Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA Ny.D DENGAN GANGGUAN SISTEM PERNAFASAN

OKSIGENASI DI BANGSAL SAKURA

RSUD dr. SOEHADI PRIJONEGORO SRAGEN

DISUSUN OLEH:

1. Roy Ari Nugroho (17046)


2. Veronika Uswatun Khasanah (17051)
3. Wahyu melin Mastuti (17053)
4. Wahyuni (17055)

AKADEMI KEPERAWATAN YAPPI SRAGEN

TAHUN 2018/2019
ASUHAN KEPERAWATAN

PADA Ny.D DENGAN GANGGUAN OKSIGENASI DI BANGSAL SAKURA

RSUD dr. SOEHADI PRIJONEGORO SRAGEN

1. PENGKAJIAN.
Pengkajian dilakukan pada tanggal 30 januari 2019, jam 07.30 di ruang sakura RSUD
dr.Soehadi Prijonegoro Sragen.

A. Biodata
Pasien
Nama : Ny. D
Umur : 72 Thn
Jenis Kelamin : Perempuan
Status : Kawin
Pendidikan : SD
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Jawa
Alamat : Sari Rt005 Pringanom Masaran
Alasan pasien masuk RS : Pasien mengatakan sesak nafas kurang lebih udah 3
hari
Tanggal masuk : 29 januari 2019
Ruang : Sakura
No Reg : 552413
Diagnosa Medis : PPOK

Penanggung Jawab
Nama : Tn. M
Umur : 67 thn
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Petani
Agama : Islam
Hubungan dengan pasien : Anak
Alamat : Sari pringanom, Sragen.
B. Riwayat Kesehatan.
a. Keluhan utama
Pasien mengatakan sesak nafas, batuk berdahak susah keluar.
b. Riwayat penyakit sekarang
Pasien mengatakan sesak nafas sudah kurang lebih 3 hari. Sebelum masuk
rumah sakit pasien mengeluh sesak nafas dan batuk. Keluarganya lalu
membawa ke IGD jam 20.00 tanggal 29 januari 2019. Kemudian pasien di
pindahkan ke bangsal sakura jam 05.00. setelah dilakukan pengkajian pasien
mengatakan susah bernafas dan dada terasa sesak, dahak yang tidak bisa
keluar. Lalu dilakukan TTV di dapatkan :
TD : 110/80 mmHg
N : 82 x/menit
RR : 25 x/menit
S : 36,5
c. Riwayat perawatan dahulu
Pasien mengatakan sesak nafas dan batuk kurang lebih udah 3 hari. Pasien dan
keluarga mengatakan pasien pernah di rawat di rumah sakit dr,Soehadi
Prijonegoro Sragen dengan penyakit yang sama. Pasien mengatakan tidak
mempunyai penyakit keturanan, selama di rumah pasien selalu berobat agar
tidak sering kambuh sesak nafasnya.
d. Riwayat perawatan keluarga
Pasien mengatakan di dalam keluarga tidak ada yang mempunyai penyakit
yang sama dengan pasien dan tidak mempunyai riwayat keturunan.

