Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH SISTEM PEMINDAH TENAGA

PROPELLER SHAFT

Rakyan Pasingsingan (160515510215)

D3 Teknik Otomotif
Fakultas Teknik
Universitas Negeri Malang
2016
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Propeller shaft dan universal joint adalah komponen dari sistem pemindah
tenaga yang fungsi utamanya adalah untuk meneruskan putaran mesin. Propeller shaft
digunakan pada kendaraan yang menggunakan penggerak roda belakang (FR ataupun
4WD). Ketika mesin dan transmisi dipisahkan dengan poros roda belakang maka tidak
ada penerus putaran dari transmisi menuju differensial, untuk itulah propeller shaft
digunakan untuk mentransmisikan daya dan juga putaran. Propeller shaft harus
memenuhi syarat-syarat tertentu karena daya dan juga putaran yang dihasilkan oleh
mesin sangat besar dan juga tinggi.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dan fungsi dari propeller shaft dan universal joint?
2. Apa saja jenis propeller shaft dan universal joint?
3. Bagaimana cara kerja propeller shaft dan universal joint?
C. TUJUAN
1. Mengetahui pengertian dan fungsi dari propeller shaft dan universal joint.
2. Mengetahui jenis propeller dan universal joint.
3. Mengetahui cara kerja propeller shaft dan universal joint.
BAB II
PEMBAHASAN

A. PROPELLER
Propeller shaft atau poros propeller (pada kendaraan FR dan kendaraan 4WD)
berfungsi untuk memindahkan atau meneruskan tenaga dari transmisi ke differential.
Transmisi umumnya terpasang pada chassis frame, sedangkan differential dan sumbu
belakang atau rear axle disangga oleh suspensi sejajar dengan roda belakang. Oleh
sebab itu posisi diferential terhadap transmisi selalu berubah ubah pada saat kendaraan
berjalan, sesuai dengan permukaan jalan dan ukuran beban. Propeller shaft sering juga
disebut sebagai drive shaft. Panjang pendeknya propeller shaft tergantung dari
panjang kendaraan. Pada kendaraan yang panjang, propeller dibagi menjadi beberapa
bagian untuk menjamin supaya tetap dapat bekerja dengan baik.

Gambar Letak Propeller shaft


Fungsi Poros Propeller
Poros propeller memiliki 3 (tiga) fungsi utama:
 Untuk memindahkan putaran dengan lembut dari transmisi ke poros
sambungan roda belakang.
 Untuk meneruskan dan menyalurkan tenaga pada roda belakang saat bergerak
naik dan turun.
 Untuk menyediakan penyesuaian pada gerakan melentur karena perubahan
panjang poros penggerak.

Bagian Utama Dan Fungsi Utama Rangkaian Propeller Shaft :


 Sleeve yoke
Bentuk pejal dan pipa yang terhubung melalui alur-alur dan dapat bergeser
sepanjang alur tersebut menghubungkan poros keluaran transmisi ke
sambungan universal (universal joint) depan.
 Front Universal Joint
mengikat slip yoke pada poros penggerak (drive shaft).
 Drive shaft
Bentuk pipa dengan maksud mengurangi berat tetapi tidak mengurangi
kekuatannya, berfungsi memindahkan gaya putar dari sambungan universal
depan ke sambungn universal belakang (rear Universal joint).
 Rear Universal Joint
melenturkan sambungan yang menghubungkan sumbu penggerak dengan
yoke deferensial.
 Flange Yoke
Bentuk garpu dan berlubang sebagai memegang sambungan universal
belakang dan memindahkan gaya putar ke rangkaian gigi sumbu roda
belakang.
 Balance Weight
Bentuk plat yang dilas titik terhadap poros propeller untuk menghindari gaya
sentrifugal.
 Center Bearing
Merupakan unit yang dipasang pada ujung propeller shaft depan (intermediate
shaft) dan menempel pada body melalui bracket. Center bearing
berfungsi sebagai tumpuan antara pada poros propeller yang panjang (3-
joint type) untuk mengurangi kemungkinan poros propeller
melengkung/ bengkok, untuk meredam bunyi dan getaran pada saat propeller
shaft bekerja.

