Anda di halaman 1dari 9

TUGAS 2

PEMASALAHAN BELAJAR SISWA SD KELAS 1 2 3


PADA MATERI GEOMETRI, PENGUKURAN DAN STATISTIKA
DAN PENYELESAIAN PERMASALAHANNYA

Disusun untuk Memenuhi Tugas


Mata Kuliah Matematika Sekolah Dasar

Dosen Pengampu :
Drs. Sumaji, M.Pd.

Kelompok 1 :
1. Ria Rahayu (16321862)
2. Elviana Diyah Safitri (16321872)
3. Astri May Handayani (16321879)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
TAHUN 2018/2019
A. Kesulitan yang Dihadapi Siswa Kelas 1 SD Saat Belajar Materi Geometri dan
Pengukuran

MATERI : Satuan Waktu dan Panjang


Kesulitan yang : 1. Siswa seringkali melakukan kesalahan ketika
dihadapi menghadapi permasalahan seperti:
a. Empat hari sebelum hari Sabtu adalah…”.
b. 8 hari + 3 hari = … minggu lebih … hari
Hal ini disebabkan karena siswa kurang memahami
konsep operasi perhitungan waktu dalam hari, maupun
bulan. Apalagi jika siswa masih mengalami kesulitan
dalam operasi hitung bilangan. Selain itu,
penghitungan hari secara mundur juga menyulitkan
siswa jika tidak disampaikan dengan benar.
2. Siswa masih bingung cara membaca jam dengan benar,
sulit membedakan arti jarum jam panjang dan jarum
jam pendek. Selain itu, siswa kurang memahami bahwa
pukul empat sore sama dengan pukul enam belas.
3. Siswa seringkali melakukan kesalahan dalam
menempatkan satuan panjang dengan benar. Misal,
membandingkan pohon kelapa dengan kata “ lebih
panjang” , padahal seharusnya “lebih tinggi”. Yang
sering tertukar adalah tinggi dan panjang, pendek dan
rendah.
4. Siswa kurang memahami “apa itu satuan tidak baku
panjang”

Solusi : 1. Karena siswa biasanya hanya terpaku pada hafalan hari


dan bulan, maka guru dapat menjelaskan materi hari
dengan melihat kalender, bercerita atau dengan cara
lain yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami
siswa kelas 1 SD. Misal:
a. Dengan gambar
Kemudian memberikan ilustrasi “Katak melompat 4
kali dari Sabtu ke kiri”, sehingga ketemu 4 hari
sebelum hari Sabtu yaitu hari Selasa.
b. Memahamkan siswa bahwa satu minggu ada 7 hari,
dan sering melakukan latihan operasi hitung
bilangan.

2. Guru bisa membawa alat peraga seperti jam dinding,


kemudian menunjukkan fungsi dari jarum jam panjang
dan pendek.
Sering memberikan contoh atau permasalahan, misal
dengan game. “Satu anak memutar jarum jam, dan
anak lain menebak jamnya”.
Sering bertanya tentang kegiatan siswa, berapa jam dia
belajar, lalu dari jam berapa, berangkat sekolah jam
berapa, dan sebagainya.
3. Guru harus sering memberikan contoh. Misal dengan
memberikan gambar-gambar, atau benda-benda di
kelas, lalu membandingkannya dengan satuan yang
tepat.
4. Siswa dapat diberi kegiatan mengukur benda dengan
satuan tidak baku. Misal mengukur panjang meja
tempat duduknya dengan tangan, mengukur lebar kelas
dengan berjalan (langkah).

MATERI : Bangun Ruang


Kesulitan yang : 1. Siswa seringkali melakukan kesalahan ketika
dihadapi menyebutkan nama bangun ruang. Misal, menyebut
semangka dengan “lingkaran” bukan “bola”.
Terkadang siswa hanya terpaku pada bentuk
permukaan atau salah satu sisinya saja. Misal,
menyebut tenda berbentuk “segitiga”,
2. Seringkali tertukar ketika menyebutkan “balok”
dengan “kubus” karena mirip.
Solusi : 1. Guru dapat membuatkan tabel nama-nama benda di
kelas, kemudian mengajak siswa menyebutkan
bentuknya.
MATERI : Satuan Berat
Kesulitan yang : 1. Siswa seringkali salah asumsi bahwa yang lebih besar
dihadapi berarti “lebih berat”, padahal belum tentu. Misal, gelas
atom besar dan gelas kaca kecil. Hal ini karena
biasanya siswa masih terpaku pada gambarnya saja,
bukan bendanya secara nyata.
Solusi : 1. Guru banyak memberikan contoh dengan benda nyata,
bukan dengan gambar saja. Sehingga anak dapat
menumbuhkan pemikiran atau logikanya.
MATERI : Bangun Datar
Kesulitan yang : 1. Siswa biasanya paham mengenai bentuk segitiga,
dihadapi segiempat, dan lingkaran. Namun, ketika bangun
tersebut disatukan, siswa belum mampu
menganalisisnya.
Contoh:

