Anda di halaman 1dari 8

TUGAS MAKALAH

BAHAN JAMU
DAN CARA PEMBUATANNYA

Nama : ANDRE NP.

Kelas : IX F

SMPN 2 BANJAR

TAHUN AJARAN 2019/2020


BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Obat tradisional Indonesia telah berabad-abad lamanya dipergunakan secara luas oleh
masyarakat Indonesia, meskipun masih banayak bahan baku standar yang belum memiliki
persyaratan resmi. Obat tradisional pada umumnya menggunakan bahan-bahan alam yang
lebih dikenal sebagai simplisia. Simplisia ialah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai
obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga, kecuali dinyatakan lain, berupa bahan
yang telah dikeringkan.

Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan
hewan, bahan mineral, sediaan sarian ( galenik) atau campuran dari bahan tersebut, yang
secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.
Obat bahan alam yang ada di Indonesia saat dapat dikategorikan menjadi 3, yaitu jamu, obat
herbal terstandar, dan fitofarmaka.

Jamu adalah obat tradisional yang disediakan secara tradisional, yang berisi seluruh
bahan tanaman yang menjadi penyusun jamu tersebut, higienis (bebas cemaran) serta
digunakan secara tradisional. Jamu telah digunakan secara turun-temurun selama berpuluh-
puluh tahun bahkan mungkin ratusan tahun, Pada umumnya, jenis ini dibuat dengan mengacu
pada resep peninggalan leluhur . Bentuk jamu tidak memerlukan pembuktian ilmiah sampai
dengan klinis, tetapi cukup dengan bukti empiris turun temurun.

Di tengah-tengah serbuan obat-obatan modern, jamu dan ramuan tradisional tetap


menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat kita. Tidak hanya masyarakat di pedesaan,
masyarakat di perkotaan pun mulai mengkonsumsi obat-obatan tradisional ini. Diberbagai
pelosok tanah air, dengan mudah kita menjumpai para penjual jamu gendong berkeliling
menjajakan jamu sebagai minuman sehat dan menyegarkan. Demikian pula, kios-kios jamu
tersebar merata di seluruh penjuru tanah air. Jamu dan obat-obatan tradisional, telah menjadi
bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat kita..
Oleh karena produk jamu banyak digunakan oleh masyarakat. Sehingga bahan-bahan
jamu perlu diketahui bahan atau tanaman obat yang digunakan dalam sediaan jamu serta cara
meramunya.

I.2 . Tujuan

1. Mengetahui jamu dan khasiatnya

2. Mengetahui berbagai jamu , bahan-bahan, serta cara pengolahan dari jamu

I.3 Manfaat

1. Untuk Mengetahui jamu dan khasiatnya

2. Untuk Mengetahui berbagai jamu , bahan-bahan, serta cara pengolahan dari jamu
BAB II

ISI

II.1. Definisi Jamu

Jamu adalah obat tradisional yang disediakan secara tradisional, yang berisi seluruh
bahan tanaman yang menjadi penyusun jamu tersebut, higienis (bebas cemaran) serta
digunakan secara tradisional. Jamu telah digunakan secara turun-temurun selama berpuluh-
puluh tahun bahkan mungkin ratusan tahun, Pada umumnya, jenis ini dibuat dengan
mengacu pada resep peninggalan leluhur . Bentuk jamu tidak memerlukan pembuktian
ilmiah sampai dengan klinis, tetapi cukup dengan bukti empiris turun temurun.

Jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari indonesia. Belakangan populer
dengan sebutan herba atau herbal. Jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari
tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan dan kulit batang, buah. Ada juga
menggunakan bahan dari tubuh hewan, seperti empedu kambing atau tangkur buaya. Jamu
biasanya terasa pahit sehingga perlu ditambah madu sebagai pemanis agar rasanya lebih
dapat ditoleransi peminumnya.

Jamu sudah dikenal sudah berabad-abad di indonesia yang mana pertama kali jamu
dikenal dalam lingkungan istana atau keraton yaitu kesultanan di djogjakarta dan
kasunanan di surakarta. Jaman dahulu resep jamu hanya dikenal dikalangan keraton dan
tidak diperbolehkan keluar dari keraton. Tetapi seiring dengan perkembangan jaman,
orang-orang lingkungan keraton sendiri yang sudah modern, mereka mulai mengajarkan
meracik jamu kepada masyarakat diluar keraton sehingga jamu berkembang sampai saat ini
tidak saja hanya di indonesia tetapi sampai ke luar negeri.
II. 2 Jenis jamu, khasiat, bahan baku, dan cara pengolahan

1. Jamu beras kencur

Jamu beras kencur dipercaya dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh. Dengan
membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan linu
yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, banyak pula yang berpendapat
bahwa jamu beras kencur dapat merangsang nafsu makan, sehingga selera makan
meningkat dan tubuh menjadi lebih sehat.

Bahan baku

Dalam pembuatan jamu beras kencur, terdapat beberapa variasi bahan yang
digunakan, namun terdapat dua bahan dasar pokok yang selalu dipakai, yaitu beras dan
kencur. Kedua bahan ini sesuai dengan nama jamu, dan jamu ini selalu ada meskipun
komposisinya tidak selalu sama di antara penjual jamu. Bahan-bahan lain yang biasa
dicampurkan ke dalam racikan jamu beras kencur adalah biji kedawung, rimpang jahe,
biji kapulogo, buah asam, kunci, kayu keningar, kunir, jeruk nipis, dan buah pala.
Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga
mencampurkan gula buatan.

