Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat allah SWT karena-Nya kami diberi kesehatan untuk
menyelesaikan tugas matakuliah Pengantar pendidikan yang berjudul “Industrialisasi,

penguasaan IPTEK, pendidikan dan kebudayaan “. Untuk memenuhi tugas.

Kami sadar tanpa dorongan semangat dan bantuan dari orang-orang di sekitarnya, kami
tidak akan bisa sampai menyelesaikan makalah ini, maka tak lupa pula ucapan terima kasih
kami kepada semua pihak yang telah membantu.

Penulis sadar makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Dengan itu penulis memohon
kritik dan sarannya demi memajukan atau perbaikan makalah yang selanjutnya dan yang akan
datang.

Jombang, 22 maret 2016

penyusun

1
Daftar isi
Kata pengantar .................................................................................................................... I
Daftar isi.............................................................................................................................. II
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang masalah................................................................................................. 3
1.2 Rumusan masalah ......................................................................................................... 3
1.3 Tujuan pembahasan ...................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Industrialisasi ................................................................................................................ 4
A.Pengertian Industrialisasi Pendidikan dan Dampaknya ............................................. 4

B.Dampak Industrialisasi Pendidikan ........................................................................... 5

2.2 Penguasaan IPTEK

A. Pengertian IPTEK .................................................................................................... 6

B. Pengertian Teknologi ............................................................................................... 6

C. Pengertian Informasi ................................................................................................ 6

D. Pengertian teknologi informasi ................................................................................ 7

E. Pemanfaatan perkembangan teknologi informasi ..................................................... 7

F. Dampak teknologi informasi .................................................................................... 7

G. Peran pemerintah terhadap kebebasan perkembangan IPTEK ................................ 8

2.3 Pendidikan dan kebudayaan

A. Arti kebudayaan ....................................................................................................... 9

B. Makna pendidikan .....................................................................................9

C. Pendidikan dalam lingkup kebudayaan .....................................................9

D. Pendidikan sebagai proses pembudayaan .................................................11

BAB III PENUTUP

Kesimpulan ...........................................................................................................14

Saran .....................................................................................................................14

Dartar pustaka.......................................................................................................15

2
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Manusia dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan,
sementara itu pendukung kebudayaan adalah makhluk manusia itu sendiri. Sekalipun
makhluk manusia akan mati, tetapi kebudayaan yang dimilikinya akan diwariskan
pada keturunannya, demikian seterusnya. Pewarisan kebudayaan makhluk manusia,
tidak selalu terjadi secara vertikal atau kepada anak-cucu mereka, melainkan dapat
pula secara horisontal yaitu manusia yang satu dapat belajar kebudayaan dari manusia
lainnya. Berbagai pengalaman makhluk manusia dalam rangka kebudayaannya,
diteruskan dan dikomunikasikan kepada generasi berikutnya oleh indiividu lain.
Berbagai gagasannya dapat dikomunikasikannya kepada orang lain karena ia mampu
mengembangkan gagasan-gagasannya itu dalam bentuk lambang-lambang vokal
berupa bahasa, baik lisan maupun tertulis, dan oleh karna itu perkembangan
industrilisasi, penguasaan IPTEK, pendidikan dan kebudayaan harus benar-benar
dipahami dan pelajari sebagai bekal untuk perkembangan zaman yang lebih modern.g
Kita tentu suudah sering mendengar kaata ilmu pengetahuan dan teknologi
atau yang sering disingkat dengan IPTEK. IPTEK merupakan makanan sehari hari
manusia sekarang ini. Telpon seeluler, kommputer, internet dll. Tanpa aadanya
IPTEK kehidupan manusia jadi terhambat. Atas dasar kemampuan kretifitas berfikir,
manuisia dapat mengembangkan IPTEK dari waktu kewaktu. Segala kemuahan mulai
dari transportasi, telekomunikasi sampai pendidikan tak luput dari peran IPTEK.
Namun dibalik itu semua manisia jai malas melakukan semua aktifitasnya oleh karna
semua kemudahan yang ada. Untuk itu sebagai mahasiswa kitta perlu mengetahui
lebih dalam tentang IPTEK agar kita bisa memanfaatkan untuk seluruh umat manusia.
Sejak dulu teknologi itu sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa devinisi industralisasi ?
2. Bagaimana dampak industralisasi bagi pendidikan ?
3. Apa devinisi dari teknologi dan IPTEK ?
4. Apakah informasi, teknologi informasi dan layanan informasi itu ?
5. Apa pengaruh yang ditimbulkan oleh teknologi informasi yang terlalu bebas dalam
masyarakat ?
6. Apakah kebebasan perkembangan IPTEK harus dibatasi oleh pemerintah dan masyarakat?
7. Apa makna pendidikan dalam lingkup kebudayaan dan fungsi pendidikan bagi kebudayaan ?