C. Pola Fungsional.
1. Persepsi tentang kesehatan dan managemen kesehatan
a. Preventif kesehatan lingkungan
Keluarga pasien mengatakan rumah dan lingkuan pasien aman dan
bersih.
b. Preventif gaya hidup
Keluarga pasien mengatakan pasien tidak mengkonsumsi alkohol dan
rokok.
c. Preventif kesehatan - pengetahuan kesehatan
Keluarga pasien mengatakan kalau pasien sakit periksa ke fasilitas
kesehatan.
2. Nutrisi dan Metabolisme
a. Nutrisi
 Status nutrisi
1) Karakteristik fisik badan normal
2) Penampilan umum pasien lumayan
3) BB : 60kg
IMT : 22
TB : 165 cm
 Otot-otot dan skeletan
Sebelum sakit
kekuatan pasien normal dan kuat
Saat sakit
kekuatan otot melemah dikarenakan penyakitnya.
 Makanan
Sebelum sakit
pasien mengatakan makanan sehari 3x dengan menu kesukaan
nasi dan sayur.
Saat sakit
pasien mengatakan makanan rumah sakit habis 1 porsi dengan
makanan bubur dan sayur, pasien tidak ada gangguan
mengunyah dan menelan.
 Cairan
Sebelum sakit
Pasien mengatakan minuman air putih sebanyak satu botol aqua
besar.
Saat sakit
Pasien mengatakan minum air putih cuma habis 1satu botol
aqua kecil saja.
3. Eliminasi
a. BAK
sebelum sakit
pasien mengatakan BAK sebanyak 4-5x sehari dengan warna urin
kekuningan kurang lebih 1000 ml perhari
saat sakit
pasien mengatakan BAK dalam batas normal berwarna kekuningan
berbau seperti obat.
b. BAB
Sebelum sakit
Pasien dalam melakukan BAB 1x sehari normal, konsistensi lunak,
berwarna normal kekuningan.
Saat sakit
Pasien dalam melakukan BAB 2x sehari, konsistensi lunak berwarna
normal.
4. Aktivitas dan latihan
a. Mobilisasi
Sebelum sakit
Pasien mobilisasi sebagai rumah tangga sehari-hari
Saat sakit
Pasien hanya bisa berbaring ditempat tidur dan tidak bisa melakukan
kegiatannya.
b. Posisi tubuh
Sebelum sakit
Posisi tubuh pasien normal
Saat sakit posisi tubuh pasien hanya berbaring dan sesekali duduk.
No Aktivitas Sebelum Saat Keterangan
sakit sakit
1. Makan minum 0 2 0 = mandiri
2. Mandi 0 2 1 = dibantu
sebagian
3. Berpakaian 0 2 2 = dibantu orang
lain
4. Eliminasi 0 2 3 = dibantu orang
lain dan alat
5. Mobilisasi 0 2 4 = ketergantungan

c. Ambulasi
Sebelum sakit
Ambulasi pasien menunjukkan normal dari biasanya
Saat sakit
Ambulasi pasien berubah karena faktor penyakit yang sedang di alami
d. Kelebihan diri
Sebelum sakit
Kulit, mulut, rambut, gigi, hidung, telinga bersih
Saat sakit
Kulit, mulut, kuku, telinga, hidung, gigi agak kotor
5. Istirahat dan tidur
Sebelum sakit
Pasien kalau tidur tidak terganggu/normal ±6 jam perhari dan tidur siang 2
jam/hari
Saat sakit
Pasien tidak bisa tidur karena merasakan badannya gak enak, kepala
pusing dan sesak nafas
6. Persepsi kognitif
Sebelum sakit
Pasien mengatakan nyama dengan keadaanya, pasiean tidak menggunakan
alat bantu penglihatan, penglihatan pasien normal tidak terganggu
Saat sakit
Pasien mengatakan tidak nyaman dengan kondisinya saat ini karena
meraskan sesak nafa dan batuk-batuk
7. Persespsi diri dan konsep diri
Sebelum sakit
Pasien mengatakan tidak merasakan kecemasan sama sekali pada
kesehatan dirinya.
Konsep diri :
 citra tubuh
pasien mengatakan tidak ada yang berubah dan terganggu pada
tubuhnya
 ideal diri
pasien mengatakan memiliki harapan yang besar dalam masa
depannya
 harga diri
pasien mengatakan sudah puas akan kesehatannya
 peran
pasien mengatakan berperan sebagai ibu rumah tangga
 identitas diri
pasien mengatakan sangat percaya diri

Saat sakit
Pasien mengatakan tidak menyangka akan merasakan sakit dan
pusing dan keadaan ini membuat pasien merasakan cemas
Konsep diri :
 citra tubuh
tubuh pasiean tidak berubah dan tidak terganggu
 ideal diri
pasien mengatakan cemas dengan kehidupan kedepannya
 harga diri
pasien mengatakan tidak percaya diri karena sakitnya
 peran
pasien berperan sebagai ibu rumah tangga
 identitas diri
pasien mengatakan kurang percaya diri
8. Pola peran dan hubungan
Sebelum sakit
Pasien mengatakan sebagai ibu rumah tangga, pasiean tinggal dengan
anaknya
Saat sakit
Pasiean mengatakan hanya berbaring ditempat tidur rumah sakit, pasien
tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga
9. Pola seksual dan reproduksi
Pasien mempunyai anak 2 orang dan anak pertama lahir umur 20 tahun,
pasien tidak pernah menderita penyakit kelamin
10. Pola koping dan toleransi stres
Sebelum sakit
Pasien mengatakan selalu berpikir positif akan kesehatannya
Saat sakit
Pasien mengatakan cemas terhadap sakit yang dia alami sekarang
11. Pola nilai dan kepercayaan
Sebelum sakit
Pasien mengatakan pasien memeluk agama islam yang dijadikan untuk
mengambil keputusannnya
Saat sakit
Pasien mengatakan cara menjalankan ibadahnya dengan sholad yang
teratur, tetapi saat sakit ini pasien tidak mampu untuk menjalankannya

D. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan umum : Baik
Kesadaran : compos mentis
TTV
TD : 110/80 mmHg
Nadi : 82 x/menit
RR : 25 x/menit
S : 36,5 Derajat Celsius
2. Kepala
Bentuk kepala simetris, ekspresi wajah tegang, tampak gelisah dan tidak
terdapat benjolan.
Rambut
Rambut pasien panjang, waran hitam keputihan, rontok dan tidak ada
ketombe.
3. Muka
Mata : tidak ada adema
Konjungtiva : merah muda
Sclera : non ikterik
Pupil : isokor
Diameter ki/ka : 3mm/3mm
Reflek terhadap cahaya : positif
Penggunaan alat bantu penglihatan : tidak menggunakan alat bantu
pendengaran
4. Leher
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
5. Dada/thorax
Paru-paru
 Inspeksi : pasien tampak sesak nafas, terpasang alat bantu pernafasan
(canul), pergerakan dada kanan kiri asimetris
 Palpasi : premitus kanan dan kiri teraba lemah
 Perkusi : redup di ICS bagian kanan atas
 Auskultasi : terdapat bunyi tambahan ronchi
Jantung
 Inspeksi : iktus cordis tidak nampak
 Palpasi : iktus cordis taraba di ICS 5 linea midklavikula sinistra
 Perkusi : batas kanan ICS 4 linea sentralis dextra
Batas kiri ICS 5 midclavikula sinistra
 Auskultasi : terdengar bunyi jantung 1 dan 2 (lup dup ), irama tidak
teratur (ireguler)
6. Abdomen
Inspeksi : tidak ada luka, tidak terjadi asites
Auskultasi : bising usus 15x/menit
Perkusi : terdengar timpani seluruh kuadran, kecuali kuadran kanan atas
(hepar)
Palpasi : tidak ada nyeri tekan perut dan tidak terdapat penumpukan urin di
vesica urinaria
7. Genetelia
Bersih tidak terpasang DC (selang kateter)
8. Rektum
Bersih tidak ada luka
9. Ekstremitas
a. Atas
 Kekuatan otot kanan dan kiri :
gerakan normal penuh menentang gravitasi
 ROM kanan dan kiri :
Bebas aktif (bisa fleksi dan ekstensi)
 Perubahan bentuk tulang :
Tidak ada perubahan
 Perabaan akral :
Hangat
 Pitting edema :
Normal
b. Bawah
 Kekuatan otot kanan dan kiri :
gerakan normal penuh menentang gravitasi
 ROM kanan dan kiri :
Bebas aktif ( bisa fleksi dan ekstensi)
 Perubahan bentuk tulang
Tidak ada perubahan
 Perabaan akral
Hangat
 Pitting edema
Normal
PEMERIKSAAN THORAK

Thorak : PA, erect, semetris, inspirasi, dan kondisi cukup, hasil :


1. Infitrat di kedua parenkim pulmo
2. Sinus cf dan diafragma normal
3. Cor = CTR >0,5
4. Sistema tulang yang tervisualisasi intact

EKG : Normal
ECG : normal

Jenis pemeriksaan Hasil Unit Nilai normal


KIMIA KLINIK
Glukosa Darah
Glukosa darah 89 Mg/dl <200
sewaktu

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Jenis pemeriksaan Nilai normal Satuan Hasil
Hemoglobin 11.5-16.5 g/dL 11.50
Eritrosit 4.04- 5.13 juta/ µL 4.46
Hematokrit 37.7 – 53.7 % 38.4
Index eritrosit
MCV 80-97 Fl 86.2
MCH 27 – 31.2 Pg 25.8
MCHC 31.8 -35.4 g/dL 29.9
Leukosit 4.5 – 11.5 ribu/µL 7.40
Trombosit 150 – 450 ribu/µL 207
RDW-CV 11.5- 14.5 % 14
MPV 0- 99.9 fL 9.3
Hitung jenis
Neutrofil 37-80 % 67.3
MXD 4-18 % 10.7
Limfosit 19-48 % 22.0

