Anda di halaman 1dari 6

Nomor :

Revisi Ke :

Berlaku Tgl :

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR

PENATALAKSANAAN CRACKED NIPPLE


Disahkan oleh:

dr. Beryl Rachmawati


NIP. 19820628 201101 2 012

PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG


PUSKESMAS RANDUAGUNG
Jln. Raya Randuagung No. 192 Telp. ( 0334 ) 321 080
RANDUAGUNG 67354
PENATALAKSANAAN CRACKED NIPPLE
No. Dokumen :
SOP No. Revisi :
TanggalTerbit :
Halaman :1/7

UPT PUSKESMAS dr. Beryl Rachmawati


RANDUAGUNG NIP. 19820628 201101 2 012
1. Pengertian Cracked nipple adalah nyeri pada puting merupakan masalah yang sering
ditemukan pada ibu menyusui.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah – langkah untuk penataksanaan
Cracked nipple.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor ....
4. Referensi Peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia no. 5 tahun 2014 tentang
panduan praktik klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan primer hal
396
5. Prosedur 1. Alat :
- Timbangan
- Alat ukur tinggi badan
- Tensimeter
- Stetoskop
- Termometer
- Jam
- Senter
2. Bahan :
- Rekam Medis
- Resep
- Obat
6. Langkah-langkah 1. Petugas memanggil nama pasien sesuai nomer urut.
2. Petugas mempersilahkan pasien masuk.
3. Petugas memperkenalkan diri dan menanyakan identitas pasien.
4. Petugas melakukan anamnesa:
a. nyeri pada puting susu
b. nyeri bertambah jika menyusui
5. Petugas melakukan pemerisaan pemeriksaan fisik:
Adanya nyeri pada puting susu dan nyeri bertambah jika menyusui bayi seta
lecet pada daerah puting susu
6. Petugas melakukan cuci tangan / hand scrub.
7. Pemeriksaan penunjang
Tidak di perlukan pemeriksaan penunjang dalam penegakan diagnosis
8. Petugas menegakkan diagnosis
Diagnosis ditegakkan cukup anamnesis dan pemeriksaan fisik.
9. Petugas memberikan terapi
- Non medikamentosa
a. Teknik menyusui yang benar
b. Puting harus kering
c. Mengoleskan kolostrum atau asi yang keluar di sekitarputing
susu dan membiarkan kering
d. Mengistirahatkan payudara apabila lecet sangat berat selama 24
jam
e. Lakukan pengompresan dengan kain basah dan hangat selama 5
menit jika terjadi bendungan payudara
- Medikamentosa
a. Memberikan tablet paracetamoltiap 4-6 jam untuk menghilangkan
nyeri
b. Pemberian lalonin dan vitamin E
c. Pengobatan terhadap monilia
10. Petugas melakukan KIE
Pasien dan keluarga diberitahu mengenai:
a. Tetap memberikan semangat pada ibu untuk tetap menyusui jika nyeri
berkurang
b. Jika masih tetap nyeri, sebagian ASI sebaiknya di perah
c. Tidak melakukan pembersihan puting susu dengan sabun atau Zat iritatif
lainnya
d. Menggunakan nbra dengan penyangga yang baik
e. Posisi menyusui harus benar, bayi menyusui sampaike kalang payudara
dan susukan secara bergantian di antara kedua payudara

11. Petugas melakukan pencatatan dan dokumentasi di rekam medis

12. Petugas menulis resep dan mempersilahkan pasien untuk mengambil obat
di ruang farmasi.

13. Bagan alir


Petugas memanggil nama pasien sesuai nomer urut
Petugas mempersilahkan pasien masuk

Petugas mempekenalkan diri dan menanyakan identitas


Petugas melakukan anamnesa
pasien

Petugas melakukan cuci tangan / hand scrub Petugas melakukan pemeriksaan fisik

Petugas menegakkan diagnosis dari anamnesa dan


Petugas melakukan cuci tangan / hand scrub
pemeriksaan fisik

Petugas memberikan terapi Petugas melakukan KIE

Petugas melakukan pencatatan dan dokumentasi di


Petugas menulis resep dan mempersilahkan pasien rekam medis
untuk mengambil obat di ruang farmasi

