Anda di halaman 1dari 30

PROPOSAL TRAINING OF TRAINER

TERAPI AKUPRESURE UNTUK MENGURANGI NYERI PADA LANSIA


DENGAN RHEUMATIK

Disusun oleh :
Bambang Sutrisno
Samsul Anwar Hadi
Yayu Herniawati
Mia Wahyuni
Masnuniah
Dani Nopdyani
Iis Ismawan
Siti Rogayah
Irma Puspitasari

PROGRAM PROFESI KEPERAWATAN STIKES


PERTAMEDIKA JAKARTA
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan
hidayahNya penulisan dan penyusunan makalah yang berjudul “Proposal Training of
Trainer (Terapi Akupresure Untuk Mengurangi Nyeri)” dapat terselesaikan

Makalah ini merupakan salah satu tugas mata ajar Keperawatan Gerontik di STIKes
PERTAMEDIKA. Tak lupa juga penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-
pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada :

1. Ibu Tati, Dewi Susanti selaku dosen dari STIKes PERTAMEDIKA yang telah
memberikan tugas dan arahan dalam menyelesaikan makalah ini.
2. Kedua orang tua penulis yang telah memberikan dukungan baik dalam bentuk
materi dan non materi
3. Teman-teman yang telah membantu selama proses penyelesaian makalah ini
4. Dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, yang telah
banyak membantu dalam pembuatan makalah ini

Lebak, Juli 2019

Tim Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menurut WHO (World Health Organization), pengobatan komplementer

adalah pengobatan non-konvensional yang bukan berasal dari negara yang

bersangkutan. Jadi untuk Indonesia, jamu misalnya, bukan termasuk pengobatan

komplementer tetapi merupakan pengobatan tradisional. Pengobatan tradisional yang

dimaksud adalah pengobatan yang sudah dari zaman dahulu digunakan dan

diturunkan secara turun – temurun pada suatu negara. Tapi di Philipina misalnya,

jamu Indonesia bisa dikategorikan sebagai pengobatan komplementer.

Terapi komplementer adalah cara Penanggulangan Penyakit yang dilakukan

sebagai pendukung kepada Pengobatan Medis Konvensional atau sebagai Pengobatan

Pilihan lain diluar Pengobatan Medis yang Konvensional. Salah satu terapi

komplementer yang kini populer dimasyarakat adalah terapi akupresur. Terapi

akupresur adalah perkembangan terapi pijat yang berlangsung seiring dengan

perkembangan ilmu akupuntur karena tekhnik pijat akupresur adalah turunan dari

ilmu akupuntur. Tekhnik dalam terapi ini menggunakan jari tangan sebagai pengganti

jarum tetapi dilakukan pada titik-titik yang sama seperti yang digunakan pada terapi

akupuntur. Ada beberapa jenis klasifikasi, cara, indikasi serta kontraindikasi dari

terapi akupresur yang akan dijabarkan lebih jelas didalam makalah.

Berdasarkan data yang bersumber dari Badan Kesehatan Dunia pada tahun

2005, terdapat 75 – 80% dari seluruh penduduk dunia pernah menjalani pengobatan
non-konvensional. Di Indonesia sendiri, kepopuleran pengobatan non-konvensional,

termasuk pengobatan komplementer ini, bisa diperkirakan dari mulai menjamurnya

iklan – iklan terapi non – konvensional di berbagai media. Berdasarkan persentasi

minat masyarakat terhadap terapi non-konvensional kelompok tertarik untuk lebih

mengenalkan terapi akupresur kepada seluruh masyarakat, oleh sebab itu kami

menyusun materi terkait akupresur kedalam sebuah makalah.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Setelah membahas tentang “Terapi Akupresur Untuk Mengurangi Nyeri”

Pegawai atau Perawat di Panti Sosial mampu memahami “Konsep Umum

Terapi Akupresur Untuk Mengurangi Nyeri”.

2. Tujuan Khusus

Setelah membahas tentang “Terapi Akupresure Untuk Mengurangi Nyeri”

Pegawai atau perawat di Panti Sosial mampu :

a. Memahami dan menjelaskan konsep umum Terapi Akupresur Untuk

Menurangi Nyeri

b. Para peserta workshop mampu meningkatkan pengetahuan dan menerapkan

terapi akupresure pada lansia yang membutuhkan terapi komplementer di

UPTD Propinsi Banten

C. Nama Kegiatan

Nama kegiatan Training Of Trainer (TOT) ini bertemakan “ Pengenalan Tehnik

Terapi Akupresure Untuk Mengurangi Nyeri “.


