Anda di halaman 1dari 10

Kajian Materi 1: Menganalisis Lingkungan Bisnis

1. Pengertian lingkungan bisnis


Kusmayadi (2008) menyatahan bahwa lingkungan internal dan
lingkungan eksternal akan sangat berpengaruh secara langsung terhadap
kondisi suatu perusahaan. Kusmayadi (2008) mengemukakan bahwa
lingkungan jauh dan lingkungan industri merupakan lingkungan industri
yang memperngaruhi perusahaan secara eksternal. Biasanya lingkungan
jauh dikenal sebagai lingkungan makro yang terdiri dari: (1) kekuatan sosial
dan ekologi; (2) kekuatan hukum; (3) kekuatan ekonomi; (4) kekuatan
hukum.
Pada masa sekarang ini istilah “lingkungan” tidak hanya digunakan
untuk menjelaskan mengenai lingkungan ekologi, akan tetapi lingkungan
juga menjelaskan konsep umum secara keseluruhan dari lingkungan
eksternal. Akibatnya hal tersebut akan berakibat pada berbagai aspek
lingkungan. Hal yang sama juga terjadi pada istilah “bisnis” yang artinya
sudah semakin universal sehingga dapa membentuk karakter atau tipe dari
suatu organisasi perusahaan, apakah perusahaan tersebut akan berorientasi
pada laba, ataukah nirlaba. Dengan demikian “lingkungan bisnis” memiliki
pengertian yang sangat luas, karena lingkungan bisnis menjelaskan
bagaimana keterkaitan faktor eksternal terhadap keberlangsungan
perusahaan. Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan Wispandono
(2010: 154) menyatakan bahwa ada 4 indikator dalam Lingkungan Bisnis,
yaitu:
a. Biaya Bisnis
1) Peningkatan biaya pengangkutan bahan mentah dan barang jadi
2) Peningkatan biaya penyewaan gedung
3) Peningkatan biaya tenaga kerja
4) Peningkatan biaya material
b. Tersedianya Tenaga Kerja
1) Pengurangan staf produksi
2) Pengurangan staf manajerial dan administrasi
3) Pengurangan teknisi
c. Tingkat Pesaing
1) Tajamnya persangingan dalam pasar lokal
2) Peningkatan permintaan konsumen
3) Pemenuhan standar kualitas untuk produksi

d. Dimensi Pasar
1) Dibanding dengan pesaing produksi barang dan jasa ketinggalan
2) Minimnya inovasi produk baru
2. Jenis-Jenis Lingkungan Bisnis
a. Lingkungan umum (Lingkungan Makro)

Lingkungan umum meliputi beberapa faktor yang mempengaruhi


keseluruhan kegiatan bisnis secara tidak langsung. Faktor-faktor dalam
lingkungan umum menimbulkan dampak yang luas dan menyeluruh
kepada semua perusahaan dalam suatu perekonomian. Lingkungan
umum tidak hanya mempengaruhi perusahaan-perusahaan saja, tetapi
juga akan mempengaruhi berbagai unsur yang termasuk dalam
lingkungan khusus. Beberapa pengaruh dari faktor-faktor lingkungan
umum terhadap aktivitas bisnis suatu perusahaan:

1) Politik, contohnya masalah politik menyangkut tingkat pemusatan


kekuatan politik, sifat organisasi politik, sistem parta
2) Hukum, contohnya meliputi sifat hukum, sistem hukum yang
berlaku khususnya yang berpengaruh terhadap perkembangan
perusahaan.
3) Sosial dan Budaya, lingkungan sosial meliputi struktur golongan
yang ada dalam masyarakat yang dapat mempengaruhi
perkembangan perusahaan. Sedangkan budaya menyangkut latar
belakang nilai, keyakinan dan persepsi masyarakat yang terbentuk
lewat sejarah kehidupan masyarakat itu sendiri.
4) Perekonomian, memperlihatkan peningkatan daya beli masyarakat,
nilai mata uang domestik terhadap mata uang asing.
5) Pemerintah, meliputi berbagai kebijakan pemerintah yang kondusif
antara lain kebijakan fiskal dan kebijakan moneter.
6) Alam, meliputi ketersediaan input / bahan baku dalam proses
produksi dan kualitas lingkungan alam akan menentukan kualitas
output / produk yang diciptakan perusahaan.
7) Teknologi, meliputi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
khususnya dalam bidang industri dan fasilitas lain.

b. Lingkungan khusus (Lingkungan Mikro)

Lingkungan khusus terdiri dari unsur-unsur dalam kegiatan sistem pasar


yang mempengaruhi perusahaan. Beberapa unsur lingkungan khusus ;

