Anda di halaman 1dari 40

RANCANG BANGUN SISTEM PEMBELIAN BBM

BERLANGGANAN “PERTAMINI” BERBASIS


ARDUINO MENGGUNAKAN RFID

PROPOSAL TUGAS AKHIR

Oleh:
DIMAS TRI BUDIYANTORO
NIM. 361455401150

PROGRAM STUDI DIPLOMA III


TEKNIK INFORMATIKA
POLITEKNIK NEGERI BANYUWANGI
2017

i
RANCANG BANGUN SISTEM PEMBELIAN BBM
BERLANGGANAN “PERTAMINI” BERBASIS
ARDUINO MENGGUNAKAN RFID

PROPOSAL TUGAS AKHIR

Tugas Akhir Ini Dibuat dan Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Kelulusan Program Studi Diploma III Teknik Informatika dan Mencapai
Gelar Ahli Madya (A.Md)

Oleh:
DIMAS TRI BUDIYANTORO
NIM. 361455401150

PROGRAM STUDI DIPLOMA III


TEKNIK INFORMATIKA
POLITEKNIK NEGERI BANYUWANGI
2017

i
---Halaman ini sengaja dikosongkan---

ii
LEMBAR PENGESAHAN
PROPOSAL PROYEK AKHIR/TUGAS AKHIR

Judul : Rancang Bangun Sistem Pembelian BBM Berlangganan


“Pertamini” Berbasis Arduino Menggunakan RFID
Oleh : Dimas Tri Budiyantoro
NIM. : 361455401150

Telah diseminarkan pada :


Hari : ...............................................................................
Tanggal : ...............................................................................
Tempat : ...............................................................................

Mengetahui / menyetujui :

Dosen Penguji : Dosen Pembimbing :

1. ............................................ 1. Endi Sailul Haq, S.T., M.Kom

NIK. NIK. 2010.36.055

2. .............................................. 2. Subono, S.T.,M.T

NIK. NIK.2011.36.080

iii
---Halaman ini sengaja dikosongkan--

iv
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul ...................................................................................................... i
Lembar Pengesahan .............................................................................................. iii
Daftar Isi ............................................................................................................... v
Daftar Gambar....................................................................................................... vii
Dafatr Tabel .......................................................................................................... ix
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .................................................................................... 1
1.2 Perumusan Masalah ............................................................................ 2
1.3 Tujuan ................................................................................................. 2
1.4 Manfaat .............................................................................................. 2
1.3 Batasan Masalah .................................................................................. 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pertamini ............................................................................................. 5
2.2 Arduino ............................................................................................... 5
2.2.1 Arduino Mega 2560 ................................................................... 6
2.2.2 Bahasa Pemrogaman Arduino ................................................... 7
2.2.3 Software Arduino ...................................................................... 11
2.2.4 LCD Shield ................................................................................ 12
2.3 Ethernet to SPI Interface Board - ENC28J0 ....................................... 12
2.4 RFID .................................................................................................... 13
2.5 Sensor Ultrasonik ................................................................................ 14
2.6 Penilitian Terkait ................................................................................. 16
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ............................................................. 19
3.1.1 Tempat Penelitian ...................................................................... 19
3.1.1 Waktu Penelitian ........................................................................ 19
3.2 Metode Yang Digunakan .................................................................... 20
3.3 Gambaran Umum ................................................................................ 21
3.3.1 Gambaran Umum Yang Sudah Ada........................................... 21
3.3.2 Gambaran Yang Diusulkan ........................................................ 22

v
3.4 Spesifikasi Sistem ............................................................................... 24
3.4.1 Fitur – fitur Aplikasi .................................................................. 24
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 27

vi
Daftar Gambar

Halaman

Gambar 2.1 Arduino Mega 2560 .......................................................................... 6


Gambar 2.2 Software Arduino .............................................................................. 11
Gambar 2.3 LCD Shield Arduino ......................................................................... 12
Gambar 2.4 Ethernet to SPI Interface Board - ENC28J0 ..................................... 12
Gambar 2.5 RFID Reader RC55 ........................................................................... 13
Gambar 2.6 Tag RFID .......................................................................................... 14
Gambar 2.7 Sensor Ultrasonik .............................................................................. 15
Gambar 2.8 Pemancar dan Penerima Pada Sensor Ultrasonic .............................. 16
Gambar 3.1 Metode Waterfall .............................................................................. 18
Gambar 3.2 Gambaran Umum Sistem yang sudah ada ........................................ 21
Gambar 3.3 Gambaran Yang Diusulkan ............................................................... 22
Gambar 3.4 Fitur – Fitur Sistem Pembelian BBM ............................................... 24

vii
---Halaman ini sengaja dikosongkan--

viii
Daftar Tabel

Halaman

Tabel 2.1 Perbandingan Sistem............................................................................. 17


Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan Proyek Akhir ............................................................. 19

ix
---Halaman ini sengaja dikosongkan--

x
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Seiring berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan, berkembang


pula pola pikir masyarakat yang berpengaruh pada kemandirian pengguna
teknologi dan berkembangnya peralatan – peralatan otomatis. Cepat, praktis
dan kemandirian adalah kunci pengembangan teknologi pada masa ini.
Perkembangan peralatan - peralatan otomatis itu tentunya meliputi berbagai
hal dalam kehidupan seseorang. Seperti dengan adanya kartu ATM atau kartu
Kredit yang memudahkan nasabah suatu bank untuk melakukan transaksi jual
beli tanpa harus membawa uang cash. Dengan diaplikasikannya sistem ATM
pada sebuah bank, akan memudahkan nasabah dalam bertransaksi dan lebih
aman.
Perkembangan teknologi juga telah diaplikasikan di SPBU dan
Pertamini. Sistem pembelian BBM sendiri selama ini masih menggunakan
sistem lama yang dengan semi otomatis yang dioperasikan oleh petugas dan
pembayaran dilakukan di tempat. Dalam pengaplikasiannya sistem semi
otomatis memunculkan masalah seperti :

1. Kesulitan pengorganisasian data konsumen.


2. Tidak aman dan tidak praktis, karena pembayaran dilakukan di tempat.
3. Konsumsi BBM tidak bisa di control.
4. Lama, bila konsumen harus menunggu uang kembalian.
5. Transaksi terbatas pada waktu buka Pertamini (jika Pertamini tutup, dan
operator tidak ada maka, tidak bisa dilakukan transaksi.

Teknologi Mikrokontroler pada saat ini juga tengah berkembang pesat


hampir di berbagai bidang. Selain itu juga teknologi mikrokontroler
mendukung sistem terotomatisasi, sistem terotomatisasi adalah salah satu
kunci dalam sistem baru yang akan diaplikasikan dalam tugas akhir kami ini
yang menawarkan Sistem Pembelian BBM Berlangganan di Pertamini
Berbasis Arduino menggunakan RFID yang dapat membantu pihak terkait

1
dalam melakukan pengerjaan dan mempermudah masyarakat dalam
melakukan pembelian BBM. RFID-nya sendiri berguna sebagai uang
elektronik dengan menggunakan keypad matrik untuk memasukkan nominal,
dan keluaran bensin pada mesin Pertamini (dalam hal ini disimulasikan dalam
bentuk LCD Shied).

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas hal utama yang ingin dikaji dalam
judul ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana merancang sistem pembelian BBM (Bahan Bakar Minyak)


berlangganan di Pertamini Menggunakan RFID?
2. Bagaimana merancang sistem data transaksi konsumen bisa koneksi ke
database?
3. Bagaimana merancang proses transaksi pembelian BBM (Bahan Bakar
Minyak) meenggunakan RFID?

1.3 Tujuan

Dari pembahasan diatas maka tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Merancang sistem pembelian BBM berlangganan di Pertamini


Menggunakan RFID berbasis Mikrokontroler Arduino.
2. Merancang sistem pembelian BBM yang memberi keamanan untuk
konsumen.
3. Mengoptimalkan Pertamini sehingga dapat beroperasi 24 jam.
4. Meningkatkan kemandirian konsumen.

1.4 Manfaat

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :

1. Konsumen dalam melakukan transaksi tidak perlu menunggu dan aman,


karena pembayaran tidak dilakukan ditempat.

2
2. Bagi pihak terkait dalam hal ini pemilik pertamini maupun pemerintah
dapat memantau pemakaian jumlah BBM oleh konsumen sebagai control
pasokan BBM yang akan dipasok setiap bulannya.
3. Bagi penulis untuk menumbuhkan sikap yang dapat menyelesaikan
masalah dengan model penelitian, serta menambah ilmu pengetahuan baik
dibidang yang diambil didalam kampus atau topik yang diambil dalam
pengerjaan tugas akhir ini.

1.5 Batasan Masalah

Batasan Masalah yang diberikan dalam tugas akhir ini adalah :

1. Alat yang dibuat ini hanya prototype meliputi : Arduino, LCD, sensor
ultrasonic, RFID, kran dan selenoid.
2. Bahan bakar minyak yang digunakan diganti dengan air sebagai simulasi.
3. Tidak membahas proses – proses sebelum pembelian.
4. Hardware yang digunakan adalah Arduino dengan Bahasa pemrograman
Bahasa C#.
5. Input berasal dari RFID dan keypad matrik untuk memasukkan jumlah
harga.
6. Koneksi dari hardware ke server menggunakan kabel LAN.
7. RFID yang digunakan adalah RFID pasif sebanyak tiga buah sebagai
simulasi.
8. Jumlah liter dikonversi menjadi mili liter.

3
---Halaman ini sengaja dikosongkan--

4
BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pertamini

Pertamini adalah label dari pedagang BBM (Bahan Bakar Minyak) eceran
yang tidak lagi menggunakan jeriken atau botol, namun menggunakan suatu alat
yang sama dengan SPBU pada umumnya. Pertamini telah ada pada tahun 2012,
dan mulai marak sekitar tahun 2014. Kios pertamini menjadi alternatif tempat
pengisian BBM (Bahan Bakar Minyak) bagi kendraan bermotor yang kehabisan
bahan bakar sementara lokasi SPBU masih jauh. Kebanyakan kios pertamini
berada di desa desa yang jauh dari kota dan jauh dari SPBU. Meskipun memiliki
nama yang mirip dengan pertamina namun, pertamini bukan bagian dari PT.
Pertamina.