C.TUJUAN PEMBAHASAN
1. Untuk mengetahui apa arti industralisasi
2. Dapat mengetahui dampak negative dari perkembangan teknologi
3. Untuk mengetahui pengaruh-pengaruh IPTEK bagi Globalisasi
4. Untuk mengetahui bagaimana peran pemerintah dan tanggapan terhadap ilmu
pengetahuanteknologi informasi dan komunikasi.

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. INDUSTRALISASI

1. Pengertian Industrialisasi Pendidikan dan Dampaknya


Kata “pendidikan” telah demikian jauh dari makna awalnya untuk mencerdaskan
kehidupan manusia atau proses memanusiakan manusia yang diselenggarakan melalui proses
pendidikan. Pergeseran makna yang terjadi pada kata “pendidikan” ini melampaui bentuknya
yang verbal dengan berbagai cara dan didalamnya tercakup hal-hal lain dalam dunia lisan
bukan bahasa dan ini bisa menjadi semainon. Hal ini tak lain disebabkan oleh adanya faktor-
faktor yang terjadi dalam perkembangan pendidikan itu sendiri sehingga dapat merubah
makna pendidikan. Pendidikan yang terjadi sekarang ini tidak lebih dari pemenuhan atas
produk-produk kaum kapitalis dimana seseorang dipersiapkan demi memenuhi kepentingan
mereka para kaum kapitalis. Salah satu dari perubahan makna tersebut terjadi dengan adanya
komersialisasi pendidikan, pendidikan yang seharusnya menjadi cara atau proses
mencerdaskan atau memanusiakan manusia berubah menjadi pemenuhan kebutuhan
industrialisasi-industrialisasi yang tidak lain produk dari para kaum kapitalis.
Saat ini orang-orang lebih berfikir bagaimana caranya mengenyam pendidikan dengan
memilih apa yang sedang dibutuhkan dalam dunia industri sekarang. Contohnya saja realitas
ini terdapat pada banyak calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikannya ke
Universitas. Mereka berbondong-bondong akan memilih jurusan-jurusan tertentu yang
sedang dibutuhkan oleh dunia industrialisasi saat ini tanpa berfikir apa sebenarnya yang ingin
mereka pelajari dan dapatkan dari pendidikan tersebut. Ketergantungan-ketergantungan pada
situasi (depend on condition) ini membuat seseorang semakin jauh dari apa yang mereka
ingin dapatkan dan harapkan terhadap pendidikan itu sendiri. Ketergantungan ini membuat
mereka yang memiliki kemampuan lebih dalam di bidang akademik mau tak mau berubah
menjadi budak-budak dari kaum kapitalis demi memenuhi kebutuhan industialisasi yang ada,
dan hal ini semakin menguatkan bahwa pendidikan sekarang tak lebih dari budak kapitalisme
(education is slave of capitalism). Realitas seperti inilah yang terjadi sekarang di bangsa ini,
pendidikan budak dari kapitalisme (education is slave of capitalism) menjadikan hasil yang
didapatkan dari proses pendidikan pun tak lebih dari mereka-mereka yang memiliki moral
budak (slave morality) seperti apa yang sering di dengung-dengungkan oleh Nietzsche.

4
2. Dampak Industrialisasi Pendidikan
Adapun dampak negatif dari Industrialisasi Pendidikan yaitu :
a) Masyarakat memiliki kecenderungan agar dapat memiliki gelar pendidikan untuk bekerja
mencari uang
b) Tidak peduli bagaimana pola persaingan secara pendidikan, yang terpenting adalah
mendapatkan catatan hitam di atas putih instansi pendidikan yang nantinya akan berguna
untuk proses mendapatkan pekerjaan. Layaknya robot-robot yang diprogram untuk mengikuti
keinginan situasi, gejala kolektif ini tidak akan ada bedanya dengan pola kehidupan
sebelumnya secara nilai.
c) Maraknya Ijasah Palsu
d) Timbul pemikiran semua permasalahan pendidikan dapat diselesaikan dengan

5
B. PENGUASAAN IPTEK

1. PENGERTIAN IPTEK
Ilmu pengetahuan,teknologi dan masyarakat (STS) adalah studi tentang
bagaimana nilai-nilai sosial,politik,dan budaya mempengaruhi penelitian ilmiah dan
inovasi teknologi,dan bagaimana,pada gilirannya,mempengaruhi masyarakat,politik
dan budaya.
Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat
luar biasa bagi kemajuan peradaban manusia.Sistem erja robitis telah mangalih
fungsikan tenaga otot manusia dan percepatan yang menakjubkan.
Bagi masyarakat sekarang iptek sudah merupakan religion.sementara orang
bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan membebaskan mereka dari
kungkungan kefanaan dunia.
Dalam peradaban modern yang muda,terlalu sering manusia terhenyak oleh
disilusi dari dampak iptek terhadap kehidupan umat manusia.tentu saja iptek tidak
mengenal moral kemanusiaan oleh karena itu iptek tidak pernah bisa menjadi standar
kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah kemanusiaan.