1) Pemasok
Pemasok adalah orang yang biasanya disebut juga dengan supplier
atau vendor adalah individu atau perusahaan (baik dalam skala besar
atau kecil) yang memiliki kemampuan untuk menyediakan kebutuhan
individu atau perusahaan lain. Contoh: Petani kapas, menghasilkan
kapas yang dibutuhkan sebagai bahan baku kain
2) Pelanggan
Instansi, lembaga, organisasi ataupun orang yang membeli produk
atau jasa perusahaan secara rutin atau berkesinambungan karena
produk atau jasa yang dibelinya merasa sangat bermanfaat.
3) Perantara
Perantara atau makelar adalah orang yang bertindak sebagai
penghubung antara 2 belah pihak yang berkepentingan.
4) Pesaing
Pesaing adalah mereka yang mengejar sasaran pasar yang sama.
Perusahaan harus terus membandingkan produk, harga, distribusi,
promosi dengna pesaingnya.
5) Penyedia Modal
Pemberi uang yang digunakan sebagai pokok (induk) untuk
berdagang; harta benda (uang, barang) yang bisa digunakan dalam
menghasilkan sesuatu yang mampu menambah kekayaan dan
sebagainya.
6) Tenaga Kerja
Setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan
barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun
untuk masyarakat.

3. Analisis terhadap lingkungan umum


Analisis lingkungan umum bertujuan untuk mengetahui ancaman dan
peluang. Ancaman adalah segala sesuatu yang memperlambat usaha
perusahaan dalam bersaing dengan perusahaan lain sehingga usaha-usaha
perusahaan dalam mencapai daya saing strategis menjadi terhambat.
Sedangkan peluang adalah kondisi dalam berbagai faktor yang membantu
perusahaan dalam mencapai daya saing strategis.
a) Proses untuk melakukan analisis lingkungan

Kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan (kontinyu) guna


melaksanakan analisis lingkungan eksternal adalah dengan melakukan
Scanning (Pemindaian), Monitoring (Pengawasan), Forecasting
(Peralaman), dan Assessing (Penilaian).
1) Scanning (Pemindaian)
Untuk mendeteksi perubahan yang terjadi baik perubahan potensial
dalam lingkungan umum ataupun yang lainnya biasanya perusahaan
menggunakan cara pemindaian. Hal tersebut dilakukan karena untuk
mengidentifikasi secara lebih dini kemungkinan-kemungkinan yang
terjadi dalam perusahaan apalagi perusahaan yang bersaing dalam
lingkungan yang tidak stabil.
2) Monitoring (Pengawasan)
Pengawasan yang dilakukan pada sebuah perusahaan berfungsi
sebagai pendeteksi terjadinya perubahan pada lingkungan dengan
cara pengawasan yang berkelanjutan. Pengawasan dikatakan berhasil
apabila mampu membaca perubahan-perubahan yang terjadi pada
lingkungan.
3) Forecasting (Peramalan)
Fungsi peramalah pada perusahaan adalah untuk menganalisis
perkembangan proyek-proyek apa saja yang mungkin akan terjadi,
dan perubahan trend-trend pada lingkungan yang dapat berubah
dengan cepat.
4) Assessing (Penilaian)
Fungsi dari penilaian pada sebuah perusahaan adalah untuk
menentukan waktu dan signifikansi perubahan trend-trend yang
terjadi pada lingkungan terhadap strategi perusahaan. Dengan
adanya penilaian maka perusahaan akan selangkah lebih maju dalam
memspesifikasi produk karena perusahaan sudah memiliki data-data
yang menarik dari kompetitornya.

