Anda di halaman 1dari 9

Galuh Ethnic Carnival 2019, Melestarikan

Budaya Tradisional
Nurhandoko Selasa, 25 Jun 2019, 21:33
JAWA BARAT

Galuh Ethnic Carnival 2019.*/NURHANDOKO/PR


CIAMIS,(PR).- Kesenian tradisional dari berbagai wilayah mewarnai kegiatan Galuh
Ethnic Carnival (GEC) 2019. Dengan kemasan menarik, kesenian tradisional tersebut
mampu memukau warga yang memadati Taman Rafflesia dan Alun-Alun Ciamis,
Selasa, 25 Juni 2019.

Galuh Ethnic Carnival menjadi puncak gelaran seni memperingati HUT ke-377
Kabupaten Ciamis. Agenda kesenian dipadukan dengan pameran seni budaya kali ini,
merupakan pagelaran kedua kali. Tampak hadir menyaksikan gelaran seni Bupati
Ciamis Herdiat Sunarya, didampingi Wakil Bupati Yana D Putra, Ketua DPRD Ciamis
Nanang Permana serta pejabat lainnya.

Sebelum tampil di depan panggung utama di Alun-alun Ciamis, rombongan berangkat


dari kompleks Islamic Center Ciamis, sekitar dua kilometer dari tempat tersebut.
Selama perjalanan aneka macam perkakas seni tradisional seperti gendang, seruling,
rebana dan lainnya terus dibunyikan. Masyarakat tampak ikut menyambut iring-iringan
gelaran kesenian terbesar di tatar Galuh Ciamis ini.

Berbagai kesenian tradisional yang ditampilkan di antaranya pontrang Kecamatan


Cimaragas, Mengleng, Mabokuy asal Kecamatan Rajadesa menampilkan sosok
raksasa yang memakai aneka peralatan dapur yang dibuat dari anyaman bambu.
Bebegig sawah Kawali, dimana pemainnya juga mengenakan topeng menyeramkan
dipadu dengan jerami. Barongan asal Purwadadi.

Kemudian Bebegig Baladewa kecamatan Sukamantri yang sebelumnya juga sudah


ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda. Pemain mengenakan topeng dengan
ekspresi menyeramkan, rambut gimbal yang disusun dari bunga rotan, ijuk, tidak
ketinggalan kelontongan yang digantung di belakang.

Selain itu juga kesenian dari Bandung barat, Indramayu, Karawang yang mengirim tim
kesenian egrang yang menjulang tinggi , Garut dengan seni Badawang. Kota Banjar
serta terakhir Kabupaten Purwakarta, yang menampilkan penari membawa sapulidi.
Semua pentas seni yang ditampilkan, mampu menyedot perhatian seluruh penonton.

“Ini merupakan momen yang sangat baik bertemunya aneka kesenian tradisional yang
selama ini berkembang di tengah masyarakat tatar Galuh. Kegiatan Galuh Ethnic
Carnival serta pameran budaya, merupakan salah satu rangkaian kegiatan memeringati
Hut Kabupaten Ciamis ke-377,” kata Bupati Ciamis Herdiat Sunarya.

Dia juga mengaku terpesona dengan aneka kesenian tradisi yang selama ini tumbuh
dan berkembang di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga menunjukkan kenekaragaman
budaya baik yang benda mauoun warisan budaya tidak benda, baik yang tradisional
maupun kontemporer.

“Kegiatan GEC ini bakal menjadi agenda hari jadi Ciamis. Paling tidak GEC dapat ikut
memberi sentuhan upaya pelestarian kebudayaan tradisional, sebagi bagian tidak
terpisahkan dari kebudayaan nusantara. Kami juga berharap hal tersbeut mampu
menarik wisatawan,” tuturnya.

