Anda di halaman 1dari 18

KOMUNIKASI INFOMASI & EDUKASI

SIMULASI KONSELING YANG BENAR

Oleh :

KELOMPOK 2

 GITA YULIA NINGSIH (1601100)


 SULASTARI CAHYANI (1601123)
 INTAN PURMALATIWI (1601133)
 TUTIK RAHAYU (1601125)

Dosen Pembimbing :

RATNA SARI DEWI, M.Farm., Apt

PROGRAM STUDI S1 FARMASI RIAU

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI RIAU

YAYASAN UNIVERSITAS RIAU

PEKANBARU

2019
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Konseling merupakan bagian dari aspek pelayanan kefarmasian di apotek.

Peran penting konseling pasien adalah memperbaiki kualitas hidup pasien dan

menyediakan pelayanan yang bermutu untuk pasien.

Konseling adalah aktivitas yang sangat personal, sehingga masukan oleh

konselor terhadap proses konseling yang dilaksanakan dapat menjadikan konselor

cemas atau menjadi ancaman. Akibatnya, banyak konselor yang menolak untuk

disupervisi, dan penolakan ini lebih bersifat psikologis. Dalam kondisi demikian,

menurut Bauman supervisi dapat dilakukan melalui lima permainan, seperti melalui

strategi kepatuhan, perubahan daftar, ”saya tidak sanggup”, ketidakberdayaan, dan

proyeksi atau penolakan.

Tujuan dari konseling adalah meningkatkan keberhasilan terapi, memaksimalkan

efek terapi, meminimalkan resiko efek samping, meningkatkan cost effectiveness dan

menghormati pilihan pasien dalam menjalankan terapi (Depkes RI, 2006).


1.2 Rumusan Masalah

1. Apa dan Bagaimana aspek konseling yang baik ?

2. Seperti apa percakapan konseling yang baik?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui aspek konseling yang baik

2. Mengetahui dan melaksanakan contoh percakapan konseling yang baik


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Aspek Pelaksanaan Konseling

Berdasarkan Pedoman Konseling Pelayanan dan Kefarmasian di Sarana

Kesehatan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan

Departemen Kesehatan RI tahun 2006, aspek yang harus disampaikan dalam melaksanakan

konseling antara lain:

a. Deskripsi dan kekuatan obat, apoteker harus memberikan informasi kepada pasien

mengenai bentuk sediaan dan cara pemakaian, nama dan zat aktif obat, kekuatan

obat.

b. Jadwal dan cara penggunaan, penekanan dilakukan untuk obat denga instruksi khusus

seperti waktu minum sebelum atau sesudah makan, pantangan obatdengan makanan.

c. Mekanisme kerja obat, banyaknya obat yang multi indikasi mengharuskan apoteker

dapat memilih mekanisme mana yang harus dijelaskan sesuai dengan indikasi obat

dan penyakit/gejala yang sedang diobati.

d. Dampak gaya hidup, apoteker harus menanamkan kepercayaan pada pasien mengenai

perubahan gaya hidup untuk meningkatkan kepatuhan pasien.

e. Penyimpanan, cara penyimpanan obat harus diberitahukan kepada pasien terutama

obat-obat yang harus disimpan pada temperatur kamar, adanyacahaya dan lainnya.

f. Efek potensial yang tidak diinginkan, apoteker sebaiknya menjelaskan mekanisme

atau alasan terjadinya efek samping sederhana. Penjelasan dilakukan terutama untuk

obat yang menyebabkan perubahan warna urin, kekeringan mukosa mulut dan
lainnya. Pasien juga diberitahukan tentangtanda dan gejala keracunan (Depkes RI,

2006).

