Anda di halaman 1dari 233

PERATURAN

DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING


PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN

NOMOR 15/PER-DJPDSPKP/2017

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS PENGELOLAAN BANTUAN PEMERINTAH PEMBANGUNAN


GUDANG BEKU TERINTEGRASI TAHUN 2017

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING


PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka mewujudkan efektivitas dan


terukurnya hasil pelaksanaan pengelolaan
Bantuan Pemerintah di lingkup Direktorat
Jenderla Penguatan Daya Saing Produk Kelautan
dan Perikanan, perlu menyempurnakan Peraturan
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk
Kelautan dan Perikanan Nomor 4/PER-
DJPDSPKP/2017 tentang Petunjuk Teknis
Pengelolaan Bantuan Pemerintah Pembangunan
Gudang Beku Terintegrasi Tahun 2017;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
yang dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan
Peraturan Direktur Jenderal Penguatan Daya
Saing Produk Kelautan dan Perikanan tentang
Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Pemerintah
Pembangunan Gudang Beku Terintegrasi
Tahun 2017;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang
Perikanan sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2004 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4433);
2. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang
Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 8);
-2-

3. Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2015 tentang


Kementerian Kelautan dan Perikanan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor
111) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Presiden Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan
Atas Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2015
tentang Kementerian Kelautan dan Perikanan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2017 Nomor 5);
4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor
168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme
Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada
Kementerian Negara/Lembaga (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1340)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Menteri Keuangan Nomor 173/PMK.05/2016
tentang Perubahan atas Peraturan Menteri
Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang
Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan
Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016
Nomor 1746);
5. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
70/PERMEN-KP/2016 tentang Perubahan Atas
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
17/PERMEN-KP/2016 tentang Pedoman Umum
Dalam Rangka Penyaluran Bantuan Pemerintah di
Kementerian Kelautan dan Perikanan;
6. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
06/PERMEN-KP/2017 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017
Nomor 220);

MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN
DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGELOLAAN
BANTUAN PEMERINTAH PEMBANGUNAN GUDANG
BEKU TERINTEGRASI TAHUN 2017.

Pasal 1
Menetapkan Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Pemerintah Pembangunan
Gudang Beku Terintegrasi (Integrated cold storage/ICS) / Unit Pengolahan Ikan
(UPI) Tahun 2017 sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan ini.
-3-

Pasal 2

Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Pemerintah Pembangunan Gudang


Beku Terintegrasi (Integrated cold storage/ICS) / Unit Pengolahan Ikan (UPI)
Tahun 2017 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 digunakan sebagai
pedoman bagi satuan kerja lingkup Direktorat Pengeloaan dan Bina Mutu,
Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan,
Dinas yang menangani urusan kelautan dan perikanan di Daerah, dan
Penyuluh Perikanan serta para pelaku usaha perikanan dalam penyaluran
dan pengelolaan Bantuan Pemerintah Pembangunan Gudang Beku
Terintegrasi (Integrated cold storage/ICS) / Unit Pengolahan Ikan (UPI) Tahun
2017.

Pasal 3
Pada saat Peraturan Direktur Jenderal ini mulai berlaku, Peraturan
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan
Nomor 4/PER-DJPDSPKP/2017 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan
Bantuan Pemerintah Pembangunan Gudang Beku Terintegrasi (Integrated cold
storage/ICS) / Unit Pengolahan Ikan (UPI) Tahun 2017, dicabut dan dinyatakan
tidak berlaku.

Pasal 4
Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 15 Mei 2017
DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN
DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN
Paraf PERIKANAN
Sesditjen
Dir.PBM
Kabag Program ttd.
Kabag Hukum, Kerja Sama,
dan Humas
Kasubbag Hukum NILANTO PERBOWO

Salinan sesuai dengan aslinya


Kepala Bagian Hukum, Kerja Sama,
dan Humas

Esti Budiyarti
Lampiran I : Peraturan Direktur Jenderal Penguatan
Daya Saing Produk Kelautan dan
Perikanan
Nomor 15/PER-DJPDSPKP/2017
tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan
Bantuan Pemerintah Pembangunan
Gudang Beku Terintegrasi Tahun 2017

PENGELOLAAN BANTUAN PEMERINTAH


PEMBANGUNAN GUDANG BEKU TERINTEGRASI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Tujuan dan Indikator Keberhasilan


A. Tujuan
Tujuan pemberian Bantuan Pemerintah Pembangunan Gudang
Beku Terintegrasi adalah:
1. Menanggulangi kendala mendasar di pulau-pulau kecil terluar
dan daerah sentra produksi perikanan, yakni faktor musim,
keterpencilan, dan karakteristik komoditas ikan yang mudah
rusak; dan
2. Mendorong peningkatkan nilai tambah produk hasil perikanan.

B. Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan Bantuan Pemerintah Pembangunan
Gudang Beku Terintegrasi adalah:
1. Terlaksananya pembangunan ICS/UPI dilengkapi dengan
sarana dan prasarana penunjang dengan produksi 5-10
Ton/hari (untuk ICS/UPI kapasitas 5 Ton pembekuan dan 100
Ton Gudang Beku) atau 6,5 – 13 Ton/hari (untuk ICS/UPI
kapasitas 10 Ton pembekuan dan 200 Ton Gudang Beku); dan
2. Terlaksananya penyaluran, dan pemanfaatan Bantuan
Pemerintah pembangunan Gudang Beku Terintegrasi.

1.2. Sasaran
-2-

Sasaran Bantuan Pemerintah berupa Pembangunan ICS/UPI


diperuntukkan bagi Lembaga Pemerintah dalam hal ini Dinas Kelautan
dan Perikanan Provinsi/Kabupaten/Kota maupun Dinas yang
membidangi urusan perikanan.

1.3. Pengertian
Dalam petunjuk teknis ini, yang dimaksud dengan:
a. ICS/UPI (Integrated Cold Storage System - ICS)/Unit Pengolahan
Ikan (UPI) adalah tempat dan fasilitas untuk melakukan aktivitas
Pengolahan Ikan yang dilengkapi dengan sarana pembekuan dan
gudang beku;
b. Gudang Beku adalah suatu ruangan yang dilengkapi dengan
anteroom dan berfungsi untuk menyimpan/mengawetkan ikan beku
pada suhu ruangan -25°C atau lebih rendah;
c. Anteroom adalah ruang tertutup yang berada pada akses keluar -
masuk ke ruang pembekuan/gudang beku, berfungsi mencegah
infiltrasi suhu udara ambien ke dalam ruang pembekuan/gudang
beku yang dapat mengakibatkan terjadinya fluktuasi suhu;
d. Air Blast Freezer, yang selanjutnya disingkat ABF, adalah ruangan
dimana udara pada suhu beku (-35°C atau lebih rendah)
disirkulasikan oleh blower untuk tujuan pembekuan ikan
basah/produk secara cepat hingga suhu pusat produk mencapai -
18°C;
e. Tunnel Freezer (Continous ABF) adalah tipe pembekuan ABF secara
terus-menerus menggunakan belt atau konveyor untuk mentransfer
produk melalui ruang pembekuan cepat;
f. Contact Plate Freezer, yang selanjutnya disingkat CPF adalah tipe
pembekuan melalui plat-plat (aluminium alloy) yang dialiri
refrigerant sehingga memberikan permukaan perpindahan panas
dari produk yang ditempatkan ke dalam frame plate freezer;
g. Unit Pengolahan Ikan yang selanjutnya disingkat UPI, adalah tempat
dan fasilitas untuk melakukan aktivitas pengolahan ikan;
h. Pengolahan Ikan adalah rangkaian kegiatan dan/atau perlakuan
dari bahan baku ikan sampai menjadi produk akhir untuk konsumsi
manusia;

i. Produk Pengolahan Ikan adalah setiap bentuk produk pangan


-3-

berupa ikan utuh atau produk yang mengandung bagian ikan,


termasuk produk yang sudah diolah dengan cara apapun yang
berbahan baku utama ikan;
j. Ikan Beku adalah produk dari ikan hidup dan atau basah dan atau
beku yang mengalami perlakuan pencucian dengan atau tanpa
penyiangan dan selanjutnya dibekukan hingga suhu pusat
mencapai -18ºC atau lebih rendah;
k. Nilai Tambah Produk Hasil Perikanan adalah pertambahan nilai
produk Hasil Perikanan sebagai akibat dari kegiatan penanganan,
pengolahan, dan distribusi dalam suatu proses produksi;
l. Kelayakan Pengolahan adalah suatu kondisi yang memenuhi prinsip
dasar pengolahan, yang meliputi konstruksi, tata letak, higiene,
seleksi Bahan Baku dan teknik pengolahan;
m. Sertifikat Kelayakan Pengolahan adalah sertifikat yang diberikan
kepada pelaku usaha Industri Pengolahan Ikan terhadap setiap unit
Pengolahan Ikan yang telah menerapkan cara pengolahan Ikan yang
baik (Good Manufacturing Practices-GMP) dan memenuhi
persyaratan prosedur operasi sanitasi standar (Sanitation Standard
Operating Procedure-SSOP);
n. Cara pengolahan ikan yang baik adalah pedoman dan tata cara
pengolahan ikan yang baik untuk memenuhi persyaratan jaminan
mutu dan keamanan Hasil Perikanan;
o. Prosedur Operasi Sanitasi Standar adalah pedoman dan tata cara
penerapan sanitasi yang baik untuk memenuhi persyaratan jaminan
mutu dan keamanan Hasil Perikanan;
p. Keamanan Hasil Perikanan adalah kondisi dan upaya yang
diperlukan untuk mencegah hasil dan produk perikanan dari
kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat
mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia
serta menjamin bahwa hasil dan produk perikanan tidak akan
membahayakan konsumen;
q. Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan adalah upaya
pencegahan dan pengendalian yang harus diperhatikan dan
dilakukan sejak praproduksi sampai dengan pendistribusian untuk
menghasilkan hasil perikanan yang bermutu dan aman bagi
kesehatan manusia;
r. HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) adalah sistem
-4-

manajemen keamanan pangan yang mendasarkan kesadaran


bahwa dapat timbul pada tahap-tahap proses, namun dapat
dikendalikan melalui tindakan pencegahan dan pengendalian titik-
titik kritis.
-5-

BAB II
PENGELOLAAN BANTUAN PEMERINTAH

ICS/UPI merupakan tempat untuk melakukan aktifitas pengolahan


ikan yang dilengkapi dengan mesin pendingin dalam rangka meningkatkan
nilai tambah produk hasil perikanan. ICS/UPI yang dibangun digunakan
untuk menghasilkan produk pengolahan ikan beku maupun segar, sehingga
harus dilengkapi dengan fasilitas/sarana pengolahan, fasilitas pembekuan
dan fasilitas penyimpanan beku (cold storage) bersuhu ruang -25°C atau
lebih rendah sehingga mampu menjaga mutu dan kondisi produk beku.
ICS/UPI yang menangani produk segar harus mempunyai sarana
pendinginan yang mampu mempertahankan suhu produk pada titik leleh es.
Bentuk produk pengolahan ikan dapat berupa ikan utuh dengan atau
tanpa penyiangan (whole gilled gutted –WGG), fillet dengan atau tanpa kulit
(skinless/skin on), tuna loin, udang beku (individual quick frozen-IQF/block
frozen), dan bentuk olahan lainnya sesuai jenis komoditas dan permintaan
konsumen.
Ikan yang disimpan dalam gudang beku harus telah dibekukan dalam
ruang pembekuan atau sarana pembekuan lainnya hingga suhu pusat
produk mencapai -18°C. Metode pembekuan ikan yang umum dilakukan
adalah menggunakan Air Blast Freezer, yaitu berupa ruangan dimana udara
pada suhu beku (-35°C atau lebih rendah) disirkulasikan oleh blower untuk
tujuan pembekuan ikan basah/produk secara cepat. Sarana pembekuan
lainnya seperti Contact Plate Freezer(CPF) maupun Tunnel Freezer digunakan
untuk produk pengolahan ikan tertentu. CPF digunakan untuk produk yang
dibekukan dalam bentuk block, misalnya udang (block frozen shrimp).
Tunnel freezer digunakan untuk membeku produk secara cepat (+30 menit)
dalam bentuk individual seperti, fillet, atau udang (mentah atau rebus).
Operasional ICS/UPI juga wajib menerapkan sistem manajemen
keamanan pangan yang mencakup Good Manufacturing Practices (GMP),
Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP) dan sistem Hazard Analysis
Critical Control Point (HACCP).
Berdasarkan fungsi yang telah diuraikan di atas, maka ICS/UPI
memiliki beberapa kriteria sebagai berikut:

1. Bangunan memiliki fasilitas penanganan dan pengolahan ikan,


pembekuan, dan penyimpanan beku yang konstruksi, desain dan tata
-6-

letaknya memenuhi persyaratan kelayakan pengolahan;


2. Berfungsi sebagai unit pengolahan dan penyimpanan produk pengolahan
ikan;
3. Kegiatan pengolahan ikan untuk meningkatkan nilai tambah produk hasil
perikanan;
4. Produk pengolahan ikan yang dihasilkan dalam bentuk beku;
5. produk pengolahan ikan ditujukan untuk pasar domestik maupun ekspor
dalam bentuk kemasan retail;
6. Mempekerjakan operator/tenaga kerja terlatih yang memiliki keahlian
khusus/spesifik jenis produk pengolahan ikan;
7. Menerapkan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan.

2.1. Pemberi Bantuan Pemerintah


Bantuan Pemerintah berupa Pembangunan ICS/UPI dianggarkan
dan dilaksanakan oleh Satuan Kerja Direktorat Pengolahan dan Bina
Mutu melalui Anggaran dan Pendapatan belanja Negara (APBN) yang
terdapat pada DIPA Satker TA. 2017 dan dialokasikan pada Kelompok
Akun Belanja Barang (52xxxx) untuk diserahkan kepada
Pemda/Masyarakat.

2.2. Bentuk Bantuan Pemerintah


Pembangunan ICS/UPI termasuk dalam Bantuan Pemerintah
berupa Bantuan Pemerintah berupa Pembangunan Gedung/Bangunan
yang diberikan dalam bentuk barang.

2.3. Rincian Bantuan Pemerintah


Pembangunan Gedung/Bangunan ICS/UPI terdiri dari sebagai
berikut:
a. ICS/UPI dengan produksi 13 ton/hari dan gudang beku (cold
storage) 200 ton;
b. ICS/UPI dengan produksi 10 ton/hari dan gudang beku (cold
storage) 200 ton; dan
c. ICS/UPI dengan produksi 5 ton/hari dan gudang beku (cold storage)
100 ton.

2.4. Kriteria Penerima Bantuan Pemerintah


-7-

Bantuan Pemerintah berupa Pembangunan ICS/UPI


diperuntukkan bagi Lembaga Pemerintah dalam hal ini Dinas Kelautan
dan Perikanan Provinsi/Kabupaten/Kota maupun Dinas yang
membidangi urusan perikanan dengan memenuhi persyaratan sebagai
berikut:
a. Hasil Studi terhadap pembangunan UPI yang menyatakan Layak
untuk dikembangkan;
b. Memiliki Dokumen AMDAL atau UKL-UPL (Upaya Pengelolaan
Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup);
c. Memiliki lahan berstatus tidak dalam sengketa dan dapat
dipertanggung jawabkan (clean and clear) yang dibuktikan dengan
status kepemilikan Pemerintah berupa sertifikat. Luas lahan
mencukupi untuk mendukung kegiatan pembangunan fisik, parkir
dan manuver kendaraan operasional;
d. Tersedia sumber air bersih yang memadai, disertai surat pernyataan
dari instansi yang berwenang (Perusahaan penyedia air
bersih/Surat Pernyataan dari Kadis atau Bupati bila menggunakan
sumber air tanah);
e. Tersedia jaringan/sumber listrik yang memadai (disertai surat
dukungan dari PLN setempat);
f. Akses jalan menuju lokasi memadai yaitu dapat dicapai dengan
kendaraan bermotor minimal roda 4 untuk mengantarkan produk
hasil perikanan;
g. Operasionalisasi UPI dilaksanakan oleh Kelompok/Koperasi/
UPTD/BUMN/BUMD yang bergerak di bidang Perikanan atau
bentuk kelembagaan lainnya sesuai dengan peraturan perundangan
yang berlaku;
h. Operator mampu menyediakan jumlah dan kapasitas sumber daya
manusia yang dibutuhkan, dan mampu menyediakan biaya
operasional;
i. Penerima manfaat adalah Pemerintah
Daerah/Koperasi/Masyarakat/Kelompok Masyarakat/ Badan/
Pelaku usaha bidang pengolahan dan pemasaran hasil perikanan
sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku;
j. Pembangunan ICS/UPI yang diusulkan dilengkapi dengan data
dukung:
1) Sertifikat Lahan calon lokasi;
-8-

2) Surat Keterangan Ketersediaan sumber air bersih dari


Perusahaan penyedia air bersih;
3) Surat Keterangan Ketersediaan/Dukungan Listrik dari PLN;
4) Data potensi perikanan, jenis produk dan rencana
operasional/kelayakan usaha.

2.5. Persyaratan, Pengusulan dan Penetapan Penerima Bantuan Pemerintah


Syarat-syarat penerima bantuan Gudang Beku Terintegrasi
adalah yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Memenuhi kriteria penerima Bantuan pemerintah;
b. Pada tahun anggaran 2017 tidak sedang menerima bantuan sejenis
yang bersumber dari dana APBN/APBD;
c. Calon penerima bantuan adalah Dinas yang telah diseleksi dan
diverifikasi faktual oleh Direktorat Pengolahan dan Bina Mutu
maupun Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk
Kelautan dan Perikanan pada tahun 2017 atau sebelum tahun
anggaran berjalan;
d. Calon penerima bantuan mengajukan proposal/usulan permohonan
bantuan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan/ Direktorat
Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan/
Direktorat Pengolahan dan Bina Mutu. Penyampaian proposal dan
kelengkapan data dukung dapat disampaikan secara langsung atau
dikirimkan melalui email ke dit.pbm@kkp.go.id. Penyampaian
tersebut disertai dengan rekomendasi/usulan/pengantar dari
Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota;
e. Dalam pembuatan proposal dan kelengkapan dokumen
pendukungnya, Penyuluh Perikanan Kabupaten/Kota dapat
dilibatkan oleh pihak Dinas Kelautan dan Perikanan dalam
menyusun proposal serta dokumen pendukung dimaksud;
f. Direktorat Pengolahan dan Bina Mutu melakukan identifikasi,
seleksi dan verifikasi adminisitrasi terhadap proposal usulan yang
masuk;
g. Terhadap usulan lokasi yang telah melalui tahap pada point (f),
maka akan dilakukan verifikasi lapangan. Verifikasi lapang ini
melibatkan Dinas KP serta instansi lain terkait di lingkup
Pemerintahan Daerah yang bertujuan untuk mendapatkan validasi
terhadap data dukung yang telah disampaikan;
-9-

h. Apabila hasil verifikasi lapang telah memenuhi persyaratan


pembangunan Gudang Beku Terintegrasi, maka Direktur
Pengolahan dan Bina Mutu mengajukan usulan lokasi kepada
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan
Perikanan;
i. Surat usulan penetapan lokasi penerima bantuan pemerintah
disampaikan oleh Direktur Pengolahan dan Bina Mutu kepada
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan
Perikanan; dan
j. Calon penerima bantuan tertuang dalam Keputusan yang
ditetapkan oleh PPK dan disahkan oleh KPA. Keputusan penerima
Bantuan Pemerintah tersebut menjadi dasar pemberian Bantuan
Pemerintah. Penetapan Surat Keputusan oleh PPK dan pengesahan
Surat Keputusan oleh KPA dilaksanakan setelah DIPA berlaku
efektif.
- 10 -

2.6. Tata Kelola Pencairan Dana Bantuan Pemerintah


a. Organisasi Pengelola Bantuan Pemerintah
Organisasi Pengelola Bantuan Pemerintah melibatkan unsur-unsur
sebagai berikut:
- 11 -

1) Direktur Jenderal selaku Kuasa Pengguna Anggaran yaitu


pejabat yang memperoleh kuasa dari Pengguna Anggaran untuk
melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung jawab
penggunaan anggaran pada Kementerian Kelautan dan
Perikanan;

2) Direktur Pengolahan dan Bina Mutu selaku Kepala Satuan


Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen yaitu pejabat yang diberi
memiliki kewenangan dan tanggung jawab penggunaan
anggaran;

3) Pengelola Keuangan Satuan Kerja yaitu Bendahara dan Pejabat


Verifikasi yang ditetapkan oleh Pengguna Anggaran;

4) Pengelola Administrasi Satuan Kerja yaitu staf satuan kerja yang


ditunjuk dan ditetapkan oleh Kepala Satuan Kerja, yang sesuai
ketentuan dapat terdiri atas beberapa staf.

b. Fungsi Pengelola Kegiatan:


Pengelola kegiatan berfungsi membantu Pengguna Anggaran dalam
melaksanakan kegiatan.

1) Kepala Satuan Kerja


Kepala Satuan Kerja berfungsi menyelenggarakan seluruh tugas
satuan kerja terutama pelaksanaan rencana kerja yang telah
ditetapkan dan dituangkan dalam Daftar Isian Pelaksanaan
Anggaran (DIPA).

2) Pejabat Pembuat Komitmen

Pejabat Pembuat Komitmen adalah pejabat yang melakukan


tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja,
berfungsi melaksanakan sebagian tugas satuan kerja dalam
penyelenggaraan pengadaan bantuan pemerintah dan
bertanggung jawab secara fisik maupun keuangan kepada
Kuasa Pengguna Anggaran maupun Pengguna Anggaran.

3) Bendahara
Bendahara berfungsi membantu Kepala Satuan Kerja/Pejabat
Pembuat Komitmen dalam melaksanakan pengelolaan keuangan
satuan kerja dan bertanggung jawab secara operasional kepada
Kepala Satuan Kerja.
- 12 -

4) Pejabat Verifikasi
Pejabat verifikasi adalah pejabat yang melakukan pengujian atas
Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan
menyetujui/menandatangani Surat Perintah Membayar (SPM)
dan bertanggung jawab kepada Kepala Satuan Kerja.

5) Pengelola Administrasi Kegiatan


Pengelola Administrasi Kegiatan berfungsi membantu Kepala
Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen dalam melaksanakan
pengelolaan administrasi Kegiatan. Pengelola Administrasi
Kegiatan bertanggung jawab secara operasional kepada Kepala
Satuan Kerja.

c. Tugas Pengelola Kegiatan:

1) Pada tahap persiapan dan perencanaan, meliputi:


a) melakukan identifikasi, seleksi dan verifikasi administrasi
(proposal dan kelengkapan data dukung);
b) melakukan verifikasi lapangan;
c) mengajukan penetapan lokasi;
d) menyiapkan dan menetapkan organisasi kegiatan;
e) menyiapkan bahan, menetapkan waktu, dan strategi
penyelesaian kegiatan;
f) melakukan dan menetapkan rencana pelaksanaan
pembangunan termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja
(KAK), Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan rancangan
kontrak bersama dengan tim teknis/tenaga ahli;
g) menyusun Surat Penetapan Penyedia Barang dan Jasa
(SPPBJ), Surat Perjanjian Kerja, dan Surat Perintah Mulai
Kerja (SPMK);
h) mengendalikan kegiatan perencanaan; dan
i) menyusun berita acara pelaksanaan pekerjaan untuk
pembayaran dan berita acara lainnya yang berkaitan dengan
kegiatan pengadaan barang dan jasa.
2) Pada tahap pelaksanaan pekerjaan, meliputi:
a) mempersiapkan dokumen untuk lelang konstruksi dan
konsultan pengawas;
b) menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang;
c) menyetujui bukti pembelian atau menandatangani
Kuitansi/Surat Perintah Kerja (SPK)/surat perjanjian;
- 13 -

d) menyusun Surat Penetapan Penyedia Barang dan Jasa


(SPPBJ), Surat Perjanjian Kerja, dan Surat Perintah Mulai
Kerja (SPMK);
e) menyusun Kontrak Kerja Pelaksanaan Konstruksi dan Berita
Acara Kemajuan Pekerjaan/Serah Terima Pekerjaan
Pelaksanaan Konstruksi maupun Pengawasan Konstruksi
mengikuti ketentuan yang tercantum dalam peraturan
presiden tentang pedoman pelaksanaan pengadaan
barang/jasa pemerintah dan petunjuk teknis
pelaksanaannya;
f) melaksanakan Kontrak dengan Penyedia Barang/Jasa;
g) mengendalikan pelaksanaan pekerjaan. Pelaksanaan
konstruksi dilakukan berdasarkan dokumen pelelangan yang
telah disusun oleh perencana konstruksi, dengan segala
tambahan dan perubahannya pada saat penjelasan
pekerjaan/aanwijzing pelelangan, serta ketentuan teknis
(pedoman dan standar teknis) yang dipersyaratkan;
h) melaporkan pelaksanaan/penyelesaian Pengadaan
Barang/Jasa kepada PA/KPA;
i) menyerahkan hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa
kepada PA/KPA dengan Berita Acara Penyerahan;
j) melaporkan kemajuan pekerjaan termasuk penyerapan
anggaran dan hambatan pelaksanaan pekerjaan kepada
PA/KPA;
k) menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen
pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa;
l) menyusun berita acara persetujuan kemajuan pekerjaan
untuk pembayaran angsuran dan berita acara lainnya yang
berkaitan dengan pelaksanaan konstruksi; dan
m) menyusun berita acara serah terima dan menerima
pengadaan yang telah selesai dari pelaksana pengadaan
barang.

d. Mekanisme Pemberian Bantuan Pemerintah


1) Pemberian Bantuan Pemerintah dilaksanakan berdasarkan
usulan proposal dari calon penerima Bantuan Pemerintah atau
unit kerja calon penerima Bantuan Pemerintah kepada
- 14 -

Kementerian Kelautan dan Perikanan/ Direktorat Jenderal


Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan/
Direktorat Pengolahan dan Bina Mutu;

2) Usulan proposal sebagaimana dimaksud pada huruf a


disampaikan kepada Pemerintah Daerah
Provinsi/Kabupaten/Kota untuk dilengkapi dengan
rekomendasi/usulan dan selanjutnya proposal tersebut dapat
disampaikan;

3) Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan


Perikanan melalui Direktorat Pengolahan dan Bina Mutu sesuai
dengan kewenangannya melakukan identifikasi, seleksi, dan
verifikasi administrasi terhadap usulan penerima Bantuan
Pemerintah;

4) Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan


Perikanan melalui Direktorat Pengolahan dan Bina Mutu
melakukan verifikasi lapang terhadap usulan penerima
bantuan;

5) Apabila hasil verifikasi lapang telah memenuhi persyaratan


pembangunan Gudang Beku Terintegrasi, maka Direktur
Pengolahan dan Bina Mutu mengajukan usulan lokasi kepada
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan
Perikanan;

6) Surat usulan penetapan lokasi penerima bantuan pemerintah


disampaikan oleh Direktur Pengolahan dan Bina Mutu kepada
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan
Perikanan;

7) penetapan penerima Bantuan Pemerintah ditetapkan oleh


Pejabat Pembuat Komitmen dan disahkan oleh Kuasa Pengguna
Anggaran;

8) proses pengadaan melalui Pengadaan Barang/Jasa berpedoman


pada Peraturan Perundang-undangan yang mengatur mengenai
Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah;

9) penyaluran dan serah terima Bantuan Pemerintah;

10) pembinaan terhadap penerima Bantuan Pemerintah;


- 15 -

11) penerima Bantuan melaporkan pemanfaatan Bantuan


Pemerintah yang diterima kepada Direktorat Pengolahan dan
Bina Mutu;
12) monitoring dan Evaluasi Bantuan Pemerintah.

e. Penyaluran Bantuan Pemerintah


Penyaluran Bantuan Pemerintah berupa Pembangunan Gudang
Beku Terintegrasi dilakukan melalui mekanisme sebagai berikut:
1) Bantuan Pemerintah berupa Gudang Beku Terintegrasi dapat
diberikan kepada Lembaga Pemerintah;
2) Lembaga Pemerintah sebagaimana dimaksud pada point (1)
merupakan Dinas Kelautan dan Perikanan
Provinsi/Kabupaten/Kota maupun Dinas yang membidangi
urusan perikanan;
3) Pemberian bantuan Gudang Beku Terintegrasi kepada penerima
bantuan diberikan berdasarkan Surat Keputusan yang
ditetapkan oleh PPK dan disahkan oleh KPA. Surat Keputusan
tersebut paling sedikit memuat identitas penerima bantuan serta
lokasi pembagunan;
4) Dalam rangka pembangunan Gudang Beku Terintegrasi, PPK
menandatangani kontrak pengadaan barang dan jasa dengan
penyedia barang (konstruksi) dan penyedia jasa (konsultan
perencana dan pengawas);
5) Pengadaan barang sebagaimana dimaksud pada point (d)
berpedoman pada Peraturan Perundang-undangan yang
mengatur mengenai Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah;
6) Serah terima Gudang Beku Terintegrasi kepada penerima
bantuan dilakukan sesuai mekanisme peraturan perundang-
undangan yang berlaku.

