Anda di halaman 1dari 12

EDEMA (BENGKAK) ADALAH

Edema adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada kondisi bengkak pada jaringan lunak seperti
kulit. Dalam dunia kedokteran edema adalah salah satu gejala yang sering dijumpai. Banyak penyakit
yang dapat menyebabkan edema, mulai dari yang ringan seperti alergi kulit dan gigitan serangga
hingga yang berat seperti gagal jantung dan gagal ginjal.

PENYEBAB
Edema dapat dibagi menjadi edema lokal dan edema general. Edema lokal ialah bila terjadi bengkak
pada satu sisi tubuh saja, sedangkan disebut edema general bila terjadi bengkak pada lebih dari satu
bagian tubuh. Edema lokal biasa terjadi akibat penyebab lokal juga, seperti gigitan serangga, alergi
kulit, sumbatan pembuluh darah di daerah tersebut, dan sebagainya. Edema lokal biasanya lebih
bersifat ringan dan tidak fatal.

Edema general biasa terjadi akibat gangguan atau kegagalan suatu organ tubuh, seperti gagal jantung,
gagal ginjal, gagal hati, tumor, kanker dan sebagainya. Pada gagal jantung, jantung tidak efektif
memompokan darah sehingga sebagian darah terbendung pada kaki, perut, dan menyebabkan
pembengkakkan. Pada gagal ginjal, ginjal gagal menjalankan fungsinya untuk menyaring darah dan
menghasilkan air urin. Akibatnya, air tidak dapat keluar dan memnyebabkan hampir seluruh tubuh
bengkak. Pada gagal hati terjadi kondisi kekurangan protein yang dihasilkan hati. Protein tersebut
berguna untuk menjaga air tetap di dalam aliran darah. Akibat kekurangan protein tersebut, air dalam
pembuluh darah akan keluar ke rongga-rongga tubuh sehingga menyebabkan bengkak.

GEJALA
Edema tampak sebagai pembengkakan di atas kulit. Umumnya teraba kenyal, dapat disertai nyeri
ataupun tidak, dapat disertai demam ataupun tidak. Edema biasanya ditemui pada kaki (di atas tulang
kering dan di atas punggung kaki), perut, lengan, wajah, dan kelopak mata bagian atas.

Edema yang disertai rasa nyeri dan demam biasanya diakibatkan oleh infeksi. Edema yang disertai
warna kemerahan dan gatal biasanya diakibatkan oleh reaksi alergi. Edema pada gagal jantung
biasanya bersifat pitting, yakni jika kulit yang bengkak kita tekan maka kulit tidak akan langsung
kembali seperti semula melainkan akan meninggalkan bekas penenkanan.

PENGOBATAN
Prinsip pengobatan edema atau bengkak ialah mengobati penyakit yang mendasari terjadinya edema.

1. Edema yang diakibatkan alergi kulit, gigitan serangga, atau memar akibat terbentur dapat
dikurangi dengan mengompres air hangat. Pemberian salep kulit pada infeksi kulit juga akan
mengurangi edema.
2. Pada edema akibat infeksi perlu diberikan antibiotik untuk penyebab infeksinya.
3. Pada edema akibat sumbatan pembuluh darah perlu dilakukan evaluasi berapa besar sumbatan
terjadi. Terkadang penderita cukup meminum obat agar sembuh, tetapi pada beberapa kasus
dibutuhkan tindakan operasi.
4. Pada edema akibat gagal jantung, penderita harus mengurangi asupan air dan mendapat terapi
untuk ‘menguras’ kelebihan air pada tubuh
5. Pada edema akibat gagal ginjal, perlu dilakukan evaluasi tingkat keparahan gagal ginjal. Pada
gagal ginjal tahap akhir, penderita harus mendapat terapi cuci darah.
6. Pada edema akibat gagal hati, perlu diobati penyakit hati/liver. Selain itu, sebagian besar
penderita membutuhkan asupan protein tambahan melalui infusan.

PERDARAHAN ADALAH
Pendarahan adalah nama yang umum digunakan untuk menggambarkan kehilangan darah. Hal ini
dapat merujuk pada kehilangan darah dalam tubuh (perdarahan internal) atau kehilangan darah di luar
tubuh (perdarahan eksternal).
Kehilangan darah dapat terjadi di hampir semua daerah tubuh. Biasanya, perdarahan internal terjadi
ketika darah bocor keluar melalui kerusakan pembuluh darah atau organ. Perdarahan eksternal terjadi
baik ketika keluar darah melalui istirahat di kulit, atau saat keluar darah melalui lubang alami di dalam
tubuh, seperti mulut, vagina atau rektum.

PENYEBAB
Pendarahan adalah gejala yang sangat umum yang dapat disebabkan oleh berbagai kejadian atau
kondisi. Kemungkinan penyebab termasuk:

1. Perdarahan traumatik disebabkan oleh cedera. Cedera dapat bervariasi dalam tingkat keparahan,
tetapi sebagian besar akan menyebabkan perdarahan untuk beberapa derajat. Luka trauma
meliputi:

 lecet tidak menembus di bawah kulit;


 hematoma atau memar;
 laserasi atau sayatan;
 luka tusukan dari barang-barang seperti jarum atau pisau;
 cedera menghancurkan;
 luka tembak (yang disebabkan oleh senjata seperti pistol).

Ada juga beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan perdarahan. Ini umumnya jarang dari
perdarahan traumatis tapi masih bisa terjadi pada berbagai derajat. Kondisi yang dapat
menyebabkan pendarahan meliputi:

 penyakit darah;
 leukemia;
 penyakit hati;
 kelainan haid;
 Penyakit Von Willebrand;
 kekurangan vitamin K;
 trauma otak;
 obstruksi usus;
 gagal jantung;
 kanker paru.

Beberapa obat dapat memungkinkan terjadi perdarahan atau bahkan menyebabkan pendarahan.
Obat-obatan yang mungkin bertanggung jawab untuk perdarahan meliputi:

 obat pengencer darah;


 antibiotik, bila digunakan secara jangka panjang;
 terapi radiasi.

