Anda di halaman 1dari 10

e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha

Jurusan Akuntansi Program S1 (Vol: 8 No: 2 Tahun 2017)

ANALISIS PENERAPAN GLOBAL REPORTING INITIATIVE


(GRI) G4 PADA LAPORAN KEBERLANJUTAN
PERUSAHAAN TAHUN 2013-2016 (Studi pada Perusahaan
Pertambangan yang Terdaftar di BEI)
1
Luh Tami Astini, 1Gede Adi Yuniarta, 2Putu Sukma Kurniawan

Jurusan Akuntansi Program S1


Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia

e-mail: {1tamiastini.ta@gmail.com
1
gdadi_ak@yahoo.co.id, 2putusukma1989@yahoo.co.id}@undiksha.ac.id

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa besar tingkat pengungkapan


standar umum dan standar khusus GRI G4 pada laporan keberlanjutan perusahaan
pertambangan yang terdaftar di BEI. Objek dalam penelitian ini adalah laporan
keberlanjutan tahun 2013-2016 perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI yang
menggunakan standar pelaporan GRI G4. Perusahaan-perusahaan tersebut adalah:
Adaro Energy Tbk, Bumi Resource Tbk, Indo Tambangraya Megah Tbk, Tambang
Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk, Petrosea Tbk, Medco Energy International Tbk,
Aneka Tambang (Persero) Tbk, Vale Indonesia Tbk, dan Timah (Persero) Tbk. Data
berupa laporan keberlanjutan diambil dari website resmi masing-masing perusahaan.
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis konten dengan memberikan skor
untuk setiap item GRI G4 yang diungkapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
secara keseluruhan, tingkat pengungkapan tertinggi terjadi pada aspek Hubungan
dengan Pemangku Kepentingan (G4-24 – G4-27), yaitu sebesar 97,5%. Sementara
pengungkapan terendah terjadi pada aspek Produk dan Jasa (G4-EN27 – G4-EN28)
yang hanya diungkapkan sebesar 10%.

Kata kunci: GRI G4, Laporan Keberlanjutan, Perusahaan Pertambangan

Abstract
The study was conducted in order to find out the disclosure level of both general
as well as specific standards of GRI G4 on the sustainable report of the mining
companies listed in the Indonesian Stock Exchange during the period of 2013-2016 of
those implementing report standard of GRI G4. The companies involved were: Adaro
Energy Tbk, Bumi Resource Tbk, Indo Tambangraya Megah Tbk, Tambang Batubara
Bukit Asam (Persero) Tbk, Petrosea Tbk, Medco Energy International Tbk, Aneka
Tambang (Persero) Tbk, Vale Indonesia Tbk, and Timah (Persero) Tbk. The data were
collected from the legal website of every company. The data were analyzed by using
content analysis by providing scores for every item of disclosured GRI G4. The result of
the study indicated that overall the highest level of disclosure was found on the aspect of
the relation to the stick holder (G4-24 – G4-27), with the total of 97,5%. While the lowest
level of disclosure was found on the aspect of Service and product (G4-EN27 – G4-
EN28) with the total of 10%.

Key words: GRI G4, sustainable report, mining companies


e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Vol: 8 No: 2 Tahun 2017)