Herdiat mengungkapkan beberapa tradisi tatar galuh Ciamis keberadaannya sudah


diakui secara nasional. Di antaranya tradisi Nyangku Kecamatan Panjalu, Bebegig
Kecamatan Sukamantri, serta gondang buhun Kecamatan Tambaksari. “Kesenian
tersebut diakui sebagai warisan budaya tak benda nasional,” katanya.***

(sumber: https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2019/06/25/galuh-ethnic-carnival-2019-
melestarikan-budaya-tradisional)
9 Macam Kesenian Tradisional Khas Sunda
May 23, 2016 Budaya Indonesia

Selain budayanya, masyarakat Sunda juga terkenal kaya akan keseniannya. Nama Sunda
berasal dari “su” artinya baik dan nda adalah kalimat penyambung/khiasan. Masyarakat
Sunda yang terkenal dengan ramah tamahnya mempunyai berbagai sejarahyang
menghasilkan berbagai kesenian tradisional. Orang-orangnya pun diyakini memiliki karakter
yang baik dan ramah. Sesuai semboyannya Someah Hade ka Semah artinya sangat ramah
pada tamu. Budaya orang Sunda memang terkenal sangat ramah, murah senyum, lemah-
lebut, periang, mereka pun sangat menghormati orang yang lebih tua, hal-hal seperti itu
sudah diajarkan sejak mereka duduk di bangku SD. Hanya saja berbaurnya masyarakat
luar, membuat budaya bercampur. Adat istiadat masyarakat Sunda perlahan memudar.

Walau begitu, ternyata kesenian tradisional Sunda masih dilestarikan. Tidak sedikit
kesenian Sunda yang tetap dibudidayakan hingga sekarang. Kesenian apa saja ya?

Berikut adalah Kesenian Tradisional Khas


Sunda :
1. Wayang Golek
Wayang golek mirip dengan wayang kulit ya. Tapi 2 jenis wayang ini ternyata berbeda
bentuk lho. Wayang itu sendiri mengandung arti boneka tiruan manusia yang terbuat dari
pahatan kayu atau kulit. Nah, sekarang tau kan perbedaan wayang kulit dan wayang golek.
Dalam pertunjukan wayang golek, sang dalang selalu menggunakan bahasa daerahnya.
Ciri-ciri kesenian wayang adalah selalu membutuhkan bantuan Dalang yaitu sebutan untuk
orang yang mengendalikan para wayang. 1 dalang bisa memainkan 4-10 karakter wayang.
Namun sayang, dengan karakter suara yang berbeda-beda dari tiap karakter
wayang, membuat kesenian ini kian sepi. Suara yang berubah-rubah membuat profesi
dalang sedikit peminatnya. Tidak putus asa disini, ternyata ada perkumpulan untuk orang-
orang yang ingin belajar menjadi dalang lho namanya Yayasan Citra Dangiang Seni. Kamu
pecinta seni sunda? Lestarikan budaya sunda. Kalau bukan kita, siapa lagi?

2. Tari Jaipongan
Jaipongan adalah jenis tarian traidisional Sunda, tepatnya dari Karawang. Lahir dari tangan
kreatif H. Suanda pada tahun 1976. Tarian Jaipongan adalah campuran dari seni lain
seperti pencak silat, topeng banjet, ketuk tilu, wayang golek dan lain-lain. Tarian ini sangat
pesat berkembangnya, musiknya pun diiringi oleh degung, ketuk, rebab, gendang, kecrek,
sinden, dan goong. Cocok ya, tari tradisional iringan musiknya juga tradisional, pakaiannya
pun menggunakan pakaian tradisional Sunda yang terdiri dari sampur, apok dan sinjang.
Biasanya penari berlenggak lenggok mengikuti instrumen musiknya. Walau terdengar
gampang, sebenarnya tarian ini lebih susah karena membutuhkan kelenturan tubuh.

3. Degung

Seperti yang pernah dibahas pada artikel sebelumnya tentang alat musik tradisional
Bandung, Degung menjadi alat tradisional Bandung yang sudah terkenal di penjuru
Indonesia. Degung pertama kali dibuat oleh H.J Oosting sejak 1879. Diambil dari bahasa
belanda “De Gong” artinya gamelan. Alat musik ini kian marak hingga sekarang
dan mengundang banyak peminat seni.
Kalau didengar bunyinya sih, bisa mengiringi musik dangdut, Jaipongan, mengiringi Sinden,
dan lain-lain. Berkesan tradisional, tapi ini lhooo identitas kesenian Sunda.

4. Rampak Gendang
Alat tradisional sunda yang satu lagi yaitu rampak gendang. Kata rempak gendang diambil
dari kalimat gendang serempak. Yang terdiri dari beberapa gendang, gong, saron dan
dimainkan secara serempak. Tidak jarang alat musik ini dimainkan banyak orang bahkan
bisa lebih dari 10 orang. Mereka berkolaborasi memadukan musiknya.