KIMIA KLINIK
Glukosa darah
Glukosa darah <200 Mg/dL <200
sewaktu
Fungsi ginjal Mg/dL 10-50
Ureum 10-50 Mg/dL 0.60-0.90
Kreatinin 0.60-0.90
TERAPI MEDIS

No Jenis obat Cara pemberian Dosis pemberian Indikasi dx medis


1. If RL + 2 op IV 20tpm Untuk meringankan
aminophilin sesak
2. Ij ranitidin IV 50mg/12jam Untuk menurunkan
nyeri
3. OBH Oral 3x1 Untuk pasien batuk
4. Curcuma Oral 3x1 Untuk menambah
nafsu makan
5. Methylprednisolone Injeksi IV 62,5 gr/jam Untuk menurunkan
6. Ondansentron Injeksi IV 4mg/12 jam Untuk mencegah
mual
DATA FOKUS

Data Subjektife
1. Pasien mengatakan sesak nafas
2. Pasien mengatakan badannya lemas
3. Pasien mangatakan tidak bisa tidur karena sakit yang di deritanya
4. Pasien mengatakan sulit mengeluarkan dahak
5. Pasien mengatakan pusing
6. Pasien mengatakan batuk

Data Objektif

1. Pasien terpasang oksigen


2. Pasien tampak sesak
3. Pernafasan terdapat suara tambahan ronchi di paru-paru kanan atas ICS ke 4
4. Pasien batuk disertai spuntum
5. TTV
TD : 110/80 mmHg
N : 82 x/menit
RR : 25 x/menit
S : 36,5 ℃

ANALISA DATA

Hari,
No Data fokus Problem Etiologi
Tanggal
1. Rabu, DS Ketidakefektifan Mukus
30 januari  Pasien bersihan jalan berlebih
2019 mengatakan sesak nafas
nafas
 Pasien
mengatakan
lemas
 Pasien
mengatakan batuh
dahak sulit keluar

DO
 Pasien terpasang
oksigen
 Pasien tampak
sesak nafas
 Pasien terdapat
suara tambahan
ronchi di paru-
paru kanan atas
ICS ke 4
 TTV :
 TD=110/80
mmHg
N= 82 x/menit
RR= 25 x/menit
S = 36,5
2. Rabu, 30 DS Ketidakefektif Hiperventilasi
januari  Pasien pola nafas
2019 mengatakan sesak
nafas
 Pasien
mengatakan
badannya lemas
 Pasien
mengatakan
pusing

DO
 Pasien tampak
lemas
 Pasien tampak
sesak nafas
 TTV
TD = 110/80
mmHg
N = 82 x/menit
RR = 25 x/menit
S = 36,5

Prioritas Diagnosa keperawatan

1. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan mukus berlebih


2. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan hiperventilasi
Perencanaan Keperawatan

Hari/tangg
No.Dx Tujuan dan kriteria hasil Intervensi TTD
al
Rabu, 1 NOC : NIC :
30-01-2019 Status Pernafasan Manajemen jalan nafas
(Kepatenan jalan nafas) 1. Observasi kebutuhan
Tujuan: oksigen
Setelah dilakukan tindakan 2. Anjurkan batuk
selama 3x24 jam diharapkan efektif dan nafas
masalah bersihan jalan nafas dalam
dapat teratasi dengan 3. Kaji TTV
Kriteri hasil 4. Memberikan obat
1. Pasien tidak sesak nafas (kolaborasi) dengan
RR normal (18-24 dokter dalam
x/menit) pemberian obat
2. Tidak terpasang alat 5. Monitor sttus
bantu pernafasan
3. Suara nafas tambahan 6. Auskultasi suara nafas
hilang tambahan
4. Batuk berdahak
berkurang 1.Atur posisi tidur untuk
5. Sekret berkurang memaksimalkan ventilasi.
2.Ajarkan relaxsasi nafas
dalam
3.Kaji TTV
4.Memberikan obat
(kolaborasi) dengan dokter
(dalam pemberian obat dan
oksigen)
5. observasi oksigen