PENDAHULUAN terbentuknya citra positif sebagai akibat


Perusahaan merupakan salah satu pelaksanaan program CSR oleh suatu
pelaku ekonomi yang memiliki peran perusahaan akan membawa dampak pada
penting dalam masyarakat. Dalam kegiatan keberhasilan kegiatan bisnis dan
operasionalnya, perusahaan sering kali pemasaran perusahaan. Program CSR
memanfaatkan sumber daya alam yang tersebut akan diungkapkan dalam Laporan
ada. Sumber daya alam merupakan Keberlanjutan (Sustainability Report)
pemasok bahan baku utama yang diolah perusahaan yang bersangkutan.
oleh perusahaan guna menghasilkan Laporan keberlanjutan adalah laporan
produk yang akan dijual kepada konsumen. yang disusun setiap tahun yang
Tempat dimana sumber daya alam berada mengungkapkan tentang dampak
disebut lingkungan. Lingkungan juga dapat organisasi baik itu positif maupun negatif
diartikan sebagai wilayah atau masyarakat terhadap lingkungan, masyarakat, dan
yang ada di sekitar tempat perusahaan ekonomi. Pengungkapan laporan
beroperasi. Kegiatan operasional keberlanjutan semakin mendapat perhatian
perusahaan tentu saja akan memberikan dalam praktik bisnis global dan menjadi
dampak terhadap lingkungan, baik berupa salah satu criteria dalam menilai tanggung
dampak positif maupun dampak negatif. jawab sosial suatu perusahaan. Para
Salah satu sektor perusahaan yang pemimpin perusahaan dunia semakin
memanfaatkan sumber daya alam dalam menyadari bahwa pengungkapan laporan
kegiatan operasional utamanya adalah yang lebih komprehensif (tidak hanya
perusahaan pertambangan. Perusahaan sekedar laporan keuangan) akan
pertambangan memiliki tanggung jawab mendukung strategi perusahaan (Dilling,
yang sangat tinggi karena dalam kegiatan 2009 dalam Nazir, 2014).
operasionalnya banyak mengambil sumber Standar yang digunakan dalam
daya alam dan diantaranya merupakan penyusunan laporan keberlanjutan adalah
sumber daya alam yang tidak dapat Global Reporting Initiative (GRI). Global
diperbaharui. Menanggapi hal tersebut, Reporting Initiative (GRI) (2013)
sudah selayaknya perusahaan yang mendefinisikan laporan keberlanjutan
bergerak di sektor pertambangan dan juga sebagai sistem pelaporan yang
perusahaan-perusahaan di sektor lain memungkinkan semua perusahaan dan
bertanggung jawab atas dampak yang organisasi untuk mengukur, memahami dan
diakibatkan oleh kegiatan operasionalnya mengkomunikasikan informasi ekonomi,
melalui program tanggung jawab sosial lingkungan, dan sosial sebagai tanggung
perusahaan. jawab kepada stakeholder internal maupun
Menurut Suharto (2008), Corporate eksternal mengenai kinerja organisasi
Social Responsibility (CSR) adalah dalam mewujudkan tujuan pembangunan
kepedulian perusahaan yang menyisihkan berkelanjutan.
sebagian keuntungannya (profit) bagi Pedoman GRI G4 terdapat dua standar
kepentingan pembangunan manusia pengungkapan sustainability report, yaitu
(people) dan lingkungan (planet) secara standar umum dan standar khusus.
berkelanjutan berdasarkan prosedur Pengungkapan standar umum dibagi
(procedure) yang tepat dan profesional. menjadi tujuh aspek, yaitu strategi dan
Corporate Social Responsibility (CSR) analisis, profil perusahaan, aspek material
ternyata berpengaruh terhadap pencitraan dan boundary teridentifikasi, hubungan
perusahaan di mata masyarakat, dengan stakeholder, profil laporan, tata
khususnya para investor dan pengguna kelola, serta etika dan integritas. Sementara
laporan keuangan. Sutojo (2004) dalam untuk standar khusus dibagi ke dalam 3
Ulva (2012) mengemukakan bahwa (tiga) kategori, yaitu kategori ekonomi,
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Vol: 8 No: 2 Tahun 2017)

kategori lingkungan, dan kategori sosial penelitian ini diharapkan dapat memberikan
(GRI G4, 2013). masukan bagi pihak-pihak yang
Meskipun sudah ada standar yang berkepentingan dalam pengambilan
mengatur, namun belum semua keputusan yang berkaitan dengan
perusahaan pertambangan menyusun dan penelitian untuk lebih meningkatkan
mengungkapkan laporan keberlanjutan, kepeduliannya terhadap aspek sosial dan
mengingat pengungkapan laporan lingkungan.
keberlanjutan tersebut masih bersifat
sukarela. Perusahaan yang tidak menyusun METODE
laporan keberlanjutan hanya akan Jenis penelitian yang digunakan adalah
melaporkan program CSR pada laporan penelitian deskriptif dengan pendekatan
tahunan saja. kualitatif. Dinamakan penelitian deskriptif
Dari 41 perusahaan pertambangan karena dilakukan tanpa hipotesis yang
yang terdaftar di BEI per 31 Desember dirumuskan secara ketat, dengan tujuan
2018, hanya 9 diantaranya yang pernah untuk mendeskripsikan secara terperinci
mengungkapkan laporan keberlanjutan mengenai fenomena sosial tertentu (Molly
pada website resmi perusahaan antara (2002) dalam Sembodo (2007)). Analisis
tahun 2013-2016. Perusahaan-perusahaan data pada penelitian deskriptif tidak untuk
tersebut adalah Adaro Energy Tbk, Bumi menerima atau menolak hipotesis,
resource Tbk, Indo Tambangraya Megah melainkan hasil analisis itu berupa deskripsi
Tbk, Tambang Batubara Bukit Asam dari gejala-gejala yang diamati. Jadi,
(Persero) Tbk, Petrosea Tbk, Medco penelitian deskriptif merupakan penelitian
Energy Intenational Tbk, Aneka Tambang yang tidak dimaksudkan untuk menguji atau
(Persero) Tbk, Vale Indonesia Tbk, dan merumuskan hipotesis tertentu, tetapi
Timah (Persero) Tbk. hanya menggambarkan apa adanya
Tingkat pengungkapan laporan tentang suatu variabel, gejala atau
keberlanjutan berbeda-beda antara satu keadaan, dalam hal ini mengenai tingkat
perusahaan dengan perusahaan lainnya pengungkapan standar umum dan standar
dan antara satu periode dengan periode khusus laporan keberlanjutan perusahaan-
lainnya. Untuk mengetahui berapa besar perusahaan pertambangan yang terdaftar di
tingkat pengungkapan item GRI G4 pada BEI berdasarkan item-item yang ada
laporan keberlanjutan perusahaan- pedoman GRI G4.
perusahaan tersebut, maka perlu dilakukan Objek yang digunakan dalam penelitian
analisis berdasarkan item-item yang ada ini adalah laporan keberlanjutan tahun
pada pedoman GRI G4. 2013-2016 perusahaan pertambangan yang
Penelitian ini dibatasi pada telaah terdaftar di BEI yang menggunakan standar
dokumentasi atas item-item yang ada pelaporan GRI G4. Perusahaan tersebut
dalam laporan keberlanjutan tahun 2013- adalah: Adaro Energy Tbk, Bumi Resource
2016 perusahaan pertambangan yang Tbk, Indo Tambangraya Megah Tbk,
terdaftar di BEI untuk mengetahui tingkat Tambang Batubara Bukit Asam (Persero)
pengungkapan laporan tersebut Tbk, Petrosea Tbk, Medco Energy
berdasarkan aspek-aspek yang ada pada International Tbk, Aneka Tambang
pedoman GRI G4. (Persero) Tbk, Vale Indonesia Tbk, dan
Manfaat dilakukannnya penelitian ini Timah (Persero) Tbk. Dalam penelitian ini,
dapat dibagi menjadi manfaat teoritis dan peneliti menggunakan sumber data
manfaat praktis. Secara teoiritis, penelitian sekunder yang diambil dari teks lengkap
ini diharapkan dapat memberikan yang terdapat dalam buku, artikel, jurnal,
sumbangan dalam pengembangan ilmu laporan keberlanjutan tahun 2013-2016
ekonomi/akuntansi, khususnya menjadi yang didownload melalui website resmi
bahan referensi dan perbandingan untuk perusahaan, dan data on line lainnya di
penelitian-penelitian selanjutnya yang internet.
berkaitan dnegan analisis terhadap laporan Teknik analisis data dilakukan dengan
keberlanjutan perusahaan sesuai pedoman menggunakan metode analisis konten,
GRI G4. Sementara secara praktis, yaitu dengan memberikan skor pada setiap
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Vol: 8 No: 2 Tahun 2017)

