Anda di halaman 1dari 13

PENDAHULUAN

Bismillahirrohmanirrohim segala puji bagi Allah, shalawat serta salam untuk


sang reformis demokrasi Mohammad Bin Abdillah, keluarga, sahabat, dan pengikut
Beliu hingga akhir zaman.
Dalam sebuah Negara demokratis, pemilihan Kepala desa merupakan
menerapan dan pembelajaran demokrasi pada tingkatan masyarakat paling bawah
sehingga menarik bagi kita untuk memperhatikan serta mengawasi proses tahapan
pelaksanaannya guna mencapai demokrasi yang kita harapkan.
Begitu mendasarnya dan pentingnya pembelajaran demokrasi pada
masyarakat di Kabupaten Pamekasan Pemilihan Kepala Desa merupakan salah satu
kegiatan pelaksana kedaulatan rakyat yang dapat kita lihat mulai proses tahapan
Pemilihan, sehingga dapat kita artikan Pemilihan Kepala Desa adalah aplikasi
pembelajaran demokrasi bagi masyarakat Kabupaten Pamekasan di era reformasi.
Pemilihan Kepala Desa yang telah diselenggarakan secara langsung
merupakan Aplikasi dari kebebasan demokrasi yang tidak dibatasi sehingga aspirasi
masyarakat betul-betul terwujut dengan pelaksanaan pemilihan langsung dalam
menentukan pemimpin di tingkatan Desa.
Mungkin dalam hal ini kami akan mengurai satu persatu mulai dasar hukum,
pengertian, dasar pemikiran, tujuan dan asas serta sasaran diselenggarakannya
Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Pamekasan yang selalu menjadi
momok pembicaraan masyarakat Desa, sehingga kami beranggapan penting
kiranya kami sediakan contoh draf dokomen kelengkapan pelaksanaan Pemilihan
Kepala Desa berupa Berita Acara, Surat dan lainnya. Harapan kami dapat membantu
pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa sehingga dapat berjalan dengan lancar.

KEPALA DINAS PEMBERDAYAAN


MASYARAKAT DAN DESA
KABUPATEN PAMEKASAN

Drs. ACH. FAISOL


Pembina Utama Muda
NIP.19661219 18602 1 001

PTO Pilkades oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Pamekasan 1
Dasar Pemikiran Diadakannnya Pemilihan Kepala Desa

Negara Republik Indonesia adalah Negara Kesatuan yang berdasarkan


kedaulatan rakyat. Prinsip ini tercantum dalam UUD 1945. Untuk melaksanakan
prinsip kedaulatan rakyat yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan, perlu dibentuk lembaga-lembaga permusyawaratan
/perwakilan rakyat yang anggota-anggotanya dipilih melalui Pemilihan Umum yang
dilaksanakan secara demokratis dan transparan (keterbukaan).
Begitu juga Pemilihan Kepala Desa merupakan sarana demokrasi guna
mewujudkan sistem pemerintahan Desa yang berkedaulatan rakyat. Pemimpin Desa
yang diangkat melalui Pemilihan langsung oleh rakyat,
Sehingga pemerintahan Desa dapat berjalan sesuai amanah rakyat sehingga
Desa dapat memiliki pemimpin yang amanah, pemimpin yang dibentuk melalui
suatu Pemilihan Kepala Desa akan memiliki legitimasi yang betul-betul kuat.

Dasar hukum Petunjuk Teknis Operasional(PTO)


1) Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa;
2) Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 yang telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015; tentang Perubahan atas Peraturan
Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-
Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;
3) Permendagri Nomor 112 Tahun 2014
4) Peraturan Pemerintah Kabupaten Pamekasan Nomor 5 Tahun 2015 tentang
Pedoman Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa;
5) Peraturan Bupati Pamekasan Nomor 10 Tahun 2017 Tentang Petunjuk
Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Pamekasan Nomor 5 Tahun 2015
tentang Pedoman Pencalonan, Pemlihan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala
Desa;