2. PENGERTIAN TEKNOLOGI
Teknologi adakah pembuatan, modifikasi, penggunaan, dan pengetahuan
tantang alat-alat, mesin, teknik , kerajinan, sistem organisasi dalam rangka
memecahkan masalah, menangani masukan diterapkan / Output hubunganatau
melakukan fungsi tertentu. Hal ini juga dapat merujuk pada koleksi alat-alat seperti,
mesin, modifikasi, pengaturan dan prrosedur. Dari segi bahasa teknologi berasal dari
kata Yunani(technologia). Daro(techne), yang berasal dari ’’seni, keterampilan, dan
kerajinan”. Istilah ini dapat diterapkan umum atau daerah tertentu : contoh teermasuk
teknologi konstruksi, teknologi medis dan informasi.

3.PENGERTIAN INFORMASI
Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari
order sekuens dari symbol, atau makna yang dittafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan.
Informasi acara yang mempengaruhi suatu Negara lain dari sistem dimensi. Namun
demikian, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum
berhubungan erat dengan konsep seperti aarrti, pengetahuan negetropy, reprensi, dan
ransangan mental.
Penelitian ini memfokuskan pada definisi informasi sebagai pengetahuan yang
didapatkan dari pembelajaran pengalaman dan aliranya. Banyak orang mengunakan istilah
“era informasi”,”masyarakat informasi”, namun kata informasi sering dipakai tanpa
pertimbangan yang cepat mengenai berbagai arti yang dimilikinya

.
6
4. PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI
Dari pengertian kedua kata tersebut, pengertia dasar teknologi informasi
adalah menyusun data yang telah di olah untuk mengambil suatu keputusan oleh
penerima informasi tersebut.secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil
rekayasa manusia dalam proses,sehingga pengiriman informasi tersebut akan lebih
cepat lebih luas sebarannya dan lebih lama penyimpanannya.tetapi bahasa yang di
sampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja.
Untuk jarak tertentu masih terdengar informasi yang di sampaikan lewat
bahasa suara akan tergradasi bahkan hilang sama sekali,setelah itu juga ada informasi
dalam bentuk gambar yang ada akan bertahan lebih lama.
Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa di buat dengan kombinasi alphabet atau
dengan penulisan angka,seperti MCMXLIII dig anti dengan 1943.teknologi dengan
alphabet lebih memudahkan dalam penulisan informasi.
Kemudian teknologi percetakan memungkungkinkan pengiriman informasi
lebih cepat lagi,seperti teknologi radio,TV,computer mengakibatkan informasi lebih
cepat tersebar di area yang lebih luas dan lama tersimpan.pada jaman modern yang
semakin maju ini computer telah mengalami evolusi sehingga sudah mencapai
genersai kelima yang telah melahirkan generasi baru,yaitu terjadinya penggabungan
antara teknologi computer dan komunikasi sehingga penyampaian lebih mudah dan
cepat.

5. PEMANFAATAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI


Pengembanggan IPTEK akibat arus gloalisasi diangab sebagai solusi dari
permasalahan yang ada. Dalam bidang komunikasi dan komunikasi ini dapat dirasakan
dampak positif dan negatifnya. Pemanfaatan teknologi informasi pun dimulai pada saat
teknologi informasi dianggap sebagai media yang dapat meenghemat biaya dibandingkan
dengan metode konvesial misalnya pemakaian mesin listrik dan sebagainya.
Dari manfaat yang didapatkan , teknologi informasi mulai digunakan dan diterapkan
untuk membantu oprasional dalam proses bisnis. Misalnya perusahaan dalam memberikan
pelayanan kepada pelanggan dengan menyediakan informasi jjasa dan produk yang
ditawarkantanpa dibatasi watu dan ruang. Teknologi informasi dapat dimanfaantan pada
berbagai bidang kehidupan antara lain dalam bidang pendidikan, bisnis, pemerintahan, dan
sosial.

6. DAMPAK TEKNOLOGO INFORMASI


Dari beberapa bahasan diatas mengenai teknologi informasi maka dapat kita
dapat memanfaatkan teknologi tersebut maka kita akan memperoleh kemudahan
dalam menjalankan kehidupan sehari hari. Sebagai bukti nyata sekarang Negara yang
dipusingkan oleh kejaahatan melalui internet yang dikenal dengan istilah “cyber
crime”, Cyber crime merupakan fenomena sossial yang membuka cakrawala
keilmuan dalam dunia hukum.
Masyarakat kita khusunya anaak muda banyak yang lupa akan identitas diri
sebagai bangsa Indonesia, karna gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang
oleh masyaarakat dunia munculnya sikap individulisme yang dianggab sebagai kiblat
menimbulkan ketidak pedulian antar prilaku sesame warga.

7
A. KETERGANTUNGAN
Media computer memiliki kualitas atraksi yang dapat merespon segala
stimulus yang diberikan oleh penggunaanya. Terlalu atraktifnya, membuat
penggunaanya seakan akan menemukan dunianya sendiri yang membuatnya.
Terasa nyaman dan tidak mau melepaskannya. Kita bisa mengggunakan computer
sebagai pelepas stes dengan bermain games yang ada.