D. Sasaran Kegiatan

Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh petugas atau karyawan yang bekerja

di Balai Perlidungan Sosial Serang 3 dengan rincian :

1. Bersedia mengikuti kegiatan TOT hingga selesai kegiatan

2. Mempunyai keinginan untuk belajar/menambah pengetahuan

3. Mempunyai keinginan untuk mempraktekkan ilmu yang dimiliki

E. Pelaksanaan Kegiatan

1. Topik/Materi

Pengenalan Tehnik Terapi Akupresure.

2. Metode

a. Penyajian materi

b. Simulasi

3. Media

a. Komputer

b. infokus

c. Manekin / WBS

4. Waktu dan tempat

a. Hari/tanggal : Jumat / 5 Juli 2019

b. Tempat : Aula Balai Perlidungan Sosial Serang

c. Waktu : 14.00 s/d 16.00

5. Lama Kegiatan :

a. Pembukaan dan perkenalan : 10 menit

b. Menjelaskan tujuan TOT : 10 menit

c. Menjelaskan tata cara pelaksanaan TOT : 10 menit


d. Pelaksanaan TOT : 60 menit

e. Pemberian reinforcement : 10 menit

f. Evaluasi : 10 menit

g. Penutup : 10 menit

6. Jumlah Peserta : 10 orang

7. Perilaku yag Diharapkan dari Peserta :

a. Peserta dapat mengingat bentuk kegiatan yang diberikan

b. Peserta dapat memahami materi yang diberikan

c. Peserta dapat melakukan praktek pada saat kegiatan simulasi

d. Peserta aktif dalam kegiatan

e. Peserta dapat menerapkan kegiatan yang diberikan kepada WBS

f. Peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan sampai dengan selesai

8. Setting Tempat

a. Presentasi Materi

1
2
7

3 4

4 3

3 4

5 6
Keterangan :
1 : Layar 5 : Penerima tamu

2 : Pembawa acara 6 : Konsumsi

3 : Fasilitator 7 : Tamu undangan

4 : Observer : Peserta

b. Simulasi

Meja

3 3
4

2 2

Meja Meja

3 3 3
3
4 4

Keterangan :

1 : Layar 4 : Fasilitator

2 : Penyaji : Peserta

3 : Observer
9. Kegiatan TOT

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan peserta


1 10 Menit Pre Test Mengikuti Pre Test
2 10 menit Pembukaan
 Mengucapkan salam  Menjawab salam
 Perkenalan mahasiswa  Memperhatikan
 Menjelaskan tujuan  Memperhatikan
 Menjelaskan kontrak  Memperhatikan
waktu
3  Penyampaian materi  Memperhatikan
tentang pengertian dan
Terapi Akupresure mendengarkan
 Menyebutkan tehnik  Memperhatikan
Terapi Akupresure dan
mendengarkan
 Menyebutkan Manfaat  Memperhatikan
tehnik Terapi dan
Akupresure mendengarkan
 Menyebutkan Cara  Memperhatikan
Terapi Akupresure. dan
mendengarkan
 Menyebutkan indikasi  Memperhatikan
dan Kontraindikasi dan
terapi Akupresure mendengarkan
 Menyebutkan peralatan  Memperhatikan
untuk melakukan dan
Terapi Akupresure mendengarkan
4  Meminta peserta untuk  Memberikan
memberikan pertanyaan pertanyaan
seputar penjelasan
mengenai Terapi
Akupresure
 Meminta peserta untuk  Memberikan
memberikan pertanyaan pertanyaan
seputar penjelasan
mengenai Terapi
Akupresure
 Menjawab pertanyaan  Memperhatikan
yang diajukan dan
mendengarkan
5  Praktek Tehnik Terapi  Memperhatikan
Akupresure dan
mempraktekkan

6 10 menit Penutup
 Memberikan reward  Memperhatikan
kepada peserta dan
mendengarkan
 Menutup kegiatan  Memperhatikan
dan
mendengarkan
 Mengucapkan salam  Mejawab salam
10. UraianTugas
a. Leader
1) Membuka acara
2) Memperkenalkan mahasiswa dan pembimbing
3) Membacakan tujuan dan peraturan kegiatan TOT sebelum kegiatan
dimulai
4) Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kelompok
5) Mampu memimpin kegiaatan TOT agar dapat berjalan dengan baik
dan tertib
6) Menetralisir bila ada masalah yang timbul selama kegiatan TOT
berlangsung
7) Menjelaskan kegiatan TOT yang akan dilakukan
b. Co-leader
1) Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tenteng kegiatan
TOT
2) Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang
c. Fasilitator
1) Memfasilitasi pelaksanaan kegiatan TOT
2) Memfasilitasi kegiatan pre dan post test
3) Memfasilitasi pembagian kelompok
4) Memfasilitasi kegiatan role play
d. Observer
1) Mengobservasi jalannya proses kegiatan
2) Mencatat perilaku verbal dan non verbal peserta selama kegiatan
berlangsung
e. Penyaji
Menyampaikan materi kepada peserta TOT
f. Peraga
1) Mendemonstrasikan Terapi Akupresure
2) Mendemonstrasikan cara Terapi Akupresure
3) Membantu, membimbing dan mengarahkan peserta saat melakukan
simulasi Terapi Akupresure
4) Membantu, membimbing dan mengarahkan peserta saat melakukan
simulasi Terapi Akupresure
5) Memberikan semangat dan dukungan kepada peserta TOT
g. Dokumentasi
1) Mendokmentasikan jalannya kegiatan TOT dari awal hingga akhir
2) Mencetak dan memindahkan dokumen