PENGOBATAN
Ketika mengobati pendarahan, penting untuk mengetahui mengapa perdarahan terjadi dan kemudian
menghentikannya secepat mungkin. Jika perdarahan disebabkan oleh kondisi medis, perawatan darurat
akan dibutuhkan segera.

Pertolongan pertama pada perdarahan adalah gunakan kain bersih, perban, pakaian, atau tangan Anda
untuk memberikan tekanan langsung ke luka. Mempertahankan tekanan sedang sampai pendarahan
telah melambat, dan akhirnya berhenti. Jangan membuka kain ketika pendarahan berhenti. Gunakan
pita perekat atau pakaian untuk menahannya di tempat. Jangan memindahkan orang dengan kepala,
leher, punggung, atau cedera kaki. Jangan menerapkan tekanan untuk cedera mata.

Jika perdarahan disebabkan oleh cedera serius, perdarahan tidak dapat dikendalikan atau jika
pendarahan internal maka akan membutuhkan perawatan medis darurat. Biasanya, paramedis akan
mencoba untuk mengontrol perdarahan sebelum bergegas ke rumah sakit. Dalam beberapa kasus,
perawatan dapat diberikan di rumah atau dengan menggunakan tandu. Perawatan yang diperlukan akan
tergantung pada penyebab pendarahan. Dalam kasus yang jarang, pembedahan mungkin diperlukan
untuk menghentikan pendarahan.
Pengertian Trombosis
Trombosis adalah proses koagulasi dalam pembuluh darah yang berlebihan sehingga
menghambat aliran darah, atau bahkan menghentikan aliran tersebut. Penyakit pembuluh darah
merupakan penyebab kematian utama di banyak negara, begitu pula di Indonesia. Salah satu yang
berbahaya adalah terjadi trombosis atau pembekuan darah di pembuluh vena dan arteri. Akibatnya,
pembuluh darah tersumbat sebagian atau total sehingga aliran darah ke jaringan atau organ menjadi
terganggu dan akhirnya rusak, terutama jantung, paru-paru dan otak, sehingga dapat menimbulkan
risiko kematian mendadak. (mpu kanoko)
Trombosis di pembuluh darah dipicu
adanya lesi atau kerusakan pada dinding pembuluh
darah (endotel). Pada keadaan ini, faktor-faktor
pembekuan darah seperti platelet atau keping darah
dan trombosit diaktifkan sedemikian rupa sampai
akhirnya dihasilkan fibrin yang stabil yang
mengikat gumpalan komponen darah yang telah
lebih dulu menyumbat lesi tersebut. Bila terjadi
ketidakseimbangan antara faktor pembeku darah
dan fibrin bisa menyebabkan trombosis ataupun
perdarahan.
2. Penyebab Trombosis
Tiga faktor terpenting yang berperan dalam pembentukan thrombus atau thrombosis yang di
kenal dengan nama triad Virchow, ialah : 1. Perubahan dinding pembuluh darah, 2. Perubahan aliran
darah dan 3. Perubahan komposisi darah.

Perubahan dinding pembuluh darah


Perubahan dinding pembuluh dapat ditemukan pada vena atau arteri. Perubahan otot dinding
jantung dan katup nya termasuk dalam kategori ini. Penyakit-penyakit vena yang merupakan faktor
predisposisi terjadinya thrombosis ialah tromboflebitis , zat – zat kimia yang di gunakan untuk
merangsang optilerasi vena (sklero terapi) atau trauma akibat kateter. Pada arteri, thrombus paling
sering terjadi pada jejas arterosklerosis yang mengalami ulserasi. Berbagai bentuk radang pembuluh
darah merupakan faktor predisposisi timbulnya thrombosis. Thrombus dinding ventrikel jantung kiri
terlihat menutupi infark miokard. Endokarditis bacterial dapat menyebabkan thrombus pada katup
jantung. Vegetasi pada katup akibat endokarditis marantik juga menimbulkan thrombosis.

Perubahan aliran darah


Aliran darah yang lambat merupakan predisposisi
terjadinya thrombosis, di tandai dengan statis atau
peningkatan turbulensi nya. Thrombus lebih sering di jumpai
pada pelebaran vena. Varises sering terjadi pada vena
supervisual tungkai, pleksus pampinivormis, pleksus
hemoroidalis dan ujung distal esophagus. Tumor yang
mendesak vena dan stenosis mitralis jantung juga dapat
menimbulkan thrombus.

Perubahan komposisi darah


Merupakan faktor predisposisi thrombosis sering di kait kan dengan peningkatan kekentalan
(hiperviskositas) darah, seperti pada polisitemia atau makroglobulimenia waldenstorm. Kecenderungan
eritrosit untuk lebih mudah melekat dapat di jumpai pada anemia sel sabit, kehamilan dan konsumsi
kontrasepsi oral. Anemia sel sabit menyebabkan pembentukan thrombus karena sel darah merah yang
abnormal cenderung membentuk gumpalan pada pembentukan darah kecil. (mpu kanoko)

3. Jenis trombosis
Ditinjau dari bentuknya terdapat berbagai macam thrombus. Thrombus yang menyebabkan
sumbatan lumen pembuluh disebut thrombus oklusi. Yang terbentuk sepanjang pembuluh dan
merupakan perpanjangan thrombus di namakan propagating thrombus.