B. KEKEJAMAN DAN KESADISAN


Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan pada computer. Karena
segi isi pada duniaa internet tidak terbatas, maka pemilik situs mengggunakan
berbagai macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan
menampilkan hal hal yang menunjukan kekejaman dan kesadisan. Study
exsperimental menunjukan bahwa ada korelasi positif antara bermain permainan
computer yang banyak memuat unsure kekerasan dan kekejaman.
Bahkan ada sebuah penelitian yang menunjukan bahwa games yang
dimainkan dikomputer memiliki sifat menghancurkan yang lebih besar dibandingkan
kekerasan yang ada diTV ataupun kekerasn dalam kehidupan nyata sekalipun, hal nini
terjadi terutama pada anak-anak.

C. PORNOGRAFI
Angapan yang menyatakan bahwa internet identik denggan pornoggrafi,
memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang memiliki
nternet. Di internet terdapat terdapat gambar gambar pornografi yang bisa
mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak criminal. Mereka
berusaha untuk membuat situs yang kemungkinan besar memiliki keterkaiatan dengan
anak anak dan sering mereka jelajahi.

7. PERAN PEMERINTAH TERHADAP KEBEBASAN PERKEMBANGAN IPTEK


Kita tentu sudah sering mendengar kata ilmu pengetahuan dan teknologi atau yang
yang sering disingkat dengan IPTEK. IPTEK merupakan makanan sehari hari manusia
sekarang ini. Hp, computer, internet dll. Tanpa adanya IPTEK kehidupan sosial manusia
menjadi terhambat. Segala kemudahan mlai dari transportasi, teknologi sampai
pendidikan tak luput dari peran IPTEK. Naamun dibalik iyu semua manusia menjjadi
malas.
Sesunggguhnyya sangat disayangkan sekali dimana sebagai orang sudah
mendapatkan kebutuhan dengan cepat sementara yang lainnya harus mendapatkann
kebutuhanya denggan cepat sementara yang lainya harus berusaha payah untuk
mendapatkanya. Menentukan keberhasilan membangun masyarakat maju dan mandiri,
mempercepat peningkatan kecerdasan dan kemampuan bangsa, dan untuk mempercepat
proses pembaruannya.

8
C. Pendidikan dan Kebudayaan

1. ARTI KEBUDAYAAN
Selo Soemardjan dan Soelaman Soemardi (1964: 113) menjelaskan bahwa
kebudayaaan adalah semua hasil karya. rasa, dan cipta masyarakat. Karya masyarakat
menghasilkan tekhnologi dan kebudayaan kebendaan (material culture) yang diperlukan oleh
manusia untuk menguasai alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan
untuk keperluan masyarakat.
Rasa yang meliputi jiwa manusia, mewujudkan segala kaidah-kaidah dan nilai-nilai
social yang perlu untuk mengatur masalah-masalah kemasyarakatan yang luas. Agama,
ideology, kebatinan dan kesenian yang merupakan hasil ekspresi jiwa manusia yang hidup
sebagai anggota masyarakat termasuk di dalamnya. Cipta merupakan kemampuan mental,
kemampuan berfikir orang-orang yang hidup bermasyarakat yang antara lain menghasilkan
filsafat serta ilmu pengetahuan. Rasa dan cinta dinamakan pula kebudayaan rohaniah
(spiritual atau immaterial culture). Semua karya, rasa, dan cipta, dikuasai oleh karsa orang-
orang yang menentukan kegunaannya agar sesuai dengan kepentingan sebagian besar atau
seluruh masyarakat, sedangkan karsa yaitu mengasilkan kaidah kepercayaan, kesusilaan,
kesopanan dan hukum (Soerjono Soekanto, 1993: 189-90).2

2. MAKNA PENDIDIKAN
Pendidikan artinya proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok
orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses
perbuatan, cara mendidik.
Merunut pengertian tersebut, pendidikan dimaknai sebagai upaya yang dilakukan untuk
mencapai tujuan melalui proses pelatihan dan cara mendidik.
Definisi di atas, menunjukkan bahwa pendidikan merupakan usaha sistematis yang bertujuan
agar setiap manusia mencapai satu tahapan tertentu di dalam kehidupannya, yaitu tercapainya
kebahagian lahir dan batin.