PTO Pilkades oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Pamekasan 2
A. Latar Belakang Masalah
Pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Pilkades) merupakan sarana
perwujudan kedaulatan rakyat yang diselenggarkan secara langsung, bebas, rahasia,
jujur dan adil guna menghasilkan pemimpin Desa yang amanah dan demokratis
berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun
1945.
Pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Pilkades) sangat menentukan nasib
Desa untuk masa selanjutnya, sehingga penyelenggaraannya harus benar-benar
terorganisir dengan baik sesuai dengan asas demokrasi yang harus dikelola orang-
orang yang bertanggung jawab serta memilki integritas, profesionalitas, dan
akuntabilitas tinggi.
Jika dalam pelaksanaan Pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Pilkades)
terjadi penyimpangan-penyimpangan dan berbagai kecurangan yang dilakukan oleh
golongan tertentu untuk mendapatkan jumlah suara terbanyak maka Pelaksanaan
pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dilaksanakan di Desa dengan biaya yang tak
sedikit ini tidak akan mencapai hasil optimal yang sesuai harapan masyarakat secara
mayoritas. Akibatnya, pemerintahan Desa yang demokratis hanya sebagai angan-
angan yang tak terwujud.
Secara umum Pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tujuannya sama
yaitu untuk menciptakan terwujudnya pemerintahan yang demokratis akan tetapi
dalam kenyataan masih banyak hambatan dan rintangan yang terjadi. Orang-orang
yang mencalonkan diri sebagai pemimpin tidak begitu sadar akan tanggung jawab
yang mengakibatkan ketidak percayaan rakyat.
Demokrasi dimana semua warga mempunyai kesempatan dan kedudukan
yang sama berperan serta dalam Pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Pilkades),
demokrasi menjadikan antusias masyarakat sangat besar untuk berpartisipasi
mencalonkan diri sebagai Kepala Desa. Sehingga banyaknya calon yang ikut serta
dalam Pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dapat menimbulkan
kebingungan pemilih.
Seorang calon dapat mempengaruhi pemilih agar bisa mendapatkan
suara sebanyak-banyaknya dalam Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)
dengan cara menyampaikan visi dan misi sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemilihan Kepala Desa adalah salah satu bentuk partisipasi dalam
mewujudkan pemerintahan yang demokrasi. Desa adalah bagaian dari system
pemerintah yang penting dimana pemimpin yang integritas, profesionalitas, dan
akuntabilitas tinggi sangat diperlukan untuk kemajuan desa itu sendiri.

PTO Pilkades oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Pamekasan 3
Kami melihat kini ada kecenderungan perilaku pemilih yang mulai
mengedepankan materialistis.
Lalu, bagaimana kita menghadapi pemilih di tengah berbagai kesenjangan
dan beban berat kehidupan, agar perilaku pemilih makin rasional-pragmatis dan
dinamis.

B. Rumusan Masalah
Di era demokrasi dimana setiap orang berhak menentukan sikap dan tujuan,
salah satunya adalah kebebasan dalam berpolitik dan menetukan tujuan politiknya.
Dalam pesta demokrasi (Pilkades) sangat berpengaruh terhadap kemajuan Desa.
Dari berbagai permasalahan di atas, maka perlunya kita merumuskan
Petunjuk Tehnis Operasional (PTO).

C. Tujuan dan Asas


Tujuan Petunjuk Tehnis Operasional (PTO) ini adalah sebagai petunjuk dalam
proses pelaksanaan tahapan-tahapan dalam Pilkades di Kabupaten Pamekasan agar
dalam pelaksanaannya transparan, berdasarkan asas jurdil (jujur dan adil) dan
luber (langsung, umum, bebas, dan rahasia).
a) Jujur dalam penyelenggaraannya, penyelenggara/pelaksana, pemerintah Desa
serta BPD pengawas dan Panitia Kecamatan serta Panitia Kabupaten
Pemilihan Kepala Desa, termasuk pemilih, serta semua pihak yang terlibat
secara tidak langsung, harus bersikap dan bertindak jujur sesuai
peraturan perundang- undangan yang berlaku.
b) Adil dalam penyelenggaraan pemilihan Kepala Desa, setiap pemilih dan calon
pemilihan Kepala Desa mendapat perlakuan yang sama, tanpa
ada pengistimewaan atau diskriminasi terhadap pemilih atau calon Kepala
Desa. Asas jujur dan adil tidak hanya ditujukan kepada pemilih atau calon
saja, tetapi juga penyelenggara pemilihan Kepala Desa.
c) Langsung pemilih Pemilihan Kepala diharuskan memberikan suaranya secara
langsung sesuai dengan kehendak hati nuraninya.
d) Umum pada dasarnya semua warga Negara yang memenuhi persyaratan
minimal dalam usia, yaitu sudah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau
telah/pernah kawin berhak ikut memilih dalam pemilihan Kepala Desa. Warga
Negara yangsudah berumur 25 (dua puluh Lima) tahun berhak dipilih.
Jadi pemilihan yang bersifat umum itu mengandung makna menjamin
kesempatan yang berlaku
D. Sasaran
Semua warga Negara yang memenuhi persyaratan minimal dalam usia,
yaitu sudah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau telah/pernah kawin dan berhak
ikut memilih dalam pemilihan Kepala Desa. Warga Negara yang sudah berumur 25
(dua puluh Lima) tahun untuk calon.