item GRI G4 yang diungkapkan. Teknik sebesar 100%, kategori lingkungan sebesar
analisis ini salah satunya dilakukan oleh 75%, dan kategori sosial adalah sebesar
Sahla dan Aliyah (2016). 64,58%.
1) Memberikan skor untuk setiap item
GRI G4 yang diungkapkan. Adapun
kriteria penilaian yang dilakukan BUMI RESOURCE Tbk
menggunakan skor dari 0-2, Laporan keberlanjutan tahun 2016
dimana: merupakan laporan keberlanjutan pertama
a. Nilai 0 diberikan jika sama yang disusun oleh BUMI. Tingkat
sekali tidak ada pengungkapan pengungkapan standar umum pada laporan
terkait item tersebut. keberlanjutan BUMI tahun 2016 adalah
b. Nilai 1 diberikan jika ada sebesar 58,62%, kategori ekonomi
pengungkapan namun tidak diungkapkan sebesar 50%, kategori
sempurna. lingkungan diungkapkan sebesar 30,88%,
c. Nilai 2 diberikan jika dan kategori sosial diungkapkan sebesar
pengungkapan dilakukan 53,13%.
dengan sangat baik.
Secara total keseluruhan kategori
dan sub kategori GRI G4 adalah INDO TAMBANGRAYA MEGAH Tbk
149 item. Apabila kategori dan sub ITMG menyusun laporan keberlanjutan
kategori diungkapkan secara selama empat tahun berturut-turut sejak
sempurna atau penuh, maka nilai tahun 2013. Tingkat pengungkapan standar
maksimal yang dapatdicapai adalah umum pada laporan keberlanjutan ITMG
298. setiap tahun mengalami perubahan. Pada
2) Setelah pemberian skor pada tahun 2013 standar umum memperoleh
masing-masing item yang terdapat persentase pengungkapan sebesar
pada laporan keberlanjutan sesuai 57,76%, tahun 2014 sebesar 65,52%, tahun
dengan pedoman GRI G4, 2015 dan tahun 2016 masing-masing
selanjutnya dihitung tingkat sebesar 60,34%. Tingkat pengungkapan
pengungkapan atas item-item kategori ekonomi pada laporan
tersebut dengan cara membagi keberlanjutan ITMG pada tahun 2013
jumlah item pengungkapan yang sebesar 72,22%, tahun 2014 sebesar
dipenuhi dengan jumlah skor item 61,11%, tahun 2015 sebesar 50%, dan
maksimum kemudian dikalikan tahun 2016 sebesar 33,33%.
100%. Tingkat pengungkapan Tingkat pengungkapan kategori
tersebut jika digambarkan dengan lingkungan tahun 2013 sebesar 38,24%,
rumus adalah sebagai berikut: tahun 2014 sebesar 36,76%, tahun 2015
sebesar 39,71%, dan tahun 2016 sebesar
41,18%. Kategori sosial secara keseluruhan
pada laporan keberlanjutan ITMG
diungkapkan sebesar 31,25% pada tahun
2013, 26,04% pada tahun 2014, 25% pada
tahun 2015, dan 17,71% pada tahun 2016.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tingkat Pengungkapan Laporan
TAMBANG BATUBARA BUKIT ASAM
Keberlanjutan Perusahaan
(PERSERO) Tbk
Pertambangan Berdasarkan Pedoman
PTBA mengungkapkan laporan
GRI G4
keberlanjutan selama empat tahun berturut-
ADARO ENERGY Tbk
turut sejak tahun 2013. Tingkat
Adaro Energy hanya mengungkapkan
pegungkapan standar umum PTBA tahun
laporan keberlanjutan tahun 2013 saja.
2013 adalah sebesar 81,9%, tahun 2014
Tingkat pengungkapan standar umum pada
sebesar 78,45%, tahun 2015 sebesar
laporan keberlanjutan Adaro tahun 2013
59,48%, dan tahun 2016 sebesar 63,79%.
adalah sebesar 62,93%, kategori ekonomi
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Vol: 8 No: 2 Tahun 2017)

