Anda di halaman 1dari 27

9

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori
1. Hakikat Kondisi Fisik
a. Pengertian Kondisi Fisik
Kondisi fisik adalah salah satu persyaratan yang sangat diperlukan
dalam usaha peningkatan prestasi seorang atlet bahkan dapat dikatakan
sebagai keperluan yang tidak dapat ditunda-tunda atau ditawar-tawar lagi.
Dengan demikian maka dapat dinyatakan bahwa kondisi fisik merupakan
kondisi yang paling mendasar dalam upaya pemberdayaan aspek-aspek
lainnya (Sajoto, 1988: 16). Unsur yang paling penting dan menjadi dasar
dalam mengembangkan teknik, taktik, maupun strategi dalam bermain
futsal ialah kondisi fisik. Kondisi fisik adalah salah satu persyaratan yang
sangat diperlukan dalam usaha peningkatan prestasi seorang atlet, bahkan
sebagai landasan titik tolak suatu awalan olahraga prestasi. Kemampuan
fisik adalah kemampuan memfungsikan organ-organ tubuh dalam
melakukan aktivitas fisik sehari-hari. Kemampuan fisik sangat penting
untuk mendukung mengembangkan aktifitas psikomotor. Gerakan yang
terampil dapat dilakukan apabila kemampuan fisiknya memadai. Menurut
Mochamad Sajoto (1995: 8-9), kondisi fisik adalah satu kesatuan utuh dari
komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja, baik
peningkatan maupun pemeliharaan. Artinya bahwa di dalam usaha
peningkatan kondisi fisik maka seluruh komponen tersebut harus
berkembang.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa
kondisi fisik merupakan semua kemampuan jasmani yang menentukan
prestasi yang pelaksanaanya dilakukan melalui kemampuan individu
maupun pribadi. Kemapuan awal kondisi fisik merupakan ukuran atau
pedoman untuk membuat perencanaan latihan. Suatu analisa keadaan awal
secara umum terhadap hasil-hasil pertandingan yang lalu diperlukan untuk

9
10

mengembangkan prestasi dalam masa-masa kompetisi. Secara umum


kondisi fisik yang diperlukan dalam masing-masing olahraga adalah sama,
artinya setiap cabang olahraga memerlukan kondisi fisik tertentu dalam
usaha mencapai hasil yang optimal, begitu pula dalam olahraga Futsal.
Seorang atlet dapat dikatakan dalam keadaan kondisi fisik yang baik apabila
ia mampu melakukan aktivitas yang dibebankan kepadanya atau yang
dilakukannya tanpa kelelahan yang berlebihan. Harsono (1996:1)
mengemukakan bahwa : “kondisi fisik yang baik maka akan ada :
a. Peningkatan dalam kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung.

b. Peningkatan dalam kekuatan, kelentukan, stamina, kecepatan dan


lainlain komponen kondisi fisik.
c. Ekonomi gerak yang lebih baik pada waktu latihan.

d. Pemulihan yang cepat dalam organ-organ tubuh setelah latihan.

e. Respon yang cepat lari organisme tubuh kita apabila sewaktu-waktu


respons demikian diperlukan”.

Pendapat diatas mengemukakan bahwa kondisi fisik memegang


peranan yang sangat penting untuk mempertahankan atau meningkatkan
tingkat kesegaran jasmani. Apabila tingkat kesegaran jasmani seorang atlet
dalam kondisi yang baik maka untuk penerapan teknik dan taktik dalam
permainan akan mudah dikuasai serta gerakan yang dilakukan efektif dan
efisien. Status kondisi fisik dapat mencapai titik optimal jika memulai
latihan sejak usia dini dan dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan
dengan berpedoman pada prinsip-prinsip dasar latihan.
Status kondisi fisik seseorang dapat diketahui dengan cara penilaian
yang berbentuk tes kemampuan. Tes ini dapat dilakukan di dalam
labratorium dan di lapangan. Meskipun tes yang dilakukan di laboratorium
memerlukan alat-alat yang mahal, tetapi kedua tes tersebut hendaknya
dilakukan agar hasil penilaian benar-benar objektif. Kondisi fisik dapat
mencapai titik optimal jika latihan dimulai sejak usia dini dan dilakukan
secara terus menerus. Karena untuk mengembangkan kondisi fisik bukan
merupakan pekerjaan yang mudah, harus mempunyai pelatih fisik yang
11

mempunyai kualifikasi tertentu sehingga mampu membina pengembangan


fisik atlet secara menyeluruh tanpa menimbulkan efek di kemudian hari.
Kondisi fisik yang baik mempunyai beberapa keuntungan, di
antaranya mampu dan mudah mempelajari keterampilan yang relatif sulit,
tidak mudah lelah saat mengikuti latihan maupun pertandingan, program
latihan dapat diselesaikan tanpa mempunyai banyak kendala serta dapat
menyelesaikan latihan berat. Kondisi fisik sangat diperlukan oleh seorang
atlet, karena tanpa didukung oleh kondisi fisik prima maka pencapaian
prestasi puncak akan mengalami banyak kendala, dan mustahil dapat
berprestasi tinggi. Macam kondisi fisik menurut ahli dibagi menjadi dua
yaitu, kondisi fisik umum dan kondisi fisik khusus. Berikut uraiannya :
1. Kondisi Fisik umum
Menurut Syafruddin (1999: 35) ”kondisi fisik umum adalah
merupakan kemampuan dasar untuk mengembangkan kemampuan prestasi
tubuh yang terdiri dari komponen kekuatan, kecepatan, daya tahan dan
kelentukan. Latihan kondisi fisik umum berarti latihan-latihan yang
beranekaragam untuk mengembangkan kemampuan prestasi tubuh dan
merupakan dasar untuk meningkatkan kemampuan kondisi fisik khusus”.
Kemampuan tersebut meliputi kekuatan umum, kecepatan umum,
daya tahan umum dan kelentukan umum. Pasurney (2001: 3) menjelaskan :
“latihan fisik umum terdiri dari latihan dasar yang beragam, dengan kata
lain pelatihan yang mencakup seluruh aspek fisik yang bertujuan pelatihan
yang harmonis dan meningkatkan sistem kardio pulmalis (jantung,
peredaran darah), kekuatan otot dan ruang gerak sendi yang merupakan
dasar, hampir semua cabang olahraga”. Bentuk latihan merupakan suatu
fundamen fisisk dalam setiap cabang olaraga. Ini berarti bahwa latihan
kondisi fisik umum diperlukan untuk semua cabang olaraga.
12