2.7. Analisa Usaha Gudang Beku Terintegrasi


Asumsi analisa usaha berikut menggunakan model Gudang Beku
Terintegrasi kapasitas produksi 13 Ton/hari dan gudang beku 200 Ton.
Dengan menggunakan asumsi umur bangunan 10 Tahun, dimana
tahun pertama beroperasional, Gudang Beku Terintegrasi diasumsikan
mempunyai utilitas sebesar 50% dan meningkat secara bertahap pada
tahun berikutnya.
- 16 -

a. Kelayakan Keekonomian
No Deskripsi Satuan Nilai Keterangan

A Indikator Kelayakan
1 Internal Rate of Return (EIRR) % 87.4% Layak
2 Net Present of Value (ENPV) Rp.000 Rp. 88,082,520,523 Layak
3 Benefit and Cost of Ratio (BCR) desimal 4.52 Layak
4 Return on Investment (ROI) % 9.76%
5 Pay Back Periode (PBP) tahun 1.50 Layak
6 Total of Investment Rp.000 Rp25,000,000,000

b. Estimasi Laba/Rugi

ESTIMASI RUGI LABA


Proyeksi 10 Tahun
NO URAIAN Proyeksi Tahun 1 Proyeksi Tahun 2 Proyeksi Tahun 3 Proyeksi Tahun 4 Proyeksi Tahun 5 Proyeksi Tahun 6 Proyeksi Tahun 7 Proyeksi Tahun 8 Proyeksi Tahun 9 Proyeksi Tahun 10
I Penerimaan
1 Penjualan Produk Utama Rp 74,163,732,015 Rp 108,939,484,896 Rp 113,297,064,292 Rp 117,828,946,863 Rp 122,542,104,738 Rp 145,358,368,043 Rp 151,172,702,765 Rp 157,219,610,875 Rp 164,000,549,892 Rp 189,511,746,542
2 Penjualan Produk Bahan sisa Rp 2,697,797,424 Rp 3,886,600,566 Rp 3,964,332,578 Rp 4,043,619,229 Rp 4,124,491,614 Rp 4,798,350,414 Rp 4,894,317,422 Rp 4,992,203,771 Rp 5,664,239,901 Rp 6,424,701,601
Total Penerimaan Rp 76,861,529,439 Rp 112,826,085,462 Rp 117,261,396,869 Rp 121,872,566,093 Rp 126,666,596,352 Rp 150,156,718,457 Rp 156,067,020,187 Rp 162,211,814,646 Rp 169,664,789,794 Rp 195,936,448,143

I Biaya
1 Biaya Tetap Rp 3,302,635,000 Rp 3,302,635,000 Rp 3,302,635,000 Rp 3,302,635,000 Rp 3,227,635,000 Rp 3,257,110,600 Rp 3,257,110,600 Rp 3,257,110,600 Rp 3,257,110,600 Rp 3,257,110,600
2 Biaya Variabel Rp 57,514,069,377 Rp 84,222,520,372 Rp 87,374,084,664 Rp 90,650,204,856 Rp 94,055,839,624 Rp 111,669,579,792 Rp 115,867,364,347 Rp 120,231,229,425 Rp 139,108,372,030 Rp 160,501,308,416
Total Biaya Rp 60,816,704,377 Rp 87,525,155,372 Rp 90,676,719,664 Rp 93,952,839,856 Rp 97,283,474,624 Rp 114,926,690,392 Rp 119,124,474,947 Rp 123,488,340,025 Rp 142,365,482,630 Rp 163,758,419,016

KEUNTUNGAN/KERUGIAN BRUTO Rp 16,044,825,062 Rp 25,300,930,091 Rp 26,584,677,206 Rp 27,919,726,237 Rp 29,383,121,727 Rp 35,230,028,065 Rp 36,942,545,240 Rp 38,723,474,621 Rp 27,299,307,163 Rp 32,178,029,127
Pph Badan Rp 160,448,251 Rp 253,009,301 Rp 265,846,772 Rp 279,197,262 Rp 293,831,217 Rp 352,300,281 Rp 369,425,452 Rp 387,234,746 Rp 272,993,072 Rp 321,780,291
TOTAL KEUNTUNGAN/KERUGIAN BERSIH Rp 15,884,376,812 Rp 25,047,920,790 Rp 26,318,830,434 Rp 27,640,528,975 Rp 29,089,290,510 Rp 34,877,727,784 Rp 36,573,119,787 Rp 38,336,239,875 Rp 27,026,314,092 Rp 31,856,248,835
RC Rasio 1.26 1.29 1.29 1.30 1.30 1.31 1.31 1.31 1.19 1.20
NPM (%) 20.7 22.2 22.4 22.7 23.0 23.2 23.4 23.6 15.9 16.3
- 17 -

c. Proyeksi Pemasukan

PROYEKSI PEMASUKAN 10 TAHUN


NO Proyeksi Pemasukan Inflasi +E.kenaikan HJ Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Tahun 6 Tahun 7 Tahun 8 Tahun 9 Tahun 10
Skenario 50% Skenario 70% Skenario 70% Skenario 70% Skenario 70% Skenario 80% Skenario 80% Skenario 80% Skenario 90% Skenario 100%
1 Unit Produk utama
Tuna A 128 181 181 181 181 207 207 207 207 230
Tuna B 86 121 121 121 121 138 138 138 138 153
Madidihang 671 948 948 948 948 1081 1081 1081 1084 1,205
Cakalang 1,053 1487 1487 1487 1487 1696 1696 1696 1701 1,890
Tongkol 1,274 1799 1799 1799 1799 2052 2052 2052 2059 2,288
Lencam 869 1227 1227 1227 1227 1400 1400 1400 1404 1,560
Ekor Kuning 174 245 245 245 245 280 280 280 281 312
Bandeng 564 797 797 797 797 909 909 909 912 1,013
Udang Windu 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
Udang Vaname 178 251 251 251 251 286 286 286 287 319

2 Unit Harga Estimasi Kenaikan 4%


Tuna A Rp 98,000 Rp 101,920 Rp 105,997 Rp 110,237 Rp 114,646 Rp 119,232 Rp 124,001 Rp 128,961 Rp 134,120 Rp 139,485
Tuna B Rp 82,000 Rp 85,280 Rp 88,691 Rp 92,239 Rp 95,928 Rp 99,766 Rp 103,756 Rp 107,906 Rp 112,223 Rp 116,712
Madidihang Rp 80,000 Rp 83,200 Rp 86,528 Rp 89,989 Rp 93,589 Rp 97,332 Rp 101,226 Rp 105,275 Rp 109,486 Rp 113,865
Cakalang Rp 25,000 Rp 26,000 Rp 27,040 Rp 28,122 Rp 29,246 Rp 30,416 Rp 31,633 Rp 32,898 Rp 34,214 Rp 35,583
Tongkol Rp 30,000 Rp 31,200 Rp 32,448 Rp 33,746 Rp 35,096 Rp 36,500 Rp 37,960 Rp 39,478 Rp 41,057 Rp 42,699
Lencam Rp 75,000 Rp 78,000 Rp 81,120 Rp 84,365 Rp 87,739 Rp 91,249 Rp 94,899 Rp 98,695 Rp 102,643 Rp 106,748
Ekor Kuning Rp 70,000 Rp 72,800 Rp 75,712 Rp 78,740 Rp 81,890 Rp 85,166 Rp 88,572 Rp 92,115 Rp 95,800 Rp 99,632
Bandeng Rp 30,000 Rp 31,200 Rp 32,448 Rp 33,746 Rp 35,096 Rp 36,500 Rp 37,960 Rp 39,478 Rp 41,057 Rp 42,699
Udang Windu Rp 90,000 Rp 93,600 Rp 97,344 Rp 101,238 Rp 105,287 Rp 109,499 Rp 113,879 Rp 118,434 Rp 123,171 Rp 128,098
Udang Vaname Rp 85,000 Rp 88,400 Rp 91,936 Rp 95,613 Rp 99,438 Rp 103,415 Rp 107,552 Rp 111,854 Rp 116,328 Rp 120,982

3 Pemasukan
Tuna A Rp 3,776,916,394 Rp 5,547,931,789 Rp 5,769,849,060 Rp 6,000,643,023 Rp 6,240,668,744 Rp 7,402,626,436 Rp 7,698,731,493 Rp 8,006,680,753 Rp 8,336,380,412 Rp 9,633,150,698
Tuna B Rp 2,106,851,322 Rp 3,094,764,671 Rp 3,218,555,258 Rp 3,347,297,468 Rp 3,481,189,367 Rp 4,129,356,243 Rp 4,294,530,493 Rp 4,466,311,713 Rp 4,650,225,808 Rp 5,373,594,267
Madidihang Rp 16,101,292,160 Rp 23,651,270,323 Rp 24,597,321,136 Rp 25,581,213,982 Rp 26,604,462,541 Rp 31,557,979,732 Rp 32,820,298,921 Rp 34,133,110,878 Rp 35,611,026,635 Rp 41,150,519,667
Cakalang Rp 7,894,085,220 Rp 11,595,662,114 Rp 12,059,488,599 Rp 12,541,868,143 Rp 13,043,542,869 Rp 15,472,135,956 Rp 16,091,021,395 Rp 16,734,662,250 Rp 17,459,249,620 Rp 20,175,132,894
Tongkol Rp 11,465,535,480 Rp 16,841,783,650 Rp 17,515,454,996 Rp 18,216,073,195 Rp 18,944,716,123 Rp 22,472,055,826 Rp 23,370,938,059 Rp 24,305,775,581 Rp 25,358,181,524 Rp 29,302,787,538
Lencam Rp 19,550,941,200 Rp 28,718,477,424 Rp 29,867,216,521 Rp 31,061,905,182 Rp 32,304,381,389 Rp 38,319,173,393 Rp 39,851,940,328 Rp 41,446,017,941 Rp 43,240,572,302 Rp 49,966,883,549
Ekor Kuning Rp 3,649,321,060 Rp 5,360,506,351 Rp 5,574,926,605 Rp 5,797,923,669 Rp 6,029,840,616 Rp 7,152,543,964 Rp 7,438,645,722 Rp 7,736,191,551 Rp 8,071,157,779 Rp 9,326,671,211
Bandeng Rp 5,076,639,120 Rp 7,457,101,142 Rp 7,755,385,188 Rp 8,065,600,596 Rp 8,388,224,619 Rp 9,950,038,349 Rp 10,348,039,883 Rp 10,761,961,478 Rp 11,227,939,293 Rp 12,974,507,628
Udang Windu Rp 15,831,720 Rp 23,255,294 Rp 24,185,506 Rp 25,152,926 Rp 26,159,043 Rp 31,029,628 Rp 32,270,813 Rp 33,561,645 Rp 35,014,817 Rp 40,461,567
Udang Vaname Rp 4,526,318,340 Rp 6,648,732,137 Rp 6,914,681,422 Rp 7,191,268,679 Rp 7,478,919,426 Rp 8,871,428,517 Rp 9,226,285,658 Rp 9,595,337,084 Rp 10,010,801,702 Rp 11,568,037,523
Jumlah Pemasukan Produk utama Rp 74,163,732,015 Rp 108,939,484,896 Rp 113,297,064,292 Rp 117,828,946,863 Rp 122,542,104,738 Rp 145,358,368,043 Rp 151,172,702,765 Rp 157,219,610,875 Rp 164,000,549,892 Rp 189,511,746,542

4 Pemasukan Lainnya
Limbah sisa Produksi
Unit
Sisa Tuna lapis merah 270 381 381 381 381 435 435 435 483 538
Sisa Tuna lapis hitam 180 254 254 254 254 290 290 290 322 358

Unit Harga Estimasi Kenaikan 2%


Sisa Tuna lapis merah Rp 22,000 Rp 22,440 Rp 22,889 Rp 23,347 Rp 23,814 Rp 24,290 Rp 24,776 Rp 25,271 Rp 25,777 Rp 26,292
Sisa Tuna lapis hitam Rp 17,000 Rp 17,340 Rp 17,687 Rp 18,041 Rp 18,401 Rp 18,769 Rp 19,145 Rp 19,528 Rp 19,918 Rp 20,317

Jumlah pemasukan lainnya


Sisa Tuna lapis merah Rp 1,780,546,300 Rp 2,565,156,374 Rp 2,616,459,501 Rp 2,668,788,691 Rp 2,722,164,465 Rp 3,166,911,273 Rp 3,230,249,499 Rp 3,294,854,489 Rp 3,738,398,335 Rp 4,240,303,056
Sisa Tuna lapis hitam Rp 917,251,124 Rp 1,321,444,193 Rp 1,347,873,076 Rp 1,374,830,538 Rp 1,402,327,149 Rp 1,631,439,141 Rp 1,664,067,924 Rp 1,697,349,282 Rp 1,925,841,566 Rp 2,184,398,544

Total Pemasukan lainnya Rp 2,697,797,424 Rp 3,886,600,566 Rp 3,964,332,578 Rp 4,043,619,229 Rp 4,124,491,614 Rp 4,798,350,414 Rp 4,894,317,422 Rp 4,992,203,771 Rp 5,664,239,901 Rp 6,424,701,601

Total Pemasukan Rp 76,861,529,439 Rp 112,826,085,462 Rp 117,261,396,869 Rp 121,872,566,093 Rp 126,666,596,352 Rp 150,156,718,457 Rp 156,067,020,187 Rp 162,211,814,646 Rp 169,664,789,794 Rp 195,936,448,143
- 18 -

BAB III
PERSYARATAN TEKNIS

ICS/UPI harus memenuhi persyaratan teknis agar dapat beroperasi


secara efisien dan memenuhi persyaratan sistem jaminan mutu dan
keamanan hasil perikanan. Komponen ICS/UPI meliputi:
a. Lokasi
b. Bangunan Unit Pengolahan Ikan
c. Mesin Pendingin (Refrigerasi)
d. Sarana Pengolahan
e. Bangunan dan Sarana Penunjang

1.1. Lokasi
1. Aspek Teknis
Pemilihan lokasi UPI harus mempertimbangkan
kemungkinan potensi sumber kontaminasi, serta efektivitas
langkah-langkah yang wajar yang mungkin diambil untuk
melindungi produk. Beberapa lokasi yang harus dihindari dalam
membangun UPI, antara lain:
a) Daerah lingkungan tercemar dan kegiatan industri yang
menimbulkan ancaman serius mencemari produk;
b) Daerah banjir;
c) Daerah potensi infestasi hama (tempat pembuangan
sampah/barang bekas);
d) Daerah di mana limbah, baik padat atau cair, tidak dapat
dihilangkan secara efektif. (pemukiman, banyak genangan air).

Gambar Contoh Calon Lokasi Pembangunan UPI yang baik


(lahan siap)
- 19 -

2. Aspek Hukum
ICS/UPI dibangun di atas lahan dengan status clean and
clear milik pemda yang telah atau akan dipinjam
pakaikan/dihibahkan kepada Kementerian Kelautan dan
Perikanan dalam hal ini Direktorat Bina Mutu dan Diversifikasi
Produk Perikanan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing
Produk Kelautan dan Perikanan – Kementerian Kelautan dan
Perikanan.
ICS/UPI merupakan bangunan gedung negara karena
dibangun menggunakan APBN sehingga dalam pelaksanaan
pembangunannya mengacu pada peraturan yang ada. Setiap
bangunan gedung negara harus memiliki kejelasan tentang status
lahan/tanah di lokasi tempat bangunan gedung negara berdiri.
Kejelasan status atas tanah ini dapat berupa hak milik atau hak
guna bangunan. Bukti status lahan/tanah ini dapat berupa
sertifikat atau bukti kepemilikan/hak atas tanah Instansi/lembaga
pemerintah /negara yang bersangkutan. 

Dalam hal tanah yang status haknya berupa hak guna usaha
dan/atau kepemilikannya dikuasai sementara oleh pihak lain,
harus disertai izin pemanfaatan yang dinyatakan dalam perjanjian
tertulis antara pemegang hak atas tanah atau pemilik tanah
dengan pemilik bangunan gedung, sebelum mendirikan bangunan
gedung di atas tanah tersebut.

1.2. Bangunan Unit Pengolahan Ikan


Secara umum, persyaratan teknis bangunan gedung negara
mengikuti ketentuan yang diatur dalam:
1. Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan
Gedung;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan
Pelaksanaan UU Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan
Gedung;
3. Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum Nomor
10/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Pengamanan terhadap
Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan;
- 20 -

4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45 Tahun 2007 tentang


Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara; dan
5. Peraturan perundang-undangan lain yang berlaku.
Bangunan ICS/UPI termasuk dalam klasifikasi Bangunan
Tidak Sederhana. Klasifikasi Bangunan Tidak Sederhana adalah
bangunan gedung Negara dengan karakter tidak sederhana serta
memiliki kompleksitas dan/atau teknologi tidak sederhana karena
memiliki luas bangunan di atas 500 m2. Masa penjaminan
kegagalan bangunannya adalah selama paling singkat 10 (sepuluh)
tahun.
Selain itu banguan UPI juga harus memenuhi kelayakan
pengolahan, sistem jaminan mutu dan keamanan hasi perikanan,
yang dituangkan dalam:
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012
Tentang Pangan ;
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun
2015 tentang Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil
Perikanan Serta Peningkatan Nilai Tambah Produk Hasil
Perikanan; dan
3. Keputusan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik
Indonesia Nomor 52a/KEPMEN-KP/2013 Tentang Persyaratan
Jaminan Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan Pada Proses
Produksi, Pengolahan Dan Distribusi.
Bangunan dan operasional UPI juga mengacu pada Standar
Nasional Indonesia – SNI CAC/RCP 1:2011. Rekomendasi Nasional
Kode Praktis – Prinsip Umum Higiene Pangan (CAC/RCP 1-1969, Rev.
4-2003, IDT).
Konstruksi bangunan wajib memperhitungkan faktor gempa
berdasarkan peta gempa dan rambatan gempa, misalnya daerah
dengan peta gempa terbesar berkekuatan 6 skala Richter maka di
dalam perencanaan struktur konstruksi harus memperhitungkan
dengan kekuatan gempa sebesar 7 skala Richter.
Bangunan UPI harus memiliki fasilitas penanganan dan
pengolahan ikan, pembekuan, dan penyimpanan beku yang
konstruksi, desain dan tata letaknya memenuhi persyaratan
kelayakan pengolahan. Tinggi lantai bangunan UPI secara
keseluruhan +1,2 m dari permukaan jalan, hal ini bertujuan agar
- 21 -

proses pembongkaran (unloading) ikan dari kendaraan pengangkut,


maupun proses pemuatan (loading) produk akhir ke kendaraan
pengangkut berefrigerasi/container dapat dilakukan dengan mudah,
cepat dan mencegah kerusakan fisik akibat terjatuh/terbanting.
Unit pengolahan ikan terdiri dari (1) ruang penerimaan, (2) ruang
pengolahan, (3) ruang pengemasan, (4) ruang penampungan limbah
padat, (5) gudang penyimpanan/gudang kering, (6) fasilitas Personal
Hygiene, (7) laboratorium, (8) kantor, (9) unit water treatment, (10) unit
pengolahan air limbah, (11) suplai listrik, dan fasilitas lainnya.

Gambar Contoh bangunan UPI yang dilengkapi dengan fasilitas dan


sarana penunjangnya

Secara umum persyaratan bangunan ruangan di ICS/UPI antara lain:


1. Lantai terbuat dari bahan yang kedap air (berlapis epoxy minimal
500 micron), serta mempunyai konstruksi kemiringan yang cukup
ke arah drainase sehingga air dapat mengering dengan sendirinya;
2. Drainase memadai untuk mengalirkan limbah cair dengan lancar
dari area yang bersih ke area yang kurang bersih
a. Ukuran lebar drainase 30 cm dengan kedalaman 30 cm.
b. Berpenutup berbahan stainless steel/plastik.
Lubang drainase yang mengarah keluar dilengkapi dengan screen
stainless steel untuk mencegah masuknya pest.
3. Dinding panel insulasi bagian sisi dalam bangunan UPI wajib diberi
dinding pengaman setinggi 1 meter berlapis keramik (plint
keramik). Bagian atas dinding pengaman dibuat miring 45o. Antara
- 22 -

dinding panel insulasi dengan dinding pengaman tidak boleh ada


rongga sebagaimana gambar di bawah.

Dinding panel insulasi

Dinding keramik

Gambar Plint Keramik


4. Langit-langit dilengkapi dengan plafond yang kuat, halus, dapat
dicuci, mudah dibersihkan, kedap air, dan berwarna terang (seperti
panel);
5. Lampu penerangan mencukupi karyawan untuk melakukan
pekerjaan dan dilengkapi dengan penutup transaparan yang aman
(misalnya berbahan plastik).

1. Ruang penerimaan
Ruang penerimaan terdiri atas area pembongkaran, ruang
penerimaan bahan baku, area penyimpanan bahan baku.
a. Area pembongkaran
Area pembongkaran berfungsi untuk memindahkan bahan
baku ikan dari kendaraan pengangkut ke ruang penerimaan.
Ukuran area pembongkaran harus mencukupi untuk
melakukan fungsinya.
1) Untuk mempermudah kegiatan bongkar/muat, ketinggian
minimal permukaan lantai area pembongkaran/bangunan
utama sebaiknya sejajar dengan tinggi lantai kabin
kendaraan pengangkut atau sekitar 1,2 meter;
2) Dilengkapi atap canopy untuk mencegah ikan terpapar
secara langsung dengan sinar matahari;
3) Lantai terbuat dari bahan yang kedap air (seperti granit tile
atau berlapis epoxy minimal 500 micron), serta mempunyai
kontruksi kemiringan yang cukup ke arah drainase sehingga
air dapat mengering dengan sendirinya;
4) Dinding area pembongkaran harus kedap air (seperti panel)
sampai setinggi batas langit-langit sehingga mudah/dapat
- 23 -

dibersihkan dan disanitasi. Pertemuan antara lantai dan


dinding dibuat landai (tidak siku/round);
5) Langit-langit dilengkapi dengan plafond yang kuat, halus,
dapat dicuci, mudah dibersihkan, dan berwarna terang
(seperti: panel/PVC atau bahan kedap air lainnya;
6) Lampu penerangan mencukupi karyawan untuk melakukan
pekerjaan pembongkaran dan pemeriksaan bahan baku.
Lampu dilengkapi dengan penutup transparan yang aman
(misalnya berbahan plastik);
7) Keran air bersih tersedia berukuran 1 inch dengan tekanan
air yang cukup untuk pembersihan area pembongkaran.

b. Ruang penerimaan
Ruang penerimaan berfungsi untuk melakukkan sortasi awal,
pencucian, dan penimbangan bahan baku. Ukuran ruang
penerimaan harus mencukupi untuk menjalankan fungsinya.
1) Dari area pembongkaran ke ruang penerimaan, bahan baku
di transfer melalui akses berupa pintu berukuran 1 x 1 m,
dengan posisi ketinggian sama dengan permukaan lantai (0
m).
a) pintu bahan baku terbuat dari bahan stainless steel
dengan bukaan kearah keluar (swing) atau pintu geser dan
harus rapat/kedap ketika ditutup;
b) Pintu dilengkapi dengan air curtain/plastic curtain untuk
mencegah masuknya pest/serangga ketika pintu dalam
keadaan terbuka/dioperasikan;
c) Untuk mentransfer bahan baku dari area pembongkaran
ke ruang penerimaan menggunakan gravity conveyor.
2) Lantai terbuat dari bahan yang kedap air (berlapis epoxy
minimal 500 micron), serta mempunyai kontruksi
kemiringan yang cukup ke arah drainase sehingga air dapat
mengering dengan sendirinya
3) Drainase memadai untuk mengalirkan limbah cair dengan
lancar dari area yang bersih ke area yang kurang bersih
a) Ukuran lebar drainase 30 cm dengan kedalaman 30 cm;
b) Berpenutup berbahan stainless steel/plastic;
- 24 -

c) Lubang drainase yang mengarah keluar dilengkapi dengan


screen stainless steel untuk mencegah masuknya pest.
4) Dinding harus kedap air (seperti panel) sampai setinggi batas
langit-langit sehingga mudah/dapat dibersihkan dan
disanitasi. Pertemuan antara lantai dan dinding dibuat
landai (tidak siku/round);
5) Langit-langit dilengkapi dengan plafond yang kuat, halus,
dapat dicuci, mudah dibersihkan, dan berwarna terang
(seperti: panel/PVC atau bahan kedap air lainnya;
6) Lampu penerangan mencukupi karyawan untuk melakukan
sortasi, pencucian dan penimbangan bahan baku. Lampu
dilengkapi dengan penutup transparan yang aman (misalnya
berbahan plastik);
7) Keran air bersih tersedia berukuran 1 inch dengan tekanan
air yang cukup. Keran air bersih minimal 2 unit, yang
digunakan untuk pencucian bahan baku dan untuk
pembersihan ruang;
8) Dilengkapi dengan alat pencegah pest/serangga seperti
insect killer lamp yang ditempatkan jauh dari alur proses
produk

Gambar Bahan baku diterima melalui pintu berukuran 1 x


1 m untuk mencegah masuknya pest dan kontaminasi dari
udara luar

c. Area penyimpanan bahan baku


Area penyimpanan bahan baku harus tersedia di ruang
penerimaan berfungsi untuk menyimpan bahan baku bila
- 25 -

terjadi penundaan proses pengolahan. Ukuran area ini harus


mencukupi untuk menempatkan coolbox (300-600 liter).

2. Ruang pengolahan
Merupakan ruangan dimana kegiatan mulai dari penanganan,
sortasi, penyiangan, pencucian, penyusunan, pembekuan hingga
pengemasan dilakukan. Penataan ruangan pengolahan harus
dibuat untuk mendukung proses produksi yang efisien, serta
mampu mencegah terjadinya kontaminasi silang terhadap produk.
Untuk mencegah kontaminasi yang berasal dari udara kotor, maka
ruang pengolahan tidak boleh berhubungan langsung dengan
udara luar.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain ruang
pengolahan untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang antara
lain:
a. Alur proses pengolahan
b. Alur limbah padat dan cair (sistem drainase)
c. Alur pergerakan karyawan
d. Alur distribusi air
e. Program pencegahan masuknya pest ke ICS/UPI (pest control).

Gambar Ruang pengolahan didesain agar selalu dalam kondisi


higiene

Ruang pengolahan berfungsi untuk melakukkan pengolahan


seperti filleting, pembuangan kulit (skinning), perapihan (trimming),
- 26 -

pencucian, sortasi, penimbangan, dan penyusunan produk dalam


pan untuk selanjutnya dibekukan. Ukuran ruang pengolahan
harus mencukupi untuk menjalankan fungsinya.
1) Dari ruang penerimaan ke ruang pengolahan, bahan baku di
transfer melalui akses berupa pintu berukuran 1 x 1 m, dengan
posisi ketinggian sama dengan permukaan lantai (0 m).
a) pintu bahan baku terbuat dari bahan stainless steel dengan
bukaan kearah keluar (swing) atau pintu geser dan harus
rapat/kedap ketika ditutup;
b) Pintu dilengkapi dengan air curtain/plastic curtain untuk
mencegah masuknya pest/serangga ketika pintu dalam
keadaan terbuka/dioperasikan;
c) Untuk mentransfer bahan baku dari ruang penerimaan ke
ruang pengolahan dapat menggunakan gravity conveyor.
2) Lantai terbuat dari bahan yang kedap air (berlapis epoxy
minimal 500 micron), serta mempunyai kontruksi kemiringan
yang cukup ke arah drainase sehingga air dapat mengering
dengan sendirinya;
3) Drainase memadai untuk mengalirkan limbah cair dengan
lancar dari area yang bersih ke area yang kurang bersih
a) Ukuran lebar drainase minimal 30 cm dengan kedalam
minimal 30 cm;
b) Berpenutup berbahan stainless steel/plastik;
c) Lubang drainase yang megarah keluar dilengkapi dengan
screen stainless steel untuk mencegah masuknya pest.
6. Dinding harus kedap air (seperti panel) sampai setinggi batas
langit-langit sehingga mudah/dapat dibersihkan dan disanitasi.
Pertemuan antara lantai dan dinding dibuat landai (tidak
siku/round).
7. Langit-langit dilengkapi dengan plafond yang kuat, halus, dapat
dicuci, mudah dibersihkan, dan berwarna terang (seperti:
panel/PVC atau bahan kedap air lainnya).
8. Lampu penerangan mencukupi karyawan untuk melakukan
aktifitas pengolahan. Lampu dilengkapi dengan penutup
transparan yang aman (misalnya berbahan plastik).
- 27 -

9. Keran air bersih tersedia berukuran 1 inch dengan tekanan air


yang cukup. Keran air bersih harus tersedia di masing-masing
area mulai dari tahap awal hingga tahap akhir.
10.Ruang pengolahan dilengkapi dengan alat pendingin ruangan
dan pengukur suhu (suhu ruang optimal 20°C).
11.Dilengkapi dengan alat pencegah pest/serangga seperti insect
killer lamp yang ditempatkan jauh dari alur proses produk.

3. Ruang pengemasan
Ruang pengemasan berfungsi untuk penanganan produk yang
telah dibekukan sebelum disimpan di gudang beku, melalui
penggelasan (glazing), penimbangan, pengemasan, pengepakan,
dan pelabelan produk akhir. Ukuran ruang pengemasan harus
mencukupi untuk menjalankan fungsinya.
a. Lantai terbuat dari bahan yang kedap air (berlapis epoxy
minimal 500 micron), serta mempunyai kontruksi kemiringan
yang cukup ke arah drainase sehingga air dapat mengering
dengan sendirinya;
b. Drainase memadai untuk mengalirkan limbah cair dengan
lancar dari area yang bersih ke area yang kurang bersih
1) Ukuran lebar drainase minimal 30 cm dengan kedalam
minimal 30 cm;
2) Berpenutup berbahan stainless steel/plastik;
3) Lubang drainase yang mengarah keluar dilengkapi dengan
screen stainless steel untuk mencegah masuknya pest.
c. Dinding harus kedap air (seperti panel) sampai setinggi batas
langit-langit sehingga mudah/dapat dibersihkan dan disanitasi.
Pertemuan antara lantai dan dinding dibuat landai (tidak
siku/round);
d. Langit-langit dilengkapi dengan plafond yang kuat, halus, dapat
dicuci, mudah dibersihkan, dan berwarna terang (seperti:
panel/PVC atau bahan kedap air lainnya);
e. Lampu penerangan mencukupi karyawan untuk melakukan
aktifitas pengemasan dan pelabelan. Lampu dilengkapi dengan
penutup transparan yang aman (misalnya berbahan plastik).
- 28 -

f. Keran air bersih tersedia berukuran 1 inch dengan tekanan air


yang cukup. Keran air bersih minimal 2 unit, yang digunakan
untuk proses glazing dan untuk pembersihan ruang;
g. Ruang pengemasan dilengkapi dengan alat pendingin ruangan
dan pengukur suhu (suhu ruang optimal 20°C);
h. Dilengkapi dengan alat pencegah pest/serangga seperti insect
killer lamp yang ditempatkan jauh dari alur proses produk.

