Anda di halaman 1dari 94

EDISI 03/TAHUN VII/2019 M A G A Z I N E

S A F E T Y, HE A L T H & E N V I R O N M EN T

PENYAKIT
AKIBAT KERJA
SIAPA PEDULI?
INCREDIBLE
WASKITA
Daftar proyek
penerima penghargaan
zero accident, hal. 40

K3
Paksonologi Budaya K3,
hal. 66

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 1


Tim Indonesia

SOLUSI DIGITAL PERLINDUNGAN PEKERJA

PENDAFTARAN
PU-BPU-PMI
LIHAT SALDO JHT
KARTU DIGITAL PU-BPU-PMI

LAPOR!
KECELAKAAN e-KLAIM JHT
KERJA & ANTRIAN ONLINE

2 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


Mu l a i T ah u n 2 0 1 9 Us i a J a mi n a n P e n si u n Me n j ad i 5 7 Ta h u n
EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 3
DARI REDAKSI

KARUT MARUT
safetyPAK
DARI REDAKSI

SA F ETY, H EA LTH & E N V I R O N M E N T


world
world Safety Organization (WS0) negara berkembang lainnya di dunia.

S
CORPORATE DIRECTOR Awards, sebagaimana lazimnya award, adalah
ituasi penyakit akibat kerja Indonesia yang sudah
Kesadaran tidak saja menjadi bagian datang
kita harapkan
DR Syahfirin Abdullah sebuah ajang penghargaan yang diberikan oleh dari anggota peserta WSO sejak 2008, mulai
sebuah lembaga (occupational atau organisasi disease) di Indonesia
terhadap dari pemangku
mereka diperhitungkan. Pada kebijakan.
2017, setelah Tapi 9yang paling
tahun
yang dianggap tak ubahnyatelah berkontribusi embusan dan berdikasi
angin. Ada dan menjadi penting,
anggota dari para
WSO, dua pelaku industri
perwakilan itu sendiri.
Indonesia
MANAGING DIRECTOR akan bidang tertentu. Dalam konteks WSO meraih penghargaan bidang safety paling
Soehatman
Syafrijal Fajri Ramli
Lubis terasa, tetapiyang
Awards, penghargaan tidakdiberikan
terlihat. Penyakit
pastinya Banyak perusahaan yang hingga kini enggan
bergengsi di dunia tersebut. Kala itu PT Pertamina
yang disebabkan oleh pekerjaan dan/atau
terkait bidang safety. melaporkan,
(Persero) Refinery Unit meski(RU)diagnosa
VI Balongan PAK sudah
meraih
CHIEF EDITOR penghargaan untuk kategori WSO Concerned
lingkungan kerja ini
Sesungguhnya, ajang penghargaan di
ada dan terasa menari-nari ditegakkan. Perusahaan
Company/Corporation Award dan Dr Waluyo
lebih memilih reputasi,
Hasanuddin Amir di sekitarsafety
bidang kehidupan merupakan kita. Tetapi sebuahwujudnya Martoketimbang
terlihat
kegiatan Wiyoto untuk kesehatan
kategoriparaWSOpekerjanya.
Concerned Padahal,
yang lumrah dan banyak dilakukan di seluruh Citizen Award.
samar-samar. Bahkan sama sekali tidak tampak. tanpa pekerja yang sehat, produktivitas tidak
SENIOR EDITOR dunia. Di Indonesia, misalnya, Kementerian
Soehatman Ramli Berbeda dengan
Ketenagakerjaan (Kemnaker) kecelakaan kerja, yang
RI sudah lama mungkin
Kini, tercapai
dalam ajang WSO secara
Awards optimal.
tahun 2018,
menghelat
datanya K3 Awards,
setiap tahunsebuah ajang penghargaan
dirilis Kementerian ada tiga Pembaca
perwakilanISafety Indonesia
yangyang meraih
kami muliakan, soal
tertinggi di Indonesia di bidang K3 (Keselamatan penghargaan dari WSO. Yaitu PT Pertamina
CHIEF DIGITAL OFFICER Ketenagakerjaan
dan Kesehatan Kerja). setelahAda banyak merujuk data dari
pemenang K3BPJS PAKRUsengaja
(Persero) III Plajukami
dan PT angkat sebagai
Pertamina tema sentral
(Persero)
Rachmat Handi Nugraha Awards dalam banyak
Ketenagakerjaan. kategori pentingkah
Seberapa yang diumumkandata? ExplorationLaporan andUtama
Production (PEP) untuk
mengingat masih kategori
karut-marutnya
Kemnaker dalam ajang K3 Awards yang digelar Concerned Company/Corporation Award dan
Tentu saja,tahun.
rutin setiap data menjadi amat penting bagi upaya- persoalan
Politeknik PAK diNegeri
Perkapalan Indonesia.
SurabayaKehadiran
(PPNS) Perpres
EXPERTS upaya perbaikan dan pembenahan supaya tidakuntukNo 07/2019
kategori WSOdiharapkan menjadi angin segar
Educational Awards.
Dr. Ir Patuan Alfon S MM, MKKK WSO Awards menjadi istimewa lantaran
Prof Dra Fatma Lestari, Msi, PhD ada lagi
penghargaan pekerja di yang
bidang menderita
safety ini sakit akibat
diberikan oleh kerja. untuk
Atas menata
raihan ini, data
kita patut PAK yang
bangga selama
sebab ini tidak
dunia
DARI REDAKSI
Dr Udi Syahnudi Hamzah, Msc sebuah
Efek lembaga
domino akan safetypanjang. dunia yang merupakan safetyjelas. Di luar itu,
di Indonesia terpenting,
mulai mendapat adalah menegakkan
perhatian
Ir Ismet Somad, Eng, MSc,
Masdjuli, MK3
sebuah organisasi resmi yang terdaftar sebagai
Kehadiran
Perserikatan Bangsa Perpres Bangsa No 07 tahun
(PBB). 2019tak
Maka, world safety
tentangdari lembaga safety dunia (WSO). Apalagi,
diagnosa PAK yang tidak mudah dan tidak bisa
pakar keselamatan Indonesia Soehatman Ramli
world Safety Organization (WS0) Penyakit
berlebihan Akibat
apabila
negara berkembang Kerja
lainnya di dunia.(PAK)
WSO Awards yang diundangkan
disebut sebagai dilakukan
pun didapuk dengansalah
menjadi cepat.satu direktur di
Agung Kuswardono, S.T, M.K.K.K ajang penghargaan bidangmenjadi safety
bagian paling bergengsi kepengurusan pusat WSO pada
PAK,tahun
pada2018edisiini.
CORPORATE DIRECTOR
DR Syahfirin Abdullah
Awards, sebagaimana lazimnya award, adalah
di Jakarta
di dunia.
29 Januari
Indonesia yang sudah
2019, diharapkan bisa Di samping soal kali ini juga
Dr. M. Arief Novianto, MKK,SpOK sebuah ajang penghargaan yang diberikan oleh dari anggota peserta WSO sejak
sebuah lembaga atau organisasi terhadap mereka diperhitungkan. Pada 2017, setelah 9 tahun
2008, mulai
Hanya ada 17 orang yang duduk di jajaran direksi
MANAGING DIRECTOR memperbarui
yang dianggap telah berkontribusi dan berdikasi
akan bidang tertentu. Dalam konteks WSO
menjadi anggota WSO,sistem
dua data
perwakilan
meraih penghargaan bidang safety paling
penyakit
Indonesia akibat kerja (Board kami
of mengapresiasi
Director) WSO, danapa yang
salah dilakukan
seorang di PT
Awards, penghargaan yang diberikan pastinya Pertama kali digelar
Kala itu PT tahun
Pertamina 1986 dan rutin antaranya adalah putra Indonesia,
Tbk.Soehatman
Syafrijal Fajri Lubis
GRAPHIC DESIGNER terkait bidang safety. secara nasional
bergengsi di dunia
(Persero) yang
tersebut.
Refinery Unit (RU) selama
VI Balongan meraih ini karut-marut. Waskita Karya (Persero) BUMN Karya bidang
diselenggarakan setiap WSOtahun,
Concerned hingga sekarang Ramli.
Ade Mulyono Hidayat
CHIEF EDITOR penghargaan untuk kategori
Tiara
Hasanuddin Laraswati
Amir
Sesungguhnya, ajang penghargaan di
bidang safety merupakan sebuah kegiatan
Pasal 5 Perpres
ini diCompany/Corporation
tahun 2018.AwardNo 07/2019
dan Dr Waluyo mengatur soal
Mulanya
Marto Wiyoto untuk kategori WSO Concerned
penghargaan hanya konstruksi itu mampu bangkit dengan cepat,
SENIOR EDITOR
yang lumrah dan banyak dilakukan di seluruh
dunia. Di Indonesia, misalnya, Kementerian
diberikan kepada
Citizen Award.
mekanisme perseorangan
pencatatan dan lewat penghargaan
pelaporan PAK. Penghargaan yang diraih
sehingga apresiasi lima dari
mengalir perwakilan
berbagai pihak.
Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI sudah lama World Kini,Safety
dalam ajang of WSO theAwardsYear. tahun Namun
2018, setelah lima Indonesia di ajang WSO Awards dan dipercayanya
REPORTER
Soehatman Ramli
JAWA BARAT menghelat K3 Awards, sebuah ajang penghargaan
tertinggi di Indonesia di bidang K3 (Keselamatan Tetapi,
WSO sistem pencatatan
ada tiga perwakilan Indonesia yang meraih
tahun, Awards mulai melebar dankepelaporan
berbagai Soehatman Salam.Ramli dalam jajaran direksi WSO,
penghargaan dari WSO. Yaitu PT Pertamina
Achmad
CHIEF DIGITAL Bachrun
OFFICER dan Kesehatan Kerja). Ada banyak pemenang K3 (Persero) RU III Plaju dan PT Pertamina (Persero)
kategori. Dari perseorangan, penghargaan
Rachmat Handi Nugraha Awards dalam banyak kategori yang diumumkan PAK, tidak
Exploration akan
and semudah
Production itu. Regulasiitu
(PEP) untuk kategori yangkini tentu harus menjadi penyemangat agar budaya
mengarah pada perusahaan (WSO Concerned keselamatan (safety culture) benar-benar bisa
Kemnaker dalam ajang K3 Awards yang digelar Concerned Company/Corporation Award dan
EXPERTS
MARKETING
rutin setiap tahun.
mengatur soal mekanisme
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS)
Company/Corporation), organisasipelaporan,
safety sudah
(WSO
Dr. Ir Patuan Alfon S MM, EXECUTIVE diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari Salam setiapSafety
untuk kategori WSO Educational Awards.
MKKK WSO Awards menjadi istimewa lantaran
Prof Dra Fatma Lestari, Msi, PhD Concerned
ada
penghargaan di bidang safety ini diberikan oleh
sejak Organization),
tahun 1981 wargadunia (WSO Concerned
bangga(Permenaker No 01 tahun warga Indonesia sesuai motto WSO Making Safety
Vivi Napitupulu sebuah lembaga safety dunia yang merupakan
Atas raihan
safety di
ini, kita patut
Indonesia mulai mendapat
sebab
perhatian
Dr Udi Syahnudi Hamzah, Msc
Citizen),
sebuah organisasi resmi yang terdaftar sebagai lembaga
dari lembaga pendidikan
safety dunia (WSO). Apalagi,(WSO Educational), a Way of Life....Worldwide dan seirama dengan
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Maka, 1981).tak pakarLalu diperkuat Sesuaidengan Ramli Kepmenaker No
Ir Ismet Somad, Eng, MSc,
Masdjuli, MK3 berlebihan apabila WSO Awards disebut sebagaidan sebagainya.
keselamatan Indonesia Soehatman
pun didapuk menjadi salah satu direktur di
tujuan WSO yaitu to visi misi pemerintah dalam bidang K3 di Indonesia
BUSINESS
Agung Kuswardono, S.T,DEVELOPMENT
M.K.K.K
Dr. M. Arief Novianto, MKK,SpOK 333
protect
ajang penghargaan bidang safety paling bergengsi
di dunia. tahunada 171989.
kepengurusan
Hanya orang yang Toh
people, duduk ditidak
pusat WSOresources,
pada tahun 2018 ini.
berjalan
environment,
jajaran direksi optimal.
andHarus yaitu terwujudnya masyarakat berbudaya K3 yang
EXECUTIVE property
(Board of danDirector)mendukung
WSO, dan salah seorang mottodi WSO, Making mandiri di tahun 2020. Semoga.
GRAPHIC DESIGNER ada
Pertama kali digelar tahun 1986 dan rutin
Safetysinkronisasi
antaranya
diselenggarakan setiap tahun, hingga sekarang Ramli. A Way
adalah putra dari
Of semua
Indonesia,
Life…Worldwide.
Soehatman pihak. Utamanya dari

Heru Indra Prakasa


Tiara Laraswati ini di tahun 2018. Mulanya penghargaan hanya
diberikan kepada perseorangan lewat penghargaan pemangkuPenghargaan kebijakan,
yang diraih limayang selama ini terkesan
perwakilan
REPORTER JAWA BARAT World Safety of the Year. Namun setelah lima
Penghargaan-penghargaan
Indonesia di ajang WSO Awards dan dipercayanya bidang safety
PENERBIT
Achmad Bachrun
tahun, WSO Awards mulai melebar ke berbagai
kategori. Dari perseorangan, penghargaan itu kini
jalan sendiri-sendiri.
Soehatman
tentu harus
Ramli dalam jajaran direksi WSO,
tingkat dunia itu selama ini didominasi oleh
menjadi penyemangat agar budaya
Hasanuddin
mengarah pada perusahaan (WSO Concerned
Amerika,
keselamatan (safety culture) benar-benar bisa
diwujudkanyang menjadi kantor
setiap pusat WSO. Di Chief Editor
Yayasan Pengembangan Keselamatan
MARKETING EXECUTIVE Company/Corporation), organisasi safety (WSO
Concerned Organization), warga (WSO Concerned
dalam kehidupan sehari-hari
Vivi Napitupulu luar warga Indonesia sesuai motto WSO Making Safety
aAmerika, memang ada dengan
para pemenang WSO
No Rek 748. 01. 00053.007 Citizen), lembaga pendidikan (WSO Educational), Way of Life....Worldwide dan seirama

BUSINESS DEVELOPMENT
dan sebagainya. Sesuai tujuan WSO yaitu to
protect people, resources, environment, and Awards yang masyarakat
berasalberbudaya
dari K3negara
visi misi pemerintah dalam bidang K3 di Indonesia
berkembang
Bank
EXECUTIVECIMB NIAGA property dan mendukung motto WSO, Making
yaitu terwujudnya
seperti
mandiri India, Nigeria,
di tahun 2020. Semoga.
yang
Filipina, dan beberapa
Safety A Way Of Life…Worldwide.
Heru Indra Prakasa
Penghargaan-penghargaan bidang safety
PENERBIT tingkat dunia itu selama ini didominasi oleh
Yayasan Pengembangan Keselamatan Amerika, yang menjadi kantor pusat WSO. DiDISCLAIMER Majalah Isafety menjunjung tinggi nilai integritas dan kode etik wartawan Indonesia. Untuk itu, dalam menjalankan setiap
luar Amerika, memang ada para pemenang WSO
No Rek 748. 01. 00053.007
Awards yang berasal dari negara berkembangtugasnya seluruh staf majalah Isafety dilengkapi dengan Kartu Pers dan tidak dibenarkan menerima atau meminta imbalan dalam bentuk
Bank CIMB NIAGA seperti India, Nigeria, Filipina, dan beberapa
apapun dari narasumber atau relasi. Majalah Isafety dalam melakukan peliputan dan penulisan secara independen serta melaporkan
hasilnya secara adil dan objektif. Peliputan mengenai produk atau perusahaan yang dimuat di majalah sama sekali tidak ada kaitannya
SAFETY ASIAN GAMES,
dengan iklan maupun hubungan bisnis dengan pihak manapun.Isafety magazine supports the integrity and ethics of Indonesian journalists.
SAFETY ASIAN GAMES,
SIAPA For that, in performing each task, all editors and journalists of Isafety magazine are equipped with Press Card and not allowed to receive
SIAPA or request any compensation in any form from the sources or contacts. Isafety magazine does report independently, fair, and objective.
PEDULI? PEDULI? Reports of products or companies which are covered by magazine not connected with any advertising or business relationship interests
with any party.
LIPUTAN UTAMA LIPUTAN UTAMA LIPUTAN UTAMA

MULUS DI DARAT, LRT PALEMBANG 3 KALI


20 40 MOGOK, KESELAMATAN 14 Indonesia Boyong 3 Penghargaan
AMBURADUL DI PERAIRAN WSO Awards

Isafety Is published monthly since 26th March, 2012


PENUMPANG DIPERTARUHKAN

LIPUTAN KHUSUS K3 K3
PERISTIWA K3 PERISTIWA
LIPUTAN UTAMA
38 SUSU KENTAL MANIS
APD BELUM TENTU
TEPAT SEBAGAI ALAT
60 WSO: MEMBANGUN BUDAYA LIPUTAN UTAMA GUBERNUR JABAR RIDWAN
RAMDALL HART CIPTAKAN
LIPUTAN UTAMA
BUKAN SUSU 09 16 PEGAWAI KEMEN ESDM
KESELAMATAN DI DUNIA 66 10 AHLI FIRE ENGINEER 54
MENGENDALIKAN
JULI 2018
BAHAYA 1
TERIMA TANDA KEHORMATAN KAMIL TERJEBAK DI TOILET
INDONESIA
AGUSTUS 2018 1 SEPTEMBER 2018 1
MULUS DI DARAT, LRT PALEMBANG 3 KALI
20 40 MOGOK, KESELAMATAN 14 Indonesia Boyong 3 Penghargaan
AMBURADUL DI PERAIRAN WSO Awards
PENUMPANG DIPERTARUHKAN

DISCLAIMER K3 K3
LIPUTAN KHUSUS PERISTIWA
PERISTIWA K3
Majalah Isafety menjunjung tinggi nilai integritas60dan kode etik
38 SUSU KENTAL MANIS
APD BELUM TENTU
TEPAT SEBAGAI ALAT
itu,WSO:
dalam menjalankan
MEMBANGUN BUDAYA wartawan
setiap tugasnya seluruh Indonesia. Untuk
staf majalah IsafetyRAMDALL
GUBERNUR JABAR RIDWAN
dilengkapi dengan
HART CIPTAKAN
09 16 PEGAWAI KEMEN ESDM AHLI FIRE ENGINEER 54
BUKAN SUSU KESELAMATAN DI DUNIA 66 10 KAMIL
Kartu Pers dan tidak dibenarkan menerima atau meminta imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber
MENGENDALIKAN
JULI 2018
BAHAYA 1
AGUSTUS 2018
atau relasi.
1
Majalah Isafety dalam melakukan peliputanSEPTEMBER
TERJEBAK DI TOILET
TERIMA TANDA KEHORMATAN danINDONESIA
penulisan1
2018
secara independen serta melaporkan hasilnya serta adil dan objektif. Peliputan mengenai produk atau perusahaan yang dimuat di majalah sama sekali tidak ada kaitannya
dengan iklan ataupun hubungan bentuk dengan pihak manapun. Isafety magazine supports the integrity and ethnics of Indonesian journalists. For that, in performing each
task, all editors and journalists of Isafety magazine are equipped with Press Card and not allowed to receive or request any comensation i any form the souces or contacts.
Apabila Anda memiliki pendapat, saran, atau kritik berkenaan dengan isi majalah ISafety, Anda bisa mengirimkannya via email redaksi@isafetymagz.com. Pendapat yang dikirim tidak
DISCLAIMER
Isafety magazine does repot independently, fair, and objective. Reports of products or companies which are covered magazine not connected with any advertising or bussiness
relatonship interest with any party.
mengandung
Majalah unsur SARA
Isafety menjunjung atau
tinggi hal-hal
nilai yang bernada
integritas provokatif
dan kode lainnya.
etik wartawan Harap sertakan
Indonesia. jati dalam
Untuk itu, diri danmenjalankan
foto. setiap tugasnya seluruh staf majalah Isafety dilengkapi dengan
OKTOBER 2018
4Kartu Pers dan tidak dibenarkan menerima atau meminta imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber atau relasi. Majalah Isafety dalam melakukan peliputan dan penulisan
secara independen serta melaporkan hasilnya serta adil dan objektif. Peliputan mengenai produk atau perusahaan yang dimuat di majalah sama sekali tidak ada kaitannya
dengan iklan ataupun hubungan bentuk dengan pihak manapun. Isafety magazine supports the integrity and ethnics of Indonesian journalists. For that, in performing each
Follow
task, all Us: isafetynews
editors
and journalists www.isafetynews.com
of Isafety magazine are equipped with Press Card and not allowed to receive or request any comensation i any form the souces or contacts.
Isafety magazine does repot independently, fair, and objective. Reports of products or companies which are covered magazine not connected with any advertising or bussiness
relatonship interest with any party.

4 OKTOBER 2018
4 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019
EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 5
C O N T E N T

EDISI 03/TAHUN VII/2019 M A G A Z I N E

S AFE TY , H E ALT H & E N VI R ON ME N T

OPINI
08 - 11 JENIS PAK KINI LEBIH BANYAK (BAG 1) Page
23
LIPUTAN UTAMA
12 - 15 DATA PAK MINIM: MENANTI KETEGASAN PEMERINTAH
16 - 21 PENYAKIT AKIBAT KERJA (KAJIAN PERPRES NO 07/2019):
MENYULITKAN ATAU MEMUDAHKAN DIAGNOSIS PAK?
22 - 26 WAWANCARA KHUSUS DIR KESJAOR KEMENKES DRG KARTINI RUSTANDI
28 - 30 PAK JADI KOMITMEN PERUSAHAAN DI WASKITA KARYA

Page
24

6 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


Page
56
Page
65
FIRE
32 - 38 FUNGSI FIRE & EXPLOTION INVESTIGATION
UNTUK KEBERLANGSUNGAN FASILITAS
Page
36
(TULISAN DR ADRIANUS PENGARIBUAN)

LIPUTAN KHUSUS
40 - 45 INCREDIBLE WASKITA!
46 - 47 ZERO ACCIDENT: PERPISAHAN MANIS DARI HERI SUPRIYADI
48 - 51 SAFETY MORNING: DIREKTUR QHSE KOBARKAN K3
DI LOKASI PROYEK TOL BOCIMI
52 - 56 MENGINTIP KANTOR PROYEK TOL BOCIMI SEKSI 2: SEJUK, SEGAR, DAN FRESH
58 - 65 RUSUN TINGKAT TINGGI PASAR RUMPUT: HUNIAN JANGKUNG YANG DIBANGUN
BERBASIS SAFETY

K3
66 - 69 SERI MANAJEMEN K3: PAKSONOLOGI BUDAYA K3

INDUSTRI
70 - 76 SAFETY OPTIK JUARA: AMAN, NYAMAN, & FASHIONABLE
78 - 83 MENGINTIP PABRIK LENSA SAFETY

HOME SAFETY
84 - 85 MENJADI KELUARGA SIAGA BENCANA DENGAN KESEPAKATAN PRABENCANA

DIREKTORI
88 - 91
Page
73
EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 7
O P I N I

PERPRES NO 7 TAHUN 2019

JENIS PAK
KINI LEBIH BANYAK
(BAG 1)
OLEH: REFDI MADEFRI

DI AKHIR JANUARI 2019, TEPATNYA PADA 25 JANUARI 2019, PRESIDEN REPUBLIK


INDONESIA JOKO WIDODO TELAH MENANDATANGANI PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK
INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2019 TENTANG PENYAKIT AKIBAT KERJA YANG KEMUDIAN
DIUNDANGKAN DI JAKARTA, PADA 29 JANUARI 2019.

P
eraturan ini terbit atas
pertimbangan untuk
melaksanakan ketentuan Pasal
48 ayat (3) Peraturan Pemerintah
Nomor 44 Tahun 2015 tentang
Penyelenggaraan Program Jaminan
Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian,
dengan dasar hukum Pasal 4 ayat (1)
Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945.
Pada saat Peraturan Presiden ini
diberlakukan, Keputusan Presiden Nomor
22 Tahun 1993 tentang Penyakit Yang
Timbul Karena Hubungan Kerja, dicabut dan
dinyatakan tidak berlaku.

8 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


Dalam Perpres No 7 Tahun 2019, yang Dalam Perpres No 7 Tahun 2019, yang dimaksud dengan Penyakit Akibat Kerja (PAK)
dimaksud dengan Penyakit Akibat Kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan/atau lingkungan kerja. Meliputi
(PAK) adalah penyakit yang disebabkan beberapa jenis penyakit seperti di bawah ini:
oleh pekerjaan dan/atau lingkungan kerja.
Meliputi beberapa jenis penyakit seperti di DAFTAR PENYAKIT AKIBAT KERJA

1
bawah ini:
SESUAI PP NO 7 TAHUN 2019 KEPRES NO 22 TAHUN 1993
I Penyakit Yang Disebabkan Pajanan Faktor Yang Timbul Dari Aktivitas Pekerjaan
P.A.K pada klasifikasi jenis I ini sebagai berikut

a. penyakit yang disebabkan oleh faktor kimia, meliputi:


1 penyakit yang disebabkan oleh beillium dan 26 Penyakit yang disebabkan oleh berilium atau
persenyawaannya; persenyawaannya yang beracun
2 penyakit yang disebabkan oleh cadmium atau 25
Penyakit yang terkategori ke dalam persenyawaannya
Penyakit yang disebabkan oleh cadmium atau
persenyawaannya yang beracun
klasifikasi jenis I, yaitu PAK disebabkan oleh penyakit yang disebabkan oleh fosfor atau
3 24 Penyakit yang disebabkan oleh fosfor atau
pajanan faktor kimia, fisika dan biologi serta persenyawaannya persenyawaannya yang beracun
infeksi atau parasit yang timbul dari aktivitas 4 penyakit yang disebabkan oleh krom atau 23 Penyakit yang disebabkan oleh krom atau

2
persenyawaannya persenyawaannya yang beracun
pekerjaan.
5 penyakit yang disebabkan oleh mangan atau 22 Penyakit yang disebabkan oleh mangan atau
persenyawaannya persenyawaannya yang beracun
6 penyakit yang disebabkan oleh arsen atau 21 Penyakit yang disebabkan oleh arsen atau
persenyawaannya persenyawaannya yang beracun
7 penyakit yang disebabkan oleh raksa atau 20 Penyakit yang disebabkan oleh air raksa atau
persenyawaannya persenyawaannya yang beracun
8 penyakit yang disebabkan oleh timbal atau 19 Penyakit yang disebabkan oleh timbal atau
persenyawaannya persenyawaannya yang beracun
Penyakit yang termasuk klasifikasi jenis II,
9 penyakit yang disebabkan oleh fluor atau 18 Penyakit yang disebabkan oleh flour atau
berdasarkan sistem Target Organ, PAK ini persenyawaannya persenyawaannya yang beracun
seperti berikut : 10 penyakit yang disebabkan oleh karbon disulfida; 17 Penyakit yang disebabkan oleh karbon
a. Penyakit saluran pernapasan disulfide

b. Penyakit kulit 11 penyakit yang disebabkan oleh derivat halogen 16 Penyakit yang disebabkan oleh derivat
dari persenyawaan hidrokarbon alifatik atau halogen dari persenyawaan hidrokarbon
c. Penyakit gangguan otot dan kerangka aromatic; afiliatik atau aromatik yang beracun

3
d. Penyakit gangguan mental dan perilaku 12 penyakit yang disebabkan oleh benzene atau 15 Penyakit yang disebabkan oleh benzene atau
homolognya homolognya yang beracun.

13 penyakit yang disebabkan oleh derivat nitro dan 14 Penyakit yang disebabkan oleh derivat nitro
amina dari benzene atau homolognya dan amina dari benzene atau homolognya
yang beracun.
14 penyakit yang disebabkan oleh nitrogliserin atau 13 Penyakit yang disebabkan oleh nitrogliserin
ester asam nitrat lainnya atau ester asam nitrat lainnya.

15 penyakit yang disebabkan oleh alcohol, glikol, 12 Penyakit yang disebabkan oleh alkohol,
atau keton; glikol, atau keton
Penyakit Kanker Akibat Kerja 16 penyakit yang disebabkan oleh gas penyebab 11 Penyakit yang disebabkan oleh gas atau uap
Termasuk PAK pada klasifikasi III yaitu asfiksia seperti karbon monoksida, hydrogen penyebab asfiksia atau keracunan seperti

4
sulfida, hidrogen sianida atau derivatnya; nikel, braso, amoniak seng, hidrogen sulfide,
kanker yang disebabkan oleh zat tertentu. hidrogensianida, karbon monoksida atau
derivatnya yang beracun
17 penyakit yang disebabkan oleh acrylonitrile
18 penyakit yang disebabkan oleh nitrogen oksida
19 penyakit yang disebabkan oleh vanadium atau
persenyawaannya
20 penyakit yang disebabkan oleh antimon atau
Penyakit Spesifik Lainnya. persenyawaannya;

Penyakit spesifik lainnya merupakan 21 penyakit yang disebabkan oleh lrcxane

penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan 22 penyakit yang disebabkan oleh asam mineral
23 penyakit yang disebabkan oleh bahan obat; 1 Penyakit yang disebabkan bahan kimia
atau proses kerja, di mana penyakit tersebut lainnya termasuk obat.
ada hubungan langsung antara paparan 24 penyakit yang disebabkan oleh nikel atau
dan penyakit yang dialami oleh pekerja persenyawaannya

yang dibuktikan secara ilmiah dengan 25 penyakit yang disebabkan oleh thalium atau
persenyawaannya;
menggunakan metode yang tepat. Contoh
26 penyakit yang disebabkan oleh osmium atau
penyakit spesifik lainnya, yaitu nystagmus persenyawaannya; ▶
pada penambang. 27 penyakit yang disebabkan oleh selenium atau
persenyawa€rnnya;
28 penyakit yang disebabkan oleh tembaga atau
persenyawaannya
29 penyakit yang disebabkan oleh platinum atau
persenyawaannya EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 9
30 penyakit yang disebabkan oleh timah atau
persenyawaannya
penyakit yang disebabkan oleh zinc atau
22 penyakit yang disebabkan oleh asam mineral
23 penyakit yang disebabkan oleh bahan obat; 1 Penyakit yang disebabkan bahan kimia
lainnya termasuk obat.
24 penyakit yang disebabkan oleh nikel atau
O P I N I
persenyawaannya
25 penyakit yang disebabkan oleh thalium atau
persenyawaannya;
26 penyakit yang disebabkan oleh osmium atau
persenyawaannya;
27 penyakit yang disebabkan oleh selenium atau
persenyawa€rnnya;
28 penyakit yang disebabkan oleh tembaga atau
persenyawaannya
29 penyakit yang disebabkan oleh platinum atau
persenyawaannya
30 penyakit yang disebabkan oleh timah atau
persenyawaannya
31 penyakit yang disebabkan oleh zinc atau
persenyawaannya;
32 penyakit yang disebabkan oleh phosgene

33 penyakit yang disebabkan oleh zat iritan kornea


seperti benz,oquinonei
34 penyakit yang disebabkan oleh isosianat;

35 penyakit 5-ang disebabkan oleh pestisida

36 penyakit yang disebabkan oleh sulfur oksida

37 penyakit yang disebabkan oleh pelarut organik; Berdasarkan daftar di atas yang
38 penyakit yang disebabkan oleh lateks atau tergolong PAK untuk peraturan pemerintah
produk yang mengandung lateks; dan
penyakit yang disebabkan oleh bahan kimia lain
yang baru memperluas cakupannya yang
39
di tempat kerja yang tidak disebutkan di atas, di sudah ada pada peraturan terdahulu dan
mana ada hubungan langsung antara paparan
bahan kimia dan penyakit yang dialami oleh tidak ada yang dikurangi. Pemerintah
pekerja yang dibuktikan secara ilmiah dengan semakin peduli dengan pekerja. Namun
mengguna.kan metode yang tepat;
b. penyakit yang disebabkan oleh faktor fisika, meliputi:
yang perlu digarisbawahi adalah bahwa di
1 kerusakan pendengaran yang disebabkan oleh 10 Kelainan pendengaran yang disebabkan oleh tingkat para pemilik usaha dan pengurus
kebisingan kebisingan. perusahaan serta para pekerja harus
2 penyakit yang disebabkan oleh getaran atau
kelainan pada otot, tendon, tulang, sendi, dapat memahami potensi bahaya yang
pembuluh darah tepi atau saraf tepi; menyebabkan PAK agar dapat dicegah.
3 penyakit yang disebabkan oleh udara bertekanan 8 Penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan
atau udara yang didekompresi; dalam udara yang bertekanan lebih
Jika pekerja diduga berpotensi PAK,
4 penyakit yang disebabkan oleh radiasi ion; dapat dilakukan diagnosis oleh dokter
5 penyakit yang disebabkan oleh radiasioptik, 7 Penyakit yang disebabkan oleh radiasi
atau dokter spesialis, yang berkompeten
meliputi ultraviolet, radiasi elektromagnetik elektromagnetik dan radiasi yang mengion di bidang kesehatan kerja. Penyakit yang
(uisible lightl, infra merah, termasuk laser
6 penyakit yang disebabkan oleh pajanan 2 Penyakit yang disebabkan kelembaban udara berdasarkan diagnosis dinyatakan sebagai
temperatur ekstrim; dan tinggi atau panas radiasi atau oleh suhu PAK selanjutnya dilakukan pencatatan
rendah dan suhu tinggi yang ekstrim.
7 penyakit yang disebabkan oleh faktor fisika lain 11 Penyakit yang disebabkan oleh getaran dan dibuatkan laporan untuk kepentingan
yang tidak disebutkan di atas, di mana ada mekanik (syaraf tepi atau pembuluh darah
hubungan langsung antara paparan faktor fisika tepi, tulang persendian, urat, kelainan-
pendataan secara nasional. Pencatatan
yang muncul akibat aktivitas pekerjaan dengan kelainan otot). dan pelaporan sebagaimana dimaksud
penyakit yang dialami oleh pekerja yang
dibuktikan secara ilmiah dengan menggunakan dilakukan oleh pemberi kerja untuk
.
metode yang tepat; kemudian diberikan fasilitas pelayanan
c. penyakit yang disebabkan oleh faktor biologi dan penyakit infeksi atau parasit, meliputi: kesehatan oleh instansi pusat dan
1 brucellosis; instansi daerah yang diselenggarakan
2 virus hepatitis pemerintahan di bidang ketenagakerjaan,
3 virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan instansi pusat atau instansi daerah
manusia (human immunodeficiencg uira sl ; yang diselenggarakan pemerintahan di
4 tetanus;
bidang kesehatan sesuai dengan ketentuan
5 tuberkulosis;
peraturan perundang-undangan.
6 sindrom toksik atau inflamasi yang berkaitan 3 Penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus,
dengan kontaminasi bakteri atau jamur; bakteri, parasit yang didapat dari suatu Jenis PAK yang belum tercantum
pekerjaan yang memiliki risiko kontaminasi dalam lampiran peraturan ini, maka
khusus
anthra-r,
penyakit tersebut harus memiliki hubungan
7
leptospira; dan
langsung dengan pajanan yang dialami
8
penyakit yang disebabkan oleh faktor biologi lain
pekerja dan harus dibuktikan secara ilmiah
9
di tempat kerja yang tidak disebutkan di atas, di dengan menggunakan metode yang tepat.
mana ada hubungan langsung antara paparan
faktor biologi yang muncul akibat aktivitas Pembuktian dilakukan oleh dokter atau
pekerjaan dengan penyakit yang dialami oleh dokter spesialis yang berkompeten di bidang
pekerja yang dibuktikan secara ilmiah dengan
menggunakan metode yang tepat. kesehatan kerja.
II Penyakit Berdasarkan Sistem Target Organ
P.A.K pada klasifikasi jenis II ini sebagai berikut
a. penyakit saluran pernafasan, meliputi:

1 pneumokoniosis yang disebabkan oleh debu 31 Pneumokonisis yang disebabkan debu mineral
mineral pembentuk jaringan parut, meliputi pembentuk jaringan parut (silikosis,
silikosis, antrakosilikosis, dan asbestos; antrakosilikosis, asbestosis) dan
2 siliko tuberculosis silikotuberkolosis yang silikosisnya
merupakan faktor utama penyebab cacat atau
10 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019
kematian
3 pneumokoniosis yang disebabkan oleh debu
mineral nonfibrogenic;
khusus
7 anthra-r,

8 leptospira; dan

9 penyakit yang disebabkan oleh faktor biologi lain


di tempat kerja yang tidak disebutkan di atas, di
mana ada hubungan langsung antara paparan
faktor biologi yang muncul akibat aktivitas
pekerjaan dengan penyakit yang dialami oleh
pekerja yang dibuktikan secara ilmiah dengan
menggunakan metode yang tepat.
II Penyakit Berdasarkan Sistem Target Organ
P.A.K pada klasifikasi jenis II ini sebagai berikut
a. penyakit saluran pernafasan, meliputi:

1 pneumokoniosis yang disebabkan oleh debu 31 Pneumokonisis yang disebabkan debu mineral
mineral pembentuk jaringan parut, meliputi pembentuk jaringan parut (silikosis,
silikosis, antrakosilikosis, dan asbestos; antrakosilikosis, asbestosis) dan
2 siliko tuberculosis silikotuberkolosis yang silikosisnya
merupakan faktor utama penyebab cacat atau
kematian
3 pneumokoniosis yang disebabkan oleh debu
mineral nonfibrogenic;
4 Siclerosis

5 penyakit bronkhopulmoner yang disebabkan oleh 30 Penyakit paru dan saluran pernafasan
debu logam keras; (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh
debu logam keras.
6 penyakit bronkhopulmoner yang disebabkan oleh 29 Penyakit paru dan saluran pernafasan
debu kapas, meliputi bissinosis, vlas, henep, (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh
sisal, dan ampas tebu atau bagassosds; debu kapas, vlas, henep, dan sisal (bissinosis).
7 asma yang disebabkan oleh penyebab sensitisasi 28 Asma akibat kerja yang disebabkan oleh
atau zat iritan yang dikenal yang ada dalam penyebab sensitisasi dan zat perangsang yang
proses pekerjaan dikenal yang berada dalam proses pekerjaan
8 alveolitis alergika yang disebabkan oleh faktor
dari luar sebagai akibat penghirupan debu
organik atau aerosol yang terkontaminasi dengan
mikroba, yang timbul dari aktivitas pekerjaan;
9 penyakit paru obstruktif kronik yang disebabkan
akibat menghirup debu batu bara, debu dari
tambang batu, debu ka5ru, debu dari gandum
dan pekerjaan perkebunan, debu dari kandang
hewan, debu tekstil, dan debu kertas yang
muncul akibat aktivitas pekerjaan;
10 penyakit paru yang disebabkan oleh aluminium

11 kelainan saluran pernafasan atas yang


disebabkan oleh sensitisasi atau iritasi ?at yang
ada dalam proses pekerjaan; dan
12 penyakit saluran pernafasan lain yang tidak
disebutkan di atas, di mana ada hubungan
langsung antara paparan faktor risiko yang
muncul akibat aktivitas pekerjaan dengan Berdasarkan surat keterangan dokter
penyakit yang dialami oleh pekerja yang
dibuktikan secara ilmiah dengan menggunakan bahwa tenaga kerja bersangkutan berhak
metode yang tepat atas manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja
B penyakit kulit, meliputi
(JKK) adalah manfaat berupa uang tunai
1 dermatosis kontak alergika dan urtikaria yang 7 Penyakit kulit (dermatosis) yang disebabkan
disebabkan oleh faktor penyebab alergi lain yang oleh faktor biologis, kimiawi, dan fisik. dan/atau pelayanan kesehatan yang
timbul dari aktivitas pekerjaan yang tidak diberikan pada saat peserta mengalami
termasuk dalam penyebab lain;
kecelakaan kerja atau PAK yang disebabkan
2 dermatosis kontak iritan yang disebabkan oleh
zat iritan yang timbul dari aktivitas pekerjaan, oleh lingkungan kerja meskipun hubungan
tidak termasuk dalam penyebab lain; dan
kerja telah berakhir.
3 vitiligo yang disebabkan oleh zat penyebab yang
diketahui timbul dari aktivitas pekerjaan, tidak Hak atas manfaat JKK dimaksud
temasuk dalam penyebab lain;
diberikan apabila PAK timbul dalam jangka
C gangguan otot dan kerangka, meliputi
radial styloid tenosynovitis karena gerak repetitif,
waktu paling lama 3 (tiga) tahun terhitung
1
penggunaan tenaga yang kuat dan posisi ekstrim sejak hubungan kerja berakhir.
pada pergelangan tangan;
tenosynouitis kronis pada tangan dan
Demikianlah Peraturan Pemerintah
2
pergelangan tangan karena gerak repetitif, tentang PAK ini. Selanjutnya pada tulisan
penggunaan tenaga yang kuat dan posisi ekstrim
pada pergelangan tangan; berikutnya akan dijelaskan bagaimana
3 olecranon bursitis karena tekanan yang tatacara proses diagnosa dan pelaporan
berkepanjangan pada daerah siku
4 prepatellar bursitis karena posisi berlutut yang serta klaim manfaat yang akan diberikan.•
berkepanjangan (bersambung) ***

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 11


L I P U TA N U TA M A

MENANTI KETEGASAN
PEMERINTAH
REGULASI PELAPORAN PENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK) SUDAH ADA SEJAK TAHUN
1981. TETAPI MENGAPA DATA PAK DI INDONESIA MINIM?

DATA PAK MINIM

K
ehadiran Perpres No 07
tahun 2019 tentang Penyakit
Akibat Kerja (PAK) tak hanya
menyuguhkan jenis PAK
dan pajanannya yang jauh
lebih banyak dan rinci disbanding aturan
sebelumnya, Keppres No 22 tahun 1993
tentang Penyakit yang Ditimbulkan Akibat
Hubungan Kerja. Tetapi juga lebih lengkap
lantaran Perpres No 07/2019 mengatur soal
pencatatan dan pelaporan serta mekanisme
pelaporan PAK, yang tidak ada di aturan
sebelumnya.
Mekanisme pencatatan dan pelaporan
PAK itu diatur dalam Pasal 5 Perpres
No 07/2019. (1) Penyakit yang telah
didiagnosis sebagai Penyakit Akibat Kerja
dilakukan pencatatan dan pelaporan untuk
kepentingan pendataan secara nasional.
(2) Pencatatan dan pelaporan sebagaimana
dimaksud ayat (1) dilakukan oleh pemberi
kerja, fasilitas pelayanan kesehatan yang
memberikan pelayanan kesehatan penyakit
akibat kerja, instansi pusat dan instansi
daerah yang menyelenggarakan urusan
pemerintahan di bidang ketenagakerjaan,
dan instansi pusat dan instansi daerah yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan
di bidang kesehatan. (3) Pencatatan dan lama. Yaitu Permenaker No 01 tahun 1981 Ayat (1) itu menyiratkan bahwa meski
pelaporan oleh fasilitas layanan kesehatan tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat sudah ada sejak 38 tahun lalu yang
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Kerja. Lalu ada Kepmenaker No 333 tahun diperkuat dengan regulasi lainnya di tahun
dilakukan sesuai ketentuan peraturan 1989 tentang Diagnosis dan Pelaporan 1989, kewajiban melapor PAK tidak berjalan
perundang-undangan. Penyakit Akibat Kerja. Apalagi Pasal 5 ayat optimal. Ancaman sanksi hukum, baik
Pengaturan mekanisme pelaporan (1) Perpres No 07/2019 itu menyatakan, berupa denda maupun kurungan badan,
PAK dalam Perpres Np 07/2019 ini cukup pencatatan dan pelaporan PAK dilakukan bagi perusahaan yang tidak melaporkan
menarik, mengingat regulasi mengenai untuk kepentingan pendataan secara PAK sebagaimana diatur dalam Pasal 8
mekanisme pelaporan PAK sudah ada sejak nasional. Permenaker No 01/1981 maupun Pasal

12 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


5 Permenaker No 333/1989, bak macan Muzakir, Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan mengikutsertakan para pekerjanya ke
ompong. Norma Pemeliharaan Kesehatan Tenaga dalam program BPJS, ya perusahaan itu
Sama sekali tak digubris dan tak Kerja Direktorat PNK3 Ditjen Binwasnaker kena sanksi. Ada dua bentuk sanksi yang
membuat takut para pelanggar. Maklum, dan K3 Kementerian Ketenagakerjaan bisa diberikan yaitu membayar sesuai
ancaman sanksi hukum yang ada di kedua (Kemnaker). “Mestinya dilaporkan ke BPJS aturan BPJS dan sanksi kurungan badan
regulasi itu merujuk ada di Pasal 15 UU No Ketenagakerjaan, tetapi tidak dilaporkan. selama 8 tahun,” kata Herman.
1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja di Ada juga perusahaan yang cenderung
mana ancaman sanksi kurungan badannya menyimpannya begitu saja meski ada DATA PAK MINIM
maksimal 3 bulan penjara dan denda diagnosis yang jelas tentang PAK di Banyaknya perusahaan yang tidak
maksimal Rp100 ribu. Ancaman sanksi perusahaannya. Bagi sebagian perusahaan, melaporkan kasus PAK yang terjadi di
hukum berupa denda maksimal sebesar tindakan melaporkan PAK maupun perusahaannya, menjadi salah satu faktor
Rp100 ribu itu, kata Dirjen Binwasnaker kecelakaan kerja dinilai bisa merusak penyebab mengapa data soal PAK di
dan K3 Kemnaker Sugeng Priyanto, setara prestise perusahaan,” kata dr Muzakir Indonesia minim. Dalam konteks ini, Pasal
dengan secangkir kopi di Starbuck Coffee. saat ditemui ISafety di Kemnaker, Senin 5 ayat (1) Perpres No 07/2019 bahwa
Lembeknya ancaman sanksi hukum itu (11/3/2019). pencatatan dan pelaporan PAK dilakukan
membuat perusahaan selaku pihak pemberi Ketika dikonfirmasi, Direktur PNK3 untuk kepentingan pendataan secara
kerja lebih memilih untuk tidak melaporkan Kemnaker Drs Herman Prakoso Hidayat nasional, menjadi relevan untuk dimasukkan
dan menyimpan serta menutupnya juga mengakuinya. Secara regulasi, kata meski sudah ada setidaknya dua regulasi
rapat-rapat kasus PAK yang terjadi di Herman, dalam tempo 2 x 24 jam sejak yang mengatur soal pelaporan PAK dan
perusahaannya. “Urusannya akan panjang,” diagnosis PAK ditegakkan, perusahaan itu sudah lama diberlakukan.
kata dr M Arief Novianto, MKK, SpOK kepada harus melaporkannya. “Tetapi memang Dibandingkan data kecelakaan kerja
ISafety, Rabu (27/2/2019) silam. masih banyak yang tidak melaporkannya yang rutin dirilis setiap tahunnya oleh
Menurut konsultan kesehatan kerja di dengan alasan demi menjaga nama baik Kemnaker dengan merujuk data BPJS
sejumlah perusahaan ini, jika ditemukan atau prestise perusahaan. Tetapi kalau Ketenagakerjaan, data PAK memang tidak
adanya PAK dan diagnosis PAK sudah ketahuan, apalagi perusahaan itu tidak ada kejelasan. Direktorat Bina Kesehatan ▶
benar-benar ditegakkan di sebuah
perusahaan, maka urusannya akan
panjang. “Kenapa kok perusahaan sampai
membiarkan karyawannya terkena PAK?
Dampak ditemukannya PAK di tempat
kerja ada dua. Yaitu unsafe act dan unsafe
condition. Unsafe act berarti semuanya
sudah dipenuhi perusahaan tetapi karyawan
tidak menjalankan prosedur dengan benar.
Unsafe condition berarti perusahaan tidak
patuh terhadap peraturan atau pemenuhan
standar K3. Nah aspek kedua itu yang
paling dihindari perusahaan, sebab akan
berdampak pada citra perusahaan,” kata dr
M Arief.
Hal lainnya yang kemungkinan akan
terjadi apabila perusahaan melaporkan
PAK yang terjadi di perusahaannya, para
karyawan akan lebih memahami aspek
hukum terhadap PAK. “Dia sendiri akan
mengklaim ke BPJS Ketenagakerjaan atas
PAK yang dideritanya, lalu dia bisa meminta
kompensasi ke perusahaan. Perusahaan
tentu saja tidak mau nama dan reputasinya
menjadi jelek gara-gara PAK,” ujarnya.
Ulah tak terpuji perusahaan yang
merugikan pekerja dan sudah berlangsung
hampir empat dasawarsa ini diakui dr
drs Herman Prakoso Hidayat

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 13


Kerja dan Olahraga (Kesjaor) Kemenkes
pada 2014 memang pernah mengeluarkan
data PAK 2011 – 2014 secara nasional.
PAK yang terjadi tahun 2011 terdata 57.929
kasus, 2012 (60.322 kasus), 2013 (97.144),
dan turun menjadi 40.694 kasus di tahun
2014. Cuma itu!
Direktur Kesjaor Kemenkes drg
Kartini Rustandi, MKes menjelaskan, data
PAK Kemenkes berbeda dengan data PAK
Kemnaker. Data PAK Kemenkes, kata
Kartini, bersumber dari laporan fasilitas
pelayanan kesehatan tingkat pertama
(Puskesmas), yang memberikan pelayanan
PAK kepada para pekerja sektor informal.
Sedangkan data PAK Kemnaker, bersumber
dari perusahaan-perusahaan atau sektor
formal.
Selain bersumber dari Puskesmas,
data PAK Kemenkes juga bersumber
dari Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar)
yang dalam beberapa tahun terakhir rutin
dilakukan. Dalam laporan Riskesdas,
juga ada data soal PAK dan penyakit
pada kelompok pekerja. “Harus kita akui,
memang belum banyak data soal PAK.
Kemnaker punya data PAK yang berasal
dari perusahaan-perusahaan. Sementara
kami di Kemenkes juga punya data PAK.
Nah, data-data ini lah yang nantinya harus
kita sinkronkan satu sama lain,” kata drg
Kartini Rustandi, MKes kepada ISafety di
gedung Kemenkes, Rabu (27/22019).
Di Kemenkes, kata Kartini, sistem
pencatatan dan pelaporan tentang PAK
sudah lama dilakukan Puskesmas. “Tapi
memang tidak optimal karena tidak
semua dokter yang concern terhadap
PAK. Penyebabnya adalah tidak mudah
menentukan PAK. Untuk diagnosis saja,
Ir Amri AK
ada 7 langkah yang harus dilakukan. Itu
butuh waktu, tenaga, dan biaya. Tetapi kita menguatkan, berupa data pengukuran lingkungan kerja - merujuk pada Kepmenaker No
tetap terus memberikan pelatihan-pelatihan 5/2018 tentang K3 di Lingkungan Kerja yang berbicara mengenai NAB, dll,” kata dr Kiki.
kesehatan kerja kepada para tenaga medis Sementara Ketua Umum Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia
di Puskesmas, termasuk dokter-dokter (PERDOKI) dr Nusye E Zamsiar, MS, SpOK juga mengatakan pendapat senada tentang
Puskesmas,” katanya. penyebab data PAK minim. Menurut Nusye, selain tidak mudah menentukan PAK karena
Ahli kesehatan kerja lainnya, dr Kiki H harus dilakukan oleh dokter spesialis atau dokter berkompeten di bidang kesehatan kerja
Sutjahyo, MS, SpOK sependapat dengan drg dan dilakukan dalam 7 tahap diagnosis, ada beberapa faktor lainnya.
Kartini bahwa penyebab data PAK minim “Harus benar-benar dapat dikaitkan antara penyakit dengan pekerjaannya. Faktor lainnya
di Indonesia, antara lain dipicu oleh tidak adalah ketersediaan SDM K3 di perusahaan sangat terbatas dengan kualifikasi yang berbeda-
mudahnya menentukan PAK. “Penentuan beda. Lalu, terakhir, sebagian besar perusahaan belum memiliki SDM K3. Apalagi sektor
PAK memerlukan data penunjang guna industri terbesar di Indonesia adalah sektor informal,” kata dr Nusye.

14 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


Eddy Suprianto

“Data ini sangat penting. Dari data ini lah nantinya akan dianalisa dan dikaji, kenapa
kasus kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja (PAK) di Indonesia masih tinggi? Sektor
industri mana saja yang masih tinggi kejadian kecelakaan kerja dan PAK? Jenis kecelakan
dan PAK apa saja yang paling sering terjadi? Bagaimana penerapan aspek K3 di sektor-
sektor usaha yang masih sering terjadi kecelakaan dan PAK itu? Dan begitu seterusnya
hingga pertanyaan-pertanyaan yang lebih kecil lagi. Dari analisa itulah, akan dicarikan solusi-
solusi yang lebih konkret, terarah, dan tepat sasaran. Data adalah input. Kalau inputnya tidak
jelas atau malah keliru, maka hasilnya pun akan menjadi bias atau malah salah,” beber Amri
kepada ISafety di ruang kerjanya, Jumat (12/4/2019).
Amri blak-blakan mengapa Kemnaker selama ini mengambil data dari BPJS
Ketenagakerjaan sebagai rujukan utama dalam merilis angka kecelakaan kerja setiap
tahunnya. Menurut mantan Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(PNK3) Ditjen Binwasnaker & K3 Kemnaker ini, dibanding dengan sumber lainnya termasuk
di Kemnaker sendiri, data BPJS Ketenagakerjaan itu lah yang dinilainya lebih konkret. Meski
DATA PAK PENTING
ia sendiri mengakui bahwa data BPJS Ketenagakerjaan itu bias.
Lalu, seberapa pentingkah data PAK? Bagi
“Data itu pun sebetulnya bias. Karena kebanyakan kecelakaan kerja yang terdata di BPJS
Kepala Sekretariat Dewan Keselamatan dan
Ketenagakerjaan berdasarkan hubungan kerja (dari kantor-rumah-pabrik-rumah) dan itu pun
Kesehatan Kerja Nasional (DK3N) Ir Amri AK
berdasarkan klaim. Dengan kata lain, data dari BPJS Ketenagakerjaan itu berasal dari para
dan pengamat K3 Eddy Suprianto, kejelasan
pekerja di Indonesia yang menjadi peserta program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan. Di
dan kepastian data kecelakaan kerja dan
Kemnaker sendiri, pendataan kecelakaan kerja maupun PAK memang dilakukan. Ada form-
penyakit akibat kerja (PAK) adalah aspek
nya. Tetapi tidak bisa optimal karena menyangkut keterbatasan anggaran,” kata Amri.
yang sangat penting demi kemajuan K3 di
Nada hampir serupa juga diungkap Eddy Suprianto. “(Data) Jelas sangat penting. Sebab
Indonesia. Sebab, dari data yang jelas dan
kecelakaan kerja dan PAK adalah sebagai lagging indicator sukses tidaknya upaya kita
pasti ini lah akan diketahui hal apa saja yang
semua dalam upaya membudayakan K3 di Indonesia,” kata Eddy kepada ISafety di Depok,
harus dibenahi dan diperbaiki.
Rabu (10/4/2019). • (Hasanuddin)

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 15


L I P U TA N U TA M A

MENYULITKAN ATAU
MEMUDAHKAN
DIAGNOSIS PAK?
PERPRES NO 07 TAHUN 2019

KEHADIRAN PERPRES NO 07 TAHUN 2019 TENTANG PENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK)


DIRESPONS BERAGAM OLEH SEJUMLAH DOKTER. RESPONS BERMUARA PADA DUA
KUTUB; MEMNYULITKAN DIAGNOSIS PAK ATAU JUSTRU SEBALIKNYA?

16 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


T
ahun2019 terasa begitu istimewa bagi para pekerja yang menjadi peserta
program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK) yang
diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan. Pasalnya, pada 29 Januari 2019,
Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No 07 tahun 2019
tentang Penyakit Akibat Kerja (PAK).
Peraturan baru ini menjangkau jenis PAK dan pajanannya yang jauh lebih luas dibanding
peraturan sebelumnya, Kepres No 22 tahun 1993 tentang Penyakit yang Ditimbulkan Akibat
Hubungan Kerja. Dari 33 item (Keppres No 22/1993) menjadi 88 item (Perpres No 07/2019),
hampir tiga kali lipatnya. Artinya, Perpres No 07/2019 ini mengcover biaya pelayanan
kesehatan para pekerja dengan jenis PAK dan pajanan yang menjadi faktor penyebab
terjadinya PAK, yang jauh lebih banyak dan bisa diklaim ke BPJS Ketenagakerjaan.
Penambahan item jenis PAK dan pajanannya, paling banyak ada di klasifikasi penyakit
yang disebabkan oleh faktor kimia, dari 16 item (Keppres 22/1993) menjadi 39 item
(Perpres 07/2019). Dengan demikian, mereka yang tercover program JKK dan JK dari
BPJS Ketenagakerjaan, tidak saja didominasi para pekerja di industri-industri yang banyak
bersinggungan dengan bahan kimia seperti farmasi, rumah sakit, Migas, Pertambangan,
dan industri besar lainnya. Tetapi juga menjangkau industri kecil, industri rumahan, UMKM,
dan berbagai sektor informal lainnya, yang dalam aktivitas pekerjaannya menggunakan
bahan kimia seperti petani (pestisida), pekerja pengambil dan pengumpul getah pohon kkaret
(lateks), penambang dan pendulang emas (air raksa), dan masih banyak lagi.
Hanya saja, syarat utamanya adalah pekerja merupakan peserta program JKK dan
JK dari BPJS Ketenagakerjaan. Sebab Perpres No 07/2019 ini diundangkan adalah untuk
melaksanakan ketentuan Pasal 48 ayat (3) Peraturan Pemerintah (PP) No 44 tahun 2015
tentang Penyelenggaraan Program JKK dan JK. Syarat lain yang tak kalah pentingnya untuk
mengajukan klaim ke BPJS Ketenagakerjaan, si pekerja harus mengantongi surat keterangan
dokter yang dikeluarkan oleh dokter yang berkompeten di bidang kesehatan kerja, setelah dr Muzakir

sebelumnya dilakukan penegakan diagnosis PAK oleh dokter tersebut.


Ketika dikonfirmasi, Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Norma Pemeliharaan Kesehatan KLAIM SALAH ALAMAT
Tenaga Kerja Direktorat PNK3, Ditjen Binwasnaker dan K3, Kementerian Ketenagakerjaan Harapan dr Muzakir dari Kemnaker dan
(Kemnaker) dr Muzakir tegas menyatakan bahwa Perpres No 07 tahun 2019 tentang PAK drg Kartini Rustandi dari Kemenkes, cukup
memang dibuat dan kemudian diundangkan, dalam konteks klaim biaya pelayanan kesehatan beralasan. Sebab selama ini klaim atas
yang harus dibayarkan BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja yang menjadi pesertanya. pembiayaan fasilitas pelayanan kesehatan
“Perpres (07/2019) ini diharapkan menjadi salah satu acuan terutama bagi BPJS untuk PAK diajukan ke BPJS Kesehatan. Menurut
secara tepat menetapkan atau menyanggupi klaim yang diajukan pekerja melalui mekanisme Kahumas BPJS Kesehatan M Iqbal, setiap
yang sudah ada. Jadi, penyakit-penyakit yang ditetapkan di bagian Lampiran Perpres ini lah tahunnya BPJS Kesehatan mengeluarkan
yang jadi pedoman bagi siapapun untuk menetapkan diagnosis PAK,” kata dr Muzakir kepada anggaran rata-rata sekitar Rp300 miliar
ISafety yang menemuinya di kantor Kemnaker, Jakarta, Senin (11/3/2019). untuk membayar biaya fasilitas pelayanan
Dikatakan Muzakir, Perpres No 07/2019 tentang PAK merupakan revisi atas peraturan kesehatan yang diklaim para pekerja
sebelumnya, Keppres No 22/1993. Revisi dilakukan atas inisiator Kemnaker. Muzakir di seluruh Indonesia. Dan, itu sudah
berdalih, revisi terhadap Keppres No 22/1993 perlu dilakukan menyusul dirilisnya daftar (list) berlangsung selama 4 tahun. Artinya, untuk
PAK yang baru oleh ILO (International Labour Organization) belum lama ini. “Dari list PAK pembayaran klaim PAK dalam empat
yang baru dirilis ILO inilah diadopsi dan dimasukkan ke dalam Perpres No 07/2019. Kenapa tahun terakhir, BPJS Kesehatan sudah
demikian, karena perkembangan PAK sekarang ini sudah sedemikian rupa mengingat menggelontorkan fulus sebesar Rp1,2
hazard di tempat kerja, potensi bahaya kesehatan di tempat kerja yang makin kompleks. triliun.
Selain itu, supaya jaminan pelayanan kesehatan khususnya PAK bagi tenaga kerja dari BPJS Sebuah anggaran yang tidak kecil,
Ketenagakerjaan dapat terlaksana dengan baik,” katanya. dan cukup menohok keuangan BPJS
Harapan hampir senada juga disampaikan Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kesehatan yang tengah mengalami defisit.
(Kesjaor) Ditjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan drg Kartini Rustandi, MKes. “Pembiayaan fasilitas pelayanan layanan
“Yang berhak mendapatkan penggantian ya dapat penggantian. Tentu harus melalui cara- kesehatan PAK seharusnya tidak ditanggung
cara yang baik dan benar serta tepat. Kalau perlu dilakukan diagnosis, ya diagnosis. Kalau BPJS Kesehatan, melainkan BPJS
perlu dilakukan kajian, ya lakukan. Jadi, jangan mempersulit orang untuk mendapatkan Ketenagakerjaan. Kami sudah berkoordinasi
haknya dari BPJS Ketenagakerjaan,” kata Kartini Rustandi kepada ISafety di kantor dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk ▶
Kemenkes, Jakarta, Rabu (27/2/2019).

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 17


di tahap diagnosis. “Kelemahan itu meliputi
tiga hal. Pertama, apakah dokternya yang
memang belum dapat mendiganosis
PAK. Kedua, sudah terdiagnosis tapi tidak
dilaporkan. Ketiga, sudah dilaporkan tapi
memang ada beberapa penyakit yang
ternyata miss klaim. Mestinya itu PAK,
tetapi didiagnosis bukan PAK sehingga
klaimnya ke BPJS Kesehatan,” dr Muzakir
menjelaskan.
“Nah Hal-hal seperti inilah yang
memang perlu kita benahi bersama.
Artinya, kemampuan dokter dalam
mendiagnosis PAK dan keberanian dokter
untuk mendiagnosis suatu penyakit sebagai
PAK. Supaya jalur klaimnya benar dan
drg Kartini Rustandi, MKes mekanismenya betul bahwa yang namanya
penyakit yang diderita pekerja dan tengah
didiagnosisnya merupakan bagian dari
program JKK yang menjadi salah satu
program di BPJS Ketenagakerjaan,” Muzakir
menambahkan.

TAK MUDAH
Sejumlah dokter okupasi (kesehatan kerja)
dan Direktur Kesjaor Kemenkes yang
dihubungi ISafety, sepakat bahwa penentuan
atau penegakan diagnosis PAK bukan
perkara mudah dan bisa dilakukan secara
cepat. Pertama, diagnosis PAK hanya boleh
dilakukan oleh dokter spesialis (SpOK)
atau dokter yang berkompeten di bidang
kesehatan kerja sebagaimana diatur dalam
Pasal 3 Perpres No 07/2019.
Tetapi dr Muzakir tak sepenuhnya
sependapat. Menurutnya, diagnosis PAK
mengalihkan pembiayaan tersebut agar sesuai dengan tugas pokoknya,” kata M Iqbal ketika juga bisa dilakukan oleh dokter umum.
dihubungi via sambungan telepon. “Pada dasarnya, yang namanya dokter,
Iqbal menjelaskan angka Rp300 miliar tersebut didapat dari jumlah peserta Pekerja pasti sudah memiliki kemampuan untuk
Penerima Upah (PPU) dan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang mengajukan klaim mendiagnosis penyakit (penegakan
biaya fasilitas pelayanan kesehatan ke BPJS Kesehatan dengan asumsi pembiayaan diagnosis klinis, red). Nah, khusus untuk
untuk lima penyakit akibat kerja. "Penyakit akibat kerja itu nyeri punggung, carpal tunnel PAK, memang perlu pendalaman lagi sebab
syndrom atau sering terasa kaku dan kesemutan di tangan, asma, dermatitis, dan tuli akibat ada beberapa hal yang harus diperhatikan
kebisingan," katanya. dan dilakukan untuk menentukan apakah
Nyeri punggung bisa diakibatkan akibat terlalu lama duduk saat bekerja, carpal tunnel penyakit yang didiagnosanya itu termasuk
syndrom yang terkadang membuat nyeri di pergelangan tangan terjadi akibat penggunaan PAK atau bukan. Sebetulnya, dengan
komputer. Sementara penyakit seperti asma, dermatitis yang menyebabkan luka di kulit, mengikuti pelatihan dan mengantongi
dan tuli karena kebisingan biasa terjadi pada pekerja yang bekerja di lingkungan pabrik atau sertifikat atau kemampuan Hiperkes
industri. (Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja,
Klaim pembiayaan fasilitas pelayanan kesehatan PAK yang salah alamat itu, tengah red) saja, dokter biasa atau dokter umum
dalam kajian Kemnaker selaku institusi pemerintah yang paling berwenang dalam persoalan sudah bisa mendiagnosis PAK. Apalagi
K3 di Indonesia (sesuai amanah dari UU No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja). dokter perusahaan yang basicnya wajib
Menurutnya, dari hasil kajian itu, salah alamat klaim itu bisa terjadi karena ada kelemahan mengikuti pelatihan Hiperkes. Bahkan di PP

18 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


spesialis atau dokter yang berkompeten
di bidang kesehatan kerja itu harus
melakukan tujuh langkah diagnosis PAK.
Pasal 4 ayat (1) Permenkes No 56 tahun
2016 tentang Penyelenggaraan Pelayanan
Penyakit Akibat Kerja menyebutkan,
ketujuh langkah diagnosis PAK itu
adalah: a. penegakan diagnosis klinis, b.
penentuan pajanan yang dialami pekerja
di tempat kerja, c. penentuan hubungan
antara pajanan dan penyakit, d. penentuan
kecukupan pajanan, e. penentuan faktor
individu yang berperan, f. penentuan faktor
lain di luar tempat kerja, dan g. penentuan
diagnosis okupasi.
“Misalnya seorang pekerja didagnosa
menderita penyakit TBC. Diagnosa klinik ini
belum bisa disebut PAK. Harus dibuktikan,
apakah penyakit TBC yang diderita pekerja
itu akibat kerja atau bukan. Dilakukan lagi
diagnosa lainnya seperti penentuan pajanan
di tempat kerja, penentuan hubungan
pajanan di tempat kerja dan penyakit, dan
seterusnya. Harus bisa dibuktikan dan harus
ada keterkaitan satu sama lain. Jika bisa
dibuktikan dan memiliki hubungan antara
pajanan dan penyakit, diagnosis PAK baru
bisa ditegakkan,” kata Direktur Kesjaor
Kemenkes drg Kartini Rustandi, MKes.
Dr Kiki Harirahmawati Sutjahyo,
MS, SpOK yang 26 tahun menjadi dokter
kesehatan kerja di sebuah perusahaan
pabrik semen (manufaktur), membenarkan
bahwa penentuan PAK dan jenis PAK bukan
hal yang mudah. PAK, katanya, bukan
peristiwa yang bisa terjadi secara langsung
dan seketika seperti halnya kecelakaan
kerja. “PAK muncul untuk waktu yang cukup
lama. Bisa berminggu-minggu, berbulan-
bulan, bahkan bertahun-tahun,” kata dr
Kiki kepada ISafety yang menemuinya
di Laboratorium Klinik Cito di kawasan
Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu
dr Kiki Harirahmawati Sutjahyo, MS, SpOK
(10/4/2019).
No 44 tahun 2015, yang mendiagnosis PAK adalah dokter yang merawat,” beber dr Muzakir Dr Kiki yang tampak masih energik
dari Kemnaker. di usianya yang menginjak 61 tahun ini
Dihubungi terpisah, Ketua Umum Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi berdalih, kesulitan itu muncul karena organ
Indonesia (PERDOKI) dr Nusye E Zamsiar, MS, SpOK menjelaskan, ada tiga klasifikasi dokter tubuh yang sama juga dipergunakan baik
sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Perpres No 07/2019. “Yaitu dokter yang telah mendapat di dalam maupun di luar kegiatan kerja.
pelatihan PAK, dokter Magister Kedokteran Kerja (MKK), dan dokter spesialis kedokteran Kiki mencontohkan organ paru. “Pada
okupasi (SpOK),” kata dr Nusye. saat kerja, paru mendapatkan pajanan
Kedua, untuk menentukan seorang pekerja terkena PAK dan jenis PAK, maka dokter yang dapat menimbulkan gangguan. ▶