2. Kondisi fisik khusus


Syafruddin (1999: 36) “kondisi fisik khusus adalah merupakan
kemampuan yang langsung dikaitkan dengan kebutuhan suatu cabang
olahraga tertentu”. Rothing dan Grossing dalam Syafruddin (1999: 36)
mengartikan “kondisi khusus sebagai suatu latihan yang optimal dari
kemampuan kondisi yang menentukan prestasi suatu cabang olahraga. Dari
pendapat diatas bahwa kondisi fisik khusus menunjukkan kekhususan suatu
cabang olahraga, karena kebutuhan terhadap kemampuan ini akan berbeda
antara satu cabang olahraga dengan cabang olahraga yang lain. Dengan kata
lain, setiap cabang olahraga atau disiplin tertentu membutuhkan
kemampuan kondisi fisik khusus sendiri dan spesifik. Berdasarkan uraian
diatas dapat dikemukakan bahwa untuk mencapai prestasi olahraga
sebenarnya banyak faktor yang saling mempengaruhi didalamnya.
Faktor kemampuan kondisi fisik merupakan salah satu yang sangat
penting, untuk itu perlu diolah serta diukur untuk melihat ada kemajuan atau
tidak. Karena setiap cabang olahraga tidak sama kondisi fisik yang
diperlukan.
b. Unsur-Unsur Kondisi Fisik dalam Olahraga futsal
Menurut Rusli (1991: 234) komponen kemampuan fisik dasar
cabang olahraga futsal antara lain “1) Daya tahan, 2) Kekuatan, 3) Power,
4) Kecepatan dan 5) Flexsibility”. Selain kondisi fisik di atas kelincahan
juga memiliki peranan penting dan dominan dalam permainan futsal,
khususnya pada keterampilan dribbling bola kesegala arah, serta daya ledak
otot tungkai (explosive power) sangat perlu diperhatikan bagi para pemain
untuk selalu ditingkatkan. Unsur flexibility tidak dimasukan kedalam
penelitian dengan alasan sudah terdapat di dalam unsur kelincahan.
Sedangkan dalam penelitian ini terdapat lima unsur komponen kondisi fisik
yang ingin diteliti yaitu 1). Daya ledak 2). Kekuatan otot tungkai 3).
Kecepatan 4). Kelincahan 5). Daya tahan aerobic. Agar lebih jelasnya
unsur-unsur kondisi fisik yang dibutuhkan dalam permainan futsal adalah
sebagai berikut :
13

1) Daya Ledak (explosive power)


Daya ledak merupakan salah satu dari komponen Biomotorik yang
penting dalam kegiatan olahraga. Karena daya ledak akan menentukan
seberapa keras orang dapat memukul, seberapa jauh melempar, seberapa
tinggi melompat, seberapa cepat lari dan sebagainya. Daya ledak merupakan
perpaduan antara unsur kekuatan dan kecepatan. Menurut Here dalam Arsil
(1999: 71) “daya ledak yaitu kemampuan olahragawan untuk mengatasi
tahanan dengan suatu kecepatan kontraksi tinggi”. Kontraksi tinggi
diartikan sebagai kemampuan otot yang kuat dan cepat dalam kontraksi.
Menurut Jansen dalam Arsil (1999: 71) “daya ledak adalah semua gerakan
explosive yang maksimum secara langsung tergantung pada daya”.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa explosive power (daya
ledak) adalah kemampuan mengarahkan kekuatan dengan cepat dalam
waktu yang singkat untuk memberi momentum yang paling baik pada tubuh
atau objek dalam suatu gerakan explosive untuk mencapai tujuan yang
dikehendaki. Daya ledak otot dikatakan sangat penting karena salah satu
nilai keberhasilan dalam berolahraga diukur dengan berapa jauh seseorang
dapat menendang, menolak, melompat dan sejenisnya. Kemampuan ini
merupakan perujudan dari daya ledak otot seseorang. Agar sesesorang dapat
menendang sekuat-kuatnya, dibutuhkan tolakan yang kuat dan cepat dari
otot-otot tungkai (daya ledak otot tungkai). Kemampuan ini sangat
diperlukan pada cabang olahraga futsal terutama pada saat melakukan
shooting, dan blocking untuk kiper.
2) Kekuatan otot tungkai (strength)
Menurut Irawadi (2011: 48) “kekuatan adalah kemampuan dalam
menggunakan gaya dalam bentuk mengangkat atau menahan suatu beban.
Sedangkan menurut Bompa (1999) mendefinisikan “kekuatan sebagai
kemampuan otot dan saraf untuk mengatasi beban internal dan eksternal.
Secara fisiologis kekuatan merupakan kemampuan otot untuk
mengatasi beban atau tahanan atau kemampuan otot atau sekelompok otot
14

untuk mengatasi tekanan. Menurut Bompa (1999:318) “Strength is the abil-


ity to apply force”.Menurut Sukadiyanto (2002:62) tingkat kekuatan
olahragawan diantaranya dipengaruhi oleh keadaan : panjang pendeknya
otot, besar kecilnya otot, jauh dekatnya titik beban dengan titik tumpu, ting-
kat kelelahan, dominasi jenis otot merah atau putih, potensi otot, pemanfaa-
tan potensi otot, teknik dan kemampuan kontraksi otot).
Kekuatan otot merupakan komponen penting guna meningkatkan
kondisi fisik secara keseluruhan. Menurut Bompa (1994) yang dikutip oleh
Sukadiyanto (2002:65-67) menjelaskan kekuatan secara lebih rinci :
1) Kekuatan Umum
Kekuatan umum adalah kemampuan kontraksi seluruh sistem
otot dalam mengatasi tahanan atau beban.Kekuatan umum merupakan
unsure dasar yang melandasi seluruh program latihan
kekuatan.Olahragawan yang tidak memiliki kekuatan umum secara baik
akan mengalami keterbatasan dalam proses peningkatan kemampu-
annya.
2) Kekuatan Khusus
Kekuatan khusus adalah kemampuan sekelompok otot yang
diperlukan dalam aktivitas cabang olahraga tertentu.Setiap cabang
olahraga dalam pengembangan unsur kekuatan khusus ototnya berbeda-
beda, tergantung dominasi otot yang diperlukan dan yang terlibat dalam
aktivitas.Kekuatan khusus dilatihkan pada periodisasi persiapan tahap
akhir dan perlu dikembangan sesuai kebutuhannya.
3) Kekuatan Maksimal
Kekuatan maksimal adalah kemampuan otot atau sekelompok
otot untuk melawan atau mengangkat beban secara maksimal dalam satu
kali kerja.Kekuatan maksimal digunakan untuk mengukur kemampuan
otot mengatasi beban dalam satu kali angkatan. Cabang olahraga yang
sifatnya bodycontact sangat diperlukan unsur kekuatan maksimal dan
olahraga yang dalam aktivitasnya harus mengatasi beban yang berat
seperti angkat berat, lontar martil dan lain-lain.
15

