Anda di halaman 1dari 8

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
1.2. Tujuan Penulisan
BAB IIKONSEP FILSAFAT SOSIAL
2.1. Pengertian Filsafat Sosial
2.2. Karakteristik Filsafat Sosial
2.3. Ruang Lingkup Filsafat Sosial
BAB III KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Filsafat adalah studi tentang masalah yang umum dan mendasar seperti
pengetahuan alam, kebenaran, keadilan, keindahan, bahasa dan pikiran. Filsafat
adalah akar dari segala ilmu pengetahuan, disebut juga dengan mother of sciences.
Filsafat menggabungkan berbagai macam aktivitas individual dengan kelompok,
membuat kita mengerti akan hal-hal terpenting dalam seluruh pengalaman
manusia dan mengembangkan sistem pemikiran yang komprehensif tentang alam
semesta dan kehidupan sebagai suatu kesatuan.
Kata ‘Filsafat’ atau ‘Philosophy’ berasal dari kata Yunani kuno ‘Philo’ dan
‘Sophia’ yang memiliki makna “Cinta Pengetahuan” atau “Cinta Kebijaksanaan”.
Banyak sekali cabang dari filsafat, Filsafat mempelajari berbagai masalah umum
berkenaan dengan alam semesta, kehidupan manusia, hakikat manusia di alam
semesta, tugas-tugasnya, dan nilai manusia. Filsafat membahas dan menilai secara
kritis mengenai konsep-konsep umum seperti, Pengetahuan, Kebenaran, Tuhan,
Nilai-nilai, Ruang, Waktu, Sebab-musabab, kebebasan, dan lain sebagainya.
Filsafat Sosial adalah salah satu cabang filsafat yang paling penting karena
memberikan pandangan terhadap aktifitas nyata umat manusia dalam suatu
kelompok.Filsuf sosial mencoba untuk mempelajari umat manusia dari sudut
pandang filosofis dan mencoba menemukan hubungan diantara umat manusia
dengan kenyataan di alam sekitarnya.

1.2.Tujuan Penulisan
Makalah ini ditulis dengan tujuan untuk:
1. Memahami Filsafat Sosial sebagai cabang dari Filsafat;
2. Mengetahui karakteristik dari Filsafat Sosial;
3. Menyadari ruang lingkup Filsafat Sosial dan peran Filsafat Sosial dalam
kehidupan kita.
BAB II
KONSEP FILSAFAT SOSIAL
Manusia adalah makhluk sosial, segala hal dalam keberadaan manusia di mulai
sejak lahir, bertahan, tumbuh dan berkembang dalam segala aspek adalah berkat
peran aktif, bantuan, pertolongan, dan kerjasama dari sesamanya. Filsafat Sosial
mencoba untuk menemukan dasar hukum yang berjalan dalam sebuah kelompok,
dan pengaruh dari hubungan antar manusia yang bertujuan untuk menemukan
pemahaman tentang hakikat keberadaan manusia itu sendiri.
Dalam kebudayaan barat, kita bisa menemukan jejak dari Filsafat Sosial dalam
tulisan Plato yang berjudul “Republic”. Plato membuat gambaran tentang
Masyarakat Ideal (Utopia), dia mengklasifikasikan masyarakat dalam tiga kategori
berdasarkan bakat mereka, yaitu sebagai Pejabat, Ksatria dan pekerja. Plato
mengungkapkan bahwa Filsuf haruslah menjadi rajanya. Sementara pemikiran
Aristoteles adalah objektif dan dan realitas, baginya tujuan utama sebuah negara
adalah untuk menghasilkan masyarakat yang baik, yang bisa melaksanakan tugas-
tugas etis mereka dengan cara yang lebih baik.
Perkembangan yang cepat dalam fisika, matematika dan mekanik di abad ke-17
memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap Filsafat Sosial, ini
menimbulkan kemunduran dalam institusi sosial dan prinsip dasar untuk
membangun masyarakat. Di abad ke-19 dan ke-20, Filsafat Sosial menjadi lebih
komprehensif dan sistematis, tujuannya untuk memberikan pandangan dasar bagi
masyarakat tentang kebutuhan esensial dalam kebersatuan sosial umat manusia.

