Anda di halaman 1dari 12

2.

2 Penelitian Terdahulu

Rujukan penelitian yang pertama yaitu jurnal Afrijal dan Ramadhani pada

tahun 2016 dengan judul Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Badan Usaha

Milik Desa (BUMDES) di Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini menggunakan

metode kuantitataif deskriptif. Hasil dari penelitiannya yaitu :

1. Rata-rata rasio lancar BUMDes di Kabupaten Rokan Hulu sebesar 277%

dan berada dalam kondisi sangat baik karena nilainya lebih besar dari

200%. BUMDes Suligi Mandiri Desa Suligi memiliki rasio lancar paling

baik sebesar 522% sedangkan terendah adalah BUMDes Sumber

Makmur Desa Kota Baru dengan rasio sebesar 128%.

2. Rata-rata Debt to Asset Ratio (DAR) BUMDes di Kabupaten Rokan Hulu

sebesar 42% dan berada dalam kondisi baik karena nilainya lebih dari

40% sampai dengan 50%. BUMDes Suligi Mandiri Desa Suligi memiliki

rasio DAR paling baik sebesar 17% (sangat baik) sedangkan terendah

adalah BUMDes Sumber Makmur Desa Kota Baru dengan rasio sebesar

78%.

3. Rata-rata rasio Return On Asset (ROA) BUMDes di Kabupaten Rokan

Hulu sebesar 8% dan berada dalam kondisi baik karena nilainya berada

di antara 7% sampai dengan kurang dari 10%. BUMDes Rambah Muda

Jaya Desa Rambah Muda memiliki rasio ROA paling baik sebesar 11%

(sangat baik) sedangkan terendah adalah BUMDes Tanjung Mandiri

Desa Tanjung Belit, BUMDes Mandiri Jaya Desa Rimba Jaya, dan

BUMDes Ngaso Mandiri Desa Ngaso dengan rasio masingmasing

sebesar 5% (cukup baik).


4. Rata-rata rasio Total Asset Turn Over (TATO) BUMDes di Kabupaten

Rokan Hulu sebesar 0,23 kali dan berada dalam kondisi tidak baik karena

nilainya kurang dari 1. BUMDes Mitra Jaya Mandiri Desa Bangun Jaya

memiliki rasio TATO paling baik sebesar 0,45 kali (tidak baik)

sedangkan terendah adalah BUMDes Mandiri Jaya Desa Rimba Jaya

dengan rasio sebesar 0,15 kali.

Rujukan penelitian yang kedua yaitu jurnal Ina Susianti tahun 2018

dengan judul Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan pada

PT. Gudang Garam Tbk. Pada Periode 2013-2015. Penelitian ini menggunakan

metode kuantitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah :

1. Rasio Likuiditas

a. Rasio Lancar

Nilai Current Ratio pada tahun 2015 sebesar 1,77%, tahun 2014

sebesar 1,62%, dan pada tahun 2013 sebesar 1,72%.

b. Rasio Cepat

Nilai Quick Ratio pada tahun 2015 sebesar 0,22%, pada tahun 2014

sebesar 0,16% dan pada tahun 2013 sebesar 0,22%.

c. Rasio Kas

Nilai Cash Ratio pada tahun 2015 sebesar 0,11%, pada tahun 2014

sebesar 0,07% dan pada tahun 2013 sebesar0,07%.


2. Rasio Solvabilitas

a. Rasio Hutang terhadap Total Aktiva (Debt to Assets Ratio)

Nilai Debt to Assets Ratio didapat sebesar 0,4% pada tahun

2015,sebesar 0,43% pada tahun 2014, dan sebesar 0,42% pada

tahun 2013.

b. Rasio Hutang terhadap Ekuitas (Debt to Equity Ratio)

Dari perhitungan didapatkan nilai Debt to Equity Ratio sebesar

1,38% pada tahun 205, tahun 2014 sebesar 1,70% dan pada tahun

2013 sebesar 1,47%.

3. Rasio Profitabilitas

a. Hasil pengembalian Investasi (Return on Investment/ ROI)

Nilai yang didapat dari perhitungan ROI yaitu pada tahun 2015

sebesar 0,10%, pada tahun 2014 sebesar 0,09% dan pada tahun

2013 sebesar 0,09%.

b. Hasil Pengembalian Ekuitas (Return on Equity/ROE)

Nilai yang didapat dar perhitungan ROE yaitu pada tahun 2015

sebesar 0,17%, pada tahun 2014 sebesar 0,16% dan pada tahun

2013 sebesar 0,15%.