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 19


Di luar jam kerja, paru yang sama juga
mendapatkan pajanan yang sama-sama
dapat menimbulkan gangguan. Misalnya
saja gangguan pada paru itu berupa batuk.
Apakah penyakit batuk yang diderita pekerja
itu diakibatkan pajanan di tempat kerja atau
akibat kegiatan merokok yang dilakukannya
di luar jam kerja? Diperlukan data pajanan
yang diterimanya saat bekerja dan pajanan
yang diterimanya di luar jam kegiatan kerja;
mana yang lebih dominan sebagai penyebab dr. M Arief Novianto, MKK,SpOK

terjadinya gangguan paru berupa batuk


tersebut,” beber dr Kiki. terdiagnosa. Kita juga sedang menyusun Okupasi dan dokter yang memiliki
Ketiga, setelah diagnosis PAK peraturan-peraturan, standar-standar kompetensi di bidang kesehatan kerja
ditegakkan lewat tujuh langkah diagnosis tentang misalnya penentuan PAK. Selama jumlahnya memang terbatas. Tetapi
tadi, masih ada hal lain yang dilakukan ini ditentukan oleh Kemenkes. Tapi ke dengan banyaknya dokter di Puskesmas
dalam pelayanan PAK yaitu tata laksana depan, PAK bisa langsung ditentukan oleh sebagai ujung tombak, mengapa kita ragu
PAK yang meliputi dua hal; tata laksana profesi, oleh para ahli di bidangnya, supaya dengan kondisi kesiapan pelaksana di
medis dan tata laksana okupasi (Pasal dengan cepat bisa ditindaklanjuti,” kata lapangan. Kita para dokter ahli Okupasi
5 Permenkes No 56 tahun 2016 tentang Direktur Kesjaor Kemenkes drg Kartini dapat memberi pembekalan, dan itu sudah
Penyelenggaraan Pelayanan PAK). Tata Rustandi, MKes. kita lakukan sehingga bisa dilakukan
laksana medis dilakukan sesuai dengan pengenalan risiko PAK tanpa menunggu
standar profesi, standar pelayanan, dan MENYULITKAN ATAU MEMUDAHKAN? terjadinya PAK. Apalagi dalam Perpres
standar operasional prosedur (Pasal 5 ayat Beberapa dokter okupasi yang dihubungi, baru ini lebih lengkap sehingga diharapkan
(2) Permenkes 56/2016). termasuk Direktur Kesjaor Kemenkes, bisa memudahkan penerapan di lapangan,”
Menurut dr Nusye, tata laksana medis menyambut baik kehadiran Perpres No 07 katanya.
dilakukan setelah diagnosis PAK ditegakkan. tahun 2019 tentang PAK. Peraturan baru Sambutan hangat juga mengalir dari
Berupa rawat jalan dan/atau rawat inap yang diundangkan di Jakarta tanggal 29 drg Kartini Rustandi, MKes. Direktur Kesjaor
yang dapat dilakukan di fasilitas pelayanan Januari 2019 menggantikan peraturan lama, Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes
kesehatan dan dilakukan oleh dokter Keppres No 22 tahun 1993 itu dinilai lebih ini berpendapat, Perpres No 07/2019 bisa
spesialis atau dokter yang berkompeten lengkap dan detail. mempermudah dalam menentukan PAK.
di bidang kesehatan kerja. Sedangkan tata “Dibandingkan dengan aturan “Kami menyambut baik. Peraturan tentu
laksana okupasi yang juga diberikan setelah sebelumnya, Perpres baru no 07 tahun 2019 dibuat pemerintah supaya kondisi menjadi
diagnosis PAK ditegakkan, dilakukan dengan ini memang lebih lengkap dan detail,” kata lebih baik. Perpres No 07 tahun 2019
sasaran individu pekerja dan komunitas dr Kiki H Sutjahyo, MS, SpOK dan dr M Arief mengatur kondisi yang selama ini agak sulit
pekerja. Tata laksana okupasi sasaran Novianto, MKK, SpOK seragam yang ditemui kita temukan karena memang kenyataannya
individu pekerja meliputi pelayanan kelaikan di dua tempat terpisah di Jakarta. “Lebih PAK bukan penyakit yang dengan cepat
kerja, pelayanan program kembali kerja, dan lengkap dalam hal pembagian tipe PAK,” dr dapat ditentukan sebagai PAK. Kalau
pelayanan penentuan kecacatan. Sementara Kiki menambahkan. diagnosisnya bisa. Semisal flu, paru, asma,
tata laksana okupasi sasaran komunitas Dr Kiki melanjutkan, pembagian jenis dan sebagainya. Diagnosanya bisa dengan
pekerja meliputi pelayanan pencegahan PAK PAK dalam Perpres No 07 tahun 2019 ini cepat dilakukan dan ditentukan. Tetapi
dan pelayanan penemuan dini PAK. lebih tertata dengan harapan memudahkan diagnosa penyakit akibat kerjanya tidak
Banyaknya tahapan yang harus penerapan di lapangan. Sebagai dokter mudah. Jadi, peraturan ini akan memberi
dilakukan guna menentukan apakah ahli Okupasi, dr Kiki sadar bahwa dokter suatu tambahan peraturan lagi yang bisa
penyakit yang diderita seorang pekerja spesialis Okupasi dan dokter yang mempermudah dalam menentukan PAK,”
terkategori PAK atau bukan, memicu berkompeten di bidang kesehatan kerja drg Kartini menjelaskan.
Kemenkes untuk melakukan terobosan. yang ada saat ini memang jumlahnya masih Pendapat berseberangan dikemukakan
“Kita sekarang sedang merumuskan terbatas dan memiliki rasio yang amat dokter ahli Okupasi lainnya. “Dibandingkan
diagnosis PAK supaya bisa dilakukan timpang jika dibandingkan dengan jumlah dengan aturan sebelumnya, Perpres ini
secara singkat. Kemenkes saat ini sedang pekerja. memang lebih lengkap dan lebih detail.
menyiapkan beberapa standar bagaimana Tetapi, katanya, sebagai dokter ahli Tetapi Perpres ini harus segera diikuti
mendiagnosa dengan cepat dan tepat Okupasi, ia tidak merasa ragu dengan dengan juklak-juklak, juknis-juknis. Jika
serta bagaimana tata laksana sampai dia kondisi di lapangan. “Dokter spesialis tidak, akan menyulitkan dan membuat

20 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


bingung para praktisi kesehatan kerja di lapangan seperti saya,” kata dr M Arief Novianto, tempat kerja apa, apakah dosis hazard
MKK, SpOK, konsultan kesehatan kerja di beberapa perusahaan kepada ISafety di Jakarta, bisa menimbulkan PAK atau tidak, apakah
Rabu (27/2/2019) silam. pekerja itu punya kebiasaan-kebiasaan
Dr M Arief berdalih, ada beberapa jenis PAK dalam Perpres No 07/2019 yang menurutnya individu yang menunjang gangguan
bias dan membingungkan. M Arief mencontohkan penebalan siku (olecranon bursitis) kesehatan kerja yang dideritanya. Misalnya
karena tekanan berkepanjangan pada daerah siku saja dikategorikan sebagai PAK. “Ini pekerja yang menderita tuli, setelah
menurut saya jadi bias. Penebalan pada siku terkait misalnya dengan posisi duduk kah atau dilakukan diagnosis lebih lanjut, ternyata dia
pekerjaannya yang memang mengharuskan merangkak kah, dsb. Di sisi lain, penebalan siku memiliki kebiasaan mendengarkan musik
juga bisa disebabkan oleh aktivitas dia di luar tempat kerja. Ini akan menyulitkan para praktisi lewat headset dengan suara keras,” kata dr
kesehatan kerja. Karena itu, Perpres ini seharusnya diikuti oleh juklak-juklak, juknis-juknis. M Arief.
Kok bisa menentukan klasifikasi penyakit akibat kerja semisal penebalan siku, dasarnya apa,” Menurutnya, jenis PAK yang terbagi
katanya. dalam lima kategori penyebabnya saja
Membuat klasifikasi dan menentukan PAK, kata dr M Arief, tidak sesimple itu. “Kita sebagaimana diatur dalam Keppres No
harus tahu dia pekerjaannya apa, kapan dia bekerja, berapa lama dia bekerja, hazard di 22/1993, hingga kini belum selesai dikaji.
Apalagi dengan tambahan berbagai macam
penyakit yang jumlahnya lebih dari 50 jenis
PAK dan pajanannya seperti diatur dalam
Perpres No 07/2019.
“Kita sendiri di spesialis Okupasi
Kerja membagi menjadi lima bagian
besar terkait hazard kerja (penyebab
PAK) yaitu fisika, kimia, biologi, fisiologi/
ergonomik, dan psikososial. Itu saja belum
dikupas secara tuntas. Itu saja belum
tahu bahwa penerangan seberapa yang
bisa menimbulkan gangguan penglihatan.
Apalagi ini ditambah dengan berbagai
macam penyakit. Di sisi lain, apakah PAK
ini masuk dalam klasifikasi klinis yang
sekarang ini kita tahu atau tidak. Nah semua
aspek itu harus tersinkron. Jangan karena
Perpres baru tentang PAK ini sudah terbit
dan diundangkan, oh sudah selesai. Tidak
begitu,” dr M Arief Novianto, MKK, SpOK
menambahkan.
Di sisi lain, sambung dr M Arief, selain
akan membuat bingung dan menyulitkan
para praktisi kesehatan kerja di lapangan,
banyaknya jenis PAK dan pajanannya itu
akan menimbulkan ‘phobia’ tersendiri
bagi kalangan pekerja. “Ketika merasa
mengalami gangguan kesehatan dan
mendapatkan informasi tentang PAK
dari Perpres baru ini, si pekerja itu akan
berpikir ; oh jangan-jangan ini PAK.
Dampaknya secara psikologis, si pekerja
akan dihantui rasa was-was berlebihan
ketika sedang bekerja; jangan-jangan apa
yang dikerjakannya akan berdampak pada
PAK. Karena itu, Pilpres No 07/2019 harus
segera diimbangi dengan mekanisme
edukasi dan sistem diagnosa PAK secara
tepat, selain juklak dan juknis tadi,” ujarnya.
• (Hasanuddin)

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 21


L I P U TA N U TA M A

JAGA KESEHATAN,
WASPADAI GAYA
HIDUP ANDA!
DIREKTUR KESEHATAN KERJA & OLAHRAGA KEMENKES
DRG KARTINI RUSTANDI, MKES

PENGANTAR

PADA 25 JANUARI 2019, PEMERINTAH MENERBITKAN PERATURAN PRESIDEN (PERPRES) NO


07 TAHUN 2019 TENTANG PENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK). MENGGANTIKAN PERATURAN
LAMA, KEPRES NO 22 TAHUN 1993 TENTANG PENYAKIT YANG TIMBUL KARENA HUBUNGAN
KERJA. ADA HAL BARU. YAITU ADANYA SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN PAK UNTUK
KEPENTINGAN PENDATAAN SECARA NASIONAL. BANYAK PIHAK BERHARAP, PERPRES NO
07/2019 BISA MENJADI TITIK ANJAK PENANGANAN PAK DI INDONESIA, YANG DIMULAI DARI
ADANYA DATA PAK SECARA NASIONAL. BAGAIMANA DIREKTORAT KESEHATAN KERJA
DAN OLAHRAGA (KESJAOR) KEMENTERIAN KESEHATAN MENYIKAPINYA? MENGAPA DATA
PAK NASIONAL SANGAT MINIM? APA DAN BAGAIMANA PROGRAM-PROGRAM DIREKTORAT
KESJAOR KEMENKES DALAM UPAYA MEMBUAT PARA PEKERJA DI INDONESIA SEHAT?
UNTUK MENGETAHUI JAWABANNYA, WARTAWAN SENIOR MAJALAH ISAFETY HASANUDDIN
MEWAWANCARAI DIREKTUR KESEHATAN KERJA DAN OLAHRAGA DIREKTORAT JENDERAL
KESEHATAN MASYARAKAT KEMENTERIAN KESEHATAN DRG KARTINI RUSTANDI, MKES.
BERIKUT PETIKAN WAWANCARANYA. SEMOGA BERMANFAAT DAN MENAMBAH WAWASAN.

REDAKSI

22 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


PEMERINTAH MENERBITKAN PERPRES Pelayanan Penyakit Akibat Kerja yang BISA IBU JELASKAN, HAL SPESIFIK APA
NO 07 TAHUN 2019 TENTANG PENYAKIT memuat peraturan bagaimana melakukan YANG PERLU DISEPAKATI BERSAMA
AKIBAT KERJA (PAK). KOMENTAR IBU? tata laksana atau penyelenggaraan DARI PERPRES NO 07/2019 INI?
Kami menyambut baik. Peraturan tentu pelayanan PAK. Permenkes itu terbit Sebagaimana peraturan sebelumnya
dibuat pemerintah supaya kondisi menjadi karena memang belum semua orang (Kepres No 22/1993), penentuan PAK
lebih baik. Perpres No 07 tahun 2019 bisa melakukan tata laksana seperti yang yang diatur dalam peraturan baru ini juga
mengatur kondisi yang selama ini agak sulit diharapkan. Termasuk pencatatan dan terkait program Jaminan Kecelakaan
kita temukan karena memang kenyataannya pelaporannya. Jadi, Perpres No 07/2019 Kerja (JKK) yang diselenggarakan oleh
PAK bukan penyakit yang dengan cepat makin melengkapi peraturan tentang PAK BPJS Ketenagakerjaan. Manfaat JKK akan
dapat ditentukan sebagai PAK. Kalau yang sudah ada. diperoleh pekerja jika dia didiagnosis
diagnosisnya bisa, semisal flu, paru, asma, menderita PAK berdasarkan surat
dan sebagainya. Diagnosanya bisa dengan JENIS PAK DALAM PERPRES NO keterangan dokter.
cepat dilakukan dan ditentukan. Tetapi 07/2019 ADA 88 YANG TERBAGI Jika masuk ranah JKK, maka kita
diagnosa penyakit akibat kerjanya tidak DALAM EMPAT KATEGORI. JAUH LEBIH bicaranya masuk ke fasilitas pelayanan
mudah. Jadi, peraturan ini akan memberi BANYAK DIBANDINGKAN KEPRES NO kesehatan, dan itu diagnosa. Dan dalam
suatu tambahan peraturan lagi yang bisa 22/1993 YANG MERINCI 31 JENIS PAK. peraturan baru ini memang disebutkan
mempermudah dalam menentukan PAK. TANGGAPAN IBU? bahwa PAK harus didiagnosa oleh dokter
Itu (Perpres No 07/2019, red) bukan hanya yang berkompeten di bidang kesehatan
KEMENKES BUKANKAH SUDAH jenis loh, tetapi juga pajanan-pajanan yang kerja. Tetapi diagnosa saja tidak cukup.
MENGELUARKAN PERATURAN TENTANG menyebabkan. Peraturan baru ini memang Harus ada tata laksana tertentu sebagai
PAK DALAM BENTUK PERMENKES? lebih ke arah pajanan (paparan, red) yang tambahan setelah diagnosa.
Ya memang benar. Di Kemenkes, peraturan menjadi faktor penyebab terjadinya PAK. Misalnya seorang pekerja didagnosa
soal PAK sudah ada yaitu Permenkes No Nah di sinilah sedikit kita (Kemenkes, red) menderita penyakit TBC. Diagnosa klinik
56 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan perlu sepakati bersama. ini belum bisa disebut PAK. Kan harus ▶

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 23


dibuktikan, apakah penyakit TBC yang
diderita pekerja itu akibat kerja atau
bukan. Dilakukan lagi diagnosa lainnya
seperti penentuan pajanan di tempat kerja,
penentuan hubungan pajanan di tempat
kerja dan penyakit, dan seterusnya. Setelah
diagnosis, ada lagi proses yang harus
dilakukan yaitu tata laksana.
Proses diagnosa untuk menetapkan
PAK itu pun ada pembiayaannya. Siapa
yang akan menanggung? BPJS Kesehatan,
BPJS Ketenagakerjaan, atau Taspen selaku
badan pelaksana program jaminan sosial
nasional? Selama ini memang belum jelas.
Revisi atas PP No 44 (tahun 2015 tentang
Penyelenggaraan Program JKK dan
Jaminan Kematian, red) yang kini dilakukan,
kita harapkan bisa mengakomodir akan hal
ini.
Nah, hal-hal teknis seperti ini yang
harus dibicarakan lebih lanjut. Saat ini kita
memang sedang berproses banyak. Kita
di Kemenkes juga sedang menyiapkan
peraturan-peraturan tentang standarnya
bagaimana. Karena yang namanya pekerja
itu bukan hanya pekerja di pabrik atau
industri lainnya.

SELAIN LEBIH BANYAK MERINCI SOAL


JENIS PAK DAN PAJANANNYA, PERPRES
NO 07/2019 MENGATUR SOAL SISTEM
PENCATATAN DAN PELAPORAN PAK
YAITU DI PASAL 5. HAL INI TIDAK ADA fasilitas pelayanan kesehatan di tingkat pertama dan berasal dari pekerja sektor informal.
DI PERATURAN SEBELUMNYA, KEPRES Nah, karena Perpres ini menyangkut program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang
NO 22/1993. BAGAIMANA KEMENKES diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan, maka kita memang harus duduk bersama; data
MENYIKAPINYA? apa yang dibutuhkan, data apa yang mesti dikumpulkan, bagaimana caranya, bagaimana
Kemenkes sekarang memang sedang mekanisme pelaporannya, dsb.
berproses, termasuk dalam membuat Jadi, sistem pencatatan dan pelaporan untuk kepentingan data secara nasional
hal sistem pelaporan terutama dari sebagaimana diamanahkan dalam Pasal 5 Perpres No 07/2019, kan tidak hanya berasal
fasilitas pelayanan kesehatan rumah dari perusahaan saja. Banyak pekerja yang juga berisiko terkena PAK yang tidak bekerja di
sakit, puskesmas, dengan sistem secara perusahaan atau pekerja informal. Kan banyak juha pekerja yang bekerja di perusahaan, tapi
utuh. Tidak bisa lagi fragmented seperti status mereka bukan karyawan. Nah, data-data ini lah yang nantinya harus kita sinkronkan
PAK. Secara rutin, dalam beberapa tahun satu sama lain.
terakhir, ada Riskesdas (Riset Kesehatan
Dasar) yang di dalam laporannya juga ada SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN SEBAGAIMANA DIATUR DALAM PASAL 5
data soal PAK, penyakit pada kelompok PERPRES 07/2019 ITU DEMI KEPENTINGAN DATA PAK SECARA NASIONAL. KITA
pekerja. Itu memang ada datanya. TAHU BAHWA DATA PAK SECARA NASIONAL DI INDONESIA MEMANG TIDAK JELAS.
Terkait Pasal 5 Perpres No 07/2019, BERBEDA DENGAN DATA KECELAKAAN KERJA YANG SETIAP TAHUN DIRILIS BPJS
Perpres ini kan baru ke luar. Jadi kita KETENAGAKERJAAN. KOMENTAR IBU?
memang harus duduk bersama. Kalau Harus kita akui, memang belum banyak data soal PAK. Kemnaker punya data PAK yang
perusahaan sebagai pihak pemberi berasal dari perusahaan-perusahaan. Sementara kami di Kemenkes juga sebenarnya punya
kerja, itu laporannya ke Kemnaker. data, berapa jumlah PAK yang dideteksi di Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan
Laporan yang masuk ke kami berasal dari tingkat pertama. Sistem pencatatan dan pelaporan tentang PAK sudah lama dilakukan

24 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


puskesmas. Tapi memang tidak optimal
karena tidak semua dokter yang concern
terhadap PAK. Penyebabnya adalah tidak
mudah menentukan PAK. Untuk diagnosis
saja, ada 7 langkah yang harus dilakukan.
Itu butuh waktu, tenaga, dan biaya. Tetapi
kita tetap terus memberikan pelatihan-
pelatihan kesehatan kerja kepada para
tenaga medis di puskesmas, termasuk
dokter-dokter puskesmas.
Selain itu, ada PAK tertentu semisal
asbestosis yang tidak bisa dilakukan
pemeriksaan lebih lanjut di puskesmas.
Kami hanya bisa mendeteksi PAK yang
umum ada di masyarakat di tinkat
puskesmas, terutama penyakit-penyakit
yang berasal dari para pekerja informal.
Minimnya data PAK juga bisa jadi karena
banyak yang tidak terlaporkan. Atau belum
terdiagnosa dengan baik karena butuh
waktu untuk membuktikannya.

SOAL DATA PAK DI INDONESIA YANG


TIDAK JELAS INI SUDAH BERLANGSUNG yang paling sering dialami para pekerja?
LAMA. ADAKAH TEROBOSAN- HARAPAN IBU TERHADAP TERBITNYA Dari situ kemudian kita buat langkah-
TEROBOSAN YANG DILAKUKAN PERPRES NO 07/2019? langkah apa untuk pencegahannya. Misalnya
KEMENKES? APALAGI SEKARANG PAK jadi makin mudah dideteksi dan yang mesti pakai masker, sarung tangan,
SUDAH ADA PERPRES NO 07/2019? berhak mendapatkan penggantian ya rambutnya mesti memakai cap, dsb.
Seperti saya sebutkan tadi, salah satu dapat penggantian. Tentu harus melalui
kendala yang dihadapi di PAK adalah cara-cara yang baik dan benar serta TERKAIT PAK, PROGRAM APA YANG
diagnosis tidak bisa dilakukan secara cepat. tepat. Kalau perlu dilakukan diagnosis, ya DILAKUKAN DIREKTORAT KESEHATAN
Ada 7 langkah yang harus dilakukan. Kita diagnosis. Kalau perlu dilakukan kajian, ya KERJA DAN OLAHRAGA (KESJAOR)
sekarang sedang merumuskan diagnosis lakukan. Jadi, jangan mempersulit orang KEMENKES YANG IBU PIMPIN?
PAK supaya bisa dilakukan secara singkat. untuk mendapatkan haknya dari BPJS Lebih menguatkan pada program kesehatan
Kemenkes saat ini sedang menyiapkan Ketenagakerjaan. Selain itu, harapan kami kerja. Program ini lebih pada upaya
beberapa standar bagaimana mendiagnosa Perpres No 07/2019 ini melengkapi PP promotif preventif, bagaimana mencegah
dengan tepat dan bagaimana tata laksana Kesehatan Kerja di mana di situ akan dibuat terjadi penyakit pada pekerja. Prinsip
sampai dia terdiagnosa. standar-standar, kententuan-ketentuan, dari kesehatan kerja adalah bagaimana
Kita juga sedang menyusun peraturan- sistem-sistem. Sistem ini nantinya harus membuat yang sehat tetap sehat, dan yang
peraturan, standar-standar tentang terkoneksi dengan sistem kesehatan yang sehat tidak sakit. Kalau sakit, diobati tapi
misalnya penentuan PAK. Selama ini sudah ada. jangan sampai parah. Kalau sudah parah
ditentukan oleh Kemenkes. Tapi ke depan tidak sampai cacat. Itu prinsip kesehatan
PAK langsung ditentukan oleh profesi, oleh PAK YANG PALING SERING DIKELUHKAN kerja. Jadi, kita lebih kepada upaya
para ahli di bidangnya, supaya dengan cepat PEKERJA? penanganan kesehatan kerja di bagian hulu.
bisa ditindaklanjuti. Datanya sama ya dengan BPJS Kesehatan Program yang sedang kami kembangkan
Selain itu ada yang namanya karena sumbernya berasal dari unit-unit pada intinya adalah bagaimana pekerja
dokter perusahaan. Bagaimana dengan pelayanan kesehatan. Yaitu gangguan pada terhindar dari risiko yang mungkin terjadi
perusahaan yang tidak ada dokternya? otot rangka; pegal-pegal dsb. Kemudian akibat kerja.
Nah hal-hal seperti ini lah yang sedang kita asma. Hal itu sudah didukung dan dibuktikan
siapkan peraturan-peraturannya, standar- oleh beberapa penelitian yang dilakukan KONKRETNYA?
standarnya. Dan hal-hal yang sedang kami terkait PAK. Memperbanyak promosi kesehatan.
susun ini lah yang saya kira merupakan Setiap pekerjaan memiliki ciri khas Misalnya program Gerakan Pekerja
terobosan-terobosan kami soal PAK supaya tersendiri. Tidak bisa kita generalisir. Perempuan Sehat Produktif. Dalam
bisa lebih dini terdeteksi dan tertangani. Misalnya di pabrik garmen. Penyakit apa sih program itu ada informasi; bagaimana ▶

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 25


DI TENGAH WAWANCARA, TIBA-
TIBA TERDENGAR ALARM. SAAT ITU
MEMANG TEPAT PUKUL 14.00 WIB.
WAWANCARA PUN DIHENTIKAN
SEJENAK. IBU KARTINI KEMUDIAN
MENGAJAK ISAFETY UNTUK IKUT
MELAKUKAN GERAKAN STRETCHING
BERSAMA SELURUH KARYAWANNYA
DI DIREKTORAT KESJAOR KEMENKES.
IBU KARTINI BAHKAN MEMIMPIN
LANGSUNG GERAKAN STRETCHING.
20. Setelah bekerja depan komputer selama 20 menit, angkat kepala selama 20 detik, lalu
lihat 20 meter ke depan atau lihat jauh. Kalau bisa, lihat yang hijau-hijau seperti pepohonan
atau rerumputan. Lalu, kita juga sosialisasikan bagaimana posisi duduk yang benar di saat
hidup sehat, bagaimana pekerja tidak bekerja di depan komputer.
sampai kekurangan darah (anemia),
bagaimana asupan gizinya, bagaimana UNTUK MENJANGKAU PEKERJA DI SELURUH INDONESIA, BAGAIMANA UPAYA YANG
menjaga kebugaran sehingga pekerja tidak DILAKUKAN KEMENKES?
mengalami kecelakaan kerja, dsb. Itu yang Di Kemenkes ada yang namanya pos UKK (Upaya Kesehatan Kerja). Jumlahnya sekitar
kita perhatikan. Itu arah kita di Direktorat 1.900-an dan tersebar di seluruh Indonesia. Tahun 2019 ini kita integrasikan dengan Pos
Kesjaor. Pindu (Pembinaan Terpadu). Bentuknya bukan pos seperti halnya pos yandu, tetapi lebih pada
upaya deteksi dini. Jumlahnya ada sekitar 50 ribu-an di seluruh Indonesia. Di pos Pindu itu
TERKAIT PROGRAM PROMOTIF ada kelompok-kelompok pekerja; ada nelayan, petani, dan sektor informal lainnya.
PREVENTIF YANG TADI IBU KATAKAN Lewat Pos Pindu itulah, Pos UKK melakukan sosialisasi tentang kesehatan kerja dalam
TADI, UPAYA APA YANG SUDAH upaya program promotif preventif tadi. Misalnya terhadap kelompok nelayan, risiko-risiko
DAN AKAN DILAKUKAN KEMENKES gangguan kesehatan apa yang berpotensi muncul dan bagaimana pencegahannya. Lewat
TERKAIT BEBERAPA JENIS PENYAKIT Pos Pindu itu juga kami lakukan pengadaan APD bagi kelompok-kelompok masyarakat itu
YANG SERING DIKELUHKAN PEKERJA seperti kelompok nelayan, kelompok petani, dan kelompok UMKM.
SEBAGAIMANA IBU JELASKAN?
Untuk penyakit di tempat kerja berupa IMBAUAN IBU TERHADAP PEKERJA?
gangguan pada otot rangka yang paling Jaga kesehatan, karena kesehatan adalah modal Anda bekerja. Itu yang utama. Ada tiga
sering menimpa para pekerja, kami dari hal penting yang harus diperhatikan dalam menjaga kesehatan. Yaitu aktivitas fisik, gizi
Kemenkes sudah menyosialisasikan seimbang, dan deteksi dini.
program Stretching sejak tahun 2017. Kami
anjurkan setiap dua jam, setelah bekerja PANDANGAN IBU TERHADAP GAYA HIDUP. APAKAH BERPENGARUH TERHADAP PAK?
di depan komputer atau laptop, lakukan Pekerja sekarang cenderung kurang bergerak, yang berakibat pada kesehatan dirinya sendiri
peregangan otot atau stretching. Durasinya dan beban biaya kesehatan yang harus dikeluarkannya. Contoh, berapa banyak sekarang
3 atau 5 menit. Di Kemenkes, gerakan pekerja muda yang terkena stroke dan hipertensi. Kenapa itu terjadi, karena gaya hidup.
Stretching rutin kami lakukan setiap harinya Kurang bergerak atau aktivitas fisik, makanan tidak seimbang, kurang makan sayur-
dua kali yaitu setiap pukul 10.00 atau dua sayuran dan buah-buahan, gizi seimbang. Jadi, jangan salahkan pekerjaan saja, tetapi gaya
jam setelah bekerja dan 14.00 atau dua jam hidup Anda bagaimana.• *****
setelah istirahat makan siang.
Khusus bagi para pekerja yang setiap
saat duduk menggunakan komputer
atau laptop, Kemenkes juga sudah BIO DATA
menyosialisasikan bagaimana bekerja Nama : drg Kartini Rustandi, MKes
yang baik dan sehat di depan komputer. Tempat/tgl lahir : Bandung, 7 April 1963
Suami : drg Wili Joko Purnomo
Jika bekerja di depan komputer atau
(pensiunan TNI AL)
laptop, saraf-saraf mata akan menjadi Anak : 1 (usia 26 th)
tegang. Karena itu perlu relaksasi. Caranya
bagaimana? Kita ada rumusnya yaitu 20, 20,

26 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 27
OKTOBER 2018 3
L I P U TA N U TA M A

PAK JADI KOMITMEN


PERUSAHAAN DI
T
erbitnya Peraturan Presiden
(Perpres) No 07 tahun 2019

WASKITA KARYA
tentang Penyakit Akibat Kerja
sebagai pengganti Kepres
No 22 tahun 1993 tentang
Penyakit yang Timbul karena Hubungan
Kerja, mendapat respons positif dari PT
Waskita Karya (Persero) Tbk. Perpres No
07/2019 yang diundangkan di Jakarta
tanggal 25 Januari 2019 itu dinilai selaras
PENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK) DAN KECELAKAAN KERJA dan sebangun dengan program yang kini
MENJADI COCERN DI WASKITA KARYA YANG DITUANGKAN tengah gencar dilakukan di BUMN Karya
bidang konstruksi tersebut.
DALAM BENTUK KOMITMEN PERUSAHAAN YANG Demikian dikatakan Subkhan, ST,
DITANDATANGANI DIREKTUR UTAMA DAN SELURUH JAJARAN MPSDA, Senior Vice President (SVP) Divisi
QHSE PT Waskita Karya (Persero) Tbk
DIREKSI. LALU, MENJADI KOMITMEN BERSAMA QHSE DI ketika dimintai tanggapannya atas terbitnya
SELURUH UNIT BUSINESS WASKITA KARYA. Perpres No 07 tahun 2019 tentang PAK.
“Soal PAK memang jadi concern di Waskita

28 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


Karya. Dalam salah satu kebijakan yang
ditandatangani Presiden Direktur atau
Direktur Utama dan kemudian menjadi
komitmen perusahaan, pada poin 3 isinya
adalah melakukan upaya perlindungan
lingkungan, mengurangi risiko penyakit
akibat kerja dan zero accident,” kata
Subkhan kepada ISafety di Jakarta, Kamis
(14/3/2019).
Surat Dirut itu sudah diedarkan dan
disosialisasikan ke seluruh jajaran Waskita
Karya dan para mitra kerja yang terlibat
dalam seluruh proyek Waskita Karya.
Menurut Subkhan, komitmen perusahaan Subkhan, ST, MPSDA
itu kemudian dipersempit lagi supaya
ada penajaman dalam bentuk Komitmen
Bersama QHSE yang ditandatangani oleh
seluruh pimpinan Unit Business di Cibitung,
Bekasi, pada 17 Januari 2019.
“Pada poin 3 dalam Komitmen Bersama
QHSE itu jelas tertuang bahwa target
pencapaian QHSE antara lain adalah zero
health damage, zero rework, dan zero
lost time. Jadi, tidak ada keragu-raguan
bagi Waskita Karya dalam hal PAK demi
terwujudnya pekerja Waskita Karya yang
sehat,” kata Subkhan.
Subkhan menegaskan, komitmen itu
bukan komitmen di atas kertas semata.
Tetapi benar-benar diimplementasikan
kepada seluruh pekerja, baik pekerja
Waskita maupun para mitra kerja setelah
dilakukan upaya sosialsasi tiada henti.
Sosialisasi dilakukan lewat dua metoda, aktif unit pelayanan kesehatan kerja yang ada ketika ada karyawan yang tiba-tiba terkena
dan pasif. di kantor pusat atau gedung Waskita. serangan jantung, apa yang harus dilakukan
Secara aktif, komitmen perusahaan Dokternya tersertifikasi baik kompetensi dan bagaimana upaya penanggulangan
yang ditandatangani Dirut dan seluruh profesi dari IDI maupun linsensi untuk pertama yang harus dilakukannya, dan
jajaran direksi tadi disosialisasikan secara praktik di layanan kesehatan kerja yang seterusnya. Pelatihan ini terutama diberikan
rutin kepada seluruh karyawan dan mitra dikeluarkan Kemnaker. Unit pelayanannya kepada petugas tanggap darurat gedung.
kerja lewat berbagai forum. Misalnya saja itu sendiri sudah disahkan oleh Disnaker Ada tiga tim petugas tanggap darurat
pada saat Rapat Koordinasi (Rakor), rapat DKI Jakarta. “Jadi, semua kita penuhi gedung yaitu tanggap darurat kebakaran,
tinjauan manajemen, dan sebagainya. secara legalitasnya. Termasuk tenaga tanggap darurat gempa bumi, dan tanggap
Sementara secara pasif, ditempel di ruang paramedisnya juga semua bersertifikat darurat kesehatan. Dalam pelatihan itu, tim
rapat, ruang tunggu tamu, di kantor proyek, dari Hiperkes. Fungsi dari Unit layanan tanggap darurat kesehatan yang diberikan
di lokasi proyek, dan sebagainya. “Secara kesehatan kerja itu antara lain adalah pelatihan,” Subkhan membeberkan.
manajemen, kami sudah membangun menjaga secara preventif terjadinya sakit Tak hanya di kantor pusat, di tingkat
kerjasama dengan sejumlah rumah akibat kerja di kantor pusat.” proyek pun Waskita Karya menggalang
sakit yang telah terakreditasi di seluruh Selain sosialisasi dalam bentuk kerjasama dengan pelayanan kesehatan
Indonesia,” kata Subkhan. penyuluhan, Waskita Karya juga melakukan atau rumah sakit setempat. Seperti halnya
Di luar itu, sambung Subkhan, Waskita pelatihan-pelatihan terkait PAK. Antara di kantor pusat (Gedung Waskita Karya),
Karya juga mengembangkan pelayanan lain pelatihan tanggap darurat kesehatan di lokasi-lokasi proyek pun Waskita Karya
kesehatan kerja mandiri. Bentuknya berupa kerja di Gedung Waskita. “Misalnya saja mengembangkan pusat layanan kesehatan ▶

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 29


kantor gedung waskita juga sudah lama
menerapkan konsep Green Buiding.
Dalam upaya preventif PAK, terutama
untuk menghindari ergonomical hazards,
Subkhan melanjutkan, di kantor pusat
juga sudah lama diterapkan ergonomi
secara ketat. Bagaimana cara bekerja yang
baik, nyaman, dan safety. “Layar monitor
komputer harus berada sejajar dengan mata
dan berada dalam jarak tertentu, posisi
duduk diatur senyaman mungkin supaya
tidak memicu terjadinya gangguan otot
pada punggung, mengatur jarak infocus ke
kerja proyek, yang terintegrasi dalam kantor higienis dibanding kondisi air di proyek layar, dan masih banyak lagi hal-hal yang
proyek yang kini tengah dikembangkan dan bendungan di Nusa Tenggara Timur. Karena terkait ergonomi di tempat kerja,” Subkhan
dibangun Waskita Karya di setiap lokasi itu, para pekerja konstruksi proyek Waskita mencontohkan.
proyeknya di seluruh Indonesia. Karya di NTT lebih didominasi penyakit atau
Petugas medis yang berada di setiap gangguan kesehatan kulit. RAIH NILAI AUDIT TERTINGGI
Unit Layanan Kesehatan Proyek pun telah Tetapi, kata Subkhan, ada juga kasus Selain menentukan jenis-jenis PAK lebih
mengantongi lisensi kesehatan kerja dari PAK cukup menarik di proyek Waskita. rinci, Perpres No 07/2019 juga mengatur
Hiperkes. “Di Unit Layanan kesehatan Katanya, ada pekerja di proyek tol perkotaan soal sistem pencatatan dan pelaporan PAK
kerja tingkat proyek pun kita kerjasama yang kondisi airnya cukup higienis, ternyata (persisnya di Pasal 5) yang sebelumnya
dengan dokter tersertifikasi. Namun tingkat juga mengalami gangguan kesehatan pada tidak diatur di Kepres No 22/1993.
kedatangannya tidak setiap hari, melainkan kulitnya. “Setelah diusut, rupanya pola hidup Pencatatan dan pelaporan ini merupakan
pada saat dibutuhkan saja,” kata Subkhan. si pekerja itu yang jadi penyebab. Pekerja elemen penting untuk kepentingan
itu ternyata jarang mandi sehingga jarang pendataan PAK secara nasional, sehingga
PAK DI WASKITA KARYA membersihkan kulitnya dan cenderung data PAK secara nasional tidak abu-abu
Lalu, jenis PAK apa yang selama ini sering menggunakan pakaian kerjanya yang kotor,” seperti sekarang ini terjadi. Bagaimana
muncul dan dikeluhkan para pekerja Subkhan menambahkan. dengan Waskita Karya?
di seluruh proyek konstruksi Waskita Sementara di kantor pusat, PAK “Waskita Karya sudah lama tersertifikasi
Karya? Menurut Subkhan, jenis dan didominasi oleh stress akibat kerja. OHSAS 18001 tahun 2007 dan kini sedang
bentuk PAK di Waskita Karya tidak bisa Pemicunya psikologis dan biologis. bermigrasi ke ISO 450001 tahun 2018. Kita
digeneralisir. Tergantung dari lokasi proyek Konstruksi adalah proyek padat karya dan juga sudah sejak lama lulus SMK3 sertifikasi
yang menyangkut kewilayahan, kondisi kejar tayang. Hal ini yang membuat pekerja auit SMK3 berdasarkan PP No 50 tahun
lingkungan, dan kondisi sumber daya alam di kantor pusat Waskita mengalami stress 2012 yang diaudit oleh pihak eksternal yaitu
(SDA). akibat kerja. Stress menjadi pintu masuk Sucofindo. Dalam SMK3 ada 166 kriteria,
Subkhan mencontohkan, apabila lokasi bagi berbagai penyakit berat lainnya seperti dan sistem pencatatan dan pelaporan PAK
proyeknya berada di Papua maka jenis PAK hipertensi, stroke, dan sebagainya. masuk di dalamnya. Jadi, kami di Waskita
yang sering terjadi dan dikeluhkan para “Karena itu di kantor pusat kami sudah Karya sudah lama melakukan pencatatan
pekerja adalah terkait penyakit endemis menggalakan Gerakan Hidup Sehat dan dan rutin melaporkannya ke instansi terkait
masyarakat setempat yaitu Malaria. “Itu membudayakan Gerakan Waskita Sehat dalam hal ini Disnaker atau Kemnaker,”
berdasarkan kewilayahan. Kemudian (GWS). Bentuknya macam-macam, ada Subkhan menjelaskan.
berdasarkan kondisi lingkungan. Kalau yang membentuk komunitas sepeda atau Subkhan menambahkan, untuk audit
lokasi proyeknya berada di daerah kering gowes, ada yang berupa makanan. Di lantai kinerja perusahaan tahun 2018, Waskita
dan berdebu, maka PAK didominasi oleh 8 misalnya, kami sudah membudayakan Karya menjadi salah satu yang tertinggi
penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan Akut untuk mengonsumsi olahan makanan di BUMN Karya. “Ini menandakan bahwa
atau ISPA,” kata ayah dua anak ini. yang direbus atau rebus-rebusan dan tidak pencatatan dan pelaporan tentang PAK
Lalu berdasarkan kondisi sumber daya mengonsumi makanan goreng-gorengan.” sudah menjadi kewajiban Waskita Karya dan
alam (SDA). Subkhan mencontohkan, kondisi Gedung Waskita juga bebas asap rutin dilakukan, terlepas dari ada audit atau
air di proyek jalan tol Bocimi (Bogor-Ciawi- rokok. Merokok hanya diperbolehkan di tidak ada audit dan terlepas dari penilaian
Sukabumi) di Sukabumi, cenderung lebih tempat yang sudah ditentukan. Selain itu, audit,” pungas Subkhan. • (Hasanuddin)

