Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN

MASSASE ATAU PIJAT KAKI HIPERTENSI

OLEH :

SHANTY AMELIA

010114A109

FAKULTAS KEPERWATAN

PRODI KEPERAWATAN

UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

UNGARAN

2017
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN(SAP)

MASASE/PIJAT KAKI UNTUK PENDERITA HIPERTENSI

Pokok Bahasan : HIPERTENSI

Waktu Pertemuan : : 30 menit

Sub Pokok bahasan : Masase Kaki Hipertensi

Tanggal : 5 Desember 2017

Tempat : Rumah Ny. “S”

Sasaran : Ny. “S”

1. Tujuan Instruksional Umum :

Setelah mengikuti proses penyuluhan kesehatanNy. “j” mampu memahami tentang


penyakit Hipertensi dan dapat melakukan masase kaki untuk menurunkan hipertensi.

2. Tujuan Instruksional khusus :

Setelah mengikuti proses penyuluhan selama 30 menit keluarga Ny. “j”mampu


menjelaskan:

a. Pengertian masase hipertensi

b. Fungsi masase hipertensi

c. Langkah-langkah masase untuk hipertensi

3. Materi
Terlampir
4. Metode
a. Ceramah

b. Demonstrasi

c. Diskusi

5. Bahan dan Ala


a. Minyak zaitun atau oil olive
b. Handuk kecil
c. Tensimeter

6. Proses Penyuluhan

No Kegiatan Penyuluhan Waktu Kegiatan Peserta


1. Pendahuluan 5 menit  Menjawab salam

 Memberi salam  Mendengarkan


 Melakukan apersepsi

 Menyampaikan pokok bahasan

 Menyampaikan tujuan
2. Kegiatan inti 20 menit  Menyimak

 Memberikan penjelasan tentang  Bertanya

masase hipertensi
 Memperhatikan
 Memberi kesempatan kepada
peserta untuk bertanya

 Mendemonstrasikan masase kaki

 Menjawab pertanyaan
3. Penutup 5 menit  Memperhatikan

 Meyimpulkan materi  Menjawab

 Memberikan evaluasi secara


 Menjawab salam
lisan
 Memberikan salam penutup

LAMPIRAN MATERI

A. Pengertian

Hipertensi adalah terjadinya kenaikan tekanan darah sistolik (atas) 140 atau lebih dan
tekanandiastolic ( bawah) 90 atau lebih. Disebut Hipertensi apabila beberapa kali pengukuran
tekanan sistolik menetap 140 mmHg atau lebih dan tekanan diastolic 90 mmHg atau lebih

B. Penyebab

Penyebab Hipertensi antara lain :

1. Keturunan
2. Lingkungan
3. Penyakit atau gangguan pembuluh darah
4. Penyakit ginjal

C. Tanda dan Gejala

1. Sakit kepala , pusing dan terasa berat pada tengkuk


2. Nggliyer
3. Sukar tidur
4. Mata berkunang-kunang
5. Telinga berdenging
6. Rasa mual dan muntah
7. Kadang mimisan
8. Mudah tersinggung

D. Komplikasi Hipertensi

1. Stroke
2. Gangguan Ginjal : banyak kencing
3. jantung : cepat lelah

E. Masase
Masase adalah sentuhan yang dilakukan dengan sadar dan digunakan untuk
meningkatkan kesehatan.

F. Manfaat Masase

1. Menimbulkan relaksasi yang dalam sehingga meringankan kelelahan jasmani dan rohani
dikarenakan sistem saraf simpatis mengalami penurunan aktivitas yang akhirnya
mengakibatkan turunnya tekanan darah (Kaplan,2006).
2. Memperbaiki sirkulasi darah pada otot sehingga mengurangi nyeri dan inflamasi,
dikarenakan masase meningkatkan sirkulasi baik darah maupun getah bening (Price,
2007).

3. Memperbaiki secara langsung maupun tidak langsung fungsi setiap organ internal
berdasarkan filosofi aliran energi meridian masase mampu memperbaiki aliran peredaran
energi (meridian) didalam tubuh menjadi positif sehingga memperbaiki energi tubuh
yang sudah lemah (Thie, 2007; Dalimartha, 2008).