3. PENDIDIKAN DALAM LINGKUP KEBUDAYAAN


Pada dasarnya pendidikan tidak akan pernah bisa dilepaskan dari ruang lingkup
kebudayaan. Kebudayaan merupakan hasil perolehan manusia selama menjalin interaksi
kehidupan baik dengan lingkungan fisik maupun non fisik. Hasil perolehan tersebut berguna
untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Proses hubungan antar manusia dengan
lingkungan luarnya telah mengkisahkan suatu rangkaian pembelajaran secara alamiah. Pada
akhirnya proses tersebut mampu melahirkan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya
manusia. Disini kebudayaan dapat disimpulkan sebagai hasil pembelajaran manusia dengan
alam. Alam telah mendidik manusia melalui situasi tertentu yang memicu akal budi manusia
untuk mengelola keadaan menjadi sesuatu yang berguna bagi kehidupannya.
Antara pendidikan dan kebudayaan terdapat hubungan yang sangat erat dalam arti
keduanya berkenaan dengan suatu hal yang sama yakni nilai-nilai. Dalam konteks
kebudayaan justru pendidikan memainkan peranan sebagai agen pengajaran nilai-nilai
budaya. Karena pada dasarnya pendidikan yang berlangsung adalah suatu proses
pembentukan kualitas manusia sesuai dengan kodrat budaya yang dimiliki.
Oleh karena itu kebudayaan diturunkan kepada generasi penerusnya lewat proses
belajar tentang tata cara bertingkah laku. Sehingga secara wujudnya, substansi kebudayaan
itu telah mendarah daging dalam kepribadian anggota-anggotanya. Uraian tentang pendidikan
dan kebudayaan akan diterangkan dalam urutan pembahasan dibawah ini.

9
a. Kepribadian dalam Proses Kebudayaan
Fungsi pendidikan dalam konteks kebudayaan dapat dilihat dalam perkembangan
kepribadian manusia. Tanpa kepribadian manusia tidak ada kebudayaan, meskipun
kebudayaan bukanlah sekadar jumlah kepribadian-kepribadian. Para pakar antropologi,
menunjuk kepada peranan individu bukan hanya sebagai bidak-bidak di dalam papan catur
kebudayaan. Individu adalah creator dan sekaligus manipulator kebudayaannya. Di dalam hal
ini studi kebudayaan mengemukakan pengertian “sebab-akibat sirkuler” yang berarti bahwa
antara kepribadian dan kebudayaan terdapat suatu interaksi yang saling menguntungkan

. Di dalam perkembangan kepribadian diperlukan kebudayaan dan seterusnya


kebudayaan akan dapat berkembang melalui kepribadian–kepribadian tersebut. Kebudayaan
sebenarnya adalah istilah sosiologis untuk tingkah-laku yang bisa dipelajari. Dengan
demikian tingkah laku manusia bukanlah diturunkan seperti tingkah-laku binatang tetapi yang
harus dipelajari kembali berulang-ulang dari orang dewasa dalam suatu generasi. Di sini kita
lihat betapa pentingnya peranan pendidikan dalam pembentukan kepribadian manusia.

b. Penerusan Kebudayaan
Satu proses yang dikenal luas tentang kebudayaan adalah transmisi kebudayaan.
Proses tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan itu ditransmisikan dari satu generasi kepada
generasi berikutnya. Bahkan banyak ahli pendidikan yang merumuskan proses pendidikan
tidak lebih dari proses transmisi kebudayaan. Mengenai masalah ini marilah kita cermati
lebih jauh oleh karena seperti yang telah dijelaskan, kepribadian bukanlah semata-mata hasil
tempaan dari kebudayaan. Manusia atau pribadi adalah aktor dan sekaligus manipulator
kebudayaannya. Dengan demikian, kebudayaan bukanlah sesuatu entity yang statis tetapi
sesuatu yang terus-menerus berubah. Untuk membuktikan hal tersebut marilah kita lihat
variabel-variabel transmisi kebudayaan yang dikemukakan oleh Fortes dalam
Koentjoroningrat (1991). Di dalam transmisi tersebut kita lihat tiga unsur utama yaitu, (1)
unsur-unsur yang ditransmisi, (2) proses transmisi, dan (3) cara transmisi. Unsur-unsur
kebudayaan manakah yang ditransmisi? Pertama-tama tentunya unsur-unsur tesebut ialah
nilai-nilai budaya, adat-istiadat masyarakat, pandangan mengenai hidup serta berbagai
konsep hidup lainnya yang ada di dalam masyarakat.
Nilai-nilai yang dimiliki oleh seseorang harus mendapatkan pengakuan lingkungan
sekitarnya. Artinya perilaku-perilaku tersebut harus mendapatkan pengakuan sosial yang
berarti bahwa perilaku-perilaku yang dimiliki tersebut adalah yang sesuai atau yang seimbang
dengan nilai-nilai yang ada di dalam lingkungannya.
Rangkaian transmisi berangkat dari imitasi, identifikasi, dan sosialisasi, berkaitan dengan
bagaimana cara. Pada saatnya proses transmisi kebudayaan di dalam masyarakat modern
akan menghadapi tantangan-tantangan yang berat. Di sinilah letak peranan pendidikan untuk
mengembangkan kepribadian yang kreatif dan dapat memilih nilai-nilai dari berbagai
lingkungan. Dalam hal ini kita berbicara mengenai keberadaan kebudayaan dunia yang
meminta suatu proses pendidikan yang lain yaitu kepribadian yang kokoh yang tetap berakar
kepada budaya lokal. Hanya dengan kesadaran terhadap nilai-nilai budaya lokal akan dapat
memberikan sumbangan bagi terwujudnya nilai-nilai global.