30 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 31
F I R E

FUNGSI FIRE & EXPLOSION


INVESTIGASI UNTUK
KEBERLANGSUNGAN
SUATU FASILITAS
OLEH : DR IR ADRIANUS PANGARIBUAN, MT, CFEI*

R
BEBERAPA WAKTU LALU KITA entetan peristiwa yang terjadi di
sepanjang bulan Februari 2019
DIKAGETKAN DENGAN TERJADINYA itu mengindikasikan bahwa
LEDAKAN DISERTAI KEBAKARAN DI kebakaran dan ledakan dapat
FASILITAS PERTAMINA DI BALONGAN, terjadi di mana saja dan kapan
saja. Baik dalam ruangan ataupun luar
JAWA BARAT. PERSISNYA PADA ruangan, baik pada objek yang terbakar
SENIN, 4 FEBRUARI 2019. TAK bersebelahan atau bersentuhan satu sama
BERAPA LAMA KEMUDIAN TERJADI lain maupun dalam kondisi terpisah dengan
jarak tertentu.
LEDAKAN DARI INSTALASI DI MALL Meski mendadak, toh tak membuat panik
TAMAN ANGGREK, JAKARTA, YANG para pekerja di Rusun Tingkat Tinggi Pasar
TERJADI SABTU SAMPAI MINGGU, Rumput. Tak lama setelah kedatangan kami,
Project Manager (PM) Rusun Tingkat Tinggi
23 SAMPAI 24 FEBRUARI 2019. Pasar Rumput Henri Filia tiba di lobi utama
LALU, TIDAK KALAH HEBOHNYA dengan didampingi QHSE Manager Adam
ADALAH PERISTIWA TERBAKARNYA Esaba. “Selamat datang di Proyek Rusun
Tingkat Tinggi Pasar Rumput,” kata Henri
34 KAPAL DI PELABUHAN MUARA saat menyambut kedatangan kami.
BARU, JAKARTA UTARA DAN API Setiap bangunan dan fasilitas sudah
BARU PADAM SETELAH BERKOBAR mempunyai kriteria desain masing-masing
sehingga tindakan pencegahan dapat
SELAMA 22 JAM. BELUM SELESAI dilakukan dimulai dari desain, konstruksi,
KETERKEJUTAN, KITA DAPAT KABAR operasional, dan perawatan. Kita hargai
LAGI RSUD TANGERANG TERBAKAR aparat dari kepolisian yang bergerak cepat
melakukan investigasi penyebab kebakaran.
DAN RATUSAN PASIEN DIEVAKUASI. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada
pihak kepolisian sebagai pengemban
UU dalam hal penegakan hukum, dalam
pengamatan penulis, pihak kepolisian
melakukan penyelidikan dari sisi penegakan
hukum dalam artian pihak polisi melakukan
tugasnya untuk menyelidiki ; apakah ada
unsur kejahatan atau kelalaian dalam
peristiwa kebakaran dan ledakan ini atau
tidak.
Bagi dunia usaha atau industri memang

32 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


kebakaran, katakanlah didapat kesimpulan
bahwa kebakaran diakibatkan oleh peristiwa
hubungan pendek listrik. Namun kesimpulan
ini hanya didapat dari hasil penjelasan
dari para saksi mata di lapangan yang
mengetahui awal terjadinya api. Perlu
diingat, dalam peristiwa kebakaran maupun
ledakan semua orang bisa lihat apa saja dan
bisa dengar apa saja sehingga berdasarkan
pengalaman penulis penjelasan para
saksi tidak bisa dijadikan pegangan 100%,
namun sebagai petujuk awal untuk langkah
selanjutnya. Penjelasan para saksi mata itu
tidak masalah dan tetap dapat digunakan.
Karena kesimpulannya adalah hubungan
pendek listrik sehinggga pada saat
pembangunan kembali fasilitas yang sama,
semua orang akan konsentrasi pada instalasi
listrik, baik sistem pengkabelan maupun
pengaman-pengaman listrik lainnya. Namun
penyelidikan dalam hal mencari faktor kejahatan (kriminal) ataupun kelalaian sangatlah sebetulnya peristiwa kebakaran tersebut,
penting. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan penyelidikan secara ilmiah katakanlah misalnya karena peristiwa
untuk menemukan bukti konkret dari penyebab kebakaran dan ledakan secara pasti dan ilmiah, elektrostatis, namun tidak terbukti dengan
yang bisa dipertanggungjawabkan. Tujuannya, tentu saja bukan mencari siapa yang salah atau jelas. Dengan tidak terungkapnya penyebab
lalai sehingga harus mempertanggungjawabkannya di muka hukum sebagaimana dilakukan elektrostatis ini, maka dalam proses
pihak kepolisian. Tetapi untuk mencegah terjadinya peristiwa yang sama di kemudian hari. perbaikan sumber elektrostatis tidak pernah
Sebagai ilustrasi dapat penulis gambarkan sebagai berikut; pada suatu peristiwa dibenahi sehingga peristiwa kebakaran ▶

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 33


elektrostatis akan tetap ada dan menjadi sebaliknya, jangan sampai yang seharusnya keilmuan di mana ada ilmu listrik, kimia,
potensi kebakaran lagi di kemudian hari. berhak mendapat penggantian menjadi tidak fisika, matematika bahkan ilmu ekonomi,
mendapat apa-apa karena kesalahan dalam psikologi dan ilmu hukum dan pastinya
PENTINGNYA FUNGSI menentukan hasil investigasi kebakaran didukung dengan sarana laboratorium yang
INVESTIGASI dan ledakan karena kesimpulan yang memadai.
Berdasarkan ilustrasi tersebut penulis tidak didukung oleh bukti ilmiah dan dapat Menginat kebakaran dan ledakan bisa
ingin memberikan gambaran bagaimana dipertanggungjawabkan. terjadi di fasilitas apa saja, penelitian yang
pentingnya fungsi investigasi kebakaran Pada tulisan kali ini, penulis akan mendalam untuk mendapatkan suatu hasil
dan ledakan bagi dunia usaha dan industri memberikan suatu proses pengambilan pasti diperlukan suatu prosedur yang pasti.
sehingga hal yang sama tidak terjadi di suatu hipotesa dalam investigasi kebakaran Dalam membangun suatu hipotesa dalam
masa yang akan datang. Bagi dunia asuransi dan ledakan. Seperti yang digambarkan investigasi kebakaran bagan-nya dapat
fungsi investigasi kebakaran dan ledakan oleh NFPA - 921 (Guide for Fire & Explosion diberikan sebagai berikut :
memegang peranan sangat penting, apakah Investigation), tentu untuk menjadi seorang
kebakaran diakibatkan secara alamiah fire & explosion investigator perlu mengerti
atau diakibatkan faktor kesengajaan? dan paham periihal ilmu dinamika api
Jangan sampai ada pihak yang seharusnya dan ledakan sehingga proses melakukan
tidak mendapat ganti rugi tapi mendapat investigasi dapat dilakukan dengan benar dan
keuntungan dari peristiwa tersebut. Dan tepat. Selain itu, ilmu api adalah ilmu lintas

Gambar 1 : Bagan fire & explosion investigation working hypotesa

34 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


Dari bagan tersebut dapat dilihat bahwa
langkah awal dalam melakukan investigasi
adalah adanya professional guideline, yang
menjadi penuntun dalam menghindari
banyak jebakan di lapangan yang membuat
keraguan dan bersumber dari peristiwa
kebakaran itu sendiri.
Hal terpenting dalam menentukan
penyebab kebakaran adalah menentukan
sumber api atau sumber ledakan. Untuk
menemukan sumber api atau ledakan,
seorang investigator harus bisa membaca
pola-pola (pattern) kebakaran yang terjadi
pada saat kebakaran atau ledakan. Pola ini
ini akan terbentuk di dinding, langit-langit,
peralatan ataupun benda di sekelilingnya.
Pola-pola ini yang akan menuntun seorang
investigator menuju titik sumber api/
ledakan. Sumber ini penting ditemukan agar
bisa diambil sample-nya. Lalu dianalisa di
laboratorium untuk menentukan apakah
peristiwa kelistrikan atau melibatkan adanya
bahan bakar dan faktor lainnya atau tidak.
Gambar 2 : Salah satu contoh pola struktur mikro akibat hubungan pendek listrik pada pembesaran 200 x
PERNYATAAN SAKSI MATA
Perilaku manusia dan pernyataan saksi mata setelah olah lokasi oleh Polisi? Kawabnya normal, gas-gas tadi akan tetap terjebak di
di lokasi kejadian ataupun pemilik bangunan bisa ya dan bisa tidak. Untuk lokasi yang dalam material. Gas inilah yang akan diuji
yang terbakar perlu menjadi perhatian. tidak dimasuki oleh Polisi tidak ada masalah dan dikeluarkan kembali melalui proses uji
Pemilik yang gelisah atau sangat pendiam karena lokasi tersebut milik kita. laboratorium.
dan apatis bisa dijadikan petunjuk dalam Untuk lokasi yang telah dimasuki Polisi Sedangkan penyebab kebakaran karena
kebakaran. Ada saksi yang sangat kooperatif di mana investigator independen baru listrik (contoh: hubungan pendek listrik),
sehingga memberikan semua informasi boleh memasuki lokasi setelah Polisi karena pada saat terjadi hubungan pendek
bahkan informasi yang tidak dibutuhkan selesai melakukan pekerjaannya, menjadi listrik terjadinya peristiwa bertemunya kabel
sekalipun. Namun ada pula sebaliknya, tantangan tersendiri apakah masih ada bukti penghantar listrik dan penghantar netral
sangat irit dalam informasi sehingga seolah- yang tersisa dari lokasi? Dalam pengalaman (phasa dengan netral), atau penghantar
olah mereka tidak berada di lokasi pada saat penulis selama hamir 20 tahun bekerja di dengan penghantar (phasa dengan phasa)
kejadian. Perlu menjadi perhatian, jika saksi sektor investigasi selalu ada yang tersisa atau penghantar dengan penghantar
sangat boros dengan informasi berarti ada untuk diselidiki. Polisi melakukan investigasi pentanahan (phasa dengan grounding). Pada
yang mau "ditutupi" sedangkan bagi yang untuk melihat dari sisi kemungkinan saat hal ini terjadi arus listrik akan sangat
irit bicara atau irit informasi ada yang mau adanya unsur kejahatan atau kelalaian yang tinggi sehingga terjadi percikan, akibat arus
"disembunyikan". Hal ini perlu jadi perhatian terjadi. Sedangkan investigator independen listrik tinggi temperatur juga tinggi sehingga
dalam investigasi walaupun tidak menjadi melakukan investigasi untuk melihat lebih berdampak pada kabel sehingga jika dilihat
satu- satunya informasi. dalam dengan tujuan untuk mencegah hal secara mikrokopis (dan hanya bisa dilihat
Bukti forensik (forensic evidence), adalah yang sama terjadi di kemudian hari. secara mikrokopis) akan tampak seperti
sampel dari lokasi yang diambil untuk Dalam peristiwa kebakaran dan ledakan, ada efek pengelasan seperti yang diberikan
pengujian laboratorium untuk memastikan di lokasi kejadian temperatur akan sangat gambar berikut ini pada pembesaran 200 kali
penyebab kebakaran. Di negara kita biasanya tinggi dan tekanan udara akan naik. Dalam dan jika pola ini tidak muncul maka proses
investigator independen masuk ke lokasi kondisi ini semua material akan terbuka hubungan pendek listrik bisa diabaikan.
setelah polIsi memproses lokasi kebakaran pori-porinya dan gas-gas yang terbentuk Jika kebakaran disebabkan oleh beban
dan ledakan walaupun ada lokasi yang tidak pada saat kebakaran akan terjebak di lebih listrik (electrical overload), pola yang
dimasuki oleh polisi. Pertanyaannya adalah, dalam pori-pori material tersebut. Pada saat ditimbulkan akan berbeda. Beban lebih listrik
apakah masih ada bukti yang tertinggal pemadaman selesai dan temperatur kembali terjadi karena adanya proses pemanasan ▶

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 35


yang berulang. Pada saat terjadi beban lebih listrik, konduktor kabel akan panas, karena penyebab kebakaran atau juga menjadi
konduktor masih di dalam isolasi PVC kabel di mana paa kondisi ini tidak ada unsur oksigen dan korban pada peristiwa kebakaran ini.
api tidak dapat terbentuk. Kondisi ini membuat isolasi kabel dan konduktornya terpanaskan Pengujian ini dapat menggunakan SEM/
dan seolah mendidih dan membuat permukaan konduktor menjadi berpori, sehingga jika EDS (Scanning Electron Microscope/
dilihat secara mikrokopis akan tampak sebagai berikut: Energy Dispersive Spectroscopy), di mana
Tentu saja ada beberapa parameter lain untuk memvalidasi pola ini misalnya berapa banyak mikroskop ini sudah banyak dipakai dan
material yang terdekomposisi pada proses kebakaran, untuk menentukan apakah kabel ini hampir semua laboratorium mempunyai alat
ini.
Ada beberapa pola mikroskopis lain
yang bisa diakukan dengan menggunakan
SEM/EDAX yang memberikan pola yang
berbeda seperti kebakaran yang terjadi
akibat elektrostatis yang memeberikan pola
sebagai berikut :

Gambar 3 : Pola struktur mikro akibat beban lebih listrik pembesaran 200 x Gambar 4 : Pola struktur mikro akibat
elektrostatis pembesaran 200 x

Gambar 5 : Pola struktur mikro crocodiling


akibatnya ada gangguan mekanis

36 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


PADA KABEL LISTRIK (BUKAN ada disekelilingnya? Berapa temperatur
HUBUNGAN PENDEK LISTRIK/ yang timbul dan berapa temperatur yang
BEBAN LEBIH LISTRIK) diperlukan untuk menyalakan, membakar
Dan bagaimana jika kebakaran ini melibatkan dan mebuat api meyebar pada peristiwa
bahan pembakar (bahan bakar bensin, kebakaran tersebut?
minyak tanah dan alkohol)? Hal ini tentu juga Jika fire testing tersebut dapat dilakukan
bisa diidentifikasi. Setelah ditemukan sumber dalam skala 1 : 1 tentu akan sangat membantu
api, sample yang berupa debu atau sampah dan mewakili namun jika tidak, skala
dari titik sumber diambil dan dilakukan labratorium tentu sudah sangat mewakili
pengujian untuk dianalisa unsur yang ada dalam proses pembuktian. Namun jika hal
di dalamnya, dan hal ini disebut sebagi fire tersebut sulit dilakukan dapat menggunakan
debris analysis. Dengan menggunakan GC/ fenomea fire dynamic dan pemodelan
MS (gas chromatograph/mass spectograph) komputer. Pemodelan komputer tentu saja
dapat ditentukan unsur apa saja yang ada di juga terbatas apalagi modeling komputer
dalam sampah kebakaran tersebut, apakah mempunyai margin error sehingga kadang
melibatkan bahan bakar atau tidak dan apa ada parameter yang jadi acuan yang tidak
jenis bahan bakar lainnya. akurat baik berlebihan atau kurang. Namun
Yang perlu dilakukan adalah pemisahan. paling tidak hal ini memberikan gambaran
Apakah fasilitas yang diinvestigasi utuh dari suatu proses kebakaran apalagi
menggunakan bahan bakar yang ditemukan bisa dijadikan dalam bentuk 3 dimensi.
dalam proses produksi atau aktivitas Setelah semua proses ini dilakukan
hariannya? Tentu saja akan lebih mudah barulah hipotesa dapat dibentuk seperti di
jika ditemukan (misalnya: bensin) di lokasi mana asal sumber api, apa penyebabnya
sementara fasilitas tersebut sama sekali dan bagaimana penyebarannya. Namun
tidak menggunakan bensin sebagai bagian apakah hal tersebut sudah selesai, tentu
dari prosesnya. Seandainya fasilitas tersebut saja tidak. Validasi akhir diperlukan untuk
menggunakan bahan bakar yang ditemukan membentuk suatu kesimpulan yang akurat
maka perhitungan - perhitungan engineering dan bisa dipertanggungjawabkan secara
diperlukan untuk memverifikasi apakah ilmiah, karena kadang hasil ini harus
bahan bakar tersebut menjadi penyebab dipertanggungjawabkan di pengadilan.
atau apakah energi yang terbentuk di lokasi Validasi bisa dengan menggunakan
cukup mampu untuk menyalakan bahan perhitungan engineering atau pemodelan
bakar, membakar, merambat dan menyebar. lagi, sehingga tidak ada satupun pihak yang
Hal lain dari bagan pada Gambar 1 yang dirugikan dari suatu proses investigasi.
perlu dilihat adalah apakah pernah peristiwa Jika dilihat dari hasil GC/MS, semua
Gambar 6 : Sebelah atas bahan bakar yang
yang sama terjadi di lokasi atau objek yang bahan bahan bakar yang terlibat akan ditemukan di lokasi kebakaran dan bagian bawah
sama (fire & explosion loss histories). Jika dikeluarkan lagi dan bisa diidentifikasi, ▶ adalah bahan bakar pembanding
hal ini terjadi di lokasi yang sama beberapa
kali dan apalagi dengan pemilik atau pelapor
yang sama perlu diduga bahwa pemilik
tidak awas dengan kondisi fasilitasnya atau
ada kemungkinan adanya peristiwa arson
(kebakaran yang disengaja). Bagi dunia
industri asuransi hal ini merupakan sesuatu
yang sangat menjadi perhatian.
Fire testing diperlukan untuk proses
validasi apakah api atau percikan api
yang muncul sebagai awal dari suatu
proses kebakaran dan ledakan mampu
atau mempunyai energi yang cukup
untuk membakar bahan bakar yang Gambar 7 : Contoh bahan bakar yang ditemukan pada lokasi kebakaran

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 37


sebagai contoh bensin sebagai bahan pembakar, diproses dari penyulingan manapun dapat
diinformasikan asalkan ada referensi pada pusat data. Seperti yang disampaikan baik dalam
jurnal internasional dan buku-nya yang berjudul Fire Debris Analysis oleh Erick Stauffer yang
banyak di jadikan acuan di dunia fire investigation yang disusun berdasarkan ASTM E 1618,
dinyatakan bahwa sekali ditemukan adanya unsur bahan bakar di suatu lokasi kebakaran
berarti bahan bakar tersebut sudah pernah berada di sana, berapapun nilai presentasi yang
didapat. Tentu pembahasan perihal fire debris analysis dengan menggunakan GC/MS ini
memerlukan pembahasan tersendiri.
Sebagai penutup dari tulisan ini, penulis memberikan ilustrasi praktis dari suatu proses
investigasi yang perlu dilakukan. Belum hilang dari ingatan kita peristiwa terjadi kebakaran
dan ledakan di pabrik mercon di Kosambi, Tangerang pada tahun 2017 yang menewaskan
kurang lebih 49 orang. Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan disebutkan kebakaran
disebabkan oleh proses pengelasan pada atap gudang bahan baku mercon.

Jika disimulasikan investigasi yang dilakukan sebaiknya mengikuti langkah sebagai berikut :

• Hitung atau ukur jarak antara titik pengelasan dengan bahan baku yang ada di bawahnya,
misalnya 3 meter
• Uji titik nyala dari bahan baku mercon atau bisa didapat dari MSDS, misalkan titik nyala
(ignition temperatur) bahan baku mercon adalah 100oC.
• Uji temperatur di titik pengelasan dengan kondisi arus mesin las listrik dan jenis kawat yang
sama seperti pada saat terjadinya kebakaran.
• Uji temperatur percikan (spark) mesin las pada jarak 3 meter di bawahnya. Seperti diketahui
temperatur pada jarak tertentu dari sumber akan berkurang secara bertahap karena adanya
proses heat tranfer di mana temperatur akan berkurang setiap titik dalam perjalanannnya
berbanding lurus dengan waktu. Misalkan temperatur titik pengelasan temperaturnya 1000oC,
apakah sampai di bawah (pada jarak 3 meter) di titik bahan baku mercon masih 1000oC atau
kurang, kalau kurang berapa temperaturnya.
• Jika hasil pengujian menunjukkan bahwa temperatur percikan las pada titik sentuh dengan
bahan baku mercon (mis. lebih besar 100oC di atas temperatur nyala bahan baku), maka dapat
dipastikan bahwa percikan proses pengelasan tadi bisa menjadi penyebab menyala-nya bahan
baku mercon karena titik nyala (ignition temperature) bahan baku mercon
• Namun jika temperatur perciikan proses las di bawah titik nyala (ignition temperature) bahan
baku mercon lebih rendah dari titik nyala bahan baku mercon, maka dapat disimpulkan bahwa
proses pegelasan bukanlah menjadi penyebab terbakar dan meledaknya bahan baku mercon.
Tentu saja semuanya harus melalui proses pengujian yang disiplin dan terukur sehinggga
dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Demiikian selintas perihal fire & explosion
investigation, semoga dapat menjadi penambah pengetahuan. • ****

*) Penulis adalah Fire & Explosion Senior Engineer. Certified Fire & Explosion Investigator: NAFI 14553-9874

38 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 39
L I P U TA N K H U S U S

INCREDIBLE
WASKITA!
WASKITA KARYA
BORONG PENGHARGAAN
ZERO ACCIDENT

Disaksikan Direktur QHSE PT Waskita Karya (Persero) Tbk Wahyu Utama Putra (kiri), Kepala Divisi (SVP) VII Waskita Karya Heri Surpiyadi (tengah) secara simbolis menerima penghargaan
Zero Accident dari Direktur PNK3 Kemnaker Herman Prakoso Hidayat (kanan). (Foto: ISafety/Hasanuddin)

W
ajah Direktur Quality, Health, Safety, and
SETELAH DITERPA BADAI KECELAKAAN
Environment (QHSE) PT Waskita Karya
KERJA DI TAHUN 2017, PT WASKITA (Persero) Tbk Wahyu Utama Putra tampak
sumringah. Ada rasa bangga sekaligus kagum
KARYA (PERSERO) TBK BANGKIT SECARA
tergurat dari wajahnya ketika memberikan
LUAR BIASA. TAK ADA LAGI KECELAKAAN sambutan dalam acara Penghargaan Program Penanggulangan
dan Pencegahan (P2) HIV/AIDS dan Kecelakaan Kerja Nihil (Zero
KERJA FATAL. WASKITA BAHKAN MERAIH
Accident) PT Waskita Karya (Persero) Tbk – Divisi VII di lantai 10
26 PENGHARGAAN ZERO ACCIDENT DARI Gedung Waskita Karya, Jl MT Haryono, Jakarta Selatan, Senin
(25/3/2019).
KEMNAKER UNTUK KINERJA PERUSAHAAN
Wahyu sama sekali tak menyangka apabila berbagai kasus
TAHUN 2018. INCREDIBLE WASKITA! kecelakaan kerja konstruksi yang menghantam Waskita Karya
di tahun 2017, mampu memantik seluruh pekerja untuk bangkit

40 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


untuk kinerja tahun 2018 itu saja sudah
mengejutkan banyak pihak. Tak terkecuali
jajaran direksi (board of director/BoD)
Direktur QHSE PT Waskita Karya (Persero) Tbk Wahyu Utama Putra (kanan) saat memberikan sambutan dalam PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Bahkan,
acara Penghargaan Program Penanggulangan dan Pencegahan (P2) HIV/AIDS dan Kecelakaan Kerja Nihil
(Zero Accident) PT Waskita Karya (Persero) Tbk – Divisi VII di lantai 10 Gedung Waskita Karya, Jl MT Haryono, kata Wahyu, raihan 26 penghargaan zero
Jakarta Selatan, Senin (25/3/2019).
accident untuk kinerja tahun 2018 dari
Kemnaker tersebut membuat Direktur
dengan kekuatan penuh dan dengan semangat yang besar. “Dari perjalanan di tahun 2018, Utama (Dirut) PT Waskita Karya (Persero)
teman-teman bangkit dengan kekuatan penuh, dengan semangat yang jauh lebih besar Tbk I Gusti Ngurah Putra sempat tak
dibandingkan dengan apa yang pernah saya bayangkan. Kita bangkit dengan bergandengan mempercayainya.
tangan satu sama lain sehingga aspek QHSE mulai terimplementasikan dengan baik “Pak Wahyu, ini (raihan 26 penghargaan
di seluruh lini perusahaan dan di seluruh lapisan pekerja proyek,” kata Wahyu dalam zero accident dari Kemnaker, red) benar?,”
sambutannya. tanya Dirut Waskita Ngurah Putra kepada
“Kalaupun pada hari ini kita mendapat penghargaan dari pihak lain, dalam hal ini Wahyu ketika Wahyu menginformasikan
Kementerian Ketenagakerjaan, itu bukan lah tujuan utama. Apresiasi dari berbagai pihak, bahwa Waskita Karya mendapat 26
baik dalam bentuk penghargaan maupun lainnya, adalah bonus dan tidak menjadi target. penghargaan zero accident dari Kemnaker
Banyak pihak eksternal yang memotret, melihat, menilai apa yang selama ini kita kerjakan. untuk kinerja tahun 2018. “Benar Pak,”
Kalau kita melakukan sesuatu dengan baik dan benar maka sudah dapat dipastikan jawab Wahyu kepada Dirut Ngurah Putra,
hasilnya pun akan baik dan benar. Penghargaan demi penghargaan akan mengiringi dengan sebagaimana ditirukan kembali oleh Wahyu
sendirinya,” Wahyu menambahkan. ketika memberikan sambutan dalam acara
Wahyu menyampaikan, untuk kinerja perusahaan tahun 2018, PT Waskita Karya pada Senin pagi itu. Kepada Dirut Ngurah
mendapat 26 penghargaan kecelakaan kerja nihil (zero accident) dari Kementerian Putra, Wahyu mengatakan bahwa untuk
Ketenagakerjaan (Kemnaker). Jumlah penghargaan itu, kata Wahyu, sebenarnya akan jauh meraih penghargaan zero accident di 26
lebih besar jika saja sejumlah proyek tidak ada keterlambatan dalam proses pengajuannya. proyek Waskita Karya tersebut bukan hal
Toh, menurut Wahyu, raihan 26 penghargaan sertifikat zero accident dari Kemnaker mudah. Ada proses panjang dibaliknya. ▶

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 41


DAFTAR PROYEK WASKITA KARYA CAPAIAN LUAR BIASA
PENERIMA ZERO ACCIDENT KEMNAKER Wahyu tak sekadar bicara. Direktur
Pengawasan Norma Keselamatan dan
KINERJA TAHUN 2018 Kesehatan Kerja (PNK3) Ditjen Binwasnaker
dan K3 Kemnaker Herman Prakoso Hidayat
yang hadir pada acara itu, membenarkan
sekaligus memastikan bahwa PT Waskita
Karya (Persero) Tbk memang mendapatkan
penghargaan zero accident di 26 proyeknya
dari Kemnaker untuk kinerja tahun
2018. “Memang benar Waskita Karya
mendapat penghargaan berupa sertifikat
kecelakaan kerja nihil atau zero accident
yang jumlahnya 26. Hari ini kami hanya
menyampaikan informasi saja,” kata
Herman saat memberikan sambutan dalam
acara yang sama.
Hari Senin itu, secara simbolis,
Direktur PNK3 Herman Prakoso Hidayat
menyerahkan penghargaan Zero Accident
kepada Kepala Divisi VII Waskita Karya Heri
Supriyadi. “Resminya nanti akan diserahkan
langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan
pada 22 April 2019,” kata Herman.
Dalam sambutannya, Herman
mengapresiasi berbagai upaya yang telah
dilakukan Waskita Karya di tahun 2018 guna
meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja
di proyek-proyek yang sedang ditanganinya.
Kerja keras yang dilakukan Waskita Karya
di tahun kinerja 2018 itu, kata Herman,
berbuah manis. Yaitu dengan diraihnya
penghargaan zero accident di 26 proyeknya
di seluruh Indonesia dan dua penghargaan
untuk kategori P2 HIV/AIDS di dua proyek
Waskita.
“Kami dari Kementerian
Sumber : Divisi QHSE Waskita Karya (diolah) Ketenagakerjaan khususnya dari Direktorat
PNK3 sudah melakukan pengecekan
Menurut Wahyu, berbagai penghargaan yang diterima ke-26 proyek tersebut merupakan langsung ke lokasi-lokasi proyek itu, mulai
pintu masuk (entry point) untuk meraih penghargaan secara coporate. Pada kesempatan dari Manado di Sulawesi Utara, Surabaya,
itu, Wahyu kembali menegaskan bahwa penghargaan bukan merupakan tujuan utama. Palembang, Lampung, dan sebagainya.
“Yang utama adalah bagaimana menyelamatkan nyawa para pekerja, menyelamatkan Dan proyek-proyek yang kami datangi
asset perusahaan, dan bagaimana meningkatkan mutu produk, demi keberlangsungan dan dan kami lakukan penilaian, kajian, serta
keberlanjutan bisnis Waskita Karya. Good safety is good business,” kata Wahyu. verifikasi, memang tidak ada kecelakaan
Soal mutu, Wahyu mengakui bahwa kualitas pekerjaan masih harus ditingkatkan. Dari kerja di 26 proyek Waskita sehingga berhak
referensi yang ia baca belum lama ini, kualitas pekerjaan Waskita Karya masih belum mendapatkan penghargaan zero accident,”
sesuai harapan. Karena itu, kata Wahyu, zero accident adalah pijakan utama guna menuju kata Herman.
performance project. “Kalau kita sudah bekerja dengan nyaman dan aman serta sudah Menurut Herman yang pada hari itu
berpikir bagaimana bekerja dengan metode kerja yang baik dan benar, maka outputnya hadir di gedung Waskita Karya dengan
secara langsung adalah proses produksi dan kualitas yang benar. Jika belum ada kesesuaian didampingi seluruh Kasubdit-nya,
atau belum sesuai dengan harapan, maka hal ini menjadi PR kita bersama setelah zero penghargaan kecelakaan kerja nihil (zero
accident,” Wahyu menambahkan. accident) yang diberikan Kemnaker kepada

42 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


PRESTASI TIM
Sementara itu Kepada Divisi (SVP) VII
Waskita Karya Heri Supriyadi dalam
sambutannya mengucapkan rasa syukur
atas penghargaan zero accident dan P2
HIV/AIDS yang diberikan Kemnaker kepada
proyek-proyek konstruksi di Divisi VII.
“Penghargaan dari Kemnaker ini merupakan
bentuk apresiasi dari pemerintah kepada
Waskita Karya, khususnya Divisi VII.
Penghargaan ini akan menjadi penyemangat
bagi kami semua untuk mempertahankan
dan berbuat lebih baik lagi di tahun-tahun
mendatang,” kata Heri.
Capaian itu, kata Heri, bukan hasil
orang per orang. Melainkan keberhasilan
tim, keberhasilan bersama. Mulai dari
top management, sinergitas lintas divisi,
para manajer, hingga para pekerja
Direktur PNK3 Kemnaker Herman Prakoso Hidayat (tengah). di lapangan. “Semua bergandengan
tangan, bahu-membahu dalam upaya
mengimplementasikan QHSE di
26 proyek Waskita Karya itu, merupakan capaian yang luar biasa apabila dibandingkan seluruh tahapan kerja. Mulai dari tahap
dengan apa yang terjadi sebelumnya. perencanaan, metoda kerja, hingga ke
“Pada tahun 2017 kecelakaan kerja sektor konstruksi begitu banyak terjadi dan sering. tahap pelaksanaan di lapangan. Sehingga
Setiap hari Sabtu atau Minggu, saya sering berharap, mudah-mudahan tidak terjadi HSE yang tadinya seolah-olah menjadi
kecelakaan kerja di proyek kontruksi lagi. Kecelakaan kerja sektor konstruksi yang banyak tanggung jawab personal HSE, sekarang
terjadi dan beruntun itu membuat saya harus bolak-balik ke stasiun televisi. Sehari bisa lima ini telah menjadi kebutuhan semua,” Heri
kali wawancara di tv yang berbeda-beda. Dikiranya Direktur PNK3 tahu segalanya. Padahal menjelaskan.
saat itu, saya baru menjabat sebagai Dir PNK3,” kata Herman. Heri menjelaskan, Divisi VII merupakan
Tetapi, rangkaian kecelakaan kerja konstruksi yang terjadi secara beruntun di tahun satu dari lima divisi di Waskita Karya yang
2017 itu, kata Herman, mendatangkan hikmah tersendiri bagi dunia K3 Indonesia khususnya mengerjakan proyek jalan tol. Merupakan
di sektor industri konstruksi. “Alhamdulillah semua jadi terbuka akan pentingnya K3. Semua divisi termuda di Wasktia Karya, yang
BUMN Karya membentuk divisi khusus K3. Semua menjadi aware akan K3. Sebelum dibentuk tahun 2017. Divisi VII mendapat
rangkaian kecelakaan kerja itu, K3 masih dipandang sebelah mata, K3 dianggap sebagai tugas untuk mengerjakan proyek tol
cost,” Herman menegaskan. sepanjang 124 km dengan nilai proyek lebih
Dikatakan Herman, banyaknya kasus kecelakaan kerja sektor konstruksi yang terjadi dari Rp22 triliun.
di tahun 2017 itu muncul seiring dengan semakin meningkatnya pembangunan di bidang Proyek tol sepanjang 124 km itu terbagi
infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir. “Sampai tahun 2018 sudah terbangun jalan tol menjadi 5 ruas jalan tol. Yaitu Bogor-Ciawi-
sepanjang 947 km, jalan raya 34.000 km, jalan desa 192 km, jembatan 39,8 km, bendungan, Sukabumi (Bocimi), Cimanggis – Cibitung,
revitalisasi bandara sebanyak 408 unit, pembangunan bandara baru 10, dan sebagainya. Cibitung – Cilincing, Kunciran – Parigi, dan
Saya sampai hapal betul, karena sejak kasus kecelakaan kerja sering terjadi di tahun 2017, Serpong – Cinere. Kelima proyek ruas
sektor konstruksi menjadi perhatian saya,” beber Herman. jalan tol itu terbagi menjadi 15 proyek
Herman mengingatkan agar raihan penghargaan itu tidak membuat Waskita Karya yang masing-masing proyek dipimpin oleh
terlena. Kecelakaan kerja, setiap saat mengintai. “Karena itu jangan sampai terlena. seorang Project Manager (PM).
Jangan sampai terjadi kecelakaan kerja lagi. Penghargaan ini hanya bentuk apresiasi dari Menurut Heri, dari 15 proyek itu, empat
pemerintah untuk memotivasi semua pelaku industri di Tanah Air, termasuk Waskita Karya,” di antaranya belum beroperasi. Masih
pungkas Herman. dalam tahap pembebasan lahan. Karena
Herman berharap agar proyek-proyek yang mendapatkan penghargaan zero accident itu, pihaknya mengusulkan 11 proyek di
dan P2 HIV/AIDS itu dapat terus meningkatkan kinerjanya di bidang K3 dan menularkan Divisi VII ke Kemnaker untuk mendapatkan
ke proyek-proyek lain di Waskita yang belum mendapatkan penghargaan. “Saya ucapkan sertifikat zero accident. Tetapi dari 11
selamat kepada PT Waskita Karya yang mendapat 26 penghargaan zero accident dan dua proyek yang diusulkan itu, dua di antaranya
penghargaan P2 HIV/AIDS untuk kinerja tahun 2018. Semoga bisa lebih ditingkatkan lagi di ternyata belum waktunya. Masih terkendala
tahun 2019,” pungkas Herman. pembebasan lahan. ▶