Biasanya siswa akan mengatakan bahwa bangun di atas


terdiri dari 4 segitiga, padahal ada 5 segitiga.
2. Siswa masih sering menyebut elips(bangun yang
lonjong) dengan lingkaran.
Solusi : 1. Guru memberikan berbagai macam bentuk gambar
kemudian menelaahnya bersama-sama.
2. Guru dapat membawakan alat peraga. Misal dengan
berbagai macam gambar bangun datar yang disatukan.
Kemudian digunting.
B. Kesulitan Yang Dialami Siswa Kelas II SD Saat Belajar Materi Geometri dan
Pengukuran

MATERI : Pengukuran Waktu Panjang dan Berat

Kesulitan yang dihadapi : 1. Siswa masih sulit membaca jarum pendek


(menit) dan jarum panjang (jam) dalam satuan
jam atau pukul
2. Siswa sulit dalam menuliskan tanda waktu yang
ditunjukkan oleh jam karena belum paham
dalam membaca jarum pendek dan panjang pada
poin sebelumnya
3. Siswa kesulitan dalam menentukan lama waktu
karena belum paham mengenai operasi
penjumlahan dan pengurangan pada materi
penjumlahan dan pengurangan bilangan
4. Siswa sulit dalam membandingkan panjang
benda yang memliki selisih sedikit karena belum
paham dalam operasi pengurangan pada materi
pengurangan bilangan
5. Siswa sulit dalam mengukur panjang benda
dengan alat ukur tidak baku ketika jarak yang
dibuat terlalu panjang dan membutuhkan benda
tidak baku yang sangat banyak
6. Siswa kesulitan dalam mengukur berat benda
yang sama dengan benda yang tidak sama
7. Siswa masih kesulitan dalam menaksir benda
karena paham tentang operasi penjumlahan
dalam satuan baku

Solusi : 1. Siswa harus memahami tentang fungsi dalam


alat ukur yang dipelajari. Guru dapat
memberikan banyak contoh agar siswa dapat
memahami pengukuran waktu, panjang, berat
dan guru bisa membawa media/alat peraga
seperti alat ukur waktu, panjang dan berat yang
dapat meningkatkan pemahaman bagi siswa
terhadap pengukuran waktu, panjang dan berat.
2. Siswa harus memahami dan menguasai operasi
penjumlahan dan penguran yang sudah dipelajari
pada bab sebelumnya, dan guru harus lebih
memberikan banyak contoh dalam operasi
penjumlahan dalam satuan lain seperti satuan
baku waktu dan satuan baku berat.
3. Siswa harus memahami konsep perbandingan
pengukuran panjang, dan guru memberikan
banyak contoh dengan benda-benda nyata yang
dapat dibadingkan panjangnya sehingga siswa
lebih paham konsep perbandingan panjang.
4. Dalam mengukur panjang dengan satuan tidak
baku guru dapat memberikan contoh dan
meminta siswa mengukur beberapa benda yang
terdapat didalam kelas dengan menggunakan
beberapa alat ukur tidak baku yang sudah
disediakan. Dan membiarkan siswa mengukur
benda tersebut dengan alat ukur yang mereka
inginkan

MATERI : Unsur-Unsur Bangun Datar Sederhana

Kesulitan yang dihadapi : 1. Siswa sulit dalam mengelompokkan bangun-


bangun datar karena belum paham mengenai
bentuk dan ciri-ciri pengelompokan bangun
datar (segitiga dan segiempat).
2. Siswa kesulitan dalam memahami tentang garis
pada bangun datar yang merupakan garis sisi
dan menyebutkan bahwa sisi bangun datar
dilihat dari huruf yang terdapat dalam bangun
yang sebenarnya merupakan titik perpotongan
garis-garis bangun datar.
3. Siswa belum pahan dan kesulitan dalam
mengelompokkan bentuk segitiga dan segiempat
secara spesifik karena perbedaan bentuk-
bentuknya yang hampir sama.
4. Siswa sering melakukan kesalahan dalam
mengenal sudut-sudut bangun datar dengan cara
mengafal
5. Siswa sulit dalam menggambarkan bangun-
bangun datar ketika tidak digambarkan dalam
kertas bergaris