Pengungkapan standar khusus kategori Secara keseluruhan, kategori


ekonomi secara keseluruhan pada laporan lingkungan pada laporan keberlanjutan
keberlanjutan PTBA tahun 2013 adalah Medco pada tahun 2013 diungkapkan
sebesar 50%, tahun 2014 sebesar 77,78%, sebesar 35,29% dan pada tahun 2014
tahun 2015 sebesar 55,56%, dan tahun diungkapkan sebesar 57,35%. Kategori
2016 sebesar 72,22%. sosial pada laporan keberlanjutan Medco
Secara keseluruhan, kategori pada tahun 2013 diungkapkan sebesar
lingkungan pada laporan keberlanjutan 17,71% dan pada tahun 2014 diungkapkan
PTBA pada tahun 2013 diungkapkan sebesar 14,58%.
sebesar 42,65%, tahun 2014 sebesar
58,82%, tahun 2015 sebesar 63,24%, dan
tahun 2016 sebesar 41,18%. Kategori ANEKA TAMBANG (PERSERO) Tbk
sosial pada laporan keberlaanjutan PTBA ANTAM mengungkapkan laporan
diungkapkan sebesar 46,88% pada tahun keberlanjutan selama tiga tahun berturut-
2013, sebesar 64,58% pada tahun 2014, turut, yaitu sejak tahun 2014. Total tingkat
sebesar 76,04% pada tahun 2015, dan pengungkapan standar umum laporan
sebesar 71,88% pada tahun 2016. keberlanjutan ANTAM tahun 2014 adalah
sebesar 62,93%, tahun 2015 sebesar
65,52%, dan tahun 2016 sebesar 66,38%.
PETROSEA Tbk Tingkat pengungkapan kategori ekonomi
Petrosea mengungkapkan laporan tahun 2014 adalah sebesar 33,33%, tahun
keberlanjutan selama tiga tahun berturut- 2015 sebesar 66,67%, dan tahun 2016
turut sejak tahun 2014. Tingkat sebesar 44,44%.
pengungkapan standar umum pada laporan Secara keseluruhan, tingkat
keberlanjutan Petrosea pada tahun 2014 pengungkapan kategori lingkungan pada
adalah sebesar 51,72%, tahun 2015 laporan keberlanjutan ANTAM pada tahun
sebesar 53,45%, dan tahun 2016 sebesar 2014 adalah sebesar 63,24%, tahun 2015
60,34%. Kategori ekonomi pada laporan sebesar 80,88%, dan tahun 2016 sebesar
keberlanjutan Petrose tahun 2014 42,65%. Tingkat pengungkapan kategori
diungkapkan sebesar 27,78%, tahun 2015 sosial tahun 2014 adalah sebesar 36,46%,
sebesar 33,33%, dan tahun 2016 sebesar tahun 2015 sebesar 82,29%, dan tahun
33,33%. 2016 sebesar 32,29%.
Pengungkapan kategori lingkungan
secara keseluruhan pada laporan
keberlanjutan Petrosea tahun 2014 adalah VALE INDONESIA Tbk
sebesar 16,18%, tahun 2015 sebesar VALE menungkapkan laporan
20,59%, dan tahun 2016 sebesar 25%. keberlanjutan selama empat tahun berturut-
Pengungkapan kategori sosial secara turut sejak tahun 2013. Tingkat
keseluruhan pada laporan keberlanjutan pengungkapan standar umum secara
Petrosea tahun 2014 sebesar 12,5%, tahun kesleuruhan pada laporan keberlanjutan
2015 sebesar 14,58%, dan tahun 2016 VALE tahun 2013 adalah sebesar 75,86%,
sebesar 17,71%. tahun 2014 seebsar 83,6%, tahun 2015
sebesar 66,38%, dan tahun 2016 sebesar
60,34%. Pengungkapan kategori ekonomi
MEDCO ENERGY INTERNATIONAL Tbk pada laporan keberlanjutan VALE tahun
Medco hanya mengungkapkan laporan 2013 adalah sebesar 44,44%, tahun 2014
keberlanjutan pada tahun 2013 dan 2014. sebesar 61,11%, tahun 2015 sebesar 50%,
Tingkat pengungkapan standar umum pada dan tahun 2016 sebesar 16,67%.
laporan keberlanjutan Medco tahun 2013 Tingkat pengungkapan kategori
sebesar 57,76% dan pada tahun 2014 lingkungan pada laporan keberlanjutan
sebesar 65,52%. Kategori ekonomi pada VALE tahun 2013 adalah sebesar 30,88%,
laporan keberlanjutan Medco pada tahun tahun 2014 sebesar 35,29%, tahun 2015
2013 diungkapkan sebesar 27,78% dan sebesar 48,53%, dan tahun 2016 sebesar
tahun 2014 diungkapkan sebesar 33,33%. 22,06%. Tingkat pengungkapan kategori
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Vol: 8 No: 2 Tahun 2017)