Saddle atau riding thrombus memanjang dan masuk kedalam cabang pembuluh. Mural atau
parietal thrombus sebagian melekat pada dinding dan sebagian lain seolah – olah berenang dalam darah
sehingga tidak menyebabkan oklusi. Bila terlepas terhanyut bersam aliran darah dapat tersangkut pada
ostium karena ukurannya besar, merupakan ball thrombus. Thrombus bola ini sebenarnya bukan
thrombus tetapi embolus karena tidak lagi melekat pada dinding.
Jenis thrombus dapat di dasarkan pada warnanya menjadi red thrombus, white thrombus dan
mixed thrombus. Berdasarkan anatominya thrombus dapat berupa thrombus vena, yang paling sering
pada v. thrombosis arteri sering dijumpai pada pembuuh darah yang mengalami aterosklerosis, juga
akibat radang dan hal lain. Misalnya thrombus pad tungkai bawah, arteri koronaria, arteri renalis dan
arteri mesenterika. (mpu kanoko)

4. Akibat thrombus
Secara umum akibat yang ditimbulkan oleh thrombus bergantung pada besar dan jenis
thrombus, pembuluh darah yang terlibat serta tidak adanya kolateral. Akibat tersebut meliputi statis
darah, bendungan pasif, edema dan kadang – kadang nekrosis. Pada arteri, thrombus bias menyebabkan
iskemi, nekrosis, infark, dan gangrene. Tetapi nekrosis tidak terjadi bila koleteral yang terbentuk
mencukupi. Peradangan dan infeksi pada thrombus septik terjadi karena thrombus atau bagiannya
terlepas, hanyut dan tersangkut pada pembuluh perifer. (mpu kanoko)

Emboli adalah hambatan pada aliran pembuluh darah. Hambatan yang dimaksud di sini bisa berupa
gelembung udara atau darah yang menggumpal. Emboli yang muncul pada tubuh manusia dapat
mengganggu organ tubuh karena kekurangan oksigen.

Organ-organ vital tubuh manusia, seperti otak, jantung dan paru-paru, tidak bisa berfungsi dengan baik
ketika pasokan oksigen terhambat. Pada otak, emboli menyebabkan stroke. Sedangkan pada paru-paru,
emboli menyebabkan embolisme paru. Bukan hanya fungsi organ saja yang terganggu, namun terlalu
lama kekurangan oksigen bisa membuat jaringan organ tersebut rusak secara permanen.

Gejala Emboli

Berikut ini adalah beberapa gejala yang dapat terjadi akibat emboli pada paru-paru:

 Sesak napas
 Sakit pada dada yang lebih parah ketika bernapas dan batuk
 Batuk-batuk, bisa mengeluarkan darah
 Berkeringat berlebihan
 Pusing
 Detak jantung yang cepat

Jika emboli menghambat aliran darah ke otak, maka akan terjadi gejala-gejala stroke.

Emboli berpotensi menghambat aliran darah ke suatu organ secara menyeluruh dan ini berpotensi
berakibat fatal. Segera ke rumah sakit terdekat jika Anda mengalami gejala stroke atau embolisme
paru.

Penyebab Munculnya Emboli

Emboli, atau hambatan pada pasokan darah ke jaringan dan organ tubuh, bisa berupa banyak hal, antara
lain:

 Lemak. Tulang yang mengalami keretakan bisa mengakibatkan terlepasnya partikel lemak di dalam
tulang ke dalam aliran darah. Selain itu, lemak juga bisa masuk ke aliran darah jika terjadi komplikasi
setelah menjalani operasi tulang atau karena terjadi luka bakar yang cukup parah.
 Gumpalan darah. Untuk mencegah terjadinya pendarahan berlebihan saat terjadi luka, darah akan
menggumpalkan secara alami. Tapi beberapa kondisi, seperti penyakit jantung, kegemukan atau
obesitas, kanker, dan kehamilan bisa menyebabkan darah menggumpal lebih mudah meski tidak
terjadi luka. Salah satu penyebab utama emboli paru adalah terjadinya penggumpalan darah pada
pembuluh vena dalam kaki yang kemudian terlepas dan menuju ke paru-paru.
 Air ketuban. Ini adalah cairan yang mengelilingi dan melindungi bayi di dalam rahim. Meski kondisi ini
sangat langka, cairan amniotik bisa masuk ke pembuluh darah sang ibu saat proses melahirkan dan
menyebabkan penyumbatan.
 Kolesterol. Aterosklerosis adalah penyempitan pembuluh arteri yang disebabkan oleh penimbunan
kolesterol. Apabila kondisi yang terjadi cukup parah, sebagian kecil kolesterol bisa terlepas dan
menyebabkan terjadinya emboli atau hambatan pada aliran darah.
 Udara. Gelembung udara atau gas juga bisa memasuki aliran darah. Kondisi ini merupakan penyebab
kematian utama di antara para penyelam. Seorang penyelam yang naik ke permukaan dengan cepat
akan mengalami perubahan tekanan drastis. Ini bisa menyebabkan munculnya gelembung nitrogen di
dalam aliran darah. Kondisi inilah yang menyebabkan munculnya penyakit dekompresi.
Selain beberapa penyebab di atas, terdapat pula beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko
seseorang mengalami emboli, yaitu:

 Sedang hamil.
 Mengalami kegemukan atau obesitas.
 Merokok.
 Menderita penyakit jantung.
 Berusia di atas 60 tahun.
 Tidak bergerak atau aktif dalam jangka waktu lama.

Pengobatan Kondisi Emboli

Pengobatan yang dilakukan pada kondisi emboli sangat bergantung kepada penyebab munculnya
penyumbatan, ukuran penyumbatan yang muncul, dan lokasi penyumbatan tersebut.

Obat-obatan bisa diberikan untuk melarutkan penggumpalan darah yang muncul. Pengobatan ini
dikenal dengan nama trombolisis dengan memakai obat-obatan antikoagulan. Obat yang biasanya
digunakan adalah warfarin, heparin, dan aspirin dosis rendah. Obat-obat ini bisa mencegah
bertambahnya darah yang menggumpal dan membuat darah menjadi tidak terlalu kental.

Embolektomi adalah prosedur operasi yang bisa dilakukan untuk menghilangkan sumbatan yang
terbentuk. Pembuluh darah yang mengalami penyumbatan akan dibedah dan sumbatan yang ada akan
disedot.