Gambar Ruang pengemasan (packing)

4. Ruang penampungan limbah padat


Ruang penampungan limbah padat berfungsi untuk
menyimpan sementara limbah pada berupa kepala, kulit, potongan
daging/duri. Ukuran ruang penampungan limbah harus
mencukupi untuk menampung volume limbah; dengan asumsi
sebanyak 60% dari jumlah bahan baku yang diterima dan
pengambilan limbah dijadwalkan 2 kali sehari.
a. Ruang penampungan limbah memiliki 2 akses pintu, yaitu:
1) Satu pintu akses dari ruang pengolahan ke ruang
penampungan, berupa pintu berukuran 1 x 1 m, dengan
posisi ketinggian sama dengan permukaan lantai (0 m).
Berbahan stainless steel dengan bukaan kearah keluar
(swing) atau pintu geser dan harus rapat/kedap ketika
ditutup. Pintu dilengkapi dengan air curtain/plastic curtain
untuk mencegah masuknya pest/serangga ketika pintu
dalam keadaan terbuka/dioperasikan;
2) Satu pintu akses keluar dari ruang penampungan ke luar
dengan ukuran standar. Berbahan stainless steel dengan
- 29 -

bukaan kearah keluar (swing) dan harus rapat/kedap ketika


ditutup. Pintu dilengkapi dengan air curtain/plastic curtain
untuk mencegah masuknya pest/serangga ketika pintu
dalam keadaan terbuka/dioperasikan;
3) Untuk mentransfer limbah padat dari ruang pengolahan ke
ruang penampungan dapat menggunakan conveyor.
b. Lantai terbuat dari bahan yang kedap air (seperti granit tile atau
berlapis epoxy minimal 500 micron), serta mempunyai kontruksi
kemiringan yang cukup ke arah drainase sehingga air dapat
mengering dengan sendirinya;
c. Drainase memadai untuk mengalirkan limbah cair dengan
lancar dari area yang bersih ke area yang kurang bersih
1) Ukuran lebar drainase minimal 30 cm dengan kedalam
minimal 30 cm;
2) Berpenutup berbahan stainless steel/plastik;
3) Lubang drainase yang megarah keluar dilengkapi dengan
screen stainless steel untuk mencegah masuknya pest.
d. Dinding harus kedap air (seperti panel) sampai setinggi batas
langit-langit sehingga mudah/dapat dibersihkan dan disanitasi.
Pertemuan antara lantai dan dinding dibuat landai (tidak
siku/round);
e. Langit-langit dilengkapi dengan plafond yang kuat, halus, dapat
dicuci, mudah dibersihkan, dan berwarna terang (seperti:
panel/PVC atau bahan kedap air lainnya)
f. Lampu penerangan mencukupi karyawan untuk melakukan
aktifitas penanganan limbah. Lampu dilengkapi dengan
penutup transparan yang aman (misalnya berbahan plastik)
g. Keran air bersih tersedia berukuran 1 inch dengan tekanan air
yang cukup untuk operasi pembersihan dan sanitasi
h. Dilengkapi dengan alat pencegah pest/serangga seperti insect
killer lamp yang ditempatkan jauh dari alur proses produk.

5. Ruang penyimpanan/gudang kering


a. Gudang Peralatan
- 30 -

Gudang peralatan digunakan untuk menyimpan peralatan yang


tidak digunakan sementara di ruang pengolahan. Gudang
peralatan harus terhubung langsung dengan ruang pengolahan.
1) Gudang peralatan memiliki 1 akses pintu hanya untuk ke
ruang pengolahan. Pintu terbuat dari bahan tahan
karat/stainless steel;
2) Lantai terbuat dari bahan yang kedap air (berlapis epoxy
minimal 500 micron);
3) Dinding harus kedap air (seperti panel) sampai setinggi batas
langit-langit sehingga mudah/dapat dibersihkan dan
disanitasi. Pertemuan antara lantai dan dinding dibuat
landai (tidak siku/round);
4) Langit-langit dilengkapi dengan plafond yang kuat, halus,
dapat dicuci, mudah dibersihkan, dan berwarna terang
(seperti: panel/PVC atau bahan kedap air lainnya);
5) Lampu penerangan mencukupi karyawan untuk melakukan
aktifitas. Lampu dilengkapi dengan penutup transparan
yang aman (misalnya berbahan plastik);
6) Ruangan dilengkapi dengan rak-rak penyimpanan berbahan
stainless steel.

b. Gudang Bahan Kimia


Gudang bahan kimia harus tersedia untuk menyimpan bahan
pembersih (sabun), sanitizer, dan bahan kimia lainnya yang
digunakan di UPI. Gudang bahan bahan kimia harus terhubung
langsung dengan ruang pengolahan.
1) Gudang peralatan memiliki 1 akses pintu dan terbuat dari
bahan tahan karat/stainless steel;
2) Lantai terbuat dari bahan yang kedap air (berlapis epoxy
minimal 500 micron);
3) Dinding harus kedap air (seperti panel) sampai setinggi batas
langit-langit sehingga mudah/dapat dibersihkan dan
disanitasi. Pertemuan antara lantai dan dinding dibuat
landai (tidak siku/round);
4) Langit-langit dilengkapi dengan plafond yang kuat, halus,
dapat dicuci, mudah dibersihkan, dan berwarna terang
(seperti: panel/PVC atau bahan kedap air lainnya);
- 31 -

5) Lampu penerangan mencukupi karyawan untuk melakukan


aktifitas pemeriksaan dan penimbangan/pengukuran.
Lampu dilengkapi dengan penutup transparan yang aman
(misalnya berbahan plastik);
6) Ruangan dilengkapi dengan rak-rak/lemari penyimpanan
tahan karat;
7) Dilengkapi exhaust fan agar sirkulasi udara diruang
penyimpanan tetap kering (tidak lembab).

c. Gudang Bahan Pengemas


Gudang bahan pengemas berfungsi untuk menyimpan plastic
bag, inner carton, master carton, dan bahan pengemas lainnya.
Gudang bahan pengemas harus terhubung langsung dengan
ruang pengolahan dan pengemasan.
1) Kapasitas harus mencukupi minimal untuk menyimpan
persediaan bahan pengemas yang dikirim oleh pemasok;
2) Gudang bahan pengemas memiliki 2 akses pintu, yaitu:
a) Satu pintu akses masuk untuk pemuatan bahan
pengemas dari kendaraan pengangkut ke gudang dengan
ukuran pintu standar. Pintu dilengkapi dengan air
curtain/plastic curtain untuk mencegah masuknya
pest/serangga ketika pintu dalam keadaan
terbuka/dioperasikan;
b) Satu pintu akses dari gudang ke ruang pengolahan berupa
pintu berukuran 1 x 1 m, dengan posisi ketinggian 1 m
dari permukaan lantai. Berbahan stainless steel dengan
bukaan kearah keluar (swing) atau pintu geser dan harus
rapat/kedap ketika ditutup.
3) Lantai terbuat dari bahan yang kedap air (berlapis epoxy
minimal 500 micron);
4) Dinding harus kedap air (seperti panel) sampai setinggi batas
langit-langit sehingga mudah/dapat dibersihkan dan
disanitasi. Pertemuan antara lantai dan dinding dibuat
landai (tidak siku/round);
5) Langit-langit dilengkapi dengan plafond yang kuat, halus,
dapat dicuci, mudah dibersihkan, dan berwarna terang
(seperti: panel/PVC atau bahan kedap air lainnya);
- 32 -

6) Lampu penerangan mencukupi karyawan untuk melakukan


aktifitas pemeriksaan bahan pengemas dan label. Lampu
dilengkapi dengan penutup transparan yang aman (misalnya
berbahan plastik).
7) Ruangan dilengkapi dengan rak-rak/lemari penyimpanan;
8) Dilengkapi exhaust fan agar sirkulasi udara diruang
penyimpanan tetap kering (tidak lembab);
9) Dilengkapi dengan alat pencegah pest/serangga seperti
insect killer lamp yang ditempatkan di dalam dekat pintu
masuk ke gudang.

6. Fasilitas Personal hygiene


Fasilitas personal hygiene berfungsi agar seluruh karyawan
yang menangani produk/permukaan yg kontak dengan produk/
pengemas dalam kondisi higienis dan terhindar dari kontaminasi
melalui penyediaan beberapa fasilitas: tempat cuci tangan/kaki,
ruang ganti, toilet, dan ruang istirahat.
a. Tempat Cuci Kaki/Tangan
Tempat cuci tangan dan bak cuci kaki harus tersedia pada
setiap pintu masuk ke ruang pengolahan.
Area lorong menuju pintu masuk ke ruang pengolahan, harus
memenuhi persyaratan:
1) Lantai terbuat dari bahan yang kedap air (berlapis epoxy
minimal 500 micron);
2) Dinding harus kedap air (seperti panel) sampai setinggi
batas langit-langit sehingga mudah/dapat dibersihkan dan
disanitasi. Pertemuan antara lantai dan dinding dibuat
landai (tidak siku/round).
3) Langit-langit dilengkapi dengan plafond yang kuat, halus,
dapat dicuci, mudah dibersihkan, dan berwarna terang
(seperti: panel/PVC atau bahan kedap air lainnya).
4) Lampu penerangan mencukupi karyawan untuk
melakukan aktifitas memeriksa kebersihan tangan. Lampu
dilengkapi dengan penutup transparan yang aman
(misalnya berbahan plastik).
- 33 -

5) Dilengkapi dengan alat pencegah pest/serangga seperti


insect killer lamp yang ditempatkan di dalam dekat pintu
masuk ke ruang pengolahan.

Tempat cuci kaki


1) Kedalaman bak cuci kaki -0,30 m dengan ukuran lebar minimal
1,5 m (3 langkah kaki) dan panjang tentative; memastikan
bahwa tidak ada karyawan yang dapat menghindari/
melompati bak cuci ketika masuk ke ruang pengolahan.
Dilengkapi dengan drain/pembuangan air;
2) Keran air bersih tersedia berukuran 1 inch dengan tekanan air
yang cukup untuk mengisi bak cuci kaki, operasi pembersihan
dan sanitasi.

Gambar Bak cuci kaki didesain agar sepatu karyawan selalu


terbilas sebelum masuk ke ruang pengolahan

Tempat cuci tangan


1) Kran air tidak boleh dioperasikan dengan tangan, sehingga
harus menggunakan sistem sensor atau sistem mekanik/pedal;
2) Bak cuci tangan berbahan anti karat/stainless steel yang
dilengkapi beberapa kran air;
3) Jumlah kran mencukupi sehingga tidak terjadi antrian
karyawan saat akan masuk ke ruang pengolahan;
4) Dilengkapi dengan pengering tangan (hand dryer).
- 34 -

Gambar Fasilitas cuci tangan dimana kran tidak boleh


dioperasikan dengan tangan

b. Ruang Ganti
1) Ruang ganti harus terhubung langsung dengan ruang
pengolahan, dimana setiap karyawan yang akan masuk dari
luar ke ruang pengolahan harus melalui ruang ganti
pakaian;
2) Ruang ganti pakaian tersedia dan terpisah antara pria dan
wanita;
3) Ruang ganti pakaian harus memenuhi syarat:
a) Lantai terbuat dari bahan yang kedap air (seperti granit
tile atau berlapis epoxy minimal 500 micron);
b) Dinding harus kedap air (seperti panel) sampai setinggi
batas langit-langit sehingga mudah/dapat dibersihkan
dan disanitasi. Pertemuan antara lantai dan dinding
dibuat landai (tidak siku/round);
c) Langit-langit dilengkapi dengan plafond yang kuat,
halus, dapat dicuci, mudah dibersihkan, dan berwarna
terang (seperti: panel/PVC atau bahan kedap air
lainnya);
d) Lampu penerangan mencukupi karyawan untuk
melakukan aktifitas memeriksa kerapian dan
kesesuaian pakaian kerja karyawan. Lampu dilengkapi
dengan penutup transparan yang aman (misalnya
berbahan plastik);
e) Satu pintu akses dari luar ke ruang ganti berukuran
standar, kuat, tahan air dan tidak korosif . Pintu
dilengkapi dengan air curtain/plastic curtain untuk
mencegah masuknya pest/serangga ketika pintu dalam
keadaan terbuka/dioperasikan. Bukaan pintu ke arah
luar dan dilengkapi dengan door closer.
- 35 -

4) Ruang ganti dilengkapi loker untuk menyimpan barang-


barang karyawan, gantungan pakaian, gantungan sarung
tangan, dan rak sepatu boot.

Gambar Ruang ganti karyawan dimana semua pakaian kerja


ditempatkan agar terhindar dari kontaminasi

c. Toilet
1) Toilet tidak boleh berhubungan langsung dengan ruang
pengolahan atau gudang bahan/bahan pengemas;
2) Toilet terletak di luar ruang ganti pakaian, untuk mencegah
karyawan menggunakan pakaian kerja ke toilet;
3) Toilet menggunakan sistem pembilasan otomatis (water
flushing system);
4) Perbandingan jumlah toilet dan karyawan adalah 1 : 15;
5) Ventilasi dipasang dan berhubungan langsung dengan udara
luar;
6) Dilengkapi dengan tempat cuci tangan dan pengering tangan
(hand dryer);
7) Tersedia tempat penyimpanan peralatan kebersihan.

d. Ruang istirahat
Ruang istirahat berfungsi agar karyawan yang menangani
produk/bahan pengemas tidak terkontaminasi dengan obyek
kotor karena beristirahat di sembarang tempat/tidak higienis.
1) Bangunan ruang istirahat terpisah namun tidak jauh dari
pintu masuk ke ruang ganti;
- 36 -

2) Ruang istirahat karyawan mencukupi untuk seluruh


karyawan dan dapat dilengkapi dengan meja dan kursi agar
dapat berfungsi sebagai ruang makan karyawan;
3) Dilengkapi dengan washtafel dan pengering tangan;
4) Tersedia tempat sampah yang tertutup dengan sistem pedal
untuk membukanya.

7. Mini Laboratorium
Laboratorium berfungsi untuk melakukan monitoring
maupun verifikasi terhadap efektifitas penerapan sistem jaminan
mutu dan keamanan di UPI melalui beberpa pengujian terhadap
bahan baku ikan, produk akhir, ikan pada setiap tahapan proses,
suplai air, tingkat kebersihan karyawan dan peralatan yang
digunakan. Laboratorium di UPI setidaknya memiliki sarana dan
peralatan untuk melaksanakan pengujian:
a. Sarana pengujian organoleptic;
b. Sarana pengujian mikrobiologi secara cepat (Rapid test), seperti
coliform, E. coli, dan Salmonella;
c. Sarana pengujian kimia secara cepat (Rapid test), seperti uji
kadar chlor, uji histamine;
d. Peralatan pengukuran suhu ikan: thermometer probe untuk
monitoring suhu ikan.
Laboratorium memiliki beberapa sarana seperti:
a. Ruang Preparasi
1) Ruangan berfungsi untuk penyiapkan sample, penyiapan
bahan media/reagensia, dan penimbangan dengan luas
minimal 3 m x 5 m;
2) Ruang preparasi merupakan ruang utama laboratorium yang
dilengkapi dengan meja preparasi serta bak pencucian
berbahan keramik dan kran;
3) Meja preparasi menempel pada dinding dengan ketinggian
0.7 m dengan lebar 0.8 m;
4) Lantai terbuat dari bahan yang kedap air (seperti granit tile
atau berlapis epoxy minimal 500 micron);
5) Dinding ruang dilapisi keramik setinggi 1.5 m dari lantai;
6) Ruangan dilengkapi dengan AC.
- 37 -

b. Ruang Sterilisasi
1) Ruangan berfungsi untuk proses sterilisasi bahan
media/reagensia dengan luas minimal 2 m x 3 m;
2) Dilengkapi dengan meja preparasi serta bak pencucian
berbahan keramik dan kran;
3) Meja preparasi menempel pada dinding dengan ketinggian
0.7 m dengan lebar 0.8 m;
4) Lantai terbuat dari bahan yang kedap air (seperti granit tile
atau berlapis epoxy minimal 500 micron);
5) Dinding ruang dilapisi keramik setinggi 1.5 m dari lantai;
6) Exhaust fan terpasang pada dinding atau langit-langit untuk
membuang udara panas.

c. Ruang Inokulasi
1) Ruangan berfungsi untuk inkubasi bakteri.Dilengkapi
dengan meja preparasi;
2) Meja preparasi menempel pada dinding dengan ketinggian
0.7 m dengan lebar 0.8 m;
3) Lantai terbuat dari bahan yang kedap air (seperti granit tile
atau berlapis epoxy minimal 500 micron);
4) Dinding ruang dilapisi keramik setinggi 1.5 m;
5) Ruangan dilengkapi dengan AC.

d. Ruang Inkubasi
1) Ruangan berfungsi untuk inkubasi bakteri. Dilengkapi
dengan meja preparasi serta bak pencucian berbahan
keramik dan kran;
2) Meja preparasi menempel pada dinding dengan ketinggian
0.7 m dengan lebar 0.8 m;
3) Lantai terbuat dari bahan yang kedap air (seperti granit tile
atau berlapis epoxy minimal 500 micron);
4) Dinding ruang dilapisi keramik setinggi 1.5 m;
5) Ruangan dilengkapi dengan AC.

e. Ruang Cuci Alat


- 38 -

1) Ruangan berfungsi untuk pencucian alat laboratorium.


Dilengkapi dengan meja preparasi serta bak cuci dan kran;
2) Meja preparasi menempel pada dinding dengan ketinggian
0.7 m dengan lebar 0.8 m;
3) Lantai terbuat dari bahan yang kedap air (seperti granit tile
atau berlapis epoxy minimal 500 micron);
4) Dinding ruang dilapisi keramik setinggi 1.5 m;
5) Ruangan dilengkapi dengan AC.

f. Peralatan laboratorium, seperti autoclave, inkubator, water bath,


laminar cabinet, timbangan analytic, glassware, dan peralatan
lainnya;
g. Refrigerator (vertical) untuk menyimpan media/reagensia;
h. Lemari penyimpanan peralatan untuk menyimpan peralatan dan
glassware.

8. Kantor
Kantor terdiri dari ruang kepala, ruang administrasi, ruang
staf/pengawas, ruang tamu, ruang rapat (minimal 8 orang), pantry
dan toilet.
Sarana penunjang berupa komputer, printer, meubelair,
peralatan perkantoran dan penunjang lainnya.

9. Unit Water Treatment


Water treatment/filter digunakan untuk mengolah air bersih
sebelum didistribusikan ke UPI agar saniter untuk penanganan
dan pengolahan ikan. Air yang telah melalui proses ini diharapkan
telah memenuhi Standar Nasional Indonesia untuk air minum.
Rasio rata-rata penggunaan air untuk pengolahan ikan adalah
minimal 15 kali volume produk akhir yang diolah per hari.
Unit water treatment menggunakan sistem “ultra filtration
adalah salah satu motode nonkonvensional dalam instalasi
pengolahan air. Dalam prosesnya air baku diproses menjadi air
bersih siap minum dengan menggunakan teknologi
saringan/membran

10. Unit Pengolahan Air Limbah (IPAL)


- 39 -

IPAL berfungsi untuk mengolah limbah cair buangan dari


kegiatan penanganan dan pengolahan di UPI. Kapasitas minimal
adalah mampu mengolah air limbah sesuai dengan jumlah
penggunaan air untuk penanganan dan pengolahan atau
berkapasitas 300 m3 limbah cair/hari atau 15 kali kapasitas
produksi (produk akhir).
IPAL menggunakan desain Sequencing Batch Reactor (SBR)
dimana proses lumpur aktif yang dirancang untuk beroperasi
dengan aerasi dilakukan dalam tangki yang sama (mixing, aeration
and setting). Secara teknis desain SBR tersaji pada ilustrasi di
bawah ini.

Gambar Pengolahan Air Limbah dengan Sistem Sequencing Batch


Reactor

11. Suplai Listrik (PLN/Genset)


Daya listrik kapasitas mencukupi untuk operasional
pengolahan, pembekuan dan penyimpanan beku. Kebutuhan
listrik untuk ICS/UPI kapasitas produksi 13 ton/hari, cold storage
200 Ton, mesin pendingin dan sarana pengolahan lainnya sebesar
kurang lebih 700 KW/875 KVA.
Genset dengan kapasitas mencukupi untuk operasional
pengolahan/pembekuan dan memastikan produk yang disimpan
dalam cold storage tetap dalam kondisi beku. Kapasitas genset
disesuaikan dengan kebutuhan operasionalisasi UPI. Genset yang
- 40 -

dipasang digunakan untuk mem back-up proses produksi minimal


sebesar 50% kapasitas produksi.
Genset yang diperlukan untuk ICS/UPI kapasitas produksi 13
ton/hari, cold storage 200 Ton, mesin pendingin dan sarana
pengolahan lainnya sebesar kurang lebih 260KW/325 KVA. Genset
dilengkapi dengan bangunan pelindung dan ditempatkan
berdekatan dengan ruang mesin.

12. Sarana Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran


Setiap bangunan ICS/UPI harus mempunyai fasilitas
pencegahan dan penanggulangan terhadap bahaya kebakaran
(sistem proteksi kebakaran), sesuai dengan ketentuan yang
ditetapkan dalam:
a. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Ketentuan Teknis
Pengamanan terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan dan
Lingkungan; dan
b. Peraturan Daerah tentang Bangunan Gedung dan Peraturan
Daerah tentang Penanggulangan dan Pencegahan Bahaya
Kebakaran.

1.3. Mesin Pendingin (Refrigerasi)


Untuk mendukung aktifitas pengolahan ikan beku, UPI dilengkapi
beberapa fasilitas/komponen mesin pendingin berupa: (1) mesin flake
ice, (2) mesin water chiller, (3) chilling room, (4) sarana pembekuan, (5)
gudang beku, (6) anteroom, (7) loading dock, (8) pendingin udara ruang
pengolahan, (9) ruang mesin.
1. Mesin Flake Ice
Es digunakan pada semua mata rantai penanganan dan
pengolahan ikan basah untuk mempertahankan suhu ikan tetap
dingin. Penurunan suhu ikan (dingin) akan mengurangi aktivitas
bakteri atau enzim dalam ikan sehingga memperlambat
pembusukan, dan menghasilkan kualitas ikan yang lebih tinggi
kesegarannya. Es yang dibuat harus dibuat dengan cara yang
higienis dan berasal dari air yg memenuhi persyaratan air minum,
bersih, atau memenuhi persyaratan.
Mesin pembuat es flake (flake ice machine-FIM) bertujuan untuk
menjamin mutu serta memenuhi kebutuhan pendinginan ikan di
- 41 -

unit pengolahan ikan. Besarnya kapasitas produksi FIM adalah


minimal jumlah produksi ikan (end produk) sama dengan jumlah
es atau perbandingan end produk dengan es = 1 : 1 (contoh UPI
dengan produksi ikan beku 10 ton/hari membutuhkan FIM
kapasitas 10 ton/hari).
Untuk memudahkan operasional pengambilan es, maka tinggi
permukaan lantai gudang es adalah lebih tinggi +0,8 m dari
permukaan lantai ruang pengolahan.

Gambar Contoh Ice Flake Storage dengan 3 pintu dengan


ketinggian +1 m dari perukaan lantai untuk memudahkan
pengambilan dan pemindahan es

2. Mesin Water Chiller


Adalah mesin pendingin yang digunakan untuk mendinginkan air.
Untuk mendistribusikan air dingin hasil produksi chiller digunakan
pompa-pompa distribusi.
Air dingin digunakan pada semua mata rantai penanganan dan
pengolahan ikan basah untuk mempertahankan suhu ikan tetap
dingin. Air ingin juga digunakan untuk bahan pembuatan es.
Besarnya kapasitas produksi mesin water chiller adalah minimal 5
kali jumlah produksi ikan (end produk) atau perbandingan end
produk dengan air = 1 : 5 (contoh UPI dengan produksi ikan beku
10 ton/hari membutuhkan mesin water chiller kapasitas 50
ton/hari).
- 42 -

3. Chilling Room Penyimpanan Bahan Baku


Chilling room merupakan fasilitas penyimpanan sementara bahan
baku ikan basah untuk menunggu proses pengolahan lebih lanjut.
Suhu ruang penyimpanan bahan baku berkisar pada 0 – (-5)oC.
Chilling room ditempatkan di area penerimaan bahan baku.
Kapasitas chilling room harus mampu menyimpan minimal 50%
dari jumlah bahan baku yang diterima setiap harinya.

4. Sarana Pembekuan
Sarana pembekuan yang umum digunakan di UPI adalah Air Blast
Freezer (ABF), Contact Plate Freezer (CPF), atau Tunnel Freezer (TF).
Metode pembekuan ikan yang digunakan di UPI harus
mempertimbangkan jenis komoditas yang akan diolah serta bentuk
produk akhir yang diharapkan.
a. Air Blast Freezer (ABF)
Suhu ruang pembekuan dengan sistem ABF berkisar antara -
35°C sampai -40°C atau lebih rendah, dengan tebal insulasi
(polyurethane foam) dinding minimal 15 cm. Lapisan lantai
ruang ABF sebagai berikut:
1) Beton Slab tentative tebal
2) Pasir urug + pipa PVC Ø 4” berlubang diameter 6 mm per
10 cm perforated (dibungkus dengan karung goni) = 20 cm
3) lantai kerja dudukan dinding panel = 5 cm
4) lapisan panel PU non skin = 15 cm
5) Lantai beton bertulang = 10 cm
6) floor hardener = 7 Kg/m2
7) plint beton = 10 cm tinggi
8) Lantai terbuat dari bahan yang kedap air (berlapis epoxy
minimal 500 micron)
Pintu ruang pembekuan dilengkapi dengan tirai plastik (plastic
curtain). Ukuran pintu PU panel minimal selebar 1 meter dan
tinggi 1,8 meter.
Mempertimbangkan efisiensi operasional dan untuk
memisahkan jenis komoditas yang dibekukan di UPI, sarana
pembekuan dapat dibuat/dibagi menjadi beberapa unit ruang
pembekuan. Metode ABF biasa digunakan untuk produk yang
dibekukan dalam bentuk individual dengan ukuran besar atau
- 43 -

semi individual untuk ikan kecil seperti ikan


layang/tongkol/kembung yang disusun dalam pan pembekuan
kapasitas 10 kg

Gambar Contoh Ruang ABF

b. Tunnel Freezer (TF)/Continuous ABF


Tunnel Freezer (Continous ABF) adalah tipe pembekuan ABF
secara terus-menerus menggunakan belt atau konveyor untuk
mentransfer produk melalui ruang pembekuan cepat.
Tunnel freezer dengan kemampuan membekukan minimal 500
kg/jam produk, bahan mentah masuk pada suhu 0/10 ºC dan
produk jadi -18 ºC. Struktur eksternal TF berbahan stainless
steel dan menggunakan belt tipe wiremesh.
Tunnel freezer digunakan untuk membeku produk secara cepat
(+ 30 menit) dalam bentuk individual dengan ketebalan produk
maksimum 3 cm, seperti, fillet, atau udang (mentah atau
rebus).
- 44 -

Gambar Tunnel Freezer dengan Impingement System

c. Contact Plate Freezer (CPF)


Contact Plate Freezer, yang selanjutnya disingkat CPF adalah
tipe pembekuan melalui plat-plat (aluminium alloy) yang dialiri
refrigerant sehingga memberikan permukaan perpindahan
panas dari produk yang ditempatkan ke dalam frame plate
freezer. Tipe CPF yang digunakan adalah horizontal plate
freezer dengan kapasitas 0.75 ton produk beku per 1.5 jam.
CPF digunakan untuk produk yang dibekukan dalam bentuk
block, misalnya udang (block frozen shrimp).

Gambar CPF sedang dimuat pan pembekuan udang

5. Gudang beku
- 45 -

Suhu ruang gudang beku (cold storage) berkisar antara -25°C


dengan fluktuasi suhu 2°C, dengan menggunakan dinding insulasi
(polyurethane foam) ruang gudang beku ketebalan minimal 10 cm
dengan densitas 43-48 kg/m3 dan food grade;.
Struktur lantai gudang beku terdiri dari:
a. Cor beton dasar
b. Beton Slab = tentative tebal
c. Pasir urug + pipa PVC Ø 4” berlubang diameter 6 mm per 10
cm perforated (dibungkus dengan karung goni) = 20 cm
d. lantai kerja dudukan dinding panel = 5 cm
e. lapisan panel PU non skin = 15 cm
f. Lantai beton bertulang = 10 cm
g. floor hardener = 7 Kg/m2
h. plint keramik = 1 meter
i. Lantai terbuat dari bahan yang kedap air (berlapis epoxy
minimal 500 micron)
Pada bagian dalam ruang gudang beku dilengkapi dengan dinding
pengaman (plint keramik) setinggi 1 m.
Pintu masuk dan pintu keluar gudang beku dilengkapi dengan tirai
plastik (plastic curtain). Ukuran pintu selebar 2 meter dan tinggi
2,6 meter.
Mempertimbangkan efisiensi operasional dan untuk memisahkan
jenis komoditas yang disimpan di UPI, gudang beku dapat
dibuat/dibagi menjadi beberapa unit ruang penyimpanan
Detail struktur untuk lantai ruang pendingin seperti chilling room,
ABF, cold storage tersaji pada gambar di bawah ini.
- 46 -

Gambar Detail struktur untuk lantai ruang pendingin


(chilling room, ABF, cold storage)

Gambar Gudang Beku

6. Anteroom
Anteroom berfungsi mencegah infiltrasi suhu udara ambien ke
dalam ruang pembekuan/gudang beku yang dapat mengakibatkan
terjadinya fluktuasi suhu. Anteroom ditempatkan diantara ruang
- 47 -

packing, ABF, gudang beku, dan loading dock. Pintu dilengkapi


dengan tirai udara (air curtain). Pintu anteroom berukuran lebar 2
meter dan tinggi 2,6 meter. Secara rinci spesifikasi teknis
anteroom sebagai berikut:
a. Suhu ruang 5 °C dengan fluktuasi suhu 2 °C
b. Insulation thickness = 100 mm
Lapisan lantai:
c. lantai kerja dudukan dinding panel = 5 cm
d. Lantai beton bertulang = 10 cm
e. floor hardener = 7 Kg/m2
f. plint keramik = 1 meter
g. Lantai terbuat dari bahan yang kedap air (berlapis epoxy
minimal 500 micron)
Ukuran panjang pada ruang anteroom bisa tentative (disesuaikan
dengan jangkauan pintu cold storage dan pintu lainnya atau
mengikuti spesifikasi di bawah).

Gambar Anteroom sebagai Barrier untuk Mencegah Fluktuasi


Suhu Saat Kegiatan Bongkar - Muat (Buka Tutup Pintu) di Cold
Storage

7. Loading Dock
Loading dock adalah ruang antara gudang beku yang terhubung
dengan anteroom dan berfungsi untuk kegiatan pemuatan produk
akhir (loading).
- 48 -

Pintu anteroom ke loading dock dilengkapi dengan tirai udara (air


curtain) dengan ukuran menyesuaikan lay out gudang beku.
Loading dock memiliki 2 (dua) pintu akses keluar : 1). Pintu akses
ke kendaraan berefrigerasi dengan ukuran selebar dimensi ukuran
pintu container berefrigerasi; 2) Pintu akses operator berukuran
lebar 1 meter tinggi 2 meter dengan arah bukaan keluar.
Lapisan lantai loading dock:
a. Beton bertulang = 10 cm
b. floor hardener = 7 Kg/m2
c. plint keramik = 1 meter
d. ketinggian lisplank area loading dan unloading = 4,50 terhadap
jalan site
e. Lantai terbuat dari bahan yang kedap air (berlapis epoxy
minimal 500 micron)
Ukuran panjang loading dock bisa tentative (disesuaikan dengan
jangkauan pintu cold storage dan anteroom atau mengikuti
spesifikasi di bawah)
- 49 -

Gambar Kegiatan Persiapan Pengiriman Produk Melalui Loading


Dock dan sectional door (dari luar)

8. Pendingin Udara Ruang Pengolahan


Untuk mencegah kontaminasi yang berasal dari udara kotor, maka
ruang pengolahan tidak boleh berhubungan langsung dengan
udara luar, sehingga ventilasi/tata udara di dalam ruangan harus
dilengkapi dengan sistem pendingin udara. Suhu udara ruangan,
dimana ikan ditangani, diolah dan dikemas diatur pada temperatur
sekitar 20°C. Ruang pengolahan adalah ruangan dimana kegiatan
mulai dari penanganan, sortasi, penyiangan, pencucian,
penyusunan, pembekuan hingga pengemasan ikan beku
dilakukan.

