Anda di halaman 1dari 4

Nama : YUSTIKA

Nim : 3201016008

Prodi : Kesehatan Masyarakat

Mata kuliah : Pengelolaan Sampah dan Limbah Gas

ARTIKEL :

KRITIKAN TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH

Berbicara tentang pengelolaan sampah yang merupakan, pengumpulan

atau pemungutan, pemrosesan, daur ulang, atau pembuangan dari material

sampah. Kalimat yang sering kita dengar bagaimana persoalan tentang material

sampah yang dihasilkan oleh manusia dan biasanya dikelola untuk mengurangi

dampaknya bagi kesehatan, lingkungan dan estetika. Pengelolaan sampah juga di

lakukan untuk memulihkan sumber daya alam.

Pada umumnya kesan pertama dari memasuki sebuah kabupaten\kota,

kecamatan dan wilayah adalah kebersihan. Salah satu dari kualitas lingkungan

hidup suatu tempat tidak lepas dengan yang dinamakan pengelolaan sampah. Jika

pada suatu kabupaten\kota, kecamatan dan wilayah tersebut tidak bisa megelola

sampah, maka daya saing kabupaten\kota, kecamatan dan wilayah akan kurang

dalam berbagai sektor pembangunan lainnya. Secara sosial dan ekonomi,

tentunyanya orang-orang tidak tertarik untuk beraktivitas dan tinggal disebuah

kota\kabupaten, kecamatan yang kotor dan tidak sehat.


Telah kita lihat untuk pengelolaan sampah diberbagai kabupaten\kota dan

wilayah di Indonesia mayoritas masih ditumpuk begitu saja dilahan terbuka.

Bahkan ada beberapa desa dibeberapa kecamatan mayoritas masih membuang

sampah kealiran sungai atau dibuang langsung kelaut, tanpa menyadari bagaimana

sampah merusak lingkungan, kesehatan dan estetika. Itu semua karena kurangnya

kesadaran pemerintah dan masyarakat setempat bagaimana pentingnya mengelola

sampah dengan lebih baik agar lingkungan tidak tercemar dengan yang namanya

sampah.

Walaupun telah disediakan tong sampah masing-masing satu untuk

beberapa rumah dibeberapa daerah tetapi belum dipergunakan semaksimal

mungkin karena kurangnya kesadaran pemerintah setempat dimana pemerintah

tidak memfasilitasi masyarakat setempat dengan mobil pengangkut sampah untuk

dibuang ditempat pembuangan akhir untuk dikelola dengan baik. Akhirnya

sampah-sampah tersebut kian hari menumpuk, lalu masyarakat akan kembali

membuangnya ke laut karena tidak adanya tempat pembuang akhir, selain itu

sampah dibiarkan menumpuk karena masyarakat saling mengharap siapa yang

akan membuangnya lagi. Bahkan masyarakat setempat tidak menggunakan

kembali tong sampah tersebut dan mereka mengelola sampahnya dengan cara

membakar atau membuangnya ke laut.

Seharusnya pemerintah setempat memiliki kesadaran untuk memerhatikan

masyarakatnya dengan menyediakan tempat pembuangan akhir ditiap tempat yg

bisa dijangkau oleh beberapa desa, menggunakan fasilitas mobil pengangkut

sampah yang harus disediakan oleh pemerintah setempat. Minimal Pemerintah


juga menyediakan bank sampah disetiap kecamatan, dan memberi pemahaman

masyarakat setempat apa manfaat dari bank sampah, dimana bank sampah

tersebut adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang

sudah dipilah pilah, hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan

disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul

sampah.

Masyarakat harus diberi pemahaman bagaimana dampak sampah bagi

kehidupan masyarakat. Adapun dampak sampah bagi masyarakat yaitu:

Dampak terhadap kesehatan

Penanganan sampah yang tidak baik akan memberikan dampak buruk bagi

kesehatan masyarakat disekitarnya. Sampah tersebut akan berpotensi

menimbulkan bahaya bagi kesehatan, seperti, penyakit diare, tifus, kolera,

penyakit jamur, dan penyakit cacingan.

Dampak sampah terhadap lingkungan

Selain berdampak buruk bagi kesehatan manusia, penanganan sampah yang tidak

baik juga mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan. Seringkali sampah yang

menumpuk disaluran air mengakibatkan aliran air menjadi tidak lancar dan

berpotensi mengakibatkan banjir. Selain itu sampah cair yang berada disekitar

saluran air akan menimbulakan bau tak sedap.

Dampak sampah terhadap sosial ekonomi

Penanganan sampah yang tidak baik juga berdampak pada keadaan sosial dan

ekanomi, beberapa diantaranya yaitu:

 Meningkatnya biayaya kesehatan karena timbulnya penyakit;


 Kondisi lingkungan tidak bersih akibat penanganan sampah yang tidak

baik. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada kehidupan sosial

masyarakat secara keseluruhan.

Masyarakat juga harus diberikan pelatihan bagaimana cara pengelolaan

sampah yang lebih baik dengan menerapkan pengelolaan sampah 3 R, 1. Reuse

(menggunakan kembali), 2. Reduce (mengurangi), 3. Recycle (daur ulang).