Anda di halaman 1dari 3

Kerangka Acuan Program/ Kegiatan

Kunjungan Rumah Ibu Hamil Resiko Tinggi Tahun 2019

A. Pendahuluan

Pemberian asuhan kehamilan tidak hanya dilakukan di klinik saja, tetapi dapat dimulai
dari sub sistem masyarakat (keluarga). Semua ibu hamil berpotensi mempunyai resiko
terjadinya bahaya/komplikasi dalam kehamilan dan persalinannya. Dampak komplikasi
persalinan antara lain : kematian, kesakitan, kecacatan, dan ketidaknyamanan. Tujuan
dari kunjungan kehamilan ini (Ante Natal Care) adalah Memantau kemajuan
kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi. Meningkatkan
dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bayi. Mendeteksi
faktor resiko pada setiap ibu hamil.
Ibu hamil secara ideal melaksanakan perawatan kehamilan maksimal 13 sampai 15
kali. Dan minimal 4 kali, yaitu l kali pada trimester 1, 1 kali pada trimester II dan 2
kali pada trimister III. Namun jika terdapat kelainan dalam kehamilannya, maka
frekuensi pemeriksaan di sesuaikan menurut kebutuhan masing- masing.

B. Latar Belakang

Keselamatan dan kesejahteraan ibu secara menyeluruh merupakan perhatian yang


utama bagi seorang bidan. Bidan bertanggung jawab memberikan pengawasan, nasehat
serta asuhanbagi wanita selama masa hamil, bersalin dan nifas. Asuhan kebidanan
yang diberikan termasuk pengawasan pelayanankesehatan masyarakat di komunitas,
baik di rumah, posyandu, maupun polindes.
Sebagai seorang bidan yang ditempatkan di desa, dalam menjalankan tugas bidan
merupakan komponen dan bagian dari masyarakat desa dimana ia bertugas. Selain
dituntut dapat memberikan asuhan bermutu tinggi dan komprehenshif, seorang bidan
harus dapat mengenal masyarakat sesuai budaya setempat dengan sebaik-baiknya,
mengadakan pendekatan dan bekerja samadalam memberikan pelayanan, sehingga
masyarakat dapat menyadari masalah kesehatan yang di hadapi serta ikut secara aktif
dalam menanggulangi masalah kesehatan baik untuk individu mereka sendiri maupun
keluarga dan masyarakat sekitarnya.
Bidan melakukan kunjungan rumah dengan berinteraksi dengan masyarakat secara
berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotivasi ibu, suami dan anggota
keluarga agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan
teratur.
C. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus

Tujuan Umum
Melakukan asuhan pada ibu hamil beresiko tinggi agar dapat mendeteksi faktor
resiko yang mungkin dialami ibu dan untuk mencegah komplikasi.

Tujuan Khusus
1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan serta
pertumbuhan dan perkembangan bayi
2. Mendeteksi adanya komplikasi yang dapat mengancam jiwa ibu dan
janin .
3. Merencanakan asuhan khusus sesuai dengan kebutuhan.
4. Mempersiapkan persalinan serta kesiagaan dalam menghadapi
komplikasi.
5. Mempersiapkan ibu menghadapi masa nifas dan ASI ekslusif.

D. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan


Analisa Singkat
Melakukan analisa kebutuhan sebelum melaksanakan kunjungan rumah pada ibu
hamil beresiko tinggi bertujuan untuk mengetahui kebutuhan apa yang diperlukan
untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan kegiatan kunjungan
rumah ibu hamil beresiko tinggi. Misalnya : persiapan alat-alat untuk melakukan
ANC berkualitas, penyuluhan apa yang akan diberikan pada ibu hamil resiko
tinggi, persiapan rujukan, dll.

E. Cara Melaksanakan Kegiatan


1. Ciptakan adanya rasa percaya dan membuat perasaan nyaman
2. Kaji riwayat kehamilan dan terapkan prinsip mendengar efektif
3. Anamnesa secara lengkap
4. Melakukan pemeriksaan
5. Membantu persiapan persalinan dan kemungkinan terjadinya kondisi darurat
6. Konseling sesuai kebutuhan
7. Persiapan persalinan yang aman dan sehat
8. Memberikan nasehat pada ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan
9. Persiapan rujukan
F. Sasaran

Semua ibu hamil yang ada di desa yang terdeteksi resiko tinggi oleh nakes dan non
nakes

G. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan ini dilaksanakan 1- 2 kali dalam 1 bulan.

H. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Pelaporan

Evaluasi pelaksanaan kegiatan pelaporan dilakukan setiap satu bulan sekali, pada
minggu ke-4.

I. Pencatatan, Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan

Pencatatan pada kegiatan kunjungan ibu hamil ini dicatat dalam buku KIA ibu,
kohort, dan kartu ibu.

Pelaporan diberikan kepada bidkor setiap akhir bulan dalam bentuk laporan dinas,
SPJ dan bukti fisik seperti foto.

Evaluasi kegiatan ini dilakukan setiap akhir bulan, di lihat dengan menurunnya
angka kesakitan ibu/bayi dan AKI/AKB di wilayah kerja UPTD Puskesmas
Surabaya