Anda di halaman 1dari 11

Backup dan recovery merupakan kata yang saling berkaitan.

Backup berarti kita


membuat cadangan dari data yang sudah ada untuk disimpan dalam bentuk yg
lain atau sama. Recovery, adalah merubah bentuk dari cadangan untuk
dikembalikan menjadi data yang semula sudah ada.

Data-data tersebut biasanya diklasifikasikan. Jenis klasifikasi ini tidak baku,


namun yang paling baik adalah klasifikasi berdasarkan konten. Jadi kita bisa
pisahkan data-data di sistem menjadi klasifikasi seperti berikut :

Alasan perlu dilakukan backup and recovery:


1. Kegagalan Hardware
2. Salah Hapus
3. Pencurian
4. Virus

Konfigurasi Backup
Mengecek disk yang berada pada device yang diinginkan:
#ls –l /dev | more

Melakukan Backup
# dd if=/dev/sdb | gzip > /usr/sdb.bak

Melakukan Backup di media


# dd if=/dev/sdb of=/dev/<media_backup>

Konfigurasi Restore
# gzip –dc /usr/sdb.bak | dd of=/dev/sdb

Backup
Backup data adalah memindahkan atau menyalin kumpulan
informasi (data) yang tersimpan di dalam hardisk
komputer yang biasanya dilakukan dari satu
lokasi/perangkat ke lokasi/perangkat lain. Data atau
kumpulan informasi tersebut bisa berupa file dokumen,
gambar, video, audio, system windows, driver, atau
software/program tertentu.
Backup adalah hal yang sangat penting dilakukan.
Dikarenakan banyak kemungkinan untuk kehilangan data,
baik kesalahan yang diakibatkan oleh pengguna atau
kesalahan teknis lainnya seperti hardisk yang tak layak
pakai. Untuk mempermudah backup maka para pengembang
software membuat aplikasi khusus dengan sistem network
client sarver sehingga data-data yang akan dibackup
lebih teratur dan aman.

1. Metode Backup data

Backup data merupakan salah satu kegiatan yang harus


dilakukan oleh pengelola database untuk melakukan
penyalinan sistem,data,dan aplikasi. Backup data harus
dilakukan untuk terjadinya kerusakan sistem dari luar
maupun dalam sistem yang disengaja atau ditentukan.

2. Konsep Backup

Proses backup dalam teknologi informasi mengacu pada


penyalinan data, sehingga salinan tambahan tersebut
bisa digunakan untuk mengembalikan (restore) setelah
peristiwa kehilangan data. Backup sangat berguna
terutama untuk dua tujuan yaitu untuk memulihkan
keadaan setelah bencana (disaster recovery) dan untuk
mengembalikan beberapa file yang sengaja dihapus atau
rusak. 66% pengguna internet telah kehilangan data yang
serius. Konsistensi data dalam proses backup harus
dijaga sebelum melakukan backup data. Mengecek
konsistensi data dengan membandingkan data pada
struktur direktori dengan data pada blok. Lalu, apabila
ditemukan kesalahan maka program backup akan mencoba
memperbaiki. Pengecekan kekonsistenan data inilah yang
disebut dengan Recovery.
Backup dapat dibagi berdasarkan lingkup datanya menjadi
:
 Full Backup
 Network Backup
 Dump Backup
 Incremental Backup
 Diferensial Backup

3. Konsep Replikasi

Replikasi adalah suatu teknik untuk melakukan copy dan


pendistribusian data dengan objek-objek database dari
satu database ke database lain dan melakukan sinkronasi
antara database sehingga konsistensi data dapat
terjamin. Jenis-jenis replikasi meliputi :

 Snapshot Replication
 Transactional Replication
 Merge Replication

4. Konsep MySQL Dump

Untuk keperluan ini MySQL memerlukan utility yang


dinamakan MySQL Dump. MySQL Dump adalah utilitas berupa
program cadangan yang pertama kali ditulis oleh Igor
Romanenko, digunakan untuk pembuangan (dump) data
sebuah database, untuk cadangan (backup) atau
pemindahan (transfer) data keserver lain. Hasil dumping
dapat berisi pernyataan SQL untuk membuat tabel,insert
dan yang lain dalam bentuk file CSV,teks editor , atau
format XML.
Berikut ini adalah metode yang bisa dilakukan saat akan
melakukan backup data :

