Anda di halaman 1dari 9

Pre-operasi

a. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan


kebutuhan oksigen (00092)
b. Risiko keterlambatan perkembangan (00112)
c. Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan afterload (00029)
d. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
ketidakmampuan makan (00002)
e. gangguan pertukaran gas berhubungan dengan ketidak seimbangan ventilasi
perfusi(00030)

Post-operasi
a. Risiko Infeksi (00004)
b. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan prosedur invasif (00046)
c. Gangguan rasa nyamam nyeri berhubungan dengan program
pengobatan(00214)

No Diagnosa NOC NIC


1. Intoleransi aktivitas berhubungan Tujuan : setelah  Kaji tingkat kemampuan
dengan ketidakseimbangan dilakukan tindakan pasien untuk berpindah dari
antara suplai dan kebutuhan keperawatan selama 3 x tempat tidur, berdiri,
oksigen (00092) 24 jam, diharapkan kondisi ambulasi, dan melakukan
Batasan Karakteristik : pasien stabil saat ADL
- Dispnea setelah beraktifitas melakukan aktivitas.  Pantau respon
- Keletihan Kriteria Hasil : kardiorespiratori terhadap
- Ketidaknyamanan setelah Activity Tolerance aktivitas
beraktivitas  Saturasi O2 saat  Pantau respon oksigen
- Perubahan elektrokardiogram aktivitas dalam batas pasien terhadap aktivitas
(EKG) (mis., aritmia, normal (95-100%)  Pantau respon nutrisi untuk
abnormalitas konduksi,  Nadi saat aktivitas memastikan
iskemia) dalam batas normal sumber-sumber energy
- Respons frekuensi jantung (60-100x/mnt) yang adekuat
abnormal terhadap aktivitas  RR saat aktivitas dalam  Pantau dan dokumentasikan
- Respons tekanan darah batas normal pola tidur pasien dan
abnormal terhadap aktivitas (12-20x/mnt) lamanya waktu tidur dalam
 Tekanan darah systole jam
saat aktivitas dalam  Pantau tanda-tanda vital
batas normal sebelum, selama dan
(100-120mmHg) sesudah aktivitas
 Tekanan darah diastole  Antisipasi kebutuhan
saat aktivitas dalam terhadap makanan, air, rasa
batas normal nyaman, gendongan dan
(60-80mmHg) stimulasi, untuk mencegah
 Hasil EKG dalam batas tangisan yang tidak perlu
normal  Hindari lingkungan dengan
Fatigue Level konsentrasi oksigen yang
 Tidak nampak kelelahan rendah
 Tidak nampak lesu  Minimakan kecemasan dan
 Tidak ada penurunan stress
nafsu makan  Cegah hipertermi dan
 Tidak ada sakit kepala hipotermi
 Kualitas tidur dan  Cegah infeksi
istirahat dalam batas  Beri periode istirahat yang
normal adekuat
2 Risiko keterlambatan Tujuan : setelah Pendidikan orang tua :
perkembangan (00112) dilakukan tindakan masa bayi
Faktor Risiko : keperawatan selama 3 x  Ajarkan kepada orang tua
- Gangguan genetik 24 jam, diharapkan : tentang penanda
- Infeksi  Growth and perkembangan normal
- Nutrisi yang tidak adekuat development delayed  Demonstrasikan aktivitas
- Gangguan kongenital  Family Coping yang menunjang
- Penyakit kronis  Breastfeeding perkembangan
ineffective  Tekankan pentingnya
 Nutritional Status : perawatan prenatal sejak
nutrient intake dini
 Parenting Performance  Ajarkan ibu mengenai
Kritena Hasil : pentingnya berhenti
 Recovery adanya mengkonsumsi alcohol,
kekerasan merokok, dan obat-obatan
 Recovery : kekerasan selama kehamilan
emosional  Ajarkan cara-cara
 Recovery neglect memberikan rangsangan
 Performance orang tua : yang berarti untuk ibu dan
pola asuh prenatal bayi
 Pengetahuan orang tua  Ajarkan tentang perilaku
terhadap perkembangan yang sesuai dengan usia
anak meningkat anak
 Berat badan = index  Ajarkan tentang mainan dan
masa tubuh benda-benda yang sesuai
 Perkembangan anak 1 dengan usia anak
bulan : penanda  Berikan model peran
perkembangan fisik, intervensi perawatan
kognitif, dan psikososial perkembangan untuk bayi
pada usia 1 bulan kurang bulan (prematur)
 Perkembangan anak 2  Diskusikan hal-hal terkait
bulan : penanda kerjasama antara orang tua
perkembangan fisik, dan anak
kognitif, dan psikososial
usia 2 bulan
 Perkembangan anak 4