PTO Pilkades oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Pamekasan 4
BAB I
PENGERTIAN

1) Panitia Pemilhan Kepala Desa yang selanjutnya disebut Panitia Pemilihan


adalah yang dibentuk oleh Badan Permusyawaratan Desa yang disingkat
(BPD) untuk menyelenggarakan proses Pemilihan Kepala Desa;
2) Bakal calon Kepala Desa yang selanjutnya disebut bakal calon Kepala Desa
adalah warga masyarakat desa setempat yang mengajukan permohonan
pendaftaran pencalonan untuk dipilih menjadi kepala desa;
3) Calon Kepala Desa adalah bakal calon yang ditetapkan oleh Panitia Pemilihan
yang berhak mengikuti pemilihan Kepala Desa;
4) Penjaringan adalah tahapan kegiatan yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan
untuk mendapatkan bakal calon Kepala Desa;
5) Lembaga Kemasyarakatan adalah Lembaga yang dibentuk oleh masyarakat
sesuai kebutuhan dan merupakan mitra pemerintah Desa dalam
memberdayakan masyarakat. lembaga kemasyarakatan yang dibentuk di
Desa adalah : Rukun Tetangga (RT); Rukun Warga (RW); Tim penggerak
pemberdayaan kesejahteraan keluarga (TP PKK); Karang Taruna; Lembaga
pemberdayaan masyarakat Desa (LPMD); dan Lembaga kemasyarakatan
lainnya;
6) Perangkat Desa adalah Sekretaris Desa, Kepala Urusan (KAUR) dan Kepala
Dusun;
7) Tokoh masyarakat adalah Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Wanita, Tokoh
Pemuda dan Pemuka-pemuka Masyarakat lainnya.
8) Daftar pemilih sementara yang selanjutnya disebut DPS adalah daftar pemilih
yang disusun berdasarkan data dari hasil pencacahan yang dilkaukan oleh
petugas pencacah dan dicek kembali atas kebenarannya serta di tambah
dengan pemilih tambahan;
9) Daftar Pemilih Tambahan yang selanjutnya disebut DPTam adalah Daftar
Pemilih yang disusun berdasarkan usulan dari Pemilih karena yang
bersangkutan belum terdaftar dalam daftar Pemilih Sementara;
10) Daftar Pemilih Tetap yang selanjutnya disebut DPT adalah Daftar Pemilih
yang telah di tetapkan oleh Panitia Pemilihan sebagai dasar penentuan
identitas Pemilih dan jumlah Pemilih dalam Pemilihan Kepala Desa.
11) Tanda gambar calon Kepala Desa adalah gambar simbol/lambang calon
Kepala Desa yang berupa foto calon;
12) Kampanye adalah kegiatan dalam rangka meyakinkan Pemilih dengan
menawarkan visi, misi dan program calon Kepala Desa;
13) Penjabat Kepala Desa adalah seorang Pejabat yang berweanang untuk
melaksanakan tugas Hak Dan Kewajiban Kepala Desa dalam kurun waktu
tertentu;

PTO Pilkades oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Pamekasan 5
BAB. II
PENJELASAN