 Tantangan dalam pengadaan layanan konseling untuk pasien:

a. Tantangan sistem: kurangnya waktu dan staf pendukung, kurangnya biayainsentif,

kurang atau tidak adanya ukuran kualitas dan proses, kurang atautidak ada budaya

perbaikan kualitas dan pertanggungjawaban atas hasil yangdidapat pasien, kurang

atau tidak ada perubahan kebijakan.

b. Lingkungan apotek: tidak ada privasi dalam melukan konseling, apotekertidak dapat

ditemui, kurangnya suasana yang kondusif untuk konseling.

c. Tantangan pasien: persepsi pasien yang buruk terhadap apoteker, pasien

tidakmengerti pentingnya konseling dan tersedianya konseling, kesulitanmemahami,

kurang atau tidak ada waktu dan pilihan pasien.

d. Tantangan apoteker: kurangnya pengetahuan tentang obat, kurang percayadiri,

kurang atau tidak memiliki keterampilan konseling dan keterampilanantarpersonal,

kesibukan dan manajemen waktu yang buruk, keterampilanbisnis, kurang atau tidak

ada sumber daya, persepsi mengenai pentingnyapasien mendapat informasi.

e. Tantangan perubahan: reorientasi praktik secara global, perubahan internaldan

eksternal yang diperlukan, perubahan struktur, perubahan prosedur,orientasi peran,

perubahan budaya berorganisasi.


2.2 Contoh Pelaksanaan Konseling yang Baik

Contoh pelaksanaan konseling yang baik kami disini mengambil kasus

hipertensi dan konstipasi karena kasus tersebut umum terjadi dimasyarakat dan

membutuhkan pelayanan kesehatan yang berbeda untuk setiap kondisi baik umur,

penyakit, riwayat penggunaan obat, riwayat alergi serta regimen dosis yang berbeda

untuk setiap individu dengan penyakit yang sama.

2.2.1 Kasus Hipertensi

Seorang wanita umur 65 tahun, datang ke dokter dengan keluhan utama


pusing dan keluhan lain seperti sakit berdenyut-denyut, nyeri sendi dan penglihatan
kabur. Setelah diperiksa pasien memiliki tekanan darah 160/90mmHg.

N : 87 x/menit

S : 36,7o C

RR : 20 x permenit

BB : 45 Kg

I. PERKENALAN

(Dokter dan Pasien)


Pasien : Selamat sore bu...
Dokter : Selamat sore. Silakan duduk ibu, ada yang bisa dibantu
Pasien : Terima Kasih.
Dokter : Perkenalkan saya dr. GITA sebelumnya keluhan apa yang ibu
rasakan ?
Pasien : saya sudah beberapa hari ini susah tidur, pusing , dan akhir-
akhir ini saya sering nyeri sendi dan juga penglihatan kabur
Dokter : Oh, kalau begitu saya akan buatkan surat rujukan untuk ibu
agar dapat diperiksa di Lab untuk mendapatkan hasil yang
akurat.
Bila sudah mendapatkan hasil Lab, Ibu dan bapak kembali
lagi kesini.
Pasien : Terima kasih dok
(2 hari kemudian)
Pasien : Selamat siang Dok..
Dokter : Selamat siang. Silakan duduk bu,
Bagaimana buk hasil Labnya, bisa saya lihat ?
Pasien : Ini hasil lab saya dok.
Dokter : setelah saya lihat hasil Lab ibu, ibu mengalami hipertensi
karena tekanan darahnya 160/100 mmHg. Sebentar ya bu,
saya akan membuat resep obat untuk ibu.
Pasien : iya dok,,
Dokter : dalam resep ini, ada obat yang diminum 3 kali sehari satu jam
sebelum makan Ini buk, silahkan tebus resep dan untuk
kegunaan obat dlm resep ini silahkan bpk konsultasikan
dengan apoteker yg ada di Instalasi farmasi
Pasien : Makasih dok

(Apoteker dan Pasien)


Pasien : Selamat siang bu
Apoteker : Selamat siang, Saya Tutik Rahayu , Apoteker diapotek Stifar
Farma, sebelumnya ada yang bsia saya bantu
Pasien :begini bu, saya mau mnebus obt yg ad dlm rsep ini

Apoteker : ok baik nanti saya akan meminta asisten apteker saya untuk
menyiapkan obat yg ibu perlukan, dan saya akan berdiskusi
dengan ibu tentang obat yang akan ibu gunakan. Apakah saya
boleh minta waktunya bu?
Pasien : oh tentu bu..
Apoteker : silahkan duduk bu..
Pasien : terimakasih