14. Hal- hal Kepatuhan terhadap langkah-langkah SOP


yang perlu
diperhatikan
15. Unit terkait 1. Poli Umum
2. Poli KIA/KB
3. UGD
4. Ponkesdes.
5. Ruang farmasi
6. Dokumen – Bukti telusur sesuai kegiatan/ proses kerja :
terkait – KAK
– Checklist / instrumen
– Laporan Hasil
– RTL
– Rekam Medis
– Resep
7. Rekaman No Yang Isi Perubahan Tgl mulai
historis diubah diberlakukan
perubahan
1. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah – 31 Januari
langkah untuk penataksanaan 2019
urtikaria akut.
2 Langkah- 1. Petugas memanggil nama pasien 31 Januari
langkah sesuai nomer urut. 2019
2. Petugas mempersilahkan pasien
masuk.
3. Petugas memperkenalkan diri dan
menanyakan identitas pasien.
4. Petugas melakukan anamnesa.
5. Petugas melakukan cuci tangan /
hand scrub.
6. Petugas melakukan pemerisaan
pemeriksaan fisik.
7. Petugas melakukan cuci tangan /
hand scrub.
8. Petugas menegakkan diagnosis.
9. Petugas memberikan terapi.
10. Petugas melakukan KIE

11. Petugas melakukan pencatatan dan


dokumentasi di rekam medis

12. Petugas menulis resep dan


mempersilahkan pasien untuk
mengambil obat di ruang farmasi.

3. Bagan alir 31 Januari

Petugas memanggil nama pasien sesuai nomer urut


2019
Petugas mempersilahkan pasien masuk

Petugas mempekenalkan diri dan menanyakan identitas


Petugas melakukan anamnesa
pasien

Petugas melakukan cuci tangan / hand scrub Petugas melakukan pemeriksaan fisik

Petugas menegakkan diagnosis dari anamnesa dan


Petugas melakukan cuci tangan / hand scrub
pemeriksaan fisik

Petugas memberikan terapi Petugas melakukan KIE

Petugas melakukan pencatatan dan dokumentasi di


Petugas menulis resep dan mempersilahkan pasien rekam medis
untuk mengambil obat di ruang farmasi

4. Dokumen – Bukti telusur sesuai kegiatan/ proses 31 Januari


kerja :
terkait 2019
– KAK
– Checklist / instrumen
– Laporan Hasil
– RTL
– Rekam Medis
– Resep
JUDUL SOP (12)
:02/DT/ADM
No. Dokumen EN/427.35.1
DAFTAR 7/2016
TILIK No. Revisi :
: 06 Januari
Tanggal Terbit
14 2016
Halaman :1
UPT
dr. Beryl Rachmawati
PUSKESMAS NIP. 19820628 201101 2 012
RANDUAGUNG

Unit :
Nama Petugas :
Tanggal Pelaksanaan :

No Kegiatan Ya Tidak
1. Apakah petugas memanggil pasien sesuai nomor
urut?
2. Apakah petugas mempersilahkan pasien masuk?
3. Apakah petugas memperkenalkan diri dan
menanyakan identitas pasien?
4. Apakah petugas melakukan anamnesa?
5. Apakah petugas melakukan cuci tangan/hand
scrub?
6. Apakah petugas melakukan pemeriksaan fisik?
7. Apakah petugas melakukan cuci tangan/hand
scrub?
8. Apakah petugas melakukan pemeriksaan
penunjang?
9. Apakah petugas menegakkan diagnosis dari
anamnesa, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan
penunjang?
10. Apakah petugas memberikan terapi?
11. Apakah petugas melakukan KIE?
12. Apakah petugas melakukan pencatatan dan
dokumentasi di rekam medis?
13. Apakah petugas menulis resep dan
mempersilahkan pasien untuk mengambil obat di
ruang farmasi?
Jumlah

Compliance rate (CR) : ……………..%


………………………………..,………….
.
..............................................
Auditie Pelaksana / Auditor

(.....................................) (.....................................)