A. Pengorganisasian
Leader : Samsul Anwar Hadi
Co-leader : Mia Wahyuni
Pembawa acara : Yayu Herniawati
Penyaji : Dani Nopdyani
Operator : Bambang Sutrisno
Fasilitator : 1. Mia Wahyuni
2. Iis Ismawan
Observer : Irma Puspitasari
Dokumentasi : Siti Rogayah
Perlengkapan : Samsul, Bambang, Iis
Konsumsi : Masnuniah

B. Metode dan Media


1. Metode
a. Ceramah
b. Diskusi
c. Demonstrasi / praktek
2. Media
a. LCD
b. Perlengkapan praktek Terapi Akupresure Untuk Mengurangi Nyeri

C. Proses Pelaksanaan
1. Perkenalan dan pengarahan
a. Mempersiapkan tempat
b. Mempersiapkan lingkungan
c. Mempersiapkan peserta
2. Pembukaan
a. Pembawa acara menyampaikan susunan acara
b. Leader memperkenalkan diri dan anggota kelompok dengan menyebutkan
nama
c. Leader menjelaskan tujuan kegiatan TOT
d. Leader menjelaskan proses pelaksanaan kegiatan
e. Leader menjelaskan tata tertib dalam kegiatan TOT
3. Pembacaan doa
4. Penyajian materi
a. Fasilitator menyiapkan materi yang akan diberikan
b. Penyajian materi
c. Tanya Jawab materi yang sudah disampaikan
5. Simulasi/praktek
a. Fasilitator memastikan persiapan alat-alat yang akan digunakan untuk
praktek
b. Fasilitator membagi peserta dalam kelompok untuk mengikuti praktek
c. Satu stand praktek terdiri dari penyaji, observer dan fasilitator
d. Fasilitator memotivasi peserta untuk ikut afkit dlam kegiatan praktek
6. Evaluasi
a. Observer mengevaluasi jalannya kegiatan secara keseluruhan
b. Observer mengevaluasi keaktifan peserta
c. Peserta dipersilahkan menyampaikan kesan setelah mengikuti kegiatan
TOT dan memberikan penilaian terhadap pelaksanaan kegiatan
7. Penutupan
a. Leader menyampaikan hasil pelaksanaan kegiatan TOT
b. Leader menyampaikan reinforcement positif terhadap peserta yang telah
mengikuti kegiatan

D. Rencana Evaluasi
1. Evaluasi peserta
a. 85% peserta menghadiri training of trainer (TOT).
b. 85% peserta memahami pengertian Terapi Akupresure
c. 85% peserta memahami tujuan Terapi Akupresure
d. 85% peserta mampu memahami Cara Terapi Akupresure
e. 85% peserta mampu memahami Terapi Akupresure
2. Evaluasi proses
a. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana
b. Peserta ikut berperan aktif dalam memberikan pertanyaan terkait dengan
Terapi Akupresure
c. Perlengkapan dan media sesuai dengan kebutuhan
d. Tidak ada gangguan dalam peaksanaan TOT
3. Evaluasi panitia
a. 100% panitia hadir dalam TOT
b. Panitia TOT melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan
perannya
c. Semua panitia terlibat aktif dalam kegiatan TOT
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Akupresur

Akupresur adalah sebuah ilmu penyembuhan dengan menekan, memijit,

mengurut bagian dari tubuh untuk mengaktifkan peredaran energi vital atau Ci.