4) Kekuatan Ketahanan
Kekuatan ketahanan (ketahanan otot) adalah kemampuan otot
atau sekelompok otot dalam mengatasi tahanan atau beban dalam jangka
waktu yang relatif lama.Hal ini merupakan perpaduan dari kekuatan dan
ketahanan otot dalam mengatasi beban secara bersamaan.
5) Kekuatan Kecepatan
Kekuatan kecepatan adalah kemampuan otot untuk menjawab
setiap rangsang dalam waktu sesingkat mungkin dengan menggunakan
kekuatan otot. Kekuatan otot sama dengan power. Power adalah hasil
kali kekuatan dan kecepatan. Pendapat lain menyatakan bahwa
kekuatan kecepatan sama dengan kekuatan eksplosif atau kekuatan
elastis. Kekuatan eksplosif adalah kecepatan kontraksi otot saat
mengatasi beban secara eksplosif.
6) Kekuatan Absolut
Kekuatan absolut adalah kemampuan otot olahragawan untuk
menggunakan kekuatan secara maksimal tanpa memperhatikan berat
badannya sendiri. Kekuatan absolut dapat diketahui dengan cara men-
gukur kekuatannya menggunakan dynamometer dan atau kemampuan
otot maksimal mengangkat beban dalam satu kali kerja.
7) Kekuatan Relatif
Adalah hasil dari kekuatan absolut dibagi berat badan dan lebih
banyak digunakan untuk menentukan kelas dalam pengelompokan
olahragawan pada cabang olahraga beladiri, binaraga dan angkat berat.
8) Kekuatan Cadangan
Adalah perbedaan antara kekuatan absolute dengan jumlah
kekuatan yang diperlukan untuk menampilkan keterampilan dalam ber-
olahraga.
16

3) Kecepatan (speed)
Kecepatan adalah kemampuan untuk melaksanakan gerakan yang
sama atau tidak sama dalam waktu sesingkat mungkin. Speed, Kemampuan
seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk
yang sama dengan waktu sesingkat-singkatnya.
Menurut Irawadi (2011: 62) “kecepatan adalah Kemampuan
seseorang dalam berpindah tempat dari satu titik ke titik yang lainnya dalam
waktu yang sesingkat singkatnya”. Ditinjau dari segi gerak kecepatan
adalah kemampuan dasar mobilitas sistem saraf pusat dan perangkat otot
untuk menampilkan gerakan-gerakan pada kecepatan tertentu. Sedangkan
Arsil (1999: 83) kecepatan adalah kemampuan tubuh mengarahkan semua
sistemnya dalam melawan beban, jarak dan waktu yang menghasilkan kerja
mekanik.
Dari pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa kecepatan adalah
kemampuan tubuh untuk melakukan gerakan yang baik dan dengan waktu
yang sesingkat-singkatnya. Menurut Norsek dalam Arsil (1999: 84)
mengemukakan. kecepatan digolongkan dalam tiga bentuk, yaitu :
1) Kecepatan reaksi adalah kecepatan menjawab suatu rangsangan dengan
cepat.
2) Kecepatan bergerak adalah kecepatan merubah arah dalam gerakan
yang utuh.
3) Kecepatan sprint merupakan kemampuan organisme untuk bergerak
dengan cepat.
Kecepatan dalam futsal sangat dibutuhkan baik itu kecepatan reaksi,
kecepatan bergerak dan kecepatan sprint, karena dalam permainan futsal
sering dihadapkan pada kondisi dimana atlet harus bertindak cepat. Pada
saat penyerangan seorang atlet harus cepat bertindak, kecepatan dalam
menggiring bola (dribble), menerobos lawan, kecepatan dalam passing,
kecepatan dalam berlari sprint membawa bola. Situasi-situasi tersebut
menuntut seorang atlet atau suatu tim mempunyai kecepatan yang baik
untuk memenangkan suatu pertandingan.
17

4) Kelincahan (Agility)
Kelincahan merupakan salah satu komponen kesegaran jasmani
yang sangat diperlukan pada semua aktivitas yang membutuhkan kecepatan
perubahan posisi tubuh dan bagian-bagiannya. Harsono (1996: 21)
mengemukakan bahwa “kelincahan adalah kecepatan dalam mengubah arah
atau posisi tubuh”. Seseorang dikatakan memiliki kelincahan apabila orang
tersebut memiliki kecepatan bergerak dan ketepatan respon alat terhadap
aktivitas yang diberikan. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan
bahwa kelincahan adalah kemampuan tubuh untuk mengubah arah atau
posisi dengan cepat. Kelincahan merupakan modal dalam bergerak dengan
cepat sesuai dengan situasi dan kondisi gerak yang akan dilakukan. Dengan
demikian kelincahan merupapakan dasar dalam mempelajari gerakan-
gerakan baru yang sesuai dengan situasi main futsal.
Kelincahan adalah kemampuan untuk mengubah arah dan posisi
tubuh atau bagian-bagiannya secara cepat dan tepat dengan tanpa
kehilangan keseimbangan. Macam test kelincahan diantaranya adalah, squat
thrust, dogging run. Dalam permainan kelincahan digunakan dalam
penguasaan bola (mengontrol bola), melakukan gerakan-gerakan tipuan
pada saat membawa bola (dribble), melakukan gerakan-gerakan tipuan
untuk mengumpan bola pada teman, gerakan tipuan untuk menerima
passing dari teman, dan banyak lagi gerakan lainnya yang membutuhkan
kelincahan. Apabila kelincahan tidak dimiliki seorang atlet maka teknik dan
taknik dalam permainan lebih mudah dibendung lawan. Oleh karena itu
kelincahan sangat dibutuhkan seorang atlet futsal.
5) Daya tahan aerobik
Daya tahan merupakan salah satu elemen kondisi fisik yang
terpenting, karena dasar dari elemen-elemen kondisi fisik yang lain.
Harsono (1996: 19) mengemukakan “daya tahan adalah keadaan atau
kondisi tubuh yang mampu berlatih untuk waktu yang lama, tanpa
mengalami kelelahan yang berlebihan setelah menyelesaikan latihan
tersebut”. Menurut Irawadi (2011: 34) “daya tahan adalah kesanggupan
18