sosial secara keseluruhan pada laporan kepentingan sendiri, namun harus


keberlanjutan VALE tahun 2013 adalah memberikan manfaat bagi pemangku
sebesar 16,67%, tahun 2014 sebesar kepentingan. Dengan demikian,
19,79%, tahun 2015 sebesar 40,63%, dan keberadaan suatu perusahaan sangat
tahun 2016 sebesar 15,63%. dipengaruhi oleh dukungan yang diberikan
pemangku kepentingan kepada perusahaan
tersebut (Ghozalli dan Chariri, 2007).
TIMAH (PERSERO) Tbk Menurut peneliti, Hubungan dengan
TIMAH mengungkapkan laporan Pemangku Kepentingan menjadi salah satu
keberlanjutan sesuai standar GRI G4 sejak aspek yang penting untuk diungkapkan
tahun 2014. Tingkat pengungkapan standar dalam laporan keberlanjutan perusahaan
umum secara keseluruhan pada laporan pertambangan karena dengan
keberlanjutan TIMAH tahun 2014 adalah diungkapkannya aspek ini, perusahaan
sebesar 67,24%, tahun 2015 sebesar dapat memahami apa saja yang menjadi
75,68%, dan tahun 2016 sebesar 71,55%. harapan yang wajar pemangku kepentingan
Pengungkapan kategori ekonomi pada yang terlibat dalam operasional
laporan keberlanjutan TIMAH tahun 2014 perusahaan. Dengan dipenuhinya harapan
adalah sebesar 72,22%, tahun 2015 tersebut, maka pemangku kepentingan
sebesar 61,11%, dan 2016 sebesar akan senantiasa mendukung proses
72,22%. operasional perusahaan guna mencapai
Tingkat pengungkapan standar khusus tujuan yang telah ditetapkan.
kategori lingkungkan secara keseluruhan Aspek dengan tingkat persentase
pada laporan keberlanjutan TIMAH tahun pengungkapan tertinggi pada standar
2014 adalah sebesar 58,82%, tahun 2015 umum selanjutnya adalah Profil Organisasi.
sebesar 52,94%, dan tahun 2016 sebesar Aspek ini dalam laporan keberlanjutan
55,88%. Pengungkapan kategori sosial menyajikan gambaran keseluruhan
pada laporan keberlanjutan TIMAH tahun mengenai karakteristik organisasi, mulai
2014 adalah sebesar 52,08%, tahun 2015 dari nama organisasi, produk dan layanan
sebesar 57,29%, dan tahun 2016 sebesar utama, lokasi kantor pusat, jumlah negara
56,25%. tempat organisasi beroperasi, sifat
kepemilikan dan badan hukum, pasar yang
Tingkat Pengungkapan Standar GRI G4 dilayani, skala organisasi, jumlah karyawan,
Secara Keseluruhan rantai pasokan, dan perubahan yang
Secara keseluruhan, hasil analisis signifikan selama periode pelaporan (GRI
menunjukkan bahwa untuk standar umum, G4 Guidelines, 2013). Profil Organisasi
tiga aspek dengan persentase menjadi penting untuk diungkapkan dalam
pengungkapan tertinggi adalah aspek laporan keberlanjutan karena pemakai
Hubungan dengan Pemangku Kepentingan laporan akan dapat mengetahui informasi
(97,5%), aspek Profil Organisasi (94,57%), atau gambaran secara lengkap mengenai
dan aspek Material dan Boundary detail perusahaan.
Teridentifikasi (92%). Sementara itu, aspek Aspek Material dan Boundary
pada standar umum yang memiliki Teridentifikasi merupakan aspek ketiga
persentase pengungkapan terendah adalah yang memiliki persentase tertinggi pada
Tata Kelola (25,64%). pengungkapan standar umum laporan
Pemangku Kepentingan dapat keberlanjutan perusahaan pertambangan.
mencakup siapa saja yang diberdayakan Aspek ini menjadi sangat penting untuk
dalam organisasi (seperti karyawan, diungkapkan karena memuat proses yang
pemegang saham, pemasok) serta siapa dilalui oleh organisasi dalam menentukan
saja yang memiliki hubungan lain dengan konten-konten apa saja yang akan dimuat
organisasi (seperti kelompok rentan dalam dalam laporan sesuai dengan Pedoman
masyarakat lokal, masyarakat sipil). GRI G4.
Teori pemangku kepentingan Aspek Tata Kelola menjadi aspek
mengatakan bahwa perusahaan bukanlah dengan persentase pengungkapan
entitas yang hanya beroperasi untuk terendah pada standar umum laporan
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Vol: 8 No: 2 Tahun 2017)