Akupresur juga disebut akupuntur tanpa jarum, atau pijat akupuntur, sebab teori

akupunturlah yang menjadi dasar praktik akupresur. Akupuntur menggunakan jarum

sebagai alat bantu praktik, sedangkan akupresur menggunakan jari, tangan, bagian

tubuh lainnya atau alat tumpul sebagai pengganti jarum (Sukanta, 2003)

Pada dasarnya Akurpresur berarti teknik pijat yang dilakukan pada titik-titik

tertentu ditubuh, untuk menstimulasi titik-titik energi. Titik-titik tersebut adalah titik-

titik akupuntur. Tujuannya adalah agar seluruh organ tubuh memperoleh ‘chi’ yang

cukup sehingga terjadi keseimbangan chi tubuh. ‘chi’ adalah enegri yang mengalir

melalui jaringan di berbagai meridian tubuh dan cabang-cabangnya. Cara

meningkatkan atau ‘membangunkan’ energi tubuh tersebut pada Akupuntur dilakukan

dengan menusukkan jarum-jarum Akupuntur pada titik-titik tertentu yang berkaitan

dengan keluhan lansia, sedangkan akurpresur melakukan hal yang sama dengan

tekanan jari-jari tangan dan pemijatan (Hadibroto, 2006 )

Akupresur merupakan perkembangan terapi pijat yang berlangsung seiring

dengan perkembangan ilmu akupuntur karena tekhnik pijat akupresur adalah turunan

dari ilmu akupuntur. Tekhnik dalam terapi ini menggunakan jari tangan sebagai

pengganti jarum tetapi dilakukan pada titik-titik yang sama seperti yang digunakan

pada terapi akupuntur.


B. Sejarah Akupresure

Pada mulanya pijat diguakan untuk mengatasi keluhan nyeri pada bagian tertentu

tubuh sebagai bagian dari reflex alami manusia. Misalnya pada sakit kepala, orang

cenderung memijat atau menyentuh bagian kepala dan tanpa disadari orang tersebut

sudah melakukan terapi pijat pada bagian yang sakit.

Pada awalnya, terapi pijat dilakukan tanpa memperhitungkan baik anatomi atau

struktur otot orang yang dipijat maupun konsep aliran energi yin dan yang. Sejalan

dengan waktu dan bertambahnya pengalaman, terapi pijat kemudian berkembang

dalam dua arah yaitu pijat masase yang termasuk dalam disiplin ilmu fisioterapi dan

akupresur yang termasuk dalam pengobatan alternative atau komplementer.

Fisioterapi berpedoman pada struktur anatomi otot dan saraf bagian yang dipijat,

sedangkan akupresur berbasis pengetahuanoriental tentang aliran energy yin dan

yang.Selain digunakan untuk dasar terapi akupresur, konsep yin-yang digunakan

sebagai landasan bagi pengobatan akupuntur dan terapi oriental lainnya termasuk gizi

makrobiotik.

Akupresur merupakan perkembangan terapi pijat yang berlangsung seiring dengan

perkembangan ilmu akupuntur karena tekhnik pijat akupresur adalah turunan dari

ilmu akupuntur. Tekhnik dalam terapi ini menggunakan jari tangan sebagai pengganti

jarum tetapi dilakukan pada titik-titik yang sama seperti yang digunakan pada terapi

akupuntur.

Perkembangan akupresur di Indonesia mulai terjadi sejak kedatangan imigran cina

ke Indonesia.Para pengobat dari cina ini berbur dengan penduduk local dan

menerapkan ilmu pengobatannya bersama cara-cara local seperti mengurut,

mengerok, dan minum ramuan jamu local. Dengan demikian, sekalipun akupresur

berasal dari cina, ternyata metode pengobatan komplementer yang murah dan
memberikan rasa nyamanini dapat dipadu dengan cara-cara pengobatan local terutama

di pulau jawa.Pengobatan komplementer yang bertujuan untuk meningkatkan

kesehatan dan memberikan kenyamanan dapat berjalan berdampingan dengan

pengobatan barat yang lebih menguntungkan tindakan mengatasi penyebab dan/atau

menghilangkan gejala. Jika pengobatan barat berbasis bukti lewat penelitian ilmiah

maka pengobatan oriental termasuk pengobatan local berbasis empiris yang

dibuktikan oleh kemampuannya bertahan selama berates tahun. Saat ini, semua

tumbuhan herbal yang diguakan sebagai pengobatan juga telah diteliti khasiatnya oleh

fakultas farmasi di Indonesia.Sementara di tempat asalnya, penelitian telah banyak

dilakukan terhadap pengobatan komplementer seperti akupresur dan herbal sehingga

keberadaan kedua jenis terapi ini sekarang sudah di akui oleh departemen kesehatan

setempat.Pendidikan seperti akupunktur medic dan herbal medic juga sudah mulai

banyak diselenggarakan oleh lembaga-lembaga baik milik pemerintah maupun milik

swasta yang diakui oleh pemerintah.