Khususnya pada kasus emboli yang terjadi karena gelembung udara, pasien akan dimasukkan ke dalam
ruangan hiperbarik. Tekanan udara di dalam ruangan hiperbarik lebih tinggi dari tekanan udara di luar
ruangan. Dengan cara ini, ukuran gelembung udara di dalam tubuh seorang penyelam akan berkurang.

Mencegah Emboli

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya emboli.

 Menurunkan berat badan. Jika mengalami berat badan berlebih, lakukan olahraga secara teratur dan
lakukan diet rendah kalori untuk mencapai berat badan yang sehat.
 Berhenti merokok.
 Pola makan sehat. Mulai biasakan mengonsumsi makanan yang kaya akan serat, rendah lemak, dan
rendah garam.
 Berolahraga. Lakukan olahraga setidaknya dua setengah jam dalam seminggu agar tubuh tetap aktif
dan aliran darah lancar.
 PEMBAHASAN
 2.1 Arteriosklerosis
 Atherosclerosis (Yunani.
 Athere
 = bubur,
 skleros
 = keras), juga disebut pengapuran pembuluh, adalah gangguan arteri besar dan sedang yang
bercirikan bengkak lokal pada lapisan-dalam (intima) dan pengerasan pada lapisan-tengah
(media) dinding pembuluh. Sering disebut pula sebagai arteriosklerosis. Bengkak itu terdiri dari
 oksi-LDL
 yang telah mempenetrasi sel-sel intima, endapan kapur, fibrinogen serta jaringan ikat dan
disebut atheroma (bengkak berisi zat lunak seperti bubur).
 Faktor penyebab atherosklerosis

 Faktor klasik: usis, jenis kelamin, merokok, tekanan darah tinggi, dan hiperkolesterolemia.
Selain itu, kegemukan, inaktivitas fisik, diabetes, bentuk stress tertentu dan faktor genetik. 2.

 Faktor non-klasik/baru: hipertrigliserida dan kadar homosistein tinggi dalam darah serta infeksi
kuman.
 Penanganan.
 Atherosclerosis yang sudah terbentuk pada hakikatnya tidak bisa ditiadakan dengan
pengobatan. Tetapi riset menunjukkan bahwa penurunan kolesterol total
 dengan antilipemika dapat ‘melarutkan’
 plak aterosklerosis. Untuk ini peningkatan HLD adalah lebih esensial daripada penurunan
LDL. Selain kombinasi damar (resin) dengan asam nikotinat, terutama penghambat reduktase
(statin), dapat menimbulkan regresi tersebut. Dalam situasi gawat tertentu dapat dilakukan
rekanalisasi dari arteri yang telah tersumbat oleh atheroma , atau dalam kasus berat bedah
bypass. Disamping pengobatan intervensi bedah juga penyesuaian pola hidup dan diet sehat
berguna sekali untuk membantu menurunkan kolesterol tinggi.
 2.2 Iskemia
 Iskemia adalah simtoma berkurangnya aliran darah yang dapat menyebabkan perubahan
fungsional pada sel normal. Iskemia berasal dari bahasa Yunani,
 ischaimía (
 isch
 -akar yang menunjukkan pembatasan atau penipisan atau untuk membuat atau tumbuh tipis /
ramping,
 haema
 -darah), sehingga iskemia dapat diartikan sebagai pembatasan dalam suplai darah ke jaringan,
menyebabkan kekurangan oksigen dan glukosa yang diperlukan untuk metabolisme sel (untuk
menjaga agar jaringan tetap hidup). Iskemia umumnya disebabkan oleh permasalahan dengan
pembuluh darah, dengan hasil kerusakan atau disfungsi jaringan. Ini juga berarti anemia lokal
di bagian tertentu dari tubuh kadang-kadang diakibatkan kemacetan (seperti vasokonstriksi,
trombosis atau emboli). Iskemia yang lama dapat menyebabkan kematian otot atau nekrosis.
Keadaan nekrosis yang berlanjut dapat menyebabkan kematian otot jantung (infark miokard).
Ventrikel kiri merupakan ruang jantung yang paling rentan mengalami iskemia dan infark, hal
ini disebabkan kebutuhan oksigen ventrikel kiri lebih besar untuk berkontraksi. Metabolisme
anaerobik sangat tidak efektif selain energi yang dihasilkan tidak cukup besar juga
meningkatkan pembentukan asam laktat yang dapat menurunkan pH sel (asidosis).
 Infark
 Infark (bahasa Latin:
 infarcire
 ) adalah nekrosis iskemik pada satu tempat di dalam tubuh, karena perubahan sirkulasi darah,
atau kurangnya pasokan oksigen. Infark biasanya terjadi karena penyumbatan aliran pembuluh
nadi dan kadang bisa terjadi pada pembuluh balik. Sumbatan bisa saja terjadi secara pelan atau
cepat. Sumbatan sering terjadi karena embolus dan tromnbus. Infark menurut bentuknya dapat
dibagi menjadi:
 Infark anemik, terjadi karena penyumbatan pembuluh nadi dan pada alat tubuh padat seperti
jantung dan ginjal;
 Infark hemoragik, terjadi pada alat tubuh dengan jaringan renggang seperti usus.

