Anda di halaman 1dari 6

PEMANTAUAN PELAKSANAAN

KEBIJAKAN DAN PROSEDUR


PENANGANAN LIMBAH
BERBAHAYA
Nomor Dokumen :
Nomor Revisi :
SOP
Tanggal Berlaku :
Halaman : /
PUSKESMAS
drg.Anna kusumawardani
RAWAT INAP
Nip. 196202281998032002
SUNGAI BAHAR VII
1. Pengertian Prosedur kegiatan yang dilakukan dalam upaya penanganan limbah
berbahaya oleh semua petugas.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah – langkah untuk memastikan
pelaksanaan dan penanganan limbah berbahaya tidak menimbulkan
pencemaran dan membahayakan lingkungan sehingga jika terjadi sesuatu
yang tidak diinginkan akan dapat ditelusuri penyebabnya.
3. Kebijakan Sk Kepala Puskesmas Rawat Inap Sungai Bahar VII Nomor
/ /PKM-SB.VII/ I /2019 tentang Pemantauan, Pemeliharaan, Perbaikan
Sarana dan Peralatan.
Sk Kepala Puskesmas Rawat Inap Sungai Bahar VII Nomor
/ /PKM-SB.VII/ I /2019 tentang Inventarisasi, Pengelolaan,
Penyimpanan, dan Penggunaan Bahan Berbahaya.
4. Referensi Permenkes nomor 13 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelayanan
Kesehatan Lingkungan di Puskesmas.
Undang –Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang
Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2001 tentang
Pengelolaan Bahan kimia dan Beracun.
5. Prosedur/ Langkah Identifikasi Limbah berbahaya :
Kerja 1. Sanitarian dan petugas terkait :
a. Masing-masing penghasil limbah berbahaya mengidentifikasi jenis
dan jumlah limbah berbahaya yang secara periodik dihasilkan oleh
unit tersebut.
b. Identifikasi tersebut ditulis dalam buku inventaris oleh masing –
masing unit penanggung jawab.
Pengumpulan Limbah Berbahaya :
2. Petugas Laboratorium :
a. Masing – masing penghasil limbah berbahaya mengidentifikasi jenis
dan jumlah limbah berbahaya yang secara periodik dihasilkan oleh
unit tersebut.
b. Masing-masing unit melaporkan hasil limbah berbahaya kepada
sanitarian tentang jenis dan jumlah limbah yang akan diserahkan
dengan mengisi laporan bulanan limbah berbahaya.
c. Penghasil limbah berbahaya mengangkut limbah berbahaya ke
gudang penyimpanan sementara limbah berbahaya.
d. Limbah dari masing- masing unit di tempat sampah dan jerigen
berwarna BIRU, apabila sudah penuh maka sanitarian
mengkoordinir pengangkutannya.
e. Petugas sanitarian memverifikasi jenis dan jumlah limbah berbahaya
yang dihasilkan.
f. Limbah berbahaya lainnya disimpan di dalam gudang penyimpanan
sementara limbah berbahaya, dipisahkan menurut karakteristik/ sifat
limbah berbahaya ( mudah terbakar, mudah meledak, korosif,
reaktif, beracun).
g. Petugas sanitarian bersama petugas terkait memberikan simbol dan
label.
h. Masa simpan dalam gudang TPS limbah berbahaya maksimal 90
hari sesuai persyaratan yang ditetapkan atau apabila limbah
berbahaya lebih dari 50 kg/ hari.
i. Petugas terkait mengisi inventory limbah berbahaya yang ada di
tempat penampungan/ penyimpanan serta penimbunan
menggunakan check list inventory limbah berbahaya.
j. Petugas terkait mengisi neraca limbah berdasarkan inventarisasi
gudang limbah berbahaya sementara.
3. Pengelolaan Limbah Berbahaya oleh pihak Ketiga :
Setelah limbah mencukupi di tempat penampungan, limbah berbahaya
tersebut selanjutnya diserahkan kepada pihak ketiga :
a. Pihak Ketiga sebagai pengumpul / pengelola limbah berbahaya
harus mempunyai izin dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik
Indonesia.
b. Pihak transportir harus mempunyai izin dari Dirjen Perhubungan
Darat Kementerian Perhubungan RI dan mendapat rekomendasi
dari Kementerian LHRI. Izin sesuai dengan jalur transportasi yang
akan dilalui limbah berbahaya.
c. Sanitarian mengusulkan surat penunjukan pengelola limbah
berbahaya kepada Kepala Puskesmas.
d. Pihak Ketiga yang ditunjuk ( Pengumpul, Pengelola, Transportir)
mengisi Berita Acara Pemeriksaan Limbah Berbahaya bersama
petugas terkait. Berita acara serah terima limbah berbahaya diisi
oleh pihak ketiga yang ditunjuk dan Kepala Puskesmas.
e. Pihak Ketiga yang ditunjuk berkewajiban memberikan dokumen
limbah berbahaya yang sudah ditandatangani oleh penghasil dan
transportir/ pengangkut.
6. Bagan Alir
7. Hal-hal yang perlu
diperhatikan
8. Unit terkait Petugas Laboratorium
Petugas Pelayanan farmasi
Sanitarian
9. Dokumen terkait
10. Rekaman historis
perubahan No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai diberlakukan
Lampiran IV
Surat Keputusan
Kepala Puskesmas Sungai Bahar
VII
Nomor : 001/PKM-SB.VII/ I /
2019
Tanggal : 03 Januari 2019
Tentang : Tata Naskah
Puskesmas

Dalam Pemuatan SK tercakup :

1. Kop Puskesmas
2. Nomor surat
3. Tentang
4. Menimbang
5. Mengingat
6. Memutuskan
7. Menetapkan

Penulisan dalam SK menggunakan :


a. Huruf : Arial
b. Ukuran : 11
c. Paragraf : 1,15
d. Top : 2,5 cm
e. Bottom : 2 cm
f. Left : 2,54 cm
g. Right : 2,54 cm
h. Ukuran kertas : F4 ( 215 x 330 mm )
PEMERINTAH KABUPATEN MUARO JAMBI
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS RAWAT INAP SUNGAI BAHAR VII
Desa Bukit Subur Kecamatan Bahar Selatan Kode Pos :
36366
Email : puskesmassungaibahar7@gmail.com
KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS SUNGAI BAHAR VII

Nomor: XXX / PKM-SB.VII / X / 2019

TENTANG
XXXXXXXXX

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


KEPALA PUSKESMAS SUNGAI BAHAR VII,

Menimbang : a.

b.

Mengigat : 1.

2.

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

KESATU :

KEDUA :

KETIGA :

KEEMPAT :

KELIMA :

Ditetapkan di : Bukit Subur


Pada Tanggal: 3 Januari 2019
Kepala Puskesmas Sungai Bahar VII,

drg.Anna Kusumawardani
NIP. 196202281998032002