C. Klasifikasi Akurpresur

Akurpresur berkembang dari naluri manusia untuk memegang, menekan, atau

memijat-mijat bagian tubuh ketika terluka atau cedera. Para pendeta Tao dari zaman

China Kuno memformulasikan pengematan mereka akan naluri pengobatan sendiri

(self jealing) ini menjadi suatu sistem yang dinamakan “Tao Yin” (‘Tao’ berarti

‘jalan’, sedang ‘Yin’ berarti keluhan-keluhan yang spesifik sekaligus suatu sistem

untuk memelihara kesehatan secara umum. Tao-Yin berkembang menjadi “Do-in”,

seni mempertahankan keremajaan melalui pemijatan diri sendiri. Selanjutnya, tabib-

tabib China menambahkan serangkaian sistem diagnosis dan penanganan penyakit

untuk merangkai suatu pendekatan medis yang lebih lengkap.


Akurperesur kini mewakili serangkaian teknik pijat, yang menggunakan tekanan

secara manual untuk menstimulasi titik-titik energi ditubuh. Sang terapis melakukan

tekanan dalam bobot ringan sampai sedang dengan jari-jari tangannya, dan kadang-

kadang juga dengan siku, lutut, atau kaki ke titik-titik yang sama yang digunakan

dalam Akupuntur. Banyak ragam Akurpresur telah berkembang seiring dengan waktu.

1. Shiatsu

Secara harfiah kata shiat-su berarti jari (shi) dan tekanan (atsu), serangkaian

penekanan menggunakan jari secara berirama, keseluruh bagian tubuh sepanjang

meridian energi. Terapi ini juga termasuk peregangan dan tepukan. Titik-titik

tekan hanya disentuh antara 3-5 detik. Penanganan ini bisa merangsang sekaligus

menenangkan. Shiatsu adalah versi Jepang dari Akurpresur, dan kini menjadi

semakin populer di dunia barat.

2. Jin Shin

Suatu pola penekanan yang lembut dan berkepanjangan pada titik-titik Akupuntur

yang penting pada meridian dan jalur-jalur yang terpilih, setiap titik ditekan

selama 1-5 menit. Terapi ini dilakukan dalam keadaan meditatif untuk

menyeimbangkan chi, sang energi vital.

3. Do-in

Suatu bentuk pemijatan terhadap diri sendiri pada otot dan titik-titik meridian.

Do-in juga mencakup gerakan, peregangan, dan latihan pernafasan.

4. Tui-Na

Ini adalah versi China untuk pijat yang merangsang titik-titik akurpresur dengan

menggunakan berbagai ragam gerakan tangan.


D. Manfaat Akupresur

Sejarah membuktikan bahwa akupresur bermanfaat untuk :

1. Pencegahan penyakit

Akupresur dipraktikkan secara teratur pada saat-saat tertentu menurut aturan yang

sudah ada, yaitu sebelum sakit. Tujuannya adalah mencegah masuknya sumber

penyakit dan mempertahankan kondisi tubuh

2. Penyembuhan penyakit

Akupresur dapat digunakan menyembuhkan keluhan sakit, dan dipraktikkan

ketika dalam keadaan sakit

3. Rehabilitasi

Akupresur dipraktik untuk meningkatkan kondisi kesehatan sesudah sakit

4. Promotif

Akupresur dipraktikkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh walaupun tidak

sedang sakit

E. Tekhnik Pemijatan dengan Akurpresur

1. Cara pemijatan

Setelah terapis mendiagnosa penyebab penyakit dan menggolongkan syndrome

menjadi delapan diagnose kemudian baru dapat ditentukan arah pemijatan yang

akan dilakukan. Arah pemijatan disesuaikan dengan sifat penyakit yang diderita.

Sifat penyakit yang, se, panas, luar maka pemijatan pada titik akupunktur yang

dilakukan adalah berlawanan jarum jam sebanyak 60 putaran atau dengan istilah

sedate.sedangkan, sifat penyakit yin, si, dingin, dalam maka pemijatan yang

dilakukan adalah searah jarum jam sebanyak 30 putaran.


Dalam pemijatan, sebaiknya jangan terlalu keras dan membuat lansia

kesakitan.Pemijatan yang benar harus dapat menciptakan sensasi rasa (nyaman,

pegal, panas, gatal, perih, kesemutan, dan lain sebagainya).Apabila sensasi rasa

dapat tercapai maka di samping sirkulasi chi (energy) dan xue (darah) lancer, juga

dapat merangsang keluarnya hormonendomofrin (hormone sejenis morfin yang

dihasilkan dari dalam tubuh untuk memberikan rasa tenang).