9. Ruang mesin
Ruang mesin atau refrigeration unit diltempatkan di area yang
aman dan terlindung. Untuk memastikan pembuangan udara
panas dari mesin dapat bersirkulasi dengan baik, maka bangunan
ruang mesin harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Dinding bagian luar seluruhnya terbuat dari jeruji/mesh tahan
karat.
b. Tinggi dinding minimal 4 meter
c. Pondasi mesin disiapkan untuk semua mesin pendingin dan
pendukungnya.
- 50 -

d. Jarak bebas dengan bangunan lain minimal 2 meter.

Gambar Contoh Ruang Mesin

1.4. Sarana Pengolahan


Sarana dan peralatan yang digunakan di UPI harus memenuhi
beberapa persyaratan yaitu:
a. Sesuai peruntukannya berdasarkan jenis ikan, teknik penanganan/
pengolahan dan produk akhir yang diharapkan;
b. Sesuai dengan kapasitas produksinya;
c. Memenuhi persyaratan standar bahan/food grade (tidak beracun,
tidak mudah korosi, permukaan halus, tidak menyerap air, dan
kuat/tahan lama);
d. Desain/konstruksinya dapat dengan mudah dibersihkan, dirawat
dan di desinfeksi.
Sarana untuk penanganan dan pengolahan ikan dibagi menjadi 2 tipe,
yaitu mekanik dan non mekanik. Sarana pengolahan yang digunakan
harus memenuhi persyaratan teknis antara lain:

1. Sarana Pengolahan Mekanik


a. Bak Pencuci (Washing Tank) – Konveyor
Konveyor bak pencuci dipergunakan untuk mencuci bahan baku
ikan yang akan diolah lebih lanjut.
- 51 -

Gambar Washing Tank di ruang penerimaan bahan baku

1) Desain Umum Bak Pencuci


a) Konveyor bak pencuci dilengkapi dengan pompa sirkulasi,
sehingga proses pencucian ikan dapat maksimal
b) Dilengkapi dengan ball valve pengatur besar/kecil pada
setiap nozzlenya;
c) Desain seminimal mungkin mencegah terdapat celah atau
rongga yang akan mengakumulasi kotoran/tempat
berkembang biaknya bakteri;
d) Desain mudah dibongkar pasang. Peralatan penunjang
lainnya pada unit konveyor harus dapat dengan mudah
dibongkar pasang waktu pembersihan (cleaning), sehingga
operasi pembersihan dapat lebih efisien dan efektif
menghilangkan kotoran;
e) Dilengkapi dengan keran pembuangan air bila diadakan
sanitasi sehingga kotoran dapat dengan mudah
dibuang/dibersihkan. Pembuangan air terletak pada
bagian kiri dan kanan dari bak;
f) Ukuran pembuangan air 300x400 mm berada pada
masing-masing sisinya, serta dilengkapi dengan
wiremesh, agar ikan/produk tidak terbuang saat proses
pengeringan.
g) Ketebalan bak pencuci adalah 4.0 terbuat dari bahan
stainless steel AISI 304 / SUS 304 (finish 2B)
- 52 -

2) Rangka Konveyor
a) Rangka Konveyor terbuat dari bahan stainless steel AISI
304 / SUS 304. (finish original material);
b) Kadar kandungan nickel: 7,9 ~ 8.1%. (dilampirkan
sertifikasi bahannya);
c) Ketebalan bahan minimal 3.0 mm;
d) Memiliki kekuatan dalam menopang struktur konveyor
secara keseluruhan;
e) Desain rangka konveyor sesuai standar easy clean (mudah
dibersihkan).

3) Belt konveyor
a) Pabrikan Belt Konveyor yang dipergunakan telah
tersertifikasi ISO 9001;
b) Agar mudah dipantau kebersihannya, belt yang digunakan
berwarna putih;
c) Belt konveyor yang dipergunakan diwajibkan memiliki
standar FDA dan NSF/USDA
Belt konveyor menggunakan material polypropylene,
dengan open area 18%. Open area dimaksud agar terjadi
penirisan waktu produk diangkut pada belt konveyor

d) Sambungan engsel pada belt konyeyor antar link tertutup


pada saat berjalan;
e) Belt Konveyor pada bagian bawah belt mengacu pada easy
clean/mudah dibersihkan, dimana pembersihan dengan air
lebih mudah mengalir (improved hygiene)

f) Kekuatan belt (belt strength) adalah 1340 kg/m


- 53 -

g) Kekuatan tarik yang diperbolehkan (permissible tensile


strength) 16.000NM
h) Temperatur kerja 1 ~ 104°C
i) Belt mudah dibongkar pasang waktu pembersihan
(cleaning).

j) Diperhatikan pin pengunci sambungan engsel harus


mengacu pada desain untuk mudah dibersihkan, serta
desain pin untuk bisa dipakai kembali. Tidak memerlukan
peralatan khusus untuk membukanya.

k) Belt dilengkapi sayap (flight) setiap jarak 8 link sambungan.


Ketinggian sayap adalah 50 mm

l) Pada sisi kiri dan kanan sayap dikosongkan (minimal 20


mm) pitch belt conveyor 2” atau 50.8 mm

4) Support/Pendukung Belt konveyor


a) Support belt konveyor menggunakan material sejenis yang
tidak mudah aus karena gesekan dengan belt konveyor;
- 54 -

b) Perhitungan jumlah support/pendukung disesuaikan


dengan jumlah sprocket penggerak;
c) Bearing housing menggunakan material plastic/polyamide
dengan cover anti dust proof.

5) Motor Penggerak
a) Pabrikan dari motor penggerak telah tersertifikasi ISO
14001
b) Motor penggerak berfungsi untuk menggerakkan drive
konveyor
c) Putaran motor penggerak direduksi dengan menggerakkan
reducer model hypoid.

Hypoid Gear Transmission


d) Reducer harus menggunakan grace (gemuk) bukan oli
dengan minimal mempunyai masa waktu 20.000 jam kerja
e) Motor dan reducer penggeraknya menjadi satu kesatuan,
sehingga tidak memerlukan rantai atau pulley atau
transmisi lainnya

f) IP motor penggerak adalah 55


Mempunyai efisiensi torsi yang lebih tinggi dibanding
model worm
Motor penggerak di lindungi dengan cover stainless steel
304;

g) Kebutuhan daya dari motor penggerak adalah 2.2 kW, 380


V, 50 hZ
- 55 -

6) Torsi Motor Penggerak Konveyor


a) Torsi pada masing-masing penggerak konveyor bahan jadi,
bahan baku dan limbah padat adalah sangat penting
diperhatikan agar konveyor dapat bergerak sesuai dengan
fungsinya
b) Besaran torsi konyeyor adalah 37.7 kgf.m

7) Kecepatan Konveyor
a) Kecepatan pada masing-masing konveyor diperlukan
pengaturan kecepatan konveyor dengan menggunakan
inverter yang dilengkapi touch pad yang dipasang pada
bagian depan pintu control panel; sehingga memudahkan
pengaturan kecepatan pada konveyor, tanpa membuka
tutup;
b) Besaran kecepatan konyeyor adalah 20 m/min dan bisa
diatur (adjustable) dengan menggunakan inverter yang
sesuai dengan kapasitas besaran dari power motor

8) Panel Box control Panel


a) Box control panel harus tahan terhadap debu dan kedap
akan air (tidak menggunakan bahan steel atau stainless
steel);
b) Dilengkapi On/Off Push Button atau selector switch untuk
menghidupkan dan mematikan arus listrik motor
penggerak;
c) Dilengkapi dengan lampu indicator yang dapat
menunjukkan masing-masing dari motor penggerakan
pada saat jalan (hijau), berhenti (merah);
d) Pengkodean kabel dengan print laser.

9) Pompa Sirkulasi
a) Pompa Sirkulasi dibutuhkan untuk membuat sistem
pencucian lebih maksimal, melalui semburan sirkulasi
dari pompa yang diarahkan ke dalam bak bagian dalam;
b) Power Pump: 2,2kW, 380V. 50hZ dengan jumlah pole
sebanyak dua;
c) Standard construction pump:
- 56 -

(1) Impeler Closed centrifugal type (twin)


(2) Shaft seal type with mechincal seal
(3) Bearing with sealed ball beraing
(4) Cassing material with SUS 304
(5) Impeler material with SUS 304 dan difusser dengan
material SUS 304
(6) Pipe connection : G 1¼ or G 1½ (suction)
G 1 (Discharge)
(7) Isolasi class F
(8) Protection degree IP 55

b. Konveyor Filleting dan Pemotongan (Cutting)


1) Desain Umum
a) Desain Konyeyor secara umum mengacu pada standard
easy clean (mudah dibersihkan);
b) Desain rigid seminimal mungkin mencegah terdapat celah
atau rongga yang akan mengakumulasi kotoran/tempat
berkembang biaknya bakteri;
c) Desain mudah dibongkar pasang. Peralatan penunjang
lainnya pada unit konveyor harus dapat dengan mudah
dibongkar pasang waktu pembersihan (cleaning), sehingga
operasi pembersihan dapat lebih efisien dan efektif
menghilangkan kotoran;
d) Terdapat tiga bagian pada rangka konveyor, yaitu untuk
bahan baku, produk jadi dan limbah padat;
e) Desain antistatic.
- 57 -

Gambar Konveyor Filleting/Deheading dengan 3 Layer (Bahan


Baku, Produk Jadi dan Limbah Padat)

2) Rangka Konveyor
a) Rangka Konveyor dari bahan stainless steel AISI 304/SUS
304. (finish Hairline atau ornament);
b) Kadar kandungan nikel nya 7,9 ~ 8.1%. (dilampirkan
sertifikasi bahannya);
c) Memiliki kekuatan dalam menopang struktur konveyor
secara keseluruhan;
d) Rangka konveyor harus didesainsesuai standar easy clean
(mudah dibersihkan).

3) Bingkai (Frame) Konveyor


a) Bingkai (frame) Konveyor terbuat dari bahan stainless steel
AISI 304 / SUS 304 (finish Hairline)
b) Kadar kandungan nickel: 7,9 ~ 8.1%. (dilampirkan
sertifikasi bahannya)
c) Ketebalan bahan minimal 3.0 mm
d) Secara prinsip bingkai (frame) dari Konveyor terdiri dari 3
bagian yaitu:
(1) Bagian suplai bahan baku (misalnya ikan utuh
(2) Bagian produk jadi (misalnya ikan yang telah dipotong)
(3) Bagian limbah padat (misalnya kepala ikan)

4) Meja
a) Meja digunakan untuk tempat pemotongan atau filleting
ikan;
b) Frame untuk meja konveyor terbuat bahan stainless steel
AISI 304 / SUS 304;
c) Kadar kandungan nikel: 7,9 ~ 8.1% (dilampirkan
sertifikasi bahannya);
d) Meja konveyor dari bahan PE (polyethylene) atau PA 66
dan dapat dibongkar pasang pada saat akan dibersihkan
(easy clean);
e) Ukuran lebar total meja 340 mm;
- 58 -

f) Meja didesain secara ergonomis bagi pekerja untuk


memudahkan bekerja;
g) Ketebalan meja kerja adalah 20 mm;
h) Meja dilengkapi dengan tempat pembuangan sisa
potongan dari proses pemotongan;
i) Didesain agar mudah di bongkar pasang untuk keperluan
operasi sanitasi.

5) Pipa Air dan Kran Air


a) Diperlukan air diperlukan untuk memudahkan proses
pembersihan pada proses pemotongan ikan;
b) Air disalurkan lewat pipa stainless steel diameter 1” AISI
304 / SUS 304. (dilampirkan sertifikasi bahannya);
c) Kran air ditempatkan di atas pada setiap meja kerja, agar
pekerja mudah mengatur volume dari keluaran air;
d) Pipa atau selang dibuat flexible dan dapat diarahkan

6) Luncuran Limbah Padat


a) Luncuran untuk limbah padat didesain harus mudah
untuk dibongkar dan dipasang untuk keperluan
pembersihan dan sanitasi;
b) Bahan luncuran limbah padat dibuat dari stainless steel
304 hairline dengan ketebalan antara 0.8-1.0 mm;
c) Lubang untuk arahan luncuran ke ruang limbah minimal
berukuran 100x100 cm.

7) Belt Konveyor
a) Pabrikan belt konveyor yang dipergunakan telah
tersertifikasi ISO 9001
b) Belt konveyor yang dipergunakan diwajibkan memiliki
standar FDA dan USDA
c) Belt konveyor menggunakan material polypropylene
d) Warna belt disesuaikan dengan standarisasi Eropa, dan
dibedakan untuk bahan baku, produk jadi dan limbah
padat dari produk
e) Sambungan engsel pada belt konveyor antar link tertutup
pada saat berjalan, khususnya pada limbah padat dan
- 59 -

bahan baku.

f) Engsel dapat terbuka saat cleaning. Pembersihan


(cleaning) dengan air bertekanan masuk ke celah-celah
engsel, dan pembersihan dapat dilakukan dari dalam
keluar atau sebaliknya.

g) Belt konveyor pada bagian bawah belt mengacu pada easy


clean/mudah dibersihkan, dimana pembersihan dengan
air lebih mudah mengalir (improved hygiene)

h) Kekuatan tarik yang diperbolehkan (permissible tensile


strength) 7500 NM
i) Temperatur kerja 1 ~ 104°C
j) Belt mudah dibongkar pasang untuk keperluan
pembersihan

k) Diperhatikan pin pengunci sambungan engsel harus


mengacu pada desain untuk mudah dibersihkan, serta
desain pin untuk bisa dipakai kembali. Tidak memerlukan
peralatan khusus untuk membukanya.
- 60 -

l) Wear strip menggunakan bahan PA 66 atau sejenisnya


dengan ketebalan 15 mm, dan mudah dibongkar pasang
dalam waktu singkat untuk keperluan operasi
pembersihan.

Contoh ilustrasi wear strip atau bisa sejenisnya

m) Wear strip merupakan satu kesatuan, bukan berupa wear


strip yang dipasangkan atau disanggah dengan plat atau
sejenisnya (segaris dengan wear strip itu sendiri).

8) Support / Pendukung Belt Konveyor


a) Support belt konveyor menggunakan material sejenis yang
tidak mudah aus karena gesekan dengan belt konveyor;
b) Perhitungan jumlah support/pendukung disesuaikan
dengan lebar dibagi 200 mm;
c) Bearing menggunakan material plastic/polyamide dengan
cover anti dust proof.

9) Motor Penggerak
a) Pabrikan dari motor penggerak telah tersertifikasi ISO
14001
b) Motor penggerak berfungsi untuk menggerakkan drive
konveyor
c) Putaran motor penggerak direduksi dengan menggerakkan
reducer model hypoid.
- 61 -

Hypoid Gear transmission


d) Reducer harus menggunakan grace (gemuk) bukan oli.
Dan minimal mempunyai masa waktu 20.000 jam kerja.
e) Motor dan reducer penggeraknya menjadi satu kesatuan,
sehingga tidak memerlukan rantai atau pulley atau
transmisi lainnya.

f) IP motor penggerak adalah 55


Mempunyai efisiensi torsi yang lebih tinggi dari model
worm
Motor penggerak di lindungi dengan cover stainless steel
304
g) Motor penggerak masing-masing, maksimal adalah
0.55kW, 380 V, 50 hZ

10) Torsi Motor Penggerak Konveyor


a) Torsi pada masing-masing penggerak konveyor bahan jadi,
bahan baku dan limbah padat adalah sangat penting
diperhatikan agar konveyor dapat bergerak sesuai dengan
fungsinya

b) Besaran torsi konveyor adalah :


(1) Bahan baku : 25.1 kgf m
(2) Bahan jadi : 25.1 kgf m
(3) limbah padat : 15.7 kgf m

11) Kecepatan Konveyor


a) Kecepatan pada masing-masing konveyor bahan jadi,
bahan baku dan limbah padat adalah konstan atau tidak
- 62 -

memerlukan pengaturan kecepatan lainnya;


b) Besaran kecepatan konveyor adalah :
(1) Bahan Baku : ±7 m/min
(2) Bahan Jadi : ±7 m/min
(3) limbah padat : ±11 m/min

12) Panel Box Control Panel


a) Box control panel harus tahan terhadap debu dan kedap
akan air
b) Tidak menggunakan bahan steel atau stainless steel.
c) On/Off Push Button atau selector switch untuk
menghidupkan dan mematikan arus listrik motor
penggerak.
d) Dilengkapi dengan lampu Indikator yang dapat
menunjukan masing-masing dari motor penggerakan pada
saat jalan (hijau), berhenti (merah).
e) Pengkodean kabel dengan print laser

13) Cleaning In Place


Untuk bagian limbah padat dan bahan baku pada konveyor
dilengkapi dengan Cleaning in Place dengan menggunakan air

c. Konveyor Limbah Padat (Waste Fish Conveyor)


1) Desain Umum
a) Desain konveyor secara umum mengacu pada standard
easy clean (mudah dibersihkan)
b) Desain seminimal mungkin mencegah terdapat celah atau
rongga yang akan mengakumulasi kotoran/tempat
berkembangbiaknya bakteri
c) Desain mudah dibongkar pasang. Peralatan penunjang
lainnya pada unit konveyor harus dapat dengan mudah
dibongkar pasang waktu pembersihan (cleaning), sehingga
operasi pembersihan dapat lebih efisien dan efektif
menghilangkan kotoran
d) Antistatic Desain.
- 63 -

Gambar Konveyor yang mentransfer sisa/potongan ikan


dari ruang pengolahan ke ruang limbah

2) Rangka Frame Konveyor


a) Rangka Konveyor dari bahan stainless steel AISI 304 /
SUS 304. (Original material)
b) Kadar kandungan nikel nya 7,9 ~ 8.1%. (dilampirkan
sertifikasi bahannya)
c) Memiliki ketebalan minimal 3.0 mm
Rangka konveyor harus didesainsesuai standard easy
clean (mudah dibersihkan), namum tetap kokoh dan
mampu menopang konveyor secara keseluruhan.

3) Belt konveyor
a) Belt konveyor yang dipergunakan telah tersertifikasi ISO
9001
b) Belt konveyor yang dipergunakan diwajibkan memiliki
standar FDA danUSDA
c) Belt konveyor menggunakan material polypropylene
d) Sambungan engsel pada belt konyeyor antar link tertutup
pada saat berjalan, khususnya pada limbah dan bahan
baku.

e) Engsel terbuka saat cleaning. Pembersihan (cleaning)


dengan air bertekanan masuk ke celah-celah engsel,
sehingga pembersihan (cleaning) bisa di lakukan dari
dalam keluar atau sebaliknya.
- 64 -

f) Belt Konveyor pada bagian bawah belt mengacu pada easy


clean/mudah dibersihkan, dimana pembersihan dengan
air lebih mudah mengalir (improved hygiene)

g) Kekuatan belt (belt strength) adalah 1340 kg/m


h) Kekuatan Tarik yang diperbolehkan (permissible tensile
strength) 16.000 NM
i) Temperatur kerja 1 ~ 104°C
j) Belt mudah dibongkar pasang waktu pembersihan
(cleaning).

k) Diperhatikan pin pengunci sambungan engsel harus


mengacu pada desain untuk mudah dibersihkan. Didesain
untuk bisa dipakai lagi pinnya. Tidak perlu alat khusus
untuk membukanya.

l) Wear Strip Menggunakan bahan PA66 atau sejenisnya


dengan lebar ketebalan 15 mm, dan mudah dibongkar
pasang dalam waktu singkat untuk cleaning
- 65 -

Contoh ilustrasi wear strip atau bisa sejenisnya

m) Wear Strip adalah satu kesatuan, bukan berupa wearstrip


yang dipasangkan atau disanggah dengan plat atau
sejenisnya segaris dengan wear strip itu sendiri.

4) Support / Pendukung Belt Konveyor


a) Support belt konveyor menggunakan material sejenis yang
dapat tidak mudah aus karena gesekan dengan belt
konveyor. Perhitungan jumlah support/pendukung
disesuaikan dengan lebar dibagi 200 mm
b) Warna belt grey/black/brown

5) Motor penggerak
a) Pabrikan dari motor penggerak telah tersertifikasi ISO
14001
b) Motor penggerak berfungsi untuk menggerakan drive
konveyor. Putaran motor penggerak direduksi dengan
menggerakan reducer model hypoid.

Hypoid Gear transmission


c) Reducer harus menggunakan grace (gemuk) bukan oli.
Dan minimal mempunyai masa waktu 20.000 jam kerja
d) Motor dan reducer penggeraknya menjadi satu kesatuan,
sehingga tidak memerlukan rantai atau pulley atau
transmisi lainnya.

e) IP motor penggerak adalah 55


f) Mempunyai efisiensi torsi yang lebih tinggi dari model
worm
Motor penggerak di lindungi dengan cover stainless steel
- 66 -

304
g) Motor penggerak masing-masing, maksimal adalah
0.55kW, 380 V, 50 hZ

6) Torsi Motor Penggerak konveyor


Torsi konveyor limbah padat adalah : 15.7 kgf m

7) Kecepatan Konveyor
a) Kecepatan konveyor adalah Konstan atau tidak
memerlukan pengaturan kecepatan lainnya atau konstan
b) Besaran kecepatan konyeyor adalah : ±11 m/min

8) Panel Box Control Panel


a) Box control panel harus tahan terhadap debu dan kedap
akan air. Tidak menggunakan bahan steel atau stainless
steel
b) On/Off Push Button atau selector switch untuk
menghidupkan dan mematikan arus listrik motor
penggerak.
c) Dilengkapi dengan lampu Indikator yang dapat
menunjukan masing-masing dari motor penggerakan pada
saat jalan (hijau), berhenti (merah).
d) Pengkodean kabel dengan print laser

d. Mesin Skinning (Skinning Machine)


1) Desain Umum
a) Kegunaan dari mesin skinning adalah untuk
menghaluskan, atau membersihkan kulit dari kebanyakan
spesies ikan, termasuk nila, perch, skate wings,
monkfish,freshwater catfish, squid, cuttlefish, dogfish,
shark, fresh, smoked salmon, tilapia, flounder, plaice,
whiting, cod, haddock, dan lainnya
b) Desain mesin skinning dari stainless steel, dilengkapi
dengan roda, sehingga mudah dipindah-pindah
c) Putaran dalam kecepatan tinggi
d) Desain higienis dan ergonomis dengan sudut radius (aman
dalam penggunaan)
- 67 -

e) Built-ion system semprotan air dengan adjustable volume


dan auto-shut valve untuk meminimalkan konsumsi air.

2) Dimensi
Ukuran
a) Panjang : 705 mm
b) Lebar : 710 mm
c) Tinggi : 950 mm
d) Lebar efektif : 460 mm
e) Kapasitas : 20-150 pcs/menit (tergantung ukuran
ikan)

3) Daya Listrik
KW, 3 phase 400 V, 50Hz

4) Kecepatan Putaran Mesin Skining


Kecepatan putaran Roller adalah 31.5 m/min

e. Konveyor Deboning dan Triming


1) Design Umum
a) Desain konveyor secara umum mengacu pada standard
easy clean (mudah dibersihkan)
b) Desain seminimal mungkin mencegah terdapat celah atau
rongga yang akan mengakumulasi kotoran/tempat
berkembang biaknya bakteri
c) Desain mudah dibongkar pasang. Peralatan penunjang
lainnya pada unit konveyor harus dapat dengan mudah
dibongkar pasang waktu pembersihan (cleaning), sehingga
operasi pembersihan dapat lebih efisien dan efektif
menghilangkan kotoran
d) Produk bahan jadi dan bahan baku ada selisih ketinggian
sekitar 350 mm pada ketinggian yang sama. Produk bahan
jadi lebih tinggi 350 mm
- 68 -

e) Antistatic Desain.

2) Rangka Konveyor
a) Rangka konveyor dari bahan stainless steel AISI 304 / SUS
304. (finish Hairline atau ornament)
b) Kadar kandungan nikel nya 7,9 ~ 8.1% (dilampirkan
sertifikasi bahannya)
c) Memiliki ketebalan minimal 2.0 mm
d) Rangka konveyor harus didesain sesuai standard easy
clean (mudah dibersihkan), namun tetap kokoh dan
mampu menopang konveyor.

3) Bingkai (Frame) Konveyor


a) Bingkai (frame) konveyor dari bahan stainless steel AISI
304 / SUS 304 (finish hairline )
b) Kadar kandungan nikel nya 7,9 ~ 8.1% (dilampirkan
sertifikasi bahannya)
c) Ketebalan bahan bingkai frame konveyor adalah 3 mm
d) Dapat didesain sesuai dengan proses perhitungan jumlah
pekerja
e) Secara prinsip bingkai (frame) dari konveyor yaitu untuk
produk jadi (setelah diproses).

4) Meja
a) Frame dudukan meja konveyor dari bahan stainless steel
AISI 304 / SUS 304
b) Kadar kandungan nikel nya 7,9 ~ 8.1% (dilampirkan
sertifikasi bahannya)
c) Meja konveyor dari bahan PE (polyethylene) atau PA 66
dan bisa dibongkar pasang pada saat sanitasi (easy clean)
d) Meja kerja deboning adalah tempat dimana akan diambil
duri dan kegiatan lainnya
e) Ukuran lebar total meja 340 mm
f) Meja juga memudahkan secara ergonomis bagi pekerja
untuk menaruh raw material
g) Ketebalan meja kerja adalah ±20 mm
- 69 -

5) Pipa Air dan Kran Air


a) Diperlukan air tekanan tinggi agar membantu
membersihkan sisa kotoran pada ikan
b) Air disalurkan lewat pipa stainless steel diameter 1” AISI
304/SUS 304. (dilampirkan sertifikasi bahannya)
c) Kran air ditempatkan diatas meja kerja, agar pekerja
mudah mengatur volume dari keluaran air
d) Pipa kran air dapat diarahkan sesuai kebutuhan
penggunaannya

6) Belt konveyor
a) Belt konveyor yang dipergunakan telah tersertifikasi ISO
9001
b) Belt konveyor yang dipergunakan diwajibkan memiliki
standar FDA dan USDA
c) Belt konveyor menggunakan material polypropylene, baik
untuk bahan baku, produk jadi dan limbah padat
d) Sambungan engsel pada belt konveyor antar link tertutup
pada saat berjalan, khususnya pada limbah padat dan
bahan baku.

e) Engsel terbuka saat cleaning. Pembersihan (cleaning)


dengan air bertekanan masuk ke celah-celah engsel,
sehingga pembersihan (cleaning) bisa dilakukan dari
dalam keluar atau sebaliknya

f) Belt konveyor pada bagian bawah belt mengacu pada easy


clean/mudah dibersihkan, dimana pembersihan dengan air lebih
mudah mengalir (improved hygiene)
- 70 -

g) Kekuatan tarik yang diperbolehkan (permissible tensile


strength) 7.500 NM
h) Temperatur kerja 1 ~ 104°C
i) Belt mudah dibongkar pasang waktu pembersihan
(cleaning)

j) Diperhatikan pin pengunci sambungan ensgsel harus


mengacu pada desain untuk mudah dibersihkan. Didesain
untuk bisa dipakai lagi pinnya. Tidak perlu alat khusus
untuk membukanya.

k) Wear strip Menggunakan bahan PA66 atau sejenisnya


dengan lebar ketebalan 15 mm, dan mudah dibongkar
pasang dalam waktu singkat untuk cleaning.

Contoh Ilustrasi Wear Strip Atau Bisa Sejenisnya

l) Wear strip adalah satu kesatuan, bukan berupa wear strip


yang dipasangkan atau disanggah dengan plat atau
sejenisnya segaris dengan wear strip itu sendiri.

7) Support / Pendukung Belt konveyor


a) Support belt konveyor menggunakan material sejenis yang
tidak dapat mudah aus karena gesekan dengan belt
- 71 -

konveyor
b) Perhitungan jumlah support/pendukung disesuaikan
dengan lebar dibagi 200 mm
c) Warna belt untuk produk jadi sesuai standard Eropa
d) Bearing menggunakan material body plastic atau
polyamide food grade dan dust proof dilengkapi cover.

8) Motor penggerak
a) Pabrikan dari motor penggerak telah tersertifikasi ISO
14001
b) Motor penggerak berfungsi untuk menggerakkan drive
konveyor
c) Putaran motor penggerak direduksi dengan menggerakkan
reducer model hypoid.

Hypoid Gear Transmission


d) Reducer harus menggunakan grace (gemuk) bukan oli.
Dan minimal mempunyai masa waktu 20.000 jam kerja
e) Motor dan reducer penggeraknya menjadi satu kesatuan,
sehingga tidak memerlukan rantai atau pulley atau
transmisi lainnya.

f) IP motor penggerak adalah 55


g) Mempunyai efisiensi torsi yang lebih tinggi dari model
worm
Motor penggerak di lindungi dengan cover stainless steel
304
h) Motor penggerak maksimal adalah 0.55kW, 380 V, 50 hZ

9) Torsi Motor Penggerak Konveyor


Torsi pada masing-masing penggerak konveyor bahan jadi,
bahan baku sangat penting diperhatikan agar konveyor dapat
- 72 -

bergerak sesuai dengan fungsinya. Besaran torsi konveyor


adalah :
Produk Jadi : 25.1 kgf m

10) Kecepatan Konveyor


Kecepatan pada masing-masing konveyor bahan jadi, bahan
baku dan limbah padat adalah konstan atau tidak
memerlukan pengaturankecepatan lainnya. Besaran
kecepatan konveyor adalah :
Bahan Jadi : ±7 m/min

11) Panel Box Control Panel


a) Box control panel harus tahan terhadap debu dan kedap
akan air. Tidak menggunakan bahan steel atau stainless
steel
b) On/Off Push Button atau selector switch untuk
menghidupkan dan mematikan arus listrik motor
penggerak
c) Dilengkapi dengan lampu Indikator yang dapat
menunjukkan masing-masing dari motor pergerakan pada
saat jalan (hijau), berhenti (merah)
d) Pengkodean kabel dengan print laser

f. Konveyor Bak Penghubung (Feeder Tank)


1) Desain Umum Bak Penghubung
a) Konveyor bak penghubung dipergunakan untuk
mengumpulkan produk produk jadi (bisa berupa hasil
setelah pemotongan, fileting, dan sebagainya) yang telah
dikupas kulitnya yang akan di teruskan ke proses
selanjutnya
b) Desain seminimal mungkin mencegah terdapat celah atau
rongga yang akan mengakumulasi kotoran/tempat
berkembang biaknya bakteri
c) Desain mudah dibongkar pasang. Peralatan penunjang
lainnya pada unit konveyor harus dapat dengan mudah
dibongkar pasang waktu pembersihan (cleaning), sehingga
operasi pembersihan dapat lebih efisien dan efektif
- 73 -

menghilangkan kotoran
d) Dilengkapi dengan pembuangan air bila diadakan sanitasi
sehingga kotoran dapat dengan mudah
dibuang/dibersihkan. Pembuangan air pada bagian kiri
dan kanan dari bak
e) Ukuran pembuangan air 200x300 mm pada masing-
masing sisinya, serta dilengkapi dengan wiremesh, agar
produk yang utuh tidak terbuang
f) Ketebalan bak pencuci adalah 3.0 dari bahan stainless
steel AISI 304/SUS 304 (finish 2B)

Gambar Feeder tank untuk mentransfer produk

2) Rangka Konveyor
a) Rangka Konveyor dari bahan stainless steel AISI 304 / SUS
304. (finish original material)
b) Kadar kandungan nikel nya 7,9 ~ 8.1%. (dilampirkan
sertifikasi bahannya)
c) Memiliki ketebalan minimal 3.0 mm
d) Rangka konveyor harus didesainsesuai standard easy
clean (mudah dibersihkan), namum tetap kokoh dan
mampu menopang konveyor.