Cara pengolahan

Pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu direbus dan dibiarkan sampai dingin,
kemudian disediakan sesuai kebutuhan. Mula-mula beras disangan, selanjutnya ditumbuk
sampai halus. Bahan-bahan lain sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk
menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Kedua bahan ini kemudian dicampur,
diperas, dan disaring dengan saringan atau diperas melalui kain pembungkus bahan. Sari
perasan bahan dicampurkan ke dalam air matang yang sudah tersedia, diaduk rata.
Selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol.
2. Jamu Kunir Asam

Jamu kunir asam dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'adem-
ademan atau seger-segeran' yang dapat diartikan sebagai jamu untuk menyegarkan tubuh
atau dapat membuat tubuh menjadi dingin. Ada pula yang mengatakan bermanfaat untuk
menghindarkan dari panas dalam atau sariawan, serta membuat perut menjadi dingin.
Seorang penjual jamu mengatakan bahwa jamu jenis ini tidak baik dikonsumsi oleh ibu
yang sedang hamil muda sehubungan dengan sifatnya yang memperlancar haid. Ada pula
penjual jamu yang menganjurkan minum jamu kunir asam untuk melancarkan haid.

Bahan baku

Penggunaan bahan baku jamu kunir asam pada umumnya tidak jauh berbeda di antara
pembuat. Perbedaan terlihat pada komposisi bahan penyusunnya. Jamu dibuat dengan
bahan utama buah asam ditambah kunir/kunyit, namun beberapa pembuatnya ada yang
mencampur dengan sinom (daun asam muda), temulawak, biji kedawung, dan air perasan
buah jeruk nipis. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan
seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan, serta dibubuhkan sedikit garam.

Cara pengolahan

Pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu direbus sampai mendidih
dan jumlahnya sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan
ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis
(kunyit), dimasukkan ke dalam air mendidih dan direbus sampai mendidih beberapa saat.
Selanjutnya, ditambahkan gula (atau pemanis buatan) sampai diperoleh rasa manis sesuai
selera (dicicipi). Rebusan yang diperoleh dibiarkan sampai agak dingin, kemudian
disaring dengan saringan. Rebusan yang sudah disaring dibiarkan dalam panci dan
selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.
BAB III

PENUTUP

III.1 Kesimpulan

1. Jamu adalah obat tradisional yang disediakan secara tradisional, yang berisi seluruh
bahan tanaman yang menjadi penyusun jamu tersebut, higienis (bebas cemaran) serta
digunakan secara tradisional
2. Adapun bahan baku dari Jamu yaitu sebagai berikut :
a. Jamu Beras Kencur : bahan dasar pokok yang selalu dipakai, yaitu beras dan kencur.
Bahan-bahan lain yang biasa dicampurkan ke dalam racikan jamu beras kencur adalah biji
kedawung, rimpang jahe, biji kapulogo, buah asam, kunci, kayu keningar, kunir, jeruk nipis,
dan buah pala. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali
mereka juga mencampurkan gula buatan.
b. Jamu Kunir Asam : Jamu dibuat dengan bahan utama buah asam ditambah kunir/kunyit,
temulawak, biji kedawung, dan air perasan buah jeruk nipis. Sebagai pemanis digunakan
gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan,
serta dibubuhkan sedikit garam
c. Jamu Cabe Puyang : Bahan dasar jamu cabe puyang adalah cabe jamu dan puyang.
Bahan lain yang ditambahkan antara lain temu ireng, temulawak, jahe, kudu, adas, pulosari,
kunir, merica, kedawung, keningar, buah asam, dan kunci. Sebagai pemanis digunakan gula
merah dicampur gula putih dan kadangkala mereka juga mencampurkan gula buatan serta
dibubuhkan sedikit garam.
d. Jamu Pahitan : Bahan baku dasar dari jamu pahitan adalah sambiloto. Racikan pahitan
sangat bervariasi, ada yang hanya terdiri dari sambiloto, tetapi ada pula yang menambahkan
bahan-bahan lain yang rasanya juga pahit seperti brotowali, widoro laut, doro putih, dan
babakan pule. Ada pula yang mencampurkan bahan lain seperti adas dan atau empon-empon
(bahan rimpang yang dipergunakan dalam bumbu masakan).
e. Jamu Kunci Sirih : Bahan baku yaitu rimpang kunci dan daun sirih. Biasanya selalu
ditambahkan buah asam yang masak. Bahan-bahan lain yang digunakan dalam ramuan jamu
keputihan atau jamu sari rapat seperti buah delima, buah pinang, kunci pepet, dan majakan.
DAFTAR PUSTAKA

Guba, Iki Aneuk , 2013, http://ourlz.blogspot.com/2013/11/makalah-jamu-dan-khasiatnya.html ,


diakses pada tanggal 10 November 2014

Yunanda putri, Miftah, 2012, http://buktikanbisa.blogspot.com/2012/03/obat-tradisional-


makalah.html, diakses pada tanggal 10 November, 2014