Rujukan jurnal yang ketiga yaitu jurnal Ni Wayan Sri Pebriyanti, Putu

Sukma Kurniawan, dan Edy Sujana pada tahun 2017 dengan judul jurnal Analisis

Perbandingan Rasio-Rasio Keuangan dan Dampaknya terhadap Kelangsungan

Bisnis Badan Usaha Milik Desa (Studi Kasus Pada BUMDes di Kabupaten

Klungkung). Dengan hasil penelitian :


1. Berdasarkan analisis rasio likuiditas 4(empat) BUMDes di Kecamatan

Banjarangkan dan Kecamatan Dawan periode 2016-2017 BUMDes Tri

Arta Guna 4,94%, BUMDes Gerbang Sadu Mandara 45,7%, BUMDes

Artha Dana 68,97%, dan BUMDes Kerta Laba 1,43%. Rata-rata masing-

masing BUMDes berada pada kategori <125%, kinerja <125% artinya

sangat kurang baik.

2. Dari analisis rasio solvabilitas 4(empat) BUMDes di Kecamatan

Banjarangkan dan Kecamatan Dawan periode 2016-2017 BUMDes Tri

Arta Guna 1,3%, BUMDes Gerbang Sadu Mandara 0,005%, BUMDes

Artha Dana 0,015%, dan BUMDes Kerta Laba 3,92%. Rata-rata masing-

masing BUMDes berada pada kateori <40% , kinerja <40% itu artinya

sangat baik.

3. Analisis rasio profitabilitas 4(empat) BUMDes di Kecamatan

Banjaarangkan dan Kecamatan Dawan periode 2016-2017 BUMDes Tri

Arta Guna 0,25%, BUMDes Gerbang Sadu Mandara 0,075%, BUMDes

Artha Dana 0,01%, dan BUMDes Kerta Laba 0,325%. Rata-rata masing-

masing BUMDes berada pada kategori <3% itu artinya kinerja keuangan

sangat kurang baik.

Rujukan jurnal yang keempat adalah jurnal yang ditulis oleh Abdul Munir

tahun 2015 dengan judul Rasio Keuangan Sebagai Dasar Penilai Kinerja

Keuangan pada Koperasi Karyawan PT. Metode penelitian yang digunakan adalah

kuantitatif deskriptif. Patra Jasa Pusat Jakarta (Koperasi Patra). Dengan hasil

penelitian sebagai berikut :


1. Curent Ratio Koperasi Patra dari tahun 2009-2013 secara berturut turut

adalah 129,60% , 128,87% , 127,78% , 128,83% , 114,18% sesuai tabel

perhitungan diatas, jika dinilai berdasarkan Peraturan Menteri No.6

Tahun 2006 maka CurrentRatio tahun 2009-20012 tergolong kurang dan

tahun 2013 tergolong sangat kurang.

2. Debt to Total Asset Ratio Koperasi Patra Tahun 2009-2013 secara

berturut-turut adalah 72,82%,64,19%,71,14%,70,59% dan 72,97% sesuai

tabel perhitungan diatas, jika dinilai berdasarkan Peraturan menteri No.6

Tahun 2006 maka Debt toTotal Assets Ratio tahun 2009- 2013 tergolong

kurang.

3. Debt to Total Equity Ratio Koperasi Patra Tahun 2009-2013 secara

berturut-turut adalah 384,18%, 275,92%,425,32%,428,26%,491,41%

sesuai tabel perhitungan diatas, jika dinilai berdasarkan Peraturan

Menteri No.6 Tahun 2006 maka Debt toTotal Equity Ratio Tahun 2009-

2013 tergolong sangat kurang.

4. Net Profit Margin Koperasi Patra Tahun 2009-2013 secara berturut turut

adalah 5,71%, 7,45%, 8,92%, 6,92%, 5,05% sesuai tabel perhitungan

diatas, jika dinilai berdasarkan Peraturan Meneteri No.6 Tahun 2006

maka Net Profit Margin Tahun 2009-2013 tergolong cukup.

5. Return on Assets Koperasi Patra Tahun 2009-2013 secara berturut turut

adalah 10,16%, 14,06%, 11,32%, 11,10%, 9,68% sesuai tabel

perhitungan diatas, jika dinilai berdasarkan Peraturan Meneteri No.6

Tahun 2006 maka Return on Assets Tahun 2009-2012 tergolong sangat

baik dan tahun 2013 tergolong baik.