2.1. Pengertian Filsafat Sosial


Setiap individu lahir dalam masyarakat kemudian berinteraksi dengan masyarakat
sepanjang hidupnya, masyarakat adalah tempat kepribadian mereka tumbuh.
Filsafat Sosial adalah filsafat tentang hubungan manusia dalam masyarakat. Inti
dari masyarakat adalah manusia, masyarakat adalah organisasi dinamis dari
individu-individu yang memiliki tujuan. Masyarakat adalah kelompok individu
yang memiliki pandangan dan tujuan yang sama. Dengan begitu masyarakat
adalah sebuah jaringan hubungan sosial.
Menurut Mackenzie, “Fisafat Sosial mencari atau mencoba menjelaskan hakikat
masyarakat dalam prinsip solidaritas sosial”. Filsafat Sosial menuju pada
interpretasi tentang masyarakat dengan dasar pandangan kepada norma ‘Social
Unity’ atau ‘Kesatuan Sosial’.
FW Blackmar menyatakan bahwa Filsafat Sosial didasarkan kepada fakta-fakta
umum tentang masyarakat. Yang menjadikan sebuah observasi umum dalam
hakikat masyarakat. Filsafat Sosial dan Ilmu Sosial sangat berhubungan erat.
Menurut Morris Ginsberg, ‘Filsafat Sosial bertujuan untuk merumuskan prinsip-
prinsip umum tentang perilaku manusia melalui spekulasi dari fenomena sosial’.
Menurut Bertrand Russel, ‘Filsafat Sosial mencari kondisi dimana kecenderungan
konstruktif manusia (seperti cinta dan simpati) kombinasi social dan pendidikan
dapat menyediakan kemungkinan kesempatan maksimum untuk menghasilkan
orang-orang yang dapat menyelamatkan dunia dari masalah di masa depan’.
“Filsafat Sosial mempelajari interaksi dan inter-relasi yang terjadi diantara
manusia dan kelompok mereka”