keberlanjutan perusahaan pertambangan. Aspek Lain-lain pada kategori


Aspek tata kelola memberikan gambaran lingkungan menyajikan informasi mengenai
tentang struktur tata kelola dan pengeluaran untuk perlindungan lingkungan
komposisinya; Peran badan tata kelola oleh organisasi, atau atas namanya, untuk
tertinggi dalam menetapkan tujuan, nilai, mencegah, mengurangi, mengendalikan,
dan strategi organisasi; Kompetensi dan dan mendokumentasikan aspek, dampak,
evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi; dan bahaya terkait lingkungan.
Peran badan tata kelola tertinggi dalam Pengeluaran ini juga mencakup
manajemen risiko; Peran badan tata kelola pengeluaran untuk pembuangan,
tertinggi dalam pelaporan keberlanjutan; perawatan, sanitasi, dan pembersihan (GRI
Peran badan tata kelola tertinggi dalam G4 Guidelines, 2013). Aspek ini penting
mengevaluasi kinerja ekonomi, lingkungan, untuk diungkapkan karena dengan
dan sosial; serta Remunerasi dan insentif mengukur biaya mitigasi dan perlindungan
(GRI G4 Guidelines, 2013). lingkungan akan dapat memberikan
Kategori ekonomi terdiri dari empat informasi mengenai seberapa efektif
aspek yang harus diungkapkan, yaitu aspek organisasi menggunakan sumber daya
Kinerja Ekonomi, Keberadaan di Pasar, untuk meningkatkan kinerja lingkungan.
Dampak Ekonomi Tidak Langsung, dan Aspek Air menyajikan informasi tentang
Praktik Pengadaan. Dari keempat aspek total pengambilan air berdasarkan sumber,
tersebut, aspek Dampak Ekonomi Tidak sumber air yang secara signifikan
Langsung (66%) diungkapkan dengan dipengaruhi oleh pengambilan air, dan total
persentase tertinggi. Selain menyajikan volume air yang didaur ulang dan
informasi mengenai dampak ekonomi tidak digunakan kembali. Dengan dilaporkannya
langsung, aspek tersebut juga menyajikan aspek ini pada laporan keberlanjutan,
informasi mengenai pembangunan dan pemangku kepentingan dapat mengetahui
dampak dari investasi infrastruktur dan jasa total air yang digunakan dalam kegiatan
yang diberikan perusahaan. Dampak operasional perusahaan; dan apakah
ekonomi tidak langsung menjadi aspek konsumsi air tersebut akan berpengaruh
penting untuk diungkapkan dalam laporan terhadap lingkungan dengan menurunkan
keberlanjutan karena dapat memberikan tinggi muka air, mengurangi volume air
informasi kepada pemakai laporan yang tersedia untuk digunakan, atau
mengenai kontribusi perusahaan terhadap mengubah kemampuan ekosistem dalam
kemajuan ekonomi masyarakat lokal di menjalankan fungsinya. Tingkat
sekitar wilayah operasi perusahaan melalui penggunaan kembali dan daur ulang air
program-program yang dijalankannya. adalah ukuran efisien dan menunjukkan
Aspek pada kategori ekonomi yang keberhasilan organisasi dalam mengurangi
diungkapkan dengan persentase terendah total pengambilan dan pembuangan air.
adalah Keberadaan di Pasar (40%). Aspek Penggunaan kembali dan daur ulang air
ini menyajikan informasi mengenai rasio yang meningkat akan berpengaruh
upah standar pegawai pemula terhadap pengurangan konsumsi air.
dibandingkan dnegan upah minimum Aspek Kepatuhan pada kategori
regional di lokasi-lokasi operasional dan lingkungan menyajikan informasi mengenai
perbandingan manajemen senior yang nilai denda dan sanksi non-moneter yang
dipekerjakan dari masyarakat lokal di lokasi diberikan karena ketidakpatuhan terhadap
operasi perusahaan (GRI G4 Guidelines, undang-undang dan peraturan lingkungan.
2013). Tingkat kepatuhan organisasi terhadap
Tiga aspek dengan persentase undang-undang dan peraturan yang berlaku
pengungkapan tertinggi pada kategori membantu mengindikasikan kemampuan
lingkungan laporan keberlanjutan manajemen untuk memastikan bahwa
perusahaan pertambangan adalah aspek kegiatan operasionalnya telah memenuhi
Lain-lain (Total Pengeluaran dan Investasi parameter kinerja tertentu. Dari perspektif
Perlindungan Lingkungan, dengan ekonomi, kepatuhan terhadap undang-
persentase sebesar 74%), aspek Air (64%), undang dan peraturan yang berlaku dapat
dan Kepatuhan (56%). membantu mengurangi risiko finansial yang
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Vol: 8 No: 2 Tahun 2017)