2.2 Arduino

Arduino adalah platform pembuatan prototype elektronik yang bersifat


open-source hardware yang berdasarkan pada perangkat keras dan perangkat
lunak yang mudah digunakan (mochamadri,2012). Arduino ditujukan bagi para
seniman, desainer, dan siapapun yang tertarik dalam menciptakan objek atau
lingkungan yang interaktif. Arduino pada awalnya dikembangkan di Ivrea, Italia.
Nama Arduino adalah sebuah nama maskulin yang berarti teman yang kuat.
Platform arduino terdiri dari arduino board, shield, bahasa pemrograman arduino,
dan arduino development environment. Arduino board biasanya memiliki sebuah
chip dasar mikrokontroler Atmel AVR ATmega8 berikut turunannya. Shield
adalah sebuah papan yang dapat dipasang diatas arduino board untuk menambah
kemampuan dari arduino board.
Bahasa pemrograman arduino adalah bahasa pemrograman yang umum
digunakan untuk membuat perangkat lunak yang ditanamkan pada arduino board.
Bahasa pemrograman arduino mirip dengan bahasa pemrograman C++.
Sedangkan untuk aplikasi pemrogaman untuk arduino yaitu Arduino Development
Everenment yang merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk menulis dan
meng-compile program untuk arduino. Arduino Development Everonment juga

5
digunakan untuk meng-upload program yang sudah di-compile ke memori
program arduino board.

2.2.1 Arduino Mega 2560


Arduino mega 2560 adalah piranti mikrokontroler menggunakan
ATmega2560 yang memiliki 54 digital input atau output. Dimana 14 pin
digunakan untuk PWM output dan 16 pin digunakan sebagai analog input, 4 pin
untuk UART, 16 MHz osilator Kristal,koneksi USB, power jack ICSP header,
dan tombol reset. Modul ini memiliki segala yang dibutuhkan untuk memprogram
mikrokontroler seperti kabel USB dan catu daya melalui adaptor atau batterai
semua ini diberikan untuk mendukung pemakaian mikrokontroler arduino, hanya
terhubung ke computer dengan kabel USB atau listrik dengan adaptor dari AC ke
DC atau batterai untuk memulai pemakaian. Arduino Mega kompatibel dengan
shield yang dirancang untuk arduino Duemilanove,Decimila maupun UNO.

Gambar 2.1 Arduino Mega 2560

Spesifikasi dari Arduino Mega2560 :


 Mikrokontroler : ATmega2560
 Operating Voltage : 5V
 Input Voltage (recommended) : 7 – 12 V
 Input Voltage (limits) : 6 – 20 V
 Digital I/O Pins : 54 (15 PWM output)
 Analog Input Pins : 16
 DC Current for I/O pin : 40 mA
 DC Current for 3.3 V pin : 50 mA
 Flash Memory : 256 KB (8 KB digunakan untuk

6
booloader)
 SRAM : 8 KB
 EEPROM : $ KB
 Clock Speed : 16 MHz

2.2.2 Bahasa Pemrogaman Arduino


Arduino menggunakan bahasa program dengan bahasa C
(mochamadri,2012). Bahasa ini sudah dipermudah dengan menggunakan
fungsi – fungsi yang sederhana sehingga pemula bisa mempelajarinya dengan
cukup mudah. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai karkter bahasa C :
1. Struktur
Setiap pemrogaman Arduino (sketch) mempunyai dua buahfungsi yang harus
terdapat dalam setiap bahasa pemrogaman pada arduino.
 void setup (){}
Semua kode didalam kurung kurawal akan dijalankan hanya satu kali
ketika program arduino dijalankan untuk pertama kalinya
 void loop (){}
fungsi ini akan dijalankan setelah setup (fungsi void setup) selesai.
Setelah dijalankan satu kali fungsi ini akan dijalankan lagi, dan secara
terus menerus sampai catu daya dilepaskan.
2. Syntax
Berikut ini adalah elemen bahasa C yang dibutuhkan untuk format pnulisan
 // (komentar satu baris)
Kadang diperlukan untuk memberi catatan pada diri sendiri apa arti
kode – kode yang dituliskan pada beberapa baris sebagai kometar.
Semua hal yang terletak diantara dua simbol tersebut akan diabaikan
oleh program.
 /* */ (komentar banyak baris)
Digunakan untuk membuat banyak catatan yang dapat dituliskan pada
beberapa baris sebagai kometar. Semua hal yang terletak diantara dua
simbol tersebut akan diabaikan oleh program.

7
 {} (kurang kurawal)
Digunakan untuk mendefinisikan kapan blok program mulai berakhir
(digunakan juga pada fungsi dan pengulangan)
 ; (titik koma)
Setiap baris kode harus diakhiri dengan tanda titk koma (jika ada titik
koma yang hilang maka program tidak akan bisa dijalankan).
3. Variabel
Sebuah program secara garis besar dapat didefinisikan sebagai instruksi
untuk memindahkan angka dengan cara yang cerdas. Variabel inilah yang
digunakan untuk memindahkannya.
 Int (integer)
Digunakan untuk menyimpan angka dalam 2 byte (16 bit). Tidak
mempunyai angka desimal dan menyimpan nilai daru -32.768 dan
32.767
 Long (long)
Digunakan ketika integer tidak mencukupi lagi. Memakai 4 byte (32
bit) dari memori (RAM) dan mempunyai rentang dari -2.147.483.648
dan 2.147.483.646.
 Boolean
Variabel sederhana yang berguna untuk menyimpan nilai TRUE
(benar) atau ELSE (salah).
 Float
Digunakan untuk angka desimal (floating point). Memakai 4 byte (32
bit) dan memori (RAM) dan mempunyai rentang dari -3,4028235E+38
dan 3,4028235E+38.
 Char (Character)
Menyimpan 1 karakter menggunakan kode ASCII (misalnya, A”=65)
hanya memakai 1 byte (bit) dari RAM.
4. Operator Matematika
Operator matematika digunakan untuk manipulasi angka (bekerja seperti
matematika yang sederhana).
 =

