Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

PSIKOLOGI KOMUNIKASI

PERAN AGENDA MEDIA DALAM MEMBENTUK OPINI


PUBLIK

DISUSUN OLEH :

YUSRI SYAUQIL ISLAM


A15.2018.01260

UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO


FAKULTAS ILMU KOMPUTER
2018/2019

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan
karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Peran
Agenda Media dalam Membentuk Opini Publik”. Keberhasilan dalam pembuatan
makalah ini juga tidak lepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak,
untuk itu kami ucapkan terima kasih.

Kami berharap semoga dengan adanya makalah ini dapat berguna bagi
orang yang membacanya. Kami sadar bahwa dalam pembuatan makalah ini belum
sempurna, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat
membangun. Serta semoga makalah ini tercatat menjadi motivator bagi penulis
untuk penulisan makalah yang lebih baik dan bermanfaat.

Semarang, 08 Juli 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ ii


DAFTAR ISI...................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................iv
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................. viii

2.1 PENGERTIAN KOMUNIKASI MASSA ........................................................ viii


2.2 TEORI EFEK KOMUNIKASI MASSA .......................................................... viii
2.2.1 STIMULUS RESPON .............................................................................. viii
2.2.2 INFORMATION SEEKING.......................................................................ix
2.2.3 AGENDA SETTING ..................................................................................ix

BAB III ANALISA KASUS ...............................................................................................xi


BAB IV PENUTUP .......................................................................................................... xiii

4.1 SIMPULAN ...................................................................................................... xiii

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... xiv

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Komunikasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam
kehidupan sehari-hari. Melalui komunikasi seseorang tumbuh dan belajar,
menemukan pribadinya dan orang lain. Komunikasi tidak hanya terpaku
pada komunikasi interpersonal dan antarpersonal saja, komunikasi massa
menjadi bagian penting dalam ruang lingkup ilmu komunikasi. Menurut
Bittner (Rakhmat,2003:188 ) komunikasi massa adalah pesan yang
dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang. Jadi
komunikasi massa menjadi media alat atau saluran dalam penyampaian
pesan. Tanpa media tidak ada yang disebut komunikasi massa.
Alternatif komunikasi masyarakat modern saat ini menyebabkan
tuntutan manusia terhadap kebutuhan informasi semakin tinggi. Hal ini
turut melahirkan kemajuan yang cukup signifikan dalam bidang teknologi.
Peningkatan di bidang teknologi, informasi serta komunikasi
mengakibatkan dunia tidak lagi mengenal batas, jarak, ruang, dan waktu.
Seseorang dapat dengan mudah mengakses informasi penting tentang
fenomena kejadian di belahan dunia, tanpa harus berada ditempat tersebut.
Padahal untuk mencapai tempat itu memakan waktu berjam-jam, namun
hanya dengan seperangkat komputer yang memiliki konektivitas internet,
informasi dapat diperoleh dalam hitungan detik.
Internet (interconnection networking) merupakan jejaring
komputer yang dapat menghubungkan suatu komputer atau jaringan
komputer dengan jejaring komputer lain, sehingga dapat berkomunikasi
atau berbagi data tanpa melihat jenis komputer itu sendiri. Seperti yang
diketahui internet merupakan bentuk konvergensi dari beberapa teknologi
penting terdahulu, seperti komputer, televisi, radio, dan telepon (Bungin,
2006 : 135).

iv
Hadirnya internet pada era globalisasi saat ini telah memunculkan
media baru (new media), produk dari internet umumnya telah dikenal
dengan sebutan media online. Media online adalah sasaran empuk bagi
para jurnalis untuk mempublikasikan informasi yang telah didapatnya,
juga menjadi sarang berita yang banyak dinanti-nanti oleh masyarakat.
Sekecil apapun suatu pemberitaan yang telah disajikan dalam media online
dan dikemas dengan menarik, maka akan menjadi informasi yang akan
dibaca oleh masyarakat yang pada saat ini mayoritas terkena sindrom
online dimana pun, kapan pun dan dalam keadaan apa pun.
Peranan media online yang begitu besar dalam proses penyebaran
informasi dengan mudah mampu membentuk opini publik. Banyak ragam
yang ditawarkan oleh media online diantaranya berupa penyajian berita.
Detik.com adalah salah satu contoh dari media online yang menyajikan
berita dengan tingkat kredibilitas yang baik. Pengertian kredibilitas adalah
keadaan/kondisi yang dapat dipercaya dan bisa dipertanggung jawabkan
sebagaimana mestinya. Pengertian kredibilitas informasi berarti informasi
tersebut bisa dipercaya oleh para pengguna informasi dan apabila
informasi tersebut terdapat kesalahan, maka kesalahan tersebut tidaklah
banyak serta sumber informasinya bisa dipertanggingjawabkan secara
hokum. Detik.com pernah membahas tentang kata-kata Wali Kota
Semarang Hendrar Prihadi. Berdasarkan berita media online dari
detik.com pada tanggal 13 Maret 2019 dengan judul: Wali Kota Hendi
Targetkan Semarang Jadi Kota Sehat