10
c. Transmisi Kebudayaan
Kebudayaan ditaransmisikan dari satu generasi ke generasi yang berikutnya. Manusia atau
pribadi adalah actor dan sekaligus manipulator kebudayaannya. Dengan demikian
kebudayaan bukanlah sesuatu “entity” yang statis tetapi sesuatu yang terus-menerus berubah.
Variabel-variabel transmisi kebudayaan yang dikemukakan oleh Fortes terdapat 3 unsur
utama, yaitu:
1. Unsur-unsur yang ditransmisi.
2. Proses transmisi.
3. Cara transmisi.
Unsur-unsur kebudayaan yang ditransmisi, yaitu:
1. Nilai-nilai budaya, adat istiadat masyarakat, pandangan mengenai hidup serta
berbagai konsep hidup lainnya yang ada di dalam masyarakat.
2. Kebiasaan sosial yang digunakan dalam interaksi atau pergaulan para anggota di
dalammasyarakat tersebut. Berbagai sikap serta peranan yang diperlukan dalam dunia
pergaulan.
3. Proses transmisi meliputi proses-proses imitasi, identifikasi, dan sosialisasi. Imitasi
adalah meniru tingkah laku dari sekitar. Manusia adalah actor dan manipulator dalam
kebudayaannya. Cara mentransmisikannya yaitu dengan 2 bentuk yaitu:
a. Peran-serta
Cara transmisi dengan peran serta antara lain dengan perbandingan. Demikian pula
peran serta dapat berwujud ikut serta dalam kehidupan sehari-hari di dalam lingkungan
masyarakat.
b. Bimbingan
Bentuk bimbingan dapat berupa instruksi, persuasi, rangsangan dan hukuman.Dalam
pelaksanaan bimbingan tersebut melalui pranata-pranata tradisional seperti inisiasi, upacara-
upacara yang berkaitan dengan tingkat umur, sekolah agama, dan sekolah formal yang
sekuler.

4. PENDIDIKAN SEBAGAI PROSES PEMBUDAYAAN

Seperti yang telah kita bicarakan mengenai transmisi kebudayaan, nilai-nilai


kebudayaan bukanlah hanya sekadar dipindahkan dari satu bejana ke bejana berikut yaitu
kepada generasi mudanya, tetapi dalam proses interaksi antara pribadi dengan kebudayaan
betapa pribadi merupakan agen yang kreatif dan bukan pasif. Di dalam proses pembudayaan
terdapat pengertian seperti inovasi dan penemuan, difusi kebudayaan, akulturasi, asimilasi,
inovasi, fokus, krisis, dan prediksi masa depan serta banyak lagi terminologi lainnya.
Beberapa proses tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

11
a. Penemuan atau Invensi
Dua konsep tersebut merupakan proses terpenting dalam pertumbuhan dan
kebudayaan. Hal itu mengingat tanpa penemuan-penemuan yang baru dan tanpa invensi suatu
budaya akan mati. Biasanya pengertian kedua terminologi ini dibedakan. Suatu penemuan
berarti menemukan sesuatu yang sebelumnya belum dikenal tetapi telah tersedia di alam
sekitar atau di alam semesta ini. Misalnya di dalam sejarah perkembangan umat manusia
terjadi penemuan-penemuan dunia baru sehingga pemukiman manusia menjadi lebih luas dan
berarti pula semakin luasnya penyebaran kebudayaan. Selain itu, di dalam penemuan dunia
baru akan terjadi difusi atau proses lainnya mengenai pertemuan kebudayaan-kebudayaan
tersebut.
Istilah invensi lebih terkenal di dalam bidang ilmu pengetahuan.
. Dengan demikian, penemuan-penemuan dan invensi baru tidak lagi merupakan monopoli
dari suatu bangsa atau suatu kebudayaan tetapi lebih menjadi milik dunia. Kebudayan dunia
yang akan muncul pada milenium ketiga dengan demikian perlu diarahkan dengan nilai-nilai
moral yang telah terpelihara di dalam kebudayaan umat manusia karena kalau tidak dapat
saja manusia itu menuju kepada kehancurannya sendiri dengan alat-alat pemusnah massal
yang diciptakannya.

b. Difusi
Difusi kebudayaan berarti pembauran dan atau penyebaran budaya-budaya tertentu
antara masyarakat yang lebih maju kepada masyarakat yang lebih tradisional. Pada dasarnya
setiap masyarakat setiap jaman selalu mengalami difusi. Hanya saja proses difusi pada jaman
yang lalu lebih bersifat perlahan-lahan. Namun hal itu berbeda dengan sekarang dimana abad
komunikasi mampu menyajikan beragam informasi yang serba cepat dan intens, maka difusi
kebudayaan akan berjalan dengan sangat cepat.