bekerja dengan intensitas tertentu dalam rentang waktu yang cukup lama,
tanpa kelelahan yang berlebihan”. Sedangkan menurut Annarino dalam
Arsil (1996: 19), “daya tahan adalah hasil kemampuan individu untuk
memelihara gerakannya dalam kurun waktu tertentu”.
Dari pendapat para ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa daya
tahan adalah hasil kemampuan organisme pemain untuk mengatasi
kelelahan yang timbul setelah melakukan aktivitas tubuh olahraga dalam
waktu yang lama. Daya tahan yang dimaksud adalah daya tahan Volume
Oxygen Maximal (VO2max). Tujuan utama dari latihan daya tahan adalah
meningkatkan kemampuan kerja jantung disamping meningkatkan kerja
paru-paru dan sistem peredaran darah. Ketiga komponen ini merupakan
fondamen untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan fisik yang
lainnya. Secara umum kemampuan daya tahan dibutuhkan dalam semua
cabang olaraga yang membutuhkan gerak fisik.
Dalam olahraga futsal daya tahan sangant dibutuhkan karena
olahraga ini dilakuakan dalam waktu yang lama, waktu dalam permainan
boa basket biasanya 2 x 20 menit. Dalam kurun waktu tersebut, seorang
pemain dituntut mampu bermain selama pertandingan berlangsung tanpa
mengalami kelelahan yang berarti dalam permainan futsal ini. Apabila
seorang atlet tidak memiliki daya tahan yang baik tidak mungkin bisa
bermain dengan maksimal, permain menjadi cepat lemas dan kelelahan
dalam pertandingan sehingga permainan pemain menjadi kurang baik
bahkan menjadi kacau karena daya tahan yang buruk. Meskipun teknik dan
taktik seorang atlet bagus tetapi apabila daya tahan atlet tersebut tidak ada
maka teknik dan taktik tersebut tidak dapat dijalankan dengan maksimal
dalam permainan. Untuk itu daya tahan sangatlah penting dalam olahraga
futsal ini.
19

c. Manfaat Kondisi Fisik


Dalam kegiatan olahraga, kondisi fisik seseorang akan sangat
mempengaruhi bahkan menentukan gerak penampilannya. Menurut
Harsono (1988: 153), dengan kondisi fisik yang baik akan berpengaruh
terhadap fungsi dan sistem organisasi tubuh, di antaranya:
1) Akan ada peningkatan dalam kemampuan sistem sirkulasi dan kerja
jantung.
2) Akan ada peningkatan dalam kekuatan, kelentukan, stamina, dan
komponen kondisi fisik lainya.
3) Akan ada ekonomi gerak yang lebih baik pada waktu lainya.
4) Akan ada pemulihan yang lebh cepat dalam organisme tubuh kita
apabila sewaktu-waktu respon diperlukan.

Apabila keempat keadaan di atas kurang atau tidak tercapai setelah


diberi latihan kondisi fisik tertentu, maka hal itu dapat dikatakan bahwa
perencanan, sistematika, metode, serta pelaksanaanya kurang tepat.
d. Faktor- faktor yang Mempengaruhi Kondisi Fisik
Dalam Depdiknas (2000: 8-10), komponen kondisi fisik adalah satu
kesatuan utuh dari komponen kesegaran jasmani. Jadi, faktor-faktor yang
mempengaruhi kesegaran jasmani juga mempengaruhi kondisi fisik
seseorang. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi fisik adalah:
1) Umur
Setiap tingkatan umur mempunyai keuntungan sendiri. Kebugaran
jasmani juga daat ditingkatkan pada hampir semua usia. Pada daya tahan
cardiovaskuler ditemukan sejak usia anak anak sampai sekitar umur 20
tahun, daya tahan cardiovascular akan meningkat dan akan mencapai
maksimal pada usia 20-30 tahun. Daya tahan tersebut akan makin menurun
sejalan dengan bertambahnya usia, tetapi penurunan tersebut dapat
berkurang apabila seseorang melakukan kegiatan olahraga secara teratur.
2) Jenis Kelamin
Kebugaran jasmani antara pria dan wanita berbeda karena adanya
perbedaan ukuran tubuh yang terjadi setelah masa pubertas. Daya tahan
kardiovaskuler pada usia anak-anak antara pria dan wanita tidak berbeda,
tetapi setelah masa pubertas terdapat perbedaan, karena wanita memiliki
20

jaringan lemak yang lebih banyak dan kadar hemoglobin yang lebih
rendah dibanding dengan pria.
3) Genetik
Daya tahan cardiovasculer dipengaruhi oleh faktor genetik yakni
sifat-sifat yang ada dalam tubuh seseorang dari sejak lahir.
4) Kegiatan Fisik
Kegiatan fisik sangat mempengaruhi semua komponen kesegeran
jasmani, latihan bersifat aerobik yang dilakukan secara teratur akan
meningkatkan daya tahan cardiovaskuler dan dapat mengurangi lemak
tubuh. Dengan melakukan kegiatan fisik yang baik dan benar berarti tubuh
dipacu untuk menjalankan fungsinya.
5) Kebiasan merokok
Kebiasaan merokok terutama berpengaruh terhadap daya tahan
cardiovasculer. Pada asap tembakau terdapat 4% karbon monoksida (CO).
Daya ikat CO pada hemoglobin sebesar 200-300 kali lebih kuat dari pada
oksigen.
6) Faktor Lain
Faktor lain yang berpengaruh di antaranya suhu tubuh. Kontraksi
otot akan lebih kuat dan cepat biar suhu otot sedikit lebih tinggi dari suhu
normal tubuh. Suhu yang lebih rendah akan menurunkan kekuatan dan
kecepatan kontraksi otot.
Lebih lanjut menurut Djoko Pekik Irianto, (2004: 9) faktor-faktor
yang mempengaruhi kondisi fisik adalah sebagai berikut:
1) Makanan dan Gizi
Gizi adalah satuan-satuan yang menyusun bahan makanan atau
bahan-bahan dasar. Sedangkan bahan makanan adalah suatu yang dibeli,
dimasak, dan disajikan sebagai hidangan untuk dikonsumsi.Makanan dan
gizi sangat diperlukan bagi tubuh untuk proses pertumbuhan, pengertian sel
tubuh yang rusak, untuk mempertahankan kondisi tubuh dan untuk
menunjang aktivitas fisik. Kebutuhan gizi tiap orang dipengaruhi oleh
berbagai faktor yaitu: berat ringannya aktivitas, usia, jenis kelamin, dan
21