Solusi : 1. Seorang guru harus lebih menekankan kembali


bahwa segitiga dibatasi 3 garis yang saling
perpotongan sedangkan segiempat dibatasi 4
garis yang saling perpotongan, dan memberikan
banyak contoh kemudian meminta siswa untuk
menyebutkan bentuk apakah bangun tersebut.
2. Seorang guru dapat lebih menjelaskan sisi-sisi
bangun datar dengan metode lain selain dengan
gambar bangun datar langsung namun dapat
menggunakan benda-benda sekitar siswa yang
bentuknya sama dengan bentuk bangun datar
yang dipelajari (segitiga dan segiempat).
3. Seorang guru dapat menggunakan media/alat
peraga sebagai contoh dalam pengelompokan
bangun-bangun datar dan memberikan
penjelasan perbedaan yang spesifik sehingga
siswa dapat mudah memahami dalam
pengelompokan bentuk-bentuk segitiga dan
segiempat
4. Siswa dituntut dalam mengenal sudut-sudut
bangun datar dengan cara memahami dengan
cermat dan tidak dituntut untuk menghafalkan.
5. Guru dapat memberikan contoh bagaimana
langkah-langkah dalam manggambar bangun
datar mulai dengan menggunakan kertas bergaris
maupun tidak.

C. Kesulitan Yang Dialami Siswa Kelas III SD Saat Belajar Materi Geometri Dan
Pengukuran

MATERI : Satuan Baku (Panjang, Berat, Waktu)

Kesulitan yang dihadapi : 1. Siswa Sulit membedakan penulisan waktu pagi


siang dan malam
2. Siswa sulit memahami hubungan antar satuan
waktu
3. Siswa sulit memahami hubungan antar satuan
panjang
4. Siswa sulit memahami hubungan antar satuan
berat
Solusi : 1. Siswa harus memahami konsep pembagian
waktu, guru bisa membawa alat peraga jam
dinding untuk meningkatkan pemahaman siswa
terhadap materi ini. Dan guru harus memberikan
banyak contoh agar anak dapat memahami
perbedaan penulisan waktu ini.
2. Siswa harus sudah mahir dalam operasi bilangan
khususnya perkalian karena hubungan
waktu,panjang, dan berat ini melibatkan perkalian
dengan angka yang cukup besar.
MATERI : Simetri (Lipat dan Putar)

Kesulitan yang dihadapi : 1. Siswa sulit memahami langkah menghitung


jumlah simetri lipat dan simetri putar pada
sebuah bidang datar
Solusi : 1. Pada saat menjelaskan materi ini setiap siswa
harus memperagakan sendiri cara menghitung
simetri putar dan simetri lipat dengan alat peraga
yang telah disiapkan oleh guru (misalnya kertas
lipat). Didepan kelas guru memberikan instruksi
kepada siswa bagaimana cara mengetahui jumlah
simetri lipat dan simetri putar pada bangun datar
tersebut. Dengan mengalami sendiri secara nyata
seperti ini akan dapat meningkatkan pemahaman
siswa daripada guru hanya menjelaskan dipapan
tulis atau didepan kelas saja.
MATERI : Keliling Bangun Datar

Kesulitan yang dihadapi : 1. Siswa sering melakukan kesalahan dalam


perhitungan ataupun penerapan rumus.
Solusi : 1. Siswa tidak dituntut untuk menghafal rumus,
namun guru harus membuat siswa menemukan
rumus tersebut secara mandiri (bisa dilakukan
berkelompok dengan pengawasan guru) sehingga
konsep tersebut dapat difahami siswa dengan baik
dan hasilnya pun akan tertanam didalam otak
siswa.
MATERI : Unsur dan Sifat Bangun Datar

Kesulitan yang dihadapi : 1. Siswa sering kali sulit membedakan antara


persegi dan persegi panjang.
Solusi : 1. Guru harus bisa menjelaskan kepada siswa bahwa
sebenarnya persegi adalah kasus khusus dari
persegi panjang (persegi adalah persegi panjang
yang semua sisinya sama panjang)