8
Membuat sesuatu menjadi sama dengan nilai yang lain ( misalnya :
x=10*2, x sekarang sama dengan 20).
 %
Menghasilkan sisa dari hasil pembagian suatu angka dengan angka
yang lain misalnya : 12%10, ini akan menghasilkan angka 2).
 +
Penjumlahan
 -
Pengurangan

 *
Perkalian
 /
Pembagian
5. Operator Pembanding.
Digunakan untuk membandingkan nilai logika.
 ==
Sama dengan (misalnya: 12! = 10 adalah FALSE (salah) atau 12 != 12
adalah TRUE (benar).
 !=
Tidak sama dengan (misalnya: 12! = 10 adalah TRUE (benar) atau 12
!= 12 adalah FALSE (salah).
 <
Lebih kecil dari (misalnya: 12 < 10 adalah FALSE (salah) atau 12 <
12 adalah FALSE (salah) atau 12 < 14 adalah TRUE (benar).
 >
Lebih besar dari (misalnya: 12 > 10 adalah TRUE (benar) atau 12 > 12
adalah FALSE (salah) atau 12 > 14 adalah FALSE (salah).

6. Struktur pengaturan
Program sangat tergantung pada pengaturan apa yang akan dijalankan
berikutnya.

9
a. If .. else, dengan format seperti berikut ini :
b. If (kondisi){}
c. Else if (kondisi) {}
d. Else {}
Dengan struktur seperti program akan menjalankan kode yang ada didalam
kurung kurawal jika kondisinya TRUE, dan jika kondisinya FALSE maka
akan diperiksa apakah kondisi pada else if dan jika kondisinya FALSE
maka kode pada else yang dijalankan.
7. Digital
 PinMode (pin, mode)
Digunakan untuk menetapkan mode dari suatu pin, pin adalah nomor
pin yang akan digunakan dari 0 – 19 (pin analog 0 – 5 adalah 14 – 19).
Mode yang bisa digunakan adalah input atau output.
 DigitalWrite (pin, value)
Ketika sebuah pin ditetapkan sebagai output, pin tersebut dapat
dijadikan HIGH (ditarik menjadi 5 volts) atau LOW (diturunkan
menjadi ground)
 DigitalRead (pin)
Ketika sebuah pin ditetapkan sebagai input maka anda dapat
menggunakan kode ini untuk mendapatkan nilai pin tersebut apakah
HIGH (ditarik 5 volts) atau LOW (diturunkan menjadi ground)
8. Analog
a. AnalogWrite (pin, value)
Beberapa pin pada arduino mendukung PWM (Pulse Width
Modulation) yaitu pin 3, 5, 6, 9, 10, 11. Pin ini dapat merubah pin
hidup (on) atau mati (off) dengan sangat cepat sehingga membuatnya
dapat berfungsi seperti keluaran analog.
b. AnalogRead (pin)
Ketika pin analog ditetapkan sebagai input maka pin tersebut dapat
membaca keluaran tegangannya. Keluarannya berupa angka antara 0
(untuk 0 volts) dan 1024 (untuk 5 volts).

10
2.2.3 Software Arduino
Arduino diciptakan untuk pemula yang tidak memiliki basic bahsa
pemrogaman sama sekali, karena untuk pemrogaman Arduino menggunakan
bahasa C yang telah dipermudah library (arduino.cc).
Arduino menggunakan Software Processing yang digunakan untuk
menulis program kedalam arduino. Processing sendiri merupakan penggabungan
antara bahasa C++ dan java software. Software Arduino dapat di-install di
berbagai operating system (OS) seperti : Linux, Mac OS, Windows. Software
(Integrated Development Environment) IDE arduino terdiri dari tiga bagan yaitu :
a. Editor Program, untuk menulis dan mengedit program dalam bahasa
processing. Listing program pada arduino disebut sketch.
b. Compiler, modul yang berfungsi mengubah bahasa processing (kode
program) kedalam kode biner yang dipahami oleh mikrokontroler.
c. Uploader, modul yang berfungsi memasukkan kode biner kedalam
memori mikrokontroler.Software arduino ditunjukan oleh Gambar 2.2

Gambar 2.2 Software Arduino


Struktur perintah Arduino secara garis besar terdiri dari dua bagian yaitu
void setup dan void loop. Void setup berisi perintah yang akan di eksekusi hanya
satu kali sejak arduino dihidupkan sedangkan void loop berisi perintah yang akan
dieksekusi berulang – ulang selama arduino dinyalakan.