faktor kondisi. Ada 6 unsur zat gizi yang mutlak dibutuhkan oleh tubuh
manusia, yaitu: karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air.
2. Faktor Tidur dan Istirahat
Tubuh manusia tersusun atas organ, jaringan dan sel yang memiliki
kemampuan kerja terbatas. Seseorang tidak mungkin mampu bekerja terus
menerus sepanjang hari tanpa berhenti. Kelelahan adalah salah satu
indikator keterbatasan fungsi tubuh manusia. Untuk itu istirahat sangat
diperlukan agar tubuh memiliki kesempatan melakukan pemulihan
sehingga dapat aktivitas sehari-hari dengan nyaman.
3. Faktor Kebiasaan Hidup Sehat
Agar kesegaran jasmani tetap terjaga, maka tidak akan terlepas dari
pola hidup sehat yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan
cara:
a. Membiasakan memakan makanan yang bersih dan bernilai gizi (empat
sehat lima sempurna).
b. Selalu menjaga kebersihan pribadi seperti: mandi dengan air bersih,
menggosok gigi secara teratur, kebersihan rambut, kulit, dan
sebagainya.
c. Istirahat yang cukup.
d. Menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk seperti merokok, minuman
beralkohol, obat-obatan terlarang dan sebagainya.
e. Menghindari kebiasaan minum obat, kecuali atas anjuran dokter.
4. Faktor Lingkungan
Lingkungan adalah tempat di mana seseorang tinggal dalam waktu
lama. Dalam hal ini tentunya menyangkut lingkungan fisik serta sosial
ekonomi. Kondisi lingkungan, pekerjaan, kebiasaan hidup sehari-hari,
keadaan ekonomi. Semua ini akan dapat berpengaruh terhadap kesegaran
jasmani seseorang.
5. Faktor Latihan dan Olahraga
Faktor latihan dan olahraga punya pengaruh yang besar terhadap
peningkatan kesegaran jasmani seseorang. Seseorang yang secara teratur
22

berlatih sesuai dengan keperluannya dan memperoleh kesegaran jasmani


dari padanya disebut terlatih. Sebaliknya, seseorang yang membiarkan
ototnya lemas tergantung dan berada dalam kondisi fisik yang buruk disebut
tak terlatih. Berolahraga adalah alternatif paling efektif dan aman untuk
memperoleh kebugaran, sebab olahraga mempunyai multi manfaat baik
manfaat fisik, psikis, maupun manfaat sosial.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan
bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi fisik antara lain; makanan
dan gizi, faktor tidur dan istirahat, faktor kebiasaan hidup sehat, faktor
lingkungan, faktor lingkungan dan olahraga, dan lain-lain. Jadi, agar
mempunyai kemampuan kondisi fisik yang baik, seseorang harus
memperhatikan beberapa faktor tersebut.
e. Faktor Kondisi Fisik yang Berpengaruh terhadap Permainan Futsal
Faktor adalah keadaan atau peristiwa dan sebagainya yang
memengaruhi terjadinya sesuatu. Sedangkan dominan adalah berpengaruh
kuat (bersifat) sangat penting dan menentukan karena pengaruh atau
kekuasaan (Bakir dan Suryanto, 2009: 143).
Dengan melihat lamanya waktu permainan dan bentuk keterampilan
yang harus dikuasai oleh setiap pemain futsal maka kondisi fisik pemain
dituntut selalu prima, agar mampu bermain sepanjang waktu pertandingan
dan melakukan gerakan serangan dan bertahan secara maksimal.
Menurut Arma Abdoellah (1981: 416). Unsur kondisi fisik dalam
bermain sepakbola atau futsal terdiri dari:
a. Kecepatan (speed)
b. Kekuatan (strength)
c. Daya tahan (endurance)
d. Kelincahan (agility)
e. Kelentukan (flexibility)
23

Menurut Komarudin (2005: 21-37), bahwa faktor pendukung yang


sangat penting bagi penguasaan keterampilan sepakbola dan futsal ada dua
aspek yang harus dipenuhi, yaitu unsur fisik dan unsur motorik.
a. Unsur Fisik
1) Kelentukan (flexibility)
2) Kekuatan (strength)
3) Daya Ledak (power)
4) Daya tahan (endurance)
b. Unsur motorik
1) Keseimbangan (balance)
2) Orientasi Ruang (spatial orientation)
Menurut Scheunemann, T (2012: 14) Hal-hal yang meningkatkan
kemampuan tubuh atau fisik pemain sepakbola dan futsal terdiri dari :
a. Kekuatan
1) Daya tahan kekuatan
2) Daya eksplositas
3) Kekuatan maksimal
b. Daya tahan
1) Kemampuan gerak tubuh (aerobic capacity)
2) Kekuatan gerak tubuh (aerobic power)
3) Tenaga yang dihasilkan otot dengan laktat (anaerobic
lactic)
4) Tenaga yang dihasilkan otot tanpa laktat (anaerobic
alactic)
c. Kecepatan
1) Reaksi
2) Kemampuan akselerasi (acceleration)
3) Kecepatan maksimal
4) Daya tahan tubuh mempertahankan kecepatan
5) Kemampuan merubah arah lari dengan cepat (acyclic
speed)
24

d. Kelenturan dan mobilitas otot


e. Koordinasi dan kelincahan
f. Kemampuan motorik dasar
g. Daya tanggap dan kewaspadaan (awareness)
Berdasarkan penjelasan tiga ahli tersebut di atas peneliti
menyimpulkan ada beberapa faktor atau komponen kondisi fisik yang
berpengaruh terhadap permainan futsal. Komponen kondisi fisik dalam
penelitian ini antara lain: power otot tungkai/daya ledak, kekuatan otot
tungkai, kelincahan, kecepatan, dan daya tahan aerobik.