terjadi, baik secara langsung melalui denda Diantara masalah hak asasi manusia yang
atau tidak langsung melalui dampak dicakup antara lain adalah non-diskriminasi,
terhadap reputasi organisasi. kesetaraan gender, kebebasan berserikat,
Aspek Produk dan Jasa (10%) perjanjian kerja bersama, pekerja anak,
merupakan aspek dengan persentase pekerja paksa/wajib kerja, dan hak-hak
pengungkapan terendah pada kategori adat.
lingkungan laporan keberlanjutan
perusahaan pertambangan. Aspek ini
menyajikan informasi mengenai tingkat Implikasi Penelitian
mitigasi dampak terhadap dampak Penelitian tentang Analisis Penerapan
lingkungan produk dan jasa, serta Global Reporting Initiative (GRI) G4 pada
persentase produk yang terjual dan Laporan keberlanjutan Perusahaan
kemasannya yang direklamasi (GRI G4, Pertambangan yang Terdaftar di BEI ini
Guidelines, 2013). bertujuan untuk mengetahui berapa besar
Praktik Ketenagakerjaan dan tingkat pengungkapan standar umum dan
Kenyamanan Bekerja (54%) merupakan standar khusus pada laporan keberlanjutan
subkategori pada kategori sosial yang perusahaan. Setelah dilakukan analisis
diungkapkan dengan persentase tertinggi terhadap laporan keberlanjutan masing-
pada laporan keberlanjutan perusahaan masing perusahaan, maka dapat diketahui
pertambangan. Tenaga kerja sebagai bahwa tingkat pengungkapan antara satu
penggerak perusahaan untuk kemajuan perusahaan dengan perusahaan lainnya
perusahaan harus selalu mendapat berbeda-beda.
perhatian lebih dari perusahaan. Bentuk Dengan diketahuinya tingkat
perhatian terhadap karyawan bisa tercermin pengungkapan GRI G4 pada masing-
dari adanya program jaminan sosial masing laporan keberlanjutan, maka
karyawan, dimana program tersebut perusahaan dapat mengevaluasi aspek-
merupakan bentuk terhadap pemenuhan aspek apa saja yang telah dilaporkan, dan
hak-hak tenaga kerja seperti kesehatan dan selanjutnya dapat digunakan sebagai
keselamatan bekerja. bahan pertimbangan bagi perusahaan
Fajar (2010) menyebutkan bahwa untuk menyusun program CSR dan
European Employment Index (EEI) pengungkapannya dalam laporan
merekomendasikan kepada korporasi untuk keberlanjutan di periode yang akan datang.
memerhatikan kepentingan tenaga kerja
seperti peningkatan kualitas hidup dan
lingkungan kerja yang nyaman bagi KESIMPULAN DAN SARAN
karyawan. Dengan adanya dukungan KESIMPULAN
semua pihak, tentu akan menarik investor Berdasarkan hasil penelitian yang
untuk melakukan investasi. Semakin tinggi dilakukan pada perusahaan pertambangan
tingkat investasi sebuah perusahaan, maka yang terdaftar di BEI mengenai tingkat
akan berpengaruh positif terhadap nilai pengungkapan GRI G4 pada laporan
perusahaan. Pernyataan tersebut didukung keberlanjutan tahun 2013-2016, maka
oleh hasil penelitian Silvyanti (2015) yang dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
menyatakan bahwa pengungkapan CSR 1) Pengungkapan laporan keberlanjutan
dimensi sosial/ketenagakerjaan memiliki dengan pedoman GRI G4 terdiri dari:
pengaruh terhadap nilai perusahaan yang (1) Pengungkapan standar umum
diukur dengan menggunakan return saham. yang terdiri dari Strategi dan Analisis,
Persentase pengungkapan terendah Profil Organisasi, Aspek Material dan
pada kategori sosial diperoleh subkategori Boundary Teridentifikasi, Hubungan
Hak Asasi Manusia (26,33%). Subkategori dengan Pemangku Kepentingan,
ini membahas sejauh mana proses telah Profil Laporan, Tata Kelola, serta
diterapkan, insiden pelanggaran hak asasi Etika dan Integritas; (2)
manusia, dan perubahan kemampuan Pengungkapan standar khusus terdiri
pemangku kepentingan untuk mendapatkan
dan menggunakan hak asasi manusia.
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Vol: 8 No: 2 Tahun 2017)