Kendang yang dipakaipun terdiri dari 2 kendang, yaitu kendang berdiri dan duduk. Rempak
gendang biasanya dipadukan dengan berbagai alat musik seperti gitar, gamelan degung,
rebab. Akhir-akhir ini rempak gendang dikolaborasikan dengan tari jaipong, musik dangdut,
sampai lagu pop. Alat musik ini berkesan energik, keren dan bersemangat.

5. Sisingaan
Sisingaan mulai diciptakan pada tahun 1975, berasal dari kota Subang. Sebelum
terciptanya kesenian ini, para seniman berdiskusi tentang kesenian Reog di Jawa Timur
yang sangat menarik minat, maka diciptakanlah kesenian yang mampu menunjukan
identitas khas Sunda.

Menurut perkembangannya kesenian Sisingaan sangat cepat merambat ke setiap daerah.


Ciri khasnya membawa boneka-boneka Singa diiringi 4 penggotong pada 1 singa.
Sisingaan pun terbuat dari beberapa jenis. Kayu penggotong terbuat dari bambu, singa
tersebut juga terbuat dari kayu, bulu-bulu ekornya terbuat dari benang rafia, dan badannya
dibungkus oleh kain hingga benar-benar mirip Singa.

Tradisi ini biasanya diadakan untuk menerima tamu khusus, khitanan/sunatan, hari besar
dan acara khusus kesenian. Bila kamu ingin melihat secara langsung kesenian Sisingaan,
masyarakat Subang selalu mengadakannya pada tanggal 5 April tiap hahunnya, lokasinya
di setiap kecamatan di daerah Subang.

6. Kuda Renggong
Kesenian lain yang berasal dari Sunda adalah Kuda renggong, tarian ini berasal dari
Sumedang, Renggong disini artinya keterampilan, kuda yang digunakan telah dilatih
untuk menari mengikuti irama musik, kuda yang dipilih pun tidak berbadan loyo, rata-rata
berbadan tegap dan kuat. Musik yang mengiringinya adalah kendang, tapi dengan
berkembangannya zaman musik yang digunakan pun bisa apa saja. Kalau dilihat selintas,
acara ini bisa bikin ketawa karena kuda bisa jingkrak-jingkrak, geleng-geleng kepala
mengikuti alunan musik.

Sejarah kuda renggong ini pertama kali muncul dari desa Cikurubuk hingga menyebar ke
kabupaten Sumedang.

7. Bajidoran
Bajidoran adalah sebuah kesenian rakyat yang berasal dari Subang dan Karawang. Para
penari atau yang biasa disebut Ronggeng akan melenggak lenggok menari mengikuti
tabuhan gendang dan gamelan. Para pria mendekati dan menyawerkan uang pada
Renggong, seseorang yang menyawerkan uang biasanya di sebut Bajidor.

Menurut sejarahnya, Bajidoran lahir pada tahun 1990-an. Kesenian ini perpaduan dari
dangdut, jaipongan dan ketuk tilu. Di zaman sekarang kesenian Bajidoran sudah sangat
kurang peminatnya, ada pun yang melestarikan tarian ini tidak seperti dulu. Jika zaman
dulu sangat memperdulikan ketukan tabuhan gendang, sekarang bisa dikombinasikan
dengan tabuhan gendang beraliran pop.

8. Cianjuran
Cianjuran adalah kesenian dari Cianjur, sebenarnya nama alat musik ini adalah mamaos.
Alat musik khas sunda sejak tahun 1930. Alat musik ini terdiri dari kecapi ricik, dipadukan
dengan suling, rebab, dan kacapi indung. Dibarengi oleh penyanyi dengan berbahasa
Sunda, bernyanyi dengan cengkok mirip Sinden. Bila didengar selintas, kecapi ini mirip lho
dengan kecapi tradisional khas China.

Seni cianjuran awalnya hanya menyanyikan seni Pantun yang dilagukan. Lirik diambil dari
kisah pantun Mundinglaya Dikusumah. Terdengarnya sih seperti gampang, tapi coba deh.
Di Sunda itu sendiri, biasanya Cianjuran digunakan di perayaan pernikahan, khitanan,
hiburan dan upacara adat. Bagaimana? Mau coba seni musik Cianjuran?