bulan : penanda
perkembangan fisik,
kognitif, dan psikososial
usia 4 bulan
 Penuaan fisik:
perubahan normal fisik
yang biasanya sering
terjadi seiring penuaan
usia
 Kematangan fìsik
wanita dan pria :
perubahan fisik normal
pada wanita yang terjadi
dengan transisi dan
masa kanak-kanak ke
dewasa
 Fungsi gastrointestinal
agnak adekuat
 Makanan dan asupan
cairan bergizi
 Kondisi gizi dekuat
3. Penurunan curah jantung Tujuan : setelah  Kaji dan domunemtasikan
berhubungan dengan perubahan dilakukan tindakan tekanan darah, adanya
afterload (00029) keperawatan selama 3 x sianosis, ststus pernapasan
Batasan Karakteristik : 24 jam, diharapkan pasien dan status mental
- Dispnea akan menunjukkan curah  Pantau tanda kelebihan
- Kulit lembab jantung yang memuaskan cairan seperti edema
- Oliguria dibuktikan oleh efektifitas dependen dan kenaikan
- Pengisian kapiler memanjang pompa jantung, status berat badan
- Peningkatan PVR sirkulasi, perfusi jaringan,  Pantau denyut perifer,
- Peningkatan SVR dan status TTV pengisian ulang kapiler, dan
- Penurunan nadi perifer Kriteria Hasil : suhu serta warna ekstremitas
- Penurunan resisteni vaskular  Tekanan darah dalam  Pantau asupan dan haluaran,
paru batas normal haluaran urin dan berat
- Penurunan resistensi vaskular  Akral hangat badan pasien jika perlu
sistemik  Nadi kuat dan teratur  Auskultasi suara paru
- Perubahan tekanan darah  Suara nafas bersih dan terhadap bunyi crackel atau
- Perubahan warna kulit (mis., normal suara napas tambahan
pucat, abu-abu, sianosis)  CRT 65 lainnya
 Pantau dan dokumentasikan
frekuensi jantung, irama dan
nadi
 Ubah posisi pasien keposisi
datar atau trendelenburg
ketika tekanan darah pasien
berada pada rentang lebih
rendah dibandingkan dengan
yang biasanya
4. Ketidakseimbangan nutrisi Tujuan : setelah Nutrition management
kurang dari kebutuhan tubuh dilakukan tindakan  Kaji status nutrisi pasien
berhubungan dengan keperawatan selama 3 x  Jaga kebersihan mulut,
ketidakmampuan makan (00002) 24 jam, diharapkan anjurkan untuk selalu
Batasan Karakteristik : pemenuhan kebutuhan melalukan oral hygiene.
- Berat badan 20% atau lebih di pasien tercukupi dengan  Delegatif pemberian nutrisi
bawah rentang berat badan kriteria hasil : yang sesuai dengan
ideal Nutritional Status kebutuhan pasien
- Bising usus hiperaktif  Intake nutrisi tercukupi.  Berian informasi yang tepat
- Cepat kenyang setelah makan  Asupan makanan dan terhadap pasien tentang
- Diare cairan tercukupi kebutuhan nutrisi yang tepat
- Gangguan sensasi rasa Nausea dan Vomiting dan sesuai.
- Kehilangan rambut berlebihan Severity Nausea management
- Kelemahan otot pengunyah  Penurunan intensitas  Kaji frekuensi mual,
- Kelemahan otot untuk terjadinya mual muntah durasi, tingkat keparahan,
menelan  Penurunan frekuensi faktor frekuensi,
- Kerapuhan kapiler terjadinya mual muntah. presipitasi yang
- Kesalahan informasi Weight : Body mass menyebabkan mual.
- Kesalahan persepsi  Pasien mengalami  Anjurkan pasien makan
- Ketidakmampuan memakan peningkatan berat badan sedikit demi sedikit tapi
makanan sering.
- Kram abdomen  Anjurkan pasien untuk
- Kurang informasi makan selagi hangat
- Kurang minat pada makanan  Delegatif pemberian terapi
- Membran mukosa pucat antiemetik :
- Nyeri abdomen Weight management
- Penurunan berat badan dengan  Diskusikan dengan keluarga
asupan makan adekuat dan pasien pentingnya
- Sariawan rongga mulut intake nutrisi dan hal-hal
- Tonus otot menurun yang menyebabkan
penurunan berat badan.
 Timbang berat badan pasien
jika memungkinan dengan
teratur

5. gangguan pertukaran gas Tujuan : setelah  Monitor kondisi yang


berhubungan dengan ketidak dilakukan tindakan memerlukan dukungan
seimbangan ventilasi perfusi keperawatan selama 3 x ventilasi non-invase
Batasan Karakteristik : 24 jam, diharapkan (misalnya, eksaserbasi
- Hipoksia gangguan pertukaran gas akut, COPD,asma, oedema
- Hipoksemia tidak terjadi dengan pulmonary kardio dan non
- Iritabilitas kriteria hasil : kardio, gagal pernafasan
- pH arteri abnormal akut sehubungan dengan
 Pertukaran gas tidak
- Pola pernapasan abnormal pneumonia yang timbul di
terganggu.
(mis, Kecepatan, Irama, komunitas, sindrom
 Pasien tidak sesak
kedalaman) hipoventilasi
- Sianosis
Vital sign obesitas,obstruksi sleep
- Takikardia
 Vital signs klien dalam apnea)
- Warna kulit abnormal
rentang normal (BP :  Observasi klien secara
120/80 mmHg, RR : berkelanjutan pada jam
15-20 x/menit, HR : pertama penggunaan
60-100 x/menit, suhu ventilator untuk mengkaji
klien 36,5-37,5 o C) toleransi klien