Gambar. Bagian Propeller Shaft

Propeller shaft dibuat sedemikian rupa agar dapat memindahkan tenaga dari
transmisi ke difrensial dengan lembut tanpa dipengaruhi kondisi permukaan jalan dan
ukuran beban kendaraan. Untuk tujuan ini universal joint dipasang pada setiap ujung
propeller shaft, fungsinya untuk menyerap perubahan sudut dari suspensi. Selain itu
sleeve yoke bersatu untuk menyerap perubahan anatara transmisi dan diferential.

Biasanya propeller shaft dibuat dari tabung pipa baja yang memiliki ketahanan
terhadap gaya puntiran atau bengkok. Bandul pengimbang atau balance weight
dipasang pada bagian luar pipa dengan tujuan untuk keseimbangan pada waktu
berputar. Dengan keseimbangan ini diharapkan poros propeller dapat berputar tanpa
menghasilkan getaran yang besar atau dengan kata lain dengan lembut.
Pada umumnya propeller shaft terdiri dari satu pipa yang mempunyai dua
penghubung yang terpasang pada kedua ujung berbentuk universal joint.Untuk
propeller shaft yang panjang digunakan 2 batang dengan 3 joint, hal ini dimaksudkan
untuk mencegah timbulnya vibrasi yang besar, propeller shaft mudah melentur dan
jalannya kendaraan tidak nyaman. Sehingga pada umumnya, apabila propeller shaft
terlampau panjang, dibagi menjadi 2 atau 3 bagian dengan 3 atau 4 joint.

B. JENIS JENIS PROPELLER


Tipe 2 Joint

Tipe 3 Joint

Kedua tipe ini memiliki komponen dan cara kerja yang hampir sama, hanya saja
terdapat komponen tambahan pada tipe 3 joint. Pada tipe 3 join terdapat 3 universal
joint sedangkan pada tipe 2 joint hanya terdapat 2 universal joint. Dan pada tipe 3 joint
terdapat center bearing yang berfungsi untuk lebih meredam getaran.

C. CARA KERJA PROPELLER


 Cara Kerja Propeller Shaft pada Kendaraan FR (Front Engine Rear Drive).
Gaya putar atau gerakan dari batang output transmisi kesumbu belakang
diteruskan oleh propeller shaft.
Sumbu propeller shaft bergerak naik atau turun, relatif terhadap transmisi dan
propeller shaft harus memindahkan gaya putar dengan baik tanpa terpengaruh
perubahan sudut dan panjang. Universal joint dan sleeve yoke dapat melakukan
penyesuaian yang dibututuhkan sebagai akibat perubahan tempat yang dilalui
kendaran selama berjalan. Ini mungkin dilakukan karena sambungan universal
memungkinkan 2 (dua) batang bergerak dalam sudut yang berbeda satu dengan
yang lain.
Sebagai contoh, bila kendaraan melewati gundukan dijalan, sudut belakang
(diferensial) tertekan keatas dan relatif sejajar terhadap bodi mobil. Universal
joint memungkinkan jalur penggerak tetap pada posisi melentur tanpa
menyebabkan kerusakan pada batang penggerak.
Dalam keadaan yang sama, sleeve yoke yang terpasang pada batang output
transmisi memungkinkan adanya perubahan kecil pada panjang penggerak
dengan meluncur kedalam atau keluar dari trasnmisi.

Gambar. Bentuk rangkaian batang propeller

 Cara Kerja Propeller Shaft pada Kendaraan Penggerak Empat Roda (4WD).
Kendaraan-kendaraan yang lebih kecil dengan penggerak empat roda
menggunakan pengaturan jalur penggerak yang mirip dengan kendaraan dengan
mesin dibelakang, Kendaraan dengan penggerak roda depan telah dijelaskan
diatas, tetapi dengan tambahan pada batang output yang diperpanjang hingga
sumbu depan.
Kendaraan dengan penggerak empat roda memiliki jalur penggerak pada kedua
sumbu kendaraan depan dan belakang. Serupa dengan rangkaian sumbu belakang
kendaraan yang konvensional. Pada sumbu belakang dan sedikit berbeda unit
sumbu pada bagian depan. Sumbu penggerak depan harus memiliki fasilitas
untuk mengemudikan kendaraan. Dua sumbu pemindahan gaya putar dari
transmisi dilewatkan unit deferensial dan batang sumbu untuk menggerakkan
empat roda kendaraan.