9. Kacapi Suling
Jika kita selidiki, hampir semua kesenian khas sunda, terutama seni vokal selalu ada
cengkok-cengkoknya. Kenapa ya? Mungkin disini nilai estetikanya. Inilahhh… salah satu
kesenian yang benar-benar menggambarkan budaya Sunda. Sesuai namanya, kecapi
suling yang terdiri dari instrument kecapi dan suling.
Nah, untuk kamu yang ingin dengar lagu yang menyejukan hati ketika fikiran lagi penat,
bisa download lagu kacapi suling. Adem banget, apalagi bila diiringi suara air mengalir dan
burung yang berkicau. Kalau zaman dulu, lagu kecapi suling sering disiarkan oleh radio
Sunda kalau didengar bisa bikin ngantuk karena bikin hati tenang.

Senin, 08 Jul 2019 08:58 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenalkan Kembali Seni Tradisional


Jabar di BYMS Cimahi
Alfi Kholisdinuka
detikTravel

Share 0 Tweet 0 Share 0 0 komentar

Foto: Alfi Kholisnuda/detikcom

Cimahi - Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki budaya dan kesenian tradisional, baik
berupa tarian atau berbagai pertunjukan lainnya. Namun, seiring perkembangan zaman,
kesenian tradisional ini kian hari makin meredup karena kurangnya inovasi yang dihadirkan.

Untuk meningkatkan kembali kesadaran mencintai kesenian tradisional Indonesia di berbagai


daerah, Yamaha mengadakan pameran tahunan Blue Core Yamaha Motor Show (BYMS) 2019
di berbagai daerah, salah satunya di Cimahi, Bandung yang menjadi kota kelima dalam
gelarannya.

Tidak hanya menyajikan konten berupa kendaraan bermotor saja tetapi banyak sekali
rangkaian acara yang dikemas menarik dan menghibur masyarakat dengan berbagai
penampilan kesenian khas Jawa Barat.
Chief Yamaha Jawa Barat Johannes BMS mengatakan, selain mengapresiasi konsumen setia
Yamaha, di BYMS 2019 Cimahi ini pihaknya juga mencoba menghadirkan rangkaian acara
berupa kesenian khas Jawa Barat sebagai bentuk hiburan dan edukasi agar kesenian tersebut
selalu dilestarikan.

"Melalui Blue Core Yamaha Motor Show dengan konsep pesta rakyat ini diharapkan lebih
mendekatkan lagi Yamaha kepada masyarakat khususnya masyarakat sekitar Cimahi,
Bandung," ujar Johannes di Lapangan Brigif Cimahi, Minggu (7/7/2019).

Lantas kesenian apa saja yang dihadirkan di BYMS Cimahi ini, berikut daftarnya.

1. Sisingaan

Salah satu kekayaan budaya yang berasal dari daerah Subang, Jawa Barat ini dikenal dengan
Sebutan Gotong Singa atau Odong-odong. Kesenian Sisingaan ini dimainkan untuk acara-
acara khusus seperti acara menerima tamu kehormatan, atau acara hari-hari besar dan
sebagainya.

Terlihat empat orang pemuda menggendong Sisingaan yang dinaiki oleh anak kecil. Sambil
menari mengikuti irama lagu khas banyak pengunjung mengabadikan tarian kesenian
tradisional ini. Sesekali berbagai atraksi pun ditunjukkan oleh pelaku seni tersebut.

2. Barong

Barong ini adalah sejenis permainan atau kesenian tari dari Ujungberung, Bandung, Jawa
Barat. Kesenian ini dimainkan oleh penari yang memainkan karakter barong dengan memakai
Topeng Barong, sedangkan kostumnya memakai karung goni.

Di depan panggung utama BYMS pengunjung pun tampak terkaget melihat kesenian barong ini,
aksinya yang lincah menghampiri pengunjung yang menyaksikan membuat ditakuti. Meski
demikian pengunjung merasa terhibur dengan karakter seni satu ini.

3. Jiadang Lumping

Nah yang paling bikin degdegan masyarakat Cimahi di BYMS ini adalah sajian dari jiadang
lumping. Penari pria yang awalnya menari biasa mengikuti iringan lagu, tiba-tiba dibuat
kesurupan sehingga ia menari tidak beraturan dan sesekali menghampiri pengunjung yang
menyaksikan. Meski demikian pengunjung tetap terhibur dan mengapresiasi dengan
memberikan pecahan uang di tengah-tengah pertunjukan tersebut.

Keseruan acara BYMS 2019 ini masih akan berlanjut di berbagai kota selanjutnya dan akan
diakhiri di kota Makassar pada bulan Agustus mendatang.