6. Return on Equity Koperasi Patra Tahun 2009-2013 secara berturut turut

adalah 43,38%, 53,96%, 62,31%, 57,68%, 53,98% sesuai tabel

perhitungan diatas, jika dinilai berdasarkan Peraturan Menteri No.6

Tahun 2006 maka Retur on Equity Tahun 2009-2013 tergolong sangat

baik.

7. Total Assets Turnover Koperasi Patra Tahun 2009-2013 secara berturut-

turut adalah 1,44 kali, 1,68 kali, 1,17 kali, 1,37 kali, 1,59 kali sesuai tabel

perhitungan diatas, jika dinilai berdasarkan Peraturan Menteri No.6

Tahun 2006 maka Total Assets Turnover Tahun 2009,2011,2012

tergolong kurang dan tahun 2010 dan 2013 tergolong cukup.

Jurnal rujukan yang kelima yaitu jurnal yang ditulis oleh R. Cheppy Safei

Jumhana tahun 2017 dengan judul Pengaruh Rasio Likuiditas dan Rasio Aktivitas

terhadap Profitabilitas pada Koperasi Karyawan PT Surya Toto Indonesia.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan uji regresi linear berganda.

Dengan hasil penelitian sebagai berikut

1. Variabel motivasi (x1) berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (y)

dengan nilai koefiseinsi sebesar 0,477, yang artinya jika variabel

motivasi (x1) meningkat satu-satuan dengan asumsi variabel kompetensi

(x2) tetap maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0,477. Dan

sesuai dengan perumusan masalah bahwa besar nya pengaruh motivasi

terhadap kinerja yaitu sebesar 59,3 %.

2. Variabel kompetensi (x2) berpengaruh positif dan terhadap kinerja

karyawan (y) dengan nilai koefisiensi sebesar 0,546 yang artinya jika

variabel kompetensi (x2) meningkat satu-satuan dengan asumsi variabel


motivasi tetap, maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0,546.

Sesuai dengan perumusan masalah maka besarnya pengaruh kompetensi

terhadap kinerja karyawan sebesar 62,7% Dari kedua variabel diatas

dapat disimpulkan bahwa jika faktor x1 (motivasi) konstan, maka

kenaikan satu-satuan pada x2 (kompetensi) dan akan meningkatkan satu-

satuan pada y (kinerja karyawan) sebesar 0,477 dan jika faktor x2

(motivasi) konstan, maka kenaikan satu-satuan pada x1 (motivasi) akan

meningkatkan y (kinerja) sebesar 0,546.

3. Faktor motivasi dan kompetensi bersama-sama mepunyai pengaruh yang

positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Sekretariat Jendral

Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, dari tabel dapat dilihat

bahwa R Square diperoleh sebesar 0,750 atau 75 %, hal ini dapat

dijelaskan bahwa varibel motivasi dan kompetensi secara bersama-sama

berpengaruh terhadap kinerja karyawan Sekretariat Jendral Dewan

Perwakilan Daerah Republik Indonesia dan sisanya 25% dipengaruhi

oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti seperti Intensif pegawai

dan lain sebagainya. Dan sesuai dengan rumusan masalah maka besarnya

pengaruh motivasi dan kompetensi terhadap kinerja secara simultan yaitu

sebesar 75 %.

Model regresi berganda yang diperoleh : Y= 0,587 + 0,477 X1 + 0,546 X2

Dari data-data tersebut didapat bahwa faktor kompetensi yang mempunyai

kontribusi yang paling besar pengaruhnya terhadap kinerja karyawan Sekretariat

Jendral Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, jika faktor motivasi


konstan, maka kenaikan sebesar satu-satuan pada kompetensi menghasilkan

kenaikan kinerja sebesar 0,546 satuan.