PERSIAPAN PEMILIHAN KEPALA DESA


1. BPD memberitahukan kepada Kepala Desa mengenai akan berakhirnya masa
jabatan Kepala Desa secara tertulis 6 (enam) bulan sebelum berakhirnya
masa jabatan. (contoh surat terlampir form.A1).
2. Selambat-lambat 4 (empat) bulan sebelum berakhir masa jabatannya, Kepala
Desa wajib menyampaikan laporan keterangan Pertanggung Jawaban akhir
masa jabatan kepada BPD dan menyampaikan laporan penyelenggaraan
pemerintahan Desa kepada Bupati melalui Camat serta menyampaikan
informasi penyelenggaraan pemerintahn Desa kepada masyarakat Desa;
3. BPD memproses Pemilihan Kepala Desa, paling lama 4(empat) bulan sebelum
masa berakhirnya masa jabatan Kepala Desa dengan membentuk Panitia
Pemilihan Kepala Desa;

TAHAPAN PILKADES
1. Pengumuman tahapan pemilihan Kepala Desa;
2. Penjaringan bakal calon yang meliputi :
a) Pengumuman pendaftaran bakal calon Kepala Desa;
b) Penerimaan pendaftaran bakal calon Kepala Desa;
c) Penyelesaian administrasi dan kelengkapan bakal calon Kepala Desa;

3. Penyaringan bakal calon yang meliputi :


a) Pemeriksaan/Penelitian berkas persyaratan bakal calon Kepala Desa;
b) Pengumuman bakal calon Kepala Desa yang mendaftar dan telah
melengkapi pesyaratan;
c) Penetapan calon Kepala Desa;

4. Pelaksanaan
a) Pendaftran Pemilih;
b) Pengundian Nomor Urut Calon Kepala Desa;
c) Kampanye;
d) Penetapan Pemilih;
e) Pelaksanaan Pemilihan;
f) Penetapan dan pengesahan Calon Terpilih;
g) Pelantikan;

PTO Pilkades oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Pamekasan 6
PEMBENTUKAN PANITIA PILKADES
1) BPD mengadakan rapat bersama Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat dengan
dihadiri Camat untuk membentuk Panitia Pilkades;
2) Ditetapkan Keputusan BPD tentang Pembentukan Panitia Pilkades;
3) Komposisi keanggotaan Panitia Pilkades :
a) UNSUR PERANGKAT DESA
b) UNSUR LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN
c) TOKOH MASYARAKAT
4) Hasil rapat dilaporkan Kepada Bupati melalui Camat

SUSUNAN PANITIA PILKADES


1. KETUA;
2. SEKRETARIS;
3. BENDAHARA;
4. ANGGOTA ;

TUGAS PANITIA PILKADES


a) Menyusun jadual kegiatan Pemilihan Kepala Desa;
b) Menyusun tata tetib Pemilihan Kepala Desa;
c) Mengadakan sosialisasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa;
d) Merencanakan biaya/anggaran Pemilihan Kepala Desa;
e) Mengelola biaya/anggaran Pemilihan Kepala Desa secara efisienefektif,
transparan dan akuntabel;
f) Melaksanakan pendaftaran dan seleksi administrasi bakal calon kepala desa;
g) Meneliti dan menetapkan daftar pemilih sementara dan daftar pemilih
tambahan;
h) Mengesahkan daftar pemilih sementara dan daftar pemilih tambahan menjadi
daftar pemilih tetap;
i) Menyiapkan kartu suara atau yang sejenis sesuai dengan daftar pemilih tetap
yang telah disahkan;
j) Mengumumkan di papan pengumuman yang memuat nama-nama Calon Tetap
dan Daftar Pemilih Tetap yang sudah disahkan di papan pengumuman kantor
desa, setiap Rt, dan atau ditempat strategis lainnya;
k) Menentukan serta mengumumkan tempat dan waktu pelaksanaan
pemungutan suara;
l) Menyiapkan peralatan dan perlengkapan administrasi untuk keperluan
Pemilihan Kepala Desa;
m) Melaksanakan Pemungutan suara dengan tertib, aman, lancar dan teratur;
n) Melaksanakan Penghitungan suara secara cermat, tranparan, dan tertib;
o) Menetapkan dan mengumumkan hasil rekapitulasi Penghitungan suara;
p) Menerima dan menyelasaikan pengaduan masyarakat terkait pelaksanaan
Pemilihan kepala desa;