2. Hakikat Futsal
a. Permainan Futsal
Futsal adalah singkatan dari futbol (sepakbola) dan sala (ruangan)
dari bahasa Spanyol dan futebol (Portugal/Brasil) dan salon (Prancis).
Menurut Justinus Lhaksana (2004: 32) futsal merupakan olahraga beregu
yang cepat dan dinamis dengan passing yang akurat yang memungkinkan
terjadinya banyak gol. Futsal adalah olahraga yang identik dengan
sepakbola. Asal muasal futsal adalah saat Piala Dunia dilaksanakan di
Uruguay pada 1930 oleh Juan Carlos Ceriani. Awalnya Ceriani hanya
memindahkan latihan sepakbola ke dalam ruangan karena kondisi lapangan
yang licin setelah hujan, namun ternyata latihan ini efektif dan disukai oleh
orang-orang di Amerika Selatan (John Tenang, 2008: 15). Menurut John
Tenang (2008: 17) futsal adalah suatu jenis olahraga yang memiliki aturan
tegas tentang kontak fisik. Sliding tackle, body charge, dan aspek kekerasan
lain seperti halnya dalam permainan sepakbola tidak berlaku pada olahraga
ini serta pemain harus selalu menjaga sportifitas disetiap pertandingan.
Menurut pendapat dari Muhammad Asriady Mulyono (2014: 6) di
Indonesia, futsal masuk pada akhir tahun 2000 dan berkembang pesat
hingga sekarang. Perkembangan olahraga futsal yang semakin cepat dan
dapat diterima oleh berbagai kalangan. Di dalam permainan futsal ada
beberapa teknik dasar yang perlu dikuasai oleh pemain futsal. Pola
25

permainan dalam Futsal banyak didominasi permainan kaki ke kaki,


maksudnya pengaturan dalam bertahan, maupun menyerang lebih banyak
dilakukan dengan umpan-umpan pendek, mengingat ukuran lapangan yang
lebih kecil dibanding lapangan sepakbola. Dengan pola seperti ini skill dan
kekompakan tim terutama dalam mengolah bola, mengumpan, menjaga
pertahanan dan menyerang ke daerah lawan sangat diperlukan.
Futsal sangat identik dengan sepakbola karena dari sejarahnya
seperti yang diungkapkan di atas, futsal berawal dari sepakbola. Secara
filosofi permainannya juga sama, yaitu membuat gol sebanyak mungkin ke
gawang lawan serta menjaga gawang sendiri agar tidak kebobolan. Setiap
tim dalam futsal terdiri dari lima orang, empat orang pemain dan satu orang
kiper. Pertandingan akan dimainkan dua babak dengan durasi 2x20 menit,
dan bisa bertambah untuk pemberian waktu dilakukannya tendangan bebas
atau penalti. (John Tenang, 2008: 41) Dalam futsal juga diperbolehkan
melakukan time out seperti halnya dalam permainan basket yaitu selama
satu menit di setiap babaknya.
Luas lapangan yang digunakan untuk pertandingan futsal dengan
standar internasional adalah panjang lapangan 38-42 m dan lebar lapangan
adalah 18-25 m. Garis di dalam lapangan di kedua sisi terpanjang disebut
touch line sedangkan sisi yang pendek disebut goal line dengan ketebalan
untuk semua garis adalah 8 (delapan) cm. titik tengah ditandai pada garis
setengah lapangan dan sebuah lingkaran dibuat pada titik tengah dengan
diameter 3 (tiga) m. Titik penalti ada dua dalam lapangan futsal, yaitu 6
(enam) m dari titik tengah antara kedua tiang gawang dengan jarak yang
sama, serta titik penalti kedua dengan jarak 10 (sepuluh) m dari titik tengah
antara kedua tiang gawang.
26

Gambar 1. Lapangan Futsal Standar Internasional


(Sumber : Justinus Lhaksana, 2011:10)
Ukuran gawang pada olahraga futsal adalah lebar gawang 3 (tiga) m
serta tinggi gawang 2 (tiga) m. Untuk permukaan lapangan yang disarankan
adalah kayu atau lantai parkit serta bahan lain yang aman dan tidak
membahayakan.

Gambar 2. Ukuran Gawang Futsal


(Sumber : Asmar Jaya, 2008:15)
27

Bola yang digunakan dalam permainan futsal sebagai berikut : a)


ukuran : 4; b) keliling : 62-64 centimeter; c) Berat : 0,4-0,44 kilogram; d)
Lambungan: 55-65 centimeter pada pantulan pertama; e) Bahan : kulit atau
bahan yang cocok lainya (yaitu bahan yang tidak berbahaya). (Justinus
Lhaksana, 2011:11)

Gambar 3. Bola Futsal Standar


(Sumber : Justinus Lhaksana, 2008:36)

Hal lain yang menarik dari olahraga futsal adalah jumlah


pelanggaran yang diakumulasikan. Hal ini sekali lagi mirip dengan
olahraga basket. Jika salah satu tim telah melakukan lima kali pelanggaran
maka pelanggaran berikutnya yang dilakukan akan dihukum dengan
tendangan penalti. Jumlah akumulasi pelanggaran akan kembali menjadi
nol ketika babak kedua dimulai namun apabila terjadi perpanjangan waktu
maka akumulasi pelanggaran di babak kedua dan jumlah pelanggaran pada
babak perpanjangan waktu tetap dihitung.
Permainan futsal pemain dilarang melakukan kontak fisik yang
cukup keras seperti dalam sepakbola. Beberapa kesalahan yang akan
dihukum oleh wasit seperti diungkapkan oleh John Tenang (2008: 48)
adalah menendang atau berusaha menendang lawan, mengganjal atau
berusaha mengganjal lawan. Juga dengan cara sliding (menyorongkan
kedua kaki menyusur tanah) dari arah samping, depan, atau belakang,
melompati badan lawan, mendorong lawan baik dengan tangan maupun
bahu, memukul atau mencoba memukul lawan, menahan badan lawan,
28