Tabel 2.1

Penelitian Terdahulu

No. Nama Peneliti Variabel Hasil


dan Tahun
1 Afrijal, - Quick Ratio - Rata-rata rasio lancar BUMDes di
Ramadhani - DAR Kabupaten Rokan Hulu sebesar 277% dan
(2016) - ROA berada dalam kondisi sangat baik karena
- TATO nilainya lebih besar dari 200%. BUMDes
Suligi Mandiri Desa Suligi memiliki rasio
lancar paling baik sebesar 522% sedangkan
terendah adalah BUMDes Sumber Makmur
Desa Kota Baru dengan rasio sebesar
128%.
- Rata-rata Debt to Asset Ratio (DAR)
BUMDes di Kabupaten Rokan Hulu
sebesar 42% dan berada dalam kondisi baik
karena nilainya lebih dari 40% sampai
dengan 50%. BUMDes Suligi Mandiri Desa
Suligi memiliki rasio DAR paling baik
sebesar 17% (sangat baik) sedangkan
terendah adalah BUMDes Sumber Makmur
Desa Kota Baru dengan rasio sebesar 78%.
- Rata-rata rasio Return On Asset (ROA)
BUMDes di Kabupaten Rokan Hulu
sebesar 8% dan berada dalam kondisi baik
karena nilainya berada di antara 7% sampai
dengan kurang dari 10%. BUMDes
Rambah Muda Jaya Desa Rambah Muda
memiliki rasio ROA paling baik sebesar
11% (sangat baik) sedangkan terendah
adalah BUMDes Tanjung Mandiri Desa
Tanjung Belit, BUMDes Mandiri Jaya Desa
Rimba Jaya, dan BUMDes Ngaso Mandiri
Desa Ngaso dengan rasio masingmasing
sebesar 5% (cukup baik).
- Rata-rata rasio Total Asset Turn Over
(TATO) BUMDes di Kabupaten Rokan
Hulu sebesar 0,23 kali dan berada dalam
kondisi tidak baik karena nilainya kurang
dari 1. BUMDes Mitra Jaya Mandiri Desa
Bangun Jaya memiliki rasio TATO paling
baik sebesar 0,45 kali (tidak baik)
sedangkan terendah adalah BUMDes
Mandiri Jaya Desa Rimba Jaya dengan
rasio sebesar 0,15 kali.