3) Belt Konveyor
a) Belt Konveyor yang dipergunakan telah tersertifikasi ISO
9001
b) Belt konveyor yang dipergunakan diwajibkan memiliki
- 74 -

standar FDA dan USDA


c) Belt konveyor menggunakan material polypropylene,
dengan open area 18%
d) Open area dimaksud agar terjadi penirisan waktu produk
diangkut pada belt konveyor
e) Sambungan engsel pada belt konveyor antar link tertutup
pada saat berjalan

f) Engsel terbuka saat cleaning. Pembersihan (cleaning)


dengan air bertekanan masuk ke celah-celah engsel,
sehingga pembersihan (cleaning) bisa di lakukan dari
dalam keluar atau sebaliknya.

g) Belt konveyor pada bagian bawah belt mengacu pada Easy


Clean/mudah dibersihkan, dimana pembersihan dengan
air lebih mudah mengalir (improved hygiene)

h) Kekuatan tarik yang diperbolehkan (permissible tensile


strength) 16.000 NM
i) Temperatur kerja 1 ~ 104°C
j) Belt mudah dibongkar pasang waktu pembersihan
(cleaning).

k) Diperhatikan pin pengunci sambungan engsel harus


mengacu pada desain untuk mudah dibersihkan. Desain
untuk bisa dipakai lagi pinnya. Tidak perlu alat khusus
untuk membukanya.
- 75 -

l) Belt dilengkapi sayap (flight) setiap jarak 8 link


sambungan. Ketinggian sayap adalah 50 mm

m) Sayap pada sisi kiri dan kanan penuh.


Guide dengan menggunakan bahan PTFE
(Polytetraflouroethylene) atau PA 66 dan bisa dibongkar
pasang pada saat sanitasi (easy clean).
n) Pitch belt conveyor 2” atau 50.8 mm

4) Support / Pendukung Belt konveyor


a) Support belt konveyor menggunakan material sejenis yang
dapat tidak mudah aus karena gesekan dengan belt
konveyor
b) Perhitungan jumlah support/pendukung disesuaikan
dengan jumlah sprocket penggerak
c) Warna belt putih
d) Bearing housing menggunakan material plastik/polyamide
dengan cover anti dust proof.

5) Motor penggerak
a) Pabrikan dari motor penggerak telah tersertifikasi ISO
14001
b) Motor penggerak berfungsi untuk menggerakan drive
konveyor
c) Putaran motor penggerak direduksi dengan menggerakan
reducer model hypoid.
- 76 -

Hypoid Gear transmission

d) Reducer harus menggunakan grace (gemuk) bukan oli.


Dan minimal mempunyai masa waktu 20.000 jam kerja
e) Motor dan reducer penggeraknya menjadi satu kesatuan,
sehingga tidak memerlukan rantai atau pulley atau
transmisi lainnya.

f) IP motor penggerak adalah 55


Mempunyai efisiensi torsi yang lebih tinggi dari model
worm
Motor penggerak dilindungi dengan cover stainless steel
304
g) Kebutuhan daya dari motor penggerak adalah 0.4 kW, 380
V, 50 hZ safety factor 2

6) Torsi Motor Penggerak Konveyor


a) Torsi pada masing-masing penggerak konveyor bahan jadi,
bahan baku dan limbah padat adalah sangat penting
diperhatikan agar konveyor dapat bergerak sesuai dengan
fungsinya
b) Besaran torsi konveyor adalah 9.14 kgf m safety factor 2

7) Kecepatan konveyor
a) Kecepatan pada masing-masing konveyor diperlukan
pengaturan kecepatan konveyor dengan menggunakan
inverter yang dilengkapi touch pad yang dipasang pada
bagian depan pintu control panel. Sehingga memudahkan
untuk mengatur kecepatan pada konveyor, tanpa
membuka tutup
b) Besaran kecepatan konveyor adalah 11.4 m/min

8) Panel Box control Panel


- 77 -

a) Box control panel harus tahan terhadap debu dan kedap


akan air Tidak menggunakan bahan steel atau stainless
steel
b) On/Off Push Button atau selector switch untuk
menghidupkan dan mematikan arus listrik motor
penggerak
c) Dilengkapi dengan lampu Indikator yang dapat
menunjukkan masing-masing dari motor pergerakan pada
saat jalan (hijau), berhenti (merah)
d) Pengkodean kabel dengan print laser

g. Automatic Glazing from ABF/Tunnel Freezer


Spesifikasi automatic glazing untuk produk yang bekukan melalui
proses ABF/ tunnel freezer adalah sebagai berikut:
1) Overall dimension : 3500 mm (L) x 1100 mm
(Width) x 550/1200 mm
(height)
2) Width effective : 1000 mm
3) Material inner box : SUS 304, with 2.0 mm
thickness
4) Material outer box : SUS 304, with 1.5 mm
thickness
5) Material support : SUS 304, with 3.0 mm
thickness, angle bar 40x40
6) Material fame : SUS 304, angle bar 40x40x4
7) Material wear strip : PA66/HDPA or relevant
8) Material guide : PA66/HDPA or relevant
9) Material chute : SUS 304 1.5 mm
10) Material fresh water box : SUS 304 1.5 mm
11) Material pipe fresh water : SUS 304 ¾” and ½:
12) Material air pipe : SUS 304 ½”
13) Insulation thickness : standard cool system
insulation
14) Material modular belt : PP and flush grid, width belt
595 mm
15) Flight distance : 200 mm and flight height : 30
mm
- 78 -

16) Drive sprocket : with SQ shaft system


17) Pump : 1 unit for fresh water
18) Motor : with hyponic motor
19) Inverter : adjustable speed
20) Finishing : original material
Electrical install (in panel control)
21) Power consumption : 0.75 kW, 4 p, 220/380V,
50hZ (motor conveyor)
0.75 kW, 4 p, 220/380V,
50hZ (pump circulating)
0.37 kW, 4 p, 220/380V,
50hZ (pump spray water)
22) Inverter : 0.75 kW, 4 p, 220/380V,
50hZ (motor conveyor)
23) Control panel : Standard with Fuse,
overload system
24) Finishing : original Material

Gambar Automatic Glazing From ABF/Tunnel Freezer

h. Automatic Glazing dari Contac Plate Freezer


Desain automatic glazing secara umum mengacu pada standard
easy clean (mudah dibersihkan).
Desain seminimal mungkin mencegah terdapat celah atau rongga
yang akan mengakumulasi kotoran/tempat berkembang biaknya
- 79 -

bakteri.
Desain mudah dibongkar pasang. Peralatan penunjang lainnya
pada unit konveyor harus dapat dengan mudah dibongkar pasang
waktu pembersihan (cleaning), sehingga operasi pembersihan
dapat lebih efisien dan efektif menghilangkan kotoran
1) Dimensi Umum Konveyor
a) Panjang : ±2600 mm
b) Lebar total : 900 mm
c) Lebar belt efektif : 2 line disesuaikan dengan ukuran pan
d) Tinggi : 850 mm

2) Rangka Konveyor
a) Rangka Konveyor dari bahan stainless steel AISI 304 / SUS
304. (finish hairline atau ornament)
b) Kadar kandungan nickel nya 7,9 ~ 8.1%. (dilampirkan
sertifikasi bahannya)
c) Memiliki ketebalan minimal 3.0 mm
d) Rangka konveyor harus desain sesuai standar (mudah
dibersihkan), namum tetap kokoh dan mampu menopang
sistem dari konveyor tersebut.

3) Bingkai (frame) Konveyor


a) Bingkai (frame) konveyor dari bahan stainless steel AISI
304 / SUS 304. (finish hairline )
b) Kadar kandungan nickel nya 7,9 ~ 8.1%. (dilampirkan
sertifikasi bahannya)
c) Ketebalan bahan bingkai frame konveyor adalah 3 mm

4) Belt konveyor
a) Belt konveyor yang dipergunakan telah tersertifikasi ISO
9001
b) Belt konveyor menggunakan material polypropylene model
table top chain

5) Motor penggerak
a) Pabrikan dari motor penggerak telah tersertifikasi ISO
14001
- 80 -

b) Motor penggerak berfungsi untuk menggerakan drive


konveyor
c) Putaran motor penggerak direduksi dengan menggerakan
reducer model hypoid.

Gambar Hypoid Gear transmission

d) Reducer harus menggunakan grace (gemuk) bukan oli.


Dan minimal mempunyai masa waktu 20.000 jam kerja
e) Motor dan reducer penggeraknya menjadi satu kesatuan,
sehingga tidak memerlukan rantai atau pulley atau
transmisi lainnya.

f) IP motor penggerak adalah 55


g) Mempunyai efisiensi torsi yang lebih tinggi dibanding
model worm
h) Motor penggerak di lindungi dengan cover stainless steel
304
i) Motor penggerak masing-masing, maksimal adalah
0.55kW, 380 V, 50 hZ

6) Torsi Motor Penggerak konveyor


Torsi pada masing-masing penggerak konveyor bahan jadi,
bahan baku sangat penting diperhatikan agar konveyor dapat
bergerak sesuai dengan fungsinya.

7) Kecepatan Konveyor
- 81 -

Kecepatan pada masing-masing konveyor bahan jadi, bahan


baku dan sampah adalah konstan atau tidak memerlukan
pengaturan kecepatan lainnya. Besaran kecepatan konyeyor
dapat di sesuaikan dengan menggunakan inverter

8) Sumber air panas dari heater stainless stell, terdiri dari 3


heater stainless steel. Pengaturan panas dapat diatur atau
disesuaikan dengan kebutuhan

9) Nozzle disesuaikan dengan kebutuhan ruang agar produk dari


longpan dengan mudah dapat dibuka.

10) Panel Box control Panel


a) Box control panel harus tahan terhadap debu dan kedap
akan air
b) Tidak menggunakan bahan steel atau stainless steel
c) On/Off Push Bottom atau selector switch untuk
menghidupkan dan mematikan arus listrik motor
penggerak
d) Dilengkapi dengan lampu Indikator yang dapat
menunjukan masing-masing dari motor penggerakan pada
saat jalan (hijau), berhenti (merah)
e) Pengkodean kabel dengan print laser

Gambar Automatic Glazing dari Contac Plate

2. Sarana Pengolahan Non Mekanik


a. Meja Pengolahan
Secara umum meja untuk menangani dan mengolah ikan harus
- 82 -

memenuhi persyaratan sebagai berikut:


(1) Desain meja kerja harus sesuai standar easy clean (mudah
dibersihkan)
(2) Frame meja menggunakan bahan stainless steel 304
dengan ketebalan minimal 3.0 mm dengan original finish
material
(3) Permukaan meja dapat terbuat dari stainless steel atau
PTFE (polytetraflouroethylene) ketebalan 20 mm dan dapat
dibongkar pasang pada saat dibersihkan. Bahan
tergantung fungsi meja di masing-masing tahapan proses
(4) Support kaki meja menggunakan pipa ornamen stainless
steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan 1.2 mm
(5) Crossbracing atau penguat meja menggunakan bahan
stainless steel 304 dengan diameter 1” dengan ketebalan 1.0
mm
(6) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatkan lantai kerja
yang tidak rata.

Gambar Contoh meja yang digunakan untuk mengolah ikan

b. Pallet stainless untuk ikan


Desain meja kerja harus sesuai standar easy clean (mudah
dibersihkan).
Bahan menggunakan pipa ornamen stainless steel 304 diameter
1,5” dengan ketebalan 1.2 mm
c. Timbangan bahan baku waterproof (150 Kg)
d. Timbangan Produk waterproof (1 Kg, 5 Kg, 15 Kg)
e. Pisau stainless steel dengan gagang plastic (cutting, filleting,
- 83 -

trimming)
f. Asahan pisau berbahan baja (bulat dan oval)
g. Talenan plastic warna putih (cutting board)
h. Keranjang plastik untuk ikan kapasitas 25 kg
i. Keranjang plastik kedap untuk limbah padat kapasitas 50 kg
j. Box insulasi ukuran 500 liter
k. Long pan triple aluminium alloy dilengkapi tutup inner tutup
outer untuk CPF
l. Long pan aluminium untuk ABF
m. Trolley stainless steel 4 roda karet, kapasitas min. 500 kg
n. mesin automatic glazing untuk ABF/Tunnel/CPF
o. Hand sealer; panjang Seal minimal 40 cm
p. Automatic sealer; Sealing width 6-12mm
q. Carton sealer machine (mesin lakban master carton)
r. Strapping machine; untuk material Polypropylene Strapping
Band
s. Metal detector inner carton
t. Metal detector master carton
u. Pallet plastic untuk penyimpanan produk di cold storage,
berbahan PPC/HDPE
v. Gravity roller conveyor untuk transfer bahan baku ke ruang
penerimaan; frame berbahan stainless steel
w. Gravity roller conveyor untuk transfer produk beku ke container
refeer; frame berbahan stainless steel

3. Pakaian Kerja
Pakaian kerja karyawan yang menangani produk berupa wear
pack berwarna terang, apron plastik, sarung tangan karet,
penutup kepala dan sepatu boot. Khusus untuk karyawan yang
bekerja di ruang pendingin (ruang pembekuan/gudang beku)
diperlukan jaket tahan dingin dan sarung tangan karet (tebal).
Jumlah pakaian kerja untuk masing-masing karyawan minimal 2
kali set ditambah dengan cadangan.
- 84 -

Gambar pakaian kerja karyawan yang menangani/mengolah ikan

1.5. Bangunan dan Sarana Penunjang


1. Akses Kendaraan/Pengerasan Halaman untuk Kendaran Berat
(Container Reefer)
Tersedia akses kendaraan truk (roda 6) pengangkut bahan baku
dari luar ke area pembongkaran bahan baku, serta tersedia akses
kendaraan pengangkut container ke area loading dock untuk
keperluan pengangkutan produk akhir (pengiriman/ekspor).
Lebar jalan harus mencukupi untuk keluar masuk dan parkir
kendaraan. Jalan harus cukup kuat dan mampu menopang beban
kendaraan yang melintas.

2. Pagar pengaman keliling, papan nama/identitas bangunan dan


pintu masuk
ketentuan tinggi pagar sebagai berikut:
a. Pagar depan kurang lebih1,5 m;
b. Pagar samping kurang lebih 2 m;
c. Pagar belakang kurang lebih 2 m,
Pagar keliling dapat menggunakan bahan panel betol (T200 cm)
atau BRC (T190 cm). pintu gerbang menggunakan kerangka besi.
Papan nama menggunakan bahan plat besi (di cat) berukuran p120
cm lebar 90 cm berwarna putih dengan tulisan:

3. Rumah Teknisi
Rumah teknisi diperuntukan bagi operator mesin pendingin,
dimana dalam penugasannya harus mengoperasikan dan
- 85 -

memonitor kinerja mesin pendingin dan sarana pendukung lainnya


selama 24 jam.
Rumah teknisi terdiri dari ruang istirahat, kamar mandi/toilet dan
ruang tamu. Rumah teknisi ditempatkan tidak terlalu jauh dari
ruang mesin.

4. Pos Jaga
Pos jaga bagi petugas kemanan ditempatkan pada pintu
masuk/keluar area halaman UPI berupa bangunan yang dapat
memantau keluar masuknya. Pos jagaberukuran cukup untuk
melaksanakan tugas/pendataan tamu dan terdiri dari ruang
jagadan kamar mandi/toilet.

5. Bangunan Ibadah (Misalnya Mushola)


Bangunan ibadah tersedia dengan ukuran mempertimbangkan
jumlah karyawan yang ingin melaksanakan ibadah. Tersedia
tempat wudhu dan ruang ibadah. Ditempatkan dekat dengan
ruang istirahat karyawan.

6. Taman/Area Hijau
Taman berfungsi sebagai tempat tumbuhnya tanaman, peresapan
air, sirkulasi, unsur-unsur estetik, dan sebagai ruang amenity.
Tanaman yang dipilih adalah jenis yang tidak menimbulkan
banyak sampah daun/buah dan berukuran tidak terlalu tinggi
untuk mencegah bersarangnya burung atau hewan lainnya yang
berpotensi sebagai sumber kontaminasi terhadap produk.

7. Tempat Istirahat Karyawan/Kantin


Ruang istirahat karyawan tersedia dengan ukuran
mempertimbangkan jumlah karyawan yang bekerja di UPI.
Tersedia wastafel dan ruang makan yang dilengkapi dengan meja,
kursi dan tempat sampah. Ditempatkan tidak boleh terlalu dekat
dengan akses masuk karyawan ke ruang/unit pengolahan.

8. Ruang Laundry
Untuk menjamin kebersihan pakaian kerja karyawan yang
menangani ikan/produk, maka UPI harus menyediakan fasilitas
- 86 -

laundry pakaian berupa ruangan yang cukup untuk menempatkan


mesin cuci/pengering dan peralatan lainnya. Ditempatkan dekat
dengan ruang masuk karyawan ke unit pengolahan.

Penjelasan pada BAB PERSYARATAN TEKNIS di atas saling melengkapi


dengan penjelasan yang terdapat pada BAB SPESIFIKASI TEKNIS.

BAB IV
SPESIFIKASI TEKNIS

Berdasarkan kebutuhan di lokasi pengembangan industri pengolahan


hasil perikanan, maka spesifikasi teknis UPI dibagi menjadi 3 jenis yaitu:
1. ICS/UPI dengan produksi 13 ton/hari dan gudang beku (cold storage)
200 ton;
2. ICS/UPI dengan produksi 10 ton/hari dan gudang beku (cold storage)
200 ton; dan
3. ICS/UPI dengan produksi 5 ton/hari dan gudang beku (cold storage) 100
ton.
NO KOMPONEN UPI 13 ton UPI 10 UPI 5 ton
/CS 200 ton ton /CS 100
/CS 200 ton
ton
1. RUANG PENGOLAHAN 2 line 1 line 1 line
a. Ruang Penerimaan washing manual manual
tank
b. Ruang Pengolahan 2 line 1 line 1 line
- 87 -

NO KOMPONEN UPI 13 ton UPI 10 UPI 5 ton


/CS 200 ton ton /CS 100
/CS 200 ton
ton
b. Ruang Pengemasan 2 line 1 line 1 line
c. Ruang Penampungan +10 ton +7.5 ton +3 ton
Limbah
d. Ruang 3 ruang 3 ruang 3 ruang
Penyimpanan/Gudang
e. Fasilitas Personal +200 orang +150 +100
Hygiene, untuk: orang orang
f. Laboratorium Mini √ √ √
g. Kantor √ √ √
h. Unit water treatment 15 m3/jam 15 10 m3/jam
m3/jam
i. IPAL 450 m3/hari 450 300m3/hari
m3/hari
j. Genset 325 KVA 200 KVA 125 KVA
2. SARANA PENGOLAHAN
Peralatan Semi Manual Manual
Mekanik
3. MESIN PENDINGIN
PEMBEKUAN 13 ton/hari 10 5 ton/hari
ton/hari
a. ABF 5 ton x 2 5 ton x 2 2.5 ton x 2
unit unit unit
b. CPF 0.75 - -
ton/1.5 jam
x 2 unit (2
siklus)
PENYIMPANAN
d. Cold Storage 100 ton x 2 100 ton x 50 ton x 2
2
PENGOLAHAN
e. Flake Ice Machine (FIM) 10 ton 10 ton 5 ton
f. Water Chiller 5 m3 5 m3 5 m3
- 88 -

NO KOMPONEN UPI 13 ton UPI 10 UPI 5 ton


/CS 200 ton ton /CS 100
/CS 200 ton
ton
g. Pendingin udara ruang √ √ √
pengolahan
6. BANGUNAN PENUNJANG
a. akses kendaraan √ √ √
b. pagar √ √ √
c. rumah teknisi √ √ √
d. pos jaga √ √ √
e. bangunan ibadah √ √ √
f. taman/area hijau √ √ √
g. tempat istirahat √ √ √
karyawan/kantin
h. ruang laundry √ √ √
7. KENDARAAN OPERASONAL
a. Kendaraan roda 4 bak 1 1 1
terbuka

1. UPI dengan produksi 13 ton/hari dan cold storage 200 ton


a. Lahan
Kisaran luasan lahan yang dibutuhkan untuk membangun
ICS/UPI dengan produksi 13 ton/hari dan cold storage 200 ton
adalah sebagai berikut :
No. Bangunan Standar Luasan Lahan (*)
1) Bangunan ICS/UPI 3.000 m2
2) Fasilitas Umum 3.500 m2
Total Bangunan ICS/UPI dan Fasum 6.500 m2
(*)Standar luasan bangunan ICS/UPI dan Fasum disesuaikan
dengan kondisi dan ketersediaan lahan di masing-masing lokasi
pembangunan.

b. Bangunan UPI
- 89 -

Bangunan unit pengolahan ikan terdiri dari (1) ruang


penerimaan, (2) ruang pengolahan, (3) ruang pengemasan, (4) ruang
penampungan limbah padat, (5) gudang penyimpanan/gudang
kering, (6) fasilitas Personal Hygiene, (7) laboratorium, (8) kantor, (9)
unit water treatment, (10) unit pengolahan air limbah, (11) suplai
listrik, dan fasilitas lainnya.
Contoh site plan bangunan ICS/UPI dengan produksi 13
ton/hari dan cold storage 200 ton tersaji pada gambar di bawah ini.

Gambar Contoh Site Plan Bangunan ICS/UPI


dengan produksi 13 ton/hari dan cold storage 200 ton
- 90 -

Tabel Spesifikasi Teknis Bangunan ICS/UPI dengan Produksi 13


ton/hari dan Cold Storage 200 ton
LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
Persyaratan Umum Dinding PU panel:

1) Insulation material :
Polyurethane
2) Insulation thickness: 75 mm,
100 mm, 150 mm
3) Density : 42 – 45 Kg/m3
4) Conductivity: 0.018 W/m-K
5) System : Knock down panel
with use Slip Join
6) Wall & Roof : outside and
inside skin use with plate
Color Bond 0.5 mm thickness.
7) Thermal Conductivity : 0.020-1
W/mk
8) Skin : CRP Food Grade
9) Fire Behaviour of Building
Material Test minimum Class
B2 as per DIN 4102 atau
setara
10) Weather Proof Lamp
11) Sesuai brosur dan
mendapat dukungan penuh
dari pabrikan

1 Ruang Penerimaan
- 91 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
Persyaratan a. Suhu ruang 20 °C dengan
fluktuasi suhu 2 °C
b. Dinding Insulation thickness =
75 mm
c. Lapisan lantai :
lantai kerja dudukan dinding
panel = 5 cm
Lantai beton bertulang = 10
cm
floor hardener = 5 Kg/m2
plint keramik = 1 meter
ketinggian lisplank area
loading dan unloading = 4,50
terhadap jalan site
d. Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy
minimal 500 micron)
Terdiri dari a. Area pembongkaran
b. Ruang penerimaan
c. Area penyimpanan bahan baku
2. Ruang Pengolahan
a. Ruang Penanganan dan Pengolahan
Persyaratan 1) Suhu ruang 20 °C dengan
fluktuasi suhu 2 °C
2) Insulation thickness = 75 mm
3) Lapisan lantai :
lantai kerja dudukan dinding
panel = 5 cm
Lantai beton bertulang = 10
cm
floor hardener = 5 Kg/m2
plint keramik = 1 meter
4) Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy
minimal 500 micron)
Terdiri dari 1) Area Cutting (Penyiangan)
(4)
2) Area Filleting/ Loining
3) Area Skinning
4) Area Trimming
5) Area Grading & Sizing
6) Area Layering
7) Area Pembekuan: CPF
- 92 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
b. Ruang ABF 1) Insulation thickness = 150 mm
2) Suhu ruang – 35 °C s.d – 40 °C
atau lebih rendah
3) Lapisan lantai :
Beton Slab tentative tebal
Pasir urug + pipa PVC Ø 4”
berlubang diameter 6 mm per
10 cm perforated (dibungkus
dengan karung goni) = 20 cm
lantai kerja dudukan dinding
panel = 5 cm
lapisan panel PU non skin = 15
cm
Lantai beton bertulang = 10
ABF 1 cm
Ukuran (p x l x t ) = 5 x 4 x 3.5 5 Ton
floor hardener
(meter) atau = 7 Kg/m2
ABF 2 plint
Ukuranbeton
(p x=l 10
x t cm
) = tinggi
5 x 4 x 3.5 5 Ton
Lantai terbuat
(meter) atau dari bahan yang
c. Ruang FIM kedap air (berlapis
1) Insulation thicknessepoxy= 100 mm
minimal 500
2) Lapisan lantai :micron)
Beton Slab tentative tebal
Pasir urug + pipa PVC Ø 4”
perforated = 20 cm
lantai kerja dudukan dinding
panel = 5 cm
lapisan panel PU non skin = 10
cm
Lantai beton bertulang = 10
cm
floor hardener = 7 Kg/m2
plint beton = 10 cm tinggi
Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air dan dilapisi plat
stainless
Ketinggian permukaan lantai
ruang FIM adalah +1,20 dari
permukaan lantai ruang
pengolahan.
3) Ukuran (p x l x t ) = 4,5 x 2 x 3 36 m3
(meter)/10 Ton
4) Elevasi lantai +0,80 m
5) Ukuran pintu 1 x 1 m (swing),
sebanyak 3
3. Ruang Pengemasan
- 93 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
Persyaratan 1) Suhu ruang 20 °C dengan
fluktuasi suhu 2 °C
2) Insulation thickness = 75 mm
3) Lapisan lantai :
lantai kerja dudukan dinding
panel = 5 cm
Lantai beton bertulang = 10
cm
floor hardener = 5 Kg/m2
plint keramik = 1 meter
Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy
minimal 500 micron)
a. Ruang Area cukup untuk penempatan
Packing peralatan seperti meja packing,
lackban mesin, dan strapping
band dimana kegiatan
penimbangan, pengemasan, dan
b. Anteroom pengepakan
1) Suhu ruang ikan beku
5 °C dengan
dilakukan.
fluktuasi suhu 2 °C
2) Insulation thickness = 100 mm
3) Lapisan lantai:
4) lantai kerja dudukan dinding
panel = 5 cm
5) Lantai beton bertulang = 10 cm
6) floor hardener = 7 Kg/m2
7) plint keramik = 1 meter
8) Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy
minimal 500 micron)
9) Ukuran panjang pada ruang
anteroom bisa tentative
(disesuaikan dengan
jangkauan pintu cold storage
dan pintu lainnya atau
mengikuti spesifikasi di bawah)
Anteroom ABF Terletak pada pintu akses ke
ruang ABF
Anteroom CS Terletak pada pintu akses ke
ruang cold storage dan ke
loading dock
- 94 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
c. Loading Dock 1) Lapisan lantai loading dock:
2) Beton bertulang = 10 cm
3) floor hardener = 7 Kg/m2
4) plint keramik = 1 meter
5) Ketinggian lisplank area
loading dan unloading = 4,50
terhadap jalan site
6) Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy
minimal 500 micron)
7) Ukuran panjang loading dock
bisa tentative (disesuaikan
dengan jangkauan pintu cold
storage dan anteroom atau
mengikuti spesifikasi di bawah)

d. Cold Storage 1) Insulation thickness = 150 mm


2) Suhu ruangan – 25 °C atau
lebih rendah
3) Lapisan lantai :
Beton Slab = tentative tebal
Pasir urug + pipa PVC Ø 4”
berlubang diameter 6 mm per
10 cm perforated (dibungkus
dengan karung goni) = 20 cm
lantai kerja dudukan dinding
panel = 5 cm
lapisan panel PU non skin = 15
cm
Lantai beton bertulang = 10
cm
floor hardener = 7 Kg/m2
plint keramik = 1 meter
Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy
minimal 500 micron)

Cold Storage 1 Ukuran (p x l x t ) = 14 x 10 x 100 ton


5 (meter) atau
Cold Storage 2 Ukuran (p x l x t ) = 14 x 10 x 100 ton
5 (meter) atau
4. Ruang Penampungan Limbah Padat
- 95 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
Persyaratan a) Dinding Insulation thickness =
75 mm
b) Lapisan lantai :
lantai kerja dudukan dinding
panel = 5 cm
Lantai beton bertulang = 10
cm
floor hardener = 5 Kg/m2
plint keramik = 1 meter
Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy
minimal 500 micron)
(1) Ruangan berdekatan dengan
ruang penerimaan bahan
baku
(2) Dilengkapi dengan area
loading limbah padat keluar
5. Ruang Penyimpanan/ berukuran
Gudang Kering
1x1m
Persyaratan a. Insulation thickness = 75 mm
b. Lapisan lantai :
lantai kerja dudukan dinding
panel = 5 cm
Lantai beton bertulang = 10
cm
floor hardener = 5 Kg/m2
plint keramik = 1 meter
Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy
minimal 500 micron)
Terdiri dari a. Gudang peralatan
b. Gudang bahan kimia
c. Gudang bahan pengemas
6. Fasilitas Personal Hygiene
Persyaratan Fasilitas mencukupi untuk 200 orang
seluruh karyawan yang
menangani dan mengolah ikan
a. Bak cuci kaki Kedalaman bak cuci kaki -0,30
m dengan ukuran lebar minimal
1,5 m dan panjang tentative
b. Tempat cuci Kran air menggunakan sistem
tangan sensor atau sistem
mekanik/pedal.
c. Ruang ganti 1) Ruang ganti terpisah antara
laki-laki dan perempuan
2) Dilengkapi loker untuk
menyimpan barang-barang
karyawan, gantungan pakaian,
gantungan sarung tangan, dan
rak sepatu boot
d. Toilet 1) Toilet terpisah antara laki-laki
dan perempuan
- 96 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
2) Perbandingan jumlah toilet
dan karyawan adalah 1 : 15
3) Toilet menggunakan sistem
pembilasan otomatis (water
flushing system)
e. Ruang 1) Berfungsi sebagai ruang
Istirahat makan karyawan
2) Dilengkapi dengan meja
makan, kursi, washtafel dan
pengering tangan
7. Laboratorium
Persyaratan Tersedia failitas dan sarana
untuk pengujian laboratorium,
seperti:
a. Sarana pengujian organoleptic
b. Sarana pengujian mikrobiologi
secara cepat
(Rapid test), seperti coliform,
E. coli, dan Salmonella
c. Sarana pengujian kimia secara
cepat (Rapid test), seperti uji
kadar chlor, uji histamine
d. Peralatan pengukuran suhu
ikan: thermometer probe
untuk monitoring suhu ikan.
Peralatan Peralatan laboratorium, seperti
autoclave, inkubator, water
bath, laminar cabinet,
timbangan analytic, glassware,
refrigerator, lemari kaca dan
peralatan lainnya
Terdiri dari Ruang preparasi, ruang
sterilisasi, ruang inokulasi,
ruang inkubasi
8. Kantor
Terdiri dari a. Ruang kepala, ruang
administrasi, ruang
staf/pengawas, ruang tamu,
ruang rapat, pantry dan toilet
b. Sarana penunjang berupa
komputer, printer, meubelair,
peralatan perkantoran dan
penunjang lainnya
9. Unit Water Treatment
Persyaratan Ultra Filtration packaged unit 1 x 15 m3/jam
(Capacity) 15 m3/h Softener unit 12m3/h
Target Product Ultra Filtration for Turbidity :< 1
Water Quality NTU
Softener ph 6-8
Hardness Leakage makx 5% vs
tot.
- 97 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
Hardness Raw Water
Unit Desained ph 6:8 Turbidity <5 NTU and Tot
for raw water Hardness <100mg/l CaCO3
with quality
10. Unit Pengolahan Air Limbah (IPAL)
Persyaratan Desain Sequencing Batch Reactor 450 m3
(SBR) limbah
cair/hari
Influent Flow capacity: 800 m3/day; 33
Condition m3/hour
BOD in to aerated lagoon: 510
mg/lt
Ammonia-N: 57 mg/lt
Effluent Target BOD out let: 30 mg/lt
Ammonia-N: 5 mg/lt
TSS: 50 mg/lt
Assumsi BOD removal rate coefficient: 1
Temperatur: 30
Aerated Tank 1 % BOD removal expected: 85%
Retention time (80% reduction):
0.40 days
Volume Req in Aerated Batch:
320 m3
BOD Out (left from aerated tank):
77 mg/lt
Sedimentation % BOD removal expected: 85%
Tank Retention time (65% reduction):
0.40 days
Volume Req in Aerated Lagoon
2: 320 m3
BOD Out (left from aerated tank):
27 mg/lt
Culture Tank Retention time of sedimentation
Reg: 0.20 days
Volume Req in Sedimentation
Tank: 42 m3
Oxigen required 21 kg 02/hour
for aeration
Oxigen required 4.75 kg 02/hour
for Nutrient
Removal
Power Required 32 HP
for aeration
Power Required 15 HP
for complete
mixing
Power Req for 1 HP
complete mixing
Lagoon 1
Power Req for 1 HP
complete mixing
- 98 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
Lagoon 2
Recommendatio Install 4 x 7.5 HP aerator in
n BATCH
11. Genset Kapasitas sesuai dengan 325 KVA
penggunaan
Silent Type
12. Alat pemadam Standar
api ringan

c. Mesin Pendingin (Refrigerasi)


Sarana mesin refrigerasi dan pendukungnya dalam ICS/UPI
dengan produksi 13 ton/hari dan cold storage 200 ton, meliputi:
1) Sistem Refrigerasi Ammonia.
2) Mesin Flake Ice, kapasitas 10 Ton sebanyak 1 unit.
3) Mesin water chiller, kapasitas 5 m3/jam, sebanyak 1 unit.
4) Sarana Pembekuan:
a) Air Blast Freezer (ABF) kapasitas 5 Ton/6 jam sebanyak 2 unit
b) Contact Plate Freezer (CPF) kapasitas 0.75 Ton/1,5 jam
sebanyak 2 unit.
5) Gudang Beku (cold storage), kapasitas 100 Ton sebanyak 2 unit.
Sarana mesin pendingin dan pendukungnya secara rinci
tersaji pada tabel di bawah ini.