Bagaimanapun juga didalam masyarakat sederhana sekalipun proses difusi kebudayaan


dari barat tetap menyebar. Hal itu dapat dibuktikan melalui pengamatan Margaret Mead
dalam Tilaar (1999) yang meneliti masyarakat di kepulauan pasifik. Beberapa waktu setelah
pengamatan Mead terhadap masyarakat tersebut telah terjadi perubahan masyarakat yang
cukup berarti. Apa yang ditemukan oleh Margaret Mead dari suatu masyarakat yang tertutup
dan statis ketika beliau kembali telah menemukan suatu masyarakat yang terbuka yang telah
mengadopsi usnur-unsur budaya Barat.

Lihat saja misalnya apa yang terjadi di negara kita, bagaimana pengaruh Kebangkitan
Nasional terhadap kehidupan suku-suku bangsa kita. Sumpah Pemuda pada tahun 1928 telah
melahirkan bahasa Indonesia sebagai bahasa kesatuan dan/atau bahasa nasional yang
notabene berasal dari bahasa Melayu, dari puak Melayu yang hidup di pesisir Sumatera.
Pengaruh bahasa Indonesia terhadap kebudayaan di Nusantara sangat besar sampai-sampai
banyak anak-anak sekarang terutama di kota-kota besar yang tidak lagi mengenal bahasa
lokalnya atau bahasa ibu. Kita memerlukan suatu kebijakan pendidikan untuk memelihara
bahasa ibu dari anak-anak kita.

c. Inovasi
Inovasi mengandalkan adanya pribadi yang kreatif. Dalam setiap kebudayaan terdapat
pribadi-pribadi yang inovatif. Dalam masyarakat yang sederhana yang relatif masih tertutup
dari pengaruh kebudayaan luar, inovasi berjalan dengan lambat. Dalam masyarakat yang
terbuka kemungkinan untuk inovasi menjadi terbuka karena didorong oleh kondisi budaya
yang memungkinkan. Oleh sebab itu, di dalam masyarakat modern pribadi yang inovatif

12
merupakan syarat mutlak bagi perkembangan kebudayaan. Inovasi merupakan dasar dari
lahirnya suatu masyarakat dan budaya modern di dalam dunia yang terbuka dewasa ini.
Inovasi kebudayaan di dalam bidang teknologi dewasa ini begitu cepat dan begitu
tersebar luas sehingga merupakan motor dari lahirnya suatu masyarakat dunia yang bersatu.
Di dalam kebudayaan modern pada abad teknologi dan informasi dalam millennium ketiga,
kemampuan untuk inovasi merupakan cirri dari manusia yang dapat survive dan dapat
bersaing. Persaingan di dalam dunia modern telah merupakan suatu tuntutan oleh karena kita
tidak mengenal lagi batas-batas negara. Perdagangan bebas, dunia yang terbuka tanpa-batas,
teknologi komunikasi yang menyatukan, kehidupan cyber yang menisbikan waktu dan ruang,
menuntut manusia-manusia inovatif. Dengan sendirinya wajah kebudayaan dunia masa depan
akan lain sifatnya.

d. Visi Masa Depan


Suatu hal yang baru dalam proses pembudayaan dewasa ini ialah peranan visi masa
depan. Terutama dalam dunia global tanpa-batas dewasa ini diperlukan suatu visi ke arah
mana masyarakat dan bangsa kita akan menuju. Tanpa visi yang jelas yaitu visi yang
berdasarkan nilai-nilai yang hidup di dalam kebudayaan bangsa (Indonesia), akan sulit untuk
menentukan arah perkembangan masyarakat dan bangsa kita ke masa depan, atau pilihan lain
ialah tinggal mengadopsi saja apa yang disebut budaya global. Mengadopsi budaya global
tanpa dasar kehilangan identitasnya. Di sinilah letak peranan pendidikan nasional untuk
meletakkan dasar-dasar yang kuat dari nilai-nilai budaya yang hidup di dalam masyarakat
Indonesia yang akan dijadikan pondasi untuk membentuk budaya masa depan yang lebih
jelas dan terarah.

e. Fungsi pendidikan bagi kebudayaan


Ketika kita mengagumi karya agung kemanusiaan Candi Borobudur dan Prambanan,
tersirat pemikiran bahwa di belakang karya ini tentu ada pendidikan, pengajaran dan
pelatihan yang telah tersistem dengan baik. Namun data tentang sistem pendidikan saat itu
belum ditemukan orang selain prasasti dan buah hasil pemahatan. Pendidikan pelatihan
tenaga pematung pasti diikuti disiplin tertentu hingga dapat membuat batu tersusun rapi
geometris. Patung-patung dari ujung atas hingga bawah di Borobudur seragam bentuk dan
tekniknya, padahal masa pembuatannya memakan waktu 3 generasi dan tetap tidak ada
deviasi interpretasi seni pemahatan.
Teknologi pembuatan candi kala itu pasti merupakan teknologi garda depan di dunia.
Bahkan hingga saat inipun orang masih menobatkan sebagai keajaiban di dunia. Andai candi-
candi dibangun pada era sekarangpun tidak mudah direalisasikan dan dengan biaya sangat
besar. Pantaslah Bung Karno selalu mengagung-agungkan betapa perkasanya bangsa di
Nusantara kala itu.