II. PENILAIAN
Apoteker : Apa yang dokter katakan tentang kegunaaan obat ini?
Pasien : Dokter hanya mengatakan bahwa saya mengalami penyakit
hipertensi karena tekanan darah saya 160/100 mmHg dan
selebihnya untu penggunaan obat , diminta untuk
berkonsultasi dengan apoteker, maka saya langsung ke sini.
Apoteker : Baiklah, setelah membaca resep ini, memang ibuk mengalami
penyakit hipertensi. Selanjutnya apa yang dokter katakan
tentang penggunaan obat ini?
Pasien : Obatnya diminum tiga kali sehari satu jam sebelum makan.

III. PELAKSANAAN
Apoteker : Sebelum itu, apakah ibu pernah minum obat hipertensi
sebelumnya?
Pasien : Sepertinya tidak ada bu… saya paling Cuma pakai salep obat
nyeri aja bu
Apoteker : Penah punya riwayat alergi obat bu ? kalau keluarga ada tidak ?
Pasien : Sepertinya tidak ada bu…
Apoteker : Baiklah bu kalau bagitu , saya akan menjelaskan tentang
penggunaan obatnya. (apoteker mengambil obatnya dan
memperlihatkan obat tersebut kepada pasien). Ini namanya
Captopril ya bu, ini obat untuk antihipertensi berfungsi untuk
menurunkan tekanan darah ibu, ini dosisnya 12,5 mg ya bu,
diminum 3 kali sehari satu jam sebelum makan atau bila lupa
bisa diberikan 2 jam setelah makan. Karena obat ini sangat
baik diserap ketika keadaan lambung kosong sehingga dapat
bekerja baik untuk mengobati tekanan darah tinggi ibu. Obat
ini disimpan di tempat yang kering ya bu atau ibu punya
kotak obat atau mungkin lemari, ibu bisa simpan disana. Nah
captopril ini bu memiliki efek samping seperti pusing,sesak
dada, batuk- batuk dan hipotensi atau tekanan darah rendah.
Bila ibu merasa pusing, ibu bisa membawa istirahat sebentar
dan bila ibu merasakan batuk ibu bisa minum air hangat untuk
mengurangi batu yang ibu rasakan. Selain itu bu, ibu harus
rajin control darah agar ibu bisa tau tekanan darah ibu sudah
stabil atau belum. Apakah ibu sudah mengerti dengan apa
yang saya jelaskan ?
Pasien : Mengerti buk.. yang saya ingin tanyakan bila saya lupa
minum obatnya apa yang harus saya lakukan buk?
Apoteker : Bila ibu lupa minum obatnya, ibu tidak perlu meminumnya
double dalam sekali minum… karena akan mempengaruhi
dosisnya yang berlebih nah, ini sangat berbahaya ya bu.
Diusahakan agar ibu tepat minum obatnya agar tekanan darah
ibu bisa stabil kembali.
Pasien : oh.. Begitu ya bu (sambil mengingat-ingat), apakah ada
pantangan- pantagan bagi saya entah itu tidak boleh makan
apa atau apa gitu bu?
Apoteker : sebaiknya ibu hindari makan-makanan yang asin atau kurangi
konsumsi garam, banyak minum air putih, hindari stres ya bu
karena ini akan memicu tekanan darah tinggi ibu, terus
banyak-banyak minum air putih ya bu..
Pasien : oh bagitu ya buk… pantas saja saya itu suka makan-makanan
asin buk
Apoteker : Baiklah bu, sebaiknya ibu hindari konsumsi garam ya.
Makanan yang kaya dengan geram memicu tekanan darah
tinggi bu. Kalau bagitu dari yang telah saya jelaskan apa yang
ibu sudah mengerti atau ada yang mau ditanyakan lagi bu ?
Pasien : Saya sudah paham bu, jika obat ini habis apa yang harus saya
lakukan?
Apoteker : Sebaiknya sebelum obatnya habis, ibuk segera kontrol lagi ke
dokter agar ibu tau bagaimana perkembangan pengobatannya
karena penyakit hipertensi harus sering dikontrol tekanan
darah.
Pasien : Baiklah saya akan sering kontrol tekanan darah saya.