11
2.2.4 LCD Shield
LCD Shield merupakan LCD yang dapat dipasang langsung diatas board
arduino,tanpa menyolder dan tanpa kabel. LCD shield ini menggunakan Chip
HDD44780 dan merupakan LCD karakter 16 x 2 berwarna putih dengan lampu
backlight berwarna biru

Gambar 2.3 LCD Shield Arduino

2.3 Ethernet to SPI Interface Board - ENC28J0

ENC28J60 merupakan Ethernet Controller yang berdiri sendiri yang bisa


berkomunikasi melalui komunikasi SPI dengan mikrokontroler. IC (chips) ini
yang memungkinkan mikrokontroller bisa terhubung dengan Ethernet LAN,
sehingga bisa berkomunikasi dengan perangkat network lain menggunakan
protokol TCP/IP yang nantinya menjadi sebuah web server yang diakses dari
komputer. ENC28J60 memiliki konfigurasi standar agar dapat berkomunikasi
antara web server dengan media yang dikontrol menggunakan RJ45.

Gambar 2.4 Ethernet to SPI Interface Board - ENC28J0

12
2.4 RFID (Radio Frequency Identification)

RFID Reader adalah merupakan alat pembaca RFID Tag. Ada dua macam
RFID Reader yaitu Reader Pasif (PRAT) dan Reader Aktif (ARPT).

Reader Pasif memiliki sistem pambaca pasif yang hanya menerima sinya
radio dari RFID Tag Aktif (yang dioperasikan dengan barrety/sumber daya).
Jangkauan penerima RFID Pasif bisa mencapai 600 meter. Hal ini memungkinkan
aplikasi RFID untuk sistem perlindungan dan pengawasan aset.

Reader Aktif memiliki sistem pembaca aktif yang memancarkan sinyal


interogator ke Tag dan menerima balasan autentikasi dari Tag. Sinyal introgator
ini juga menginduksi Tag dan akhirnya menjadi sinyal DC yang menjadi sumber
daya Tag Pasif.

RFID menggunakan beberapa jalur gelombang untuk pemancaran sinyal.


Namun yang paling banyak dipakai adalah jalur UHF ada frekuansi 865-
868MHzz dan 902-928 MHz. Kode yang ditulis pada Tag berupa 96 bit data yang
berisi 8bit header, 28 bit nama organisasi pengelola data, 24bit kelas obyek
(misal=untuk identifikasi jenis produk) dan 36bit terakhir adalah nomor seri yang
unik untuk tag. Kode tersebut dipancarkan melalui sinyal RF dengan urutan yang
telah standar.

Gambar 2.5 RFID Reader RC55

RFID Tag Adalah sebuah alat yang melekat pada obyek yang akan
diidentifikasi oleh RFID Reader. RFID Tag dapat berupa perangkat pasif atau

13
aktif. Tag pasif artinya tanpa battery dan Tag aktif artinya menggunakan battery.
Tag pasif lebih banyak digunakan karena murah dan mempunyai ukuran lebih
kecil. RFID Tag dapat berupa perangkat read-only yang berarti hanya dapat
dibaca saja ataupun perangkat read-write yang berarti dapat dibaca dan ditulis
ulang untuk update.

RFID Tag mempunyai dua bagian penting, yaitu:

1. IC atau kepanjangan dari Integrated Circuit, yang berfungsi menyimpan


dan memproses informasi, modulasi dan demodulasi sinyal RF,
mengambil tegangan DC yang dikirim dari RFID Reader melalui induksi,
dan beberapa fungsi khusus lainya.
2. ANTENNA yang berfungsi menerima dan mengirim sinyal RF.

RFID Tag tidak berisi informasi pengguna seperti nama, nomor rekening,
NIK atau yang lain. RFID Tag hanya berisi sebuah Tag yang unik yang berbeda
satu dengan yang lainnya. Jadi Informasi mengenai obyek yang terhubung ke tag
ini hanya diterdapat pada sistem atau database yang terhubung pada RFID Reader.

Gambar 2.6 Tag RFID

2.5 Sensor Ultrasonik


Sensor Ultrasonik adalah alat elektronika yang kemampuannya bisa
mengubah dari energi listrik menjadi energi mekanik dalam bentuk gelombang
suara ultrasonic. Sensor ini terdiri dari rangkaian pemancar Ultrasonic yang

14
dinamakan transmitter dan penerima ultrasonic yang disebut receiver. Alat ini
digunakan untuk mengukur gelombang ultrasonic. Gelombang ultrasonic adalah
gelombang mekanik yang memiliki cirri-ciri longitudinal dan biasanya memiliki
frekuensi di atas 20 Khz. Gelombong Utrasonic dapat merambat melalui zat
padat, cair maupun gas. Gelombang Ultrasonic adalah gelombang rambatan
energi dan momentum mekanik sehingga merambat melalui ketiga element
tersebut sebagai interaksi dengan molekul dan sifat enersia medium yang
dilaluinya.