Rabu, 30 1 NOC : NIC:


januari Status Pernafasan Monitor pernafasan
2019 (pola nafas) 1. Atur posisi tidur untuk
Tujuan: memaksimalkan
Setelah dilakukan tindakan ventilasi.
keperawatan selama 3x24 jam 2. Ajarkan relaxsasi
diharapkan masalah pola nafas nafas dalam
teratasi dengan 3. 3Kaji TTV
Kriteria hasil : 4. Memberikan obat
1. Frekuensi nafas normal (kolaborasi) dengan
(18-24 x/menit) dokter (dalam
2. Irama pernafasan pemberian obat dan
normal oksigen)
5. Observasi oksigen
C. IMPLEMENTASI
Nama : Ny. No. Reg :
Umur : Ruang : SAKURA
Jenis Kelamin : Perempuan
Tanggal No. Tindakan Respon pasien terhadap
TTD
Waktu DX Keperawatan tindakan
30-01-2019
07.00 1,2 Mengobservasi pasien S : Pasien mengatakan sesak
nafas dan batuk dahak susah
keluar
O : Pasien tampak sesak nafas
dan batuk
RR

07.30 1,2 Memasang oksigen nassal S : Pasien mengatakan sesak


canul 3-5L nafas
O : Pasien tampak sesak nafas
RR

08.00 1,2 Mengkolaborasi dengan tim S : Pasien mengatakan


medis untuk pemberian obat bersedia diberi obat
 Inj.IV O : Tampak obat masuk ke
Methylprednisolone tubuh
62,5 mg/12jam
Ranitidin 50mg/12jam
Ondansentron
1gr/8jam
Phycin 750mg/12jam
 Oral
OBH 3x1
 Nebulizer
Combivent/8jam

09.00 1,2 Menganjurkan pasien untuk S : Pasien mengatakan


memposisikan tubuh bersedia
semifowler O : Pasien tampak ditempat
tidur

11.00 1,2 Mengkaji TTV S : Pasien mengatakan


bersedia
O : TD
Nadi
Suhu
RR

13.00 1 Mengajarkan tehnik batuk S : Pasien mengatakan


efektif bersedia
O : Tampak dahak keluar
sedikit

31-01-219
07.00 1,2 Mengobservasi pasien S : Pasien mengatakan sesak
nafas dan batuk dahak
O : Pasien tampak sesak nafas
dan batuk
RR : 26 x/ menit

07.30 1,2 Memonitor keefektivan S : Pasien mengatakan sesak


oksigen nassal canul nafas
O : Pasien tampak sesak nafas
RR : 26 x/ menit

08.00 1,2 Mengkolaborasi dengan tim S : Pasien mengatakan


medis untuk pemberian obat bersedia diberi obat
 Inj.IV O : Tampak obat masuk ke
Methylprednisolone tubuh
62,5 mg/12jam
Ranitidin 50mg/12jam
Ondansentron
1gr/12jam
Phycin 750mg/12jam
 Nebulizer
Combivent/8jam

10.00 1,2 Menganjurkan pasien untuk S : Pasien mengatakan


memposisikan tubuh bersedia
semifowler O : Pasien tampak ditempat
tidur

11.00 1,2 Mengkaji TTV S : Pasien mengatakan


bersedia
O : TD
Nadi
Suhu
RR

13.00 1 Mengajarkan tehnik batuk S : Pasien mengatakan


efektif bersedia
O : Tampak dahak keluar
sedikit

14.00 1,2 Mengobservasi pasien S : Pasien mengatakan sesak


nafas berkurang dan batuk
berdahak keluar sedikit-sedikit.
O : Pasien tampak kooperatif
15.00 1,2 Memonitor keefektifan S : Pasien mengatakan sesak
oksigen nassa canul nafas berkurang
O : Pasien tampak rileks
setelah terpasang oksigen nassa
canul.

16.00 1,2 Mengkaji TTV S : Pasien mengatakan


bersedia
O : Pasien tampak Kooperatif
 TD
 Suhu
 RR
 Nadi

S : Pasien mengatakan sesak


17.00 1,2 Memberikan Terapi nafas berkurang, dan dahak
Nebulazer dapat dikeluarkan
O : Pasien tampak mengirup
Uap.

S : Pasien mengatakan
18.00 1 Mengajarkan tehnik batuk bersedia
efektif O : Tampak dahak keluar

S : Pasien mengatakan bersedia


22.00 1,2 Mengkolaborasi dengan tim untuk diberikan obat lewat IV
medis untuk pemberian obat O : Pasien tampak kooperatif
 Inj.IV
Methylprednisolone
62,5 mg/12jam
Ranitidin 50mg/12jam
Ondansentron
1gr/12jam

01-02-2019
04.00 1.2 Mengkaji TTV S : Pasien mengatakan
bersedia dan keluarga
menanyakan hasil TTV.
O : Pasien tampak Kooperatif
TD :
Nadi :
Suhu :
RR :

06.30 1 Memberikan terapi Nebulazer S : Pasien mengatakan sesak


nafas berkurang, dan dahak
dapat dikeluarkan
O : Pasien tampak mengirup
Uap.

