Anda di halaman 1dari 77

(Risk Management)

Created by : Sayudi Saleh


Risk Asessment
Identifikasi & analisa
Potensi bahaya
Work process
Individual

material hazard Risk Incident/accident

Work environment outcome


prevention

consequences
individual Hazard

Incident/ accident

outcome

Effects on the individual Effects on the workplace Effects on the environment


Death Building damage Property damage
Disease Equipment damage Loss of resources
Injury Loss Degradation
Disability Pollution

• Manajemen risiko menciptakan nilai tambah (creates value)


• Manajemen risiko adalah bagian integral proses dalam organisasi (an integral part of
organizational processes)
• Manajemen risiko adalah bagian dari pengambilan keputusan (part of decision making)
• Manajemen risiko secara eksplisit menangani ketidakpastian (explicitly addresses
uncertainty)
• Manajemen risiko bersifat sistematis, terstruktur,
dan tepat waktu (systematic, structured and timely)
• Manajemen risiko berdasarkan informasi terbaik yang tersedia (based on the
best available information)
• Manajemen risiko dibuat sesuai kebutuhan (tailored)
• Manajemen risiko memperhitungkan faktor manusia dan budaya
(takes human and cultural factors into account)
• Manajemen risiko bersifat transparan dan inklusif (transparent and
inclusive)
• Manajemen risiko bersifat dinamis, iteratif, dan responsif terhadap
perubahan (dynamic, iterative and responsive to change)
• Manajemen risiko memfasilitasi perbaikan dan pengembangan
berkelanjutan organisasi (facilitates continual improvement and
enhancement of the organization)
Penerapan secara sistematis dari kebijakan manajemen,
prosedur dan akitivitas dalam kegiatan :
• Identifikasi bahaya,
• Analisa,
• Penilaian,
• Mitigasi/penanganan
• Pemantauan, serta
• Review risiko
RISK MANAGEMENT
Dalam K3 adalah meliputi :

• Proses mengidentifikai sumber bahaya


• Penilaian resiko dan
• Tindakan untuk menghilangkan serta
mengurangi resiko secara terus menerus

RISK ASSESSMENT
Adalah proses menganalisa tingkat Risiko,
pertimbangan Tingkat Bahaya, dan mengevaluasi
apakah Sumber Bahaya dapat dikendalikan,
memperhitungkan segala kemungkinan yang terjadi di
tempat kerja.
Risiko adalah
ke ukuran
b kemungkinan rugian yang akan timbul dari sumber bahaya
(hazard)) tertentu yang terjadi

Untuk menentukan risiko membutuhkan perhitungan antara konsekuensi/dampak yang mungkin timbul dan
probabilitas, yang biasanya disebut sebagai tingkat risiko (level of risk).

Adalah sumber bahaya potensial yang dapat menyebabkan kerusakan (harm).


A condition with the potential for causing injury, damage, or mission
degradation

Hazard dapat berupa bahan-bahan kimia, bagian-bagian mesin, bentuk energi,


metode kerja atau situasi kerja.
Hazard (Bahaya) : “Sumber, situasi, atau tindakan
dengan potensial bahaya yang menyebabkan cidera
atau gangguan kesehatan atau kombinasi
keduanya”.

Harm
Adalah kerusakan atau bentuk kerugian berupa
kematian, cidera, sakit fisik atau mental,
kerusakan properti, kerugian produksi, kerusakan
lingkungan atau kombinasi dari kerugian- kerugian
tadi.
DEFINISI

Bahaya merupakan semua sumber, situasi ataupun aktivitas


yang berpotensi menimbulkan cedera (kecelakaan kerja) dan
atau penyakit akibat kerja (PAK) - definisi berdasarkan OHSAS 18001:2007.

Bahaya/Danger adalah kebalikan/lawan dari aman atau selamat.

Merupakan tingkat bahaya dari suatu kondisi bilamana


terjadi accident.
SAFE/AMAN adalah suatu kondisi sumber bahaya
yang telah teridentifikasi dan telah dikendalikan ke
tingkat yang memadai
HAZARDS RISK RISK
IDENTIFICATION ASSESSMENT CONTROL

HI RA RC
TAHAPAN
MANAJEMEN PERSIAPAN
RISIKO
IDENTIFIKASI BAHAYA

MONITOR
ANALISA RISIKO & REVIEW

AKIBAT KESEMPATAN

PENILAIAN RISIKO

PENANGANAN RISIKO

Source:AS/NZS4360(1999)
Sebelum pelaksanaan manajemen risiko, organisasi perlu melakukan
beberapa persiapan antara lain;
1. Ruang lingkup kegiatan manajemen risiko
• rutin/non rutin (mis : redesain, perbaikan)
• aktifitas oleh personil internal &/ eksternal
• fasilitas (oleh internal/eksternal)
2. Personil yang terlibat
3. Standar dalam penentuan kriteria risiko
4. Prosedur dan dokumentasi terkait, seperti:
• prosedur manajemen risiko & komunikasi
• daftar bahaya dan risiko (riskregister)
• form rencana/program pengendalian
Tahapan pertama dalam kegiatan pengendalian
bahaya/ manajemen risiko adalah identifikasi bahaya yang
terdapat dalam suatu kegiatan atau proses.
Ada tiga pertanyaan yang dapat dipakai sebagai panduan;
Apakah ada sumber untuk menimbulkan
cedera/loss ?
Target apa saja yang terkena/terpengaruh bahaya ?
Bagaimana mekanisme cedera/loss
yang dapat timbul ?
Identifikasi Bahaya
Apakah ada sumber untuk menimbulkan cedera ?
Sumber bahaya di tempat kerja dapat berasal dari ;

• Bahan/material
• Alat/Mesin
• Metode kerja
• Lingkungan kerja
Identifikasi Bahaya

Target apa saja yang mungkin terkena/terpengaruh sumber


bahaya ?

