Anda di halaman 1dari 2

PEMERINTAH KABUPATEN GOWA

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS TAMAONA
Jln. Andi Baso Makkumpalle No. 10 Tombolo 92174

KERANGKA PEMBENTUKAN KADER KESEHATAN LINGKUNGAN


PUSKESMAS TAMAONA
KABUPATEN GOWA
TAHUN 2019

A. Latar Belakang
Tantangan pembangunan sanitasi di Indonesia adalah masalah social budaya dan
perilaku penduduk yang terbiasa buang air besar di sembarang tempat, khususnya kedalam
badan air yang digunakan juga mandi,mencuci dan kebutuhan higienis lainnya. Pendekatan
Stop BABS merupakan suatu pendekatan dalam perubahan perilaku hygiene dan sanitasi
secara kolektif melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan untuk mencapai
status Stop BABS.
Tangga sanitasi merupakan tahap perkembangan sarana sanitasi yang digunakan
masyarakat, dari sarana yang sangat sederhana sampai sarana sanitasi yang sangat layak
dilihat dari aspek kesehatan, keamanan dan kenyamanan bagi penggunanya. Dalam stop
buang air besar sembarangan, masyarakat tidak diminta atau disuruh untuk membuat sarana
sanitasi tetapi hanya mengubah perilaku sanitasi mereka namun pada tahap selanjutnya
ketika masyarakat sudah mau berubah kebiasaan BAB nya sarana sanitasi menjadi suatu hal
yang tidak terpisahkan.
Seringkali pemikiran masyarakat akan sarana sanitasi adalah sebuah bangunan yang
kokoh, permanen, dan membutuhkan biaya yang besar untuk membutnya. Pemikiran ini
sedikit banyak menghambat animo masyarakat untuk membangun jamban, karena alasan
ekonomi dan lainnya sehingga kebiasaan masyarakat untuk buang air besar pada tempat yang
tidak seharusnya tetap berlanjut.
Seorang Kader Kesehatan adalah masyarakat atau tenaga sukarela dalam bidang
kesehatan yang langsung dipilih oleh masyarakat yang tugasnya membantu dalam
pengembangan kesehatan lingkungan.
Kader kesehatan masyarakat adalah laki-laki atau perempuan yang dipilih oleh
masyarakat dan dilatih untuk menangani masalah-masalah kesehatan perseorangan maupun
masyarakat untuk bekerja dalam hubungan yang amat dekat dengan tempat-tempat
pemberian pelayanan kesehatan Dinas kesehatan membuat kebijakan mengenai latihan untuk
kader yang dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan menurunkan angka penyakit
berbasis lingkungan.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
PEMERINTAH KABUPATEN GOWA
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS TAMAONA
Jln. Andi Baso Makkumpalle No. 10 Tombolo 92174

Adapaun tujuan pembentukan kader adalah untuk menyukseskan pembangunan


kesehatan lingkungan.
2. Tujuan Khusus
a. Kader membantu melakukan kegiatan kesehatan lingkungan.
b. Menurunnya angka penyakit berbasis lingkungan.
c. Memberdayakan masyarakat untuk mencegah penyakit.

C. Waktu dan Tempat


Pelaksanaan berlangsung pada hari Sabtu tanggal 2 Februari 2019
Tempat : Puskesmas Tamaona
D. Peserta
Peserta dalam pembentuka kader adalah masyarakat terpilih di wilayah Kecamatan
Tombolopao
E. Pembahasan
Dalam pelaksanaan pelatihan kader kesling membahas tentang:
1. Peran dan fungsi kader kesehatan lingkungan
2. Konsep dasar kesehatan lingkungan
3. Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM)
4. Cara pembinaan rumah sehat
5. Pembagian wilayah binaan kesehatan lingkungan bagi kader

F. Biaya
Dana yang digunakan bersumber pada DAK Non Fisisk Bantuan Operasional
Kesehatan (BOK) Tahun 2019.
Demikian Kerangka acuan pembentukan kader kesling di Kecamatan Tombolopao
Kabupaten Gowa tahun 2019.

Tamaona,2 Februari 2019


Mengetahui,
Kepala Puskesmas Tamaona Pelaksana,

(dr. H. Irwanto IL). (Rahmat, SKM).


NIP. 19771021 201101 1001 Nip. 19800728 201001 1 014