2.2. Karakteristik FIlsafat Sosial


Filsafat Sosial mencoba untuk menemukan fakta ‘apa yang benar atau baik untuk
seseorang atau masyarakat’. Secara khusus peduli terhadap permasalahan umum
yang berhubungan dengan masalah sosial seperti persatuan sosial, pergerakan
sosial dan konflik sosial.
Filsafat Sosial adalah studi filosofis tentang pertanyaan-pertanyaan mengenai
perilaku sosial manusia, dan terkait dengan organisasi seperti keluarga, institusi
pendidikan, institusi ekonomi seperti bisnis dan pasar, juga berhubungan dengan
Institusi agama dan sosial. Klasifikasi sosial seperti ras, kasta, dan gender juga
dipelajari dalam Filsafat Sosial.
A. Filsafat Sosial Bersifat Normatif
Filsafat Sosial mengonsentrasikan perhatian kepada kesatuan umat manusia.
Tujuan besarnya adalah untuk mempelajari maksud dan nilai dari keberadaan
masa kini, masa lalu dan masa depan. Filsafat Sosial menunjukkan bahwa
kebaikan individu terlibat secara mendalam dengan kesadaran.
Filsafat Sosial mempelajari prinsip-prinsip yang ditemukan dalam masyarakat.
Kemudian membuat kita menyadari prinsip-prinsip tersebut melalui institusi
keluarga, pendidikan, negara dll.
B. Filsafat Sosial Bersifat Evaluatif
Filsafat Sosial mengevaluasi berbagai macam kebiasaan yang dipegang atau
dianggap baik oleh masyarakat. Kebiasaan, tradisi aatau budaya umumnya
bertujuan untuk menjaga keharmosnisan dan kestabilan masyarakat.
Peraturan dan hukum yang diterapkan atau dipakai dalam kebiasaan, tradisi
atau budaya memaksakan berbagai batasan dalam aktifitas dan perilaku
anggotanya. Filsafat sosial bertujuan untuk menerapkan pemikiran kritis
mengenai interaksi sosial dan hubungan sosial. Pada umumnya berfokus pada
pembelajaran nilai dari berbagai fenomena sosial.
Filsafat sosial merumuskan peraturan yang ideal dalam interaksi sosial.
Kemudian diterapkan sebagai pedoman untuk kehidupan sosial yang lebih
baik.
C. Filsafat Sosial Bersifat Spekulatif
Filsafat Sosial adalah spekulasi diatas prinsip-prinsip dasar dari perilaku
manusia, nilai tertinggi dari kehidupan manusia dan maksud dari seluruh
keberadaan manusia. FIlsafat Sosial mencoba untuk mengerti berbagai pola,
perubahan dan kecenderungan masyarakat.
Filsafat Sosial tidak berdasarkan metode yang empirik. Nilai-nilai sosial
diterapkan dalam aktifitas sosial. Prinsip dari Filsafat Sosial adalah kondisi
dasar dalam segala jenis hubungan sosial. Prinsip Filsafat Sosial tidak dapat
diputuskan dari pengalaman kita.
D. Filsafat Sosial Bersifat Kritis
Menurut Ginsberg, Filsafat Sosial harus berdasarkan ilmu sosial sebelum
merumuskan prinsip umum dari perilaku manusia. Filsafat Sosial memiliki du
fungsi, yaitu Kritis dan Konstruktif. Mencoba menemukan logika dari prinsip
dasar dan metode dalam Ilmu Sosial, fungsi penting dari Filsafat Sosial terdiri
dari membuktikan validitas dari berbagai pendekatan dan metode.
E. Filasafat Sosial Bersifat Konstruktif
Filsafat Sosial memberikan pandangan terhadap kecenderungan manusia yang
dengan pelatihan yang baik dapat mengangkat kehidupan sosial, juga
memberikan solusi terhadap kecenderungan perilaku yang merugikan dalam
kelompok sosial. Tidak hanya menunjukkan keadaan negatif dalam interaksi
sosial tetapi juga menunjukan bagaimana memperbaikinya sehingga
meningkatkan kondisi sosial.
F. Filsafat Sosial Mengangkat Kesimpulan dari Ilmu-ilmu Lainnya
Para pemikir seperti Mackenzie, Blackmar, Ginsberg dan Sorokhin
menyatakan bahwa Filsafat Sosial sangat berhubungan dengan Ilmu Sosial. E.
S. Bogadus menunjukkan bahwa Filsafat Sosial memberikan pemahaman
yang luas tentang kepribadian manusia dan masyarakat dengan berlandaskan
kepada data yang dikumpulkan secara ilmiah dalam fenomena sosial. Filsafat
Sosial mengangkat kesimpulan (data) yang disediakan oleh cabang ilmu
pengetahuan lainnya, pelajaran tentang hukum yang paling penting dan yang
paling umum dalam perilaku sosial dan perubahan sosial.
Filsafat Sosial telah memulai dari studi yang spekulatif ke deskriptif, dari
deskriptif ke analitis, dan dari analitis sampai ke renungan filosofis. Kemudian
berhadapan dengan isu-isu kritis seperti keluarga singgle-parent, pernikahan,
hubungan, kesetaraan gender, intsitusi pendidikan dan pekerjaan yang baru.
Dengan melampaui data yang diterima, Filsafat Sosial memahami makna dari
dinamika kehidupan manusia dalam masyarakat.