2. Ukuran

Didalam makalah ini, Pembaca akan menemukan istilah cun. Cun adalah satuan

hitung untuk panjang atau lebar jarak antara titik akupunktur dengan titik acuannya

yang digunakan dalam penentuan titik terapi akupunktur atau ilmu pijat

turunannya.Berbeda dengan centimeter, cun lebih fleksibel karena digunakan

adalah tangan lansia sendiri.

3. Cara kerja akurpresur

Sasaran Akurpresur adalah merangsang kemampuan tubuh dalam menyembuhkan

diri sendiri. Sang terapis akan memegang atau menekan berbagai titik pada tubuh

atau sistem otot untuk merangsang energi dari tubuh sendiri. Rangsangan tersebut

menyingkirkan sumbatan energi dan rasa lelah.

Ketika semua jalur energi terbuka dan aliran energi tidak lagi terhalang oleh

ketegangan otot atau hambatan yang lain, maka energi tubuh akan menjadi

seimbang. Keseimbangan membawa kesehatan yang baik dan perasaan sejahtera.

Jika salah satu dari jalurnya terhambat/tersumbat, maka perlu aplikasi dengan

tekanan yang tepat menggunakan jari untuk mengendurkan ketegangan otot,

membuat sirkulasi darah lancar, dan menstimulasi atau menyeimbangkan aliran

energi.
F. Indikasi dan Kontraindikasi Akupresur

1. Indikasi

Beberapa accupoint untuk mengatasi beberapa kondisi nyeri seperti : Sakit kepala

tipe tegang , migren, sakit gigi, nyeri sendi, depresi dan kecemasan, nyeri tulang

belakang

a. Sakit kepala tipe tegang dan migren

Beberapa titik yang digunakan untuk mengurangi nyeri kepala adalah :

1) Titik yang terletak di puncak kepala ; pertemuan antara garis yang

menghubungkan kedua telinga dan garis yang ditarik dari bagian tengah

hidung (titik 1 a). Efek: mengurangi rasa tegang di kepala.

2) Titik yang terletak di bagian dalam alis mata, di atas sudut mata bagian

dalam (titik 2 a). Efek: mengurangi rasa tegang di dahi dan nyeri sekitar

mata.

3) Titik yang terletak di sudut mata bagian luar (titik 2 b). Efek: mengurangi

nyeri kepala, migren dan mata pedih.

4) Titik yang terletak di dahi sekitar 1 ibu jari di atas bagian tengah alis (titik

2 c). Efek: menghilangkan nyeri kepala bagian depan dan penglihatan

kabur.

5) Titik yang terletak di bagian belakang kepala, pada perbatasan lekukan

antara bagian dasar tengkorak dengan otot leher (titik 3 a). Efek :

mengurangi nyeri kepala dan leher yang kaku.

6) Titik yang terletak di tengah segitiga yang dibentuk oleh tulang ibu jari

dan jari telunjuk ( titik 4 a ). Efek : mengurangi nyeri kepala dan mata

pedih.
7) Titik yang terletak di belakang pergelangan kaki ( titik 5 a ) . Efek :

mengurangi nyeri kepala dan leher kaku.

8) Titik yang terletak di tengah ,1 jari di atas batas rambut (titik 1 b ). Efek :

mengurangi nyeri kepala bagian depan dan mata pedih.

9) Titik yang terletak di tengah antara dua alis (titik 1 c). Efek: mengurangi

nyeri kepala bagian depan dan nyeri kepala akibat hidung tersumbat.

10) Titik yang terletak 4 jari di bawah tempurung lutut (titik 6 a) . Efek:

merupakan titik penguat sistem pencernaan dan mengurangi nyeri kepala

akibat ketidakseimbangan sistem pencernaan, intoleransi makanan, dan

kelelahan.

11) Titik yang terletak 1 ibu jari dari ujung alis mata dan sudut luar mata (titik

1 d) . Efek: mengurangi nyeri akibat migren dan nyeri mata.

12) Titik yang terletak 2 jari di atas telinga (titik 1 e). Efek: mengurangi nyeri

kepala migren.

13) Titik yang terletak di bagian luar dari lengan anda. 3 jari dari pergelangan

tangan , di lekukan antara dua tulang. (titik 7 a). Efek: mengurangi nyeri

akibat migren dan nyeri di pipi.

14) Titik yang terletak di atas telapak kaki, 2 jari di atas sendi jari kaki,

antara jari ke 4 dan 5. (titik 6 b). Efek: mengurangi nyeri migren,

penglihatan kabur dan nyeri mata.

b. Sakit gigi

Pada penekanan daerah muka dilakukan pada sisi yang tidak sakit.

1) Titik yang terletak di depan sudut tulang rahang (titik 1 f). Efek:

mengurangi nyeri gigi dan pembengkakan di muka.


