Anda di halaman 1dari 2

LINGKUNGAN HIDUP, MENGAPA PERLU PEDULI ?

 Masalah Lingkungan = Jumlah penduduk x Jumlah penggunaan sda / org x


Kerusakan yang ditimbulkan / satuan pengguna

 Mengapa harus peduli ? BUMI HANYA SATU

 Siapa yang harus peduli ?


- Individu
Merupakan bagian mata rantai, sebagai pelaku aktif (produsen, konsumen dan
pembina)
- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
Berfungsi strategis :
1. Pengalaman + jaringan
2. birokasi yang formal
3. pelopor
- Usahawan
Sebagai pengubah utama / produsen dari SDA murni
Dapat menciptakan green consument atau produk yang bersahabat dengan
lingkungan
- Pemerintah
Membuat program lingkungan
Undang-Undang / Peraturan Pemerintahan
Pemantauan

 Agama Vs Masalah Lingkungan


o Islam
”...dan janganlah kamu berbuat kerusakan di(muka) bumi, sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Q.S Al-Qashash
: 77)
o Kristen
”Dibuat-Nya sungai-sungai menjadi padang gurun dan pancaran-pancaran air
menjadi tanah gersang, tanah yang subur menjadi padang asin, oleh sebab
kejahatan orang-orang yang diam didalamnya.” MAZMUR (107 : 33 – 34)
o Hindu
MAHABARATHA menerangkan bahwa : ”Alam adalah pemberi segala
keinginan dan alam adalah sapi perah yang selalu mengeluarkan susu
(kenikmatan) bagi yang menginginkannya.”
o Budha
KARANIYAMETTA SUTTA : ”...hendaklah ia berpikir semoga semua
mahluk berbahagia, mahluk hidup apapun juga...”

Sehingga dapat disimpuilkan : SEMUA AGAMA MENGAJARKAN UNTUK TIDAK


MERUSAK LINGKUNGAN !!!
 Adat / Budaya yang Bersahabat
o Teras sawah : - nyabuk gunung di Jawa Tengah
- sengkedan di Bali
- ngais gunung di Jawa Barat
o Ladang berpindah : - Ujung ladang di Sumatra Utara
o Jala / bubu ( menangkap ikan )
o Sampah ( lombang – di Jawa barat )
o 3 R (recycle, reuse, reduse)

 Hukum
1. UUD 1945, pasal 33, ayat 3
2. UU RI No 23 /tahun 1997, bab 9 ( ketentuan Pidana), pasal 41,42
(1) Barangsiapa yang secara melawan hukum dengan sengaja
melakukan
perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan
lingkungan hidup, diancam dengan pidana penjara paling lama 10
(sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus
juta rupiah).
(2) Jika tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan
orang mati atau luka berat, pelaku tindak pidana diancam dengan pidana
penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.
750.000.000,00(tujuh ratus lima puluh juta).
3. peraturan-peraturan daerah setempat
4. hukum adat
contoh : di Langsa Aceh Timur, yang buamg sampah sembarangan akan
dikembalikan kedepan rumah yang buang sampah itu.