4. Mendorong kepada postur tubuh yang benar dan membantu memperbaiki mobilitas
(Price, 2007). Menurut George Goodheart (2008), otot yang tegang menyebabkan nyeri
dan bergesernya tulang belakang keluar dari posisi normal sehingga postur tubuh
mengalami perubahan, masase berfungsi untuk menstimulasi saraf otonom yang dapat
mengendurkan ketegangan otot (Perry&Potter,2005).

5. Sebagai bentuk dari suatu latihan pasif yang sebagian akan mengimbangi kurangnya
latihan yang aktif karena masase meningkatkan sirkulasi darah yang mampu membantu
tubuh meningkatkan energi pada titik vital yang telah melemah (Price, 1997; Dalimartha,
2008).

G. Langkah –langkah masase untuk penderita Hipertensi


1. Hal yang harus diperhatikan
a. Kondisi klien jika terlalu lapar, terlalu kenyang.
b. Kondisi ruangan yang nyaman, suhu tidak terlau panas, tidak terlalu dingin,
pencahayaan yang cukup tidak remang-remang.
c. Posisi klien dalam keadaan berbaring yang mana bagian pinggang sampai telapak
kaki ditutup oleh handuk dan posisi pemijat dibelakang klien.
2. Alat
a. Minyak zaitun atau oil olive
b. Handuk kecil
c. Tensimeter

3. Prosedur tindakan

A. Persiapan
1. Peneliti menyediakan alat
2. Peneliti memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan
3. Peneliti mengukur tekanan darah penderita hipertensi (ringan dan sedang sebelum
melakukan masase kaki dan di catat dalam lembar observasi.
4. Peneliti mempersiapkan posisi klien untuk dimasase dan mempersiapkan pemijat
untuk memijat.

B. Pelaksanaan Masase Kaki

1) Effleurage, gerakan mengusap yang ringan dan menenangkan pada bagian awal yang
bertujuan untuk meratakan minyak esensial lavender dan menghangatkan otot agar
lebih rileks.
2) Masase pada bagian kaki belakang, kaki depan lalu telapak kaki. Masase dilakukan
selama 20 menit.
3) Effleurage, gerakan mengusap dengan ringan yang bertujuan untuk mengakhiri
masase dan membersihkan sisa minyak esensial lavender.
C. Kriteria hasil:
1) Penderita hipertensi setelah masase kaki menjadi nyaman, segar dan rileks.
2) Tekanan darah penderita hipertensi menjadi turun setelah masase kaki.

H. LAMPIRAN MASASE
I. GERAKAN PEMIJATAN KAKI
1) Gerakan pertama ini disebut denga eflurage yaitu memijat dari pergelangan kaki
ditarik sampai ke jari-jari. Gerakan ini dapat dilakukan beberapa kali sekitar 3 – 4
kali.
2) Gerakan kedua ini sama dengan gerakan pertama yaitu menarik dari pergelangan kaki
hingga sampai ujung jari melewati perselangan jari diakhiri dengan tarikan kecil pada
jari. Gerakan ini dilakukan pada semua jari kaki, dari kelingking hingga jempol.

3) Setelah itu, dilakukan seperti gerakan pertama tetapi dengan menungkupkan semua
telapak tangan pada atas dan bawah telapak kaki, ditarik lembut dari pergelangan kaki
hingga ke jari kaki. Gerakan ini dilakukan 3 – 4 kali.

4) Pegang kaki seperti gambar di atas, lakukan pemijatan pada daerah tumit dengan
gerakan melingkar. Penekanan pemijatan dipuasatkan pada jempol tangan yang
dilakukan seperti gerakan-gerakan memutar kecil searah jarum jam. Gerakan ini
dapat dilakukan sebanyak 3 – 4 kali.
5) Lakukan pemijatan dengan memfokuskan penekanan pada jempol, jari telunjuk, dan
jari tengah dengan membuat gerakan tarikan dari mata kaki kearah tumit. Gerakan ini
dilakukan sebanyak 3 – 4 kali.

6) Lakukan pemijatan penekanan yang berfokus pada jempol, mengusap dari telapak
kaki bagian atas hingga ke bawah. Gerakan ini dapat dilakukan sebanyak 3 – 4 kali.