meludahi lawan, melakukan sliding tackle untuk merebut bola yang


dikuasai lawan, menyentuh lawan sebelum bola ketika berusaha menguasai
bola, memegang bola secara sengaja kecuali dilakukan oleh kiper di daerah
penalti sendiri.
Sebuah gol dinilai terjadi ketika seluruh dari bola melewati garis
gawang, antara dua tiang vertikal dan di bawah tiang horizontal, kecuali
bola tersebut telah dilempar, dibawa atau secara sengaja didorong oleh
tangan atau lengan oleh seorang pemain dari sisi penyerang termasuk
penjaga gawang (Asmar Jaya, 2008: 36). Tim pemenang adalah tim yang
mampu mencetak jumlah gol lebih banyak daripada tim lawannya. Jika
tidak ada tim yang mencetak gol atau jumlah gol yang dicetak sama oleh
masing-masing tim maka pertandingan dianggap seri/imbang.
Pertandingan dengan hasil imbang aturan kompetisi dapat
menyatakan ketetapan mengenai perpanjangan waktu serta tendangan dari
titik penalti untuk menentukan pemenang. Untuk mencapai prestasi
maksimal di tengah ketatnya persaingan dalam olahraga futsal tidaklah
mudah, prestasi dalam olahraga sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang
sangat berhubungan dengan diri atlet, seperti: kemampuan fisik, teknik,
taktik, dan psikis. Harsono (1988: 100) menjelaskan bahwa untuk
meningkatkan keterampilan dan prestasinya semaksimal mungkin ada
empat aspek yang perlu diperhatikan dan dilatih secara seksama, yaitu
latihan fisik, teknik, taktik dan mental. Dalam upaya meningkatkan prestasi
dalam olahraga futsal, faktor kondisi fisik sangat penting. Kondisi fisik yang
baik diperlukan oleh atlet dalam setiap cabang olahraga guna menunjang
pelaksanaan teknik dan taktik saat berlatih atau bertanding. Kondisi fisik
yang baik merupakan salah satu cara untuk pencapaian prestasi.
Mengenai hal ini, Mochamad Sajoto (1988: 16) menyatakan bahwa
kondisi fisik adalah satu prasyarat yang sangat diperlukan dalam usaha
peningkatan prestasi seorang atlet, bahkan dapat dikatakan sebagai
keperluan dasar yang tidak dapat ditunda atau ditawar lagi.
29

Dijelaskan tentang kondisi fisik dan komponen-komponen kondisi


fisik oleh Mochamad Sajoto (1995: 8) sebagai berikut:
Satu kesatuan utuh dari komponen yang tidak dapat dipisahkan, baik
peningkatannya maupun pemeliharannya. Artinya bahwa setiap usaha
peningkatan kondisi fisik, maka harus mengembangkan semua
komponen tersebut. Komponen kondisi fisik meliputi, kekuatan
(strength), daya tahan (endurance), daya ledak (muscular power),
kecepatan (speed), daya lentur (flexibility), koordinasi (coordination),
keseimbangan (balance), ketepatan (accuracy), reaksi (reaction).

Dalam permainan futsal, komponen kondisi fisik yang dominan


salah satunya adalah power endurance. Seorang pemain futsal harus
mempunyai kemampuan power endurance, di mana otot-otot harus kuat
dalam melakukan gerakan dan harus mampu bertahan lama supaya tidak
cepat lelah, dikarenakan olahraga futsal merupakan cabang olahraga yang
memerlukan endurance yang lama. Power endurance adalah kemampuan
seseorang unutk menggunakan kemampuan maksimum yang dikerahkan
dengan kuat dan cepat dengan waktu yang relatif lama dan dalam
pengulangan yang banyak. Power endurance merupakan gabungan dari
kekuatan otot yang cepat (power) dan daya tahan otot (musle endurance).
Power adalah kemampuan otot untuk mengerahkan kekuatan
maksimal dalam waktu yang sangat cepat. Daya tahan kekuatan mengacu
pada suatu kelompok otot yang mampu untuk melakukan kontraksi yang
berturut-turut untuk waktu yang lama atau juga mampu mempertahankan
kontraksi statis untuk waktu yang lama.
b. Teknik Dasar Bermain Futsal
Teknik dasar futsal merupakan bagian olahraga futsal yang sangat
penting. Berbagai teknik dalam futsal harus dikuasai oleh setiap pemain
agar dalam melakukan gerakan menjadi baik sehingga dapat menguasai
bola dengan baik pula. Pemain yang memiliki teknik dasar yang baik dalam
mengolah bola, maka pemain tersebut cenderung dapat bermain futsal
dengan baik pula.
30

1. Teknik Dasar Permainan Futsal


Menurut Andri Irawan (2009: 22), teknik dasar dalam permainan
futsal adalah sebagai berikut:
a. Teknik Dasar Mengumpan (Passing)
Passing adalah merupakan salah satu teknik dasar
permainan futsal yang sangat dibutuhkan oleh setiap pemain, karena
dengan lapangan yang rata dan ukuran yang relatif kecil maka
dibutuhkan passing yang keras dan akurat karena bola meluncur
sejajar dengan tumit pemain, sebab hampir sepanjang permainan
futsal menggunakan passing.
b. Teknik Mengumpan Lambung (Chipping)
Chipping yaitu operan yang menggunakan ujung kaki dan
digunakan untuk melintasi lawan dengan umpan lambung yang
memblok jalur operan bola bawah.

Gambar 4. Teknik Dasar Chipping


(Sumber: Andri Irawan, 2009: 28)
31

c. Teknik Dasar Menerima Bola (Receiving)


Teknik menerima bola terdiri dari teknik menggunakan
telapak kaki, kaki bagian dalam dan kaki bagian luar, paha, dada dan
kepala, tergantung situasi dan kondisi bola yang mengarah pada kita.
Karena dengan permukaan yang rata maka bola akan bergulir cepat,
ditekankan lebih banyak menerima menggunakan telapak kaki.
d. Menggiring Bola (Dribbling)
Menggiring bola adalah suatu usaha memindahkan bola dari
satu daerah ke daerah lain atau dengan berliku-liku untuk
menghindari lawan.
e. Teknik Dasar Menembak (Shooting)
Shooting dapat dibagi menjadi dua teknik yaitu
menggunakan punggung kaki dan ujung kaki. Shooting adalah salah
satu cara untuk menciptakan gol dalam futsal.
f. Teknik Dasar Menyundul (Heading)
Teknik dasar menyundul bertujuan untuk mengumpan,
mencetak gol dan mematahkan serangan lawan. Menyundul
dilakukan jika bola tersebut melambung tinggi di atas kepala kita.