07.00 1.2 Mengobservasi pasien S : Pasien mengatakan sesak


nafas berkurang
O : Pasien tampak kooperatif

08.30 1,2 Mengkolaborasi dengan tim S : Pasien mengatakan


medis untuk pemberian obat bersedia diberi obat
 Inj.IV O : Pasien tampak kooperatif
Methylprednisolone
62,5 mg/12jam
Ranitidin 50mg/12jam
Ondansentron
1gr/12jam

09.00 2 Memonitor keefektivan S : Pasien mengatakan sesak


oksigen nassal canul nafas berkurang
O : Pasien tampak rileks
terpasang oksigen nassal canul

10.30 1 Mengajarkari teknik batuk S : Pasien mengatakan sudah


efektik bisa melakukan teknik batuk
efektif sendiri
O : Pasien mengatakan
dahaknya sudah dapat
dikeluarkan.

11.00 1.2 Mengkaji TTV S : Pasien mengatakan


bersedia dan keluarga
menanyakan hasil TTV.
O : Pasien tampak Kooperatif
TD :
Nadi :
Suhu :
RR :

14.00 1,2 Mengobsevasi pasien S : Pasien mengatakan sesak


nafas berkurang dan batuk
berdahak berkurang
O : Pasien tampak sesak nafas
berkurang
RR
14.30 1,2 Memonitor keefektivan S : Pasien mengatakan sesak
oksigen nassal canul nafas berkurang
O : Pasien tampak sesak nafas
RR

15.00 1,2 Memonitor TTV S : Pasien mengatakan


bersedia
O : TD
Nadi
Suhu
RR

16.00 1,2 Mengkolaborasi dengan tim S : Pasien mengatakan


medis untuk pemberian obat bersedia diberi obat
 Inj.IV O : Tampak obat masuk ke
Phycin 750mg/8jam tubuh, pasien tampak sesak
 Nebulizer nafas dan batuk sedikit
Combivent/8jam berkurang

18.00 1 Mengajarkan tehnik batuk S : Pasien mengatakan


efektif bersedia
O : Tampak dahak keluar

20.00 1,2 Mengkolaborasi dengan tim S : Pasien mengatakan


medis untuk pemberian obat bersedia diberi obat
 Inj.IV O : Tampak obat masuk ke
Methylprednisolone tubuh
62,5 mg/12jam
Ranitidin 50mg/12jam
Ondansentron
1gr/12jam

21.00 1,2 Menganjurkan pasien untuk S : Pasien mengatakan


memposisikan tubuh semi bersedia
fowler O : Pasien tampak kooperatif
dengan posisi setengah duduk
diatas tempat tidur.
D. EVALUASI
Tanggal Diagnosa Evaluasi
No.DX TTD
Waktu Keperawatan SOAP
30-01-2019
14.00 1 Ketidakefektivan S : Pasien mengakan sesak
bersihan jalan nafas nafas batuk dahak sulit keluar
berhubungan dengan
mukus berlebih O : TD
Nadi
2 Ketidakefektivan pola Suhu
nafas berhubungan RR
dengan hiperventilasi
A : Masalah belum teratasi

P : Lanjutkan intervensi
( Manajemen jalan nafas)
(Terapi Oksigen)
31-01-2019
14.00 1 Ketidakefektivan S : Pasien mengakan sesak
bersihan jalan nafas nafas batuk dahak sulit keluar
berhubungan dengan
mukus berlebih O : TD
Nadi
2 Ketidakefektivan pola Suhu
nafas berhubungan RR
dengan hiperventilasi
A : Masalah belum teratasi

P : Lanjutkan intervensi
( Manajemen jalan nafas)
(Terapi Oksigen, Terapi
Nebulazer).
01-02-2019
21.00 1 Ketidakefektivan S : Pasien mengakan sesak
bersihan jalan nafas nafas berkurang dan dahak
berhubungan dengan sudah dapat dikeluarkan
mukus berlebih sedikit-sedikit

2 Ketidakefektivan pola O : TD
nafas berhubungan Nadi
dengan hiperventilasi Suhu
RR

A : Masalah teratasi sebagian

P : Lanjutkan intervensi
( Manajemen jalan nafas)
(Terapi Oksigen, Terapi
Nebulazer)