7) Gerakan hampir sama dengan gerakan ke-6, tetapi gerakan ini dilakukan dengan
posisi agak ke tengah dari telapak kaki. Gerakan ini dapat dilakukan sebanyak 3 – 4
kali.
8) Gerakan selanjutnya yaitu dengan membuat gerakan kecil memutar dengan
memberikan sedikit penekanan yang berfokus pada jempol,gerakan ini dilakukan dari
bagian atas telapak kaki (bawah jempol) hingga di bagian tumit tetapi telapak bagian
tepi. Gerakan ini tidak dilakukan perulangan, cukup satu kali saja.

9) Gerakan selanjutnya hampir sama dengan gerakan ke-8, hanya bedanya gerakan ke-9
ini lebih di area telapak kaki bagian tengah. Gerakan ini juga tidak dilakukan
perulangan, cukup satu kali saja.

10) Gerakan ke-10 adalah dengan melakukan penekanan pada bawah jari, seperti yang
dilakukan gambar di atas. Gerakan ini dilakukan pada semua jari kaki. Gerakan ini
dilakukan dengan menekan dan memberikan putaran-putaran kecil searah jarum jam.
Setiap jari kaki diberikan pijatan 3 – 4 kali.
11) Gerakan selanjutnya yaitu memberikan penekanan dan gerakan memutar kecil pada
area tersebut (seperti pada gambar). Gerakan yang dilakukan dapat sebanyak 4 – 5
kali pada titik ini saja.

12) Gerakan selanjutnya dapat dilakukan dengan memutar pergelangan kaki, posisi
tangan dapat dilakukan seperti pada gambar. Pemutaran pergelangan kaki dapat
dilakukan sebanyak 4 – 5 kali.

13) Setelah itu regangkan kaki, yaitu dengan memegang daerah pergelangan kaki dan
memberikan sedikit dorongan ke luar pada telapak kaki bagian atas. Gerakan ini
dapat dilakukan 3 – 4 kali.
14) Gerakan terakhir yaitu memberi usapan lembut dengan sedikit diberikan penekanan
dari pergelangan kaki hingga semua ujung kaki. Gerakan ini dilakukan 3 -4 kali, dan
ditutup dengan mengusap satu kali dengan lembut dari atas pergelangan kaki hingga
ujung kaki tanpa diberikan penekanan
.

DAFTAR PUSTAKA

Budistio, M. (2008). Pencegahan dan Pengobatan Hipertensi pada Pasien Usia


Dewasa.Jurnalkedokteran trisakti, 2 (20).

Cassar, M.P. (2004). Hand book of clinical massage .(2nded). London: Elsevier Churchill
livingstone.

Cha,J.H.,Lee,S.H.,Yoo,Y.S.(2010). Effect of aromatherapy on changes in the autonomic nervous


system,aortic pulse wave velocity and aortic augmentation index in patients with essential
hypertention.Journalof Korean Academy Nursing, 40 (5):705.

Dalimartha, et.al. (2008). Care yourself hipertensi. Jakarta: Penebar Plus.


Hutasoit, Aini. (2006). Panduan praktis aromatherapy untuk pemula. Jakarta: Gramediapustaka
utama.

Infokes.(2007).Menyokong Penuh Penanggulangan Hipertensi. diakses dari


http://www.depkes.go.id,diperoleh 22 September 2012.

Martin, Inggrid. (2007). Aromatherapy for massage practitioners. Philadelpia: Lippincott


Williams &Wilkins. Diakses dari www.ebooksgoogle.com, diperoleh 22 September 2012.

Moyer, Rounds & Hannum.(2004). A Meta-Analysis of Massage Therapy


Research.Psychological Bulletin, 130(1),3-18.

Mulyati, L. Pengaruh Masase Kaki Secara Manual terhadap Sensasi Proteksi, Nyeri, & ABI
Responden

DM Tipe 2 di RSUD Curup Bengkulu (Tesis Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas
Indonesia,Jakarta: 2009)

Price,S.,Price,L. (2007). Aromatherapy for health profesionals. (3rded). USA: Elsevier. diakses
dariwww.ebooksgoogle.com, diperoleh 22 September 2012.

Safitri, P.(2009). Efektivitas masase kaki dengan minyak esensial lavender terhadap penurunan
tekanandarah pada penderita hipertensi di Dusun XI Desa Buntu Bedimbar Kecamatan
Tanjung MorawaKabupaten Deli Serdang. Medan: USU, diakses dari
http://www.repositoryusu.abstract.ac.id, diperoleh 22 September 2012.