Anda di halaman 1dari 2

a.

Informasi yang harus di peroleh


1. Laporan keuangan tahunan perusahaan
2. Sistem yang disediakan
Apakah sudah tersedia online trading atau hanya offline trading ,tergantung
kebutuhan kita apakah kita ingin melakukan jual beli sendiri atau
membutuhkan seorang dealer untuk membantu kita transaksi jual
beli.Biasanya untuk online trading selalu memberikan data transaksi secara
real time namun kita perlu cermati seberapa cepatnya sistem menyediakan
data tersebut.
3. Fee yang di tawarkan
Normalnya setiap kita transaksi melalui Perusahaan Sekuritas kita akan
dikenakan broker fee atau biaya yang dikenakan tiap kita transaksi jual
maupun transaksi beli,jumlahnya tidak terlalu besar,umumnya kita
transaksi beli dikenakan biaya sekitar 0,25% dari jumlah transaksi beli kita
dan 0,35% dari jumlah transaksi jual kita.Didalam biaya itu biasanya sudah
termasuk PPN dan Lainnya.
4. Reputasi
Hal ini mungkin dianggap kecil oleh sebagian orang karena tertutup oleh
penawaran yang menggiurkan,namun hal ini menjadi sangat penting sekali
karena reputasi menentukan tingkat kepercayaan seseorang.
5. Pelayanan
Dalam hal ini berarti kesediaaan suatu perusahaan sekuritas itu untuk
menyediakan pelayanan kepada nasabah dengan baik,dapat berupa
keterbukaan informasi yangaktual hingga pelayanan customer service yang
baik
6. Resiko

a. Peran pialang atau broker


Keberadaan pialang atau broker dalam aktivitas jual beli saham di bursa
efek adalah suatu hal yang mutlak. Investor tidak akan bisa membeli dan atau
menjual saham jika tidak ada broker karena berinvestasi saham senantiasa
membutuhkan jasa broker. Begitulah aturannya.
Karena itu, keberadaan broker selalu melekat dalam kegiatan jual-beli
efek. Tapi, harus diingat, broker di sini bukanlah individu-individu, melainkan
perusahaan yang memang bergerak di bidang jasa jual-beli efek atau perantara
pedagang efek yang mempekerjakan orang-orang yang punya lisensi khusus
sebagai Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE).
Memang tidak semua perusahaan broker memanjakan investornya
dengan fasilitas menawan. Bagi investor yang orientasinya pada biaya transaksi
(transaction fee) yang murah, mereka cenderung berinvestasi di perusahaan
sekuritas yang fasilitasnya standar. Ini biasanya dilakukan oleh investor kecil
yang suka bertransaksi cepat berdasarkan insting.
Investor seperti ini sangat aktif melakukan jual-beli meski tidak didukung
modal berlimpah. Sedangkan investor yang besar, institusi atau bahkan
investor asing, mereka biasanya lebih memilih perusahaan broker yang
memberikan fasilitas lengkap. Investor besar ini biasanya bertransaksi rasional
dan atas dasar fundamental.
Mereka sangat mengacu pada hasil riset. Investor besar selalu mencari
broker yang andal, broker yang mempunyai divisi riset yang bagus. Tidak
sedikit investor yang loyal hanya gara-gara produk riset yang dihasilkan
perusahaan sekuritas. Jika hasil riset dan rekomendasi yang diberikan sering
akurat, jarang yang meleset, maka ia akan didekati investor.
Semakin rendah tingkat kesalahan dari rekomendasi, semakin andal
perusahaan tersebut. Rekomendasi seperti itu pasti diperoleh dari hasil riset
yang memadai. Melalui hasil riset, investor dapat mengetahui tren dari sektor
usaha yang diminatinya. Dengan demikian, investor dapat memprediksi hasil
investasinya.