Anda di halaman 1dari 2

IDENTIFIKASI ANATOMI BATANG Piper betle

Kelompok 4
Hami Aziziyyah Noer, Ira Rahma, Zena Miftahul Jannah

1. Pendahaluan
a. Latar belakang masalah
Piper betle merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat (Ekosari dan Lili,
2013) yang termasuk keluarga Piperaceae (Sonali dan Kirti, 2013), Piper betle memiliki bentuk
hati (Pradhan, Suri, dkk, 2013). Piper betle adalah tumbuhan hijau tradisional digunakan dalam
berbagai penyakit termasuk otak dan jantung (Mubeen, Pheriyanayagam, dkk, 2014) Piper betle
juga dikenal memiliki efek antifertilitas, ekstrak nya juga mengandung amida alkaloid
(Vegaiah, Govardhan, dkk, 2014). Piper betle juga banyak digunakan sebagai bahan kuliner
makanan (Sheng‑Zehn Yang dan Po Hao Chen, 2017). Anatomi batang Piper betle perlu di
identifikasi, karena pengetahuan tentang struktur anatomi dapat membantu dalam
mengidentifikasi suatu individu tumbuhan (Ina Tanzerina, Juswardi dan Fitralia Elyza, 2013).
b. Pertanyaan penelitian
Piper betle merupakan tumbuhan dikotil, yang berarti pada batangnya terdapat kambium,
selain itu bagaimana dengan jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan pembuluh angkut
dan jaringan skelerenkim serta kolenkimnya, apakah memiliki struktur yang sama dengan
tumbuhan dikotil lainnya ataukah berbeda.
c. Asumsi dan Hipotesis
Kami mengasumsikan dan menghipotesis bahwa pada batang sirih yang termasuk
tumbuhan dikotil terdapat kambium, lalu di bawah jaringan epidermis nya terdapat jaringan
kolenkim, kemudian pada sekitar pembuluh angkutnya terdapat jaringan sklerenkim.

2. Dasar Teori

Tumbuhan tersusun dari berbagai organ. Organ-organ tersebut juga tersusun dari
berbagai jaringan, seperti jaringan meristem, parenkim, sklerenkim, kolenkim, epidermis dan
jaringan pengangkut (Oktarin Anu, Henny L. Ramped dan Johanis J. Pelealu, 2017). Salah satu
organ tumbuhan adalah batang.
Batang adalah suatu sistem berselang-seling yang terdiri dari buku (node), titik dimana
daun melekat dan ruas (internode) bagian batang diantara buku-buku (Campbell, dkk, 2003).
Batang dibedakan menjadi dua, batang primer dan sekunder. Batang primer berkembang dari
protoderm, prokambium, dan meristem dasar. Pada batang sekunder pertumbuhannya merupakan
hasil dari keraktifan kambium yang membelah secara terus menerus sehingga jumlahnya
meningkat. Pertumuhan sekunder ini khas dari tumbuhan dikotil dan gymnospermae (Sri
Mulyani, 2006).
Di bagian batang, terdapat jaringan- jaringan, diantaranya jaringan epidermis, jaringan
parenkim, jaringan skelerenkim dan kolenkim dan jaringan pembuluh angkut (Sri Mulyasari,
2006). Epidermis merupakan lapisan sel-sel paling luar, Jaringan epidermis berfungsi melindungi
jaringan dari lingkungan luar (Oktarin Anu, Henny L. Ramped dan Johanis J. Pelealu, 2017).
Jaringan lainnya adalah jaringan parenkim yang merupakan jaringan dasar yang terdapat
diseluruh tubuh tumbuhan. Parenkim memainkan peranan penting dalam proses menutup luka
dan regenerasi. Jaringan selanjutnya adalah jaringan penguat yang terdiri dari jaringan kolenkim
dan skelerenkim. Jaringan penguat berfungsi untuk memberi kekuatan dan melindungi secara
mekanik jaringan-jaringan di sekitarnya. Kolenkim terdiri atas sel yang masih hidup dan
berbentuk agak memanjang yang berfungsi sebagai jaringan penyokong pada organ muda
khususnya batang yang sedang tumbuh dan sklerenkim terdiri atas sel yang mati dengan dinding
sekunder tebal yang mengandung liginin atau tidak (Sri Mulyani, 2006).
Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tinggi terdiri dari xilem dan floem, xilem
meliputi trakeadan trakeid serta unur-unsur lain seperti serabut dan parenkim floem. Xilem
berfungsi untuk mengangkut mineral dan air dari akar sampai daun. Sementra floem berfungsi
mengangkut hasil fotosintesis dari daun kebagian organ lain seperti batang, akar, daun atau umbi
(L. Hartono dan Issirep Sumardi, 2004).
Pada batang sirih