Tabel spesifikasi teknis mesin pendingin dalam ICS/UPI dengan


produksi 13 ton/hari dan cold storage 200 ton
NO KOMPONEN SPESIFIKASI JUMLAH
a. SISTEM REFRIGERASI 1 PKT
Mendukung penanganan, pengolahan dan
pembekuan produk 13 ton/hari serta gudang
penyimpanan beku kapasitas 200 ton
1 - 1 Compressor For Air Blast Freezer, and 3
Contact Plate Freezer
1,100 rpm
Including Electric Motor
90kW;4P;380V;50Hz
- 99 -

NO KOMPONEN SPESIFIKASI JUMLAH


1-2 Compressor For Cold Storage, Flake Ice 1
Machine and Anteroom 1,200
rpm
Including Electric Motor
90kW;4P;380V;50Hz
1-3 Compressor For Flake Ice, AHU, Water 1
Chiller, and Processing room
1,000 rpm
Including Electric Motor
132kW;4P;380V;50Hz
1-4 Evaporative Capacity: 700.0 kW per one 2
Condenser
1-5 Air Handling Unit For room temp +15.0 deg.C 1
(AHU-01) Capacity: 49.0 kW
1-6 Plate Heat Capacity: 169.0 kW 1
Exchanger Water in/out temp: +8.0 deg.C
(PHE-01) to +5.0 deg.C Evaporative
temp: +1.0 deg.C
1-9 Evaporator Capacity: 5.0 kW 2
(Unit Cooler) for Defrost system: Hot gas
Anteroom dan defrost
loading dock Cooling system: Ammonia
liquid pump

1-10 Evaporator Capacity: 8.0 kW 1


(Unit Cooler) for Cooling system: Water chiller
Packing Whole & system
Fillet
1-11 Evaporator Capacity: 16.0 kW 1
(Unit Cooler) for Cooling system: Water chiller
Tunnel/CPF system
1-12 Evaporator Capacity: 26.0 kW
(Unit Cooler) Cooling system: Water chiller
Deboning & system
Trimming room
1-13 Evaporator Capacity: 29.0 kW 1
(Unit Cooler) for Cooling system: Water chiller
Cutting & Filleting system
room
1-14 Evaporator Capacity: 10.0 kW 1
(Unit Cooler) for Cooling system: Water chiller
Receiver system

1-15 Evaporator Capacity: 31.0 kW 1


(Unit Cooler) for Cooling system: Water chiller
Cutting Whole room system

1-16 Ammonia Type: Canned, hermetic motor 2


Liquid Pump for Te. - Centrifugal type
38.5 deg.C Flow rate: 200.0
liter/min/unit
Motor: 3.7 kW, 380V, 50Hz
*One (1) set is for stand by
1-17 Ammonia Type: Canned, hermetic motor 2
- 100 -

NO KOMPONEN SPESIFIKASI JUMLAH


Liquid Pump for Te. Centrifugal type
+1.0 deg.C Flow rate: 200.0
liter/min/unit
Motor: 3.7 kW, 380V, 50Hz
*One (1) set is for stand by
1-18 Low Receiver Type: Horizontal 1
for ABF, Contact Accessories: Pressure gauge,
Plate Freezer, Tunnel Safety valve, Level
Freezer Switch, Including Oil Drain
Tank (ODT-01)
1-19 Low Receiver Type: Horizontal 1
for Processing room Accessories: Pressure gauge,
Safety valve, Level
Switch, Including Oil Drain
Tank (ODT-02)
1-20 Intercooler Type: Vertical 1

1-21 High Receiver Type: Vertical 1

1-22 Oil Separator Type: Horizontal 3


for N62M Accessories: Ammonia float
valve, Strainer, Service valve
1-23 Oil Separator Type: Horizontal 1
for N62WBHE Accessories: Ammonia float
valve, Strainer, Service
Valve
1-24 Oil Separator Type: Horizontal 1
for N6M Accessories: Ammonia float
valve, Strainer, Service valve
1-25 Pump for Capacity: Approx.357 3
Cooling Water Pump liter/min per one

1-26 Pump for Capacity: Approx. 1,433 2


Circulation Water liter/min
Pump
1-27 Water Tank Capacity : Approx. 5 m3 1
for Water Chiller

1-28 Control Compressor Starter: Star- 1


Panel Delta Starter
Control: PLC and Monitoring
System (Touchscreen Panel)
and SCADA system
PLC Accessory: Ampere meter,
Hour meter, Signal Tower
lamp
- 101 -

NO KOMPONEN SPESIFIKASI JUMLAH


1-29 Valve and 1. Valves Manual Shut Off 1
Control Equipment valves, Check valves,
Strainers, Pressure gauges,
Safety valves

2. Control Equipment
Automatic valves, Solenoid
valves, Temperature Sensors,
Pressure Transducers, Float
switches

b. MESIN FLAKE ICE 1 unit


Untuk pendinginan ikan selama proses penanganan
dan pengolahan ikan untuk kapasitas 10 ton/hari
Kapasitas 10 ton/hari
Kondisi Kerja:
Standar Suhu air
Masuk Minimum 25 ᵒC
Standar Suplai Daya 400V/50Hz/3P
Refrigerant R717/NH3 (Amonia)
Parameter Teknis:
Kapasitas
pendinginan 58 KW
Maksimum
Desain Desain Evaporator : Chrome
Plated Freezing Area and
Stainless Steel Reamer,
Double wall, PU Insullation
Menggunakan hygienic system
design, dimana pembentukan
es terjadi pada tabung
tertutup dalam ruangan yang
relatif
tertutup, sehingga es yang
terbentuk terhindar dari
kontaminasi
udara lingkungan
Total Daya (KW) 0,5 KW
Maksimum
Standar Suhu
Lingkungan 35 ᵒC
Standar Suhu air
Masuk Minimum 25 ᵒC
Standar Suhu
Kondensasi 30 ᵒC - 40 ᵒC
Standar Suhu
Evaporasi -23 ᵒC
Standar Suhu Es -5 ᵒC - (-7 ᵒC)
Standar Ketebalan
Es 2 - 2,5 mm
Switch Off by Light Scanner or
Proteksi Overflow Light Barrier
Standar Tekanan Air 2 - 5 Bar
- 102 -

NO KOMPONEN SPESIFIKASI JUMLAH


Suplai
Setara dengan:
Standar quality Directive 2006/42/EC : Safety
management system For Refrigeration System
Machinery.
EU 2023/2006 : Good
Manufacturing Practice.
BS EN 378-1 : Safety an
enviromental requirement for
refrigerating system and heat
pump.
EN 1672-2 : Safety and
Hygiene Food Machinery.
EN 1717 : Safety Potable
Water
EN 60204 : Safety of electrical
equipment for machine.
Jaminan Garansi Minimal 1 Tahun
Jaminan ketersediaan spare
parts min.5 tahun.
c. MESIN WATER CHILLER 1 unit
Air dingin digunakan untuk pencucian, penanganan,
dan pengolahan ikan
Type Falling film chiller
Cooling system Ammonia liquid pump
circulation system
Capacity 170 kw
Water Capacity 5 m3
Inlet temperature +30°C
Outlet temperature +5°C
Evaporative temp. +1°C
SUS insulated
cabinet
d. SARANA PEMBEKUAN
Digunakan untuk penyimpanan sementara bahan
baku ikan basah sebelum diolah lebih lanjut.

1) Air Blast Freezer Kapasitas pembekuan 5 Ton/ 6 2 unit


(ABF) jam
Ruangan dan a) Insulation thickness = 150
Insulasi mm
b) Suhu ruang – 35 °C s.d –
40 °C atau lebih rendah
c) Lapisan lantai :
Beton Slab tentative tebal
Pasir urug + pipa PVC Ø 4”
berlubang diameter 6 mm
per 10 cm perforated
(dibungkus dengan karung
goni) = 20 cm
lantai kerja dudukan
dinding panel = 5 cm
lapisan panel PU non skin
= 15 cm
- 103 -

NO KOMPONEN SPESIFIKASI JUMLAH


Lantai beton bertulang =
10 cm

floor hardener = 7 Kg/m2


plint beton = 10 cm tinggi
Lantai terbuat dari bahan
yang kedap air (berlapis
epoxy minimal 500 micron)
Evaporator 1-7 Evaporator (Pipa black 2
(Unit Cooler ) steel seamless coating
Galvanis) for Air Blast Freezer
1
Capacity: 58.5 kW
Defrost system: Water defrost
Cooling system: Ammonia
liquid pump
Dimensi Sistem Rak Dimensi : P5 X L4 X T3.5 2
Evaporator meter
No of Rack : 12
No of pipe rack: 13
Pipe Diameter : 25 mm.80
mm
Capacity : 5.000 kgs
Fish : 5.000 kgs per
batch base on 26 kgs

2) Contact Plate Freezer Kapasitas pembekuan 0.75 2 unit


(CPF) Ton/ 1,5 jam
Type Horizontal plate freezer
Model RPF02-11
No of freezing plates 12
No of stations 11
Plate size 2,000L x 1,120Wmm
Dimension 280L x 140W x 198Hcm
Weight 1.628 kgs
Shrimps/Fish 712,8 kgs per batch base on
1.8 kgs
Cooling system Ammonia liquid pump
Gambar:
- 104 -

NO KOMPONEN SPESIFIKASI JUMLAH

e. GUDANG BEKU (COLD STORAGE) 2 Unit


Digunakan untuk penyimpanan ikan/produk yang
telah dibekukan sebelum didistribusikan.
Kapasitas 100 ton
Technical 1) Insulation thickness = 150
specifications mm
2) Suhu ruangan – 25 °C
atau lebih rendah
3) Lapisan lantai :
Beton Slab = tentative tebal
Pasir urug + pipa PVC Ø 4”
berlubang diameter 6 mm
per 10 cm perforated
(dibungkus dengan karung
goni) = 20 cm
lantai kerja dudukan
dinding panel = 5 cm
lapisan panel PU non skin
= 15 cm
Lantai beton bertulang =
10 cm
floor hardener = 7 Kg/m2
plint keramik = 1 meter
Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy
minimal 500 micron)
Dimensi CS-1 ukuran (p x l x t ) = 14 x 100 ton
10 x 5 (meter) atau
(ruang bagian dalam) CS-2 ukuran (p x l x t ) = 14 x 100 ton
10 x 5 (meter) atau
Evaporator 1-8 Evaporator (Unit Cooler) 4 unit
(Unit Cooler) for Cold Storage
Capacity: 15.0 kW per one
Defrost system: Hot gas
defrost
Cooling system: Ammonia
liquid pump

d. Sarana Pengolahan
Sarana pengolahan yang terdapat pada ICS/UPI dengan
produksi 13 ton perhari dengan dengan cold storage 200 ton terdiri
atas peralatan mekanik dan non mekanik dengan spesifikasi sebagai
berikut:
- 105 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


1. Step : Receiving Area
a. Bak pencuci (Washing Tank) – konveyor (1 unit)
Dimensi
Panjang : 7000 mm
Lebar total : 1400 mm
Lebar belt : 940 mm
Tinggi bak : 850 mm (Bisa disetel / adjustable)
Tinggi outlet konveyor : 1300 mm
Volume maksimum bak : 3 m3
Gambar desain:

b. Meja Stainless steel (3 unit)


1) Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless steel
304 dengan ketebalan minimal 1.5 mm dengan
Hariline finish material
2) Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless steel
304 dengan ketebalan minimal 1.2 mm dengan
Hariline finish material
3) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan
1.2 mm
4) Crossbracing atau penguat meja menggunakan
bahan stainless steel 304 dengan diameter 1” dengan
ketebalan 1.0 mm
5) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatan lantai kerja
yang tidak rata.
Dimensi ukuran meja
6) Panjang : 2000 mm
7) Lebar : 900 mm
8) Tinggi : 850 mm (adjustable bisa di setel
ketinggiannya)
- 106 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


Gambar desain:

c. Timbangan 150 kg (1 unit)


1) Standar untuk Food Processing
2) Capacity : 150 kg
3) IP 68
4) Resolution NMI Approved 60 gr
5) Calibration external
6) Adjustable resolution 20g/60gr
7) Trade Approved model supplied as standard
8) Water/Dust proof for less than a dry area scale!
9) Washdown IP68 construction for easy cleaning
10) High speed stabilization of 1 second
11) Battery operated (Approx. 5000 hours or 2500 hours
if RS-232 is used)
12) Supersized LCD of 39 mm character height
13) Corrosion-resistant load cell (Aluminium anodized
and coated with epoxy resin with protective silicon
over wiring)
14) Comparator function, Counting function, Automatic
power off

Gambar:

d. Box Fiber 500 liter (5 unit)


Terbuat dari bahan HDPE insulated PU
Volume 500 liter
Dilengkapi penutup

Gambar:
- 107 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI

2.A Step : Cutting ikan Whole (penyiangan)


a. Pisau cutting (15 unit)
Bahan Stainless steel blade
Gagang plastik
Panjang mata pisau: max.15 cm
Gambar:

b. Meja cutting (4 unit)


1) Frame meja menggunakan bahan Stainless steel 304
dengan ketebalan minimal 1.5 mm dengan Harilinel
finish material
2) Meja dilengkapi dengan PE (Poly Ethylene) dan bisa
dibongkar pasang pada saat sanitasi (easy clean).
Dengan ketebalan 15 mm (dengan ukuran 600x400
sebanyak 2 buah)
3) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan
1.2 mm
4) Crossbracing atau penguat meja menggunakan
bahan stainless steel 304 dengan diameter 1” dengan
ketebalan 1.0 mm
5) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatan lantai kerja
yang tidak rata.
Dimensi Ukuran meja:
6) Panjang : 1850 mm
7) Lebar : 850 mm
8) Tinggi meja kerja : 850 mm (adjustable bisa di
setel ketinggiannya)
9) Tinggi Dinding meja : 150 mm
- 108 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


Gambar:

c. Asahan Pisau (2 unit)


Bentuk bulat
Bahan asahan : baja
Panjang bilah asahan : min. 25 cm
Pegangan : plastik, hitam
Middle fine cut
Gambar:

d. Keranjang @ 25 Kg (54 unit)


Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertikal dan berlubang-lubang
Gambar:

e. Box Fiber @ 500 Kg (2 unit)


Terbuat dari bahan HDPE insulated PU
Volume 500 liter
Dilengkapi penutup
Gambar: Lihat 1.d.

f. Keranjang Limbah @50 kg (8 unit)


Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertical
Kedap air (tanpa lubang)
Gambar:
- 109 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI

2. Step: Filleting/Loining ikan


B
a. Pisau Fillet (7 pcs)
Bahan Stainless steel blade
Gagang plastik
Panjang mata pisau: 15 cm
Gambar:

b. Meja Fillet (2 unit)


1) Frame meja menggunakan bahan Stainless steel 304
dengan ketebalan minimal 1.5 mm dengan original
finish material
2) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan 1.2
mm
3) Crossbracing atau penguat meja menggunakan bahan
stainless steel 304 dengan diameter 1” dengan
ketebalan 1.0 mm
4) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatkan lantai kerja
yang tidak rata.
5) Tempat hasil sizing dengan bahan stainless steel pipea
1 dan ¾ “
6) Injakan tempat kerja dengan menggunakan bahan Flat
bar 3 mm
Dimensi Ukuran meja
7) Panjang total : 2390 mm
8) Panjang Meja : 1750 mm
9) Lebar total : 1150 mm
10) Lebar meja : 750 mm
11) Tinggi : 1050 mm (adjustable bisa di
setel ketinggiannya)
12) Tinggi injakan : 150 mm
Gambar:
- 110 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI

c. Asahan Pisau (2 unit)


Bentuk oval
Bahan asahan : baja
Panjang bilah asahan : min. 25 cm
Pegangan : plastik, merah
Micro fine cut
Chromplated ultrahard
Gambar:

d. Keranjang @ 25 Kg (36 unit)


Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertikal dan berlubang-lubang
Gambar: Lihat 2.A.d.

e. Box Fiber @ 500 Kg (1 unit)


Terbuat dari bahan HDPE insulated PU
Volume 500 liter
Dilengkapi penutup

Gambar: Lihat 1.d.

f. Keranjang Limbah @50 kg (19 unit)


Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertical
Kedap air (tanpa lubang)
Gambar: Lihat 2.A.f.
3. Step: Skinning
a. Meja Skinning (1 unit)
1) Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless steel
304 dengan ketebalan minimal 1.5 mm dengan
Hariline finish material
2) Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless steel
304 dengan ketebalan minimal 1.2 mm dengan
Hariline finish material
- 111 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


3) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan 1.2
mm
4) Crossbracing atau penguat meja menggunakan bahan
stainless steel 304 dengan diameter 1” dengan
ketebalan 1.0 mm
5) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatan lantai kerja
yang tidak rata.
Dimensi ukuran meja
Panjang : 2000 mm
Lebar : 900 mm
Tinggi : 850 mm (adjustable bisa di setel
ketinggiannya)
Gambar desain:

b. Mesin Skinning @ Kap 600 Kg/jam (1 unit)


Dimensi ukuran
1) Panjang : 705 mm
2) Lebar : 710 mm
3) Tinggi : 950 mm
4) Lebar Efektiv 460 mm
5) Kapasitas : 20-150 pcs/menit (tergantung ukuran
ikan)
Daya listrik : 3 phase 400 V, 50 Hz
Kecepatan putaran mesin skinning : kecepatan putaran
roller adalah 31.5 m/min
Gambar:

c. Keranjang @ 25 Kg (15 unit)


Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertikal dan berlubang-lubang
Gambar: Lihat 2.A.d.

d. Box Fiber @ 500 Kg (1 unit)


- 112 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


Terbuat dari bahan HDPE insulated PU
Bahan Plastik tidak mengandung bahan beracun dan
bebas CFC
Gambar: Lihat 1.d.
e. Keranjang Limbah @50 kg (3 unit)
Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertical
Kedap air (tanpa lubang)
Gambar: Lihat 2.A.f.

4. STEP TRIMMING & DEBONING


a. Pisau Trimming (13 pcs)
Bahan Stainless steel blade
Gagang plastik
Panjang mata pisau: 18 cm
Gambar:

b. Talenan (@ 50 cm/Orang) (13 pcs)


Bahan : Nylon sheet/ LDPE plastik
Warna : putih
Gambar:

c. Meja Trimming/ Deboning (4 unit)


1) Frame meja menggunakan bahan Stainless steel 304
dengan ketebalan minimal 1.5 mm dengan original
finish material
2) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan 1.2
mm
3) Crossbracing atau penguat meja menggunakan bahan
stainless steel 304 dengan diameter 1” dengan
ketebalan 1.0 mm
4) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatkan lantai kerja
yang tidak rata.
5) Tempat hasil sizing dengan bahan stainless steel pipea
1 dan ¾ “
6) Injakan tempat kerja dengan menggunakan bahan Flat
bar 3 mm
- 113 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


Dimensi Ukuran meja
1) Panjang total : 2390 mm
2) Panjang Meja : 1750 mm
3) Lebar total : 1150 mm
4) Lebar meja : 750 mm
5) Tinggi : 1050 mm (adjustable bisa di
setel ketinggiannya)
6) Tinggi injakan : 150 mm
Gambar:

d. Asahan Pisau (2 pcs)


Bentuk bulat
Bahan asahan : baja
Panjang bilah asahan : min. 25 cm
Pegangan : plastik, hitam
Middle fine cut
Gambar: Lihat 2.A.c.

e. Keranjang @ 25 Kg (27 unit)


Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertikal dan berlubang-lubang
Gambar: Lihat 2.A.d.

f. Keranjang Limbah @50 kg (8 unit)


Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertical
Kedap air (tanpa lubang)
- 114 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


Gambar: Lihat 2.A.f.

5. Step Grading & Sizing


a. Meja Grading & Sizing (2 unit)
1) Frame meja menggunakan bahan Stainless steel 304
dengan ketebalan minimal 1.5 mm dengan original
finish material
2) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan 1.2
mm
3) Crossbracing atau penguat meja menggunakan bahan
stainless steel 304 dengan diameter 1” dengan
ketebalan 1.0 mm
4) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatkan lantai kerja
yang tidak rata
5) Tempat hasil sizing dengan bahan stainless steel pipea
1 dan ¾ “
6) Injakan tempat kerja dengan menggunakan bahan Flat
bar 3 mm
Dimensi Ukuran meja
1) Panjang total : 2390 mm
2) Panjang Meja : 1750 mm
3) Lebar total : 1150 mm
4) Lebar meja : 750 mm
5) Tinggi : 1050 mm (adjustable bisa di
setel ketinggiannya)
6) Tinggi injakan : 150 mm
Gambar:

b. Keranjang @ 10 Kg (32 unit)


Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertikal dan berlubang-lubang
Gambar:
- 115 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI

6. Step Layering
Meja Layering (4 unit)
1) Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless steel
304 dengan ketebalan minimal 1.5 mm dengan
Hariline finish material
2) Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless steel
304 dengan ketebalan minimal 1.2 mm dengan
Hariline finish material
3) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan 1.2
mm
4) Crossbracing atau penguat meja menggunakan bahan
stainless steel 304 dengan diameter 1” dengan
ketebalan 1.0 mm
5) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatan lantai kerja
yang tidak rata.
Dimensi ukuran meja
1) Panjang : 2000 mm
2) Lebar : 900 mm
3) Tinggi : 850 mm (adjustable bisa
di setel ketinggiannya)
Gambar desain:

7. Step : Freezing
a. Long Pan Triple (CPF) (138 unit)
Aluminium Alloy tebal bodi 3 mm, tutup inner 3 mm,
tutup outer 5 mm
- 116 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


(block frozen)
Gambar:

b. Trolley (untuk long pan triple) (4 unit)


1) Bahan : pipa stainless steel
2) Tinggi pegangan : 80 cm
3) Lebar trolli 80 cm
4) Panjang troli : 100 cm
5) Roda : 4 buah di tiap sisi, kapasitas beban minimal
1 ton, Bahan Baku roda dari SERAT NYLON yg
tahan di suhu pembekuan
Gambar:

c. Long Pan (ABF)


1) Bahan list plat : stainless steel 304
2) Tebal plat : minimal 0,6 mm
3) Bahan plat : stainless steel 304
4) Dimensi (p x l x t) : 50 x 30 x 9 cm

d. Trolly (untuk long pan ABF) (2 unit)


Bahan : pipa stainless steel
1) Dimensi (p x l x t) : 150 x 40 x 180 cm
2) Jarak antar susun : 18 cm
3) Roda : 4 buah di tiap sisi, kapasitas beban minimal 1
ton, Bahan Baku roda dari SERAT NYLON yg tahan di
suhu pembekuan
- 117 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI

8. Step : Weighing
a. Timbangan Digital 1 Kg (2 unit)
1) Kapasitas 1000 gr atau 1 kg
2) Stainless steel weighing pan
3) deal for food portion control and generalpurpose
weighing. Durable molded plastic body. NSF listed
with large, removable stainless steel pan make the SJ
easy to keep clean for HACCP applications
4) Weighs in g, oz, lb-oz, lb.
5) High speed weighing in less than 1 second
6) Multiple weighing units – g, lb, oz and lb-oz
7) Level bubble and adjustable feet for precise levelling
8) Battery or AC adapter operation
9) Calibration : External
10) Fast: measure in 1 second
11) Auto Power-Off
12) Easy to read 1” LCD readout
13) Resolution : 0.5 gr
Gambar:

b. Timbangan Digital 5 Kg (3 unit)


1) Kapasitas 5000 gr atau 5 kg
2) Stainless steel weighing pan
3) Ideal for food portion control and generalpurpose
weighing. Durable molded plastic body. NSF listed
with large, removable stainless steel pan make the
SJ easy to keep clean for HACCP applications.
4) Weighs in g, oz, lb-oz, lb.
5) High speed weighing in less than 1 second
6) Multiple weighing units – g, lb, oz and lb-oz
7) Level bubble and adjustable feet for precise levelling
8) Battery or AC adapter operation
9) Calibration : External
10) Fast: measure in 1 second
11) Auto Power-Off
- 118 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


12) Easy to read 1” LCD readout
13) Resolution : 2 gr

Gambar:

c. Timbangan Digital 15 Kg (3 unit)


1) Kapasitas : 15 kg
2) Triple range scales
3) High resolution can be changed automatically for 3
capacity levels
4) Trade approved models supplied as standard
5) Large and clear Displays available as LCD and VFD
Display
6) M+ function for totalising weighing data
7) Programmable setpoints for simple batching
8) Standard RS-232C interface
9) Counting & percentage function
10) NTEP Certified and Measurement Canada approved
11) IP65 scale base with Gore-Tex® membrane protects
load cell from water and dust
12) Calibration : External
13) Resolustion 5 gr
Gambar:

9. Step : Glazing
a. Mesin Automatic Glazing for ABF/Tunnel (1 unit)
- 119 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


1) Overall Dimension: 3500 mm (L) x 1100 mm (Width)
x 550/1200 mm (height)
2) Width effective : 1000 mm
3) Material inner box: SUS 304, with 2.0 mm thickness
4) Material outer box: SUS 304, with 1.5 mm thickness
5) Material support : SUS 304, with 3.0 mm
thickness, Angle bar 40x40
6) Material Fame: SUS 304, Angle bar 40x40x4
7) Material Wear strip: PA66/HDPA or relevant
8) Material guide: PA66/HDPA or relevant
9) Material chute: SUS 304 1.5 mm
10) Material fresh water box : SUS 304 1.5 mm
11) Material pipe fresh water: SUS 304 ¾” and ½:
12) Material Air Pipe: SUS 304 ½”
13) Insulation thickness: standard cool system
insulation
14) Material Modular Belt: PP and Flush Grid, belt 595
mm
15) Flight distance: 200 mm and Flight height : 30 mm
16) Drive sprocket: with SQ shaft system
17) Pump: 1 unit for fresh water
18) Motor: with hyponic motor
19) Inverter: adjustable speed
20) Finishing: original material
21) Electrical install (in panel control)
22) Power Consumption:
a) 0.75 kW, 4 p, 220/380V, 50hZ (motor conveyor)
b) 0.75 kW, 4 p, 220/380V, 50hZ (pump circulating)
c) 0.37 kW, 4 p, 220/380V, 50hZ (pump spray water)
23) Inverter: 0.75 kW, 4 p, 220/380V, 50hZ (motor
conveyor)
24) Control Panel: Standard with Fuse, overload system
25) Finishing: original Material