Gambar 2.7 Sensor Ultrasonik

Ada beberapa penjelasan mengenai gelombang ultrasonic. Sifat dari


gelombang ultrasonik yang melalui medium menyebabkan getaran partikel
dengan medium aplitudo sama dengan arah rambat longitudinal sehingga
menghasilkan partikel medium yang membentuk suatu rapatan atau biasa disebut
strain. Proses lanjut yang menyebabkan terjadinya rapatan dan regangan di dalam
medium disebabkan oleh getaran partikel secara periodic selama gelombang
ultrasonic lainya. Gelombang ultrasonic merambat melalui udara dengan
kecepatan 344 meter per detik, mengenai obyek dan memantul kembali ke sensor
ultrasonik. Seperti yang telah umum diketahui, gelombang ultrasonik hanya bisa
didengar oleh makhluk tertentu seperti kelelawar dan ikan paus. Kelelawar
menggunakan gelombang ultrasonic untuk berburu di malam hari sementara paus
menggunakanya untuk berenang di kedalaman laut yang gelap.

Perhitungan waktu yang diperlukan modul sensor Ping untuk menerima


pantulan pada jarak tertentu mempunyai rumus S= (tIN x V) : 2. Rumus diatas

15
mempunyai keterangan sebagai berikut. (S) adalah jarak antara sensor ultrasonik
dengan obyek yang terdeteksi. (V) adalah cepat rambat gelombang ultrasonik di
udara dengan kecepatan normal (344 meter per detik) (tIN) adalah selisih waktu
pemancaran dan penerimaan pantulan gelombang. Ada 3 prinsip kerja dari sensor
ultrasonik yaitu, sinyal dipancarkan melalui pemancar gelombang ultrasonic.
Sinyal yang dipancarkan akan merambat sebagai gelombang bunyi dengan
kecepatan bunyi berkisar 344 m/s. Dan yang terakhir sinyal yang sudah diterima
akan diproses untuk menghitung jaraknya. Ilustrasi gambar pemancar dan
penerima pada sensor ultrasonic ditunjukkan oleh Gambar 2.8. (Widuri, 2008).

Gambar 2.8 Pemancar dan Penerima Pada Sensor Ultrasonic

2.6 Penelitian Terkait


Dalam pembuatan Rancang Bangun Sistem pembelian BBM di Pertamini
berbasis Mikrokontroler Arduino menggunakan RFID peneliti menggunakan
literatur dari penelitian-penelitian terdahulu yang hampir sama misalnya

16
menggunakan literatur dari beberapa studi kajian sejenis. Beberapa studi kajian
sejenis yang dianalisis antara lain: Simulasi Sistem Pembelian BBM
Menggunakan Mikorokontroler AT89S51 Dengan Delphi, MYSQL, dan PHP
(RETNO IRES DEVINA YOLANTI, 2009). Namun dari beberapa penelitian
tersebut memiliki beberapa kekurangan. Untuk perbandingan dapat dilihat pada
Tabel 2.1

Tabel 2.1 Perbandingan Sistem


Unsur RETNO IRES DEVINA DIMAS TRI BUDIYANTORO
Perbandingan YOLANTI, 2009 (2016)

Sistem Pembelian BBM Rancang Bangun Sistem


Menggunakan Pembelian BBM Berlangganan
Judul Mikorokontroler AT89S51 di Pertamini Berbasis Arduino
Dengan Delphi, MYSQL menggunakan RFID
dan PHP
AT89S51, keypad matrix, RFID, Keypad Matrix, Arduino,
Teknologi
Delphi, display 7 Segment LCD Shield, Website.
Menggunakan keypad Project ini menggunakan
Matrix yang berguna untuk arduino sebagai induk
input pin, AT89S51 rangkaian elekronik dan RFID
Fitur sebagai Induk rangkaian sebagai uang elektronik, LCD
elektronik dan Delphi Shield sebagai layar dan
sebagai layar desktop. website sebagai pengolah data
dan informasi sistem.
Membahas mengenai Membahas mengenai
bagaimana sistem bagaimana sistem pembelian
pembelian BBM BBM menggunakan arduino
Cakupan Sistem menggunakan arduino sehingga dapat menampilkan
sehingga dapat datanya pada lcd shield dan
menampilkan datanya informasinya bisa
pada Delphi. ditmpilkandi website.

Pada table 2.1 merupakan table perbandingan dari sistem yang telah ada

17
dengan sistem yang akan dirancang. Dari perbedaan diperoleh data-data sebagai
berikut :
- Sistem Pembelian BBM Menggunakan Mikorokontroler AT89S51
Dengan Delphi hanya menampilkan dan data hanya disimpan di database
tapi jika Rancang Bangun pembelian BBM di Pertamini berbasis Arduino
dan RFID tingkat keamanan konsumen lebih aman.
- Penampilan dilayar sistem yang telah ada hanya berupa display digit
angka sedangkan di sistem yang akan dirancang bisa menampilkan data
nama konsumen sekaligus digit angka
- Sistem yang telah ada data transaksi hanya bisa dilihat oleh admin.
Sedangkan untuk sistem yang kami kembangkan masing – masing
konsumen bisa melihat laporan transaksi di website dengan menggunakan
komputer atau smartphone yang terkoneksi di internet.

18
BAB 3
METODE PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian


Tempat penelitian adalah tempat dimana suatu penelitian tersebut akan
dilakukanpada usaha mesin pertamini . Waktu penelitihan merupakan batasan atau
jadwal pengerjaan tugas akhir.

3.1.1 Tempat Penelitian


Tempat penelitian akan dilakukan pada sebuah mesin pertamini dengan
inputan dari hardware yang selanjutnya akan ditampilkan pada web. Untuk tempat
pengerjaan Proyek Akhir ini akan dilakukan di Politeknik Negeri Banyuwangi.