dari Kategori Ekonomi, Kategori Kepentingan (G4-24 – G4-27), yaitu


Lingkungan, serta Kategori Sosial. sebesar 97,5%. Sementara
2) Untuk stndar umum tahun 2013, pengungkapan dengan persentase
perusahaan yang mengungkapkan terendah dilakukan pada kategori
dengan nilai paling tinggi adalah lingkungan aspek Produk dan Jasa
Tambang Batubara Bukit Asam (G4-EN27 – G4-28) yang
dengan persentase pengungkapan diungkapkan sebesar 10%.
sebesar 81,9%, tahun 2014 tingkat
pengungkapan tertinggi diraih oleh
PT Vale dengan nilai 83,62%, tahun SARAN
2015 diperoleh oleh PT Timah Adapun saran dalam penelitian ini,
dengan persentase sebesar 75,86%, yaitu:
dan untuk tahun 2016 kembali 1) Meskipun laporan keberlanjutan
diperoleh oleh PT Timah dengan masih bersifat sukarela, perusahaan-
persentase sebesar 71,55%. perusahaan lainnya diharapkan
3) Tingkat pengungkapan kategori dapat menyusun laporan
ekonomi dengan nilai tertinggi tahun keberlanjutan sebagai sarana
2013 diperoleh oleh Adaro Energy pelaporan kegiatan tanggung jawab
dengan nilai 100%, tahun 2014 sosial perusahaan (CSR) untuk
diperoleh oleh Tambang Batubara meningkatkan kepercayaan
Bukit Asam dengan persentase pemangku kepentingan terhadap
77,78%, tahun 2015 diperoleh oleh perusahaan.
Antam dengan persentase sebesar 2) Untuk perusahaan-perusahaan yang
66,67%, dan untuk tahun 2016 sudah mengungkapkan laporan
diperoleh oleh Tambang Batubara keberlanjutan, diharapkan untuk
BukitAsam dan PT Timah dengan periode pelaporan selanjutnya dapat
nilai yang sama yaitu 72,22%. mengungkapkan dengan sempurna
4) Untuk kategori lingkungan, semua aspek-aspek yang ada pada
persentase pengungkapan tertinggi pedoman GRI G4.
tahun 2013 diperoleh oleh Adaro
Energy dengan persentase sebesar
75%, tahun 2014 diperoleh oleh DAFTAR PUSTAKA
Antam dengan persentase sebesar ______. 2017. Daftar Perusahaan
63,24%, tahun2015 diperoleh oleh Pertambangan yang Terdaftar di BEI
Antam dengan persentase sebesar (Online). Tersedia di
80,88%, dan untuk tahun 2016 https://www.sahamok.com/emiten/sekto
diperoleh oleh PT Timah dengan r-pertambangan/. (Diakses pada 1
persentase sebesar 55,88%. Januari 2018).
5) Persentase pengungkapan tertinggi
untuk kategori sosial tahun 2013 Fajar, Mukti. 2010. Tanggung Jawab Sosial
diperoleh oleh Adaro Energy dengan Perusahaan di Indonesia. Jakarta:
persentase sebesar 64,58%, tahun Pustaka pelajar.
2014 diperoleh oleh Tambang
Batubara Bukit Asam dengan Ghozali, Imam dan Anis Chariri. 2007. Teori
persentase sebesar 64,58%, tahun Akuntansi. Semarang: Badan Penerbit
2015 diperoleh oleh Antam dengan Universitas Diponegoro.
persentase sebesar 82,29%, dan
untuk tahun 2016 diperoleh oleh GRI. 2013. An Introduction to G4 The Next
Tambang Batubara Bukit Asam Generation of Sustainability Reporting.
dengan persentase sebesar 71,88%. Amsterdam, The Netherlands.
6) Secara keseluruhan, tingkat
pengungkapan tertinggi dilakukan Nasir, Azwir, Elfi Ilham, dan Vadela Irna
pada standar umum aspek Utara. 2014. Pengaruh Karakteristik
Hubungan dengan Pemangku Perusahaan dan Corporate Governance
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Vol: 8 No: 2 Tahun 2017)

terhadap Pengungkapan Sustainability


Report pada Perusahaan LQ45 yang
Terdaftar. Jurnal Ekonomi, Vol.22, No.1,
Hal: 1-18.

Sahla, Widya Ais dan Siti Sophiah


Rothbatul Aliyah. 2016. Pengungkapan
Corporate Social Responsibility
Berdasarkan Global Reporting Initiative
(GRI-G4) Pada Perbankan Indonesia.
Jurnal INTEKNA, Vol. 16, No. 2, Hal:
101-200.

Sembodo, N. P. 2007. Pengungkapan


Kinerja Sosial & Lingkungan Melalui
Penerapan Akuntansi
Pertanggungjawaban Sosial. Skripsi.
Malang: Universitas Brawija.

Silvyanti. 2015. Pengaruh Pengungkapan


Corporate Social Responsibility
terhadap Nilai Perusahaan (Studi
Empiris pada Perusahaan Industri
Manufaktur yang Terdaftar di BEI
Periode 2013). Skripsi. Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas
Hasanuddin.

Suharto, Edy. 2008. Corporate Social


Responsibility: What is and Benefit for
Corporate. Makalah yang Disajikan
pada Seminar Dua Hari, Corporate
Social Responsibility: Strategy,
Management, and Leadership, Hotel
Aryaduta, Jakarta 13-14 Februari 2008.

Ulva. 2012. Analisis Pengaruh Corporate


Social Responsibility Terhadap Citra
Perusahaan (Studi Kasus PT.
International Nickel Indonesia Tbk).
Skripsi. Universitas Hasanuddin.