IV. PENGUJIAN

Apoteker : bila ibu sudah paham, coba ibu ulangi bagaimana penggunaan
obat ini ?

Pasien : ini obat captopril dosis 12,5 mg diminum 3 kali sehari satu
jam sebelum makan atau dua jam setelah makan karena obat
nya bisa cepat diserap pada lambung kosong. Terus obat ini
disimpan di lemari atau kotak obat hidari stress dan kurangi
makan-makanan asin. Dah gitu bu…
Apoteker : Ya betul sekali ibu, apa ada yang ingin ibu tanyakan lagi
tentang penggunaan obatnya bu?
Pasien : tidak , saya sudah mengerti semua. Terimakasih buk
Apoteker : baik bu, ini berupa brosur sebagai penunjang pengobatan ibu,
silahkan dibaca dirumah ya bu..
Pasien : baik buk… terimaksih
Apoteker : baiklah kalo begitu saya cukupkan sampai disini. bila ibu ada
yang perlu disampaikan mengenai obat ini ibu bisa hubungi
saya di kartu nama saya berikut ini .. terimakasih kembali ya
bu… semoga lekas sembuh…
Pasien : ya sudah jelas semua ibu, terima kasih atas informasi yang
sudah diberikan kepada saya
Apoteker : sama-sama ibu silahkan

V. KESIMPULAN

Apoteker : baiklah kalo begitu saya cukupkan sampai disini. bila ibu ada
yang perlu disampaikan mengenai obat ini ibu bisa hubungi
saya di kartu nama saya berikut ini .. terimakasih kembali ya
bu… semoga lekas sembuh…
Pasien : ya sudah jelas semua ibu, terima kasih atas informasi yang
sudah diberikan kepada saya
Apoteker : sama-sama ibu silahkan jangan lupa minum obatnya ya bu
Pasien : oh baik bu… mari…
2.2.2 Kasus Konstipasi

Seorang pasien bernama Nn. Yani (21th) mengalami keluhan perut terasa

begah dan sudah 5 hari ini sulit BAB. Saat BAB perlu mengejan keras, sulit keluar

dan tidak tuntas BABnya serta anus terasa sakit. Nn. Yani menggunakan toilet duduk

ketika BAB. Pasien memang tidak rutin setiap hari BAB, biasanya ketika susah BAB

meminum vegeta dan BABnya menjadi lancar. Ketika selesai BAB pasien merasa

lemas. Kesehariannya pasien sering mengkonsumsi makanan fast food, dia seorang

wanita karir yang cukup sibuk aktivitasnya dan jarang pula meminum air putih saat

dia bekerja. Selain itu pasien mempunyai penyakit maag. Keadaan susah BAB

tersebut sangat mengganggu pasien sehingga dia pergi berobat ke dokter dan

mendapatkan resep yang ditebus di Apotek Stifar farma.

Apt : Siang mbak, perkenalkan saya “GITA” apoteker penanggung jawab

disini ada yang bisa saya bantu mbak?

Px : Begini mbak, perut saya terasa begah dan saya sulit BAB sudah 5 hari

ini. Kemarin saya periksa ke dokter dan mendapat resep ini mbak. (sambil

menyerahkan resep yang ditulis oleh dokter).

Apt : iya..(menerima sambil menskrining resep tersebut). Jadi nama yang

tertulis disini adalah mbak sendiri? dengan mb Yani?

Px : iya saya sendiri mbak..

Apt : maaf, bisakah kita lanjutkan lagi perbincangan ini di ruang konsultasi?

Jadi, ada beberapa hal yang perlu saya ketahui lebih banyak terkait kondisi

mbak Yani.

Px : iya mbak..(menuju ruang praktik konsultasi pasien dengan apoteker)


Apt : kita lanjutkan lagi mbak..(tersenyum simpul). Sebelumnya apakah mbak

sudah sering mengalami kondisi susah BAB seperti ini? terus mbak Yani

pola makanannya seperti apa ya? maksudnya suka mengkonsumsi sayuran

atau buah-buahan atau seperti apa? dan biasanya rutin minum air putih

tidak ?