Gambar 5. Teknik Dasar Heading


(Sumber: John Tenang, 2008: 69)
32

Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa


beberapa teknik dasar dalam futsal seperti teknik mengumpan, teknik
menahan bola, teknik menggiring bola, teknik menembak, teknik
menyundul dan teknik tendangan ke dalam sangat penting dan harus
dikuasai para pemain. Karena jika semua teknik tersebut dapat
dilakukan dengan baik dan benar maka pemain tersebut juga bisa
bermain dengan bagus.
c. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Permainan Futsal
Permainan futsal adalah cabang permainan olahraga beregu atau
permainan tim. Tim yang baik, kuat dan tangguh adalah tim yang mampu
menampilkan permainan yang kompak dan padu. Dapat dikatakan bahwa
tim yang baik bila terdapat kerjasama yang baik maka akan dapat dengan
mudah memenangkan suatu pertandingan. Untuk mendapatkan kerjasama
tim yang tangguh diperlukan pemain-pemain yang menguasai bagian-
bagian dari bermacam-macam teknik dasar permainan futsal dan terampil
melaksanakannya, serta memerlukan kondisi fisik yang prima. Kualitas
keterampilan teknik dasar bermain setiap pemain tidak lepas dari faktor-
faktor kondisi fisik dan taktik sangat menentukan tingkat permainan suatu
tim futsal. Makin baik tingkat penguasaan keterampilan teknik dasar
bermain setiap pemainnya di dalam memainkan dan menguasai bola, maka
makin cepat dan cermat kerjasama kolektif akan tercapai. Dengan demikian
kesebelasan akan lebih lama menguasai bola dan akan mendapatkan
keuntungan secara fisik dan taktik.
Faktor-faktor yang menentukan pencapaian prestasi olahraga
menurut sajoto (1995:2-5) adalah sebahai berikut:
1) Aspek biologis terdiri dari:
a) Potensi atau kemampuan dasar tubuh

b) Fungsi organ-organ tubuh

c) Struktur dan postur tubuh

d) Gizi
33

2) Aspek psikologis terdiri dari:


a) Intelektual
b) Motivasi
c) Kepribadian
d) koordinasi kerja otot dan syaraf
3) Aspek lingkungan terdiri dari:
a) Sosial
b) Sarana dan prasarana olahraga yang tersedia
c) Cuaca
d) Orang tua, keluarga dan masyarakat
4) Aspek penunjang terdiri dari:
a) Pelatih yang berkualitas tinggi
b) program yang tersusun secara sistematis
c) Penghargaan dari masyarakat dan pemerintah
d) Dana yang menandai
e) Organisasi

Menurut Soekatamsi (1984:11) Untuk meningkatkan dan mencapai


prestasi yang setinggi-tingginya, olahragawan haruslah memiliki 4
kelengkapan pokok yaitu:
1) Pembinaan teknik
2) Pembinaan fisik
3) Pembinaan taktik
4) Kematangan juara

Faktor-faktor tersebut yang perlu mendapat perhatian baik bagi


pemain, pelatih dan semua pihak yang bersangkutan dengan pembinaan
prestasi dalam permainan futsal.
34

B. Kajian Penelitian Yang Relevan


1. Ibnu Fathku Royana (2017) yang meneliti tentang analisis kondisi fisik pemain
futsal Upgris. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa kon-
disi fisik pemain futsal Upgris berada pada kategori sedang.
2. Galant Pradana Putra (2013) Profil Kondisi pemain Futsal Pelatda Kabupaten
Klaten Tahun 2018. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa
profil kondisi fisik pemain futsal pelatda futsal kabupaten Klaten secara umum
disimpulkan kedalam kategori cukup baik.
Penelitian tersebut di atas relevan dengan penelitian ini, karena komponen
kondisi fisik yang digunakan sama, dan instrumen yang digunakan juga sama,
meskipun sedikit berbeda.

C. Kerangka Berpikir
Berdasarkan dari beberapa penjelasan yang telah dijabarkan pada latar
belakang dan tinjauan pustaka, dapat disusun keranga berfikir dalam penelitian ini
bahwa terdapat banyak faktor yang mepengaruhi prestasi atlet futsal. Faktor-faktor
tersebut, semuanya mempunyai hubungan yang erat antara satu faktor dengan
faktor yang lain baik yang berasal dari dalam atlet dan luar atlet.
Apabila faktor tersebut terganggu atau tidak dapat dipenuhi, maka akan
berakibat pada pretasi yang akan tercapai. Kondisi fisik atlet hendaknya disadari
oleh para pelatih dan juga atlet itu sendiri. Perlunya mengetahui kondisi fisik atlet
bagi pelatih yaitu agar seorang pelatih dapat merencanakan program latihan
berikutnya. Sedangkan untuk atlet sendiri, agar seorang atlet dapat mengetahui
seberapa besar kemampuan fisik yang dimilikinya. Kondisi fisik ini sangat penting
karena dapat pengaruh pula pada saat pertandingan. Kondisi fisik ini terdiri dari
daya tahan, kekuatan, kelincahan, kecepatan, maupun kelentukan.
Setiap pemain futsal harus mempunyai kondisi fisik yang prima agar dapat
mencapai prestasi yang optimal. Untuk mendapatkan kondisi fisik yang prima,
tentu harus melalui proses latihan yang tepat dan terprogram. Selain itu, seorang
pemain futsal juga harus bisa menjaga dan mempertahankan kondisi fisiknya agar
jangan sampai mengalami penurunan. Karena dengan kondisi fisik yang bagus akan
35

memudahkan pemain dalam mempelajari keterampilan yang relatif sulit, mampu


menyelesaikan program latihan yang diberikan oleh pelatih tanpa mengalami
banyak kesulitan, serta tidak akan mudah lelah saat mengikuti latihan maupun
pertandingan.
Faktor yang dimiliki oleh setiap pemain itu berbeda-beda. Setiap sesi latihan
dalam cabang olahraga tertentu memiliki porsi sendiri-sendiri dalam upaya
meningkatkan kondisi fisik masing-masing cabor tertentu. Dalam olahraga futsal
komponen-komponen kondisi fisik harus dimiliki oleh setiap pemain futsal Porprov
Surakarta tahun 2018 yang mengikuti latihan dan pertrandingan. Ada beberapa
komponen kondisi fisik yang harus dimiliki oleh pemain futsal. Untuk
meningkatkan dan mempertahankan kondisi fisik, maka harus mengembangkan
klomponen kondisi nfisik tersebut. Dalam penelitian ini komponen kondisi fisik
yang diteliti ialah: daya ledak (explosive power), kekuatan otot tungkai, kecepatan
(speed), kelincahan (agility), dan daya tahan aerobik. Dari keseluruhan pemain
futsal pelatda porprov kota Surakarta tahun 2018 perlu ada catatan tentang kondisi
fisik yang dimiliki oleh setiap individu sebagai tolak ukur dalam menetukan
kebutuhan kondisi fisik yang ingin mengikuti Porprov Jawa Tengah 2018.