PTO Pilkades oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Pamekasan 7
q) Membuat berita acara Pemilihan Kepala Desa yang meliputi berita acara
jalannya Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa, berita acara Pemungutan suara
dan hasil penghitungan suara untuk lampiran pengajuan pengangkatan
Kepada Bupati;
r) Melaporkan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Kepada BPD;

WEWENANG PANITIA PILKADES


1) Melakukan pemeriksaan identitas Bakal Calon Kepala Desa berdasarkan
persyaratan yang ditentukan;
2) Menetapkan sedikitnya 2 (dua) orang Bakal Calon Kepala Desa yang
memenuhi syarat sebagai Calon Kepala Desa;
3) Mengundi dan menetapkan nomor urut calon;
4) Mengesahkan hasil penghitungan;
5) Melakukan skoring jika Bakal Calon yang memenuhi persyaratan lebih dari 5
(lima) orang.
6) Memfasilitasi uji kompetensi/tes tertulis jika terdapat Bakal Calon yang
mendapatkan nilai terendah yang sama setelah dilakukan skoring.

TANGGUNG JAWAB PANITIA PILKADES


A. Memperlakukan Calon Kepala Desa secara adil dan setara;
B. Menyampaikan laporan kepada BPD untuk setiap tahapan pelaksanaan
pemilihan Kepala Desa dan menyampaikan kepada masyarakat;
C. Melaksanakan tahapan Pemiliihan tepat waktu;
D. Mempertanggung jawabkan penggunaan anggaran kepada masyarakat desa;

P E M I L I H (sesuaikan dengan Perda)


1. Penduduk Desa setempat yang dibuktikan dengan kepemilikan KTP dan atau
Kartu Keluarga;
2. Terdaftar sebagai Pemilih dalam DPT;
3. Tidak terganggu jiwa/ingatannya;
4. Pada saat hari Pemungutan suara (tanggal 11 Oktober 2017) telah berusia 17
(tujuh belas) tahun atau telah/pernah kawin;
5. Tidak dicabut hak pilihnya sesuai dengan putusan pengadilan yang
mempunyai kekuatan hukum tetap;
6. Berdomisili di Desa sekurang-sekurangnya 6 (enam) sebelum disahkannya
daftar Pemilih Sementara.

PERSYARATAN CALON KEPALA DESA


1. Warga negara Republik Indonesia;
2. Bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa;

PTO Pilkades oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Pamekasan 8
3. Memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan UUD Negara
Republik Indonesia Tahun 1945, serta mempertahankan dan memelihara
keutuhan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika ;
4. Berpendidikan paling rendah SLTP atau sederajat;
5. Berusia paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun pada saat mendaftar;
6. Besedia dicalonkan dan bedomisili di Desa setempat selama menjadi Kepala
Desa;
7. Tidak sedang menjalani hukuman penjara;
8. Tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang
telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang
diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun atau lebih,
kecuali 5 (lima) tahun setelah selesai menjalani pidana penjara dan
mengumumkan secara jujur dan terbuka kepada publik bahwa yang
bersangkutan pernah dipidana serta bukan sebagai pelaku kejahatan yang
berulang;
9. Tidak sedang dicabut hak pilihnya sesuai dengan putusan pengadilan yang
telah mempunyai kekuatan hukum tetap;
10. Berbadan sehat dan bebas narkoba;
11. Tidak pernah menjadi Kepala Desa selama 3 (tiga) kali masa jabatan
berturut-turut atau tidak berturut-turut (dibuktikan dengan surat keterangan
dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan); dan
12. Tidak mengundurkan diri pada saat pencalonan.

PERSYARATAN KHUSUS BAGI TNI/POLRI DAN PNS


 Memiliki izin tertulis dari atasan;

PERSYARATAN KHUSUS BAGI BPD


 Wajib mengundurkan diri dari keanggotaan BPD yang dibuktikan dengan
Keputusan Bupati;

PENJARINGAN BAKAL CALON


 Disesuaikan dengan perda pasal 26 pada penjaringan dan pendaftaran Bakal
calon Kepala Desa serta pada Pasal 27 tentang penyaringan bakal Calon Kepala
Desa.