Px : ya lumayan mbak, saya tidak rutin setiap hari BABnya dan ketika

mengalami susah BAB saya biasanya mengkonsumsi vegeta mbak. BAB

bisa lancar, tapi setelah itu saya sering merasa lemas. Kalau pola makan

saya sih cenderung lebih sering fast food. Karena kesibukan kerja sehingga

tidak memungkinkan kalau membeli makanan yang seperti itu, tempat

makan yang dekat tempat kerja dan praktis ya fast food itu. Dan saya juga

jarang minum mbak, paling ya dua gelas.

Apt : ehm..seperti itu ya mbak, jadi susah BAB itu penyebabnya karena

rendahnya asupan serat, kurangnya cairan dan olahraga. Dan karena

mbaknya sering meminum vegeta tanpa merubah kebiasaan asupan

makanan dan minum itu menyebabkan reflek gerakan usus untuk

pengeluaran tinja tidak mudah lagi mbak. Juga saat minum vegeta

kemudian tidak diimbangi dengan kecukupan air itu yang menyebabkan

mbak jadi lemas karena dehidrasi. Lalu, apakah mbak Yani punya riwayat

penyakit yang lain dan juga alergi?

Px : uhm..saya punya maag mbak, kalo alergi ndak ada sih mbak. Oia mbak,

saya kesulitan menelan obat bentuk tablet mbak.


Apt : oh gitu mbak..maaf,sebelumnya mbak Yani sudahkah mengatakan hal ini

ke dokternya? soalnya dalam resep itu obatnya itu bentuknya tablet (dalam

resep obatnya adalah bisakodil tablet 5mg, dengan 2x sehari 1 tablet

diminum malam menjelang tidur). Jika mbak Yani menginginkan dalam

bentuk yang lain saya harus mengkonsultasikan dulu ke dokter yang

menangani mbak Yani.

Px : aduh,,saya lupa mengatakan pada dokter mbak. Obatnya bisa diganti

selain tablet gak mbak? tapi yang khasiatnya sama. Pengennya tuh yang

cepet bikin BAB lancar.

Apt : baik mbak..kalau mbak merasa tidak nyaman dan menginginkan seperti

itu saya akan mencoba menghubungi dokternya dulu, berkonsultasi tentang

hal tersebut. Maaf, mbak Yani bisa menunggu sebentar disana? nanti akan

dipanggil kembali

Px : iya mbak..(tersenyum lega)

Apoteker menghubungi klinik tempat dokter Intan bekerja.

Apt : selamat sore dok..

dr. : sore..

Apt : maaf dok, benar ini dengan dokter “.Intan.” dari apotek STIFAR Farma

dan dokter yang menangani pasien atas nama Nn. Yani dengan resep

bisakodil tablet?

dr. : iya, maaf dengan siapa ini saya berbicara?


Apt : Saya “GITA” apoteker dari Apotek STIFAR Farma. Begini dok, Nn.Yani

menginginkan obatnya dalam bentuk sediaan selain tablet dok. Pasien

merasa tidak nyaman dan kesulitan untuk minum tablet.

dr. : ya, digerus saja apa tidak bisa mbak? atau mungkin ada rekomendasi lain

dari anda sebagai farmasis yang lebih memahami tentang hal ini.

Apt : Maaf dok, penggunaan bisakodil tablet itu harus diminum dengan ditelan

utuh bersama air. Bisakodil itu sediaan tablet selaput jadi tidak boleh

dihancurkan (digerus) dok. Dan pasien juga mengatakan mempunyai maag.

Itu akan menyebakan pengobatan menjadi tidak efektif dok, karena dapat

meningkatkan nyeri lambungnya.

dr. : seperti itu ya mbak..uhm,seingat saya pasien juga biasanya minum vegeta

ketika susah BAB dan efeknya pasien mengalami dehidrasi ya? kalau

begitu diganti yang sediaan suppositoria saja 1xsehari 1 supp diberikan

untuk 2 hari.

Apt : baik dok, menurut saya bisakodil suppo juga efektif untuk konstipasi ini.