b) Pengertian dan faktor-faktor lingkungan umum


Maksud dari lingkungan umum adalah suatu lingkungan yang terletak
di luar perusahaan dan tidak termasuk dalam opersional perusahaan.
Faktor tersebut antara lain:
1) Faktor Ekonomi
Perekonomian negara dikanatan sehat apabila memenuhi beberapa
indikator antara lain defisit atau surplus perdagangan, tabungan
pribadi dan bisnis, tingkat inflasi, suku bunga dan domestik bruto.
Hal tersebut disebabkan karena penilaian faktor ekonomi yang
dilakukan oleh suatu negara mengacu pada cara dan arah serta sifat
dari perekonomian negara yang akan dan sedang berkompetisi.
2) Faktor sosial
Faktor sosial adalah faktor yang mempengaruhi perusahaan dari
berbagai hal, seperti: pendidikan, nilai, sikap, gaya hidup dari
masyarakat dimana perusahaan tersebut beroperasi, dll.
3) Faktor politik dan hukum
Faktor politik dan hukum diberlakukan untuk melindungi perusahaan
dan lingkungan sekitar perusahaan. Hal tersebut dilakukan supaya
dengan beroperasinya perusahaan tidak mengganggu lingkungan
sekitar perusahaan.
4) Faktor Teknologi
Tidak bisa dipungkiri kemajuan teknologi telah berdampak pada
perkembangan duinia bisnis, diantaranya mulai dari inovasi produk,
jasa, pemasok, distributor, pesaing, pelanggan, pemasaran dan
persaingan dalam dunia bisnis. Terjadinya pasar baru, produk yang
berkembang, dan yang lai sebagainya terjadi akibat kemajuan
teknologi. Adanya perubahan teknologi dapat mengurangi atau
menghilangkan atau mengurangi perbedaan jarak antar perusahaan,
produksi yang lebih singkat, dan proses transaksi yang lebih cepat.
5) Faktor demografi
Faktor demografi adalah faktor yang memperhatikan lingkungan
sekitar perusahaan mulai dari ras, agama, suku, budaya, umur dan
lain sebagainya. Faktor demografi sangat berpengaruh kuat terhadap
kelancaran produksi perusahaan. Faktor demografi dapat
mempengaruhi beberapa hal diantaranya:
(a) Pemain Baru;
(b) Bertambahnya varian produksi dalam berbagai hal;
(c) Perubahan selera konsumen pada setiap daerah.
4. Pengaruh lima kekuatan terhadap probabilitas
Hal-hal yang dapat mempengaruhi kekuatan bisnis antara lain:
a. Ancaman dari Pendatang Baru
Pesaing baru dalam persaingan industri pasar akan membawa inovasi
baru dan berkeinginan untuk merebut pangsa pasar. Hal tersebut akan
mengakibatkan harga barang turun atau biaya perusahaan meningkat
sehingga mengurangi kemampuan perusahaan. Dengan adanya pendatang
baru akan memacu perusahaan untuk lebih efektif dan efisien serta
belajar untuk memahami dimensi baru.
b. Skala Ekonomi
Maksud dari skala ekonomi adalah penurunan biaya produksi per unit
barang yang diakibatkan bertambahnya jumlah barang yang diproduksi
oleh perusahaan. Hal tersebut mengakibatkan sulitnya perusahaan baru
untuk menembus pasar tersebut, apabila perusahaan baru ingin
menembus pasar maka perusahaan baru harus berusaha ekstra keras
untuk menkan biaya produksi supaya dapat memenangkan pasar.
c. Diferensiasi Produk
Deferensiasi produk adalah proses pemunculan identitas pada suatu
produk, sehingga produk yang dihasilkan berbeda dengan produk yang
sudah ada. Hal tersebut dimaksudkan supaya produk yang dihasilkan
lebih mudah dikenal oleh konsumen dan membuat konsumen menjadi
loyal terhadap produk yang diproduksi. Apabila sebuah produk sudah
memiliki pembeda atau diferensiasi produk maka akan membuat pesaing
baru kesulitan untuk masuk ke dalam pasar untuk mengambil hati
konsumen sebelumnya.
d. Persyaratan Modal
Modal merupakan hal vital yang dibutuhkan oleh perusahaan yang sudah
besar maupun mikro. Modal diperlukan untuk membeli persediaan
produksi, menggaji pegawai, dan lain sebagainya. Perusahaan besar tidak
dapat dipungkiri memiliki modal yang besar dan kuat untuk mengambil
alih pasar yang sudah ada, oleh karena itu modal merupakan syarat yang
penting pada bidang-bidang tertentu.
e. Biaya peralihan pemasok
Maksud dari biaya peralihan pemasok adalah biaya yang harus
dikeluarkan oleh pembeli apabila ingin pembeli sudah menemukan
barang substitusi ada barang pengganti dari barang yang dipakai
sebelumnya. Dengan kata lain apabila pembeli yang awalnya sudah
memakai produk A kemudian ingin beralih ke produk B maka disanalah
terjadi biaya peralihan pemasok.
f. Akses ke saluran distribusi
Akses ini biasanya dilakukan oleh perusahaan baru yang ini memasarkan
produknya ke dalam suatu pasar yang jalur distribusinya sudah dikuasi
oleh perusahaan yang mapan. Biasanya hal tersebut dilakukan dengan
cara menurunkan harga barang supaya mampu bersaing dengan barang
yang sudah ada, melakukan promosi secara besar-besaran, dan lain
sebagainya.
g. Kebijakan pemerintah
Pemerintah berperan penting dalam Probabilitas perusahaan. Kebijakan
pemerintah berpengaruh besar terhadap kelangsungan produksi
perusahaan, apalagi untuk perusahaan yang sudah Go Public. Pemerintah
disini dapat melakukan pembatasan dan pengendalian terhadap
operasional perusahaan supaya perusahaan berjalan sebagaimana
mestinya.
h. Tingkat rivalitas diantara para pesaing yang sama
Tidak hanya terjadi dalam dunia sepakbola, hal tersebut juga terjadi
dalam dunia bisnis. Rivalitas yang dimaksud dalam dunia bisnis adalah
bagaimana cara perusahaan berlomba-lomba dalam merebut loyalitas
konsumen terhadap suatu produk dan menjadikan produk tersebut
menempati tempat pertama dalam hati konsumen. Rivalitas oleh
perusahaan dilakukan dengan berbagai macam cara, diantarnya dengan
menggunakan promosi yang semenarik mungkin, perang harga.
Persaingan yang terjadi mengakibatkan perubahan dan pengaruh besar
terhadap persaingan dan mendorong perusahaan untuk berlomba-lomba
memenangi rivalitas. Persaingan diantara perusahaan mencerminkan
intensitas bahwa perusahaan tersebut ingin memenangkan rivalitas, hal
tersebut dapat dilihat dari beberapa faktor diantaranya:
1) Pertumbuhan industri yang lambat
2) Pertambahan kapasitas yang tinggi
3) Pesaing yang berbeda
4) Kurangnya Diferensiasi
5) Hambatan pengunduran tinggi yang tinggi
6) Informasi yang kompleks
7) Pesaing yang seimbang
8) Biaya pengalihan ke barang lain
9) Tekanan dari produk pengganti
Ancaman dari produk pengganti atau substitusi yang dihadapi
perusahaan sangatlah kuat apabila perbandingan harga barang
dengan barang sbustitusi berselisih terlampau tinggi. Hal itu tentu
saja akan membuat konsumen beralih ke barang substitusi.
10) Kekuatan tawar menawar pembeli
Kekuatan tawar-menawar yang dilakukan pembelai dapat
dipengaruhi oleh beberapa faktor, kekuatan tawar menawar akan
meningkat apabila terjadi situasi seperti berikut:
a) Pembelian besar-besaran yangdilakukan oleh pembeli
b) Pembeli memilih produk yang standar dan tidak terdiferensiasi
dalam membeli
c) Keuntungan yang didapat pembeli rendah
d) Kekuatan tawar-menawar pemasok.
Pemasok akan memiliki kekuatan tawar menawar apabila :
a) Didominasi oleh sedikit perusahaan
b) Produknya unik
c) Pelanggan merupakan pelanggan yang tidak loyal, sehingga tidak
berpengaruh besar terhadap perusahaan.
d) Pemasok memperhatikan ancaman untuk melakukan integrasi
hilir.

