Anda di halaman 1dari 5

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

SEKRETARIAT JENDERAL
BIRO KOMUNIKASI DAN LAYANAN INFORMASI
Jl. Dr. Wahidin Raya No. 1 Jakarta 10710
Telepon (021) 3449230 ext. 6347/48; Fax: (021) 3500847 Nomor : 67 /KLI/2018
Email: mediacenter@kemenkeu.go.id Tanggal : 16 Desember2018

Kemenkeu Terbitkan Kebijakan Tarif Cukai 2019

Jakarta, 16 Desember 2018

A. Kebijakan Tarif Cukai Hasil Tembakau


Pada 12 Desember 2018, Menteri Keuangan menandatangani Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 156/PMK.010/2018 (PMK 156/2018) tentang Perubahan Atas PMK Nomor 146/PMK.010/2017
(PMK 146/2017) tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau. Peraturan Menteri Keuangan ini merubah
beberapa ketentuan dalam PMK 146/2017 dan mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2019.
Kebijakan tarif cukai Hasil Tembakau (HT) tahun 2018 akan dilanjutkan pada tahun 2019 dengan
menetapkan kebijakan cukai HT tahun 2019 melalui PMK tentang Perubahan Atas PMK 146/2017
tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau, dengan pokok-pokok perubahan ketentuan diantaranya yaitu:
a. Tidak ada kebijakan kenaikan tarif cukai HT maupun kenaikan batasan Harga Jual Eceran
minimum, sehingga tetap mengacu pada Pasal 6 dan 7 PMK 146/2017;
b. Menambah ketentuan terkait batasan harga jual eceran minimum Hasil Pengolahan Tembakau
Lainnya (HPTL) sehingga perlu mengubah Bab I Ketentuan Umum dan Lampiran II PMK 146/2017.
Penyusunan kebijakan HT mempertimbangkan aspek-aspek tertentu, yaitu pengendalian
konsumsi rokok, penerimaan negara, tenaga kerja, dan pemberantasan rokok ilegal. Sepanjang
2013–2018, kenaikan tarif cukai dan penyesuaian harga jual eceran HT telah berhasil mengendalikan
produksi HT dengan penurunan produksi sebesar 2,8% dan meningkatkan penerimaan negara sebesar
10,6%. Namun demikian, dari aspek tenaga kerja, Pemerintah masih perlu memberikan ruang bagi
industri padat karya dengan menjaga keberlangsungan tenaga kerja yang perkembangannya stagnan.
Selanjutnya, pencapaian target penerimaan cukai hasil tembakau tahun 2019 akan lebih
memfokuskan pada upaya pemberantasan peredaran rokok illegal. Hal tersebut dimaksudkan agar
industri HT legal dapat tumbuh dan mengisi pasar illegal yang pada akhirnya diharapkan dapat
menambah penerimaan negara sekaligus menjaga keberlangsungan tenaga kerja.
Selain itu, upaya intensifikasi cukai lebih dioptimalkan berupa pengenaan cukai pada produk
Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) yang kinerja penerimaannya dalam tiga bulan terakhir
sudah mencapai lebih dari Rp154,1 miliar sehingga diharapkan target penerimaan cukai tahun 2019
masih dapat dicapai (on the track).
Kebijakan cukai HT tahun 2018 dipandang masih efektif dengan beberapa parameter seperti
aspek pengendalian konsumsi, tenaga kerja, industri, peredaran rokok ilegal, dan penerimaan negara.
Disamping itu, dalam menyusun kebijakan cukai ini senantiasa mendengar berbagai masukan dan
aspirasi dari berbagai pihak baik secara tertulis maupun audiensi.

B. Kebijakan Tarif Cukai MMEA dan KMEA


Dalam rangka penyesuaian tarif minuman yang mengandung etil alkohol (MMEA) dan konsentrat
yang mengandung etil alkohol (KMEA), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menerbitkan
Peraturan Menteri Keuangan nomor 158/PMK.010/2018 (PMK 158/2018) pada tanggal 12 Desember
2018 mengenai Tarif Cukai Etil Alkohol, Minuman yang Mengandung Etil Alkohol, dan Konsentrat yang
Mengandung Etil Alkohol yang berlaku mulai 1 Januari 2019. Sejak PMK ini mulai berlaku, maka PMK
Nomor 62/PMK.011/2010 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

1/5
Penyesuaian tarif cukai dalam PMK 158/2018 hanya dilakukan pada MMEA golongan A (kadar
alkohol sampai dengan 5%) baik dalam negeri maupun impor sebesar 15% (menjadi sebagaimana
terlampir) dengan pertimbangan:
1. Penyesuaian tarif cukai cukai dilakukan dengan mempertimbangkan kisaran tingkat inflasi dalam
empat tahun terakhir;
2. MMEA golongan B (kadar alkohol lebih dari 5% s.d. 20%) dan MMEA golongan C (kadar alkohol
lebih dari 20 %) telah dikenakan tarif bea masuk yang cukup tinggi masing-masing sebesar 90% dan
150%;
3. Kebijakan non fiskal berupa penindakan MMEA ilegal yang intensif telah berhasil meningkatkan
volume impor MMEA golongan B dan C yang sebelumnya diisi oleh MMEA impor ilegal.
Selain itu, penyesuaian sistem tarif dilakukan pada KMEA yang dikenakan mengikuti international
best practices. Sistem tarif cukai untuk KMEA yang selama ini berlaku adalah untuk KMEA jenis cair,
sementara best practice yang ada di dunia dapat berbentuk padat atau sering dikenal dengan
powdered alcohol (HS 2106), sehingga diperlukan penyesuaian tarif cukai KMEA dengan
mengkonversi Rp100.000 per liter menjadi Rp1.000 per gram.