PENETAPAN CALON KEPALA DESA BAGI INCUMBENT


 Melampirkan surat izin cuti pada saat mendaftarkan diri sebagai calon dari
Camat atas nama Bupati.

PENGUNDIAN NOMOR URUT DAN TANDA GAMBAR/FOTO CALON


 Penentuan nomor urut dan tanda foto calon Kepala Desa dilakukan dengan cara
diundi;
 Penentuan nomor urut dan foto Calon Kepala Desa ditetapkan oleh panitia
pemilihan serta dituangkan dalam berita acara.
PTO Pilkades oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Pamekasan 9
PENGENALAN DAN PENGUMUMAN CALON
Pengumuman dan pengenalan calon Kepala Desa dilaksanakan dengan cara sebagai
berikut:

1) Nama calon dan nomor urut berikut tanda gambar calon diumumkan kepada
masyarakat oleh panitia pemilihan;
2) Calon diberikan waktu oleh panitia pemilihan untuk melakukan pengenalan
kepada kepada masyarakat denga cara :
a) Pengenalan pribadi;
b) Pengenalan tanda gambar;
c) Penyampaian visi dan misi jika terpilih menjadi Kepala Desa (berupa brosur);
4) tata cara pengenalan kepada masyarakat secara teknis pelaksanaannya diatur
oleh panitia pemilihan;
Keterangan sesuaikan dengan Perda pasal 35

KAMPANYE CALON KEPALA DESA


 Tata tertib kampanye diatur oleh Panitia Pilkades;
 Kampanye para calon diarahkan dalam penyampaikan visi dan misi atau
penyebaran brosur dan foto;
 Pelaksanaan kampanye paling lama 3 (tiga) hari kerja;

LARANGAN KAMPANYE :

Dalam pelaksanaannya Kampanye para calon dilarang :

a) saling mencela sesama calon;


b) mengerahkan kekuatan masyarakat untuk perbuatan yang melanggar hukum;
c) melanggar segala ketentuan yang telah disepakati dan tetapkan oleh panitia
pemilihan;
d) Seorang calon kades dilarang berkampanye pada waktu bersamaan dengan
kegiatan bhakti sosial calon yang lain;
e) Dilarang dalam berkampanye membuat suasana yang dapat menimbulkan
keresahan calon kepala desa yang lain;

Sanksi yang dapat dijatuhkan oleh panitia pilkades terhadap peserta/calon kapala
desa yang melanggar larangan kampanye :

1) Teguran tertulis
2) Pencabutan alat peraga atau pamflet dan spanduk;
3) Penghentian kegiatan kampanye serta panitia pemilihan dapat memberikan
sanksi sesuai peruturan perundang-undangan;

MASA TENANG
 Masa tenang adalah waktu 3 (tiga) hari menjelang hari pemungutan suara (hari
“h”), dan masa tenang para calon tidak diperkenalkan untuk melakukan
kegiatan yang bersifat kampanye;
PTO Pilkades oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Pamekasan 10
 Masa hari tenang panitia pilkades menyampaikan surat undangan pemungutan
suara dan membersihkan tanda gambar para calon;

PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA


1) TPS ditetapkan sebelum dibukanya pengumuman dan pendaftaran bakal calon;
2) TPS harus sudah siap (paling lambat h-1);
3) Lokasi tps tidak boleh dihalaman kantor/dinas instansi Pemerintah dan kantor
Desa kecuali tidak terdapat lokasi lain yang memungkinkan untuk
diselenggarakannya pemungutan dan penghitungan suara;
4) TPS harus sudah bersih dari tanda gambar masing-masing calon dengan radius
minimal ±200 (dua ratus) meter
5) Pada saat dilaksanakan Pemungutan suara semua calon harus hadir di TPS
pada waktu yang ditentukan dan duduk di tempat duduk di tempat yang telah
disediakan oleh Panitia Pemilihan;
6) calon yang tidak dapat hadir di TPS wajib memberitahukan kepada Panitia
Pemilihan dengan menyampaikan alasan-alasan/keterangan yang dapat
dipertanggungjawabkan;

