Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN

PADA PASIEN TN. M DENGAN HERNIA

DI RUANG BOUGENVILE

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CILACAP

Disusun Oleh

Nama : Icha Cahya Puspita

NIM : 108116065

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


STIKES AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH CILACAP
TAHUN AJARAN 2019/2020
A. PENGERTIAN
Istilah hernia berasal dari bahasa Latin yaitu herniae yang berarti
penonjolan isi suatu rongga melalui jaringan ikat tipis yang lemah pada
dinding rongga. Dinding rongga yang lemah itu membentuk suatu kantong
dengan pintu berupa cincin. Gangguan ini sering terjadi di daerah perut
dengan isi yang keluar berupa bagian dari usus (Giri Made Kusala, 2009).
Hernia inguinalis adalah hernia yang paling umum terjadi dan
muncul sebagai tonjolan di selangkangan atau skrotum. Hernia inguinalis
terjadi ketika dinding abdomen berkembang sehingga usus menerobos
kebawah melalui celah. Hernia tipe ini sering terjadi pada laki-laki dari pada
perempua (Huda dan Kusuma,2015).

B. ETIOLOGI
1. Umur
Penyakit ini dapat diderita oleh semua kalangan tua, muda, pria
maupun wanita. Pada orang dewasa khususnya yang telah berusia lanjut
disebabkan oleh melemahnya jaringan penyangga usus atau karena
adanya penyakit yang menyebabkan peningkatan tekanan dalam rongga
perut.
2. Jenis Kelamin
Hernia yang sering diderita oleh laki – laki biasanya adalah jenis
hernia Inguinal. Hernia Inguinal adalah penonjolan yang terjadi pada
daerah selangkangan, hal ini disebabkan oleh proses perkembangan alat
reproduksi. Penyebab lain laki-laki lebih banyak terkena penyakit ini
disebabkan karena faktor profesi, yaitu pada buruh angkat atau buruh
pabrik. Profesi buruh yang sebagian besar pekerjaannya mengandalkan
kekuatan otot mengakibatkan adanya peningkatan tekanan dalam
rongga perut sehingga menekan isi hernia keluar dari otot yang lemah
tersebut.
3. Penyakit Penyerta
Penyakit penyerta yang sering terjadi pada hernia adalah seperti
pada kondisi tersumbatnya saluran kencing, baik akibat batu kandung
kencing atau pembesaran prostat, penyakit kolon, batuk kronis, sembelit
atau konstipasi kronis dan lain-lain. Kondisi ini dapat memicu terjadinya
tekanan berlebih pada abdomen yang dapat menyebabkan keluarnya
usus melalui rongga yang lemah ke dalam kanalis inguinalis.
4. Keturunan
Resiko lebih besar jika ada keluarga terdekat yang pernah terkena
hernia.
5. Obesitas
Berat badan yang berlebih menyebabkan tekanan berlebih pada
tubuh, termasuk di bagian perut. Ini bisa menjadi salah satu pencetus
hernia. Peningkatan tekanan tersebut dapat menjadi pencetus terjadinya
prostrusi atau penonjolan organ melalui dinding organ yang lemah.
6. Kehamilan
Kehamilan dapat melemahkan otot di sekitar perut sekaligus
memberi tekanan lebih di bagian perut. Kondisi ini juga dapat menjadi
pencetus terjadinya hernia.
7. Pekerjaan
Beberapa jenis pekerjaan yang membutuhkan daya fisik dapat
menyebabkan terjadinya hernia. Contohnya, pekerjaan buruh angkat
barang. Aktivitas yang berat dapat mengakibatkan peningkatan tekanan
yang terus-menerus pada otot-otot abdomen. Peningkatan tekanan
tersebut dapat menjadi pencetus terjadinya prostrusi atau penonjolan
organ melalui dinding organ yang lemah.
8. Kelahiran Premature
Bayi yang lahir prematur lebih berisiko menderita hernia inguinal
daripada bayi yang lahir normal karena penutupan kanalis inguinalis
belum sempurna, sehingga memungkinkan menjadi jalan bagi keluarnya
organ atau usus melalui kanalis inguinalis tersebut. Apabila seseorang
pernah terkena hernia, besar kemungkinan ia akan mengalaminya lagi.
(Giri Made Kusala, 2009).

C. KLASIFIKASI HERNIA
1. Berdasarkan penyebab terjadinya, hernia terbagi menjadi dua, yaitu:
a. Hernia bawaan (kongenital)
b. Hernia yang didapat (akuisita)
2. Berdasarkan letaknya, hernia dibagi menjadi :
a. Hernia diafragma, yaitu menonjolnya organ perut ke dalam rongga
dada melalui lubang pada diafragma (sekat yang membatasi rongga
dada dan rongga perut).
b. Hernia inguinal.
c. Hernia umbilical, yaitu benjolan yang masuk melalui cincin
umbilikus (pusar).
d. Hernia femoral, yaitu benjolan di lipat paha melalui anulus
femoralis.
3. Berdasarkan sifatnya, hernia ada :
a. Hernia reponibel : bila isi hernia dapat keluar masuk dalam waktu
yang singkat.
b. Hernia irreponibel : bila isi kantung hernia tidak dapat dikembalikan
ke dalam rongga.
c. Hernia strangulata : bila terdapat keluhan nyeri, biasanya karena
terjepitnya pembuluh darah.
d. Hernia incarserata : terdapat tanda obstruktif, seperti tidak bisa
buang air besar, tidak bisa buang angin dan terdapat nyeri.
e. Hernia akreta : jika tidak ada keluhan rasa nyeri ataupun tanda
sumbatan usus akibat perlekatan tersebut.