2) Titik yang terletak pada tulang pipi. Di depan lubang telinga (titik 1 g).

Efek: mengurangi nyeri gigi, nyeri pada wajah.

3) Titik yang terletak di depan siku tangan, pada saat siku ini ditekuk (titik 8

a). Efek: mengurangi nyeri gigi dan nyeri yang ada di mulut.

c. Kesehatan sendi

Beberapa acupoints dapat membantu menyehatkan sendi dan memperkuat

sendi di seluruh tubuh. Beberapa acupoints juga membantu menguatkan otot

yang menunjang sendi.

1) Titik yang terletak di belakang leher, sejajar dengan pundak, 2 jari di

samping tulang belakang. (titik 3 b). Efek: merupakan titik yang sangat

berpengaruh pada kesehatan sendi di seluruh tubuh, meningkatkan

kekuatan tubuh, tulang dan sendi yang sehat.

2) Titik yang terletak di bagian belakang lutut. 4 jari di atas tulang kaki (titik

9a). Efek: menguatkan tulang di seluruh tubuh, khususnya tulang dan

sendi lutut.

3) Titik yang terletak di bagian luar dari kaki, di atas permukaan pertemuan

antara 2 tulang (titik 6 c). Efek: menguatkan tendon dan otot pada seluruh

tubuh, terutama : sendi kaki dan menguatkan otot kaki.

4) Titik yang terletak di titik tertinggi dari pundak (titik 3c) . Efek:

mengurangi kekakuan dan nyeri di daerah leher dan pundak

d. Siku tangan

1) Titik 8 a. Efek : Menguatkan siku tangan

2) Titik yang terletak di bagian luar dari tangan, 3 jari di atas pergelangan

tangan, di antara kedua tulang (titik 7 a). Efek: meningkatkan mobilitas

dari siku dan mengurangi nyeri di siku, lengan dan jari tangan.
e. Pergelangan tangan dan tangan

1) Titik 7 a.

2) Titik yang terletak antara tendon di sisi dalam tangan, 3 jari di atas

pergelangan tangan (titik 10 a). Mengurangi nyeri di siku , pergelangan

tangan dan merilekskan otot di lengan bawah.

3) Titik yang terletak di permukaan luar pergelangan tangan. Pada lekukan

antar tulang, jika pergelangan tangan dilekukkan ke arah atas , sejajar

dengan jari manis (titik 7 b) . Efek: mengurangi nyeri di pergelangan

tangan, telapak tangan dan jari-jari.

f. Kesehatan tulang belakang

Untuk menyehatkan tulang belakang dapat dilakukan penekanan titik-titik

untuk kesehatan sendi. Ditambah dengan beberapa titik berikut :

1) Titik yang terletak di puncak dari pundak, perbatasan dengan leher (titik

3c). Efek: mengurangi nyeri di daerah pundak dan punggung atas.

2) Titik yang terletak di dekat lipatan siku , pada saat siku dibengkokkan

(titik 8) Efek: menghilangkan nyeri dan kekakuan pada tubuh bagian atas.

3) Titik- titik yang terletak di bagian belakang tubuh (titik 11 a). Untuk

penekanan titik- titik daerah ini dapat menggunakan 2 buah bola tenis

yang dimasukkan dalam kaus kaki dan diletakkan dibelang punggung

.Efek : mengurangi nyeri pinggang bawah.

4) Titik yang terletak di bagian belakang lutut , diantara tendon (titik 9a ).

Efek: menghilangkan nyeri di daerah kaki dan tulang belakang.

5) Titik yang terletak di bagian belakang pergelangan kaki (titik 5a). Efek:

mengurangi nyeri di tulang belakang dan kaki


g. Kesehatan Sendi pinggul

1) Titik yang terletak di bagian pinggul anda (titik 11b). Efek: meningkatkan

mobilitas dan mengurangi nyeri.

h. Kesehatan Sendi lutut

1) Titik yang terletak di bawah lutut , pada lekukan tulang (knee acupoint).

Efek : mengurangi nyeri dan kekakuan di lutut.

2) Titik yang terletak di belakang pergelangan kaki (titik 5a).Efek:

mengurangi nyeri di lutut dan tungkai bawah.

i. Kesehatan pergelangan kaki

1) Titik yang terletak di belakang pergelangan kaki (titik 5a). Efek :

mengurangi nyeri dan menguatkan pergelangan kaki.

2) Titik yang terletak pada bagian luar dari pergelangan kaki dan di bagian

luar dari tendon (titik 6c). Efek: mengurangi nyeri dan pembengkakan di

pergelangan kaki.

j. Kesehatan telapak kaki

1) Titik yang terletak di dasar telapak kaki, pada bagian lekukan dekat

dengan tonjolan telapak kaki (titik 12 a). Efek: megurangi nyeri pada

telapak kaki.