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 43


“Akhirnya dari 15 proyek yang ada
di Divisi VII, yang kami usulkan adalah
9 proyek. Dan kami memang berharap
kesembilan proyek yang kami usulkan
itu seluruhnya mendapat sertifikat zero
accident dari Kemnaker untuk kinerja
tahun 2018. Tetapi beberapa di antaranya
terlambat dalam hal pengajuan sehingga
pada hari ini (Senin, 25 Maret 2019, red)
baru tiga proyek yang sudah dipastikan
mendapat sertifikat zero accident dan
satu proyek mendapat sertifikat P2 HIV/
AIDS dari Kemnaker. Sisanya, yang enam
proyek, mudah-mudahan bisa mendapatkan
penghargaan serupa di tanggal 22 April
2019 karena tempo hari terlambat
PM Tol Cibitung – Cilincing Seksi 1 dan 3 Anang Noer Tachlish saat menerima penghargaan zero accident dari Direktur PNK3
mengajukan administrasinya,” kata Heri Kemnaker Herman Prakoso Hidayat disaksikan Kadiv VII Heri Supriyadi di Gedung Waskita Karya, Jakarta, Senin (25/3/2019).
kepada ISafety yang menemuinya usai
acara.
Pada Senin (25/3/2019) itu, ketiga
proyek yang mendapat penghargaan
zero accident dari Kemnaker yaitu proyek
tol Cibitung – Cilincing Seksi 1, Cibitung
– Cilincing Seksi 3, dan Cimanggis –
Cibitung Seksi 2. Sedangkan proyek yang
mendapatkan penghargaan P2 HIV/AIDS
dari Kemnaker pada hari Senin itu adalah
proyek jalan tol Cibitung – Cilincing Seksi 2.
Selain empat penghargaan tersebut, Divisi
VII Waskita Karya pimpinan Heri juga meraih
penghargaan K3 Nasional dari Kemnaker.
Pada kesempatan itu, Heri
mengingatkan para PM di Divisi VII yang
hadir dalam acara tersebut untuk tetap
meningkatkan kewaspadaan, hati-hati,
dan selalu mengikuti prosedur yang
sudah ditetapkan sebab masih ada sekitar
2.000 girder (balok beton) lagi yang belum
terpasang di tahun 2019 ini. “Di tahun 2019
ini masih ada 2.127 girder (balok beton)
lagi yang akan dierection (dipasang). Untuk
itu saya minta kepada teman-teman untuk
tetap meningkatkan kewaspadaan, hati-hati,
agar ke depan hal-hal yang akan membuat
kita lengah terhadap kecelakaan kerja dan
penyakit akibat kerja, dapat kita hindari dan
tanggulangi,” harap Heri.
Pemasangan balok beton (erection
girder) merupakan pekerjaan yang memiliki
tingkat risiko bahaya tinggi (high risk) dalam
proyek konstruksi jalan layang (elevated).
PM Jalan Tol Cimanggis – Cibitung Seksi 2 Yahya Mauluddin saat menerima penghargaan zero
Kasus kecelakaan kerja konstruksi yang accident dari Direktur PNK3 Kemnaker Herman Prakoso Hidayat di Gedung Waskita Karya,
marak terjadi di tahun 2018, kecelakaan Jakarta, Senin (25/3/2019).

44 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


Jalan tol Cimanggis – Cibitung Seksi 1

DAFTAR PROYEK WASKITA KARYA SVP DIVISI QHSE SUBKHAN

PENERIMA PENGHARGAAN ZERO


ACCIDENT KEMNAKER KINERJA Herman Prakoso Hidayat memastikan
bahwa Waskita Karya mendapatkan 26
TAHUN 2017 penghargaan zero accident dan dua P2
HIV/AIDS untuk kinerja tahun 2018. Dan,
jumlah itu kemungkinan akan bertambah
mengingat masih ada sejumlah proyek yang
hingga kini masih dalam proses penilaian
dan kajian Kemnaker.
Menurut Subkhan, untuk kinerja tahun
2018, pihak Waskita Karya mengajukan 40
proyek ke Kemnaker. “Dari 40 yang kami
Sumber : koranbumn.com (diolah) ajukan itu, alhamdulillah 26 di antaranya
dipastikan mendapat sertifikat zero
kerja berupa runtuh, patah, dan ambruknya girder merupakan kecelakaan kerja konstruksi accident dari Kemnaker dan jumlahnya
yang cukup mendominasi. masih terbuka untuk bertambah. Jauh
melebihi target yang kita tetapkan di awal,”
MELEBIHI TARGET katanya kepada ISafety di lokasi yang
Terpisah, Senior Vice President (SVP) Divisi QHSE PT Waskita Karya Subkhan mengatakan, sama. Sementara untuk kinerja tahun 2019,
raihan 26 penghargaan zero accident dari Kemnaker untuk kinerja tahun 2018 itu, jauh kata Subkhan, pihak Waskita Karya sudah
melebihi target. Berkaca dari raihan penghargaan zero accident Waskita Karya untuk kinerja mengajukan 30 proyek ke Kemnaker untuk
tahun 2017 yang mendapat 4 sertifikat zero accident untuk tiga proyek dan berbagai kasus mendapatkan penghargaan serupa, zero
kecelakaan kerja yang terjadi di tahun 2017, pihaknya tak mau muluk-muluk mematok target accident.
penghargaan zero accident dari Kemnaker untuk kinerja tahun 2018. Raihan 26 penghargaan zero accident
“Kita gak muluk-muluk, target kita awalnya adalah 9. Itu target yang saya kira realistis,” dari Kemnaker untuk tahun kinerja tahun
kata Subkhan kepada ISafety pada pertengahan Februari 2019 lalu. Tetapi seiring bergulirnya 2018 adalah capaian yang amat luar biasa,
waktu, Subkhan optimis target 9 itu akan tercapai dan bahkan terlampaui. Dari 9, target lalu yang pernah diraih PT Waskita Karya
berubah menjadi 12. (Persero) Tbk selama ini. Melesat jauh dari
“Tapi sekarang saya optimis, kita akan mendapat lebih dari 20 penghargaan zero raihan kinerja tahun 2017 yang berada di
accident,” katanya kepada ISafety pada medio Februari 2019 itu. Optimisme Subkhan selaku angka 4. Apalagi ke-26 sertifikat kecelakaan
orang nomor satu di Divisi QHSE Waskita Karya, divisi yang khusus mengurusi soal HSE dan kerja nihil dari Kemnaker itu diraih Waskita
Mutu (K3LM), kemudian tercapai. Karya setelah perusahaan plat merah itu
Optimisme Subkhan itu lalu mewujud menjadi kenyataan ketika pada Senin (25/3/2019), dihantam badai kecelakaan kerja konstruksi
di hadapan para manajer, PM, dan VP dari Divisi VII, SVP (Kadiv) Divisi VII Heri Supriyadi, SVP di tahun 2017. Incredible Waskita! •
Divisi QHSE Subkhan, dan Direktur QHSE Wahyu Utama Putra, Direktur PNK3 Kemnaker (Hasanuddin)

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 45


L I P U TA N K H U S U S

ZERO ACCIDENT,
PERPISAHAN MANIS
HERI SUPRIYADI HERI SUPRIYADI

t.
erbobo
at, b
pad
a t,

k
ing
i; s
ad
p riy
i Su
er
aH
K ep K ar y
ala (S kita
Direktur QHSE Wahyu Utama Putra dan Kadiv VII Heri Supriyadi VP) Divisi VII Was

H
PENAMPILANNYA TAMPAK KALEM, DAN emat dalam berkata tak hanya dilakukannya ketika
CENDERUNG PENDIAM. TAK BANYAK KATA sedang wawancara dengan ISafety. Tetapi ketika
memberikan sambutan pada sebuah acara resmi
TERUCAP SETIAP DIWAWANCARA ISAFETY. pun, sikap hemat kata itu juga muncul. Seperti pada
CENDERUNG BERHEMAT DALAM KATA, NAMUN acara Penghargaan Program P2 HIV/AIDS dan
Kecelakaan Kerja Nihil (Zero Accident) PT Waskita Karya – Divisi VII
SARAT DATA. IA TAK AKAN BICARA SESUATU di lantai 10 Gedung Waskita Karya, Jakarta, Senin (25/3/2019). Kata
YANG MENURUTNYA TAK PERLU DIUCAPKAN. sambutan yang diberikannya tak lebih dari 7 menit; singkat, padat,
berbobot.
SINGKAT, PADAT, DAN BERBOBOT. NADA Kesehariannya tak pernah lepas dari ibadah puasa. Ya, pria
BICARANYA PELAN DENGAN INTONASI DATAR, berkumis asal Kendal, Jawa Tengah ini setiap hari menjalani ibadah
puasa. Dan, itu sudah dilakoninya dalam beberapa tahun terakhir. Ia
NAMUN DIUCAPKAN DENGAN AKSEN YANG tetap menjalani ibadah puasa dan tetap tampak bugar, sekalipun ia
JELAS SEHINGGA ‘PESAN’ YANG HENDAK mesti berkeliling dari satu proyek ke proyek konstruksi lainnya yang
begitu terik dan gersang, untuk memantau sekaligus memberikan
DISAMPAIKANNYA MAMPU TERTANGKAP arahan kepada seluruh jajarannya.
SECARA JELAS OLEH ORANG LAIN YANG Itulah sekilas sosok Heri Supriyadi, Kepala (SVP) Divisi VII PT
Waskita Karya (Persero) Tbk. Kepada ISafety, Heri menjelaskan,
MENDENGARKANNYA.

46 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


Divisi VII merupakan satu dari lima divisi di
Waskita Karya yang mengerjakan proyek
jalan tol. Merupakan divisi termuda di
Wasktia Karya, yang dibentuk tahun 2017.
Divisi VII mendapat tugas untuk
mengerjakan proyek tol sepanjang 124 km
dengan nilai proyek lebih dari Rp22 triliun.
Proyek tol sepanjang 124 km itu terbagi
menjadi 5 ruas jalan tol. Yaitu Bogor-Ciawi-
Sukabumi (Bocimi), Cimanggis – Cibitung,
Cibitung – Cilincing, Kunciran – Parigi, dan
Serpong – Cinere. Kelima proyek ruas Heri Supriyadi (kedua dari kanan) saat diwawancara ISafety di ruang kerjanya, medio Februari 2019 ditemani
SVP Divisi QHSE Subkhan (paling kiri) dan Direktur QHSE Waskita Karya Wahyu Utama Putra (kedua dari kiri).
jalan tol itu terbagi menjadi 15 proyek
yang masing-masing proyek dipimpin oleh
seorang Project Manager (PM).
Sebagian dari 15 proyek itu, sudah bisa saya katakan, untuk proyek, mudah-mudahan
rampung dikerjakan dan bahkan sudah kinerja tahun 2018, 100 bisa mendapatkan
dioperasikan setelah diresmikan Presiden persen proyek di Divisi penghargaan serupa
Joko Widodo (Jokowi). Seperti proyek jalan VII zero accident. Hal di tanggal 22 April
tol Bocimi Seksi 1, Ciawi – Cigombong ini ditambah dengan 2019,” kata Heri
sepanjang 15,3 km yang diresmikan jam kerja amannya kepada ISafety.
Presiden Jokowi pada Desember 2018 dan yang mencapai 1 juta Selain religius,
kini sudah dioperasikan. Empat proyek jam kerja di tahun Heri juga sosok yang
lainnya malah belum digarap sama sekali. 2018. Dengan demikian, humble. Ia tak mau
“Masih terkendala pembebasan lahan,” kata Divisi VII clear sebagai disebut sebagai sosok yang
Heri. Divisi Zero Accident,” kata berada dibalik keberhasilan
Meski merupakan divisi termuda, Divisi Wahyu kepada ISafety yang yang diraih seluruh proyeknya
VII yang dikomandani Heri Supriyadi justru menemuinya usai acara. di divisi yang dipimpinnya itu. Capaian itu,
akan dijadikan role model bagi seluruh Dalam acara pada hari Senin kata Heri, bukan hasil orang per orang.
unit bisnis di Waskita Karya dalam hal (25/3/2019) itu sendiri, ada tiga proyek Melainkan keberhasilan tim, keberhasilan
implementasi K3 (HSE). Divisi VII dinilai yang resmi mendapatkan penghargaan bersama. Mulai dari top management,
telah berhasil dalam mengimplementasikan Zero Accident dari Kementerian sinergitas lintas divisi, para manajer,
HSE di seluruh proyek yang ditanganinya. Ketenagakerjaan, yang diserahkan langsung hingga para pekerja di lapangan. “Semua
Keberhasilan itu ditandai dengan nihilnya oleh Direktur PNK3 Kemnaker Herman bergandengan tangan, bahu-membahu
kecelakaan kerja (zero accident) yang terjadi Prakoso Hidayat. Menurut Heri, dari 15 dalam upaya mengimplementasikan
di seluruh proyeknya dan jam kerja yang proyek yang ditangani Divisi VII, empat QHSE di seluruh tahapan kerja sehingga
menembus lebih dari 1 juta jam kerja aman, di antaranya belum beroperasi. Masih HSE yang tadinya seolah-olah menjadi
untuk kinerja tahun 2018. dalam tahap pembebasan lahan. Karena tanggung jawab personal HSE, sekarang
“Keberhasilan ini patut menjadi contoh. itu, pihaknya mengusulkan 11 proyek, dan telah menjadi kebutuhan semua,” Heri
Karena itu, Divisi VII akan menjadi role dari 11 proyek yang diusulkan itu, dua di menjelaskan.
model bagi seluruh unit bisnis di Waskita antaranya ternyata belum waktunya. Masih Usai mengantarkan divisi yang
Karya. Bukan tidak mungkin, Divisi VII akan terkendala pembebasan lahan. dipimpinnya menjadi ‘Juara’ zero accident di
menjadi Divisi Zero Accident,” kata Direktur “Akhirnya dari 15 proyek di Divisi VII, Waskita Karya, Heri Supriyadi kini didapuk
QHSE PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang kami usulkan adalah 9 proyek. Dan menjadi Kepala Divisi (SVP) Infrastruktur
Wahyu Utama Putra ketika memberikan kami memang berharap kesembilan proyek I Wilayah Sumatera. Jajaran direksi (BoD)
sambutan dalam acara Penghargaan yang kami usulkan itu seluruhnya mendapat tampaknya percaya bahwa Heri Supriyadi
Program P2 HIV/AIDS dan Kecelakaan Kerja sertifikat zero accident dari Kemnaker merupakan orang yang tepat untuk
Nihil (Zero Accident) PT Waskita Karya – untuk kinerja tahun 2018. Tetapi enam di menularkan kinerja bagusnya di Divisi VII ke
Divisi VII di lantai 10 Gedung Waskita Karya, antaranya terlambat dalam hal pengajuan tempat dinasnya yang baru. “SK-nya sudah
Jakarta, Senin (25/3/2019). sehingga pada hari ini (Senin, 25 Maret keluar dan berlaku per 1 April 2019. Tapi
Menurut Wahyu, 80 persen dari proyek 2019, red) baru tiga proyek yang sudah resminya biasanya setelah dilakukan serah
jalan tol yang ditangani Divisi VII, zero dipastikan mendapat sertifikat zero accident terima,” kata Heri. • (Hasanuddin)
accident. Sisanya yang 20 persen, karena dan satu proyek mendapat sertifikat P2 HIV/
proyeknya memang belum beroperasi. “Jadi AIDS dari Kemnaker. Sisanya, yang enam

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 47


L I P U TA N K H U S U S

DIREKTUR QHSE KOBARKAN K3


DI LOKASI PROYEK TOL BOCIMI
H
DIREKTUR QHSE PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK ari masih gelap ketika
WAHYU UTAMA PUTRA MENGOBARKAN KEBERSAMAAN DAN ISafety tergopoh-gopoh
mengeluarkan sepeda
KEKOMPAKAN DALAM BEKERJA DENGAN MENERAPKAN motor dari teras rumah.
PRINSIP-PRINSIP K3 KEPADA SELURUH PESERTA SAFETY Tanpa memanaskan mesin
kendaraan terlebih dahulu, ISafety langsung
MORNING DI KANTOR PROYEK TOL BOCIMI SEKSI 2. tancap gas begitu sepeda motor dihidupkan.
Sudah tak ada lagi waktu. Jarum jam
SAFETY MORNING di tangan sudah menunjukkan pukul 04.55
WIB. Tersisa 35 menit dari waktu yang
DI PROYEK TOL BOCIMI disepakati untuk ketemuan dengan Direktur
QHSE PT Waskita Karya (Persero) Tbk
SEKSI 2
Wahyu Utama Putra di sebuah tempat di
kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, pukul
05.30 WIB Dalam situasi normal, Sawangan

48 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


– Kalibata yang berjarak sekitar 27 km tidak Wahyu tampak sudah menunggu. Selain memimpin acara Safety Morning pagi itu.
mungkin bisa ditempuh dalam tempo 35 Wahyu, tampak pula Wakil Kepala (VP) Divisi Pria asal Medan, Sumatera Utara ini tampak
menit alias setengah jam. Paling cepat 45 VII Sugiharto dan Itung Prasaja dari Divisi VII. kaget. Ia tak menyangka akan langsung
menit. Setelah salaman, kami langsung bergegas didaulat memimpin Safety Morning begitu
Tapi ISafety tak mau ambil pusing masuk mobil dan wuzzz….berangkat. tiba di lokasi acara. “Saya kira acaranya
dengan sisa waktu yang sudah sangat ngopi dulu. Tapi baiklah,” kata Wahyu lewat
mepet itu. Yang ada di pikiran adalah SAFETY MORNING pengeras suara di atas panggung yang tak
bagaimana tiba di tempat tujuan dengan Sabtu (23/3/2019) pagi itu, Wahyu mengajak begitu lebar.
selamat dan tepat waktu. Tak pelak, setiap ISafety menghadiri acara Safety Morning Meski mengaku belum meneguk kopi
ada kesempatan, tuas gas ditarik sekuatnya yang akan dilakukannya di lokasi proyek tol yang menjadi minuman kesukaannya
supaya sepeda motor lari sekencang- Bocimi Seksi 2 di daerah Cicurug, Kabupaten di pagi hari sejak terjaga dari tidurnya,
kencangnya. Sukabumi, Jawa Barat. Karena acaranya bukan Wahyu namanya jika ia tak segera
Meter demi meter jalanan terus dilalui Safety Morning, maka kami memang harus menguasai panggung. Dengan nada berapi-
dalam sekejap hingga tak terasa sudah tiba berangkat sepagi mungkin dari Jakarta. api, pria kelahiran Medan yang pada Mei
di kawasan Pejaten di Jakarta Selatan. Tiba Sekitar pukul 07 lewat sedikit kami tiba tahun 2019 akan genap berusia 52 tahun ini
di lampu merah Pejaten Village (Penvill) di lokasi. Di sana, di halaman kantor proyek memompa semangat seluruh pekerja yang
jarum jam di tangan sudah menunjukkan yang pagi itu disulap menjadi lapangan hadir pada pagi hari itu. “Yakinlah bahwa
pukul 05.20 WIB. Tersisa 10 menit, dan upacara, para pekerja sudah berdiri dalam Anda tidak sendirian di sini. Ada kami di
itu tak mungkin dicapai. Begitu lampu lalu formatur upacara. Manajer QHSE PT sini. Anda sakit, maka kami di kantor pusat
lintas menyala hijau, langsung tancap gas, Waskita Karya Batara tampak sudah terlebih pun akan merasakan hal yang sama,” kata
membelah jalan Raya Pejaten yang masih dahulu hadir di lokasi acara dan menyambut Wahyu.
sepi. kedatangan kami. Tampak pula Product Pada Sabtu pagi itu, Safety Morning
Merasa tidak akan sampai tepat waktu, Manager (PM) Jalan Tol Bocimi Seksi 2 dihadiri oleh sekitar 100 orang. Mereka
ISafety menepikan sepeda motor dan Priadie Yogantyarha Ferrie selaku tuan terdiri atas para pekerja proyek jalan
menyampaikan permintaan maaf lewat wa rumah, turut menyambut kedatangan kami. tol Bocimi Seksi 2 dari Waskita Karya,
bahwa datang terlambat. Tanpa menunggu Lewat pengeras suara, pembawa acara pekerja proyek (Mandor Ayung dan Mandor
jawaban, sepeda motor kembali dipacu mempersilakan Direktur QHSE Wahyu UP Lugiman), dan para pekerja dari sub-
kencang dan tak lama kemudian tiba di dan rombongan untuk memasuki lokasi kontaktor (PT PIM, PT Megumi, dan PT
lintasan kereta Kalibata. Beruntung, masih acara. Selaku tuan rumah, Ferrie bergegas Megasol).
pukul 05.28 WIB, bisa sampai ke lokasi naik panggung dan membuka acara. Tak Ketika sedang memberikan ‘wejangan’
dimaksud dengan selamat dan tepat waktu. lama kemudian, Ferrie mempersilakan akan pentingnya aspek safety, tiba-tiba
Tiba di lokasi yang telah disepakati, Wahyu untuk naik ke panggung dan Wahyu berteriak, “Ini kenapa seragam ▶

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 49


50 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019
barisan mandor dekil-dekil?” “Pak Ferrie disaksikan, sebuah kantor kita bangun. Di “Anda datang jauh-jauh dari ujung
(PM Tol Bocimi Seksi 2, red), tolong segera Waskita Karya, kita pastikan bahwa proyek Pulau Sumatera sana ke sini adalah untuk
berikan mereka seragam dan rompi kerja konstruksi bukan barak. Anda bekerja, Anda bekerja, menafkahi istri dan anak-anak di
yang baru. Setiap orang masing-masing lelah, maka Anda berhak mendapatkan rumah. Ada orang-orang di sekitar yang
dua pasang. Pastikan mereka dapat sebuah tempat kerja yang layak dan selalu mencintai dan menyayangi Anda.
semua,” kata Wahyu kepada Ferrie yang nyaman. Bukan hany di proyek Tol Bocimi Setelah bekerja di proyek, kepulangan Anda
mendampinginya di atas panggung. Seksi 2, tapi di seluruh proyek Waskita semua ke rumah masing-masing, selalu
“Mandor Lugiman, siapa pimpinannya Karya di seluruh Indonesia kita bangun ditunggu oleh orang-orang di sekitar yang
dan ada berapa anggota?” Tanya Wahyu kantor proyek yang layak dan nyaman,” selama ini mencintai dan menyayangi.
kepada barisan Mandor Lugiman. “Siap, tegas Wahyu seraya menunjuk ke kantor Karena itu, kepada seluruh pekerja di
saya Pak. Ada 22 orang Pak,” jawab seorang proyek tol Bocimi Seksi 2. proyek Tol Bocimi Seksi 2 ini, pastikan
pria muda yang tengah mengenakan Kantor itu memang tampak megah bawa Anda pergi ke tempat kerja dengan
rompi Waskita warna hijau muda. “Mandor dan baru. Terdiri dari tiga lantai, dengan selamat, maka pulangnya juga harus dalam
Ayung, siapa pimpinannya dan ada berapa dominasi kaca. Lantai paling atas malah kondisi yang sama. Di belakang Anda
anggota?” “Siap, saya Pak. Semuanya ada tampak sengaja dibiarkan terbuka, tak ada semua, ada orang-orang yang selalu setia
41 orang Pak,” jawab seorang pria berompi dinding tembok. Aneka tanaman menghiasi menunggu kedatangan Anda di rumah.
biru yang berdiri paling depan dengan logat gedung. Tak hanya di luar, tetapi juga di Karena itu bekerja lah dengan selalu
Sumatera Utaranya yang khas. segala sudut ruangan kantor. memperhatikan aspek-aspek keselamatan
“Pastikan kalian dapat semua. Jika dan kesehatan kerja supaya semua orang
belum dapat, tegur PM Ferrie. Jangan takut,” KOBARKAN K3 yang selama ini mencintai dan menyayangi
kata Wahyu yang disambut tepuk tangan Jebolan Fakultas Teknik Universitas Anda di rumah tidak merasa kehilangan
para peserta Safety Morning. Wahyu yang Sumatera Utara tahun 1992 ini lalu akibat kecerobohan yang Anda lakukan
sebelumnya menjabat sebagai GM QHSE di memanggil pimpinan dua kelompok mandor sendiri ketika bekerja. Apapun agama dan
PT Adhi Karya itu kembali menegaskan akan tadi untuk naik ke atas panggung. Kepada keyakinan Anda, bekerja adalah ibadah,”
komitmen perusahaan untuk mengangkat pria yang dipanggil para pekerjanya dengan kata Wahyu.
harkat setiap orang yang terlibat dalam sebutan “Tulang,” Wahyu menanyakan Kepada PM Ferrie, selain untuk segera
seluruh proyek Waskita Karya. marganya. “Siap, Sihotang Pak,” katanya menyediakan seragam kerja baru kepada
“Di hadapan Anda semua, sekarang bisa dengan suara lantang. para pekerja dari dua kelompok mandor
tadi, Wahyu juga minta agar setiap orang
yang terlibat dalam pekerjaan di proyek tol
Bocimi Seksi 2 untuk selalu mengenakan
kartu tanda pengenal (ID Card). Kepada
seluruh pekerja Wahyu juga meminta untuk
selalu menjaga dan mengingatkan satu
sama lain apabila ditemukan kondisi di
tempat kerja yang tidak aman (unsafe) atau
kedapatan melanggar prinsip-prinsip K3.
Khusus kepada para mitra kerja (vendor)
dan para pekerja dari kelompok mandor,
Wahyu minta agar memberikan yang terbaik
ketika bekerja di proyek. “Kalian bersedia?”
teriak Wahyu yang serentak dijawab para
peserta, “Bersedia.”
Acara Safety Morning pagi itu ditutup
dengan doa dan dilanjutkan dengan sarapan
bersama di kantin yang tersedia di kantor
proyek. • (Hasanuddin)

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 51


L I P U TA N K H U S U S

SEJUK, SEGAR, NYAMAN,


DAN MEGAH
MENGINTIP KANTOR PROYEK
TOL BOCIMI SEKSI 2

BANGUNANNYA TERBILANG MEGAH UNTUK UKURAN KANTOR PROYEK


KONSTRUKSI. BERADA DI KETINGGIAN SEKITAR 700 METER DPL. TERASA
SEJUK DAN SEGAR DENGAN PEMANDANGAN MENAKJUBKAN.

A
pa yang ada dalam benak Anda ketika mendengar proyek konstruksi? Tetapi PT Waskita Karya (Persero) Tbk
Bayangan Anda tentunya akan menuju pada alat berat, besi beton yang selaku BUMN Karya bidang konstruksi,
berserakan, truk-truk pengangkut tanah yang berseliweran di sekitar lokasi mencoba menjungkirbalikkan keadaan,
proyek, onggokan-onggokan beton, kayu-kayu yang berserakan, para pekerja mematahkan imej yang selama ini telanjur
yang berhelm dan bersepatu keselamatan serta berpakaian kumal, dan melekat di masyarakat tentang lokasi
sebagainya. Pendek kata; semrawut dan kumuh. proyek konstruksi dan kantor proyek
Bagaimana dengan kantor proyek konstruksi? Idem ditto alias sama saja; semrawut, konstruksi. Bahwa lokasi proyek konstruksi
kumuh, dan kadang terkesan tak manusiawi. Ada yang menyewa ruko di area terdekat bukan area yang semrawut dan kumuh dan
dengan lokasi proyek. Namun tak jarang pula dengan mendirikan kantor ala kadarnya di bahwa kantor proyek konstruksi bukanlah
lokasi proyek, berupa bedeng-bedeng yang sempit dan panas. kumpulan bedeng maupun barak.
Anggapan itu tak sepenuhnya salah. Sebab konstruksi adalah sektor pekerjaan yang “Kantor proyek konstruksi bukanlah
padat kerja dan padat alat, sehingga pemandangan yang tampak di sekitar lokasi proyek barak. Kantor proyek konstruksi haruslah
konstruksi, akan memiliki gambaran seperti yang diilustrasikan di atas. Begitu pula dengan didirikan dan dibangun sebagaimana kantor
kondisi kantor proyeknya, yang selama ini banyak dibangun ala kadarnya di lokasi proyek. pada umumnya. Harus layak dan nyaman

52 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


bagi para pekerjanya, seperti halnya pekerja dan Sugiharto, dua petinggi Waskita Karya lainnya yaitu Manajer QHSE Waskita Karya Batara
kantoran pada umumnya. Harkat dan dan Manajer Produksi Divisi VII Waskita Karya Itung Prasaja juga hadir di acara tersebut.
martabat seluruh pekerja konstruksi harus Mengingat acaranya dilaksanakan pagi hari (sesuai namanya Safety Morning),
diangkat. Salah satunya adalah dengan maka kami pun berangkat selepas subuh dari Jakarta. Setelah menempuh perjalanan lebih
penyediaan kantor proyek yang nyaman,” dari satu jam, kami pun tiba di kantor proyek jalan tol Bocimi Seksi 2 yang berlokasi di Desa
kata Direktur QHSE PT Waskita Karya Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di sana sudah ada sekitar
(Persero) Tbk Wahyu Utama Putra kepada 100 peserta yang berdiri di halaman kantor dalam formatur upacara. Mereka terdiri atas
Isafety di ruang kerjanya, 20 Februari 2019 para karyawan proyek jalan tol Bocimi Seksi 2 Waskita Karya, para pekerja yang berasal dari
silam. dua kelompok mandor, dan para karyawan dari tiga mitra kerja Waskita (sub-kon). Project
Pria asal kota Medan, Sumatera Utara Manager (PM) atau Kepala Proyek (Kapro) tol Bocimi Seksi 2 Priadie Yogantyarha Ferie
ini tak hanya asal bicara. Pada Februari segera menyambut kedatangan kami.
lalu, ISafety berkesempatan mengunjungi Ketika menyampaikan ‘wejangannya’ Direktur QHSE Wahyu tegas menyatakan bahwa
kantor proyek tol Becakayu Koneksi di Jl proyek konstruksi merupakan pekerjaan elit, bukan pekerjaan rendahan. Karena itu,
DI Panjaitan, Jakarta Timur. Sama sekali kantornya pun harus dibuat elit, bukan kumuh seperti barak. “Di hadapan Anda sekalian,
tak terkesan semrawut dan kumuh. Ribuan berdiri sebuah kantor proyek yang megah. Kantor seperti ini kami sedang bangun di seluruh
batang besi beton ditumpuk secara rapi lokasi proyek Waskita Karya di seluruh Indonesia. Anda semua jauh-jauh datang ke lokasi
dan disusun berdasarkan data kedatangan. terpencil ini adalah untuk bekerja, untuk mencari nafkah demi orang-orang yang Anda cintai
Tumpukan besi beton yang datang lebih dan sayangi di rumah. Sudah sepantasnya lah kami juga menyediakan tempat kerja yang
awal, menjadi prioritas besi beton yang layak dan nyaman bagi Anda semua,” kata Wahyu kepada para peserta Safety Morning
harus diangkut untuk digunakan dalam seraya menunjuk ke arah sebuah bangunan megah.
pengerjaan bekisting. Sehingga tak ada besi Sekali lagi, putra asal Medan, Sumatera Utara ini tak sedakar bicara. Sebuah bangunan
beton yang berkarat akibat terlalu lama megah untuk ukuran kantor proyek konstruksi, berdiri tegak. Salah satu sudutnya didominasi
teronggok. dinding kaca, yang menjulang tinggi lebih dari 10 meter. Dari bagian atas dinding kaca itu,
Bagaimana dengan kantor proyeknya? tampak aneka tanaman menghiasi.
Sungguh luar biasa nyaman dan memiliki Selain megah, bangunan kantor proyek tol Bocimi Seksi 2 itu tampak baru. “Ya benar,
fasilitas kantor cukup lengkap. Ada ruang bangunan ini baru 2 minggu dioperasikan sebagai kantor proyek tol Bocimi Seksi 2,” kata PM
rapat yang dilengkapi berbagai fasilitas tol Bocimi Seksi 2 Priadie Yogantyarha Ferie kepada ISafety usai acara Safety Morning.
canggih, mesin pendingin ruangan yang Menurut pria yang akrab disapa Ferie ini, kantor proyek itu berdiri di atas sebuah bukit
tiada henti mengembuskan hawa sejuk, dengan ketinggian sekitar 700 meter dari permukaan laut (dpl). Pantas saja, hawa di kawasan
bersih (sepatu harus dibuka sebelum masuk tersebut tetap terasa sejuk meski matahari sudah meninggi. Kabut tipis terkadang masih ▶
kantor), ruang kerja yang nyaman, ada
mushola, ruang P3K, dan sebagainya.

MEGAH DAN NYAMAN


Setelah mengunjungi kantor proyek
Becakayu Koneksi, ISafety kembali
mendapat kesempatan untuk menyambangi
kantor proyek Waskita lainnya. Mulanya,
Direktur QHSE Waskita Wahyu Utama
Putera mengajak ISafety untuk melihat
kegiatan Safety Morning yang akan digelar
di kantor proyek jalan tol Bogor-Ciawi-
Sukabumi (Bocimi) Seksi 2 yang berlokasi
di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada
Sabtu (23/3/2019). Safety Morning adalah
agenda rutin yang digelar satu kali dalam
satu minggu di setiap proyek.
Safety Morning di proyek jalan tol Bocimi
Seksi 2 kali ini terbilang istimewa. Sebab
kegiatan rutin itu akan dihadiri langsung
oleh Direktur QHSE PT Waskita Karya Wahyu
Utama Putera dan Wakil Kepala (VP) Divisi
VII Sugiharto. Turut mendampingi Wahyu

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 53


tampak melintas di sekitar area kantor
dan menyapu wajah sebagian para pekerja
yang tengah mendengarkan ‘wejangan’
dari Direktur QHSE Wahyu di acara Safety
Morning tadi.