Gambar 4WD Front Propeller Shaft

D. UNIVERSAL JOINT
Universal Joint yaitu salah satu bagian dari sistem pemindah tenaga yang
berfungsi untuk memungkinkan poros berputar dengan lancar walaupun terjadi
perubahan sudut.

E. JENIS JENIS UNIVERSAL JOINT


 Hook Joint
Gambar konstruksi hook joint

Pada umumnya poros propeller menggunakan konstruksi tipe ini, karena selain
konstruksinya yang sederhana tipe ini juga berfungsi secara akurat dan konstan.
Konstruksi hook joint adalah seperti gambar di atas. Ada dua tipe hook joint yaitu
shell bearing cup type dan solid bearing cup type. Pada tipe shell bearing cup
universal joint tidak bisa dibongkar sedangkan pada tipe solid bearing cup bisa
dibongkar. Ilustrasi konstruksi kedua tipe universal joint tersebut dapat dilihat pada
gambar berikut :

Gambar konstruksi hook joint tipe shell bearing cup.


Gambar konstruksi hook joint tipe solid bearing cup.

 Flexible Joint

Gambar konstruksi flexible joint


Konstruksidari universal joint model flexible joint dapat dilihat pada gambar
diatas. Model ini mempunyai keuntungan tidak mudah aus, tidak berisik dan tidak
memerlukan minyak/grease.
 Turnion Joint
Model ini berusaha menggabungkan tipe hook joint dan slip joint, namun hasilnya
masih dibawah slip joint sendiri, sehingga jarang digunakan. Konstruksinya dapat
dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar konstruksi turnion joint

 Uniform Velocity Joint


Model ini dapat membuat kecepatan sudut yang lebih baik, sehingga dapat
mengurangi getaran dan suara bising. Konstruksinya dapat dilihat pada gambar
dibawah ini.

Gambar konstruksi uniform velocity joint


 Slip Joint
Bagian ujung propeller yang dihubungkan dengan poros out-put transmisi
terdapat alur-alur untuk pemasangan slip joint. Hal ini memungkinkan panjangnya
propeller shaft sesuai dengan jarak output transmisi dengan differential.
Konstruksinya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar konstruksi slip joint


 Pemeriksaan kebengkokkan

1. Letakan poros propeller pada v- blok seperti pada gambar.


2. Lalu setting dial indicator untuk pengukuran dengan menekan bagian tengah dari
poros propeller.
3. Putar poros propeller secara perlahan hingga satu putaran, sambil membaca
pergerakan jarum di dial indicator tersebut.
4. Jika hasil pengukuran lebih dari 0,8 mm, maka poros propeller sudah terlalu bengkok
dan harus diganti.

 Pemeriksaan universal joint

1. Lakukan penarikan atau penekanan seperti pada gambar kea rah maju atau mundur
dari universal joint di poros propeller. Lakukan hal ini sambil menahan poros propeller.
2. Rasakan apakah terjadi gerakan pada universal joint yang menunjukkan bahwa
sambungan dari universal joint kendor. Jika terasa bisa ada gerakkan antara universal
joint dengan poros propeller, maka bearing pada universal joint sudah rusak.

Perbaikannya adalah membongkar universal joint tersebut dan mengganti bearingnya.


Pembongkaran universal joint ini membutuhkan peralatan khusus yang bernama tracker,
sehingga pembongkaran tidak merusak atau membuat lecet pada bagain dari universal joint.
 Mendiagnosis bunyi dan getaran pada poros propeller
Pemeriksaan terhadap getaran dan bunyi pada propeller shaft harus dilaksanakan
secara teliti dan cermat, dengan mengangkat roda penggerak, dan menghidupkan
mesin pada posisi gigi transmisi masuk. Naikkan putaran mesin secara bertahap dan
amati getaran dan bunyi dari propeller shaft. Jika ditemukan adanya getaran atau
bunyi dari propeller shaft maka lakukan pemeriksaan baut-baut.
http://danialmandala.blogspot.com/2014/01/pengertian-dan-fungsi-propeller-shaft.html
http://www.bloggersakti.com/2015/09/makalah-lengkap-propeller-shaft.html