Terimakasih dokter Intan, maaf mengganggu waktunya.

dr. : iya mbak..sama-sama, terima kasih juga informasinya.

Apoteker kemudian menyiapkan obatnya dan kembali menemui pasien dan

memberikan edukasi pada pasien.

Apt : Nn. Yani? (memanggil pasien)

Px : iya mbak..
Apt : Jadi begini mbak, setelah saya konsultasikan pada dokter. Beliau

menyarankan diganti obat bentuk suppositoria (menunjukkan obatnya).

Khasiatnya sama, justru ini efeknya lebih cepat mbak. Setelah ini

digunakan nanti 30-60 menit mbak akan BAB. Ini digunakan sehari sekali

untuk pengobatan 2 hari.

Px : oh begitu..lalu gimana cara pemakaiannya mbak?

Apt : setelah mbak sampai dirumah suppo ini masukkan dulu ke dalam kulkas

mbak, karena obat ini mudah meleleh ketika di luar (suhu kamar). Ketika

mau dipakai yang pertama mbak Yani bisa meminta bantuan orang

terdekat mbak untuk melakukan ini kalau mbak kesulitan memakai ini

sendiri. Prosedurnya, terlebih dahulu mencuci tangan, lalu dibuka

bungkus suppositoria. Dengan posisi miring, kaki yang berada diatas

lututnya diangkat maju dan ditekuk. Lalu, masukkan suppositoria ke

dalam anus, biarkan selama ± 15 menit agar obat ini meleleh di dalam dan

berefek. Jangan langsung ke kamar mandi ya mbak, agar pengobatannya

dapat maksimal. Bagaimana mbak, apakah sudah jelas dengan keterangan

saya tadi?

Px : iya mbak, menggunakannya dalam posisi miring,,,,dst(mengulang

informasi yang disampaikan oleh apoteker) jadi ditunggu sekitar 30 menit

tadi ya mbak? terus apa saja yang harus saya perhatikan ketika

pengobatan ini?

Apt : obat ini jangan digunakan lebih dari seminggu tanpa petunjuk dari

dokter, kemudian tidak menambah obat lain tanpa rekomendasi dokter,


dan apabila ditemui gejala mual, muntah dan nyeri di lambung mbak

segera hentikan pengobatan dan menghubungi dokter. Tambahan dari

saya, mbak perlu mengubah pola makan mbak. Mbak perbanyak asupan

serat dari sayuran, buah-buahan, sereal ya kalo ndak roti dari gandum

jangan sering makan fast food dan juga minum air putih kurang lebih

sebanyak 1,5 liter. Mbak Yani kan cukup sibuk pekerjaannya, setidaknya

istirahat sejenak beberapa menit untuk meregangkan badan, mbak Yani

pasti lebih sering duduk tanpa melatih gerakan anggota tubuh.

Diupayakan pagi sebelum berangkat kerja dibiasakan seperti olahraga

lari, sit up, push up jadi merangsang gerakan usus mbak sehingga lancar

BABnya.

Px : okee mbak..saya akan coba ikuti saran dari mbak. Semoga setelah ini

saya tidak mendapat gangguan konstipasi lagi.

Apt : iya mbak..semoga lekas tuntas masalah BABnya..

Px : terimakasih mbak, jika nanti ada keluhan lebih lanjut saya akan

menghubungi dokter..(melempar senyum)

Apt : iya mbak..sama-sama (membalas senyuman)

Pasien kemudian berlalu meninggalkan apotek tersebut dengan perasaan lega.


BAB III

KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan

 Tujuan dari konseling adalah meningkatkan keberhasilan terapi, memaksimalkan

efek terapi, meminimalkan resiko efek samping, meningkatkan cost effectiveness dan

menghormati pilihan pasien dalam menjalankan terapi

 Aspek yang harus disampaikan dalam melaksanakan konseling antara lain

menyampaikan deskripsi dan kekuatan obat, menyampaikan jadwal dan cara

penggunaan, menyampaikan mekanisme kerja obat.


DAFTAR PUSTAKA

Depkes RI, 2006(git tambahkan ya aku gak tau judulnya apa)