13
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari uraian makalah di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu:
1. Komersialisasi dan industrialisasi pendidikan membuat manusia tak berfikir jauh lagi
mengenai apa makna yang sebenarnya dari pendidikan dan hanya membuat
pergesaran makna dari kata pendidikan.
2. Dampak dari industrialisasi dan komersialisasi pendidikan amat parah. Biaya
pendidikan akan mahal, hanya orang-orang berduit yang menikmati pendidikan
dengan fasilitas mewah. Sistem pendidikan menjadi pragmatis, bersifat sangat
mekanistik dan transaksionalisme kegiatan pendidikan bisa jadi akan tumbuh subur.
3. IPTEK merupakan makanan sehari hari manusia pada saat ini. Kemajuan teknologi
adalah suatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan ilmu
pengetahuan. Inovasii diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan
manusia.
4. Pendidikan hadir dalam bentuk sosialisasi kebudayaan, berinteraksi dengan nilai-nilai
masyarakat setempat dan memelihara hubungan timbal balik yang menentukan
proses-proses perubahan tatanan sosio-kultur masyarakat dalam rangka
mengembangkan kemajuan peradabannya.
5. Pendidikan menjadi instrumen kekuatan social masyarakat untuk mengembangkan
suatu sistem pembinaan anggota masyarakat dalan kebudayaan yang relevan dengan
tuntutan perubahan zaman.

B. SARAN
Adapun saran kita sebagai penyusun makalah ini yaitu:
1. Sebagai mahasiswa kita harus dapat mengetahui dan memahami dan tanggap akan
masalah Industrialisasi Pendidikan.
2. kita kembangkan pendidikan kita yang sesuai dengan kebudayaan bangsa untuk
meraih kebudayaan dan peradaban yang cemerlang.
3. Kita sebagai generasi bangsa Indonesia yang kaya akan budaya, sepatutnya kita
mempertahankan budaya lama yang baik sebagai warisan kebudayaan luhur menjadi
karakteristik bangsa kita.

14
DAFTAR PUSTAKA

Atlan, Wawasan Keunggulan Sebagai Salah Satu Model Pelaksanaan Pengembangan


Sekolah Seutuhnya. Surabaya: Nara Qualita, 1997.
Bafadal, Ibrahim. Strategi Membangun Sekolah Unggulan di Era OTODA, Makalah
SOB, Pebruari 2002.
Fattah, Nanang. Konsep Manajemen Berbasis Sekolah dan Dewan Sekolah. Bandung:
Bani Quraisy, 2004.
Fakih, Mansour. Pendidikan Popular: Membangun Kesadaran Kritis. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2001.
Haryana, Kir. Konsep Sekolah Bertaraf Internasional Pada Jenjang Pendidikan SMP,
Artikel dalam Pelangi Pendidikan edisi III/Juli, 2007.
Indar, Djumberansyah. Filsafat Pendidikan. Surabaya: Karya Abditama. 1994.
Http://www.schoolparents.canberra.net.au/effective_schools (Oktober,2007).
h t t p : / / w e b 2 . l e m o yn e . e d u / c o u r s e i n f o r m a t i o n / R i d z i / A r c h i v e / F a l l % 2 0 2 0 0 7
/ S o c % 2 0 2 4 0 % 2 0 S o c i a l % 2 0 W e l f a r e / B a c k u p % 2 0 f o r % 2 0 L i b r a r y% 2 0 R e s e r
ve%20Readings/Bovens%20and%20Zouridis.pdf

http://eprints.lse.ac.uk/20298/1/How_to_Compete_The_Impact_of_Wor
k p l a c e _ P r a c t i c e s _ a n d _ I n f o r m a t i o n _ T e c h n o l o g y_ o n _ P r o d u c t i v i t y. p d f

http://www.unrisd.org/unrisd/website/document.nsf/70870613ae331623
80256b5a004d932e/
Prof. H.A.R. Tilaar .2000. ”Pendidikan, Kebudayaan dan Masyarakat Madani Indonesia”,
Jakarta: PT. Rosda Karya
S. Nasution. 2001. “Sejarah Pendidikan Indonesia” Jakarta: Bumi Aksara
Poerwanto. 2000. “Periodesasi Kebudayaan dan Peradaban Umat Manusia” Jakarta: Graha
Ilmu.
http://tamansiswa.org/magazine/pijar/menelusuri--sejarah--pendidikan-di-indonesia.html
http://istpi.wordpress.com/2008/06/01/paradigma-pendidikan-masa-depan/
http://www.untag-sby.ac.id/index.php?mod=berita&id=38
http://www.docstoc.com/docs/22044099/Bab-VIII-PENDIDIKAN-DAN-PERUBAHAN-
SOSIAL-BUDAYA/
http://giuslay.wordpress.com/2009/01/30/sejarah-pendidikan-dari-yunani-kuno-sd-4-abad-
pertama-kekristenan/

15
16