RAMAH LINGKUNGAN
Usai menyantap singkong rebus dan
bubur kacang ijo di kantin yang terletak di
samping kantor, Ferie mengajak ISafety
menjelajahi bagian dalam kantor proyek.
Wakadiv VII Sugiharto lalu turut bergabung
untuk mendengarkan penjelasan lebih rinci
dari Ferie ihwal kantor proyek yang baru
dibangun dan dioperasikan tersebut.
Setelah melepas sepatu di pintu masuk
utama, Ferie menjelaskan ruang demi
ruang. Kantor itu terdiri dari 3 lantai. Lantai
1 merupakan area ruang resepsionis, ruang
tamu, dan ruang rapat. Begitu rapi dan
bersih. Di ruang tamu, disediakan dispenser
lengkap dengan teh, kopi, gula, sendok, dan
cangkir. “Kami tidak menyediakan gelas
plastik ataupun sedotan. Kami berusaha
menjaga lingkungan supaya area kantor
ini tidak dicemari oleh limbah plastik yang
sulit diurai di alam,” kata Ferie sembari
memasuki ruang rapat utama.
Ruang rapat utama tampak berukuran
cukup besar yang dilengkapi screen
berukuran besar di salah satu dindingnya.
Kata Ferie, ruang rapat utama itu mampu
menampung 75 orang. Karena masih baru,
ruang rapat tersebut belum dilengkapi
aneka fasilitas lainnya.
Dari ruang rapat utama, kami menuju
lantai 2. Ketika menapakai anak tangga, seksi menempati ruang tersendiri. Di “Pemandangannya bagus. Saya sering
ada hal menarik. Kayu-kayu anak tangga lantai 2 ini pula, ruang kerja Ferie selaku merenung sendirian di sini,” kata Ferie.
tersebut berasal dari limbah proyek yang kepala proyek berada. Ruangan kerjanya
kemudian dimanfaatkan sebagai anak begitu minimalis. Dinding bagian luar MENAKJUBKAN
tangga. Ketika menapaki anak tangga, sengaja dibuat dari kaca. Selain dalam Dari ruang kerjanya di lantai 2, Ferie
halaman luar kantor terlihat jelas sebab rangka penghematan energi listrik, lewat mengajak ISafety ke lantai 3 yang
tangga dibuat di sudut kantor yang dinding kaca itu pula sebuah pemandangan disebutnya sebagai ruang merokok
berdinding kaca tadi. Dinding kaca itu, menakjubkan terlihat. (smoking area). Setelah menapaki beberapa
menurut Ferie, sengaja dihadirkan untuk Di sepanjang dinding kaca, terdapat anak tangga yang kayunya berasal dari
memanfaatkan energi matahari sekaligus sebuah meja panjang dengan beberapa limbah proyek, kami pun tiba di lantai 3 yang
mengurangi pemakaian lampu listrik secara kursi di depannya. Di atas meja, tersaji merupakan bagian puncak kantor proyek.
berlebihan. Pada dinding kaca, beberapa aneka bahan minuman seperti teh, kopi, Wow….amazing.
tanaman tampak menjulur dari atas ke gula, lengkap dengan beberapa cangkir. Benar-benar menakjubkan. Sebuah
bawah. Lagi-lagi tidak ada gelas ataupun sendok pemandangan nan indah begitu terhampar
Lantai 2 merupakan ruang kerja. Para plastik. Di meja panjang itulah, Ferie sering depan mata. Lanskap kantor proyek yang
pekerja menempati ruang terbuka yang menemami tamu-tamunya yang datang. merupakan kawasan perbukitan, terhampar
lumayan luas, sedangkan jajaran kepala Malah, ia sering sendirian duduk di sana. dengan jelas dari ketinggian kantor di lantai

54 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


3. Beberapa dindingnya sengaja dibiarkan laptop di sini. Bisa berjam-jam saking
terbuka, untuk menyatu dengan alam. betahnya,” kata Ferie yang berperan sebagai
Di sini, kita bisa merasakan langsung engineering dalam proyek pembangunan
hawa sejuk perbukitan yang menyapu jembatan gantung Pasopati yang terkenal
wajah. Di sini, kita bisa melihat puncak dan fenomenal di kota Bandung.
bukit yang berada di seberang. Sekaligus Sebelum kami tiba, di lantai 3 sudah
melihat lokasi proyek jalan tol Bocimi Seksi ada Direktur QHSE Waskita Karya Wahyu
2 (Cigombong – Cibadak) yang sedang Utama Putera, Manajer Produksi Divisi
dikerjakan nun jauh di bawah sana. Di VII Itung Prasaja, Serka Edi Surianto HSE
sini, kita bisa langsung melihat keindahan Inspector yang direkrut Waskita dari unsur
Gunung Gede-Pangrango yang perkasa. TNI AD, dan beberapa karyawan proyek tol
Menurut Ferie, lantai 3 yang sedianya Bocimi Seksi 2 dari Waskita lainnya. Bukan
merupakan ruang bagi para perokok, Wahyu namanya jika tak memanfaatkan
malah kemudian menjadi lokasi favorit situasi untuk melakukan briefing dan
para pekerja. Banyak para pekerja yang informal meeting. Ketika itu, Wahyu sedang
membawa peralatan kerjanya seperti menggelar informal meeting di lantai 3.
laptop dari lantai dua ke lantai tiga. “Sambil Ditemani beberapa cangkir kopi, informal
menghisap rokok, mereka bekerja di depan meeting bersama Direktur QHSE Wahyu di ▶

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 55


lantai 3 yang menyajikan pemandangan menakjubkan, terasa lebih asyik. Di belakang mushola, terdapat sebuah
Aneka tanaman menghiasi hampir seluruh sisi lantai 3. Bentuk dan jenisnya beraneka bangunan yang tampak masih dikerjakan.
ragam. Aspek ramah lingkungan dan green building, begitu ditonjolkan di kantor proyek Bangunan itu nantinya akan difungsikan
tol Bocimi Seksi 2. “Kantor proyel jalan tol Bocimi Seksi 2 kami bangun dan tata, selain sebagai laboratorium khusus untuk
berkonsep green building juga mencoba mengusung konsep ramah lingkungan dengan penelitian jalan tol. Jika sudah berdiri dan
menerapkan konsep 3 R yaitu reduce, recycle, dan reuse,” kata ayah dua anak yang berusia 8 difungsikan, maka laboratorium tersebut
dan 10 tahun ini. akan tercatat sebagai laboratorium jalan tol
Sebagaimana kantor proyek Waskita Karya lainnya, kantor proyek jalan tol Bocimi Seksi 2 pertama di Indonesia.
juga dilengkapi dengan ruang safety induction, ruang HSE (K3), ruang P3K (klinik), keamanan, Di bagian samping, terdapat kantin.
dan mushola. “Ruang safety induction, HSE, klinik, dan security, terletak di gedung terpisah Ferie menjamin bahwa kantin di kantor
yaitu di bagian depan sehingga memudahkan para tamu yang akan datang ke lokasi proyek proyek itu semua makanan dan minuman
mendapatkan perlengkapan safety dan mendapatkan safety induction dari kami. Sedangkan yang dijajakan, higienis. Sebab, pemilik
ruang mushola, terletak di bagian belakang gedung kantor proyek,” Ferie menambahkan. kantin itu mantan juru masak bagian gizi di
Menurut Ferie, ruang mushola sengaja dibuat terpisah supaya tampak dari luar dan sebuah rumah sakit. “Jadi sudah memiliki
terlihat oleh setiap pekerja yang hendak menjalankan ibadah shalat. “Konsepnya bahwa pengetahuan yang lebih dari cukup akan
dalam bekerja, kita tetap tidak melupakan ibadah shalat sebagai kewajiban umat muslim,” makanan dan minuman yang higienis dan
kata Ferie. menyehatkan bagi para pekerja di proyek
Selain bisa diakses langsung dari luar, ruang mushola itu juga bisa langsung diakses dari konstruksi jalan tol Bocimi Seksi 2 ini,” kata
ruang rapat utama. Di samping mushola, terdapat ruang fitness. “Untuk menjaga kebugaran Ferie mengakhiri perbincangan santainya
para pekerja, kami juga menyediakan ruang fitness.” dengan ISafety. • (Hasanuddin)

56 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 57

OKTOBER 2018 5
L I P U TA N K H U S U S

HUNIAN GEDUNG
JANGKUNG YANG
DIBANGUN BERBASIS
SAFETY
RUSUN TINGKAT TINGGI
PASAR RUMPUT

PEMBANGUNAN PROYEK RUMAH


SUSUN (RUSUN) TINGKAT TINGGI
PASAR RUMPUT, JAKARTA SELATAN,
MENDEKATI AKHIR. PROSES
PEMBANGUNANNYA BERBASIS
SAFETY DAN SUDAH MENCAPAI
TAHAP 98 PERSEN. PERTAMA DI
INDONESIA YANG MENGINTEGRASIKAN
PASAR TRADISIONAL DAN HUNIAN
SEKALIGUS. HMMM….

58 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


K
esibukan pekerja tampak
di sana-sini ketika Isafety
bersama Direktur QHSE PT
Waskita Karya (Persero)
Tbk Wahyu Utama
Putera, SVP QHSE Subkhan, Kepala
Divisi VII Heri Supriyadi, dan Kasubdit
Konstruksi Direktorat PNK3 Kemnaker
Dafi enyambangi proyek pembangunan
Rumah Susun (Rusun) Tingkat Tinggi Pasar
Rumput di Jl Sultan Agung, Setiabudi,
Jakarta Selatan, Senin (25/3/2019).
Kedatangan kami pada Senin siang itu
memang mendadak.
Usai menghadiri acara penyerahan
Penghargaan Program P2 HIV/AIDS dan
Kecelakaan Kerja Nihil (Zero Accident)
dari Kemnaker kepada Divisi VII PT
Waskita Karya di lantai 10 Gedung Waskita
Karya di Jl MT Haryono, Jakarta Selatan,
hari Senin itu, Direktur QHSE Wahyu
mendadak mengajak ISafety, SVP QHSE
Subkhan, Kepala Divisi VII Heri Supriyadi,
dan Kasubdit Konstruksi Dit PNK3
Kemnaker Dafi, mengunjungi lokasi proyek
pembangunan Rusun Tingkat Tinggi Pasar
Rumput di kawasan Manggarai, Jakarta
Selatan.
“Kita lihat sudah sejauh mana
perkembangan pembangunan proyek
Rusun Tingkat Tinggi Pasar Rumput, yang
tahun lalu sempat ramai diberitakan dan
bagaimana aspek safety dalam proses
pembangunannya,” kata Wahyu kepada
ISafety usai acara di lantai 10 Gedung
Waskita Karya. Tak hanya ISafety, rupanya
Wahyu juga mengajak Kasubdit Konstruksi
Direktorat PNK3 Kemnaker, SVP QHSE, dan
Kepala Divisi VII Waskita Karya. SVP QHSE
Subkhan menyebut kunjungan mendadak
itu sebagai Management Walk Through
(MWT).
Meski mendadak, toh tak membuat
panik para pekerja di Rusun Tingkat
Tinggi Pasar Rumput. Tak lama setelah
kedatangan kami, Project Manager (PM)
Rusun Tingkat Tinggi Pasar Rumput
Henri Filia tiba di lobi utama dengan
didampingi QHSE Manager Adam Esaba.
“Selamat datang di Proyek Rusun Tingkat
Tinggi Pasar Rumput,” kata Henri saat
menyambut kedatangan kami. ▶

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 59


Tak ada pekerjaan konstruksi saat itu. di area luar gedung dan berdisain bundar,
Yang tampak hanyalah pekerjaan akhir mengikuti disain dasar bangunan di lantai 1
(finishing). “Proses pembangunannya dan 2. Luasnya memang tak seberapa. Tapi
sudah mencapai 98 persen dan kini sedang cukup untuk menampung sekitar 200 orang.
memasuki tahap finishing. Alhamdulillah Masjid dikelilingi sejumlah anak tangga,
semuanya berlangsung safety,” kata Henri yang menyajikan pemandangan (view)
Filia kepada ISafety di lokasi proyek. ‘ciamik.’
Henri kemudian mengajak rombongan Henri kemudian mengajak kami
berkeliling proyek, untuk melihat mengunjungi lokasi pasar tradisional
perkembangan pembangunan Rusun di lantai 2. “Rusun Tingkat Tinggi Pasar
Tingkat Tinggi Pasar Rumput dari dekat Rumput merupakan rusun satu-satunya di yang berdisain bundar, SVP QHSE Waskita
dan secara langsung. Kami segera menaiki Indonesia yang di dalamnya terdapat pasar Karya Subkhan tampak memeriksa
lift. Tak tanggung-tanggung, Rusun itu tradisional. Luasnya mencapai 12.433 m2. lubang pembuangan air di salah satu kios.
menggunakan lift merek “Schlindler”, Seluruhnya ada 1.314 unit dan berlokasi di “Ini sudah benar, lubang jangan dibuat
sebuah produk lift ternama di dunia yang dua lantai yaitu lantai 1 dan 2, yang terdiri di pinggir, tetapi harus di tengah,” kata
sangat mengedepankan aspek mutu atas 1.175 unit pasar kering dan 139 unit Subkhan kepada Henri.
dan safety dalam setiap produknya dan pasar basah. Di lantai 2 terdapat 537 unit Selaku kontraktor, Waskita Karya
memberikan layanan purna jual yang prima pasar kering dan di lantai 1 ada 638 unit. tampaknya benar-benar memperhatikan
dengan teknisi-teknisi bersertifikat resmi. Pasar basah ada di lantai 1,” terang Henri seluruh prosedur pembangunan pasar
Di lantai 2, Henri kemudian kepada ISafety. sehingga pasar tersebut nantinya tidak
memperlihatkan sejumlah toko yang sudah Lokasi dibangunnya Rusun Tingkat saja higienis tetapi juga safety. Benar juga
selesai dibangun dan siap digunakan. “Dapat Tinggi Pasar Rumput sebelumnya memang apa yang dikatakan Direktur QHSE Waskita
kami laporkan bahwa toko di lantai 2 ini pasar tradisional yang dikenal dengan nama Wahyu Utama Putra kepada ISafety ketika di
sudah selesai dibangun dan siap digunakan. Pasar Rumput, Manggarai. Pasar tradisional gedung Waskita, bahwa aspek K3 dan safety
Seluruhnya ada 41 unit,” kata Henri. itu, kata Henri, memang diperuntukkan bagi benar-benar diperhatikan dan diterapkan
Dari area toko, Henri mengajak ISafety para pedagang yang dulu berjualan di pasar dalam seluruh proses pembangunan
ke tempat ibadah berupa masjid yang juga tradisional Pasar Rumput. Rusun Tingkat Tinggi Pasar Rumput. Mulai
masih berada di lantai 2. Masjid itu dibangun Saat tiba di pasar basah di lantai 1 dari struktur konstruksi bangunan secara

60 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


keseluruhan hingga hal-hal kecil seperti ada 606 unit kamar, dan Tower 3 terdapat
lubang pembuangan air bagi para pedagang 689 unit kamar. Jadi totalnya ada 1.984
basah di lantai 1 tadi. unit kamar,” kata Henri yang sebelumnya
menggarap proyek Rusun Atlet Asian
3 TOWER, 1.984 KAMAR Games 2018 di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Dari pasar basah, kami menuju bagian Kamar rusun tampak cukup lega. Begitu
samping gedung. Di sana terdapat sebuah pintu dibuka, ada kamar keluarga yang
koridor panjang yang terhubung ke halte cukup luas. Lalu ada dua kamar tidur.
bus TransJakarta. “Rusun Tingkat Tinggi Kamar tidur utama berukuran lebih
Pasar Rumput terintegrasi dengan bus luas dibanding kamar tidur kedua yang
TransJakarta untuk memudahkan mobilitas diperuntukkan bagi anak. Pada bagian
para penghuninya,” kata Henri. belakang, ada ruang dapur dan kamar
Henri lalu mengajak kami menuju lantai mandi terletak di belakang. Kamar mandi
4 untuk melihat dari dekat kondisi kamar tampak cukup mewah. Menggunakan
rusun. Menurut Henri, Rusun Tingkat Tinggi closet duduk dan shower. Lalu ada ruang
Pasar Rumput terdiri atas 3 tower dengan kecil untuk menempatkan barang bagi
1.984 unit. Masing-masing memiliki luas para penghuninya. “Rusun ini memang
36 m2, yang terdiri atas dua kamar, ruang diprioritaskan untuk para pedagang
keluarga, dapur, 1 kamar mandi, dan ruang terutama para pedagang Pasar Rumput
barang. “Hunian ada di lantai 4 hingga 25. Di existing dan masyarakat berpenghasilan
Tower 1 terdapat 689 unit kamar, Tower 2 rendah (MRB),” jelas Henri. ▶

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 61


FASILITAS RUSUN TINGKAT TINGGI PASAR RUMPUT
Selain pasar, Rusun Tingkat Tinggi Pasar
Rumput dilengkapi fasilitas 18 lift yang 1. Pasar tradisional : 1.314 unit (lantai 1 dan 2)
terdiri atas 12 unit penumpang dan dua 2. Toko : 41 unit (lantai 2)
unit barang. Lalu ada area parkir seluas 3. Masjid : lantai 2
7.321 m2 yang mampu menampung 135 4. Perpustakaan : 1 unit
mobil dan 551 sepeda motor. 5. Lift : 18 unit
6. Area parkir : 7.321 m2
Menurut Henri, fasilitas sosial
7. Lapangan olahraga : 2 unit
(fasos) dan fasilitas umum (fasum)
8. Perpustakaan : 1 unit
terdapat di lantai 3 dengan luas sekitar
9. Bank
6.302 meter persegi. Di sana ada 10. Sekolah TK & Paud : 4 unit
area bermain, sekolah (TK dan Paud), 11. Minimarket
lapangan olahraga, balai warga, bank, 12. Taman warga
perpustakaan, taman warga, minimarket, 13. Balai warga
warung, toko, RPTRA, dan aneka fasos 14. Balai kesehatan
fasum lainnya. “Benar-benar lengkap,” 15. Area bermain
katanya. 16. Toilet umum
17. TPS
18. dsb

Selain lengkap, sambung Henri, Rusun 2018 dan menewaskan satu warga yang ada sesuatu yang jatuh, tidak mental,” jelas
Tingkat Tinggi Pasar Rumput juga ramah tengah berbelanja di pasar yang lokasinya Henri.
disabilitas. Beberapa akses masuk rusun berdampingan dengan lokasi proyek. Warga Perbaikan juga dilakukan dalam hal
dibuat dengan jalan yang landau, sehingga itu tewas setelah tertimpa sebatang besi metoda kerja. Selama ini, kata Henri,
bisa digunakan para penyandang disabilitas yang jatuh dari ketinggian proyek Rusun pekerjaan pembongkaran bekisting selalu
yang menggunakan kursi roda. Tingkat Tinggi Pasar Rumput. dilakukan oleh kernet yang pengalamannya
Rusun Tingkat Tinggi Pasar Rumput Waskita pun berbenah dan melakukan minim. “Tukang hanya melakukan pekerkaan
milik Kementerian PUPR yang dibangun evaluasi. Menurut Henri, ada dua hal pemasangan, sedangkan pembongkaran
dengan anggaran sebesar lebih dari utama yang dilakukan yaitu menyangkut biasanya dia serahkan kepada kernet
Rp961 miliar yang berasan dari APBN. kelengkapan safety dan metoda kerja. yang pengalamannya minim. Jadi selalu
Karenanya, proyek pembangunan Rusun Belajar dari kecelakaan kerjan yang terjadi sembrono. Nah kita ubah metoda kerja
Tingkat Tinggi Pasar Rumput termasuk (lesson learn), dalam hal kelengkapan seperti itu. Kita buat peraturan. Setiap
kategori proyek strategis nasional (PSN) safety, Henri yang dibantu Adam Esaba pekerjaan pembongkaran bekisting, harus
yang pembiayaannya berasal dari APBN. selaku QHSE Manager, menyempurnakan ada izin terlebih dahulu dari bagian K3 atau
Dibangun dalam upaya penyediaan 1 kelengkapan safety yang telah ada. Henri QHSE yang dipimpin Mas Adam (Adam
juta unit rumah di DKI Jakarta. Untuk tak menyangkap bahwa lokasi proyek Rusun Esaba, QHSE Manager Rusun, red). Harus
pengerjaannya, PT Waskita Karya (Persero) Tingkat Tinggi Pasar Rumput berdampingan ada dari pihak MK (manajemen konstruksi,
Tbk terpilih sebagai kontraktor dengan dengan pasar. red), harus ada kesiapan orang yaitu siapa
masa pengerjaan selama 941 hari kalender “Kami tambah safety deck, satu layer yang melaksanakan, siapa yang mengawasi.
(1 September 2016 - 31 Maret 2019). Untuk lagi. Sehingga setiap pembongkaran Jadi semuanya harus jelas. Harus ada
urusan manajemen konstruksi, digarap bekisting tidak ada lagi celah-celah yang setingkat tukang dalam setiap pekerjaan
PT Ciriajasa CM dan konsultan perencana terbuka. Selain itu, safety deck kami buat pembongkaran bekisting dari unsur Mandor.
digarap PT Adhika Pratama. secara berlapis. Yaitu di lantai 4 dan satu Dari kita ada petugas K3 dan HSE Inspector
lantai di bawah lantai-lantai yang sedang yang mengawasi jalannya pembongkaran
BERBASIS SAFETY dilakukan pembongkaran bekisting bekisting. Alhamdulillah sejak itu, peristiwa
Sekadar membuka catatan, pembangunan sehingga kalau ada sesuatu yang jatuh, berupa jatuhnya batang besi yang terjadi
Rusun Tingkat Tinggi Pasar Rumput bisa tercover. Kami tambah juga safety saat proses pembongkaran bekisting, tidak
sempat dihentikan sementara selama screen (jaring keselamatan/net safety, red) terjadi lagi,” beber Henri yang mengaku
satu bulan oleh pemerintah terkait seluas satu lantai. Juga Bracing TC kami bergabung di proyek Rusun Tingkat Tinggi
kecelakaan kerja yang terjadi pada Maret lapis dengan karung goni supaya apabila Pasar Rumput sejak pertengahan April 2018.

62 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


Menurut Henri, perbaikan aspek safety menambahkan, pada saat musim puncak
juga ia dan tim lakukan di banyak hal (peak), SDM di bidang K3 juga ditambah
lainnya. Perbaikan di bidang pekerjaan hingga mencapai 15 orang, termasuk
pembongkaran bekisting tadi dianggap penambahan dua HSE Inspector yang
sebagai trigger. “Di bidang pekerjaan direkrut dari unsur TNI. “Sekarang tinggal
pemasangan instalasi listrik, bekerja di 5 orang SDM di bidang HSE,” kata Adam di
ketinggian, dan sebagainya, kita lakukan lokasi sama.
dengan betul-betul memperhatikan aspek Jumlah itu memang terasa kurang
K3 ketika bekerja.” apabila dibandingkan dengan jumlah
Dalam hal SDM, kata Henri, pihaknya pekerja yang harus diawasi dan mencapai
juga melakukan penambahan SDM di bidang ratusan bahkan lebih dari 2.000 orang.
K3 baik untuk memberikan pemahaman- Tetapi Henri dan tim mengatasinya dengan
pemahaman kepada para pekerja maupun melakukan SMK3 secara ketat. Misalnya
pengawasan seperti HSE Inspector. saja melakukan Tool Box Meeting (TBM)
Penambahan SDM di bidang safety dinilai setiap pagi, setiap akan melakukan
Henri sangat penting mengingat area pekerjaan pada hari itu. “Pada TBM itu
proyek seluas 22.668 m2 dengan luas lantai lah akan diketahui siapa melakukan apa,
bangunan 159.031 m2 dan banyaknya bagaimana metode kerjanya, dan risiko
pekerja yang terlibat. “Jumlahnya mencapai bahaya apa yang akan dihadapi plus
ribuan orang. Sekitar 2.500 pekerja pada bagaimana mitigasinya. Paling penting
musim peak sekitar Mei – Juni 2018. Tetapi adalah, kita selalu tanamkan bahwa K3
sekarang ini, ada sekitar 800 pekerja yang bukan urusan petugas K3 semata, tetapi
terlibat,” katanya. merupakan kepentingan bersama,” kata
Adam Esaba, QHSE Manager, Henri. Selain rutin mengadakan TBM setiap ▶

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 63


64 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019
hari, pihaknya juga rutin menggelar Safety pelanggaran selama bekerja. “Soalnya
Morning setiap minggu. ini menyangkut gaji mereka,” kata Henri
Masih di bidang SDM, perbaikan lainnya tertawa.
yang dilakukan Henri adalah menambah Makanya, kata Henri, setiap mendekati
Kepala Lapangan (Kalap) atau site manager. hari pembayaran upah (sistem mingguan),
Tadinya, kata Henri, hanya ada satu Kalap. Adam merupakan orang yang paling dicari
Satu orang itu bertugas mengawasi seluruh para mandor dan pekerja. Sebab, di tangan
pekerjaan di 3 Tower. Karenanya Henri lalu Adam dan timnya itu lah, nasib pembayaran
menambah dua Kalap lagi sehingga masing- upah para pekerja berada. Sistem
masing tower memiliki satu Kalap. punishment seperti itu dinilai Henri sangat
Penambahan Kalap itu lah menurut efektif dalam upaya menegakan aturan
Adam, makin memudahkan dia dan timnya K3 kepada setiap pekerja ketika mereka
dari QHSE untuk menerapkan aspek K3 bekerja di proyek Rusun Tingkat Tinggi
dalam seluruh proses pekerjaan kepada Pasar Rumput.
para pekerja. “Jadi kami lakukan dengan Ketika dimintai tanggapannya,
kesisteman. Lebih mudah,” kata Adam. Direktur QHSE Waskita Karya Wahyu
Di luar itu, Henri dan tim WHSE yang Utama Putra mengapresiasi apa yang
dipimpin Adam juga memberlakukan selama ini dilakukan manajemen proyek
aturan secara ketat kepada para mandor. Rusun Tingkat Tinggi Pasar Rumput.
Setiap mandor yang terlibat pekerjaan di Menurut Wahyu, sistem sertifikat bagi
Rusun Tingkat Tinggi Pasar Rumput, kata para mandor tadi, juga diberlakukan di
Henri, harus mengantongi sertifikat yang proyek-proyek Waskita lainnya. Hanya saja,
dikeluarkan pihaknya. Sertifikat itu memiliki belum ada keseragaman. “Memang akan
masa berlaku selama dua minggu atau kami kembangkan dan akan kami buat
selama masa kerja para pekerja kasar di standarisasi secara corporate. Untuk divisi
bawah pimpinan mandor itu. gedung bagaimana, divisi infra bagaimana.
Menurut Adam, pada sertifikat itu ada Nanti akan kami buat standarisasinya,” kata
poin penilaian tingkat kehadiran TBM, tingkat Wahyu.
kehadiran Safety Morning, kebersihan, Soal punishment berupa penangguhan
dan jumlah temuan inspeksi K3. Kalau pembayaran upah, Wahyu setuju. Sebab hal
pelanggarannya banyak, maka si mandor itu merupakan salah satu bentuk dari upaya
dan seluruh pekerja yang di berada bawah mengangkat harkat dan martabat seluruh
koordinasinya, akan langsung dikeluarkan pekerja di proyek-proyek konstruksi yang
dari proyek. Ada dua kategori sertifikat yang digarap Waskita Karya. Dengan punishment
diberikan kepada mandor. Yaitu sertifikat seperti itu, kata Wahyu, maka setiap pekerja
gold yang memiliki nilai keseluruhan antara akan bekerja dengan ekstra hati-hati dengan
90 – 100 dan sertifikat silver yang nilai memperhatikan seluruh aspek K3.
totalnya di bawah angka 90. “Ujung-ujungnya adalah pekerja itu bisa
Sedangkan kepada setiap pekerja, selamat dari berbagai risiko bahaya yang
diberikan kartu identitas. “Setiap melakukan berpotensi terjadi di lokasi kerja. Berangkat
pelanggaran terhadap norma-norma K3, ke tempat kerja dalam kondisi selamat
maka kartunya akan kami lubangi. Jika dan sehat walafiat, maka pulangnya harus
sampai tiga kali kami lubangi, pekerja itu dalam kondisi yang sama. Itu lah hakikat
akan langsung kami keluarkan,” kata Adam. K3,” Wahyu menambahkan.
Menurut Henri, pihaknya juga akan Berbasis safety, Rusun Tingkat Tinggi
menangguhkan pembayaran gaji apabila Pasar Rumput pun kini berdiri tegak
si mandor dan pekerjanya melakukan dan siap diresmikan untuk kemudian
pelanggaran. Dengan sistem ini, katanya, difungsikan sesuai peruntukannya. •
setiap mandor dan pekerja menjadi (Hasanuddin)
termotivasi untuk tidak melakukan

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 65


K3

‘PAKSANOLOGI’ DALAM
MEMBUDAYAKAN K3
SERI MANAJEMEN K3, OLEH SOEHATMAN RAMLI

DALAM UPAYA MEMBUDAYAKAN K3, SAYA SERING MENGGUNAKAN ISTILAH


“PAKSANOLOGI”. SEBUAH ISTILAH YANG KEDENGARANNYA MUNGKIN TERASA
‘KASAR’ ATAU SANGAT KERAS KARENA ISTILAH INI MENGACU PADA ADANYA
AKTIVITAS PAKSAAN, MEMAKSA, DAN DIPAKSA. TAPI TIDAK DALAM PENGERTIAN
‘TERPAKSA’ YANG DALAM KONTEKS BUDAYA (K3) AKAN KONTRA PRODUKTIF. ISTILAH
‘PAKSANOLOGI’ DALAM KONTEKS MEMBUDAYAKAN K3 DI INDONESIA, MUNCUL DARI
FAKTA-FAKTA YANG KITA PEROLEH (SEBAGAI AHLI K3) DALAM MENJALANKAN K3 DI
TEMPAT KERJA MASING-MASING.

66 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


D
alam konteks budaya K3, jika kita
mengacu pada teori level budaya
K3 (Bradley Curve), level tertinggi
adalah interdependent. Pada level
ini, setiap orang sudah berbudaya
safety. Tidak perlu disuruh, tidak perlu
diawasi, dan sudah peduli akan keselamatan
sesamanya.
Tetapi, sudah kah kita mencapai dan
berada pada level interdependent? Rasanya
masih jauh. Mengapa? Jika kita mengacu
pada teori Maslow, safety bukan merupakan
kebutuhan primer manusia. Aspek safet atau
rasa aman, berada di level 2 dari 5 level safety
dalam teori Maslow.
Maslow menempatkan kebutuhan fisik
(physiological needs) berada di level 1. Pada
level ini, manusia lebih mengutamakan
terpenuhinya kebutuhan fisik seperti makan, dia akan memenuhi pengemudi kendaraan baik
minum, pakaian, dan sebagainya. Karena itu semua ketentuan sepeda motor, mobil,
di level 1 teori Maslow, manusia cenderung K3 yang berlaku, dan kendaraan
untuk tidak peduli terhadap keselamatan menggunakan jenis lainnya.
(K3), baik bagi dirinya apalagi orang lain. safety belt, Misalnya wajib
Mengacu pada prinsip tersebut, maka naik melalui menggunakan
membudayakan K3 dapat dilakukan melalui tangga yang s a b u k
dua pendekatan ; top down approach dan aman dan pengaman
bottom up approach. Yang paling baik sebagainya. (safety
tentulah pendekatan bottom up. Yaitu dengan Apalagi belt) ketika
menanamkan kesadaran, motivasi dan nilai- kalau di s e d a n g
nilai pada diri pekerja sehingga mereka perusahaan berkendara,
memandang K3 sebagai kebutuhan, bukan berlaku tidak boleh
sekadar kewajiban. sanksi tegas melanggar
Namun untuk mencapai level itu tentu untuk setiap rambu-rambu
tidak mudah. Untuk itu perlu dilakukan pelanggaran, berlalu-lintas,
pendekatan top down approach melalui maka perilaku orang lewat pada jalur
paksanologi. Dalam model ABC (Antecedence, juga akan berubah. yang ditentukan,
Behavior, Consequences), perilaku manusia berhenti pada lampu merah,
dapat diubah dengan mengatur pada sisi SINGAPURA mengemudi wajib memilki SIM, dan
antecedence atau sisi consequences. Yang Coba kita bandingkan budaya masyarakat di lainnya.
paling mudah tentu melalui pendekatan Singapura dan Jakarta. Di Singapura berlaku Ancaman sanksi hukumnya juga ternyata
konsekuensi. Perilaku seseorang akan peraturan yang sangat ketat dan sanksi tegas cukup berat, tak jauh beda dengan Singapura.
berubah jika dia menilai konsekuensi yang tidak bisa ditawar-tawar. Menyeberang Ada sanksi hukum berupa denda bahkan
bagi dirinya sangat berat sehingga dia jalan harus di jalurnya, wajib memakai safety kurungan penjara (ancaman pidana). Yang
bersedia untuk melakukan apa saja untuk belt, wajib antri, dilarang buang sampah membedakan adalah implementasi dari
menghindarinya. sembarangan, dilarang meludah bahkan sanksi hukumnya itu sendiri. Di Singapura,
Perhatikan di jalan raya. Jika di depan membuang permen karet. Warga Singapura pelanggar tak bisa menghindar dari sanksi.
terlihat polisi berjaga, maka perilaku para taat karena dia tahu ada sanksi tegas yang Di Indonesia, sanksi bisa diselesaikan secara
pengemudi akan berubah seketika. Mereka akan mengancamnya. ‘damai’ antara si pelanggar dan si petugas
langsung memasang safety belt, mengurangi Tetapi coba bandingkan kondisi di kota penegak hukum.
kecepatan, memeriksa helm dan lainnya Jakarta. Dalam hal aturan, Indonesia juga Alhasil, peraturan dalam berlalu-lintas,
karena takut akan kena tilang. tak kalah ketatnya dari Singapura. Soal jadi hiasan yang terpajang dan terhampar di
Perhatikan pula para pekerja di proyek. berlalu lintas misalnya. Di Indonesia juga jalanan. Si pelanggar tak merasa jera, karena
Jika pengawas berada di dekatnya, maka ada aturan berlalu lintas yang mengancam pelanggaran peraturan bisa diselesaikan

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 67


dengan jalan damai secara langsung dengan
aparat penegak hukum di lokasi pelanggaran.
Pelanggaran pun tetap marak dan terjadi di
mana-mana. Budaya masyarakat Indonesia
menjadi rusak. Melanggar peraturan bisa
diselesaikan dengan jalan damai, perilaku
tidak disiplin sudah dianggap hal yang biasa,
dan sebagainya.
Lalu, kira-kira apa yang akan terjadi
apabila warga Indonesia yang sudah
terbiasa hidup dalam budaya tidak disiplin
dan melanggar peraturan diselesaikan
secara damai dengan petugas, mengunjungi
Singapura? Perilaku dan kebiasaannya
akan langsung berubah. Ketika berada di
Singapura, orang-orang Indonesia tiba-tiba
saja bisa menjadi orang yang disiplin dan taat
serta patuh pada peraturan.
Sebaliknya, apa yang akan terjadi apabila
warga Singapura yang sudah terbiasa hidup
disiplin dan taat peraturan, mengunjungi
Indonesia? Perilaku dan kebiasaannya juga
akan langsung berubah. Mereka menjadi
warga yang tidak disiplin dan tidak taat
aturan serta tidak merasa takut akan tekena
sanksi apabila melanggar peraturan dan
kedisiplinan. Perhatikan saja bagaimana
perilaku orang-orang Singapura ketika
sedang berada di Batam dan sekitarnya.
Kesimpulannya, mengapa masyarakat
Singapura lebih disiplin dan taat peraturan
dibanding masyarakat Indonesia? Hal
itu karena negara menerapkan strategi Saya pernah diminta pandangan atau lingkungan kerja setiap saat, mengawasi
paksanologi kepada warga negaranya lewat saran dari seorang General Manager (GM) dari waktu ke waktu untuk mencegah adanya
aneka regulasi yang diberlakukan secara sebuah perusahaan minyak. Unit mereka pelanggaran dan penyimpangan. Ternyata
ketat tanpa pandang bulu, dijalankan secara akan mengadakan turn around (TA) yang pendekatan top down approach ini berhasil
konsisten, dan didukung dengan sistem melibatkan ribuan tenaga kerja kontraktor. dan dapat mencapai zero accident.
pengawasan yang juga ketat. Kegiatan turn around berbeda dengan
Dalam konteks mewujudkan masyarakat kegiatan rutin; waktu terbatas, melibatkan WASKITA KARYA
berbudaya K3 di Indonesia, strategi ribuan pekerja yang belum paham kondisi di Hal serupa juga dilakukan oleh PT Waskita
paksanologi sebagaimana halnya dilakukan lingkungan kerja, kegiatan sangat ketat dan Karya (Persero) Tbk. Setelah mengalami
di Singapura, juga bisa diterapkan di berada dalam kondisi yang sangat berisiko. berbagai kejadian dalam proyek-proyek
Indonesia. Banyak perusahaan di Indonesia Apa kiat yang dapat dilakukan untuk konstruksinya, Waskita Karya kemudian
yang sebenarnya sudah menerapkan menjamin K3 dalam proses TA itu? Saya jawab, menggandeng TNI untuk dilibatkan dalam
konsep dan strategi paksanologi dalam lakukan pagar betis dengan menyiapkan berbagai proyek konstruksi yang tengah
mengimplementasikan K3 di perusahaannya. tenaga-tenaga safetyman yang berada di ditangani BUMN Karya sektor konstruksi itu.
Dan, berhasil.