3.1.2 Waktu Penelitian


Penelitian dan pengerjaan Proyek Akhir ini kurang lebih dilakukan selama
enam bulan, dimulai pada bulan ke-1 sampai bulan ke-6 yang meliputi proses
pengumpulan data, analisa kebutuhan, desain program, pembuatan program,
penerapan dan pengetesan, hingga pembuatan laporan proyek akhir. Adapun
jadwal proyek akhir tahun akademik 2016 - 2017 ditunjukkan pada Tabel 3.1.

No 2016 – 2017
Kegiatan
. Januari Februari Maret April Mei Juni
Analisa
1.
Kebutuhan
Pembelian
2.
Alat
Pembuatan
3.
Alat

4. Uji Coba Alat

5. Implementasi

Penyusunan
6.
Laporan
Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan Proyek Akhir

19
3.2 Metode yang Digunakan
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan
sistem SDLC (System Development Life Cycle) yang merupakan proses
pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan
untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. Untuk metode SDLC dijelaskan
dengan Gambar 3.1.

Gambar 3.1 Metode Pengembangan Sistem SDLC


Metode ini memiliki beberapa tahapan diantaranya yaitu:
1. Planning, yaitu dalam perencanaan sistem atau konsep yang cocok dan
pantas untuk memberikan informasi maupun perancangan design sistem
yang dalam prosedurnya tetap diarahkan pada sistem pembelian BBM
(Bahan Bakar Minyak) berlanggann berbasis arduino menggunakan RFID
2. Analysis, merupakan tahapan yang berfungsi untuk mengetahui
permasalahan permasalahan yang terdapat dalam pertamini, sehingga
kekurangan dan permasalahan yang timbul dapat terpenuhi kebutuhannya.
3. Design, Pada tahapan ini bertujuan agar bentuk dari suatu alat yang akan
dibuat dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan. Proses
yang akan dilakukan pada tahapan ini adalah merancang desain bentuk
alat dan rancang sistem elektronika yang mana berfungsi sebagai alat
pembelian BBM melalui simulasi yang akan didemokan dengan RFID.
4. Implementation, Tahapan ini merupakan tahapan penerapan dari sistem
yang telah dibuat. Pada tahap ini, sistem yang dibuat telah benar-benar
berfungsi sesuai fungsinya pada rancangan awal sistem.

20
5. Maintenance, berfungsi untuk melakukan pemeliharaan, pengelolaan sistem
maupun pengembangan sistem agar sistem tetap berjalan dan berfungsi sesuai
dengan yang diharapkan.

3.3 Gambaran Umum


Gambaran umum meliputi gambaran umum sistem yang sudah ada dan
gambaran umum yang diusulkan.

3.3.1 Gambaran umum sistem yang sudah ada


a. Gambar 3.2 merupakan gambaran umum yang sudah ada pada
pembelian BBM di Pertamini.

Transaksi

Konsumen
Bayar ditempat dan ada petugas

Gambar 3.2 Gambaran Umum Sistem Yang Sudah Ada

Berdasarkan gambar 3.2 konsumen melakukan transaksi pada Pertamini


harus membawa uang dan mesin pertamini membutuhkan tenaga petugas. Sistem
pembelian BBM yang saat ini berjalan di tiap Pertamini masih menggunakan
sistem semi otomatis. Meskipun proses proses pengisian BBM telah dilakukan
secara otomatis dengan bantuan mesin pengisian bahan bakar, namun
pengisiannya masih bergantung pada jam kerja atau jam buka Pertamini tersebut,
serta keberadaan petugas pengisi bahan bakar, dengan kata lain apabila tidak ada
petugas yang mengisikan BBM yang akan kita beli, maka kita tidak akan dapat
melakukan pembelian BBM. Dalam Sistem lama ini juga muncul kesulitan dari
pihak terkait dalam mengontrol konsumsi BBM oleh masyarakat.

Kelemahan sistem yang sedang berjalan :

21
 Untuk pembelian bahan bakar bergantung pada jam kerja petugas dan jam
buka pertamini.
 Lama, tidak semua konsumen menggunakan uang pas pada waktu
pembelian.sehingga membutuhkan waktu untuk menunggu uang
kembalian dari petugas yang akan berakibat pada antrian konsumen.
 Pembelian tidak dapat dilakukan sampai nilai rupiah yang paling kecil.
 Konsumsi BBM tiap konsumen tidak bisa dipantau sehingga
dimungkinkan terjadi kecurangan – kecurangan dalam praktiknya.

3.3.2 Gambaran sistem yang diusulkan

Gambaran umum yang diusulkan adalah sistem yang akan di terapkan pada
mesin Pertamini.

Gambar 3.3 Gambaran Umum Yang Diusulkan


Pada gambar di atas yaitu menjelaskan tentang rancangan letak dan sistem
kerja komponen elektronika yang berfungsi sebagaimana yang dibutuhkan dalam
sistem pembelian BBM menggunakan RFID, yang mana alat tersebut akan
disebutkan pada keterangan berikut.