 Infark jantung
 Tersumbatnya arteri koroner yang mensuplai darah ke jantung menjalar di seluruh bagian luar
otot jantung oleh endapan kolesterol-kapur (atherosklerosis). Sekitar penyempitan pembuluh,
yaitu bagian dalam pembuluh, dapat robek yang mengakibatkan pembekuan darah setempat.
Bila suatu gumpalan darah beku (
 trombus
 ) menyumbat aliran darah jantung (
 trombosis koroner
 ), maka terjadilah infark jantung umumnya disebut serangan jantung (
 heart attack
 ). Akibatnya, bagian jantung bersangkutan tidak menerima lagi darah, zat-zat gizi serta oksigen
dan dalam waktu 6-12 jam berangsur-angsur mati. Di jaringan mati terbentuk parut, terutama
parut besar dapat mengganggu fungsi-pompa jantung. Bila daerah infark kecil, sisa otot jantung
yang sehat memiliki cukup tenaga cadangan untuk menanggulangi kekurangan tersebut.
Sebaliknya, bila infark terlalu luas, maka detak jantung akan terhent total. Gejalanya berupa
nyeri mendadak yang hebat sekali di belakang tulang dada yang sering kali menyebar ke dua
sisi dada dan lamanya lebih dari setengah jam. Biasanya, tetapi tidak selalu disertai mual-
muntah, berkeringat hebat, sesak napas-muka biru, gelisah takut mati, jantung berdebar
kencang, dan tak mampu menggerakkan kaki-tangan. Diagnosanya bisa dengan
 ECG
 electrocardiogram
 ) serta dengan tes darah untuk memstikan betul adanya infark jantung. Tes-tes ini berdasarkan
meningkatnya (sementara) kadar enzim dan zat-zat lain yang dilepaskan oleh sel-sel jantung
yang mati. Pertanda infark penting adalah
 creatinekinase
 (CK-MB) dan
 myoglobin
 (juga
 troponin T
 ) yang kurang lebih 6 dan 3 jam sesudah infark masing-masing mencapai maksimal. Semakin
tinggi infark, semakin tinggi kadar tersebut.

Hipertrofi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Hipertropi adalah hasil peningkatan ukuran sel, sementara hiperplasia adalah bentuk penambahan jumlah sel.

Hipertrofi (dari bahasa Yunani ὑπέρ "berlebihan" + τροφή "pengayaan gizi") adalah peningkatan
volume organ atau jaringan akibat pembesaran komponen sel. Ia harus dibedakan dengan hiperplasia,
yang dalam kondisi ini ukuran sel tetap akan tetapi jumlah sel yang bertambah. Meskipun hipertropi
dan hiperplasia adalah dua proses yang berbeda, seringkali muncul bersamaan, seperti dalam kasus
proliferasi yang dirangsang hormon serta perbesaran sel pada rahim saat kehamilan.

 1 Contoh hipertrofi
o 1.1 Hipertrofi otot
o 1.2 Hipertrofi ventrikular
o 1.3 Hipertrofi payudara
o 1.4 Hipertrofi kiltoris
o 1.5 Lihat juga
 2 Pranala luar

Contoh hipertrofi
Hipertrofi otot

Hipertrofi otot adalah satu bentuk paling umum dan paling jelas dari hipertropi organ, muncul pada
organ otot rangka sebagai respon atas latihan fisik atau latihan beban. Tergantung jenis latihannya,
hipertropi otot dapat muncul melalui meningkatnya volume sarkoplasma atau meningkatnya protein
kontraktil.

Hipertrofi ventrikular

Hipertrofi ventrikular adalah membesarnya ukuran ventrikel jantung. Perubahan ini sangat baik untuk
kesehatan jika merupakan respon atas latihan aerobik, akan tetapi hipertropi ventrikular juga dapat
muncul akibat penyakit seperti tekanan darah tinggi.

Hipertrofi payudara

Gigantomastia adalah pertumbuhan ekstrem payudara, sebagai contoh masing-masing payudara seberat
5 kg atau lebih. Gigantomastia dapat terjadi akibat komplikasi saat kehamilan, atau seringkali
gigantomastia anak saat pubertas.

Hipertrofi kiltoris

Klitoromegali adalah gejala interseksualitas, karena klitoris membesar sehingga menyerupai penis.

Lihat juga

 Atropi
Hiperplasi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Ilustrasi yang menunjukkan perbedaan hiperplasi dan hipertrofi

Hiperplasi adalah peristiwa meningkatnya jumlah sel yang terjadi pada organ tertentu akibat
peningkatan proses mitosis.[1]

Daftar isi
 1 Mekanisme
 2 Jenis
o 2.1 Hiperplasi fisiologis
o 2.2 Hiperplasi patologis
o 2.3 Hiperplasi kompensasi
 3 Kasus
 4 Rujukan

Mekanisme
Hiperplasi dapat terjadi dan ditemui pada sel yang dirangsang dengan peningkatan beban kerja,
pensinyalan oleh hormon, atau sinyal yang dihasilkan secara lokal sebagai respon terhadap penurunan
kepadatan jaringan.[1] Hiperplasi hanya dapat terjadi pada sel-sel yang mengalami proses mitosis,
seperti sel hati, ginjal, dan jaringan ikat.[1] Hiperplasi adalah respon normal dari jaringan tubuh.[2]

Jenis
Berdasarkan penyebab terjadinya, hiperplasia dapat terbagi atas 3, yaitu hiperplasi fisiologis, hiperplasi
patologis, dan hiperplasi kompensasi.[1]

Hiperplasi fisiologis

Adalah hiperplasi yang terjadi setiap bulan pada sel-sel jaringan endometrium uterus (rahim) selama
stadium folikular pada siklus menstruasi.[1]

Hiperplasi patologis

Adalah hiperplasi yang dapat terjadi karena perangsangan hormon yang berlebihan.[1] Contoh peristiwa
ini terjadi pada kasus akromegali, suatu penyakit yang terjadi pada jaringan ikat yang ditandai oleh
meningkatnya hormon pertumbuhan.[1]

Hiperplasi kompensasi

Adalah hiperplasi yang terjadi karena sel jaringan berproliferasi untuk menggantikan jumlah sel yang
telah mengalami penurunan pada jaringan tertentu.[1] Hiperplasia ini ditemui pada sel-sel hati setelah
pengangkatan sebagian jaringan hati melalui pembedahan.[1] Hiperpla

GANGGUAN SIRKULASI
GANGGUAN SIRKULASI

1.KONGESTI (HIPEREMIA)
Hiperemia adalah suatu keadaan dimana terdapat darah secara berlebihan didalam pembuluhdarah atau
keadaan yang disertai meningkatnya volume darah dalam pembuluh darah yangmelebar.Pada dasarnya
terdapat dua mekanisme dimana hiperemi dapat timbul :1.