“Keberhasilan juga dicapai Hendi di bidang kesehatan dengan


melakukan upaya-upaya yang berhasil menurunkan peringkat kota
Semarang dalam hal penyakit DBD. Oleh karena itu, pihaknya pun
optimis bila setiap pihak bersinergi dan berfokus pada masyarakat maka
penghargaan WISTARA akan berhasil diraih.”

v
Adanya pemberitaan seperti diatas memberikan masyarakat
Semarang sebuah optimisme untuk menjadikan kotanya sebagai kota sehat
dan mendapat penghargaan WISTARA. Tidak lama selang beberapa bulan
setelah pemberitaan tersebut pada tanggal Senin, 08 Juli 2019, beredar
kabar bahwa sungai di desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten
Semarang mengeluhkan air sungai di wilayahnya hitam dan berlendir.
Padahal aliran Sungai Sikendil dan Selilin di desa tersebut dibutuhkan
warga untuk kebutuhan mandi dan irigasi.

Gambar 1. Air sampel yang diambil untuk di teliti kandungannya

Berita yang serupa dari detik.com pada tanggal 10 Juli 2019


dengan judul: Puluhan Drum Limbah Berbahaya di Sungai BKB Semarang Dievakuasi

“Warga menemukan sekitar 50 drum limbah berbahaya di bantaran


Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang. Limbah tersebut kini dievakuasi
agar tak mencemari sungai dan sumber air PDAM.”

Masyarakat yang awalnya pada tingkat optimis yang tinggi dengan


perkataan Wali Kota Semarang kini mulai turun karena kejadian-kejadian diatas
masih belum terselesaikan. Untuk itu akan menarik untuk diketahui bagaimana
pengaruh media sosial terhadap agenda setting media massa serta pengaruhnya
pada pola perilaku konsumen media massa khususnya di Semarang.

vi
1.2 TUJUAN
Untuk menganalisa agenda setting oleh detik.com dari agenda media,
agenda publik, dan agenda kebijakan di wilayah Semarang.

vii
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN KOMUNIKASI MASSA


Komunikasi massa diadopsi dari bahasa inggris, mass
communication kependekan dari mass media communication (komunikasi
media massa). Artinya,komunikasi yang menggunakan media massa atau
komunikasi yang “mass mediated”. Istilah mass communication atau
communication diartikan sebagai salurannya,yaitu mass media (media
massa) kependekan dari media of mass communication (Susanto,1974).
Menurut Pool (1973), komunikasi massa didefinisikan sebagai
komunikasi yang berlangsung dalam situasi interposed ketika narasumber
dan penerima tidak terjadi kontak secara langsung, pesan-pesan
komunikasi mengalir kepada penerima melalui saluran-saluran media
massa seperti surat kabar, majalah, radio, film atau televisi.
2.2 TEORI EFEK KOMUNIKASI MASSA
2.2.1 STIMULUS RESPON
Stimulus respon merupakan suatu prinsip belajar yang sederhana,
dimana efek merupakan reaksi terhadap stimulus tertentu. Dengan
demikian dapat dipahami adanya antara kaitan pesan pada media dan
reaksi audien. Elemen utama dari stimulus respon antara lain :
 Stimulus (pesan)
 Penerima
 Efek (respons)
Asumsi dasar yang dapat dilihat dari stimulus respon adalah segala
bentuk pesan yang disampaikan baik verbal dan non verbal dapat
menimbulkan respons. Jika kualitas ransangan stimulus yang diberikan
baik akan sangat besar mempengaruhi respon yang ditimbulkan. Individu
dalam komunikasi tersebut mempengaruhi munculnya respon juga.
Stimulus yang disampaikan kepada komunikan dapat diterima atau

viii
ditolak. Perhatian dari komunikan akan mempengaruhi proses komunikasi.
Komunikan mengerti merupakan proses komunikasi selanjutnya. Setelah
komunikan mengolah dan menerimanya, maka terjadilah kesedian
mengubah sikap.
2.2.2 INFORMATION SEEKING
Information seeking yang dikemukakan Donohew dan Tipton
(1973) menjelaskan mengenai usaha mencari, penghindaran, dan pemroses
informasi, dan disebut memiliki akar dari pemikiran psikologi sosial
tentang kesesuaian sikap.
2.2.3 AGENDA SETTING
Cohen (1963) telah mendefinisikan ide Lipman ke dalam teori
agenda-setting. Cohen menulis:
“Barangkali mereka (pers) tidak terlalu sukses dalam menyuruh
apa yang dipikirkan seseorang, tetapi merka biasanya sukses
menyuruh orang mengenai apa yang seharusnya mereka pikirkan”
(Baran&Davis, 2010:61)
Apa yang disampaikan Cohen menjadi pondasi penting dari teori
agenda-setting. McCombs dan Shaw (1972) berpendapat bahwa terdapat
relasi yang cukup kuat dan signifikan di antara isu yang diagendakan oleh
media massa dengan isu yang menjadi agenda publik. Stephen W.
Littlejohn (dalam Tambukara, 2012:68-69) berkata, agenda-setting
beroperasi dalam tiga bagian sebagai berikut:
1. Agenda media sendiri itu harus diformulakan. Tahapan ini
akan menimbulkan masalah bagaimana agenda media itu
terbentuk pada kali pertama.
2. Agenda media akan mempengaruhi atau berhubungan
dengan agenda publik atau kepentingan isu tertentu
terhadap publik.
3. Agenda publik memengaruhi atau berhubungan dengan
agenda kebijakan. Agenda kebijakan adalah proses

ix
pembentukan kebijakan publik yang dinilai penting bagi
individu.