D. MANIFESTASI KLINIS
1. Adanya benjolan di lipat paha Keluhan yang timbul berupa adanya
benjolan di daerah inguinal dan atau skrotal yang hilang timbul. Timbul
bila terjadi peningkatan tekanan intra peritoneal misalnya mengedan,
batuk-batuk, tertawa, atau menangis. Bila pasien tenang, benjolan akan
hilang secara spontan.
2. Nyeri pada daerah benjolan
3. Mual dan muntah
4. Terdapat keluhan kencing berupa disuria pada hernia femoralis yang
berisi kandung kencing

E. PATOFISIOLOGI
Hernia berkembang ketika intra abdominal mengalami pertumbuhan
tekanan seperti tekanan pada saat mengangkat sesuatu yang berat, pada saat
buang air besar atau batukyang kuat atau bersin dan perpindahan bagian
usus kedaerah otot abdominal, tekanan yang berlebihan pada daerah
abdominal itu tentu saja akan menyebabkan suatu kelemahan mungkin
disebabkan dinding abdominal yang tipis atau tidak cukup kuatnya pada
daerah tersebut dimana kondisi itu ada sejak atau terjadi dari proses
perkembangan yang cukup lama, pembedahan abdominal dan kegemukan.
Pertama-tama terjadi kerusakan yang sangat kecil pada dinding abdominal,
kemudian terjadi hernia. Karena organ-organ selalu selalu saja melakukan
pekerjaan yang berat dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama,
sehingga terjadilah penonjolan dan mengakibatkan kerusakan yang sangat
parah.sehingga akhirnya menyebabkan kantung yang terdapat dalam perut
menjadi atau mengalami kelemahan jika suplai darah terganggu maka
berbahaya dan dapat menyebabkan ganggren.
F. PATHWAYS

G. KOMPLIKASI
1. Hematoma (luka pada scrotum)
2. Retensi urine akut
3. Infeksi pada luka
4. Nyeri kronis
5. Nyeripada pembengkakan testis yang menyebablkan atrofi testis
6. Rekurensi hernia

H. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Pemeriksaan laboratorium darah lengkap
2. Pemeriksaan rontgen spinal dan endoskopi
3. Test leseque (mengangkat kaki lurus ke atas)
4. CT-Scan dan MRI
I. MASALAH KEPERAWATAN
a. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisik
b. Ansietas berhubungan dengan stresor
c. Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan kurang sumber
pengetahuan
d. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri

J. PENATALAKSANAAN
1. Medis
a. Herniotomi : pembebasan kantong hernia sampai kelehernya,
kantong dibuka dan diisi hernia dibebaskan kalau ada perlengketan
kemudian direposisi kantong hernia dijahit-ikat setinggi mungkin
lalu dipotong.
b. Hernio plastic : dilakukan tindakan-tindakan memperkecil annulus
inguinalis iterus dan memperkuat dinding belakang kanalis
inguinalis.
c. Hernioraphy : memotong seluruh kantong hernia atau dengan
menjepit defek (bagian lemak di dinding rongga yang bersangkutan)
didalam fasia.
2. Keperawatan
a. Observasi keadaan klien
b. Cek tanda-tanda vital
c. Merawat luka operasi
d. Perhatikan drainase
e. Penuhi nutrisi klien
f. Mobilisasi diri
g. Diet

K. FOKUS INTERVENSI KEPERAWATAN


1. Pre Operasi
a. Nyeri akut b.d agen cedera biologis
NOC : Kontrol Nyeri
NIC : Manajemen Nyeri
b. Ansietas b.d stresor
NOC : Tingkat Kecemasan
NIC : Teknik Menenangkan
c. Defisiensi pengetahuan b.d kurang sumber pengetahuan
NOC : Pengetahuan : Proses Penyakit
NIC : Pengajaran : Proses Penyakit
2. Post Operasi
a. Nyeri akut b.d agen cedera fisik
NOC : Kontrol nyeri
NIC : Manajemen Nyeri
b. Hambatan mobilitas fisik b.d nyeri
NOC : Kemampuan berpindah
NIC : Terapi latihan : Ambulasi

L. DAFTAR PUSTAKA
http://www.yankes.kemkes.go.id/read-asuhan-keperawatan-pada-hernia-
5231.html

file:///E:/RSUD%20CILACAP/BAGAS%20ANGGARA%20PERMADI%
20BAB%20II.pdf
http://www.academia.edu/10049061/ASUHAN_KEPERAWATAN_PRE_
INTRA_DAN_POS_OPERASI
https://www.academia.edu/7543126/Askep_hernia