Informasi lebih lanjut


Badan Kebijakan Fiskal
Pusat Kebijakan Pendapatan Negara
Email: ikp@fiskal.depkeu.go.id
Telp. (021) 3840151; Fax. (021) 3842542

2/5
Lampiran I Siaran Pers
Nomor : 67/KLI/2018
Tanggal : 16 Desember 2018

KETENTUAN UMUM

1. Ekstrak dan Esens Tembakau adalah hasil tembakau berbentuk cair, padat, atau bentuk lainnya
yang berasal dari pengolahan daun tembakau yang dibuat dengan cara ekstraksi atau cara lain
sesuai dengan perkembangan teknologi dan selera konsumen tanpa mengindahkan bahan
pengganti atau bahan pembantu dalam pembuatannya, yang disediakan untuk konsumen akhir
dalam kemasan penjualan eceran, yang dikonsumsi dengan cara dipanaskan menggunakan alat
pemanas elektrik kemudian dihisap antara lain cairan yang menjadi bahan pengisi vape, produk
tembakau yang dipanaskan secara elektrik (electrically heated tobacco product), kapsul
tembakau (tobacco capsule), atau cairan dan pemanas dalam satu kesatuan (cartridge);
2. Tembakau Molasses adalah hasil tembakau yang berasal dari pengolahan daun tembakau yang
dibuat dan dibentuk sedemikian rupa sesuai dengan perkembangan teknologi dan selera
konsumen tanpa mengindahkan bahan pengganti atau bahan pembantu dalam pembuatannya,
yang dipanaskan menggunakan pipa panjang yang diberi air untuk menghisap tembakau
(shisha/hookah) atau alat yang sejenisnya, yang dikonsumsi dengan cara dihisap;
3. Tembakau Hirup (snuff tobacco) adalah hasil tembakau yang berasal dari pengolahan daun
tembakau yang dibuat dan dibentuk sedemikian rupa sesuai dengan perkembangan teknologi
dan selera konsumen tanpa mengindahkan bahan pengganti atau bahan pembantu dalam
pembuatannya, yang dikonsumsi dengan cara dihirup;
4. Tembakau Kunyah (chewing tobacco) adalah hasil tembakau yang berasal dari pengolahan daun
tembakau yang dibuat dan dibentuk sedemikian rupa sesuai dengan perkembangan teknologi
dan selera konsumen tanpa mengindahkan bahan pengganti atau bahan pembantu dalam
pembuatannya, yang dikonsumsi dengan cara dikunyah.

3/5
Lampiran II Siaran Pers
Nomor : 67/KLI/2018
Tanggal : 16 Desember 2018

Harga Jual Eceran dan Tarif Cukai Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya

No. Harga Jual Eceran Tarif


Produk HPTL berupa Satuan
Urut Minimum cukai

Ekstrak dan Esens


Tembakau, berupa

Rp1.350,00 (seribu tiga ratus


a. Batang Per batang
lima puluh rupiah)
1. Rp30.000,00 (tiga puluh ribu
b. Cartridge Per cartridge
rupiah)
57%
Rp1.350,00 (seribu tiga ratus
c. Kapsul Per kapsul (lima
lima puluh rupiah)
puluh
Rp666,00 (enam ratus enam tujuh
d. Cair Per mililiter
puluh enam rupiah) persen)
Rp175,00 (seratus tujuh
2. Tembakau Molases Per gram
puluh lima rupiah)
Rp175,00 (seratus tujuh
3. Tembakau Hirup Per gram
puluh lima rupiah)
Rp175,00 (seratus tujuh
4. Tembakau Kunyah Per gram
puluh lima rupiah)

4/5
Lampiran III Siaran Pers
Nomor : 67/KLI/2018
Tanggal : 16 Desember 2018

Tarif Cukai Etil Alkohol, MMEA dan KMEA

I. ETIL ALKOHOL

TARIF CUKAI (PER LITER)


GOLONGAN KADAR ETIL ALKOHOL PRODUKSI DALAM
IMPOR
NEGERI
Dari semua jenis etil
Tanpa golongan alkohol dengan kadar Rp 20.000,00 Rp 20.000,00
berapa pun

II. MINUMAN YANG MENGANDUNG ETIL ALKOHOL

TARIF CUKAI (PER LITER)


KADAR ETIL
GOLONGAN PRODUKSI DALAM
ALKOHOL IMPOR
NEGERI
Sampai dengan 5%
A Rp15.000,00 Rp15.000,00
(lima persen)
Lebih dari 5% (lima
B persen) sampai dengan Rp33.000,00 Rp44.000,00
20% (dua puluh persen)
Lebih dari 20% (dua
C Rp80.000,00 Rp139.000,00
puluh persen)

III. MINUMAN YANG MENGANDUNG ETIL ALKOHOL

JENIS KONSENTRAT TARIF CUKAI (PER GRAM)


GOLONGAN YANG MENGANDUNG PRODUKSI DALAM
ETIL ALKOHOL IMPOR
NEGERI
Konsentrat bentuk
Tanpa golongan padat dan cair dengan Rp1.000,00 Rp1.000,00
kadar berapapun.

5/5