2) Titik-titik untuk kesehatan pergelangan kaki (titik 6b, 6c).

k. Acupoint untuk membantu anda lebih rileks

Beberapa acupoint di bagian tubuh dapat membuat anda lebih rileks. Beberapa

titik tersebut adalah :

1) Titik 1a . Efek: meningkatkan konsentrasi dan menyeimbangkan pikiran

anda.
2) Titik 4a . Efek: mengurangi kecemasan. Catatan : jangan menekan titik ini

terlalu keras pada wanita hamil.

3) Titik yang terletak di dekat pergelangan tangan sejajar dengan jari ke 5

(titik 10 b). Efek: membuat rileks tubuh anda. Merupakan titik kunci

untuk mengurangi segala kecemasan dan gangguan tidur.

4) Titik yang terletak di antara tendon , tiga jari di atas pergelangan tangan (

gambar 10a ). Efek: mengurangi kecemasan dan membuat rileks tubuh

anda
GAMBAR BEBERAPA TITIK AKUPRESUR UNTUK MENGURANGI NYERI
2. Kontraindikasi

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemijatan akupresur

a. Kebersihan terapis

Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun antiseptic

sebelum melakukan dan setelah melakukan terapi sangatlah penting.Hal tersebut

dilakukan untuk mencegah penularan penyakit antara terapis dengan lansia.

b. Bagian-bagian yang tidak dapat dipijat

Pemijatan tidak dapat dilakukan pada kondisi kulit terkelupas, tepat pada bagian

tulang yang patah, dan tepat bagian yang bengkak.

c. Lansia dalam kondisi gawat

Penyakit-penyakit yang tidak boleh dipijat adalah tiga penyakit yang dapat

menyebabkan kematian tiba-tiba, yaitu ketika terjadi serangan jantung, gagal napas

olehparu-paru, dan penyakit pada saraf otak (misalnya stroke, pecah pembuluh darah,

dan cidera otak).Apabila terapis menemukan gejala-gejala diatas segera rujuk ke

rumah sakit karena penanganan yang keliru dapat menyebabkan lansia terlambat

mendapatkan pengobatan yang lebih baik.


BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Akupresur adalah terapi dengan menekan, memijit, mengurut bagian dari tubuh
untuk mengaktifkan peredaran energi vital atau Ci. Akupresur juga dikenal akupuntur
tanpa jarum, atau pijat akupuntur, karena teori akupresur didasari oleh teori
akupuntur. Akupuntur menggunakan jarum sebagai alat bantu praktik, sedangkan
akupresur menggunakan jari, tangan, bagian tubuh lainnya atau alat tumpul sebagai
pengganti jarum. Akupresur diklasifikasikan menjadi beberapa jenis diantaranya
Shiatsu, Jin Shin, Do-in, serta Tui-Na.
Layaknya akupuntur yang memiliki banyak manfaat, begitu pula dengan
akupresur. Beberapa manfaatnya antara lain sebagai pencegahan penyakit,
penyembuhan penyakit, rehabilitasi setelah mengalami sakit serta promotif sebelum
individu terserang penyakit yang artinya individu yang dalam keadaan sehat.
Beberapa kondisi yang diindikasikan untuk dilakukan terapi akupresur yaitu sakit
kepala tipe tegang dan migren, sakit gigi, untuk kesehatan sendi, siku tangan,
pergelangan tangan dan tangan, kesehatan tulang belakang,, kesehatan sendi pinggul,
kesehatan sendi lutut, kesehatan pergelangan kaki, kesehatan telapak kaki, serta
acupoint untuk membantu anda lebih rileks. Sedangkan kondisi yang tidak
diperbolehkan dilakukan terapi akupresur yaitu pada daerah patah tulang, kulit yang
terkelupas, lansia gaga jantung, gagal nafas, lansia yang memiki masalah saraf pusat
misalnya stroke dan kondisi gawat lainnya.

B. Saran
Bagi Mahasiswa Keperawatan, setelah membaca makalah ini hendaklah dapat
benar-benar memahami konsep umum dari terapi komplementer akupresur. Serta
terus memperbaharui pengetahuan keperawatan khususnya pada terapi akupresur.

Bagi perawat lapangan, dengan penjelasan diatas telah dijabarkan terkait konsep
umum dari terapi akupresur. Jadi seorang perawat harus benar-benar dapat memenuhi
perawan perawat untuk dapat memberikan alternatif pengobatan yang sesuai dengan
keluhan lansia serta halal untuk dilakukan dari pandangan religi.