KELENGKAPAN PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA


1) Kotak suara sebagai tempat surat suara yang digunakan oleh Panitia dan
pemilih;
2) Bilik suara sebagai tempat untuk memberikan hak suara bagi pemilih;
3) Daftar pemilih tetap seabagai dasar pemilih;
4) Surat suara sebanyak jumlah Pemilih terdaftar dalam DPT ditambah 2,5%.(dua
koma lima persen) dari jumlah pemilih sesuai DPT;
5) Alat pencoblos surat suara,dipergunakan paku;
6) Alat pencoblos berupa busa/bantalan.
7) Panggung untuk para calon;
8) Meja dan kursi untuk panitia, tamu undangan dan pemilih;
9) Sound system;
10) Papan perhitungan suara;
11) Karton dan kertas kecil untuk hasil perolehan suara (sah,tidak sah);
12) Spidol besar dan kecil, bak stempel, karet gelang, kantong plastik/dus;
13) Bantalan berkawat untuk surat undangan;
14) Tinta digunakan untuk pemberi tanda bagi pemilih yang sudah menggunakan
hak pilihnya;

SUSUNAN PELAKSANAAN PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA


1) Pembukaan oleh Ketua Panitia;
2) Sambutan Ketua BPD;
3) Pembukaan kotak suara yang berisi surat suara disaksikan oleh para saksi Calon
dan Calon Kepala Desa, dicek kembali jumlahnya untuk disesuaikan dengan

PTO Pilkades oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Pamekasan 11
jumlah surat suara yang tertera dalam berita acara pada saat surat suara
dimasukkan dalam kotak suara;
4) Para calon Kepala Desa naik ke panggung(tempat yang telah disediakan oleh
Panitia) secara berurutan;
5) Pemungutan dinyatakan dimulai dan di awali oleh keluarga para calon;
6) Pemungutan di akhiri penggunaan suara para calon;
7) Penghitungan suara;
8) Penandatangan berita acara pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan
suara;
9) Pengumuman hasil pemungutan suara;
10) Penetapan calon terpilih oleh BPD;
11) Penutup;

SURAT SUARA SAH (sesuai dengan Perda Nomor 5 Th 2015 Pasal 43:

SURAT SUARA RUSAK ATAU CACAT :


 Surat suara rusak atau cacat yang dimaksud adalah suarat suara rusak atau
cacat sebelum di coblos
 Pemilih menerima, memeriksa surat suara;
 Jika suara dalam rusak atau cacat pemilih berhak meminta surat suara baru
setelah menyerahkan kembali surat suara yang rusak atau cacat;
 Permintaan surat suara baru hanya diperkenankan 1(satu) kali

PELAKSANAAN PENGHITUNGAN SUARA


1. Penghitungan hasil pemungutan suara dilaksanakan setelah pemungutan suara
dinyatakan ditutup;
2. Penghitungan hasil pemungutan suara dilakukan oleh panitia pemilihan dengan
disaksikan oleh masing-masing saksi dari calon Kepala Desa;

PELANTIKAN KEPALA DESA (sesuaikan dengan Perda Nomor 5 Th 2015


pasal 27)

PTO Pilkades oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Pamekasan 12
PENUTUP

KESIMPULAN

Alhamdulillah, dari uraian di atas kita harapkan dapat membantu Panitia

Desa dan Kecamatan sehingga memiliki persamaan pemahaman aplikasi

pelaksanaan pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Pamekasan dengan asas

demokrasi.

Pemilihan Kepala Desa sendiri sangatlah rentan dengan konflik baik sosial

dan budaya, karena Kabupaten Pamekasan terdiri dari beberapa Desa yang memiliki

kultur, prilaku serta pola fikir yang berbeda tentang memahami demokrasi sehingga

masyarakat kita lebih cenderung ke arah psikologis yang disebabkan faktor internal

serta latar belakang dan kepribadian Calon Kepala Desa.

Alasan-alasan tersebut menjadi latar belakang terbitnya penjelasan tahapan

serta contoh draf dokomen kelengkapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa berupa

Berita Acara, Surat dan lainnya, semoga bermamfaat demi pembelajaran demokrasi

di masyarakat kita, Amien.

PTO Pilkades oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Pamekasan 13