Anda di halaman 1dari 3

PENYIMPANAN OBAT

No. Dokumen :
UKP/VIII/088/SOP/2015
SOP No. Revisi : 001
Tanggal Terbit : 18-11-2015
Halaman : 1/3
UPTD H.Nawawi,SKM.M.Adm.Kes
PUSKESMAS NIP : 197106181991031002
LOA KULU
1. Pengertian Penyimpanan obat adalah suatu kegiatan pengaturan terhadap obat yang di
terima agar aman (tidak hilang)terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia
dan mutunya tetap terjamin, sesuai dengan persyaratan yang di tetapkan

2. Tujuan Agar mutu obat yang tersedia di unit pelayanan kesehatan dapat dipertahankan
sesuai dengan persyaratan yang di tetapkan

3. Kebijakan  SK Kepala Puskesmas nomor 445.1-807/003/Sekrt/SK/IV/2017 tanggal 03


April 2017 tentang Program Upaya Kesehatan Perorangan
 SK Kepala Puskesmas nomor 445.1-807/005/Sekrt/SK/IV/2017 tanggal 03
April 2017 tentang Standar Operasional Puskesmas

4. Referensi  Permenkes RI No. 30 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan


Kefarmasian di Puskesmas.
 Permenkes RI No. 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.

 Permenkes RI No. 46 Tahun 2015 Tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik


Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter dan Tempat Praktek Mandiri
Dokter Gigi

5. Alat & 1. Alat


Bahan a. Alat Tulis
2. Bahan
a. Obat
b. BMHP
c. Reagen Laboratorium
6. Prosedur 1. Setiap penerimaan barang/obat dilengkapi dengan tanda terima yang
ditandatangi baik pemberi maupun penerima.
2. Setiap penerimaan barang diperiksa dengan baik mulai kemasan isi,
jumlah dan tanggal kadaluarsa.
3. Masukan data penerimaan dalam kartu stock masing- masing dan
buku untuk memudahkan rekapitulasi guna laporan bulanan.
4. Setiap obat disimpan berdasarkan metode FIFO (First In First Out)

SOP Penyimpanan Obat| 1/3


sehingga barang baru ditempatkan di belakang barang lama.
5. Pengambilan barang selalu dilakukan dari depan ke belakang.
6. Setiap obat dilengkapi dengan kartu stock untuk memudahkan
kontrol kesesuaian persediaan antara catatan dan fisik.
7. Penempatan obat disesuaikan dengan jenis atau abjad ataupun
kombinasi keduanya.
8. Penempatan obat dalam kategori fast moving sedapatnya dalam jangkauan
yang lebih mudah.
9. Khusus jenis narkotika dan psikotropika ditempatkan dalam lemari
terkontrol. Apabila diperlukan, untuk obat kategori fast moving,
penempatan obat dapat dilakukan dalam dua tempat terpisah
masing-masing stock besar dan stock harian dengan masing-masing
memiliki kartu stock tersendiri ataupun satu kartu stock, kriteria mana
ditetapkan sesuai dengan efektifitas pencatatan dan pengontrolan.
10. Obat yang memerlukan suhu udara tertentu dipisahkan dalam
lemari es.
11. Barang non obat (alkes) serta obat bebas dapat dipisahkan tersendiri

7. Diagram
Alir
Mulai
kartu stok

Obat disimpan
berdasarkan Tulis jumlah obat Tulis tanggal
jenisnya, disusun pada. kartu stok kadaluarsa di kartu
secara FIFO dan stok
FEFO-disusun
menurut alphabet.
Setiap
penambahan atau
Selesai
pengambilan obat
dari gudang harus
dicatat pada kartu
stok.

8. Hal-hal yang Dalam penyimpanan obat harus memperhatikan, sifat obat, golongan obat.
perlu Dan bentuk obat.
diperhatikan
9. Unit terkait  Ruang Pelayanan

10. Dokumen  LPLPO


terkait  Kartu Stock

SOP Penyimpanan Obat| 2/3


11. Rekaman
Yang di Tanggal Mulai
Historis No Isi Perubahan
ubah diberlakukan
Perubahan
1 Nomor Nomor dokumen sebelumnya 15 Februari 2018
Dokumen UKP/08/SOP/047/2015 dirubah
menjadi UKP/VIII/088/SOP/2015
sesuai dengan tata naskah
puskesmas akreditasi
2 Nama Merubah nama pimpinan yang 15 Februari 2018
Pimpinan sebelumnya Amrani,
S.Kep.M.Adm.Kes dirubah menjadi
H.Nawawi,SKM.M.Adm.Kes

SOP Penyimpanan Obat| 3/3