Kenaikan jumlah darah yang mengalir ke daerah atau2.

Penurunan jumlah darah yang mengalir dari daerahBerdasarkan jenisnya hyperemia dibagi :1.

Hiperemi Aktif : terjadi oleh karena aliran darah ke dalam daerah bertambah atau lebihbanyak darah
mengalir ke dalam daerah itu dari biasanya. Hal ini terjadi karena adanyadilatasi arteriol atau kapiler
yang bekerja sebagai katup yang mengatur aliran ke dalammikrosirkulasi lokal, akibat terangsangnya
syaraf vasodilator atau kelumpuhanvasokonstriktornya. Contoh . hyperemia pada radang akut, warna
merah pada wajah, yangtimbul akibat respon terhadap stimulus neurogenik.2.

Hiperemia pasif :Disini tidak menyangkut kenaikan jumlah darah yang mengalir ke suatudaerah, tetapi
lebih merupakan gangguan aliran darah dari daerah itu. Hal ini terjadi karena jumlah darah vena atau
aliran darah vena berkurang atau terjadi gangguanpengosongandarah vena.Contoh. Pada pemasangan
torniket, penekanan aliran vena oleh tumor, atau obstrukssipada lumen karena thrombosis.Hiperemia
pasif dibagi berdasarkan perlangsungannya :
Hiperemia pasif akut : berlangsung relatif dalam waktu singkat dan tidak adapengaruh dari jaringan
yang terkena
Hiperemia pasif kronik : perlangsungannya lama dan daapat terjadi perubahan-perubahan yang
permanen pada jaringan (hipoksia, atrofi, nekrosis).
2.EDEMA/OEDEM
Edema adalah penimbunan cairan (Eksudat atau Transudat) secara berlebihan di dalam sel,diantara sel-
sel dan didalam rongga-rongga tubuh.
Efusi : jika penimbunan cairan dalam rongga (efusi perikardium, efusi pleura)
Asites : jika penimbunan cairan dalam rongga peritoneum
Anasarka : penimbunan cairan umum yang massif

Etiologi dan Patogenesis


Timbulnya edema dapat diterangkan dengan mempertimbangkan berbagai gaya yang normalmengatur
pertukaran cairan melalui dinding pembuluh. Faktor-faktor lokal dan sistemik yangberperanan :1.

Kenaikan Tekanan hidrostatik dalam mikrosirkulasi memaksa cairan masuk ke dalamruang interstitial
tubuh.2.

Kenaikan Permeabilitas dinding pembuluh memungkinkan molekul-molekulbesar(protein) lolos dari


pembuluh dan secara osmotic cairan akan menyertainya.3.

Obstruksi/ penyumbatan dari saluran limfe menyebabkan jalan keluar cairan hilang yangmenyebabkan
penimbunan cairan (limfedema)4.

Penurunan konsentrasi protein (Hipoproteinemia), mis : Sindrom Nefrotik dan penyakithati lanjut
3.PERDARAHAN (HEMORHAGI)
Perdarahan adalah keluarnya darah dari system kardiovaskuler, disertai penimbunan dalam jaringan
atau ruang tubuh atau disertai keluarnya darah dari tubuh.perdarahan dapat terjadipada kapiler, vena,
arteri atau jantung.Istilah-istilah dalam perdarahan mempunyai nama sesuai lokasi perdarahan :
Hematoma (penimbunan darah pada jaringan, sering menonjol seperti suatu tumor)
Hemoperikardium (perdarahan dalam ruang jantung)
Hemototoraks (perdarahan dalam ruang pleura)
Hemoperitoneum
Hematosalping (perdarahan dalam tuba fallopi)
Hemarthros (perdarahan dalam rongga sendi)Tempat terjadinya perdarahan1.

Kulit, dapat berupa:


Petekie (bercak perdarahan/kecil pada permukaan kulit/mukosa/organ)yang terjadisecara spontan,
biasanya pada kapiler
Ekimosis (bercak perdarahan yang lebih besar dari petekie)
Purpura (bercak perdarahan yang tersebar luas, besarnya antara petekie dan ekimosis)2.
Mukosa3.
Serosa4.
Selaput rongga sendi
Etiologi Perdarahan
Penyebab perdarahan yang paling sering dijumpai adalah1.
hilangnya integritas dinding pembuluh darah, yang memungkinkan darah keluar2.
Kerusakan pembuluh darah.
Trauma4.
Kelainan mekanisme hemostasis (trombositopenia)
Defisiensi dari faktor-faktor pembekuan darah (penyakit hati, hemofilia)6.
Toksin, dapat berupa zat kimia, racun ular, infeksi
Akibat Perdarahan
a.Perdarahan lokal : ini berkaitan dengan adanya darah yang keluar dari pembuluh dalam jaringan dan
dapat berkisar dari yang ringan sampai mematikan, tergantung lokasiperdarahan, bila lokasinya tidak
vital maka tidak terlalu mempunyai arti tetapi bila terdapatdi tempat yang salah walaupun volumenya
kecil dapat menimbulkan kematian :a.
Memar (paling ringan) : warna biru pada memar berkaitan dengan adanya sel-seldarah merah yang
keluar dan terkumpul dalam jaringan.b.
Otak : mengganggu fungsi otak sehingga dapat terjadi kelumpuhan sampaimenimbulkan kematianc.
Pada cabang-cabang trakeobronkial : penderita dapat tercekikd.
Pada kantong perikardium : tekanan di dalam kantong meninggi dengan cepat waktudarah tertimbun
sehingga pengisian diastolik jantung terganggu menimbulkankematian akibat tamponade jantung.e.
Pada rongga pleura : mengakibatkan volume paru mengecil.b.
Perdarahan sistemik : kehilangan darah berkaitan langsung dengan volume darah yangkeluar dari
pembuluh, tergantung dari cepat dan banyaknya perdarahan apakah akut ataukronis :
trauma massif : Jika sebagian besar dari volume yang bersirkulasi hilang makapenderita dapat
meninggal dengan perdarahan.
Perdarahan interna : perdarahan yang tidak kelihatan keluar hanya terkumpul dalamrongga tubuh.
Pada kehilangan volume darah yang banyak dan cepat dapat menimbulkan syok olehkarena perfusi
dan oksigenasi yang tidak memadai pada jaringan-jaringan tubuh.
Pada kehilangan kronis, sedikit demi sedikit dan berulang atau terus menerus akanmengakibatkan
anemi, ( penderita tukak lambung, tumor ganas yang disertaiperdarahan pada penderita
hemorroid/wasir).