2.3. Ruang Lingkup FIlsafat Sosial


Filsafat Sosial sebagai ilmu masyarakat mempelajari hakikat hubungan manusia
dalam kelompok. Mempelajari hubungan antar kelompok, dan hubungan individu
dengan kelompok. Berspekulasi berdasarkan prinsip-prinsip yang mendasari
perilaku manusia. Filsafat Sosial mempelajari struktur dan fungsi dari sistem
sosial dan menghubungkannya dengan pandangan filosofis.
Filsafat Sosial mempelajari hukum-hukum yang paling mendasar yang
berhubungan dengan kelompok sosial, pergerakan sosial, perubahan sosial dan
konflik sosial. Mempelajari secara mendalam penyebab kejahatan sosial,
kenakalan remaja, perbedaan gender, ketidakadilan dan kesenjangan. Mencoba
menemukan akar dari penyebab masalah sosial dan pemecahan masalahnya.
Filsafat sosial mencoba untuk menemukan dan memperbaiki ikatan sosial yang
membuat manusia tetap bersama.
Filsafat sosial merenungkan pengaruh sains dan teknologi dalam kelompok
manusia. Mengikutsertakan kesimpulan dari cabang ilmu lainnya dan memberikan
pandangan filosofisnya. Filsafat sosial memberikan makna nilai-nilai sosial
seperti tradisi, kebahagiaan, kedamaian, keamanan, keadilan, kebebasan,
keindahan, kebiasaan dan disiplin.
Dalam era globalisasi masyarakat menjadi semakin inklusif, Filsafat Sosial
memperhatikan berbagai masalah marginalisasi dalam masyarakat dengan alasan
kelahiran, pendidikan, kemampuan, gender, umur, profesi dan kepemilikan.
Institusi sosial yang tradisional seperti agama, keluarga dan pernikahan
mengalami perubahan yang radikal., nilai-nilai sosial perlu perbaikan atau
pembaruan untuk meningkatkan kemajuan individu dan kelompok. Filsafat sosial
mencoba mempertemukan semua yang dibutuhkan untuk mempertahankan
solidaritas sosial, melihat seluruh umat manusia sebagai satu keluarga yang
memilik berbagai macam komitmen atau persaudaraan yang unik. Ruang lingkup
filsafat sosial termasuk segala hal yang berhubungan dengan manusia dan sosial.
BAB III
KESIMPULAN
Filsafat Sosial adalah salah satu cabang utama dan penting dari Filsafat. Sebuah
pemikiran tentang kelompok manusia. Filsafat Sosial mencoba menemukan
hukum dasar yang berjalan dalam masyarakat dan memengaruhhi hubungan antar
manusia. Sasarannya teermasuk menemukan makna dari keberadaan manusia,
memandang masyarakat sebagai bagian terpenting dalam kesatuan sosial manusia,
Filsafat Sosial mempelajari interaksi dan inter-relasi yang ada diantara orang dan
kelompoknya.
FIlsafat Sosial bersifat Normatif, Evaluatif, dan Spekulatif. Filsafat Sosial
memiliki dua fungsi utama yang dinamakan Kritis dan Konstruktif. Filsafat
Sosial mengangkat kesimpulan dari ilmu pengetahuan lainnya.
Filsafat Sosial mempelajari interrealsi dari kelompok-kelompok sosial dan
hubungan individu dengan kelompok-kelompok tersebut. Mempelajari struktur
dan fungsi dari sistem sosial dan menghubungkan dengan penerapan filosofis.
Filsafat sosial mencoba mempertemukan semua hal yang dibutuhkan untuk
mempertahankan solidaritas sosial, , melihat seluruh umat manusia sebagai satu
keluarga yang memilik berbagai macam komitmen atau persaudaraan yang unik.
Filsafat Sosial berhubungan erat dengan Sosiologi, Politik dan Etika. Sosiologi
dan Politik adalah disiplin positif sedangkan etika dan filsafat sosial adalah
disiplin normatif.
DAFTAR PUSTAKA

Sobarudin, Arif. (2012). Filsafat Sosial Sebagai Dasar Teori Sosial. [Online].
Tersedia di: http://www.bisosial.com/2012/05/filsafat-sosial-sebagai-
dasar-teori.html. Diakses 04 September 2014

Wollacot, Mark. (2014). What is Social Phylosophy ?. [online]


Tersedia di: http://www.wisegeek.com/what-is-social-philosophy.htm.
Diakses 04 September 2014

Anonim, Social Phylosophy. [online]


Tersedia di:
http://www.mu.ac.in/myweb_test/SYBA%20Study%20Material/soc_philo-II.pdf.
Diakses 04 September 2014.