Gambar:

b. Mesin Automatic Glazing for CPF (1 unit)


Dimensi Panjang : ±2600 mm
Konveyor Lebar total : 900 mm
- 120 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


Lebar belt efektif : 2 line disesuaikan dengan
ukuran pan
Tingi : 850 mm
Rangka Rangka Konveyor dari bahan stainless steel AISI 304 /
Konveyor SUS 304.
Kadar kandungan nickel nya 7,9 ~ 8.1%. (dilampirkan
sertifikasi bahannya)
ketebalan minimal 3.0 mm
Rangka konveyor harus Desain sesuai standar easy
clean (mudah dibersihkan), namum tetap kokoh dan
mampu menopang sistem dari konveyor tersebut
Bingkai Bingkai (frame) Konveyor dari bahan stainless steel AISI
(frame) 304 / SUS 304
Konveyor Kadar kandungan nickel nya 7,9 ~ 8.1%. (dilampirkan
sertifikasi bahannya)
Ketebalan bahan bingkai frame Konveyor adalah 3.0 mm
Belt Belt Konveyor yang dipergunakan telah tersertifikasi ISO
konveyor 9001
Belt konveyor menggunakan material Polypropylene
model table top chain
Motor Pabrikan dari motor penggerak telah tersertifikasi ISO
penggerak 14001
Motor penggerak berfungsi untuk menggerakan drive
konveyor.
Putaran motor penggerak direduksi dengan
menggerakan reducer model Hypoid
Reducer harus menggunakan grace (gemuk) bukan oli.
Dan minimal mempunyai masa waktu 20.000 jam kerja.
Motor dan reducer penggeraknya menjadi satu
kesatuan, sehingga tidak memerlukan rantai atau pulley
atau transmisi lainnya.
IP motor penggerak adalah 55
Mempunyai efisiensi torsi yang lebih tinggi dibanding
model worm
Motor penggerak di lindungi dengan cover stainless steel
304
Motor penggerak masing-masing, maksimal adalah
0.55kW, 380 V, 50 hZ
Torsi Motor Torsi pada masing-masing penggerak konveyor bahan
Penggerak jadi, bahan baku sangat penting diperhatikan agar
konveyor konveyor dapat bergerak sesuai dengan fungsinya
Kecepatan Kecepatan pada masing-masing konveyor bahan jadi,
konveyor bahan baku dan sampah adalah Konstan atau tidak
memerlukan pengaturan kecepatan lainnya. Besaran
kecepatan konyeyor dapat di sesuaikan dengan
menggunakan inverter
Sumber air dari Heater Stainless stell, terdiri dari 3 heater stainless
panas steel
Pengaturan panas dapat diatur atau disesuaikan dengan
kebutuhan
Nozzle disesuaikan dengan kebutuhan ruang agar produk dari
longpan dengan mudah dapat dibuka.
Panel Box Box control panel harus tahan terhadap debu dan kedap
control akan air
- 121 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


Panel Tidak menggunakan bahan steel atau stainless steel.
On/Off Push Bottom atau selector switch untuk
menghidupkan dan mematikan arus listrik motor
penggerak.
Dilengkapi dengan lampu Indicator yang dapat
menunjukan masing-masing dari motor penggerakan
pada saat jalan (hijau), berhenti (merah).
Pengkodean kabel dengan print laser

Gambar:

10. Step : Packing


a. Meja Packing (3 unit)
1) Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless steel
304 dengan ketebalan minimal 1.5 mm dengan
Hariline finish material
2) Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless steel
304 dengan ketebalan minimal 1.2 mm dengan
Hariline finish material
3) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan
1.2 mm
4) Crossbracing atau penguat meja menggunakan
bahan stainless steel 304 dengan diameter 1” dengan
ketebalan 1.0 mm
5) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatan lantai kerja
yang tidak rata.
Dimensi ukuran meja
1) Panjang : 2000 mm
2) Lebar : 900 mm
3) Tinggi : 850 mm
(adjustable bisa di setel ketinggiannya)
Gambar desain:
- 122 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI

b. Hand Sealer (2 unit)


Max. Input Power : 400 Watt
Min. Lebar Seal : 2 mm
Body : Aluminium
Min. Panjang Seal : 40 cm
Max. Berat Mesin (Kg) : 5,5 Kg

Gambar:

c. Automatic sealer (1 unit)


The power supply voltage of 220V 50-60HZ
Daya Listrik 500 Watt
Kecepatan Sealing bisa diatur 0-12m/min
Sealing width 6-12mm
Temperature range of 0-300
Berat pack maksimum 5 kg
Dimension 810X370X320mm
Gambar:

d. Lackband Machine (2 unit)


Daya Listrik 180-250 Watt
Kecepan : 20m/ min
Max. Pack. Size : 550 x 600 mm
Gambar:
- 123 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI

e. Strapping Band Machine (2 unit)


Strapping Machine type semi automatic adalah alat
pengemasan untuk material Polypropylene Strapping
Band.
Dengan mesin ini, proses pengikatan ( strapping) suatu
produk menjadi lebih mudah dan cepat.
Tinggi maksimum untuk 750 mm
Gambar:

f. Metal detector Inner Carton (Waterproof) (1 unit)


Pass height: 80 mm
Maximum pass width: 300 mm
Belt width: 220 mm
Display: STN LCD
Operation Method: Flat pannel key
Preset Memory: Maximum 100
Product Packaging: Both general and aluminum -
evaporated film packed products
Belt speed: 10 to 90 m/min (variable speed depending on
product)
Maximum product weight: Waterproof type: up to 15 kg
Metal detection: Rejection signal output and beep, or belt
stop and beep
Power requirements: Single phase, 50/60 Hz, 200 VA,
rush current 62 A
Environtment conditions: 0º to 40 ºC, relative humidity
30% to 85%, non condensing
External finishing: Stainless steel (SUS 304)
Gambar:
- 124 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI

g. Metal Detector Master Carton (1 unit)


1) Pass height: 430 mm
2) Maximum pass width: 195 mm
3) Belt width: 180 mm
4) Display: STN LCD
5) Operation Method: Flat pannel key
6) Preset Memory: Maximum 100
7) Product Packaging: Both general and aluminum -
evaporated film packed products
8) Belt speed: 10 to 73 m/min (variable speed depending
on product)
9) Maximum product weight: Waterproof type: up to 15
kg
10) Metal detection: Rejection signal output and beep, or
belt stop and beep
11) Power requirements: Single phase, 50/60 Hz, 200 VA,
rush current 62 A
12) Environtment conditions: 0º to 40 ºC, relative
humidity 30% to 85%, non condensing
13) External finishing: Stainless steel (SUS 304)
Gambar:

11. Step : Cold Storage


a. Forklift (2 unit)
- 125 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


1) KD15B-III
2) Adjustable forks
3) Load capacity Min.1.5 T
4) Load Centre distance
 500 mm
5) Load distance, centre of drive axle to fork 745 mm
6) Tyre size, front Φ180x50 mm
7) Tyre size, rear Φ80x70 mm
8) Wheels, number front rear (x=driven wheels) 2/2
9) Height, mast lowered 2090/1840/2090 mm
10) Max. lift height
 1600/2500/3000 mm
11) Height, mast extended 2090/3060/3560 mm
12) Overall length 1835 mm
13) Length to face of forks 765 mm
14) Overall width 955 mm
15) Fork dimension 60/142/1070 mm
16) Width overall forks 295-930 mm
17) Aisle width for pallets 800x1200 lengthways 2347
mm
18) Turning radius 1505 mm
19) Lift speed, laden/ unladen 0.08/0.1 m/s
20) Lowering speed, laden, unladen 0.15/0.12 m/s
21) Service brake mechanical
22) Battery voltage, nominal capacity 24/120 V/Ah
23) Battery weight 90 kg
24) Battery dimension I/w/h 360x170x250 mm
25) Service weight (with battery) 455/520/535 kg

Gambar:

b. Pallet Plastik (200 unit)


1) Size : minimal 1200 x 1000 x 150 mm
2) Material : HDPE/PPC
3) Type : Non-Reversible
4) Statik : minimal 4000 Kg
5) Dynamic : minimal 1000 Kg
6) Racking : minimal 800 Kg
7) Forklift entry : 4-way
8) Hand pallet entry : 4-way
9) Washable
10) Recyclable
- 126 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


11) Weight : 17 Kg
Gambar:

e. Pakaian Kerja
No Nama Alat Spesifikasi
1. Wear pack Bahan kain tebal, berwarna putih

2. Apron Berbahan plastik, berwarna cerah

3. Sarung tangan pengolahan Bahan karet

4. Penutup kepala Bahan kain

5. Sepatu boot Tahan air, standar AP Boots

6. Jaket Cold storage Tahan dingin

7. Sarung tangan Cold storage Bahan karet tebal

f. Bangunan dan Sarana Penunjang


Spesifikasi bangunan dan sarana penunjang pada ICS/UPI meliputi:
- 127 -

No Nama Fasilitas Spesifikasi


1) Akses kendaraan/ a) Elevasi Jalan site terhadap Jalan Raya = 20
pengerasan halaman cm
untuk kendaran
berat b) untuk kendaran berat = 10 Ton (kelas II)
c) Minimal cukup untuk parkir 2 container
berukuran 20 ft
2) Pagar pengaman a) Pagar keliling dapat menggunakan bahan
keliling, papan panel betol (T200 cm) atau BRC (T190 cm).
nama/identitas
bangunan dan pintu b) pintu gerbang menggunakan kerangka besi.
masuk c) Papan nama identitas menggunakan bahan
plat besi (di cat) berukuran p120 cm lebar 90
cm berwarna putih.
3) Rumah Teknisi
a) terdiri dari ruang istirahat, kamar
mandi/toilet dan ruang tamu.
b) Rumah teknisi ditempatkan tidak terlalu jauh
dari ruang mesin

4) Pos Jaga a) 1 unit, ditempatkan pada pintu


masuk/keluar area
b) terdiri dari ruang jaga dan kamar
mandi/toilet
5) Bangunan Ibadah a) Luas bangunan menyesuaikan jumlah
karyawan
b) Tersedia tempat wudhu dan ruang ibadah.
c) Ditempatkan dekat dengan ruang istirahat
karyawan
6) Taman/Area Hijau a) Luas minimal 15 % dari luas area UPI
b) Tanaman adalah jenis yang tidak
menimbulkan banyak sampah daun/buah
c) Ukuran tanaman tidak terlalu tinggi
7) Tempat Istirahat a) Luas bangunan dan fasilitas menyesuaikan
Karyawan/Kantin jumlah karyawan atau +200 orang
b) Tersedia wastafel dan ruang makan.
c) Dilengkapi dengan meja, kursi dan tempat
sampah
8) Ruang Laundry a) Luas mencukupi untuk menempatkan mesin
cuci/pengering dan peralatan lainnya.
b) Ruang dilengkapi dengan keran air bersih, air
panas, dan instalasi listrik.

g. Ketentuan dan Fleksibilitas


1) Persyaratan Teknis pada Bab III dan Spesifikasi Teknis pada Bab
- 128 -

IV merupakan bagian tidak terpisahkan dalam Petunjuk Teknis


ini
2) Kelengkapan bangunan, fasilitas dan sarana penunjang UPI
disesuaikan dengan anggaran tersedia di masing-masing lokasi
pembangunan
3) Jenis, kapasitas dan jumlah unit mesin pendingin serta sarana
pengolahan di UPI disesuaikan dengan anggaran yang tersedia,
ketersediaan bahan baku, dan komoditas produk di masing-
masing lokasi pembangunan
4) Bila bahan untuk bangunan dan sarana UPI sulit diperoleh di
lokasi pembangunan, maka dapat digunakan bahan lain yang
setara atau memiliki sifat yang sama dan tetap memenuhi
persyaratan kelayakan pengolahan
5) Perubahan spesifikasi teknis UPI harus mendapat persetujuan
dari Tim Teknis

2. UPI dengan produksi 10 ton/hari dan cold storage 200 ton


a. Lahan
Kisaran luasan lahan yang dibutuhkan untuk membangun
ICS/UPI dengan produksi 10 ton/hari dan cold storage 200 ton
adalah sebagai berikut :
No. Bangunan Standar Luasan Lahan (*)
1. Bangunan ICS/UPI 2.500 m2
2. Fasilitas Umum 2.500 m2
Total Bangunan ICS/UPI dan Fasum 5.000 m2
(*) Standar luasan bangunan ICS/UPI dan Fasum disesuaikan
dengan kondisi dan ketersediaan lahan di masing-masing lokasi
pembangunan.

b. Bangunan UPI
Bangunan unit pengolahan ikan terdiri dari (1) ruang
penerimaan, (2) ruang pengolahan, (3) ruang pengemasan, (4) ruang
penampungan limbah padat, (5) gudang penyimpanan/gudang
kering, (6) fasilitas personal hygiene, (7) laboratorium, (8) kantor, (9)
- 129 -

unit water treatment, (10) unit pengolahan air limbah, (11) suplai
listrik, dan fasilitas lainnya.
Contoh site plan bangunan ICS/UPI dengan produksi 10
ton/hari dan cold storage 200 ton tersaji pada gambar di bawah ini.

Gambar Contoh Site Plan Bangunan ICS/UPI dengan produksi 10


ton/hari dan cold storage 200 ton

Tabel Spesifikasi Teknis Bangunan ICS/UPI dengan produksi 10


ton/hari dan Cold Storage 200 ton
LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
Persyaratan Umum Dinding PU panel:
- 130 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
a. Insulation material : Polyurethane
b. Insulation thickness: 75 mm, 100
mm, 150 mm
c. Density : 42 – 45 Kg/m3
d. Conductivity : 0.018 W/m-K
e. System : Knock down panel with
use Slip Join
f. Wall & Roof : outside and inside
skin use with plate Color Bond 0.5
mm thickness.
g. Thermal Conductivity : 0.020-1
W/mk
h. Skin : CRP Food Grade
i. Fire Behaviour of Building Material
Test minimum Class B2 as per DIN
4102 atau setara
e) Weather Proof Lamp
f) Sesuai brosur dan mendapat
dukungan penuh dari pabrikan

1 Ruang Penerimaan
Persyaratan a. Suhu ruang 20 °C dengan fluktuasi
suhu 2 °C
b. Dinding Insulation thickness = 75
mm
c. Lapisan lantai :
lantai kerja dudukan dinding panel =
5 cm
Lantai beton bertulang = 10 cm
floor hardener = 5 Kg/m2
plint keramik = 1 meter
ketinggian lisplank area loading dan
unloading = 4,50 terhadap jalan site
d. Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy minimal
500 micron)

Terdiri dari g) Area pembongkaran


h) Ruang penerimaan
i) Area penyimpanan bahan baku

2. Ruang Pengolahan
a. Ruang Penanganan dan Pengolahan
- 131 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
Persyaratan 1) Suhu ruang 20 °C dengan fluktuasi
suhu 2 °C
2) Insulation thickness = 75 mm
3) Lapisan lantai :
lantai kerja dudukan dinding panel =
5 cm
Lantai beton bertulang = 10 cm
floor hardener = 5 Kg/m2
plint keramik = 1 meter
4) Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy minimal
500 micron)
Terdiri dari 5) Area Cutting (Penyiangan)
6) Area Filleting/ Loining
7) Area Skinning
8) Area Trimming
9) Area Grading & Sizing
10) Area Layering
11) Area Pembekuan
b. Ruang ABF 1) Insulation thickness = 150 mm
2) Suhu ruang – 35 °C s.d – 40 °C atau
lebih rendah
3) Lapisan lantai :
Beton Slab tentative tebal
Pasir urug + pipa PVC Ø 4”
berlubang diameter 6 mm per 10 cm
perforated (dibungkus dengan
karung goni) = 20 cm
lantai kerja dudukan dinding panel =
5 cm
lapisan panel PU non skin = 15 cm
Lantai beton bertulang = 10 cm
floor hardener = 7 Kg/m2
plint beton = 10 cm tinggi
Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy minimal
500 micron)

ABF 1 Ukuran (p x l x t ) = 5 x 4 x 3.5 5 Ton


(meter) atau
ABF 2 Ukuran (p x l x t ) = 5 x 4 x 3.5 5 Ton
(meter) atau
- 132 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
c. Ruang FIM 1) Insulation thickness = 100 mm
2) Lapisan lantai :
Beton Slab tentative tebal
Pasir urug + pipa PVC Ø 4”
perforated = 20 cm
lantai kerja dudukan dinding panel =
5 cm
lapisan panel PU non skin = 10 cm
Lantai beton bertulang = 10 cm
floor hardener = 7 Kg/m2
plint beton = 10 cm tinggi
Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air dan dilapisi plat stainless
Ketinggian permukaan lantai ruang
FIM adalah +1,20 dari permukaan
lantai ruang pengolahan.

1) Ukuran (p x l x t ) = 4,5 x 2 x 3 36 m3
(meter)/10 Ton
2) Elevasi lantai +0,80 m
3) Ukuran pintu 1 x 1 m (swing),
sebanyak 3

3. Ruang Pengemasan
Persyaratan 1) Suhu ruang 20 °C dengan fluktuasi
suhu 2 °C
2) Insulation thickness = 75 mm
3) Lapisan lantai :
lantai kerja dudukan dinding panel =
5 cm
Lantai beton bertulang = 10 cm
floor hardener = 5 Kg/m2
plint keramik = 1 meter
Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy minimal
500 micron)

a. Ruang Packing Area cukup untuk penempatan


peralatan seperti meja packing,
lackban mesin, dan strapping band
dimana kegiatan penimbangan,
pengemasan, dan pengepakan ikan
beku dilakukan.
- 133 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
b. Anteroom 1) Suhu ruang 5 °C dengan fluktuasi
suhu 2 °C
2) Insulation thickness = 100 mm
3) Lapisan lantai:
4) lantai kerja dudukan dinding panel =
5 cm
5) Lantai beton bertulang = 10 cm
6) floor hardener = 7 Kg/m2
7) plint keramik = 1 meter
8) Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy minimal
500 micron)
9) Ukuran panjang pada ruang
anteroom bisa tentative (disesuaikan
dengan jangkauan pintu cold storage
dan pintu lainnya atau mengikuti
spesifikasi di bawah)

Anteroom ABF Terletak pada pintu akses ke ruang


ABF
Anteroom CS Terletak pada pintu akses ke ruang
cold storage dan ke loading dock
c. Loading Dock 1) Lapisan lantai loading dock:
2) Beton bertulang = 10 cm
3) floor hardener = 7 Kg/m2
4) plint keramik = 1 meter
5) Ketinggian lisplank area loading dan
unloading = 4,50 terhadap jalan site
6) Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy minimal
500 micron)
7) Ukuran panjang loading dock bisa
tentative (disesuaikan dengan
jangkauan pintu cold storage dan
anteroom atau mengikuti spesifikasi
di bawah)
- 134 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
d. Cold Storage 1) Insulation thickness = 150 mm
2) Suhu ruangan – 25 °C atau lebih
rendah
3) Lapisan lantai :
Beton Slab = tentative tebal
Pasir urug + pipa PVC Ø 4”
berlubang diameter 6 mm per 10 cm
perforated (dibungkus dengan
karung goni) = 20 cm
lantai kerja dudukan dinding panel =
5 cm
lapisan panel PU non skin = 15 cm
Lantai beton bertulang = 10 cm
floor hardener = 7 Kg/m2
plint keramik = 1 meter
Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy minimal
500 micron)

Cold Storage 1 Ukuran (p x l x t ) = 14 x 10 x 5 100 ton


(meter) atau
Cold Storage 2 Ukuran (p x l x t ) = 14 x 10 x 5 100 ton
(meter) atau
4. Ruang Penampungan Limbah Padat
Persyaratan 1) Dinding Insulation thickness = 75
mm
2) Lapisan lantai :
lantai kerja dudukan dinding panel =
5 cm
Lantai beton bertulang = 10 cm
floor hardener = 5 Kg/m2
plint keramik = 1 meter
Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy minimal
500 micron)
3) Ruangan berdekatan dengan ruang
penerimaan bahan baku
4) Dilengkapi dengan area loading
limbah padat keluar berukuran 1 x 1
m
5. Ruang Penyimpanan/ Gudang Kering
Persyaratan 1) Insulation thickness = 75 mm
2) Lapisan lantai :
lantai kerja dudukan dinding panel =
5 cm
Lantai beton bertulang = 10 cm
floor hardener = 5 Kg/m2
plint keramik = 1 meter
Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy minimal
500 micron)
- 135 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
Terdiri dari 3) Gudang peralatan
4) Gudang bahan kimia
5) Gudang bahan pengemas
6. Fasilitas Personal Hygiene
Persyaratan Fasilitas mencukupi untuk seluruh +150 orang
karyawan yang menangani dan
mengolah ikan
a. Bak cuci kaki Kedalaman bak cuci kaki -0,30 m
dengan ukuran lebar minimal 1,5 m
dan panjang tentative
b. Tempat cuci Kran air menggunakan sistem sensor
tangan atau sistem mekanik/pedal.
c. Ruang ganti 1) Ruang ganti terpisah antara laki-laki
dan perempuan
2) Dilengkapi loker untuk menyimpan
barang-barang karyawan, gantungan
pakaian, gantungan sarung tangan,
dan rak sepatu boot
d. Toilet 1) Toilet terpisah antara laki-laki dan
perempuan
2) Perbandingan jumlah toilet dan
karyawan adalah 1 : 15
3) Toilet menggunakan sistem
pembilasan otomatis (water flushing
system)
e. Ruang Istirahat 1) Berfungsi sebagai ruang makan
karyawan
2) Dilengkapi dengan meja makan,
kursi, washtafel dan pengering
tangan
7. Laboratorium
Persyaratan Tersedia failitas dan sarana untuk
pengujian laboratorium, seperti:
1) Sarana pengujian organoleptik
2) Sarana pengujian mikrobiologi
secara cepat
(Rapid test), seperti coliform, E. coli,
dan Salmonella
3) Sarana pengujian kimia secara cepat
(Rapid test), seperti uji kadar chlor,
uji histamine
4) Peralatan pengukuran suhu ikan:
thermometer probe untuk
monitoring suhu ikan.
Peralatan Peralatan laboratorium, seperti
autoclave, inkubator, water bath,
laminar cabinet, timbangan analytic,
glassware, refrigerator, lemari kaca
dan peralatan lainnya
Terdiri dari Ruang preparasi, ruang sterilisasi,
ruang inokulasi, ruang inkubasi
- 136 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
8. Kantor
Terdiri dari 1) Ruang kepala, ruang administrasi,
ruang staf/pengawas, ruang tamu,
ruang rapat, pantry dan toilet
2) Sarana penunjang berupa komputer,
printer, meubelair, peralatan
perkantoran dan penunjang lainnya
9. Unit Water Treatment
Persyaratan Ultra Filtration packaged unit 1 x 15 15 m3/jam
(Capacity) m3/h Softener unit 12m3/h
Target Product Ultra Filtration for Turbidity :< 1 NTU
Water Quality Softener ph 6-8
Hardness Leakage makx 5% vs tot.
Hardness Raw Water
Unit Desained for ph 6:8 Turbidity <5 NTU and Tot
raw water with Hardness <100mg/l CaCO3
quality
10. Unit Pengolahan Air Limbah (IPAL)
Persyaratan Desain Sequencing Batch Reactor (SBR) 450 m3
limbah
cair/hari
Influent Flow capacity: 800 m3/day; 33
Condition m3/hour
BOD in to aerated lagoon: 510 mg/lt
Ammonia-N: 57 mg/lt
Effluent Target BOD out let: 30 mg/lt
Ammonia-N: 5 mg/lt
TSS: 50 mg/lt
Assumsi BOD removal rate coefficient: 1
Temperatur: 30
Aerated Tank 1 % BOD removal expected: 85%
Retention time (80% reduction): 0.40
days
Volume Req in Aerated Batch: 320 m3
BOD Out (left from aerated tank): 77
mg/lt
Sedimentation % BOD removal expected: 85%
Tank Retention time (65% reduction): 0.40
days
Volume Req in Aerated Lagoon 2: 320
m3
BOD Out (left from aerated tank): 27
mg/lt
Culture Tank Retention time of sedimentation Reg:
0.20 days
Volume Req in Sedimentation Tank: 42
m3
Oxigen required 21 kg 02/hour
for aeration
Oxigen required 4.75 kg 02/hour
for Nutrient
- 137 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
Removal
Power Required 32 HP
for aeration
Power Required 15 HP
for complete
mixing
Power Req for 1 HP
complete mixing
Lagoon 1
Power Req for 1 HP
complete mixing
Lagoon 2
Recommendation Install 4 x 7.5 HP aerator in BATCH
11. Kapasitas sesuai dengan penggunaan 200 KVA
Silent Type
12. Alat pemadam api Standar
ringan

c. Mesin Pendingin (Refrigerasi)


Sarana mesin refrigerasi dan pendukungnya dalam ICS/UPI
dengan produksi 10 ton/hari dan cold storage 200 ton, meliputi:
1) Sistem Refrigerasi Ammonia
2) Mesin Flake Ice, kapasitas 10 Ton sebanyak 1 unit.
3) Mesin water chiller, kapasitas 5 m3/jam, sebanyak 1 unit.
4) Sarana Pembekuan berupa Air Blast Freezer (ABF) kapasitas 5
Ton/6 jam sebanyak 2 unit.
5) Gudang Beku (cold storage), kapasitas 100 Ton sebanyak 2 unit.

Sarana mesin pendingin dan pendukungnya secara rinci


tersaji pada tabel di bawah ini.

Tabel spesifikasi teknis mesin pendingin dalam ICS/UPI dengan


produksi 10 ton/hari dan Cold Storage 200 ton
NO KOMPONEN SPESIFIKASI JUMLAH
a. SISTEM REFRIGERASI 1 PKT
Mendukung penanganan, pengolahan dan pembekuan
produk 10 ton/hari serta gudang penyimpanan beku
kapasitas 200 ton
1-1 Compressor For Air Blast Freezer, IQF Freezer and 3 unit
Contact Plate Freezer
Model : N62K – 1,450rpm
Including Electric Motor 30
- 138 -

NO KOMPONEN SPESIFIKASI JUMLAH


kW;4P;380V;50Hz
1-2 Compressor For Cold Storage , Anteroom & Flake 2 Unit
ice
Model : N62K – 1,450 rpm
Including Electric Motor 30
kW;4P;380V;50Hz
1-3 Compressor For Flake Ice, AHU, Water Chiller, 1 Unit
and Processing room
Model : N4WA – 1,100 rpm
Including Electric Motor 60
kW;4P;380V;50Hz
1-4 Evaporative Capacity : 700.0 kW per one 1 Unit
Condenser / Shell &
Tube
1-5 Plate Heat Capacity : 107kW 1 Unit
Exchanger Water in/out temp : +8.0 deg.C
to +5.0 deg.C
Evaporative temp : +1.0 deg.C
1-6 Evaporator Diameter pipa seamles galvanis : 2 Unit
(Pipa seamles 25 mm
Galvanis )) for Blast Defrost system : Water defrost
Freezer Cooling system : amoniak Liquid
DX
1-7 Evaporator Capacity : 21.0 kW per one 4 Unit
(Unit Cooler) for Cold Defrost system : Hot gas defrost
room Cooling system : Ammonia liquid
DX
1-8 Evaporator Capacity : 5.0 kW 2 Unit
(Unit Cooler) for Defrost system : Hot gas defrost
Anteroom /Loading Cooling system : Ammonia liquid
dock DX
1-9 Evaporator Capacity : 8 kW 1 Unit
(Unit Cooler) for Cooling system : Water chiller
Packing Whole & system
Fillet
1-10 Evaporator Capacity : 26kW 1 Unit
(Unit Cooler) for Cooling system : Water chiller
Deboning & system
Trimming room
1-11 Evaporator Capacity : 29.0 kW 1 Unit
(Unit Cooler) for Cooling system : Water chiller
Cutting & Filleting system
room
1-14 Evaporator Capacity : 10.0 kW 1 Unit
(Unit Cooler) for Cooling system : Water chiller
Receiver system
1-15 Evaporator Capacity : 31.0 kW 1Unit
(Unit Cooler) for Cooling system : Water chiller
Cutting Whole room system
1-16 Pump for Capacity : Approx.357 5 Unit
Cooling Water Pump liter/min per one
1-17 Control 1. Compressor Starter: Star-Delta 1 Unit
Panel (CP-01) Starter
2. Control: PLC and Monitoring
- 139 -

NO KOMPONEN SPESIFIKASI JUMLAH


System (Touchscreen Panel)
3. PLC
4. Breaker
5. Accessory: Ampere meter, Hour
meter, Signal Tower lamp
1-18 Valve and 1. Valves 1 Unit
Control Equipment Manual Shut Off valves, Check
valves, Strainers, Pressure
gauges, Safety valves
2. Control Equipment
Automatic valves, Solenoid valves,
Temperature Sensors,
Pressure Transducers, Float
switches
b. MESIN FLAKE ICE 1 unit
Untuk pendinginan ikan selama proses penanganan dan
pengolahan ikan untuk kapasitas 10 ton/hari
Kapasitas 10 ton/hari
Kondisi Kerja:
Standar Suhu air
Masuk Minimum 25 ᵒC
Standar Suplai Daya 400V/50Hz/3P
Refrigerant R717/NH3 (Amonia)
Parameter Teknis:
Kapasitas
pendinginan 58 KW
Maksimum
Desain Desain Evaporator : Chrome Plated
Freezing Area and
Stainless Steel Reamer, Double wall,
PU Insullation
Menggunakan hygienic system
design, dimana pembentukan
es terjadi pada tabung tertutup dalam
ruangan yang relatif
tertutup, sehingga es yang terbentuk
terhindar dari kontaminasi
udara lingkungan
Total Daya (KW) 0,5 KW
Maksimum
Standar Suhu
Lingkungan 35 ᵒC
Standar Suhu air
Masuk Minimum 25 ᵒC
Standar Suhu
Kondensasi 30 ᵒC - 40 ᵒC
Standar Suhu
Evaporasi -23 ᵒC
Standar Suhu Es -5 ᵒC - (-7 ᵒC)
Standar Ketebalan
Es 2 - 2,5 mm
Switch Off by Light Scanner or Light
Proteksi Overflow Barrier
Standar Tekanan Air 2 - 5 Bar
- 140 -

NO KOMPONEN SPESIFIKASI JUMLAH


Suplai
Standar quality
Setara dengan:
management system
Directive 2006/42/EC : Safety For
Refrigeration System Machinery.
EU 2023/2006 : Good Manufacturing
Practice.
BS EN 378-1 : Safety an enviromental
requirement for refrigerating system
and heat pump.
EN 1672-2 : Safety and Hygiene Food
Machinery.
EN 1717 : Safety Potable Water
EN 60204 : Safety of electrical
equipment for machine.
Jaminan Garansi - Minimal 1 Tahun
- Jaminan ketersediaan spare parts
minimal 5 tahun.
c. MESIN WATER CHILLER 1 unit
Air dingin digunakan untuk pencucian, penanganan, dan
pengolahan ikan
Type Falling film chiller

Cooling system Ammonia liquid pump circulation


system
Capacity 170 kw
Water Capacity 5 m3
Inlet temperature +30°C
Outlet temperature +5°C
Evaporative temp. +1°C
SUS insulated
cabinet
d. SARANA PEMBEKUAN
Digunakan untuk penyimpanan sementara bahan baku ikan
basah sebelum diolah lebih lanjut.

