikan keluhuran budi mereka terhadap setanpun mereka
tak pernah berburuk sangka

Tuhan, lihatlah betapa baik kaum beragama negeri ini mereka terus
membuatkan Mu rumah-rumah mewah di antara gedung-gedung kota
hingga tengah-tengah sawah dengan kubah-kubah megah dan menara-
menara menjulang untuk meneriakkan nama Mu
menambah segan dan keder hamba-hamba kecil Mu yang ingin sowan
kepada Mu nama Mu mereka nyanyikan dalam acara hiburan hingga
pesta agung kenegaraan mereka merasa begitu dekat dengan Mu
hingga masing-masing merasa berhak mewakili Mu yang memiliki
kelebihan harta membuktikan kedekatannya dengan harta yang
Engkau berikan yang memiliki kelebihan kekuasaan membuktikan
kedekatannya dengan kekuasaan yang Engkau limpahkan yang
memiliki kelebihan ilmu membuktikan kedekatannya dengan ilmu yang
Engkau karuniakan mereka yang Engkau anugerahi kekuatan
seringkali bahkan merasa diri Engkau sendiri mereka bukan saja
ikut menentukan ibadah tapi juga menetapkan siapa ke sorga
siapa ke neraka mereka sakralkan pendapat mereka dan mereka
akbarkan semua yang mereka lakukan hingga takbir dan ikrar
mereka yang kosong bagai perut bedug

Allahu Akbar Walillahil Hamd

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 28
2. PERKENANKAN AKU MENCINTAIMU SEMAMPUKU
oleh: KH. Ahmad Mustofa Bisri

Tuhanku, Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintai-Mu ...
Lembar demi lembar kitab kupelajari ...
Untai demi kata kata para ustadz kuresapi ...
Tentang para para Nabi.
Tentang Anda para sahabat.
Tentang mahabbah para sufi.
Tentang kerinduan para syuhada.
Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam.
Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan…

Tapi Ya Rabbi,
Berbilang detik, menit, jam, hari, bulan dan kemudian tahun ... Aku berusaha
mencintai-mu dengan cinta yang paling utama, tapi… Aku masih juga tidak
menemukan cinta tertinggi untuk-Mu ...
Aku makin merasakan gelisahku membadai…
Dalam cita yang mengawang.
Sedang kakiku lipat, tiada menjejak bumi ...
Sampai aku terhempas dalam jurang
Dan kegelapan ...

Wahai Illahi,
Kemudian berbilang detik, minit, selai, hari, bulan dan tahun berlalu… Aku masih
merangkai, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali.
Menatap, memohon dan menghiba-Mu ...

Allahu Rahiim, Illahi Rabbii,


Percayalah aku mencintai-Mu, Semampuku

Allahu Rahmaan, Ilaahi


Rabii Percayalah aku mencintai-Mu Sebolehku Dengan segala
kelemahanku.

Ya Illahi,
Aku tak sanggup mencintai-Mu
Dengan kesabaran menanggung derita
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al Musthafa.
JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 29
Kerana itu izinkan aku mencintai-Mu
Melalui keluh kesah pengaduanku pada-Mu
Atas derita batin dan jasadku Atas sakit
dan ketakutanku.

Ya Rabbii,
Aku tak sanggup mencintai-Mu seperti Abu Bakar,
yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan Rasul-Mu bagi diri dan
keluarga.
Atau layaknya Umar yang menyerahkan separuh harta demi jihad.
Atau Usman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan din-Mu. Izinkan aku
mencintai-Mu, melalui seringgit-dua yang dilakukan pada tangan-tangan kecil di
perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di tepi jambatan.
Pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan.

Ya Illahi,
Aku tak sanggup mencintai-Mu
Dengan khusyuknya sholat shalat shahabat Nabi-Mu hingga tiada terasa anak panah musuh
menujah di soal. Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cinta-Mu,
dalam sholat yang coba kudirikan terbata-bata, meskipun kadang-kadang melayang ke
berbagaiisasi dunia.

Ya Rabbii,
Aku tak bisa beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikan segalanya
malam untuk bercinta dengan-Mu.
Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rakaat lailku.
Dalam satu dua sunnah nafilah-Mu.
Dalam desah nafas kepasrange tidurku.

Yaa Maha Rahmaan,


Aku tak sanggup mencintai-Mu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang
menuntaskan kalam-Mu dalam satu putaran malam. Percayalah aku mencintai-
Mu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku.
Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.

Yaa Maha Rahiim,


Aku tak sanggup mencintai-Mu semisal Sumayyah, yang
mempersembahkan jiwa demi tegaknya Din-Mu.

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 30
Seandai para syuhada, yang menjualnya sendiri dalam jihadnya bagi-Mu. Maka perkenankanlah
aku cinta-Mu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwah-Mu.
Maka izinkanlah aku mencintai-Mu dengan sedikit makna bagi tumbuhnya generasi baru.