2 Ina Susianti - Rasio 1. Rasio Likuiditas


(2018) Likuiditas a. Rasio Lancar
- Rasio Nilai Current Ratio pada tahun 2015 sebesar
Solvabilitas 1,77%, tahun 2014 sebesar 1,62%, dan pada
- Rasio tahun 2013 sebesar 1,72%.
Profitabilitas b. Rasio Cepat
Nilai Quick Ratio pada tahun 2015 sebesar
0,22%, pada tahun 2014 sebesar 0,16% dan
pada tahun 2013 sebesar 0,22%.
c. Rasio Kas
Nilai Cash Ratio pada tahun 2015 sebesar
0,11%, pada tahun 2014 sebesar 0,07% dan
pada tahun 2013 sebesar0,07%.
2. Rasio Solvabilitas
a. Rasio Hutang terhadap Total Aktiva
(Debt to Assets Ratio)
Nilai Debt to Assets Ratio didapat sebesar
0,4% pada tahun 2015,sebesar 0,43% pada
tahun 2014, dan sebesar 0,42% pada tahun
2013.
b. Rasio Hutang terhadap Ekuitas (Debt to
Equity Ratio)
Dari perhitungan didapatkan nilai Debt to
Equity Ratio sebesar 1,38% pada tahun 205,
tahun 2014 sebesar 1,70% dan pada tahun
2013 sebesar 1,47%.
3. Rasio Profitabilitas
a. Hasil pengembalian Investasi (Return on
Investment/ ROI)
Nilai yang didapat dari perhitungan ROI yaitu
pada tahun 2015 sebesar 0,10%, pada tahun
2014 sebesar 0,09% dan pada tahun 2013
sebesar 0,09%.
b. Hasil Pengembalian Ekuitas (Return on
Equity/ROE)
Nilai yang didapat dar perhitungan ROE yaitu
pada tahun 2015 sebesar 0,17%, pada tahun
2014 sebesar 0,16% dan pada tahun 2013
sebesar 0,15%.
3 Ni Wayan Sri - Rasio - Berdasarkan analisis rasio likuiditas
Pebriyanti, Putu Likuiditas 4(empat) BUMDes di Kecamatan
Sukma - Rasio Banjarangkan dan Kecamatan Dawan
Kurniawan, dan Solvabilitas periode 2016-2017 BUMDes Tri Arta Guna
Edy Sujana - Rasio 4,94%, BUMDes Gerbang Sadu Mandara
(2017) Profitabilitas 45,7%, BUMDes Artha Dana 68,97%, dan
BUMDes Kerta Laba 1,43%. Rata-rata
masing-masing BUMDes berada pada
kategori <125%, kinerja <125% artinya
sangat kurang baik.
- Dari analisis rasio solvabilitas 4(empat)
BUMDes di Kecamatan Banjarangkan dan
Kecamatan Dawan periode 2016-2017
BUMDes Tri Arta Guna 1,3%, BUMDes
Gerbang Sadu Mandara 0,005%, BUMDes
Artha Dana 0,015%, dan BUMDes Kerta
Laba 3,92%. Rata-rata masing-masing
BUMDes berada pada kateori <40% ,
kinerja <40% itu artinya sangat baik.
- Analisis rasio profitabilitas 4(empat)
BUMDes di Kecamatan Banjaarangkan dan
Kecamatan Dawan periode 2016-2017
BUMDes Tri Arta Guna 0,25%, BUMDes
Gerbang Sadu Mandara 0,075%, BUMDes
Artha Dana 0,01%, dan BUMDes Kerta
Laba 0,325%. Rata-rata masing-masing
BUMDes berada pada kategori <3% itu
artinya kinerja keuangan sangat kurang
baik.
4 Abdul Munir - Current 1. Curent Ratio Koperasi Patra dari tahun
(2015) Ratio 2009-20012 tergolong kurang dan tahun 2013
- Debt to Total tergolong sangat kurang.
2. Debt to Total Asset Ratio Koperasi
Asset Ratio
Patra Tahun 2009-2013 tergolong kurang.
- Debt to Total 3. Debt to Total Equity Ratio Koperasi
Equity Ratio Patra Tahun 2009-2013 jika dinilai berdasarkan
- Net Profit Peraturan Menteri No.6 Tahun 2006 maka Debt
Margin toTotal Equity Ratio Tahun 2009-2013
- Return on tergolong sangat kurang.
Assets 4. Net Profit Margin Koperasi Patra Tahun
2009-2013 jika dinilai berdasarkan Peraturan
- Return on
Meneteri No.6 Tahun 2006 maka Net Profit
Equity Margin Tahun 2009-2013 tergolong cukup.
- Total Asset 5. Return on Assets Koperasi Patra Tahun
Turn Over 2009-2013 jika dinilai berdasarkan Peraturan
Meneteri No.6 Tahun 2006 maka Return on
Assets Tahun 2009-2012 tergolong sangat baik
dan tahun 2013 tergolong baik.
6. Return on Equity Koperasi Patra Tahun
2009-2013, jika dinilai berdasarkan Peraturan
Menteri No.6 Tahun 2006 maka Retur on
Equity Tahun 2009-2013 tergolong sangat baik.
7. Total Assets Turnover Koperasi Patra
Tahun 2009-2013, jika dinilai berdasarkan
Peraturan Menteri No.6 Tahun 2006 maka
Total Assets Turnover Tahun 2009,2011,2012
tergolong kurang dan tahun 2010 dan 2013
tergolong cukup
5 R. Cheppy Safei X1= motivasi 1. Variabel motivasi (x1) berpengaruh
Jumhana (2017) X2= positif terhadap kinerja karyawan (y) dengan
kompetensi nilai koefiseinsi sebesar 0,477, dan sesuai
dengan perumusan masalah bahwa besar nya
pengaruh motivasi terhadap kinerja yaitu
sebesar 59,3 %.
2. Variabel kompetensi (x2) berpengaruh
positif dan terhadap kinerja karyawan (y)
dengan nilai koefisiensi sebesar 0,546 Sesuai
dengan perumusan masalah maka besarnya
pengaruh kompetensi terhadap kinerja
karyawan sebesar 62,7%
3. Faktor motivasi dan kompetensi
bersama-sama mepunyai pengaruh yang positif
dan signifikan terhadap kinerja karyawan
Sekretariat Jendral Dewan Perwakilan Daerah
Republik Indonesia, dari tabel dapat dilihat
bahwa R Square diperoleh sebesar 0,750 atau
75 %, hal ini dapat dijelaskan bahwa varibel
motivasi dan kompetensi secara bersama-sama
berpengaruh terhadap kinerja karyawan
Sekretariat Jendral Dewan Perwakilan Daerah
Republik Indonesia dan sisanya 25%
dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti
oleh peneliti seperti Intensif pegawai dan lain
sebagainya. Dan sesuai dengan rumusan
masalah maka besarnya pengaruh motivasi dan
kompetensi terhadap kinerja secara simultan
yaitu sebesar 75 %.