4.TROMBOSIS
Trombosis adalah proses proses pembentukan bekuan darah atau koagulum dalam sistemVaskuler
(pembuluh darah atau jantung) pada manusia. Trombosis ini memiliki nilai pentingdalam kasus
perdarahan. Koagulum darah (thrombus) adalah suatu massa yang tersusun dariunsur-unsur darah
didalam pembuluh darah. Thrombus dapat merupakan sumbatanhemostatis yang efektif yang terbukti
membahayakan.
Etiologi Trombus
Ada tiga keadaan dasar yang menyebabkan terbentuknya bekuan (trombus):
Kelainan dinding dan lapisan pembuluh darah/ perubahan pada permukaan endotelpembuluh darah
:Aterosklerosis (penyakit pada lapisan dan dinding atreri yang menyebabkantidak rata dan menebal.
Arteri darah merupakan aliran tekanan tinggidengan kecepatan tinggi, berdinding agak tebal dan tidak
mudah berubahbentuk)Poliarteritis nodosaTrombophlebitis2.
Kelainan aliran darah/perubahan pada aliran darah :Bila aliran darah berubah, misalnya menjadi lambat
maka trombosit akan menepisehingga mudah melekat pada dinding pembuluh darah. Perubahan ini
lebih seringterjadi pada Vena/flebotrombosis (aliran darah vena merupakan aliran bertekananrendah
dan kecepatannya relatif rendah dan dindingnya tipis, sehingga mudahberubah bentuk) . Trombus
sering terjadi pada : Varices dan vena yang terbendungakibat penekanan tumor.
Peningkatan daya koagulasi darah/ perubahan pada konstitusi darah :Perubahan dalam jumlah dan sifat
trombosit dapat mempermudah trombosis olehkarena terjadi hiperkoagulasi sehingga trombosit
mudahg melekat :Infark paruTumor ganas (terbentuk tromboplastin)Trombophlebitis
Akibat Trombus :
1.Pada Trombosis Arteri : Jika arteri tersumbat oleh thrombus maka jaringan yangdisuplai oleh arteri
itu akan kehilangan suplai darah yang menyebabkan kelainanfungsi jaringan sampai kematian.
2.Pada Trombosis Vena : akibat dari trombus vena agak berlainan, karena sistem venamempunyai
saluran anastomosis sehingga Jika salah satu vena tersumbat, makadarah masih bisa menemukan jalan
kembali ke jantung melalui saluran tadi. Hanya jika vena yang sangat besar yang tersumbat barulah
timbul gangguan lokal.
5.EMBOLI
Emboli yaitu suatu benda asing yang tersangkut pada suatu tempat dalam sirkulasi darah.Prosesnya
disebut
Embolisme
. Emboli dapat berasal dari trombus (tromboemboli) dalam jantung, Trombus dalam vena dan trombus
dalam arteri.Embolus dapat berupa :a.
Benda padat yang berasal dari trombus, sel kanker ataupun dari kelompok bakteri dan jaringanb.
Benda cair yang berasal dari zat lemak maupun cairan amnion ataupun benda asingyang disuntikkan ke
dalam sistim kardiovaskularc.
Benda gas, dapat berasal dari udara, nitrogen dan CO2
Patogenesis, Perjalanan dan Akibat Emboli
Emboli dalam tubuh terutama berasal dari trombus vena (v. profunda) yang terlepas danterbawa aliran
darah masuk ke Vena Cava kemudian ke jantung kanan. Darah meninggalkanventrikel kanan ke cabang
utama arteri pulmonalis lalu ke cabang arteri pulmonalis kanan dankiri sampai ke pembuluh darah yang
lebih kecil. Karena keadaan antomis ini maka emboli yangberasal dari trombus vena berakhir sebagai
emboli arteri pulmonalis.
Emboli yang menyangkut sirkulasi arterial berasal dari bagian kiri sistem sirkulasi. Emboli arteripaling
sering ditemukan berasal dari trombus intrakardium atau dari thrombus mural dalamaorta.Gelembung
gas pada berbagai keadaan dapat menjadi emboli, keadaan ini dinamakan penyakitCaisson, yang timbul
jika seseorang hidup dibawah tekanan atmosfir yang meningkat sepertidalam perlengkapan menyelam
dibawah air karena makin banyak gas atmosfir yang terlarutdalam darah dan gelembung tersebut
tersangkut dalam mikrosirkulasi, juga dapat vterjadi padakesalahan infuse IV atau pemasangan
kateterAkibat-akibat embolus tergantung pada besar dan , jenis embolus, pembuluh darah yangterkena
serta ada tidaknya kolateral, contoh :
Bila terjadi sumbatan terutama bila trombus yang besar sebagai emboli maka dapatmenimbulkan
kematian mendadak, insufisiensi pembuluh koroner, myocard infark dan
anoksia otak Sebaliknya emboli pada pembuluh darah nyang lebih kecil (emboli arteripulmonalis)
dapat
tanpa gejala, perdarahan paru-paru akibat kerusakan vaskuler, ataunekrosis sebagian paru-paru
Ada penyebaran sel tumor ganas yang terbawa oleh limfe
Embolus dapat menyebabkan sarang-sarang infeksi baruPembagian embolus berdasarkan asalnya :
Embolus Vena2.
Emboli Arteri3.
Arteri lemak: terdiri dari butir lemak , cenderung terbentuk di dalam sirkulasi setelahtrauma (trauma
tulang atau trauma jaringan lemak).4.
Emboli Cairan amnion5.
Emboli gas (jarang)
6.ATEROSKLEROSIS
Keadaan dimana pembuluh arteri mengalami penebalan dan atau pengerasan dindingAda tiga keadaan
yang tercakup :1.
Sklerosis Monckeberg : menyangkut pengendapan garam-garam kalsium dalamdinding muskuler arteri
berukuran sedang. Bentuk ini secara klinis tidak pentingkarena endotel pembuluh tidak kasar dan
lumennya tidak menyempit.2.
Arteriosklerosis : suatu keadaan dimana terjadi gangguan pada pembuluh arteriyang mengakibatkan
penebalan dan/pengerasan dinding arteri/atreriol. Keadaan inisering terlihat pada penderita Tekanan
Darah Tinggi dan juga berhubungan denganketuaan3.
Aterosklerosis : Merupakan penyakit yang melibatkan aorta, cabang-cabangnya yangbesar dan arteri
ukuran sedang. Aterosklerosis ini tidak melibatkan arteriol dan jugatidak melibatkan sirkulasi
vena.Faktor yang menyokong perkembangan aterosklerosis :
Faktor genetik tertentu
Kolesterol tinggi
Diabetes Mellitus
Hipertensi
Merokok
7.ISKEMIA
Iskemia adalah keadaan kekurangan darah/suplai darah yang tidak memadai ke suatu daerahakibat
perbekalan darah berkurang. Setiap hal yang mempengaruhi aliran darah dapatmenimbulkan iskemia
jaringan. Dapat terjadi secara mendadak ataupun perlahan-lahan. Iskemimendadak biasanya terjadi
karena thrombosis atau embolisme. Akibat iskemi yang palingekstrim bila tidak ada kolateral ataupun
hambatan pembentukan kolateral maka sebagian atauseluruh organ tubuh yang disuplai itu akan
mengalami kematian jaringan/nekrosis. Nekrosisiskemik ini dinamakan infark. sedangkan iskemi yang
perlahan-lahan dan berlangsung lamadapat mengakibatkan atropi/penyusutan jaringan, biasanya
diakibatkan karena aterosklerosis.a.
Iskemi dapat terjadi pada keadaan-keadaan antara lain :
Trombosis
Embolisme
Aterosklerosis
Spasme arteri
Tekanan dari luar pembuluh darah atau torsi
Sebab-sebab sistemik karena tingkat perfusi dalam jaringan rendah mis :
Payah jantung yang berat
Syok yang lamab.
Dampak dari iskemi tergantung dari :
Intensitas iskemianya
Kecepatan timbulnya, mendadak atau perlahan-lahan
Kebutuhan metabolik dari jaringan itu
Organ/jaringan yang terkena
Ada tidaknya susunan kolateral