5. Analisis pesaing, Kluster dan Konsep Persaingan


Analisis pesaing adalah usaha perusahaan mengumpulkan dan menafsirkan
informasi tentang para pesaing. Analisis pesaing adalah hal yang digunakan untuk
memahami karakteristik perusahaan pesaing. Perusahaan perlu memahami:
a. Apa yang menggerakkan pesaing
b. Apa yang sedang dilakukan oleh pesaing
c. Apa yang diyakini oleh pesaing tentang dirinya sendiri dan tentang
industri
d. Kemampuan perusahaan
Kluster (Cluster) yaitu pengelompokkan atau pembagian konsetrasi
perusahaan berdasarkan geografis dan hal lain yang berkaitan dalam satu
bidang tertentu. Kluster biasanya secara universal didefinisikan sebagai
fokus yang dilakukan perusahaan pada sektor-sektor manufaktur yang sama
dengan perusahaan lain. Hal tersebut memperkuat beberapa penelitian
mengenai kawasan/daerah yang menjadi industri. Dalam penelitian yang
dilakukan oleh Alfred Marshall ditemukan bahwa industri cenderung akan
berlokasi di daerah-daerah tertentu secara berkelompok (kluster).
Ada tiga faktor yang memperngaruhi kluster dari perusahaan, yaitu:
a. Kluster mendorong ke arah inovasi dan kreatif
b. Memberikan rangsangan kepada perusahaan untuk penciptaan bentuk
bisnis baru yang nantinya diharapkan akan lebih memperkuat jariangan
kluster perusahaan tersebut.
c. Kluster dapat meningkatkan produktivitas perusahaan