68 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


Pihak Waskita Karya kemudian memberikan Waskita Karya pun berhasil mencapai saja dan dia memahami apa kosekuensi
pendidikan dan pelatihan Ahli Muda K3 kinerja K3 yang baik, yang ditandai dengan yang dapat menimpa dirinya jika melakukan
Konstruksi kepada para anggota TNI yang tidak ada lagi kecelakaan kerja konstruksi pelanggaran.
lolos seleksi, selama 12 hari. yang terjadi. Perusahaan konstruksi Dengan menerapkan konsep
Setelah mendapatkan pendidikan dan plat merah itu pun banyak mendapat ‘paksanologi’ sebagaimana dipaparkan di
pelatihan, para anggota TNI itu mengantogi penghargaan zero accident dari Kemnaker atas, pada akhirnya iklim K3 diharapkan
sertifikat sebagai Ahli Muda K3 Konstruksi untuk kinerjanya di tahun 2018. akan terbentuk dan K3 secara perlahan akan
dari Kementerian Ketenagakerjaan. Mereka Hal serupa dapat kita analogkan dengan menjadi budaya. Penerapan pendekatan ini
lalu direkrut Waskita Karya sebagai HSE membangun budaya K3 di perusahaan. tentu suatu saat sudah tidak perlu digunakan
Inspector atau pengawas K3 dan ditempatkan Tahap awal harus diterapkan aturan-aturan lagi apabila perusahaan telah mencapai
di berbagai proyek konstruksinya di seluruh yang ketat dan dijalankan secara konsisten. budaya K3 yang tinggi, self dependent atau
Indonesia. Strategi ini berhasil. Para pekerja Sehingga semua pekerja atau manusia interdependent sehingga nilai-nilai K3 sudah
di proyek-proyek konstruksi Waskita Karya dalam perusahaan akan tahu dan paham tertanam dalam diri semua pekerja. •
kini menjadi lebih patuh dan taat akan norma- bahwa aspek safety tidak ada toleransi dan
norma K3 ketika bekerja di proyek konstruksi. tidak ada kecuali, wajib dipatuhi oleh siapa Selamat berbudaya K3.

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 69


I N D U S T R I

NYAMAN, AMAN,
DAN
Fashionable PRESCRIPTION SAFETY GLASSES

DIBUAT DARI MATERIAL YANG KUAT DAN AMAN BAGI MATA DI SEGALA BIDANG PEKERJAAN;
TAMBANG, KONSTRUKSI, MIGAS, PERKEBUNAN, MANUFAKTUR, DAN SEBAGAINYA. DIPRODUKSI
SECARA CUSTOM. ONE PRODUCT, ONE USER. AMAN, NYAMAN, DAN FASHIONABLE.

70 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


M
ata adalah jendela
dunia. Lewat mata (yang
berdiameter rata-rata 24
mm, jauh lebih kecil dari
bola tenis meja), manusia
bisa melihat seluruh isi dunia yang luasnya
mencapai 148,9 juta km2. Mata telah
menuntun manusia untuk selalu dan terus
bergerak pada ruang dan waktu yang tak
terbatas sepanjang hidupnya di dunia.
Mata, sebagaimana juga seluruh
organ tubuh lainnya, adalah anugerah
yang sangat tak ternilai dari Sang Khalik
kepada seluruh makhluk hidup ciptaannya,
termasuk manusia. Tuhan memberikannya
kepada kita secara cuma-cuma alias gratis.
Dan, hingga sekarang ini belum ada satu
teknologi pun di seluruh jagat raya ini yang
mampu membuat mata, sebagaimana
layaknya mata buatan Sang Pencipta Alam
Semesta.
Maka, melindungi mata dari segala
ancaman yang dapat membahayakan,
adalah suatu keharusan dan kewajiban.
Sebab, jika terluka sehingga fungsi mata
menjadi terganggu atau bahkan sama para pekerja di Amerika. Hasilnya, cukup dan wajah primer dan sekunder ketika
sekali mengalami kerusakan total sehingga mengejutkan. bekerja di area dengan potensi bahaya yang
fungsinya sebagai indera penglihatan tak Setiap harinya, ribuan warga Amerika disebutkan NIOSH tadi.
lagi bisa digunakan secara permanen, Anda Serikat mendatangi layanan kesehatan Melindungi mata menjadi tugas
tidak bisa menggantinya. Mata baru untuk terdekat dengan keluhan cidera mata. Hasil bersama antara si pekerja dan si pengusaha
menggantikan mata yang rusak, tak bisa riset NIOSH menyebutkan, lebih dari 2.000 sebagai pihak pemberi kerja. Di Indonesia,
dibeli di toko atau supermarket terdekat. kasus cidera mata itu terjadi di tempat kerja. tugas bersama melindungi keselamatan
Repotnya, setiap saat, ada begitu banyak Sekitar 1 dari 10 pekerja yang mengalami dan kesehatan mata itu bahkan mendapat
ancaman yang berpotensi merusak mata. Di cidera mata memerlukan cuti istirahat perlindungan dari negara dalam bentuk
rumah, di jalanan, di pasar, di supermarket, sampai kembali pulih. Bahkan, 10 sampai UU No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan
di kendaraan, di tempat kerja, di mana saja. 20 persen pekerja dari jumlah total cidera kerja dan secara spesifik, diatur di
Pokoknya di segala tempat, di segala situasi, mata akibat kecelakaan kerja mengalami berbagai regulasi turunannya seperti
di segala kondisi, di segala ruang, dan di kebutaan atau kehilangan penglihatan Permemakertrans No 08 Tahun 2010
segala waktu. Mulai dari debu dan sinar biru secara permanen dan kehilangan tentang Alat Pelindung Diri (APD).
yang tak kelihatan hingga pesawat terbang penglihatan secara sementara. Mengerikan! Pada bagian lampiran Permenakertrans
yang segede gaban. Hasil riset NIOSH yang berkantor pusat No 08/2010 (no 2 butir 2.1) alat pelindung
Dalam konteks bekerja, ada begitu di Washington DC itu juga menyebutkan mata (dan muka) adalah alat pelindung
banyak bidang pekerjaan yang memiliki bahwa partikel beterbangan, benda yang berfungsi untuk melindungi mata (dan
tingkat risiko membahayakan bagi beterbangan (potongan kayu, kaca, muka) dari paparan bahan kimia berbahaya,
keselamatan dan kesehatan mata. Misalnya logam), radiasi cahaya, dan percikan paparan partikel-partikel yang melayang
saja pengelasan. Atau pekerjaan offshore. api yang mengenai mata sering kali di udara dan di badan air, percikan benda-
Atau pula pekerjaan di kedalaman. Pun menjadi penyebab terbanyak pekerja benda kecil, panas, atau uap panas, radiasi
demikian dengan pekerjaan di ketinggian mengalami cidera mata. Atas hasil riset gelombang elektromagnetik yang mangion
dan di dalam air. NIOSH ini, Occupational Safety and Health maupun yang tidak mangion, pancaran
Soal keselamatan dan kesehatan mata Administration (OSHA), sebuah badan cahaya, benturan atau pukulan benda keras
dalam bekerja, lembaga riset K3 Amerika, K3 yang berada di bawah Departemen dan benda tajam. Sedangkan berdasarkan
National Institute for Occupational Safety and Ketenagakerjaan Amerika Serikat, jenisnya (no 2 butir 2.2), alat pelindung mata
Health (NIOSH) pernah melakukan risetnya mewajibkan para pekerja untuk selalu terdiri dari kacamata pengaman (safety
tentang keselamatan dan kesehatan mata menggunakan perangkat pelindung mata spectacles) dan safety googles. ▶

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 71


Saat dikonfirmasi ihwal ini, ahli
penglihatan dari Surabaya, Suko Nugroho,
AMd, RO Optometrist membenarkannya.
Suko beralasan, potensi bahaya yang
mengancam keselamatan dan kesehatan
mata di tempat kerja, sangat beragam. Mulai
dari materi yang tak terlihat seperti partikel
atau debu hingga besi beton yang jelas
terlihat.
Karena itu, Suko sependapat dengan
para ahli keselamatan di Amerika itu bahwa
Safety spectacles adalah pelindung beterbangan, dsb tidak masuk ke daerah penggunaan pelindung mata yang tepat
primer yang berguna untuk melindungi sekitar mata. (safety glasses) bisa mengurangi keparahan
mata dari berbagai sumber bahaya. terhadap cidera mata akibat kecelakaan
Safety spectacles adalah jenis kacamata HARUS TEPAT kerja atau bahkan mencegah terjadinya
pengaman yang diproduksi secara umum Mengingat fungsi utamanya sebagai cidera mata di tempat kerja sebesar 90
sehingga lebih mudah didapatkan. pelindung keselamatan dan kesehatan persen. Suko mencontohkan, penggunaan
Sedangkan safety googles adalah mata dari aneka ragam ancaman bahaya, lensa kacamata safety untuk lingkungan
pelindung primer yang berguna untuk penggunaan kacamata safety tentu saja kerja yang kurang pencahayaannya tentu
melindungi mata dari fragmen atau partikel tidak bisa dilakukan sembarangan. Para tidak akan tepat apabila digunakan untuk
beterbangan, benda beterbangan, dan ahli keselamatan di Amerika percaya bahwa bidang pekerjaan lepas pantai (off-shore)
sebagainya. Merupakan jenis kacamata penggunaan pelindung mata yang tepat bisa yang sepanjang hari bermandikan cahaya
pengaman yang diproduksi secara khusus. mengurangi keparahan terhadap cidera matahari.
Safety goggles dirancang sesuai bentuk mata akibat kecelakaan kerja atau bahkan Penggunaan kacamata safety yang
wajah calon penggunanya. Hal ini berguna mencegah cidera mata di tempat kerja tidak tepat itu bukan saja akan mengganggu
untuk mencegah agar sumber bahaya sebesar 90 persen. kinerja si pekerja tetapi akan berisiko
seperti partikel beterbangan, benda

72 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


terhadap keselamatan dan kesehatan mata
si pekerja yang menggunakannya. “Alih-
alih terlindungi, mata malah bisa cidera
dan bahkan bisa menimbulkan kerusakan
mata yang serius apabila tidak segera
dibawa ke dokter mata begitu matanya
mengalami gangguan karena penggunaan
kacamata yang salah itu,” kata Suko seraya
menjelaskan bahwa gelar RO di belakang
namanya merupakan kependekan dari
Refraksionis Optisien.
“Refraksionis Optisien biasa disingkat
RO adalah tenaga kesehatan yang telah
lulus pendidikan berdasarkan perundang-
undangan yang berlaku, yang berwenang
melakukan pemeriksaan mata dasar,
pemeriksaan refraksi, serta menetapkan
hasil pemeriksaan, menyiapkan dan
membuat lensa kacamata/lensa kontak
sesuai PERMENKES no.572 tahun 2008,” miliknya karena ia merasa telah berhasil Lagi-lagi Suko menerima penolakan
jelas Suko kepada ISafety di Jakarta, Rabu mengalahkan ketakutannya sendiri untuk serupa. “Kalau pak Suko mau suplay
(6/3/2019) silam. memulai usaha sendiri. Mulanya ia hanya barang, kita butuh barang prescription
Menurut Suko, alat pelindung menjual kacamata biasa. safety glasses. Lah kok permintaannya
keselamatan mata (safety glasses) adalah Kemudian Suko mulai melakukan sama dengan PT Haze. Berarti produk ini
bagian dari alat pelindung diri (APD) yang pengembangan usaha optiknya dengan merupakan produk kacamata safety yang
di Indonesia diatur di Permenakertrans menjual kacamata safety. Tapi penjualan dibutuhkan dunia industri sehingga banyak
No 8/2010 tentang APD. Guna mencegah kacamata keselamatan itu tak semudah yang nyari,” ujarnya.
terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit yang ia bayangkan. Suko kemudian mulai Penolakan kedua yang diterimanya
akibat kerja, maka APD yang digunakan melakukan penjualan secara door to door justru melecut Suko Nugroho. Suko
harus memenuhi standar. Apalagi APD dengan mendatangi sejumlah perusahaan kemudian mencari tahu apa itu prescription
untuk mata, harus benar-benar memenuhi di sekitar tahun 2008. Perusahaan pertama safety glasses lewat googling dan akhirnya ▶
standar karena fungsi utamanya adalah yang ia datangi adalah PT Haze Indonesia,
melindungi mata. Dan mata merupakan perusahaan yang bergerak di bidang oil &
indera pertama penerima informasi akan gas.
tugas/pekerjaan yang akan dilakukan oleh si Ketika itu ia ketemu Satrio dari bagian
pekerja. “Karena itu, kacamata safety harus HSE PT Haze Indonesia. Kepada Suko, Satrio
dibuat sesuai standar yang berlaku sehingga terang-terangan menolak aneka produk
menjadi APD yang memadai,” kata Suko kacamata safety yang ditawarkan Suko
Nugroho. “Kalau kacamata safety biasa,
PRESCRIPTION SAFETY saya gak bisa Pak. Tapi kalau Pak Suko ada
GLASSES prescription safety glasses, kacamata safety
Suko Nugroho meraih gelar D3 (AMd, RO yang plus minus, baru bisa Pak,” kata Satrio
Optometrist) di bidang penglihatan dari kala itu sebagaimana ditirukan kembali oleh
sebuah akademi di Surabaya, Jawa Timur. Suko.
Berbekal keahliannya itu, ia sempat bekerja Dari Haze, ia kemudian menyambangi
di sebuah optik ternama di Jakarta. Setelah PT Linde, sebuah perusahaan asal
bekerja selama beberapa tahun, Suko Jerman yang bergerak di sektor industri
memutuskan untuk keluar dan mendirikan gas, yang berkantor di kawasan Kelapa
optik sendiri. Gading, Jakarta Timur. Karena produk
Di bawah bendera CV Optik, ia kemudian kacamata yang ia jual adalah kacamata
mendirikan Optik Juara di Surabaya, kota keselamatan, maka di PT Linde pun Suko
kelahirannya, pada 1 Januari 2007. Kata mendatangi bagian HSE. Di sana ia bertemu
‘Juara’ sengaja ia pilih sebagai brand optik Rudiwinanto.

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 73


ketemu. Suko tak menemukan kendala
berarti dalam mempelajari prescription
safety glasses. Secara akademis, ia
memang mendalami bidang penglihatan
yang meliputi pemeriksaan mata dasar,
pemeriksaan refraksi, menetapkan hasil
pemeriksaan, hingga menyiapkan dan
membuat lensa kacamata/lensa kontak
sesuai PERMENKES No 572 tahun 2008.
Setelah memiliki pengetahuan yang
cukup tentang prescription safety glasses,
Suko kemudian melakukan survey dengan
berkeliling ke sejumlah perusahaan di
Indonesia. “Saya mendapati para pemakai
kacamata di dunia indusri (pertambangan,
oil & gas, farmasi, manufaktur dll) belum
mendapatkan alat pelindung diri yang
memadai, dalam arti sesuai dengan
kondisi penglihatannya dan lingkungan
pekerjaannya yang memenuhi standar
keamanan dan kualitas optik yang baik,”
kata Suko. penjualan produknya di Indonesia kepada bentuk wajah setiap orang berlainan satu
Sejak itu, persisnya Januari 2009, Suko Optik Juara. sama lain. Sebelum dibuatkan kacamata
Nugroho lewat Optik Juara miliknya mulai Setelah menjadi ATPM untuk 3 brand sesuai permintaan klien, saya terlebih
memfokuskan diri pada layanan keamanan, frame kacamata luar negeri dan menjadi dahulu melakukan pemeriksaan mata dan
keselamatan, dan kesehatan penglihatan mitra bisnis PT SAP dalam pengadaan lensa, melakukan pengukuran. Prescription safety
bagi karyawan dan perusahaan, khususnya Suko kembali mendatangi PT Linde dan glasses dibuat berdasarkan bentuk wajah
dalam penyediaan Prescription Safety menyatakan kesiapannya untuk menyuplay calon pemakai, sehingga ketika dipakai akan
Glasses yang memenuhi standar keamanan prescription safety glasses sebagaimana benar-benar pas di mata. Tidak boleh ada
dan kesehatan kerja semacam ANSI z.87 permintaan PT Linde sebelumnya. Saat celah sedikit pun untuk partikel atau debu
atau CE EN 166 atau ANZ 1337.6. itu PT Linde membutuhkan prescription memasuki mata. Itulah bedanya prescription
Tapi untuk terjun di dunia bisnis, ia safety glasses yang tahan bentur dan tahan safety glasses dengan kacamata safety
harus mendapat pengakuan dari pabrikan bahan kimia. Suko kemudian melakukan biasa yang banyak dijual di toko alat-alat
lensa seperti PT Essilor dan PT SAP. assessment kepada para calon pemakai/ keselamatan,” beber Suko.
“Untuk memulai usaha ini, saya harus pengguna. Waktu pembuatan prescription safety
mendapat pengakuan dari pabrikan seperti Suko lalu melakukan pencarian tentang glasses pada mulanya sekitar 7 hari.
PT Essilor atau PT SAP Indonesia. Saya material lensa apa yang cocok guna Tetapi kini bisa lebih cepat karena mesin
kemudian mengikuti pelatihan khusus memenuhi permintaan pertamanya itu. yang digunakan di PT SAP sudah mesin
lensa prescription safety glasses hingga “Material yang memenuhi standar safety industri 4.0. Begitu selesai, Suko langsung
memperoleh sertifikat. Di Indonesia yang untuk produk yang tahan bentur dan tahan mengirimkan produk prescription safety
memiliki sertifikat ini jumlahnya kurang dari bahan kimia adalah Trivex. Setelah dicari glasses ke PT Linde. “Itu lah produk
10,” kata Suko sedikit bangga. di Indonesia ternyata ada produsennya prescription safety glasses pertama Optik
Optik Juara milik Suko lalu menjadi yaitu PT Hoya, produsen lensa Jepang di Juara,” kenangnya.
mitra bisnis PT SAP (Semesta Anugerah Indonesia.” Di saat memproduksi produk pesanan
Pratama) Indonesia selaku distributor bagi Suko kemudian menghubungi PT SAP PT Linde, Suko mendatangi kembali
lensa merek OLA dan produsen lensa merek untuk segera dibuatkan lensa sesuai dengan PT Haze. “Mereka membutuhkan lensa
SAP. Sedangkan untuk frame kacamata, material yang ia butuhkan. Tak lupa ia yang bisa dipakai off-shore dan on-shore
Optik Juara dipercaya menjadi agen tunggal pun mengirimkan data-data assessment sekaligus. Mereka memilih lensa jenis
pemegang merek (ATPM) untuk brand para calon pemakainya lengkap dengan transition. Dengan lensa ini, ketika berada
Univet (Itali), Body Specs (Amerika), dan frame kacamata sesuai permintaan setiap di area rig (off-shore) maka lensa akan
OZS (Malaysia) di Indonesia. Belakangan, calon pemakainya ke PT SAP. “Jadi, satu otomatis berubah menjadi gelap sehingga
produsen frame kacamata asal Korsel produk prescription safety glasses hanya mata terlindung dari bahaya sinar UV
dengan brand HS 66 juga mempercayakan dibuat untuk satu orang pemakai. Sebab, matahari. Tetapi ketika memasuki ruangan

74 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


untuk membuat laporan misalnya, lensa pola mitra kerja sehingga ia dan para akan berubah menjadi warna kuning dan
itu otomatis juga berubah menjadi bening,” karyawannya tidak terlibat secara langsung itu akan sangat mengganggu si pemakai.
Suko menjelaskan cara kerja lensa dalam proses produksi. Itu kelemahan dari polycarbonate jika
transition. Dalam hal pengadaan material frame digunakan di industri kimia atau farmasi,”
kacamata, misalnya, Optik Juara mendapat terang Suko.
ONE PRODUCT, ONE USER pasokan rutin dari Univet di Italia, Body Material polycarbonate lebih cocok
Kerja keras ayah dua anak ini membuahkan Specs (Amerika), OZS (Malaysia), dan HS 66 digunakan untuk lensa jenis bening dan
hasil. Sejak itu, Optik Juara kebanjiran order. (Korsel), yang selama ini menjadikan Optik transition (bisa berubah warna). Soal
Kliennya saat ini tercatat ada 14 perusahaan Juara sebagai ATPM mereka di Indonesia. Di penggunaan lensa kaca dalam prescription
yang berasal dari industri tambang, industri luar empat produsen itu, ada juga pasokan safety glasses, Suko Nugroho sangat
oil & gas, industri chemical, dan industri frame dari brand Bolle (Amerika), Worksafe tidak menganjurkan. Sebab lensa dengan
farmasi. Antara lain PT Saka Indonesia (Singapura), dan lainnya. material kaca justru akan menjadi bencana
Pangkah Limited, PT Gresik Gasses Sedangkan pengadaan lensa, ketika lensa kacamata terkena benturan.
Indonesia (Linde Group), PT Smelting, KSO diperolehnya dari beberapa produsen lensa. Lensa akan pecah dan pecahannya bisa
Pertamina – Cooper Energy Ltd, PT Trakindo Prescription Safety Glasses Optik Juara menusuk mata.
- Batu Hijau, Epc 1 for EXXON Mobile Cepu menggunakan dua material lensa yaitu Selain dengan produsen frame dan
Ltd, PT Vale Indonesia, Husky CNOOC polycarbonate dan trivex. Menurut Suko, lensa, pola kemitraan juga dibangun Optik
Madura Limited (HCML), Job Pertamina material trivex utamanya digunakan untuk Juara dalam hal pemasaran dan layanan.
Talisman Jambi Malang. industri kimia, farmasi, dan pertambangan. Yaitu dengan mengajak Optik di sejumlah
Seiring peningkatan order, jumlah “Sebab lensa trivex tahan bentur dan tahan daerah di Indonesia sebagai mitra kerjanya.
karyawannya pun bertambah. Dari semula bahan kimia (chemical resistance). Lain Saat ini, kata Wahyu, sudah ada delapan
dua orang, kini menjadi lima karyawan. halnya dengan polycarbonate. Jika lensanya mitra kerja Optik Juara yang tersebar di
Memang tak banyak. Sebab, pola bisnis terkena bahan kimia berupa asam sulfat delapan kota di Indonesia. Yaitu Jakarta,
yang diterapkan Optik Juara menggunakan atau natrium carbonate, maka lensanya Depok, Serang, Yogyakarta, Makassar, Batu ▶

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 75


jadi terasa sangat mahal dibandingkan
safety glasses biasa. “Safety glasses biasa
paling mahal Rp200 ribu/unit dan mudah
diperoleh karena diproduksi secara massal.
Tetapi prescription safety glasses paling
murah saja harganya sekitar Rp1.250.000/
unit dan sulit didapat karena diproduksi
secara custom,” Suko menambahkan.
Prescription safety glasses tak
hanya dibuat secara custom dengan
mempertimbangkan bentuk wajah,
mata, dan kondisi mata klien (minus,
plus) semata. Tetapi juga dibuat dengan
mempertimbangkan aspek potensi risiko
bahaya yang kemungkinan akan terjadi
di tempat kerja si pemakainya. Suko
mencontohkan, untuk pekerjaan welding
(pengelasan) misalnya, maka lensa yang
safety digunakan adalah lensa berbahan
material terbaru dari trivex. Sebab lensa itu
tahan benturan.
Kendati memiliki perbedaan harga yang
amat jauh dari safety glasses biasa, tetapi
Suko Nugroho memastikan, prescription
safety glasses dari Optik Juara jauh
lebih safety dan nyaman karena proses
pembuatannya yang custom dan dibuat
setelah dilakukan assessment dengan
calon pembelinya. Plus material lensanya
yang terbuat dari bahan sangat kuat dan
disesuaikan dengan kondisi lingkungan
Hijau Sumbawa, dan Manado. serta potensi risiko bahaya di tempat kerja
Ditanya omset, Suko mengaku, dari 14 perusahaan yang menjadi kliennya itu, dalam klien.
setahun Optik Juara rata-rata memproduksi 1.500 unit prescription safety glasses. Harga jual Selain aman dan nyaman, prescription
prescription safety glasses bervariasi antara Rp1.250.000 hingga Rp11.700.000/unit. Untuk safety glasses juga fashionable sehingga
frame, rentang harganya mulai dari Rp550 ribu – Rp1,7 juta/unit. Sedangkan untuk lensa, bisa dipakai tak hanya di area kerja atau
rentang harganya mulai dari Rp500 ribu hingga Rp10 juta/unit. lokasi proyak saja. Tapi juga bisa dipakai
Dikatakan Suko, harga lensa prescription safety glasses ditentukan tiga hal. Lensanya jalan-jalan atau berbelanja di mall,
bening atau tidak? Lalu, transition atau bukan. Terakhir, untuk single focus atau multi focus sebagaimana tersirat dari mottonya…“We
(progressive). Lensa termahal (Rp10 juta) merupakan lensa jenis progressive terbaru give custom vision & stylish eye protection.”
dengan disain custom. “Kita ukur terlebih dahulu. Bagaimana kelengkungan framenya, Optik Juara kini benar-benar telah
kemiringannya, jarak lensa dan bola mata, dan sebagainya. Kayak tukang jahit saja, dilakukan menjadi juara, yang mampu melumat
pengukuran secara teliti dan akurat.” Jika melihat harga, maka prescription safety glasses ketakutan Suko Nugroho. • (Hasanuddin)

76 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 77
I N D U S T R I

PENGAWASAN
MUTU BERLAPIS &
Ramah Lingkungan
LAB LENSA PRESCRIPTION SAFETY GLASSES

SEBELUM DIKIRIM KE KONSUMEN, LENSA PRESCRIPTION SAFETY GLASSES DIPRODUKSI


SECARA KETAT DENGAN PENGAWASAN MUTU BERLAPIS. SELURUH PROSES PRODUKSI LENSA
PRESCRIPTION SAFETY GLASSES BERLANGSUNG SECARA SAFETY DAN RAMAH LINGKUNGAN.

78 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


S
ebuah pintu lapis baja dan kacamata dengan brand OLA dan SAP. Tak hanya kaca mata biasa, PT SAP juga sudah
menghadang ketika hendak lama memroduksi lensa safety (safety glasses). “Memang ada marketnya. Hanya saja,
memasuki ruang Multi perkembangan pasarnya belum begitu menggembirakan. Kesadaran akan safety mungkin
Coating (MC). Satu per satu belum memasyarakat ya. Saat itu ada sih yang pesen, biasanya dari industri pertambangan.
orang memasuki pintu. Angin Tapi itu pun sedikit dan jarang,” kata pria yang akrab disapa Toto ini.
berembus kencang dari kiri dan kanan, atas Produksi lensa safety mulai berkembang ketika Safety Optik Juara milik Suko Nugroho
dan bawah, menyapu inci demi inci pakaian mulai mengembangkan kacamata keselamatan beresep atau prescription safety glasses
yang dikenakan dan rambut. di sekitar tahun 2009. Sejak itu, kata Toto, produksi lensa safety beresep di PT SAP terus
“Tak boleh ada debu sedikit pun berkembang seiring banyaknya order dari Safety Optik Juara (CV Juara) milik Suko.
menempel di pakaian dan rambut. Dalam hal memroduksi lensa , kata Toto, pihaknya menggunakan dua teknologi. Yaitu
Harus steril,” kata Irianto Lim, Direktur Free-Form Techology (FFT) untuk lensa merek OLA dan teknologi CNC (Computer Nomuric
PT Semesta Anugerah Pratama (SAP), Control) tradisional untuk merek SAP dengan toleransi standar penilaian kualitas dari Jerman ▶
laboratorium pembuatan lensa prescription
safety glasses, kacamata safety beresep.
Kepada ISefty yang mendapat kesempatan
mengunjungi labnya, Irianto berdalih,
debu atau partikel sekecil apapun akan
berpengaruh terhadap kualitas lensa
kacamata safety beresep (prescription
safety glasses) yang dibuatnya. Pintu
berlapis baja itu adalah ruang sterilisasi
untuk memasuki ruang Multi Coating, dan
hanya muat untuk satu orang.
Begitu melewati ruang sterilisasi
terdapat sebuah lorong yang memisahkan
dua ruang besar berdinding kaca, di kiri dan
kanan. Salah satunya adalah ruang Hard
Coating (HC). Untuk memasuki ruang itu,
setiap orang kembali harus melalui ruang
strerilisasi. Pengamanan begitu berlapis.
Di ruang Hard Coating, tampak sejumlah
pekerja sedang melakukan tugasnya
masing-masing. Semuanya menggunakan
baju lab, masker, gloves, plus penutup
rambut. “Kami pastikan seluruh ruangan
Coating, harus dalam kondisi steril.
Termasuk para pegawai,” kata Ridha
Francis, Analyst Product PT SAP yang siang
itu menemani kami.
Bahkan seluruh lantainya pun dibuat
dari kayu dengan pelapis. “Sebab, jika
menggunakan keramik atau ubin, suka ada
debu dari sela-sela antara satu keramik dan
keramik lainnya. Kami tidak mau ada celah
sedikit pun,” kata Irianto Lim. Suhu di dalam
ruangan pun diatur sedemikian rupa supaya
sesuai kebutuhan.

TEKNOLOGI JERMAN, DISAIN


SPANYOL
Kepada ISafety, Irianto Lim menjelaskan
bahwa PT SAP sudah lama menjadi
distributor sekaligus memroduksi lensa

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 79


dan Itali. Untuk proses Multi Coating, PT SAP bagian lensa dengan menerapkan simulasi ruangan), dan Accurate (aktivitas dalam dan
sepenuhnya menggunakan teknologi dari penglihatan nyata secara komputerisasi, luar ruangan yang seimbang).
Jerman yang super canggih. Sedangkan bagaimana sebuah lensa bekerja ketika Menurut Toto, berdasarkan silkcoat,
untuk disain, ia mengadopsinya dari Madrid, lensa tersebut di letakkan di depan kesemua jenis lensa itu masing-masing
Spanyol dan Amerika Serikat (USA). pemakainya,” kata Toto. terbagi menjadi tiga yaitu bening (white),
Dengan teknologi dari mesin Jerman Ola Infinity terdiri atas beberapa tipe. transition, dan polarize. Lensa transition
super canggih dan disain asal Madrid, lensa Yaitu H25, H45, H65, S45, Drive, dan Sport. merupakan lensa yang bisa digunakan
prescription yang dihasilkan PT SAP adalah “Bagi mereka yang banyak menghabiskan dalam dua kondisi sekaligua dengan
sebuah lensa dengan performa terbaik. waktunya di dalam ruangan, misalnya, H25 tetap mempertahankan ketajaman dan
Disain lensa demikian, Toto menambahkan, merupakan lensa yang ideal. Sedangkan kejernihan. “Ketika digunakan di dalam
memungkinkan si pemakainya akan bagi mereka yang banyak menghabiskan ruangan, maka lensa trasition akan terlihat
merasakan kenyamanan penglihatan dan waktunya di luar ruangan, cocok bening dan jernih. Tetapi ketika digunakan di
penglihatan yang jelas. menggunakan lensa jenis H65,” terang Toto. luar ruangan seperti di pekerjaan off-shore
Toto menjelaskan, lensa dengan brand Selain Infinity, lensa lainnya yang dibuat bisa meneduhkan,” katanya.
OLA terdiri atas lima jenis. Yaitu OLA Infinity, menggunakan teknologi Digital Ray-Path Keseluruhan lensa prescription safety
OLA DS, OLA Comfort, OLA General, dan adalah OLA New DS. Menurut Toto, pada glasses yang diproduksi PT SAP, lanjut
OLA Optima. Setiap jenis lensa merek lensa OLA New DS, si pemakai bahkan bisa Toto, sudah dilengkapi pelindung sinar Ultra
OLA itu memiliki performa yang berlainan menuliskan identitasnya di lensa. Lensa Violet (UV). Beberapa lensa bahkan ada pula
satu sama lain sehingga memudahkan OLA New DS merupakan lensa dengan yang sudah ditambahkan pelindung dari
penggunanya memakai lensa sesuai lapang pandang yang luas serta transisi radiasi sinar biru (HP, komputer, laptop, dan
keinginannya masing-masing. yang lembut sehingga tak terasa jarak berbagai alat teknologi lainnya).
Toto mencontohkan, OLA Infinity perpindahannya. Begitu pula dengan OLA Ridha Francis menambahkan, seluruh
adalah sebuah lensa progressive individu Comfort, yang juga menggunakan teknologi lensa produksi PT SAP mengacu pada
dengan zona penglihatan yang maksimal. Digital Ray-Path. Lensa OLA Comfort terlihat standar Eropa, yaitu Jerman dan Spanyol.
Memaksimalkan penglihatan yang alami di lebih jernih dan lebih tahan baret. “Dalam hal mesin, standar kita mengacu
semua jarak. “OLA Infinity dibuat dengan Sedangkan OLA General merupakan pada standar Jerman. Dalam hal disain,
menggunakan teknologi Digital Ray-Path. lensa OLA yang lebih umum. Tersedia dalam standar mengacu pada standar disain lensa
Yaitu sebuah teknologi disain pembuatan tiga tipe, yaitu Signature (bagi mereka yang dari Madrid, Spanyol. Kedua standar itu
lensa yang memungkinkan sebuah benyak beraktivitas di dalam ruangan), sudah diakui di seluruh dunia. Jadi, sudah
peningkatan kejelasan melihat di setiap Exceptional (lebih banyak aktivitas di luar pasti dijamin safetynya,” kata Ridha.