8.INFARK
Infark adalah nekrosis iskemi setempat. Penyebabnya antara lain karena sumbatan arterimaupun vena
yang tidak selalu terbentu total. Hal ini dapat pula terjadi pada aterosklerosiskoroner, meskipun hanya
terjadi insufisiensi namun dapat terjadi infark miokard.Apakah daerah iskemik benar-benar menjadi
infark atau tidak bergantung pada berbagai factorlocal dan sistemik. Misalnya derajat penyumbatan
arteri akan lebih mudah ditoleransi jikaberlangsung lambat, jika kebutuhan metabolism jaringan
rendah, dan njika terdapat sirkulasikolateral (yaitu suplai tambahan pada daerah yang terlibat oleh
cabang-cabang arteri yang
berdekatan). Selain itu apapun penyebabnya pengaruh iskemia akan menjadi lebih buruk jikaoksigen
yang diangkut darah berkurang.
Macam-macam infark :
1.Infark anemik (pucat), dapat terjadi pada alat tubuh yang padat, seperti ginjal ataupunJantung2.
Infark hemorhagik, terjadi pada alat tubuh yang mempunyai jaringan linggar, sepertiparu-paru, usus,
hati3.
Infark dapat anemik maupun hemorhagik, misalnya pada otak yang lambat launmelunak dan menjadi
cair sehingga menimbulkan lubang dalam jaringan.
Patogenesis terjadinya Infark
Setelah terjadi oklusi pembuluh, baik arteri maupun vena akan terjadi hiperemi. Setelahberlangsung
beberapa jam stagnasi darah menyebabkan timbulnya oedem dan perdarahan.Setelah 24 jam pada alat
tubuh yang padat (jantung dan ginjal) akan tampak pucat, saedangkanpada alat tubuh yang terdiri dari
jaringan longgar (paru dan limpa) jaringan yang terkena tetaphemorhagik sehingga berwarna merah.
Setelah beberapa hari, untuk infark pucat akan nampakkuning putih, berbatas tegas sedangkan infark
merah tidak berubah banyak. Perbatasan daerahinfark dan jaringan normal tidak nyata karena oedem,
hiperemi dan perdarahan. Setelahbeberapa hari sampai beberapa minggu, bagian yang terkena akan
mengalami fibrosis mulaidari tepi ke pusat nekrosis sehingga infark diganti oleh jaringan parut yang
pucat. Bagian pucatkadang-kadang dapat mencair karena proses lisis yang bila luas akan membentuk
kista, danakhirnya cairan diresorbsi diganti oleh jaringan padat.
Akibat Infark
1.Rasa nyeri karena iritasi pada syaraf atau karena radang pada permukaan serosa2.
Kadang-kadang demam dan lekositosis karena nekrosis3.
Pada infark paru terjadi hemoptisis4.
Pada infark ginjal terjadi hematuri5.
Pada infark miokard dapat terjadi rupture ataupun syok cardial6.
Bila tejadi pada jaringan otak dapat terjadi aphasia, kelumpuhan, buta dan kesadaranmenurun