x
BAB III
ANALISA KASUS
Seperti yang sudah dijabarkan diatas, masyarakat Semarang mimiliki
optimisme untuk menjadikan kota Semarang sebagai kota sehat dan medapatkan
penghargaan WISTARA. Seperti yang disampaikan oleh detik.com pada tanggal
13 Maret 2019 dengan judul: Wali Kota Hendi Targetkan Semarang Jadi Kota Sehat

“Keberhasilan juga dicapai Hendi di bidang kesehatan dengan


melakukan upaya-upaya yang berhasil menurunkan peringkat kota
Semarang dalam hal penyakit DBD. Oleh karena itu, pihaknya pun
optimis bila setiap pihak bersinergi dan berfokus pada masyarakat maka
penghargaan WISTARA akan berhasil diraih.”

Pernyataan yang diberikan oleh detik.com adalah sebagai asusmsi dasar


sekaligus stimulus (pesan) yang diberikan kepada masyarakat kota Semarang
untuk mendapatkan efek (response) berupa perasaan optimis untuk mencapai
tujuan sebagai kota sehat.

Diberitakan lagi oleh detik.com pada tanggal 8 Juli 2019 dengan judul:
Iyuh… Air Sungai di Kota Semarang Ini Hitam dan Berlendir karena Limbah

"Kami sudah tidak bisa lagi memanfaatkan air sungai untuk mandi
dan irigasi persawahan bagi petani. Jelas ini mengganggu, terlebih air
menjadi keruh, berlendir dan baunya menyengat saat pagi dan malam
hari," jelas Joko Rintis Sudibyo Warga RT 8 RW 1 Desa Klepu, saat
menemani detikcom mengamati lokasi Sungai Sikendil, Senin (8/07/2019)”

Berita yang serupa dari detik.com pada tanggal 10 Juli 2019 dengan judul:
Puluhan Drum Limbah Berbahaya di Sungai BKB Semarang Dievakuasi

“Warga menemukan sekitar 50 drum limbah berbahaya di bantaran


Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang. Limbah tersebut kini dievakuasi
agar tak mencemari sungai dan sumber air PDAM.”

Masyarakat di wilayah Semarang yang awalnya optimis untuk mengejar


predikat kota sehat mulai hilang. Mulai dari sini kita dapat melihat peranan
agenda setting juga diperlukan untuk menetapkan minat masyarakat pada satu

xi
topik. Topik yang sedang kita bahas adalah sanitasi dan kesehatan masyarakat di
wilayah Semarang.

Setelah beredarnya informasi bahwa pemerintah masih kurang gencar


dalam mengejar target untuk menjadikan kota Semarang sebagai kota sehat,
masyarakat melalui platform media sosial mulai memberikan efek (response).

Gambar 2. Potongan layar cuitan warganet di jejaring sosial Twitter

Namun hingga saat makalah ini dibuat, masih belum ada tanggapan resmi
dari Pemerintah Kota Semarang untuk menghadapi agenda publik tersebut.

xii
BAB IV
PENUTUP

4.1 SIMPULAN

Kekuatan media yang dianggap mempunyai kredibilitas informasi dalam


membentuk opini publik sangatlah mudah apalagi didukung dengan fakta yang
sangat kuat.

xiii
DAFTAR PUSTAKA

Baran, Stanley. J & Davis, Dennis K. 2010. Teori Dasar Komunikasi,


Pergolakan dan Masa Depan Massa. Jakarta : Salemba Humanika
Hidjanto Djamal Andi Fachrudin. 2011. Dasar Dasar Penyiaran: Sejarah
Organisasi Operasional dan Regulasi. Jakarta : Kencana
Rakhmat. Jalaluddin. 2003. Psikologi Komunikasi. Bandung. PT. Remaja
Rosdakarya
Tamburaka, Apriadi. 2012. Agenda Setting Media Massa. Jakarta: RajaGrafindo
Wiryant. 2002. Teori Komunikasi Massa. Jakarta : Grasindo
Dari Internet:
Aji Kusuma Admaja. 2019. Iyuh…Air Sungai di Semarang Ini Hitam dan
Berlendir karena Limbah di http://news.detik.com (di akses 7 Juli)
Angling Adhitya Purbaya. 2019. Puluhan Drum Limbah Berbahaya di Sungai
BKB Semarang Dievakuasi di http://news.detik.com (di akses 8 Juli)
Nabilla Nufianty Putri. 2019. Wali Kota Hendi Targetkan Semarang Jadi Kota Sehat
di https://news.detik.com (di akses 8 Juli)

xiv