80 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


Proses pencucian ini menurut Ridha
sangat penting dan menentukan. Jika
kotor sedikit saja, maka proses-proses
selanjutnya tidak bisa dilanjutkan alias gagal
semua. Setelah dicuci, proses selanjutnya
adalah Hard Coating. Sebelum memasuki
ruang Hard Coating, setiap petugas yang
masuk, harus kembali melakukan sterilisasi
di ruang sterilisasi . Dalam proses Hard
Coating ada dua proses yang dilakukan yaitu
spincoat (semprot) dan dipping (celup).
Material polycarbonate menggunakan
teknik spincoat, sedangkan material di luar
polycarbonate menggunakan teknik dipping.
Menurut Ridha, proses hard coating
Sementara untuk bahan lensa, Toto mengatakan bahwa pihaknya menggunakan bahan dilakukan terutama untuk strength
polycarbonate, polyuretan, trivek, dan kini tengah mengembangkan penggunaan bahan yang resistance dari lensa itu sendiri; tahan baret,
disebutnya Dex 157. Bahan lensa trivek terutama digunakan untuk mereka yang bekerja di tahan gores, dan sebagainya. Dari sini,
industri kimia dan farmasi karena trivek lebih tahan benturan dan tahan bahan kimia. lensa yang sudah dilakukan Hard Coating
Menurut Ridha, bahan-bahan yang digunakan untuk prescription safety glasses memang lalu dikeringkan dalam mesin oven selama
sangat kuat. “Kita memang punya standar yang mengacu pada standar safety Eropa. Paling dua hingga tiga jam. Setelah dikeringkan
minim itu memiliki ketebalan 1.4 polycarbonate. Meski didudukin dengan kursi sekalipun dalam oven, maka proses selanjutnya
tetap kuat, impact resistance-nya tinggi,” katanya. adalah Multi Coating (MC). Di ruang ini, lensa
dari hard coating tadi kembali dibersihkan
PENGAWASAN MUTU BERLAPIS menggunakan mesin ultrasonic. “Ruang ini
ISafety kemudian diajak berkeliling lab. Setidaknya ada tiga ruang di lab yang memiliki luas benar-benar kita awasi dan harus benar-
sekitar 3.000 meter persegi di bilangan Jl Kapuk, Jakarta Barat tersebut. Pertama ruang benar dipastikan aspek safety-nya. Sebab
Resep. Di ruang ini, data-data konsumen diinput. Meliputi jenis lensa yang dipesan, ukuran jika tidak, akan kesetrum listrik. Di ruang ini
plus minus mata si konsumen, jarak bola mata dari lensa, kelengkungan, dan sebagainya. listrik semua, Pak,” kata Ridha.
Menurut Ridha, data-data itu berasal dari mitra bisnis, dalam hal ini Safety Optik Juara milik Lensa yang sudah dibersihkan
Suko Nugroho yang memang merupakan Optik khusus yang sejak 2009 mengembangkan menggunakan mesin ultrasonic lalu
prescription safety glasses dan telah menjadi mitra bisnis PT SAP. “Dari ruang resep, data- dikeringkan menggunakan blower. Setelah
data itu kemudian masuk Lab RX atau Lab Resep atau sederhananya Lab Gosok. Data-data dikeringkan, lensa kembali menjalani
dari mitra bisnis itu diinput dalam data software yang kami berinama lensware. Lensware proses pengawasan mutu (QC). Di ruang
link ke generating dan polishing. Dari data itu kita ambil bahan, lalu kita blocking. Setelah yang terletak berseberangan dengan ruang
blocking masuk generating,” kata Ridha. Hard Coating tadi, terdapat sebuah ruang
Proses generating dilakukan secara robotik. ISafety menyaksikan secara langsung MC. Di sini, setiap lensa yang sudah melalui
bagaimana lab tersebut sudah menggunakan mesin asal Jerman yang robotik alias sudah berbagai tahap tadi, akan menjalani proses
menggunakan mesin industri 4.0. Selesai proses generating, masuk ke proses polishing. Di pelapisan Multi Coating dengan pilihan
tahap ini, material lensa berupa polycarbonate yang tadinya masih berbentuk asli, sudah warna coating. “Ada yang bening, ada
mulai terbentuk lensa. Tetapi masih kasar. “Setelah polishing, akan di QC dulu; bagaimana yang biru, ada yang hijau. Di ruang itu pula,
permukaannya, powernya, dan sebagainya. Ini merupakan QC pertama. Setelah dilakukan QC, kembali dilakukan proses QC.”
maka lensa masuk ke Lab MC (Multi Coating, red),” Ridha menambahkan. Di Lab MC, ada juga lensa yang terbuat
Penggunaan mesin robotik, menurut Ridha mempercepat proses generating dan polishing. dari material kaca. “Kita juga melayani
Dari material kasar, di proses generating, akan dibentuk lensa dalam tempo satu hingga material yang terbuat dari kaca. Sebab
dua menit. Lensa yang sudah dibentuk itu kemudian masuk mesin polishing (gosok) dan konsumen yang menggunakan kacamata
membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga menit. “Jadi, dalam sehari bisa diproduksi berbahan dasar lensa kaca di Indonesia
banyak lensa prescription.” masih banyak sekali, walaupun sekarang
Lab MC dimaksud Ridha, terletak di sebelah bangunan Lab Resep. Lab MC merupakan kacamata mulai banyak menggunakan
lab steril (sebagaimana disinggung di awal tulisan), sebab di lab ini lah lensa benar-benar material polycarbonate,” katanya. Ridha
dibentuk sesuai permintaan konsumen. Dari Lab RX, lensa hasil generating dan polishing, menjelaskan, untuk lensa bukan kaca
tadi masuk Lab MC. Lensa itu terlebih dahulu harus dicuci menggunakan air dan cairan menggunakan sistem dingin yaitu di bawah
pembersih khusus yang mengalir dengan getaran optosonic, supaya benar-benar steril. 100 derajat celcius. Tetapi lensa kaca ▶

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 81


Setibanya di pelanggan (optik), lensa
menggunakan sistem panas, sekitar 400 derajat Celcius.
produksi PT SAP tersebut, dipasangkan ke
Ridha menegaskan, di ruang MC itu lah, lensa produksi PT SAP dibuat sehingga bisa
berbagai frame kacamata, sesuai pesanan
menangkal sinar ultraviolet yang berasal dari cahaya matahari dan juga mengontrol sinar
konsumen. Inilah yang dilakukan Safety
biru di 400 – 440 nm yang berasal dari berbagai benda elektronik seperti HP, komputer,
Optik Juara (CV Juara) milik Suko Nugroho
laptop, dan sebagainya.
dalam membuat prescription safety glasses
Dari Lab MC, perjalanan lensa berlanjut menuju Lab Faset (lab yang sudah mengarah
atau kacamata keselamatan beresep.
pada bentuk kacamata). Lab ini terletak di lantai dua. Ridha menjelaskan, pada proses faset,
lensa yang sudah dibuat dan melalui proses MC tadi, mulai dibuatkan patron sesuai bentuk
RAMAH LINGKUNGAN
frame kacamata atau sesuai permintaan konsumen. Pada proses faset ini lah, lensa yang
Setelah melihat seluruh proses pembuatan
sudah melalui proses multi coating, dilakukan pemeriksaan dan pengujian apakah sudah
lensa keselamatan beresep (prescription
sesuai permintaan pelanggan (PO, purchasing order) atau belum.
safety lens), Irianto Lim mengajak ISafety
Pengujian dan pemeriksaan itu berupa pengukuran. Misalnya saja, untuk mengetahui
ke sebuah gudang yang terletak di samping
kekuatan atau ketahanan lensa (power), lensa itu akan diukur menggunakan alat yang
gedung lab. Tiba di belakang gudang,
disebut pengukur lensa atau lensmeter. Apakah powernya sudah sesuai resep atau tidak.
Irianto alias Toto memperlihatkan bak
Jika tidak, lensa itu akan kembali menjalani proses dari awal, yaitu proses pembuatan lensa
penampungan. Ada lima bak penampungan
dari awal. Lensa yang tidak sesuai resep dianggap reject.
di sana.
Di sini pula diukur kelengkungan lensa (base curve/BC) dengan menggunakan alat yang
Rupanya Toto ingin menunjukkan bahwa
disebut spherometer dan caliper untuk mengukur ketebalan (edge thicknes/ET dan center
perusahaannya tidak saja memperhatikan
thicknes/CT). Untuk frame rimless, dibuatkan lubang bor pada lensa dengan memperhatikan
aspek K3 atau safety dalam keseluruhan
kesimetrisan letak lensa kanan dan kiri.
proses kerjanya, tetapi juga ramah
Jika semuanya sudah sesuai permintaan konsumen sebagaimana input data yang
lingkungan. Limbah material polycarbonate
diterima, kembali dilakukan QC. Ini merupakan QC keempat. Pengawasan mutu (QC) terakhir
yang dihasilkan dari proses pembuatan
atau kelima adalah pemeriksaan yang dilakukan sebelum lensa dikirim ke pelanggan. Pada
lensa mulai dari proses generating (potong
pemeriksaan mutu terakhir ini, sambung Ridha, harus dipastikan bahwa hasil akhir lensa
kasar), polishing (gosok bening), fining
sudah sesuai standar yang berlaku dan sesuai permintaan pelanggan (PO). “Jika semuanya
(gosok setengah halus), dan sebagainya,
sudah ok, maka lensa akan dipacking dengan aman dan dikirim ke alamat sesuai PO.”
tidak berbahaya bagi lingkungan.

82 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


Limbah itu berwarna putih dan berbentuk
bubuk. PT SAP, menurut Toto, secara ketat
menampung seluruh limbah polycarbonate
dalam setiap proses pembuatan lensa.
Limbah-limbah itu kemudian dimasukkan
dalam wadah berupa karung dan terlebih
dahulu disterilkan di bak penampungan
sebelum akhirnya dibuang. Toto
memastikan bahwa limbah pembuatan
lensa, sama sekali tidak membahayakan
lingkungan.
Ia membuktikannya dengan pembuatan
bak penampungan yang terletak di
belakang gudang tadi. Di samping bak
penampungan, saat itu terdapat dua karung
berisi limbah polycarbonate. Pada bak
penampungan pertama, terdapat limbah-
limbah polycarbonate yang berwarna putih
dan berbentuk bubuk itu diendapkan. Air
di bak penampungan tampak keruh. Bak
penampungan kedua masih merupakan
bak pengendapan. Di bak penampungan
kedua, air tampak tidak terlalu keruh. Di
bak penampungan ketiga, air sudah terlihat
jernih.
Dan di bak penampungan keempat dan
kelima, terdapat sejumlah ikan dengan
tanaman enceng gondok di atas permukaan
air. Di bak penampungan kelima, air
bahkan terlihat sangat jernih dan ikan-
ikan yang berada di bak penampungan itu
berukuran jauh lebih besar dibanding bak
penampungan keempat.
Di samping bak penampungan kelima,
terdapat dua bak penampung air berukuran
besar berwarna oranye. Di dalamnya
terdapat beberapa ikan patin dan ikan
mujair berukuran jumbo. “Ikan ini hasil dari
ternak di bak penampungan kelima,” kata
Irianto Lim. • (Hasanuddin)

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 83


HO M E SAFETY

MENJADI KELUARGA

SIAGA BENCANA

DENGAN KESEPAKATAN PRABENCANA

MASYARAKAT INDONESIA HARUS SIAP HIDUP BERDAMPINGAN DENGAN BERBAGAI RISIKO


BENCANA. TENTU HARAPAN TERBAIK ADALAH AGAR KELUARGA KITA TIDAK AKAN PERNAH
TERKENA DAMPAKNYA. BAGAIMANA AGAR KELUARGA KITA SIAP SIAGA? SALAH SATUNYA,
DENGAN MEMBUAT KESEPAKATAN PRABENCANA BERSAMA ANGGOTA KELUARGA LAIN DI
RUMAH. APA YANG DIMAKSUD DENGAN KESEPAKATAN PRABENCANA?

harus memutuskan secara cepat dan


tepat; korban mana yang terlebih dahulu
diselamatkan.
Dalam situasi darurat, diskusi
panjang lebar tidak memungkinkan. Agar
pengambilan keputusan cepat dan tepat,
pencarian informasi, diskusi, dan kata
sepakat perlu dilakukan sebelum terjadi
bencana – ini yang dimaksud dengan
kesepakatan prabencana.
Lalu, kesepakatan prabencana seperti
apa yang perlu dibuat di rumah? Artikel ini
mengulas secara singkat langkah minimal
penyiapannya.

1. CARI INFORMASI DAN PAHAMI SITUASI

H
Sumber : BDSG
Sebelum menyusun kesepakatan, keluarga
perlu mencari beberapa informasi dasar
IDUP merupakan rangkaian pengambilan keputusan dan dan memahaminya:
konsekuensinya. Keputusan yang baik dapat diambil bila ada informasi a. Informasi mengenai berbagai bahaya
yang cukup dan pertimbangan yang matang. Bila menyangkut hajat yang ada di sekitar.
hidup lebih dari satu orang, perlu ada kesepakatan. Tantangan dalam Apakah rumah yang ditinggali berada
situasi darurat adalah perlunya pengambilan keputusan secara cepat, di kawasan rawan gempa, banjir, atau
agar tidak menimbulkan kerugian yang besar. lainnya? Atau lebih spesifik, seperti bila
Sesaat setelah terjadi gempa besar, misalnya, seorang ibu harus terjadi gempa dengan skala tertentu,
memutuskan apakah menjemput anaknya di sekolah, menunggunya berapa lama waktu yang Anda miliki untuk
di rumah, atau langsung ke tempat evakuasi? Seorang walikota harus memutuskan berlari ke tempat tinggi, untuk menghindari
bagaimana agar bantuan yang datang bertubi-tubi dapat dikelola secara efektif. Paramedis tsunami?.

84 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


Selain dari pengalaman setempat,
diperlukan referensi ilmiah dari pihak
berwenang untuk mengenali risiko di
sekitar rumah kita, di antaranya BPBD,
BMKG, PVMBG, Dinas Kebakaran, dan pusat
studi kebencanaan.

Sahabat juga bisa mendapatkan


informasi dari situs KeselamatanKeluarga.
com yang merangkum berbagai informasi
kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Sumber : BDSG

b. Informasi mengenai kondisi rumah


Mulai dari lokasi rumah, titik kumpul, jalur
evakuasi, kekuatan konstruksi bangunan,
denah rumah, sampai dengan peletakan
barang. Sesuai jenis bahaya yang ada di
rumah dan sekitarnya, dengan bantuan
denah rumah, keluarga mengidentifikasi di
mana saja titik rentan dan apa saja hal yang
dimiliki, yang dapat membantu mengurangi
risiko dampaknya.

c. Informasi mengenai penghuni rumah,


seperti, “berapa jumlah orang yang tinggal
di rumah?”, “bagaimana jadwal sehari-hari Sumber : BDSG
serta kebiasaannya?”, atau “apakah ada
anggota keluarga yang memiliki kebutuhan 3. SEPAKATI BEBERAPA SKENARIO TANGGAP BENCANA DAN LAKUKAN SIMULASI
khusus, seperti anak-anak, manula, difabel, Tahap berikutnya, keluarga perlu menyepakati rencana darurat dengan beberapa
dan ibu hamil yang kebutuhannya berbeda- skenario. Mengapa harus dibuat beberapa skenario? Untuk kondisi yang berbeda, bisa jadi
beda?”. diperlukan aksi yang berbeda. Misalnya, aksi yang dilakukan bila gempa terjadi pada jam
sekolah akan berbeda dengan ketika terjadi pada jam tidur di malam hari atau hari libur.
2. LAKUKAN AKSI PENGURANGAN RISIKO Skenario untuk gempa pun akan berbeda dengan skenario untuk kebakaran dan banjir.
BENCANA Sehingga dalam setiap skenario perlu disepakati dalam kondisi seperti apa, siapa akan
Dengan pemahaman informasi di atas, melakukan apa, dan bagaimana caranya.
selanjutnya adalah merumuskan rencana Rencana darurat perlu disusun bersama seluruh anggota keluarga di rumah serta
pengurangan risiko bencana. Dimulai mempertimbangkan sistem yang diterapkan pemerintah setempat. Setelah itu, keluarga
dari hal sederhana, misalnya, keluarga perlu melakukan simulasi secara berkala agar tidak panik dalam situasi darurat.
yang tinggal di kawasan rawan gempa Kesepakatan prabencana diharapkan dapat memperlancar pengambilan keputusan dalam
sepakat untuk memindahkan benda berat situasi darurat. Langkah-langkah tersebut juga dapat diadopsi untuk kondisi darurat
yang berada di rak paling atas lemari ke lainnya, seperti kejadian meledaknya tabung gas atau penyanderaan di rumah. Tanpa kata
rak terbawah. Keluarga yang tinggal di sepakat dari setiap anggota keluarga, rencana darurat secanggih apapun tidak akan dapat
kawasan rawan kebakaran sepakat untuk terlaksana dengan baik. •
mengisi air di ember setiap hari untuk
menyiram tanaman, namun dapat langsung
digunakan bila ada kebakaran. Kabel-kabel
Kolaborasi ISafetyMagz dengan Risye Dwiyani,
listrik dirapikan dan sambungan listrik Konsultan bidang pemberdayaan masyarakat dan
dibersihkan secara berkala. perencanaan partisipatif di perkotaan dan Redaktur situs
Keluarga pun perlu menyiapkan jalur KeselamatanKeluarga.com – Situs yang menyediakan tips
keselamatan di rumah, sekolah dan lingkungan keluarga
evakuasi yang aman, tas darurat, dan Indonesia.
daftar nomor kontak darurat, seperti nomor
telepon pemadam kebakaran, ambulans,
tetangga, dan kerabat yang dipajang di
beberapa tempat strategis.

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 85


86 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019 OKTOBER 2018 67
EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 87
DIREKTORI

DIREKTORI ISAFETY MAGAZINE


• DISEDIAKAN SEBAGAI FORUM KOMUNIKASI DAN INFORMASI SEMUA PEMANGKU KEPENTINGAN K3 DI INDONESIA.
• UNTUK BERGABUNG DAPAT MENGHUBUNGI REDAKSI ISAFETY TELP ATAU WA 0813 8071 0806 (RIJAL)

conservation products, specialty


ALAT PEMADAM chemicals and waste management PT TRIMITRA WUjUD
KEBAKARAN REKANUSA
Pondok Pinang Centre Blok C 16-18 Pondok Distributor Fire Fighting
REjEKI UTAMA PT PRODUK Indah - Jakarta 12310. Equipment, Fire Alarms,
NATIONAL FOAM Phone: 021 751 1118 Fax: 021 751 1121 Sprinklers, Smoke & Gas
Fire Protection, Fire Protection Email : fireprotection@mastedayaa.com, Detectors and Safety Equipment
Equipment info@mastedayaa.com
Jalan Gunung Sahari Raya 51/8,
Wisma Geha 4th Floor Jalan Timor 25 PT SABERINDO PASIFIC Phone: (021) 4227632
Jakarta 10350 Fire Safety and Protection Email: admin@trimitragroup.com
phone +62 21 316 2924 fax +62 21 316 2779 Supplier of Fire Fighting Equipment
email ptrejeki@indosat.net.id Komplek Ruko Mega Grosir Cempaka Mas with Brand HD Fire, Firedos, Macron,
Blok J no 10, Jl Letjen Suprapto, Jakarta Firebull and Brightsky.
PT RANTAI LAUT Phone: 021.42888282 Fax: 021.42872323
Distributor Resmi Angus Fire www.saberindo.co.id
ALAT KESELAMATAN
Hose, Extinguisher, Sprinkler, Fire (SAFETY EqUIPMENT)
Foam, Tridol Afff, Hydrant Box, PT AMARE AqILA INDONESIA
Duraline Rubber Hose FIRE SOLUTION
Distributor Resmi Tabung Alat
Pintu Air Raya No. 38 H Pasar Baru Pemadam Api Kebakaran
Jakarta 10710
Rantai laut Sales & Support team: Jl. Merapi Kav. 821, Bukit Nusa Indah,
Phone: (021) 386-0505, 386-0606 Ciputat, Tangerang Selatan 15414
Fax: (021) 386-4545 Phone: 021 7463 9917 (Hunting),
Fax: 021-7463 9918 PT INDOLOK BAKTI UTAMA
PT WILTAR USAHA Penyediaan Alat & Solusi
SEjAHTERA ELIDE FIRE PT PUNDARIKA ATMA Keamanan
ELIDE FIRE SEMESTA
Manufacturer of Fire Truck and Jalan Salemba Raya No. 32 Jakarta Pusat
Sentra Bisnis Tanjung Duren Blok B/3A Fire Safety Equipment “AYAXX” Phone: 0804 1338 383
Jakarta Barat, Indonesia 11410 Jl Pancasila Gg Tritunggal 4 Cicadas, info@indolok.id
Phone 021.5636115 Gunung Putri Cibinong 16964 Jawa Barat
Phone: (021) 8670973/86861900, 86862400 PT 3M INDONESIA
DAHLIA CAHAYA CV Fax: (021) 8675887 Alat Keselamatan Kerja “3M”
Fire Extinguisher Angelfire
SERVVO FIRE INDONESIA PT Perkantoran Hijau Arkadia Menara F Lt 8
Peralatan Pemadam Kebakaran ALPINDO FIRE FIGHTING EqUIPMENT of Jl.TB Simatupang Kav 88, Jakarta Selatan
Jl KH Moch Mansyur 28-30 Duri Pulo, Oil & Gas Companies, Mining, Phone: 021.29974000 Fax: 021.78832172
Gambir Jakarta Pusat 10140 DKI Jakarta Manufacturing Industries, www.3M.com
Phone: (021) 6322977/(021) 6311568, Building Industrial and
6347914 Fax: (021) 6310759 Commercial Market PT KING’S SAFETYWEAR
Sepatu Safety “King’s”
PT MASTE DAYAA Jl Lingkar Selatan no 8, Legok Tangerang
Distributor fire safety products 15820 Banten Phone: (021) 6330330 (021) Super Block Mega Glodok Kemayoran
& systems, steam energy 54260451, 54260450 Fax: (021) 6330230 Office Tower A, 5th Floor, Jl. Angkasa Kav.

78 OKTOBER 2018

88 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019


B-6, Kota Baru Bandar Kemayoran, Jakarta Ruko Kolden Boulevard Blok Q No 19 PT. CITRA ARDHITA
10610, Indonesia Jl Pahlawan Seribu BSD City 021, MEDIFARMA
Phone: +62 21 2937 1288/+62 21 2664 6688 Serpong Tangerang Phone: 021.53161425 Klinik & Laboratorium
Fax: +62 21 6570 1574 Fax: 02153161424
Capitol Business Park Blok B2,
PT BERKAT NIAGA DUNIA Jl. Niaga Raya Jababeka 2
Alat Keselamatan Kerja “Berkat Cikarang Baru, Bekasi, Jawa Barat
Safety” Phone: 021 8983 1945, 081245735429
www.citraardhita.com
Jl. Cideng Barat 47 D Jakarta Pusat – 10150
Phone: 021 – 6327060, 6327065 PT. RISK CARE SERVICE
Fax: 021 – 63851240, 63851241
Email: info@bndsafety.net
berkat@berkatsafety.co.id

PT FORTA-LARESE PT WINA KARYA MULIA


Safety Shoes CHEETAH PjK3, Konsultasi dan Training K3

Jl. Musi No.16 Jakarta 10150, INDONESIA Center Point Apartement Tower A-GF 02
Phone: 62 21 3861018 Fax: 62 21 3849409 Jl. Jendral Ahmad Yani Kota Bekasi INDONESIA
Email: info@cheetahsafety.com Phone: 021 2808 8028 Fax: 021 3576 1571 PjK3, Konsultasi dan Training K3
WA: 0821 1319 1002
Email: nova@rojosafety.com Jl. Angsana Raya No.1 Kav, I Pejaten Timur,
PERUSAHAAN TRAINING, www.rojosafety.com Pasar Minggu, Jakarta 12510
KONSULTASI, jASA K3 Phone: 0811 1917 700, 021-794 7688
DAN RIKSA UjI woro.edgar@riskcareservice.com
www.riskcareservice.com

LEMBAGA PENDIDIKAN
TINGGI K3
PT PROSAFERA
TRAINING, KONSULTAN DAN STIKES BINAWAN
SERTIFIKASI PT. HSE SWADAYA INDONESIA Program Sarjana Terapan (D4)
PjK3, Konsultasi dan Training K3 qq KLINIK HSE MEDIKA Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Klinik Kesehatan Kerja
Grand Galaxy jl Boulevard Timur Raya Jl Kalibata Raya No 29-30 Jakarta Timur
BLOK RSK 06 N0 17, Bekasi 17147 Jl. Raya Rajeg Mauk / Rajeg Tanjakan, 13630
Phone: 021. 22016590 Kp Kebon Kelapa Rt. 015 / Rw. 05, Desa Phone: 02180881129 Fax: 021 80880883
Tanjakan Kec. Rajeg, Kab. Tangerang, www.binawan-ihs.ac.id
PTC PERTAMINA TRAINING & Phone: 081316807203, 021-59350675,
021-21799124 UNIVERSITAS SAHID
CONSULTING
admin@hseswadaya.co.id Program S1 K3 Teknik Industri
Lembaga Training HSE Pertamina
www.hseswadaya.co.id
Griya Legita Pertamina Building 8Th Fl Jl. Jendral Sudirman No. 86, Jakarta 10220.
Jl Sinabung II Terusan Simprug Jakarta PT. DELTA NUSANTARA Phone: (021)83785303/304,
12220 PERSADA (DELTA INDO) (021)8312813/15 ext 104
Phone: 021 722302728 Fax: 021 7223026 PjK3 Riksa Uji Fax: (021) 835 4763
Pusat Fire & Safety Sungai Gerong Email: marketing@usahid.ac.id Website:
Komp. Ruko Suncity Square/H-20, Jl. M. www.usahid.ac.id
PT PHITAGORAS GLOBAL Hasibuan, Bekasi, Jawa Barat
Phone: 021 8886 9010 Fax: 021 384 9409 UNIVERSITAS INDONESIA
DUTA
Email: admin@hseswadaya.co.id S1 & S2 Program Studi
PjK3, Konsultasi dan Training K3
deltaindonesia@gmail.com Keselamatan dan Kesehatan Kerja
www.deltaindo.co.id

OKTOBER 2018 79
EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 89
Kampus Universitas Indonesia Gedung C Studi Ilmu Kesehatan Masyrakat,
Jl. Prof. Dr. Sujudi, Pondok Cina, Depok, Fakultas Ilmu Kesehatan
Jawa Barat 16424
Phone: 02178849033 Fax: 021 7863487 Jl. Rs. Fatmawati, Pondok Labu, Jakarta,
/www.fkm.ui.ac.id 12450
Phone: 021 765 6971 Fax: 021 765 6971
SEKOLAH PASCA SARjANA upnvj@upnvj.ac.id
UNIVERSITAS SAHID www.upnvj.ac.id
Program Magister K3L
UNIVERSITAS INDONESIA (UI)
Sahid Sudirman Residence Lt 5 Jl Jenderal Program Magister (S2) Teknik ASOSIASI AHLI
Sudirman No 86 Jakarta Pusat 10220 dan Manajemen Keselamatan KESELAMATAN DAN
Phone: 021.290 227 21/24 Fax: Kebakaran (Fire Safety KESEHATAN KERjA (A2K3)
021.29022744 Engineering and Management) The Society for Occupational
www.usahid.ac.id Health & Safety Specialist
Jalan Kampus UI, Kukusan, Beji, Kukusan,
AKAMIGAS BALONGAN Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424 Ruko Angsana Kav. I
Program Fire Safety Phone: 021 7888 8430 Jl. Rawajati Timur Raya No. 1, Pejaten
www.eng.ui.ac.id Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12510
Jl. Soekarno Hatta, Pekandangan, Telp. 021 7947688
Indramayu, Jawa Barat 45216 INSTITUT TEKNOLOGI
Phone:0234 574 6687 Fax: 0234 272 448 BANDUNG (ITB) WSO INDONESIA (WORLD
info@akamigasbalongan.ac.id S2 Keselamatan Kesehatan SAFETY ORGANIzATION)
www.akamigasbalongan.ac.id Lingkungan. Program Studi World Management Center
Teknik Lingkungan. Fakultas
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI Teknik Sipil dan Lingkungan Sahid Sudirman Residence, 5th Floor
(UIN) SYARIF HIDAYATULLAH Jl. Jend. Sudirman, No. 86 Jakarta Pusat
Jl. Ganesha No.10, Lb. Siliwangi, Coblong, Telp 021. 22016590
jAKARTA Kota Bandung, Jawa Barat 40132
S1 Keselamatan dan Kesehatan Phone: 022 258 0935
Kerja, Program Studi Ilmu ASOSIASI AHLI
www.itb.ac.id
Kesehatan Masyarakat, Fakultas KESELAMATAN DAN
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan KESEHATAN KERjA
(FKIK) INTERNASIONAL INDONESIA
ORGANISASI K3 (A2K3-INTERINDO)
Jl. Ir. H. Djuanda No. 95, Ciputat, Tangerang
Selatan, Banten, Indonesia 15412 Sekretariat : DBS Bank Tower floor 28th
Phone:021 740 1925 DEWAN KESELAMATAN Ciputra World One, Jl Prof Dr Satrio Kav 3-5
humas@uinjkt.ac.id Jakarta 12940
DAN KESEHATAN KERjA
www.www.uinjkt.ac.id Phone: 021-30329791
NASIONAL (DK3N)
UNIVERSITAS NEGERI IKATAN AHLI KESELAMATAN
Gedung Depnaker Lt 2 JL Gatot Subroto,
jAKARTA (UNj)
Jakarta KERjA INDONESIA (IAKKI)
S1 Teknik Keselamatan dan
Proteksi Kebakaran, Program
ASOSIASI AHLI Sekretariat: Menara Bidakara Lt 2 No 206
Studi Pendidikan Teknik Mesin,
KESELAMATAN DAN Jl Jend Gatot Subroto Kav 71-73,Jakarta
Fakultas Teknik
Selatan, Jakarta 12780
KESEHATAN KERjA
Phone: (021) 8379 3025
Jl. Rawamangun Muka, Jakarta Timur INDONESIA (A2K4)
Phone: 021 2926 6006 Fax: 021 489 8486
www.unj.ac.id Jl Raya Lenteng Agung No 37E
INDONESIAN INDUSTRIAL
Tanjung Barat, Lenteng Agung, HYGIENE ASSOSCIATION
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN Jakarta Selatan 12610 (IIHA)
NASIONAL VETERAN Phone: 021-78848826, Fax: 021-78848926
jAKARTA (UPN jAKARTA) Email: a2k4ina@gmail.com Website: www. Gedung C Lt 3 Departemen K3
S1 Keselamatan Kerja, Program a2k4-ina.net Fak Kesehatan Masyarakat

80 90 • OKTOBER 2018 03/TAHUN VII/2019


• EDISI
Universitas Indonesia Jl. MT Haryono Kav. 52 Jakarta Selatan, Jl Yos Sudarso No 38-40 Tj Priok Jakarta Utara
Phone: 021.7884 9033 Fax: 021 786 3487 Indonesia 12780 Phone 021.4300762 Fax 021 43900972
iiha@gmail.com Phone: 021 799 2685 Fax: 021 799 2321 www.bki.co.id
www.iiha.id info@bnsp.go.id
www.bnsp.go.id
IKATAN DOKTER KESEHATAN LINGKUNGAN DAN OIL
KERjA INDONESIA (IDKI) LSP MIGAS SPILL
Lembaga Sertifikasi Profesi Migas
Jl. Ahmad Yani No 69 – 70 Cempaka Putih “
Pusat K3”, Jakarta Pusat, Indonesia Gedung LSP Migas, Jl. Buncit Raya No. 3,
WALHI
Phone: 021 9907 1553 Fax: 021 424 5810 Jakarta Selatan
Organisasi Gerakan Lingkungan
www.idki.org Phone: (021) 2279 0309 Fax: 021 794 3950
Hidup
info@lsp-migas.org
ASOSIASI PERUSAHAAN www.lsp-migas.org
Jl. Tegal Parang Utara No.14, RT.5/RW.4,
INSPEKSI TEKNIK INDONESIA Mampang Prpt., Jakarta 12790
LPS K3 LSK-K3 ICCOSH Phone: (021) 79193364
Komplek Rasuna Epicentrum Menteng Atas, Lembaga Sertifikasi Profesi K3
www.walhi.or.id
Lt. 5, Suite 0535, Karet Kuningan, Jakarta
12940a Stikes Binawan Lobi Lt.2 Jl. Kalibata Raya No.
PT. OSCT INDONESIA
Phone: 021 2994 1205 Fax: 021 2994 1206 25-30 Jakarta
Peralatan & Teknologi
bsapitindo@cbn.net.id Phone: (021) 2280 0480 Fax: (021) 7919 5061
penanggulangan tumpahan minyak
www.apitindo.or.id wizal.putra@yahoo.com
www.iccosh-lskk3
Jl. Kwitang Raya 36, Jakarta Pusat 10420
ASOSIASI PROFESI Phone: (021) 3192 5454 Fax: (021) 3192 3444
KESELAMATAN LSP ENERGY info@osct.com
PERTAMBANGAN INDONESIA Lembaga Sertifikasi Energi
www.osct.com
(APKPI)
Komplek Grand Galaxy Park, Blok RSK 6 No.
PT. SLICBAR INDONESIA
10 Bekasi
Green Business Center Graha Mustika Ratu. Peralatan Penanggulangan
Phone: (021) 2213604
Lantai 5, 503, Jakarta 12670 Tumpahan Minyak di Indonesia
info@lspenergi.com
021 5795 5818
www. lspenergi.co.id
sekretariat@apkpi.co.id Head Office
www.apkpi.co.id Delta Silikon II Industrial Park Blok F2/1 I
PT TUV RHEINLAND INDONESIA LIPPO Cikarang Bekasi
Badan Sertifikasi SMK3
Phone 021.89117311
Fax: 021.31923444
PERUSAHAAN jASA Serifikasi OHSAS 18001,ISO 14001,ISO 9001
www.slickbar.co.id
INSPEKSI TEKNIK (PjIT) Menara Karya Building, 10th Fl
Jl HR Rasuna Said Blok X-5 Kav 1-2 Jakarta
12950 MEDIA LAB INDONESIA
Phone 21.57944579 Fax 021.57944575 Laboratorium Pengujian
BIRO KLASIFIKASI INDONESIA
Lingkungan
Jl Yos Sudarso No 38-40 Tj Priok PT. SUCOFINDO (PERSERO)
Jl. Jatiwangi No. 44 Kamurang, Cikedokan
Jakarta Utara Badan Sertifikasi SMK3
Cikarang Bekasi 17530, Jawa Barat,
Phone: 021.430 0762 Fax: 021 4390 0972
Indonesia
www.bki.co.id Jl. Raya Pasar Minggu Kav. 34, Jakarta,
Phone: (021) 2851 7576 Fax: (021) 2214 3010
Indonesia 12780
info@medialab.co.id
Phone: (021) 798 3666 Fax: (021) 798 6473
www.medialab.co.id
LEMBAGA SERTIFIKASI customer.service@sucofindo.co.id
PROFESI DAN SISTEM www.sucofindo.co.id
MANAjEMEN SERTIFIKASI
BIRO KLASIFIKASI INDONESIA
BNSP SERTIFIKASI SMK3
Badan Nasional Sertifikasi Profesi Badan Sertifikasi SMK3
Indonesia

OKTOBER 2018 81

EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 91


92 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019

84 OKTOBER 2018
EDISI 03/TAHUN VII/2019 • • 93
82 OKTOBER 2018
94 • • EDISI 03/TAHUN VII/2019