 Monitor aturan ventilator


secara rutin termasuk
suhu dan humidifikasi
udara

 Monitor gejala-gejala yang


menunjukkan peningkatan
pernafasan (misalnya
peningkatan denyut nadi
dan pernafasan,
peningkatan tekanan
darah,diaphoresis,perubah
an status mental)
 Monitor efek samping
tambahan (misalnya,iritasi
mata, kulit terluka, jalan
nafas terhambat akibat
masker yang salah pasang,
dispnea, ansietas,

No Diagnosa Keperawatan NOC NIC


1. Risiko Infeksi (00004) Tujuan : setelah Infection Control
 Batasi pengunjung bila
Faktor Risiko : dilakukan tindakan
perlu
- Kurang pengetahuan untuk keperawatan 3x24 jam,
 Cuci tangan setiap
menghindari pemajanan diharapkan risiko infeksi
sebelum dan sesudah
patogen terkontrol.
tindakan keperawatan
- Malnutrisi Kriteria Hasil :
 Pertahankan lingkungan
- Obesitas  Bebas dari tanda-tanda
aseptik selama
- Penyakit kronis infeksi
pemasangan alat
- Prosedur invasif  Tanda vital dalam batas
 Tingkatkan intake nutrisi
normal
 Monitor tanda dan gejala
 Hasil lab dalam batas
infeksi sistemik dan lokal
normal
 Inspeksi kulit dan
membran mukosa terhadap
kemerahan, panas,
drainase
 Inspeksi kondisi luka /
insisi bedah
 Ajarkan pasien dan
keluarga tanda dan gejala
infeksi
 Ajarkan cara menghindari
infeksi
 Berikan terapi antibiotik
bila perlu
2. Kerusakan integritas kulit Tujuan : setelah  Lakukan perawatan luka
berhubungan dengan prosedur dilakukan tindakan secara teratur
pasca pembedahan (00046) keperawatan 3 x 24 jam  Ajarkan perawatan luka
Batasan Karakteristik : diharapkan memberikan insisi pembedahan,
- Benda asing menusuk perawatan perbaikan kulit termasuk tanda dan gejala

permukaan kulit setelah dilakukan operasi infeksi, cara untuk

- Kerusakan integritas kulit Kriteria Hasil : mempertahankan luka insisi


 Tidak ada luka atau lesi tetap kering dan mengrangi
pada kulit. stress pada insisi
 Perfusi jaringan baik  Buang debris dan bekas

 Mampu melindungi luka yang merekat

kulit dan  Konsultasikan pada ahli gizi


mempertahankan tentang makanan tinggi

kelembaban kulit dan protein, mineral, kalori dan


vitamin
perawatan alami.
 Posisikan pasien untuk
 Menunjukan terjadinya
menghindari ketegangan
proses penyembuhan
pada luka, jika diperlukan
luka.
 Pantau secara teratur
kondisi luka pasien
3. Gangguan rasa nyaman Tujuan : setelah  Gunakan pendekatan yang
berhubungan dengan program dilakukan tindakan tenang dan meyakinkan
pengobatan keperawatan 3 x 24 jam  Jelaskan semua prosedur
Batasan karakteristik: diharapkan ganguan rasa termasuk sensasi yang akan
- Berkeluh kesah nyaman teratasi di rasakan yang munkin
- Gejala distres Kriteria hasil : akan di alami selama

- Ketidakmampuan untuk  Pasien mampu prosedur

relaks menangani gejala  Dorong keluarga untuk


- Kurang puas dengan keadaan gangguan rasa nyaman mendampingi klien dengan
- Merasa tidak nyaman  Pasien mampu cara yang tepat
- Merintih menangani rasa ketidak  Ciptakan atmosfer rasa
- Takut nyamanan aman untuk meningkatkan
- iritabilitas kepercayaan
 Kendalikan faktor
lingkungan yang dapat
mempengaruhi respon
pasein terhadap ketidak
nyamanan
 Lakukan pengkajian nyeri
meliputi lokasi,
karakteristik, durasi,
frekuensi, kualitas,
intensitas dan faktor
pencetus nyeri
 Gunakan tindakan
pengontrol nyeri sebelum
nyeri bertambah
 Berikan individu penurun
nyari yang optimal dengan
peresepan analgesik
 Pertahankan lingkungan
yang bisa memaksimalkan
keamanan dan keefektifan
pemberian obat