1. Backup Logika dan Backup Physic

Backup logika adalah menyimpan perintah logic dari


struktur database dan isinya yang dipresentasikan dalam
perintah SQL. Seperti CREATEDATABASE, CREAT TABLE dan
INSERT DATA.
Berikut ini karakteristik backup secara logika :
 Backup dilakukan melalui server MySQL untuk
mengambil struktur dan informasi data.
 Backup berjalan lebih lambat karena server harus
mengakses informasi data dan mengirimkannya dalam
bentuk logika pada file backup.
 Output bisa lebih besar daripada bentuk fisik,
misalkan data yang disimpan 5MB dalam bentuk file SQL
maka pada saat recovery akan terjadi kehabisan memori
karena prosesnya akan menghabiskan banyak memori untuk
mengembalikan dalam bentuk semula.
 Backup dan restore dilakukan dengan mengabaikan
mesin yang digunakan.
 Backup logika tidak melibatkan banyak file hanya 1
file logika yang biasanya disimpan dalam file SQL.
 Data disimpan dalam bentuk logika yang merupakan
bahasa DDL dan DML.
 Backup data dilakukan saat server sudah dijalankan.
 Program untuk backup digunakan mysqldum.exe yang
memanggil file dikeluarkan dalam bentuk logika file
seperti tsiswa.sql
 Untuk mengeluarkan data dalam bentuk file lain bisa
digunakan perintah : SELECT ….. INTO OUTFILE
Backup fisik adalah mengambil database dalam bentuk
fisik,untuk database yang menggunakan Appserv secara
fisik data disimpan pada folder
C:\\Appserv\Mysql\data\.
Pada folder tersebut terdapat file database, setiap
table diciptakan dari 3 file yaitu ; MYD,FRM, Dan MYI.
Pada saat pengambilan data dilakukan dengan mengcopy
folder yang didalamnya menyimpan data dari database
yang kita punya. Data yang diambil adalah seluruh
database dan tidak bisa terpilih, sangat berbeda dengan
backup secara logika, data yang diambil bisa dipilih
sesuai keinginan.

Karakteristik backup fisik :

 Backup terdiri dari salinan file dan database, ini


adalah salinan dari semua bagian direktori MyQSL, data
dari tabel memori tidak disimpan pada disk.
 Backup data secara fisik lebih cepat karena tidak
melakukan pemrosesan logika, hanya mengcopy secara
fisik.
 Outputnya lebih sederhana dibandingkan dengan
backup logika.
 Sebagai tambahan dari database, backup dapat
meliputi file manapun yang terdiri atas file MYI, MYD
dan FRM.

2. Backup Online dan Bacup Offline

Backup online dilakukan saat server MySQL sedang


berjalan; sedang Backup Offline dilakukan saat server
sedang dihentikan. Media penyimpanan Backup data yang
paling simpel dan sederhana adalah Flashdisk, Memori
card,CD/DVD, hardisk external atau data cadangan
dikomputer lain. Untuk versi online kita bisa
menyimpannya diserver tempat penyimpanan layanan sata
seperti Couls Service Dropbox (jika sudah menginstall
aplikasi ini kita bisa selalu mengsingkronkan semua
data-data di laptop dengan data yang ada diserver
dropbox, Visual SVN Server, atau media penyimpanan
diinternet seperti 4Shared dan yang lainnya.

Atau bisa memanfaatkan tempat penyimpanan dari Google


seperti Google Drive, Dengan google drive kita bisa
membuat, berbagi dan menyimpan semua file di satu
tempat, setelah itu kita juga bisa mengakses dokumen
dari mana saja, dirumah, dikantor, saat menjalankan
tugas, dan dari semua perangkat anda. Kapasitas yang
diberikan adalah 5 GB (Gratis). Khusus untuk pengguna
wordpress dengan hosting sendiri, dengan Google Drive
kita juga bisa memanfaatkannya untuk tempat penyimpanan
hasil backup database WordPress kita secara otomatis.
Penyimpanan backup database wordpress bisa disetting
harian atau bulanan.

Untuk backup data kontak, email dan agenda (kalender)


kita bisa memanfaatkan layanan Google Sync (Backup
gratis nomor ponsel dengan Google Sync) . dengan
fasilitas sinkronasi maka data kontak yang ada
diphonebook ponsel/tablet akan dicopi kedalam daftar
kontak Gmail. Sebaliknya data kontak yang ada diGmail
juga akan dicopikan kedalam ponsel. Ketika ponsel kita
rusak/hilang maka tinggal kita setting akun gmail kita
dan otomatis akan menyalin hasil backup data
kontak/agenda dari Gmail keponsel kita.

3. Back Up database di Cpanel

Melakukan backup file diakun Cpanel kita secara mandiri


akan memudahkan kita jika suatu saat ada sesuatu yang
bermasalah diserver. Misalnya, hardisk utama mengalami
kebakaran ataupun bad sector/crash yang membutuhkan
waktu lama untuk repair/perbaikan. Biasanya dalam hal
ini webhoster akan memindahkan akun kita keserver lain
yang masil berjalan normal. Backup bisa digunakan untuk
restore serelah failure. Failure disebabkan oleh :

 Media Failure;
 User error, misal : tidak sengaja drop table;
 Hardware failure, misal : disk-drive rusak atau
permanent loss sebuah server dan;
 Natural disasters

4. Desain Strategi Backup

Apakah berubahan kecil atau besar terjadi pada


database? Untuk database besar yang terkonsentrasi pada
bagian file atau filegroups, pilih partial backup atau
file backup. Berapa banyak ruang disk dibutuhkan untuk
backup? Perkiraan disk space terutama untuk full
database backup. Backup berisi data actual pada
database , tidka termasuk space kosong/ tidak
digunakan. Seharusnya ukuran backup lebih kecil
dibanding database itu sendiri. Gunakan system Stored
Procedure sp_spaceused.