• manusia
• produk
• peralatan/fasilitas
• lingkungan
• proses (downtime)
• reputasi
• dll.
IDENTIFIKASI BAHAYA

Bagaimana cedera dapat terjadi ?


Hal-hal di bawah ini merupakan akibat/mekanisme seseorang
mendapatkan cedera:
1. Jatuh dari ketinggian
2. Tertimpa/terkena benda jatuh
3. Terbentur/tertabrak
4. Terjebak/terjepit
5. Mengeluarkan tenaga berlebihan
6. Terpapar/kontak dengan suhu berlebihan
7. Terpapar/kontak dengan arus listrik
8. Terpapar/kontak dengan bahan berbahaya
Identifikasi Bahaya
 Sebelum memulai suatu pekerjaan,harus dilakukan
Identifikasi Bahaya guna mengetahui potensi
bahaya dalam setiap pekerjaan.
 Identifikasi Bahaya dilakukan bersama pengawas
pekerjaan dan Safety Departement.
 Identifikasi Bahaya menggunakan teknik yang
sudah baku seperti Check List, JSA,What If,
Hazops, dsb.
 Semua hasil identifikasi bahaya harus
didokumentasikan dengan baik dan dijadikan
sebagai pedoman dalam melakukan setiap
kegiatan.
1.Sistem Monitoring / ChecklistSafety Review
2.Preleminary Hazard Analysis (PHA)
3.Hazard Operability Studies (HAZOPS)
4.Fault Tree Analysis (FTA)
5.Safety Inspection
6.Human Error Analysis
7.Job Safety Analysis (JSA),
8.Event Tree Analysis (ETA),
9.Failure Mode Event Analysis (FMEA) dll

1. Maksud & tujuan Identifikasi


2. Kapan / pada tahapan apa
3. Informasi yang diperlukan
4. Kebutuhan tenaga kerja
5. Waktu dan biaya
Potensi bahaya dan tingkat resiko kecelakaan dengan
variabel
1. mesin, pesawat, alat kerja, peralatan lainnya,
bahan-bahan dsb
2. lingkungan
3. sifat pekerjaan
4. cara kerja
5. proses produksi

Untuk masing-masing variabel masih dapat


dijabarkan lebih lanjut sesuai dengan jumlah sub
variabel yang ada di masing-masing tempat kerja
Contoh perilaku tidak aman
Ada 3 cara dalam penilaian risiko yaitu :
Analisa Kualitatif
Metode ini menganalisa dan menilai suatu risiko dengan
cara membandingkan terhadap suatu deskripsi/uraian dari
parameter (peluang dan akibat) yang digunakan.Umumnya
metode matriks dipakai.
Analisa Semikuantitatif

Metode ini pada prinsipnya hampir sama dengan analisa


kualitatif, perbedaannya pada metode ini uraian/deskripsi
dari parameter yang ada dinyatakan dengan nilai/score
tertentu.
Analisa Kuantitatif
Metode penilaian ini dilakukan dengan menentukan nilai dari
masing-masing parameter yang didapat dari hasil analisa
data-data yang representatif.
Analisa terhadap nilai
peluang atau akibat
dilakukan dengan
beberapa metode
seperti ; analisa
statistik, model
komputer, simulasi, fault
tree analysis,dll
PENANGANAN RESIKO
Berdasarkan penilaian risiko kemudian ditentukan
apakah risiko tersebut masih bisa diterima
(acceptable risk) atau tidak (unacceptable risk) oleh
suatu organisasi
Apabila risiko tersebut tidak bisa diterima maka
organisasi harus menetapkan bagaimana risiko
tersebut ditangani hingga tingkat dimana risikonya
paling minimum/sekecil mungkin

Bila risiko mudah dapat diterima/tolerir maka


organisasi perlu memastikan bahwa monitoring
terus dilakukan terhadap risiko itu.
PENANGANAN RESIKO
Bila suatu risiko tidak dapat diterima maka harus
dilakukan upaya penanganan risiko agar tidak
menimbulkan kecelakaan/kerugian. Bentuk tindakan
penanganan risiko dapat dilakukan sebagai berikut :
 Hindari risiko
 Kurangi/minimalkan risiko
 Transfer risiko
 Terima risiko
HIRARKI PENGENDALIAN

ELIMINASI
1 F
K
E 2 R
SUBSTITUSI
A E
N 3 REKAYASA/ K
D ENGINEERING U
A E
PENGENDALIAN
L 4 N
ADMINISTRATIF
A S
N APD I
5
Contoh Pengendalian Bahaya

 Eliminasi Sumber Bahaya


Menghilangkan suatu bahan/tahapan proses berbahaya
 Substitusi Sumber Bahaya
 Mengganti bahan bentuk serbuk dengan bentuk pasta
 Proses menyapu diganti dengan vakum
 Bahan solvent diganti dengan bahan deterjen
 Proses pengecatan spray diganti dengan pencelupan
 Rekayasa Teknik
 Pemasangan alat pelindung mesin
 Pemasangan general dan local ventilation
 Pemasangan alat sensor otomatis
Contoh Pengendalian Bahaya

 Pengendalian Administratif
 Pemisahan lokasi kerja
 Pergantian shift kerja
 Pembentukan sistem kerja
 Induction/Pelatihan karyawan
 Alat Pelindung Diri
 Helmet
 Safety Shoes
 Ear plug/muff
 Safety google
Apa yang disebut dengan “Budaya
Keselamatan”?

• Komitmen Manajemen

• Partisipasi Pekerja

• Komunikasi mengenai
Keselamatan