Anda di halaman 1dari 3

Permasalahan dalam pekerjaan lapangan ISI Yogyakarta:

Plat lantai beton lantai dasar mengalami permasalahan mengalami kebocoran, sehingga mengalami
kenaikan air pada beton.

15 cm

Air
Beton yang ada dilapangan saat ini tidak mengalami kerusakan namun hanya mengalami kebocoran
dalam beton. Sehingga beton diperlukan Waterproofing agar beton tidak mengalami kebocoran,
namun syarat yang ditentukan untuk penambahan waterproofing dengan syarat Mutu Beton K225
maka diperlukan menaikkan mutu beton yang sudah ada. Agar syarat ini terpenuhi, maka perlu
investigasi lapangan untuk check mutu beton pelat lantai.

Langkah-langkah investigasi dapat dilihat pada bagan dibawah ini:

Pengecekan Mutu Beton

Hammer Test

Ya
Masuk Selesai

Tdk
Ya
Core Drill Selesai
Tdk

Solusi Lain

Prosedur pengecekan mutu beton dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Investigasi Pengujian yang Langkah yang harus dilakukan Hasil Uji


dilakukan
Hammer Test Pengujiab sudah dilakukan Failed
Core Drill SK SNI-61-1990-03

1. Umur dari beton harus


minimal 14 hari.
2. Pengambilan dari contoh
silinder beton harus
dilakukan pada daerah yang
kuat tekannya diragukan,
biasanya berdasarkan dari
data hasil yang uji contoh
beton dari masing – masing
bagian struktur. Dari satu
daerah beton tersebut
diambil satu titik
pengambilan sebuah contoh
nantinya.
3. Dari satu pengambilan
sebuah contoh (daerah
beton yang diragukan
mutunya) diambil sebanyak
3 titik pengeboran.
Pengeboran yang telah
dilakukan harus ditempat
yang tidak membahayakan
sebuah struktur, misalnya
jangan terlalu dekat dengan
sambungan tulangan,
momen maksimum dan juga
dari tulangan utama.
4. Pengeboran yang dilakukan
harus tegak lurus dengan
permukaan pada beton.
5. Lubang bekas pengeboran
yang harus segera diisi
dengan beton yang
mutunya minimal sama
baiknya.

Bila ada beton yang telah


diambil sudah berada dalam
kondisi yang kering selama
masa layanannya, benda
tersebut uji silinder beton
(hasil bor inti) haruslah
dilakukan uji kondisi pada saat
kering. Bilang sebuah beton
yang di ambil sudah berada
dalam kondisi sangat basah
selama masa layannya, maka
silinder tersebut harus di
rendam dahulu minimal 40 jam
dan dapat dilakukan pengujian
dalam kondisi basah.

Kuatnya dari tekanan beton


pada titik pengambilan contoh
atau sampel (daerah beton
yang diragunkan) maka dapat
dinyatakan tidak
membahayakan jika kuat
tekanan 3 silinder beton
(minimum 3 silinder beton)
yang diambil dari daerah beton
tersebut memenuhi 2
persyaratan sebagai berikut :
a. Kuat tekanan rata – rata
dari 3 silinder betonnya
tidak kurang dari 0,85 fc
b. Kuat dari tekanan masing –
masing silinder betonnya
tidak kurang dari 0,75 fc.

Jika Test Core Drill Gagal, maka harus dilakukan solusi yang lain. Solusi nya adalah dengan
melakukan pengecek an tebal pelat 15cm sampai memenuhi terhadap gaya Uplift.

Hasil ananlisis Gaya Uplift dapat dilihat didalam lampiran

Kesimpulan:

Tidak ada kaitannya antara ketebalan pelat dengan mutu beton dalam menahan gaya uplift air.

Maka yang harus dilakukan adalah meningkatkan mutu beton yang terjadi dilapangan, sedangkan
beton yang sudah ada di lapangan di plat lantai sekarang “Tidak ada kerusakan pada Beton”.

Sehingga solusi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

a. Penambahan tebal pelat dengan mutu tinggi


Cor beton mutu tinggi +
adictive

10 cm
15 cm

b. Setelah 14 hari, lakukan pengecekan lagi dengan menggunakan hammer test


c. Memasang water proofing