Allahu Kariim,
Aku tak sanggup mencintai-Mu di atas segalanya, bagai Ibrahim yang
rela menyerahkan putra dan zaujahnya, dan patuh Dihargai pemuda biji
gelap.
Maka izinkanlah aku mencintai-Mu di dalam segalanya. Izinkan aku
mencintai-Mu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai
sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam semesta.

Allahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii Peryaratanlah aku cinta-


Mu semampuku.
Agar cinta itu mengalun dalam jiwa.
Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 31
3. YA RASULALLAH
oleh: KH. Ahmad Mustofa Bisri

aku ingin seperti santri berbaju putih yang tiba-tiba datang menghadapmu duduk
menyentuhkan kedua telapak tangannya di atas paha-pahamu muliamu lalu aku akan bertanya
ya rasulallah tentang islamku ya rasulallah tentang imanku ya rasulallah tentang ihsanku ya
rasulallah mulut dan hatiku bersaksi tiada tuhan selain allah dan engkau ya rasul utusan allah
tapi kusembah juga diriku astaghfirullah dan risalahmu hanya kubaca bagai sejarah ya
rasulallah setiap saat jasadku salat setiap kali tubuhku bersimpuh diriku jua yang kuingat setiap
saat kubaca salawat setiap kali tak lupa kubaca salam
assalamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh salam
kepadamu wahai nabi juga rahmat dan berkat allah tapi tak pernah kusadari
apakah di hadapanku kau menjawab salamku bahkan apakah aku
menyalamimu ya rasulallah ragaku berpuasa dan jiwaku kulepas bagai kuda
ya rasulallah sekali-kali kubayar zakat dengan niat dapat balasan kontan
dan berlipat ya rasulallah aku pernah naik haji sambil menaikkan gengsi
ya rasulallah, sudah islamkah aku? ya rasulallah
aku percaya allah dan sifat-sifatnya aku percaya
malaikat percaya kitab-kitab sucinya percaya nabi-
nabi utusannya aku percaya akherat percaya
qadla-kadarnya seperti yang kucatat dan kuhafal
dari ustad tapi aku tak tahu seberapa besar itu
mempengaruhi lakuku ya rasulallah, sudah
imankah aku?
ya rasulallah setiap kudengar panggilan aku
menghadap allah tapi apakah ia menjumpaiku
sedang wajah dan hatiku tak menentu ya
rasulallah, dapatkah aku berihsan?
ya rasulallah kuingin menatap meski sekejab wajahmu yang elok
mengerlap setelah sekian lama mataku hanya menangkap gelap
ya rasulallah
kuingin mereguk senyummu yang segar setelah
dahaga di padang kehidupan hambar hampir
membuatku terkapar ya rasulallah meski secercah,
teteskan padaku cahyamu
buat bekalku sekali lagi menghampirinya

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 32
4. TANAH AIR MATA
Oleh : Sutardji Calzoum Bachri

Tanah airmata tanah tumpah dukaku mata air


airmata kami airmata tanah air kami di sinilah
kami berdiri menyanyikan airmata kami di balik
gembur subur tanahmu kami simpan perih kami di
balik etalase megah gedung-gedungmu kami coba
sembunyikan derita kami kami coba simpan
nestapa kami coba kuburkan duka lara tapi perih
tak bisa sembunyi ia merebak kemana-mana
bumi memang tak sebatas pandang dan udara
luas menunggu namun kalian takkan bisa
menyingkir ke manapun melangkah kalian pijak
airmata kami ke manapun terbang kalian kan
hinggap di air mata kami ke manapun berlayar
kalian arungi airmata kami kalian sudah terkepung
takkan bisa mengelak takkan bisa ke mana pergi
menyerahlah pada kedalaman air mata

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 33
5. MAKNA SEBUAH TITIPAN
WS. Rendra

Sering kali aku berkata,


Ketika orang memuji milikku,
Bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
Bahwa mobilku hanya titipan Nya,
Bahwa rumahku hanya titipan Nya,
Bahwa hartaku hanya titipan Nya,
Bahwa putraku hanya titipan Nya,

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, Mengapa Dia


menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
Apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku? Mengapa
hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh- Nya ?
Ketika diminta kembali,
Kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian,
Kusebut itu sebagai petaka, Kusebut dengan
panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu
adalah derita.

Ketika aku berdoa,


Kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
Aku ingin lebih banyak harta,
Ingin lebih banyak mobil,
Lebih banyak rumah, Lebih
banyak popularitas, dan
kutolak sakit, Kutolak
kemiskinan,

Seolah "derita" adalah hukuman bagiku.


Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika: Aku rajin
beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan Nikmat dunia kerap
menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan
Kekasih.

Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan


menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku
hanyalah untuk beribadah... "Ketika langit dan bumi
bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja"

JUKNIS PORSADIN NASIONAL KE‐4  Hal 34