22
Keterangan :
1. Setiap user mempunyai satu buah tag RFID, setiap tag RFID memiliki
kode unik yang berbeda-beda, kode ini yang digunakan untuk mengenali
identitas user.
2. Pada tag RFID terdapat dua bagian, yang pertama IC atau kepanjangan
dari Integrated Circuit, yang berfungsi menyimpan dan memproses
informasi, modulasi dan demodulasi sebuah frequensi sinyal Radio, kode
yang terdapat pada IC di baca dengan cara menempelkan tag RFID ke
RFID reader lalu tag RFID akan mengambil tegangan DC yang dikirim
dari RFID Reader melalui induksi dan mengirim kode ke melalui frekuensi
sinyal radio.
3. Setelah RFID reader mendapatkan kode yang di kirim tag RFID,
selanjutnya kode tersebut di kirim ke arduino, jika kode benar akan tampil
di LCD.
4. Setelah RFID terverivikasi user meamasukkan nominal pembelian
menggunakan keypad matrik.
5. Saat memasukkan nominal pada keypad matrik kemudian akan
ditampilkan pada LCD.
6. User melakukan pengisian BBM sendiri, dan arduino akan membuka
selenoid ketika user melakukan pengisian dan nantinya selenoid akan
menutup ketika jumlah BBM sesuai nomnla yang tadi dimasukkan.
7. Setelah melakukan pengisian data akan dikirim ke database melalui
jaringan lokalyang menggunakan kabel LAN.
8. Dari database nantinya akan ditampilkan di website.
9. User bisa melakukan monitoring data mereka sendiri dan bisa melakukan
pengecekan saldo.
Sistem yang akan diusulkan dalam pembelian BBM ini dibuat sedemikian
rupa untuk memudahkan konsumen dalam melakukan pembelian BBM di
pertamini, dengan aplikasi sistem informasi berbasis komputer dan online.
Konsumen dapat mengakses account-nya dari internet. Data – data yang
dibutuhkan dalam sistem ini disimpan dalam database didalam komputer server
dimana data – data tersebut akan dikelola oleh operator ( diloket isi ulang ).

23
Kelebihan sistem yang akan dikembankan ini adalah :
 Hemat waktu dan aman.
 Pembelian tidak tergantung pada jam kerja Pertamini dan jam kerja
petugas (dapat beroperasi 24 jam non stop).
 Pengelolaan data konsumen dapat dilakukan dengan mudah.
 Konsumsi BBM konsumen dapat dikontrol.
 Untuk meihat laporan transaksi, tiap konsumen tidak harus datang ke
operator,hanya cukup dengan browsing di internet.

3.4 Spesifikasi Sistem


3.4.1 Fitur – Fitur Aplikasi
Berikut Gambar 3.4 Fitur – fitur Sistem Pembelian BBM (Bahan Bakar
Minyak) Menggunakan RFID:

PC

LCD Shield Mikrokontroler


RFID
Arduino

Keypad Sensor
Matrix Ultrasonik

Gambar 3.5 Fitur – fitur Sistem Pembelian BBM

Sistem Pembelian BBM (Bahan Bakar Minyak) menggunakan RFID ini


dibuat dengan beberapa fitur, diantaranya :
1. Mikrokontroller arduino
Mikrokontroller arduino merupakan chip yang digunakan untuk
mengontrol perangkat elektronik, mikrokontroller arduino berfungsi
sebagai otak yang mengatur kerja sistem pembelian BBM menggunakan
RFID. Arduino yang digunakan adalah arduino mega.

24
2. RFID
RFID digunakan sebagai uang elekronik dengan cara menempelkan tag
RFID pada RFID reader, selanjutnya RFID reader akan mengirim kode
yang di dapat ke mikrokontroller arduino. RFID yang digunakan adalah
yang berjenis pasif.
3. Keypad Matrix 4 x 4
Untuk Konsumen input angka ke Arduino.
4. LCD Shield
Untuk menampilkan digit angka pembelian dan untuk menampilkan
verifikasi konsumen saat pembelian.
5. Sensor Ultrasonik
Untuk mendeteksi ketinggian dalam penampung BBM (Bahan Bakar
Minyak) sehingga dapat megetahui sisa BBM di dalam penampung.
6. Personal Computer (PC)
Untuk Pemroses data yang dikeluarkan oleh mikrokontroler arduino
ataupun akan dikeluarkan ke mikrokontroler.
.

25
---Halaman ini sengaja dikosongkan---

26
DAFTAR PUSTAKA

Bjork,Russel C.2000.”Analysis Design and Programming Simulation of an


ATM”(Online).(http://math-cs.gordon.edu/courses/cs211/ATMExample/),
diakses Desember 2016.

Ires Retno. 2009. Sistem Pembelian BBM Menggunakan Mikrokontroler AT89S51


Dengan Delphi [Tugas Akhir]. Bandung: Politeknik TEDC Bandung.

Budiharto, Widodo, 2005. Perancangan Sistem dan Aplikasi Mikrokontroler.


Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Cooper, William, 2010. Instumentasi Elektronik. Terjemahn penerbit Erlangga.


Jakarta 2010.

Siswoyo, Bambang, 2012. Belajar Arduino. Garut: Sekolah Tinggi Teknologi


Garut.

E Salim. 2015. Pengenalan Arduino dan Aplikasi Arduino [internet]. Tersedia


pada web : repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/46791/4. [diunduh
2016 Des 23].

27
---Halaman ini sengaja dikosongkan---

28