Recovery
Recovery adalah suatu proses untuk mengupdate database
dengan file backup yang telah disimpan terakhir
kalinya. Recovery ini memiliki model yaitu Recovery
model yang digunakan untuk menentukan tipe backup dan
skenario restore dan mengkontrol bagaimana transaction
log dikelola. Database yang menggunakan model recovery
adalah sebagai berikut:

1. Full Recovery Model

Pada model ini, transaction log akan di truncate


(dipotong) pada saat dilakukan backup transaction log.
Pemotongan Transaction log hanya terjadi pada saat
backup transcation log. Pada full recovery model,
backup transaction log harus dilakukan secara berkala
agar transaction log tidak membengkak. Sebagai catatan,
perintah truncate transaction log tidak akan
berpengaruh pada ukuran transaction log.
Full recovery model menggunakan Log backup untuk
menghindari kehilangan data karena skrenario kegagalan.
Dapat me-restore database kesuatu titik waktu yang
terdapat dalam log backup (pint-in-time recovery).
Dapat menggunakan log backup untuk roll-for-ward
database kesuatu titik pada suatu log-backup. Misal,
bisa membackup active log (tail) setelah terjadi
bencana maka dapat merestore database ketitik terjadi
kegagalan tanpa kehilangan data. Kelemahannya
membutuhkan media penyimpanan besar dan waktu restore
dan kompleksitas meningkat.
Ilustrasi Full Recovery Model
1. Full database backup + log (yang paling mudah)
 Backup full database : Db_1 ; Log Backup ;
Log_1 , Log_2
 Setelah Log_2, hilangnya data terjadi
 Sebelum ketiga backup direstore, db admin
harus membackup acvtive log (tail of the log/tail)
 Restore db_1 , Log_1 , Log_2 tanpa recovery
database
 Db admin merestore dan merecover tail
 Database ter-recover ketitik kegagalan ,
merecover semua data
2. Strategi backup mengurangi workloss exposure dengan
 Differential Backup+log
 Transaction log backup mengurangi workless
exposure potensial setelah log backup terbaru, t14
 Rangkaian 3 diff backup digunakan mengurangi
jumlah transaction log that akan direstore kalau ada
kegagalan
 3 diff backup cukup besar untuk backup
berikutnya sebagai full database backup.
3. Sebelum backup database pertama, ada kemungkinan
hilangnya data pada t0-t1
4. Setelah itu Log Backup yang rutin mengurangi
kemungkinan hilangnya data setelah log backup terakhir
5. Bila ada kegagalan, maka db admin membackup tail of
the log (tail) atau log yang belum dibackup.
6. Bila tail-log sukses dibackup. Db admin dapat
menghindari kehilangan data dengan merestore ketitik
kegagalan.

2. Bulk-Logged Recovery model

Beberapa operasi akan bersifat minumally logged.


Misalnya, bulk insert, insert .. select, create index,
alter index, drop index, dsb. Sama seperti full
recovery, transaction log akan dipotong hanya pada saat
backup transaction log. Sehingga backup transaction log
harus dijalankan secara berkala. Bulk-logged recovery
model akan menuliskan data page yang telah dimodifikasi
kedalam file data sebelum transaksi dinyatakan selesai.
Berlawanan dengan full revocery model yang hanya
membutuhkan penulisan ke log untuk menyatakan transaksi
selesai. Operasi bulk akan lebih pelan pada sistem IO
yang pelan.
Hal ini juga berpengaruh pada backup transaction log.
Untuk minimally logged transaction, kadang menyertakan
data page dalam backupnya. Sehingga backup transaction
log dibulk logged bisa lebih besar dari full recovery
model.

3. Simple recovery model

Hampir sama dengan bulk-logged, beberapa operasi


bersifat minimally logged. Macam-macam transaksi
tersebut sama persis dengan bulk-logged. Perbedaan
mendasar adalah pemotongan transaction log. Transaction
log otomatis terpotong pada saat Checkpoint selesai.
Karena tidak ada backup log maka ketika terjadi
database failure yang bisa dilakukan adalah merestore
full backup atau differential backup yang terakhir.
Ilustrasi Simple Recovery Model :

Full database backup

 Cocok untuk database kecil sehingga dapat dibackup

Strategi backup mengurangi workloss exposure dengan :

 Differential database backup


 Dibanding full database
 Setelah database backup pertama,sekumpulan
differential backup dibuat (3 diff backup)
 Setelah diff backup ke 3 cukup besar, backup
berikutnya adalah database backup untuk membuat
differential base baru.