Anda di halaman 1dari 4

KULIAH DR GUNTOR II

Pengaruh biofisika dari gas inert N2 dalam penyelaman :

 Penyakit dekompresi
 Decompression sickness
 DCS
 Diver’s palsy
 Caisson disease
GBR ASCENT

Gas inert : tidak larut atau tidak ada pada metabolism tubuh

Yg larut dalam tubuh = O2 dan CO2

Peristiwa fisika akibat lepasnya gas inert dari bentuk larut menjadi tidak larut

 Hukum Henry
 Teori kecepatan larut dan lepas (tidak larut)

P N2 0,8 ata – N2 larut 1 liter

Ascent  dekompresi ; descent  kompresi

P N2 1,6 ata – N2 larut 2 liter

HK HENRY  Q = P x koefisien kelarutan

Jk P meningkat 2x lipat  P1 0,8 ata menjadi P2 1,6 ata

Peningkatan P lingkungan = kompresi  gerak descent

Penurunan P lingkungan = dekompresi  gerak ascent

GBR + Pelepasan gas menjadi bentuk tidak larut (tidak wajar)

Kelebihan nitrogen yg dikeluarkan saat dekompresi  bahaya

Karena : pelepasan N2 secara tdk wajar mengakibatkan pelepasan gelembung2 dalam tubuh manusia
6

Ada 2 cara Nitrogen menigngalkan larutan

GBR : Supersaturasi dalam tubuh :

 unsaturated (normal)
 dekompresi (ada gelembung)

Q1 (botol ditutup)

- Q2 (botol lgsg dibuka)= P1 P2 diturunkan secara drastic  terbentuk gelembung


- Q2 (botol dibuka sedikit)= p1  p2 turun secara lambat  tidak terbentuk gelembung

Yg menentukan cara N2 lepas dari larutan :

- Besarnya supersaturasi = besarnya kelebihan N2 yg larut (semakin saturated semakin mungkin


terbentuk gelembung)
- Kecepatan dekompresi (dgn naik pelan2  pembentukan gelembung berkurang)

Dekompresi  kondisi supersaturasi N2 (kelebihan N2 larut)

- Tanpa disertai pembentukan gelembung gas


- Disertai pembentukan gelembung gas
o Tanpa disertai gejala klinis
o Disertai gejala klinis (penyakit dekompresi)

Doppler : untuk mendeteksi gelembung gas

10

Gelembung pada pembuluh darah

- Akibat mekanis  obstruksi aliran darah (emboli)


- Perubahan hematologis  hyperkoagulasi (DIC) dan peningkatan permeabilitas dinding vascular
(plasma keluar  darah menjadi kental / hemokonsentrasi)

hasil keduanya  tissue hypoxia

11

Hypercoagulasi (DIC)
Hemokonsentrasi

12

DIagnosa  didasarkan pada adanya gejala klinis setelah terjai peristiwa pendekompresian yang tidak
adekuat (penurunan P yg terlalu cepat)

Gejala klinis tgt jaringan tubuh yg hypoxia :

- Gg neurologis
- Gg musculoskeletal
- Gg pernafasan
- Gg kardiovascular
- Shock meninggal

13

- Bends (pain only)


o Gg musculoskeletal
o Nyeri dan kaku di sekitar sendi
o Plg sering
o Treatment : HBO --- tidak hilang jika diberi analgesic---
o Dx : ditekan dengan manset  nyeri hilang
- Gangguan neurologis
o Motoric dan sensorik
o Klasik : lumpuh setelah menyelam  dive’s palsy
o Gelembung pada spinal terutama lumbal  lumpuh, tidak bs buang air, dsb
o Gelembung pada otak  emboli gas sentral (gjl sperti stroke)
- Chokes
o Sistem pernafasan
o Sesak krn banyak gelembung pada paru
o jarang
- Myocardial ischemia
o Gejala seperti PJK
- Post decompression shock
o Tdk boleh diterapi HBO
- Osteonecrosis disbarik
o Sel tulang mati (masih diperdebatkan)
- Tuli presepsi mendadak

Gejala timbul s/d 24 jam, plg sering 1 jam setelah menyelam


Jika lebih dari 24 jam  bukan DCS

14

Terapi (jangan lebih dari 6 jam):

I. Mengurangi diameter  diberi tekanan


II. Melawan hypoxia jaringan dan mempercepat eliminasi gas inert  diberi O2
III. Mengurangi perubahan hematologis sekunder
o Terapi cairan  infus parenteral
o Terapi anti agregasi trombosit  cth aspirin, clopidogrel
o Anticoagulan  cth : heparin
o Steroid  untuk oedema syaraf
o Lidocaine
I dan II  dengan hiperbarik

PREVENSI DCS
I. Penyelaman dengan alat bantu nafas
- Tidak boleh lama di dalam
- Naik tidak boleh lebih cepat dari 17m/menit (tidak boleh mendahului gelembung udara naik)
II. Peralatan penyelam
- Arloji  untuk mengukur berapa lama
- Alat kedalaman  tau berapa dalam
- Table  jika sudah lewat batas aman, naik bertahap
III. Pencegahan sebelum transfer ke RS
- Oksigen 100%  melawan hipoksia dan eliminasi N2
- Jangan menambah dekompresi (contoh pasien yang dinaikkan:
o pesawat terbang  syarat kabin 1 atm
o Helikopter: <300m
IV. Setelah menyelam jangan langsung naik pesawat
- Setidaknya setelah 9-12jam
V. Hindari factor predisposisi
- Terlalu gemuk
- Dehidrasi
- Menggigil kedinginan
- Retensi co2 dalam tubuh
- Wanita  lebih banyak lemak  lebih mudah terkena DCS