Air Blast Freezer Kapasitas pembekuan 5 Ton/ 8 jam 2 unit


(ABF)
Ruangan dan i. Insulation thickness = 150 mm
Insulasi ii. Suhu ruang – 35 °C s.d – 40 °C
atau lebih rendah
iii. Lapisan lantai :
Beton Slab tentative tebal
Pasir urug + pipa PVC Ø 4”
berlubang diameter 6 mm per 10
cm perforated (dibungkus dengan
karung goni) = 20 cm
lantai kerja dudukan dinding
panel = 5 cm
lapisan panel PU non skin = 15 cm
Lantai beton bertulang = 10 cm
floor hardener = 7 Kg/m2
plint beton = 10 cm tinggi
Lantai terbuat dari bahan yang
- 141 -

NO KOMPONEN SPESIFIKASI JUMLAH


kedap air (berlapis epoxy minimal
500 micron)

Evaporator 1-7 Evaporator (Pipa black steel 2


(Unit Cooler ) seamless coating Galvanis) for Air
Blast Freezer 1
Capacity: 58.5 kW
Defrost system: Water defrost
Cooling system: Ammonia liquid
pump

Dimensi Sistem Rak Dimensi : P5 X L4 X T3.5 meter 2


Evaporator No of Rack : 12
No of pipe rack: 13
Pipe Diameter : 25 mm.80 mm
Capacity : 5.000 kgs
Fish : 5.000 kgs per batch
base on 26 kgs

e. GUDANG BEKU (COLD STORAGE) 2 Unit


Digunakan untuk penyimpanan ikan/produk yang telah
dibekukan sebelum didistribusikan.
Kapasitas 100 ton
Technical 1) Insulation thickness = 150 mm
specifications 2) Suhu ruangan – 25 °C atau lebih
rendah
3) Lapisan lantai :
Beton Slab = tentative tebal
Pasir urug + pipa PVC Ø 4”
berlubang diameter 6 mm per 10
cm perforated (dibungkus dengan
karung goni) = 20 cm
lantai kerja dudukan dinding
panel = 5 cm
lapisan panel PU non skin = 15 cm
Lantai beton bertulang = 10 cm
- 142 -

NO KOMPONEN SPESIFIKASI JUMLAH


floor hardener = 7 Kg/m2
plint keramik = 1 meter
Lantai terbuat dari bahan yang kedap
air (berlapis epoxy minimal 500
micron)
Dimensi CS-1 ukuran (p x l x t ) = 14 x 10 x 5 100 ton
(meter) atau
(ruang bagian dalam) CS-2 ukuran (p x l x t ) = 14 x 10 x 5 100 ton
(meter) atau
Evaporator 1-8 Evaporator (Unit Cooler) for Cold 4 unit
(Unit Cooler) Storage
Capacity: 15.0 kW per one
Defrost system: Hot gas defrost
Cooling system: Ammonia liquid
pump

d. Sarana Pengolahan
Sarana pengolahan yang terdapat pada ICS/UPI kapasitas
produksi 10 ton perhari dengan dengan cold storage 200 ton terdiri
atas peralatan mekanik dan non mekanik dengan spesifikasi sebagai
berikut:
NO NAMA SPESIFIKASI
ALAT
1. Step : Receiving Area
a. Meja Stainless steel (3 unit)
1) Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless steel
304 dengan ketebalan minimal 1.5 mm dengan Hariline
finish material
2) Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless steel
304 dengan ketebalan minimal 1.2 mm dengan Hariline
finish material
3) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan 1.2
mm
4) Crossbracing atau penguat meja menggunakan bahan
stainless steel 304 dengan diameter 1” dengan
ketebalan 1.0 mm
5) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatan lantai kerja
yang tidak rata.
Dimensi ukuran meja
1) Panjang : 2000 mm
2) Lebar : 900 mm
3) Tinggi : 850 mm (adjustable bisa di setel
ketinggiannya)

Gambar desain:
- 143 -

NO NAMA SPESIFIKASI
ALAT

b. Timbangan 150 kg (1 unit)


1) Standar untuk Food Processing
2) Capacity : 150 kg
3) IP 68
4) Resolution NMI Approved 60 gr
5) Calibration external
6) Adjustable resolution 20g/60gr
7) Trade Approved model supplied as standard
8) Water/Dust proof for less than a dry area scale!
9) Washdown IP68 construction for easy cleaning
10) High speed stabilization of 1 second
11) Battery operated (Approx. 5000 hours or 2500 hours if
RS-232 is used)
12) Supersized LCD of 39 mm character height
13) Corrosion-resistant load cell (Aluminium anodized and
coated with epoxy resin with protective silicon over
wiring)
14) Comparator function, Counting function, Automatic
power off

Gambar:

c. Box Fiber 500 liter (5 unit)


Terbuat dari bahan HDPE insulated PU
Volume 500 liter
Dilengkapi penutup

Gambar:
- 144 -

NO NAMA SPESIFIKASI
ALAT

2.A Step : Cutting ikan Whole (penyiangan)


a. Pisau cutting (15 unit)
Bahan Stainless steel blade
Gagang plastik
Panjang mata pisau: max.15 cm
Gambar:

b. Meja cutting (4 unit)


1) Frame meja menggunakan bahan Stainless steel 304
dengan ketebalan minimal 1.5 mm dengan Harilinel
finish material
2) Meja dilengkapi dengan PE (Poly Ethylene) dan bisa
dibongkar pasang pada saat sanitasi (easy clean).
Dengan ketebalan 15 mm (dengan ukuran 600x400
sebanyak 2 buah)
3) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan 1.2
mm
4) Crossbracing atau penguat meja menggunakan bahan
stainless steel 304 dengan diameter 1” dengan
ketebalan 1.0 mm
5) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatan lantai kerja
yang tidak rata.
Dimensi Ukuran meja:
1) Panjang : 1850 mm
2) Lebar : 850 mm
3) Tinggi meja kerja : 850 mm (adjustable bisa di setel
ketinggiannya)
4) Tinggi Dinding meja : 150 mm
Gambar:
- 145 -

NO NAMA SPESIFIKASI
ALAT
c. Asahan Pisau (2 unit)
Bentuk bulat
Bahan asahan : baja
Panjang bilah asahan : min. 25 cm
Pegangan : plastik, hitam
Middle fine cut
Gambar:

d. Keranjang @ 25 Kg (36 unit)


Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertikal dan berlubang-lubang
Gambar:

e. Box Fiber @ 500 Kg (2 unit)


Terbuat dari bahan HDPE insulated PU
Volume 500 liter
Dilengkapi penutup
Gambar: Lihat 1.c.

f. Keranjang Limbah @50 kg (8 unit)


Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertical
Kedap air (tanpa lubang)
Gambar:
- 146 -

NO NAMA SPESIFIKASI
ALAT
2.B Step: Filleting/Loining ikan
a. Pisau Fillet (7 pcs)
Bahan Stainless steel blade
Gagang plastik
Panjang mata pisau: 15 cm
Gambar:

b. Meja Fillet (4 unit)


1) Frame meja menggunakan bahan Stainless steel 304
dengan ketebalan minimal 1.5 mm dengan original
finish material
2) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan 1.2
mm
3) Crossbracing atau penguat meja menggunakan bahan
stainless steel 304 dengan diameter 1” dengan
ketebalan 1.0 mm
4) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatkan lantai kerja
yang tidak rata.
5) Tempat hasil sizing dengan bahan stainless steel pipea
1 dan ¾ “
6) Injakan tempat kerja dengan menggunakan bahan Flat
bar 3 mm

Dimensi Ukuran meja


1) Panjang total : 2390 mm
2) Panjang Meja : 1750 mm
3) Lebar total : 1150 mm
4) Lebar meja : 750 mm
5) Tinggi : 1050 mm (adjustable bisa di setel
ketinggiannya)
6) Tinggi injakan : 150 mm
Gambar:
- 147 -

NO NAMA SPESIFIKASI
ALAT
c. Asahan Pisau (4 unit)
Bentuk oval
Bahan asahan : baja
Panjang bilah asahan : min. 25 cm
Pegangan : plastik, merah
Micro fine cut
Chromplated ultrahard
Gambar:

e. Keranjang @ 25 Kg (36 unit)


Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertikal dan berlubang-lubang
Gambar: Lihat 2.A.d.

f. Box Fiber @ 500 Kg (1 unit)


Terbuat dari bahan HDPE insulated PU
Volume 500 liter
Dilengkapi penutup

Gambar: Lihat 1.c.

g. Keranjang Limbah @50 kg (19 unit)


Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertical
Kedap air (tanpa lubang)
Gambar: Lihat 2.A.f.

3. Step: Skinning
a. Meja Skinning (1 unit)
1) Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless steel
304 dengan ketebalan minimal 1.5 mm dengan Hariline
finish material
2) Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless steel
304 dengan ketebalan minimal 1.2 mm dengan Hariline
finish material
3) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan 1.2
mm
4) Crossbracing atau penguat meja menggunakan bahan
stainless steel 304 dengan diameter 1” dengan
ketebalan 1.0 mm
5) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatan lantai kerja
yang tidak rata.
Dimensi ukuran meja
1) Panjang : 2000 mm
- 148 -

NO NAMA SPESIFIKASI
ALAT
2) Lebar : 900 mm
3) Tinggi : 850 mm (adjustable bisa di setel
ketinggiannya)
Gambar desain:

b. Mesin Skinning @ Kap 600 Kg/jam (1 unit)


Dimensi ukuran
1) Panjang : 705 mm
2) Lebar : 710 mm
3) Tinggi : 950 mm
4) Lebar Efektiv 460 mm
5) Kapasitas : 20-150 pcs/menit (tergantung ukuran ikan
6) Daya listrik : 3 phase 400 V, 50 H
7) Kecepatan putaran mesin skinning : kecepatan putaran
roller adalah 31.5 m/min
Gambar:

c. Keranjang @ 25 Kg (15 unit)


Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertikal dan berlubang-lubang
Gambar: Lihat 2.A.d.

d. Box Fiber @ 500 Kg (1 unit)


Terbuat dari bahan HDPE insulated PU
Bahan Plastik tidak mengandung bahan beracun dan
bebas CFC
Gambar: Lihat 1.c.

e. Keranjang Limbah @50 kg (3 unit)


Bahan : plastik tebal
- 149 -

NO NAMA SPESIFIKASI
ALAT
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertical
Kedap air (tanpa lubang)
Gambar: Lihat 2.A.f.

4. STEP TRIMMING & DEBONING


a. Pisau Trimming (13 pcs)
Bahan Stainless steel blade
Gagang plastik
Panjang mata pisau: 18 cm
Gambar:

b. Talenan 50 cm (13 pcs)


Bahan : Nylon sheet/ LDPE plastik
Warna : putih
Gambar:

c. Meja Trimming/ Deboning (4 unit)


1) Frame meja menggunakan bahan Stainless steel 304
dengan ketebalan minimal 1.5 mm dengan original
finish material
2) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan 1.2
mm
3) Crossbracing atau penguat meja menggunakan bahan
stainless steel 304 dengan diameter 1” dengan
ketebalan 1.0 mm
4) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatkan lantai kerja
yang tidak rata.
5) Tempat hasil sizing dengan bahan stainless steel pipea
1 dan ¾ “
6) Injakan tempat kerja dengan menggunakan bahan Flat
bar 3 mm
Dimensi Ukuran meja
1) Panjang total : 2390 mm
2) Panjang Meja : 1750 mm
3) Lebar total : 1150 mm
4) Lebar meja : 750 mm
5) Tinggi : 1050 mm (adjustable bisa di setel
ketinggiannya)
6) Tinggi injakan : 150 mm
- 150 -

NO NAMA SPESIFIKASI
ALAT
Gambar:

b. Asahan Pisau (2 pcs)


Bentuk bulat
Bahan asahan : baja
Panjang bilah asahan : min. 25 cm
Pegangan : plastik, hitam
Middle fine cut
Gambar: Lihat 2.A.c.
c. Keranjang @ 25 Kg (13 unit)
Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertikal dan berlubang-lubang
Gambar: Lihat 2.A.d.
d. Keranjang Limbah @50 kg (8 unit)
Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertical
Kedap air (tanpa lubang)
Gambar: Lihat 2.A.f.
5. Step Grading & Sizing
a. Meja Grading & Sizing (2 unit)
1) Frame meja menggunakan bahan Stainless steel 304
dengan ketebalan minimal 1.5 mm dengan original
finish material
2) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan 1.2
mm
3) Crossbracing atau penguat meja menggunakan bahan
stainless steel 304 dengan diameter 1” dengan
ketebalan 1.0 mm
4) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatkan lantai kerja
yang tidak rata
5) Tempat hasil sizing dengan bahan stainless steel pipea
1 dan ¾ “
6) Injakan tempat kerja dengan menggunakan bahan Flat
bar 3 mm
Dimensi Ukuran meja
1) Panjang total : 2390 mm
2) Panjang Meja : 1750 mm
3) Lebar total : 1150 mm
4) Lebar meja : 750 mm
- 151 -

NO NAMA SPESIFIKASI
ALAT
5) Tinggi : 1050 mm (adjustable bisa di setel
ketinggiannya)
6) Tinggi injakan : 150 mm
Gambar:

b. Keranjang @ 10 Kg (32 unit)


Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertikal dan berlubang-lubang
Gambar:

6. Step Layering
Meja Layering (4 unit)
1) Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless steel
304 dengan ketebalan minimal 1.5 mm dengan Hariline
finish material
2) Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless steel
304 dengan ketebalan minimal 1.2 mm dengan Hariline
finish material
3) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan 1.2
mm
- 152 -

NO NAMA SPESIFIKASI
ALAT
4) Crossbracing atau penguat meja menggunakan bahan
stainless steel 304 dengan diameter 1” dengan
ketebalan 1.0 mm
5) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatan lantai kerja
yang tidak rata.

Dimensi ukuran meja


1) Panjang : 2000 mm
2) Lebar : 900 mm
3) Tinggi : 850 mm (adjustable bisa di setel
ketinggiannya)
Gambar desain:

7. Step : Freezing
a. Long Pan (ABF) (300 unit)
1) Bahan list plat : stainless steel 304
2) Tebal plat : minimal 0,6 mm
3) Bahan plat : stainless steel 304
4) Dimensi (p x l x t) : 50 x 30 x 9 cm

b. Trolly (untuk long pan ABF) (2 unit)


Bahan : pipa stainless steel
1) Dimensi (p x l x t) : 150 x 40 x 180 cm
2) Jarak antar susun : 18 cm
3) Roda : 4 buah di tiap sisi, kapasitas beban minimal
1 ton, Bahan Baku roda dari SERAT NYLON yg tahan
di suhu pembekuan
- 153 -

NO NAMA SPESIFIKASI
ALAT

8. Step : Weighing
a. Timbangan Digital 1 Kg (2 unit)
1) Kapasitas 1000 gr atau 1 kg
2) Stainless steel weighing pan
3) Ideal for food portion control and generalpurpose
weighing. Durable molded plastic body. NSF listed with
large, removable stainless steel pan make the SJ easy
to keep clean for HACCP applications.
4) Weighs in g, oz, lb-oz, lb.
5) High speed weighing in less than 1 second
6) Multiple weighing units – g, lb, oz and lb-oz
7) Level bubble and adjustable feet for precise levelling
8) Battery or AC adapter operation
9) Calibration : External
10) Fast: measure in 1 second
11) Auto Power-Off
12) Easy to read 1” LCD readout
13) Resolution : 0.5 gr
Gambar:

b. Timbangan Digital 5 Kg (3 unit)


1) Kapasitas 5000 gr atau 5 kg
2) Stainless steel weighing pan
3) Ideal for food portion control and generalpurpose
weighing. Durable molded plastic body. NSF listed with
large, removable stainless steel pan make the SJ easy
to keep clean for HACCP applications.
4) Weighs in g, oz, lb-oz, lb.
5) High speed weighing in less than 1 second
6) Multiple weighing units – g, lb, oz and lb-oz
7) Level bubble and adjustable feet for precise levelling
8) Battery or AC adapter operation
9) Calibration : External
10) Fast: measure in 1 second
11) Auto Power-Off
12) Easy to read 1” LCD readout
13) Resolution : 2 gr
- 154 -

NO NAMA SPESIFIKASI
ALAT
Gambar:

c. Timbangan Digital 15 Kg (3 unit)


1) Kapasitas : 15 kg
2) Triple range scales
3) High resolution can be changed automatically for 3
capacity levels
4) Trade approved models supplied as standard
5) Large and clear Displays available as LCD and VFD
Display
6) M+ function for totalising weighing data
7) Programmable setpoints for simple batching
8) Standard RS-232C interface
9) Counting & percentage function
10) NTEP Certified and Measurement Canada approved
11) IP65 scale base with Gore-Tex® membrane protects
load cell from water and dust
12) Calibration : External
13) Resolustion 5 gr
Gambar:

9. Step : Glazing
Mesin Automatic Glazing for ABF (1 unit)
1) Overall Dimension: 3500 mm (L) x 1100 mm (Width) x
550/1200 mm (height)
2) Width effective : 1000 mm
3) Material inner box: SUS 304, with 2.0 mm thickness
4) Material outer box: SUS 304, with 1.5 mm thickness
5) Material support : SUS 304, with 3.0 mm
thickness, Angle bar 40x40
6) Material Fame: SUS 304, Angle bar 40x40x4
7) Material Wear strip: PA66/HDPA or relevant
8) Material guide: PA66/HDPA or relevant
9) Material chute: SUS 304 1.5 mm
10) Material fresh water box : SUS 304 1.5 mm
11) Material pipe fresh water: SUS 304 ¾” and ½:
12) Material Air Pipe: SUS 304 ½”
- 155 -

NO NAMA SPESIFIKASI
ALAT
13) Insulation thickness: standard cool system insulation
14) Material Modular Belt: PP and Flush Grid, belt 595
mm
15) Flight distance: 200 mm and Flight height : 30 mm
16) Drive sprocket: with SQ shaft system
17) Pump: 1 unit for fresh water
18) Motor: with hyponic motor
19) Inverter: adjustable speed
20) Finishing: original material
21) Electrical install (in panel control)
22) Power Consumption:
a) 0.75 kW, 4 p, 220/380V, 50hZ (motor conveyor)
b) 0.75 kW, 4 p, 220/380V, 50hZ (pump circulating)
c) 0.37 kW, 4 p, 220/380V, 50hZ (pump spray water)
23) Inverter: 0.75 kW, 4 p, 220/380V, 50hZ (motor
conveyor)
24) Control Panel: Standard with Fuse, overload system
25) Finishing: original Material

Gambar:

10. Step : Packing


a. Meja Packing (3 unit)
1) Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless steel
304 dengan ketebalan minimal 1.5 mm dengan Hariline
finish material
2) Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless steel
304 dengan ketebalan minimal 1.2 mm dengan Hariline
finish material
3) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan 1.2
mm
4) Crossbracing atau penguat meja menggunakan bahan
stainless steel 304 dengan diameter 1” dengan
ketebalan 1.0 mm
5) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatan lantai kerja
yang tidak rata.
- 156 -

NO NAMA SPESIFIKASI
ALAT
Dimensi ukuran meja
1) Panjang : 2000 mm
2) Lebar : 900 mm
3) Tinggi : 850 mm (adjustable bisa di setel
ketinggiannya)
Gambar desain:

b. Hand Sealer (2 unit)


Max. Input Power : 400 Watt
Min. Lebar Seal : 2 mm
Body : Aluminium
Min. Panjang Seal : 40 cm
Max. Berat Mesin (Kg) : 5,5 Kg

Gambar:

c. Automatic sealer (1 unit)


The power supply voltage of 220V 50-60HZ
Daya Listrik 500 Watt
Kecepatan Sealing bisa diatur 0-12m/min
Sealing width 6-12mm
Temperature range of 0-300
Berat pack maksimum 5 kg
Dimension 810X370X320mm
Gambar:

d. Lackband Machine (2 unit)


Daya Listrik 180-250 Watt
- 157 -

NO NAMA SPESIFIKASI
ALAT
Kecepan : 20m/ min
Max. Pack. Size : 550 x 600 mm
Gambar:

e. Strapping Band Machine (2 unit)


Strapping Machine type semi automatic adalah alat
pengemasan untuk material Polypropylene Strapping
Band.
Dengan mesin ini, proses pengikatan ( strapping) suatu
produk menjadi lebih mudah dan cepat.
Tinggi maksimum untuk 750 mm
Gambar:

f. Metal Detector
Master Carton (1 unit)
1) Pass height: 430 mm
2) Maximum pass width: 195 mm
3) Belt width: 180 mm
4) Display: STN LCD
5) Operation Method: Flat pannel key
6) Preset Memory: Maximum 100
7) Product Packaging: Both general and aluminum -
evaporated film packed products
8) Belt speed: 10 to 73 m/min (variable speed depending
on product)
9) Maximum product weight: Waterproof type: up to 15 kg
10) Metal detection: Rejection signal output and beep, or
belt stop and beep
11) Power requirements: Single phase, 50/60 Hz, 200 VA,
rush current 62 A
12) Environtment conditions: 0º to 40 ºC, relative humidity
30% to 85%, non condensing
13) External finishing: Stainless steel (SUS 304)
Gambar:
- 158 -

NO NAMA SPESIFIKASI
ALAT

11. Step : Cold Storage


a. Forklift (1 unit)
1) KD15B-III
2) Adjustable forks
3) Load capacity Min.1.5 T
4) Load Centre distance
 500 mm
5) Load distance, centre of drive axle to fork 745 mm
6) Tyre size, front Φ180x50 mm
7) Tyre size, rear Φ80x70 mm
8) Wheels, number front rear (x=driven wheels) 2/2
9) Height, mast lowered 2090/1840/2090 mm
10) Max. lift height
 1600/2500/3000 mm
11) Height, mast extended 2090/3060/3560 mm
12) Overall length 1835 mm
13) Length to face of forks 765 mm
14) Overall width 955 mm
15) Fork dimension 60/142/1070 mm
16) Width overall forks 295-930 mm
17) Aisle width for pallets 800x1200 lengthways 2347
mm
18) Turning radius 1505 mm
19) Lift speed, laden/ unladen 0.08/0.1 m/s
20) Lowering speed, laden, unladen 0.15/0.12 m/s
21) Service brake mechanical
22) Battery voltage, nominal capacity 24/120 V/Ah
23) Battery weight 90 kg
24) Battery dimension I/w/h 360x170x250 mm
25) Service weight (with battery) 455/520/535 kg

Gambar:
- 159 -

NO NAMA SPESIFIKASI
ALAT

b. Pallet Plastik (200 unit)


1) Size : minimal 1200 x 1000 x 150 mm
2) Material : HDPE/PPC
3) Type : Non-Reversible
4) Statik : minimal 4000 Kg
5) Dynamic : minimal 1000 Kg
6) Racking : minimal 800 Kg
7) Forklift entry : 4-way
8) Hand pallet entry : 4-way
9) Washable
10) Recyclable
11) Weight : 17 Kg
Gambar:

e. Pakaian kerja
- 160 -

No Nama Alat Spesifikasi

1. Wear pack Bahan kain tebal, berwarna putih

2. Apron Berbahan plastik, berwarna cerah

3. Sarung tangan pengolahan Bahan karet

4. Penutup kepala Bahan kain

5. Sepatu boot Tahan air, standar AP Boots

6. Jaket Cold storage Tahan dingin

7. Sarung tangan Cold storage Bahan karet tebal

f. Bangunan dan Sarana Penunjang


Spesifikasi bangunan dan sarana penunjang pada ICS/UPI meliputi:
No Nama Fasilitas Spesifikasi
1) Akses kendaraan/ a) Elevasi Jalan site terhadap Jalan Raya =
pengerasan 20 cm
halaman untuk b) untuk kendaran berat = 10 Ton (kelas II)
kendaran berat c) Minimal cukup untuk parkir 2 container
berukuran 20 ft
2) Pagar pengaman a) Pagar keliling dapat menggunakan bahan
keliling, papan panel betol (T200 cm) atau BRC (T190 cm).
nama/identitas b) pintu gerbang menggunakan kerangka besi
bangunan dan c) Papan nama identitas menggunakan bahan
pintu masuk plat besi (di cat) berukuran p120 cm lebar
90 cm berwarna putih.
3) Rumah Teknisi a) terdiri dari ruang istirahat, kamar
mandi/toilet dan ruang tamu.
b) Rumah teknisi ditempatkan tidak terlalu
jauh dari ruang mesin
4) Pos Jaga a) 1 unit, ditempatkan pada pintu
masuk/keluar area
b) terdiri dari ruang jaga dan kamar
mandi/toilet
- 161 -

No Nama Fasilitas Spesifikasi


5) Bangunan Ibadah a) Luas bangunan menyesuaikan jumlah
karyawan
b) Tersedia tempat wudhu dan ruang ibadah.
c) Ditempatkan dekat dengan ruang istirahat
karyawan
6) Taman/Area Hijau a) Luas minimal 15 % dari luas area UPI
b) Tanaman adalah jenis yang tidak
menimbulkan banyak sampah daun/buah
c) Ukuran tanaman tidak terlalu tinggi
7) Tempat Istirahat a) Luas bangunan dan fasilitas menyesuaikan
Karyawan/Kantin jumlah karyawan atau +150 orang
b) Tersedia wastafel dan ruang makan.
c) Dilengkapi dengan meja, kursi dan tempat
sampah
8) Ruang Laundry a) Luas mencukupi untuk menempatkan
mesin cuci/pengering dan peralatan
lainnya
b) Ruang dilengkapi dengan keran air bersih,
air panas, dan instalasi listrik.

g. Ketentuan dan Fleksibilitas


1) Persyaratan Teknis pada Bab III dan Spesifikasi Teknis pada Bab
IV merupakan bagian tidak terpisahkan dalam Petunjuk Teknis
ini.
2) Kelengkapan bangunan, fasilitas dan sarana penunjang UPI
disesuaikan dengan anggaran tersedia di masing-masing lokasi
pembangunan.
3) Jenis, kapasitas dan jumlah unit mesin pendingin serta sarana
pengolahan di UPI disesuaikan dengan anggaran yang tersedia,
ketersediaan bahan baku, dan komoditas produk di masing-
masing lokasi pembangunan.
4) Bila bahan untuk bangunan dan sarana UPI sulit diperoleh di
lokasi pembangunan, maka dapat digunakan bahan lain yang
setara atau memiliki sifat yang sama dan tetap memenuhi
persyaratan kelayakan pengolahan.
5) Perubahan spesifikasi teknis UPI harus mendapat persetujuan
dari Tim Teknis.

3. UPI dengan produksi 5 ton/hari dan cold storage 100 ton


a. Lahan
Kisaran luasan lahan yang dibutuhkan untuk membangun
ICS/UPI dengan produksi 5 ton/hari dan cold storage 100 ton
adalah sebagai berikut :
- 162 -

No. Bangunan Standar Luasan Lahan (*)


1. Bangunan ICS/UPI 1.500 m2
2. Fasilitas Umum 1.500 m2
Total Bangunan ICS/UPI dan Fasum 3.000 m2
(*) Standar luasan bangunan ICS/UPI dan Fasum disesuaikan dengan
kondisi dan ketersediaan lahan di masing-masing lokasi pembangunan.

b. Bangunan UPI
Bangunan unit pengolahan ikan terdiri dari (1) ruang
penerimaan, (2) ruang pengolahan, (3) ruang pengemasan, (4)
ruang penampungan limbah padat, (5) gudang
penyimpanan/gudang kering, (6) fasilitas personal hygiene, (7)
laboratorium, (8) kantor, (9) unit water treatment, (10) unit
pengolahan air limbah, (11) suplai listrik, dan fasilitas lainnya.
Contoh site plan bangunan ICS/UPI dengan produksi 5
ton/hari dan cold storage 100 ton tersaji pada gambar di bawah
ini.
- 163 -

Gambar Contoh Site Plan Bangunan ICS/UPI dengan produksi 5


ton/hari dan Cold Storage 100 ton

Tabel Spesifikasi Teknis Bangunan ICS/UPI dengan produksi 5


ton/hari dan Cold Storage 100 ton

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
Persyaratan Umum Dinding PU panel:
- 164 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
1) Insulation material : Polyurethane
2) Insulation thickness: 75 mm, 100
mm, 150 mm
3) Density : 42 – 45 Kg/m3
4) Conductivity : 0.018 W/m-K
5) System : Knock down panel with
use Slip Join
6) Wall & Roof : outside and inside
skin use with plate Color Bond 0.5
mm thickness.
7) Thermal Conductivity : 0.020-1
W/mk
8) Skin : CRP Food Grade
9) Fire Behaviour of Building Material
Test minimum Class B2 as per
DIN 4102 atau setara
9) Weather Proof Lamp
10) Sesuai brosur dan mendapat
dukungan penuh dari pabrikan

1 Ruang Penerimaan
Persyaratan a. Suhu ruang 20 °C dengan fluktuasi
suhu 2 °C
b. Dinding Insulation thickness = 75
mm
c. Lapisan lantai :
lantai kerja dudukan dinding panel
= 5 cm
Lantai beton bertulang = 10 cm
floor hardener = 5 Kg/m2
plint keramik = 1 meter
ketinggian lisplank area loading dan
unloading = 4,50 terhadap jalan site
d. Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy minimal
500 micron)

Terdiri dari e. Area pembongkaran


f. Ruang penerimaan
g. Area penyimpanan bahan baku

2. Ruang Pengolahan
a. Ruang Penanganan dan Pengolahan
- 165 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
Persyaratan 1) Suhu ruang 20 °C dengan fluktuasi
suhu 2 °C
2) Insulation thickness = 75 mm
3) Lapisan lantai :
lantai kerja dudukan dinding panel
= 5 cm
Lantai beton bertulang = 10 cm
floor hardener = 5 Kg/m2
plint keramik = 1 meter
4) Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy minimal
500 micron)
Terdiri dari 5) Area Cutting (Penyiangan)
1)
2) Area Filleting/ Loining
3) Area Skinning
4) Area Trimming
5) Area Grading & Sizing
6) Area Layering
7) Area Pembekuan

b. Ruang ABF 1) Insulation thickness = 150 mm


2) Suhu ruang – 35 °C s.d – 40 °C
atau lebih rendah
3) Lapisan lantai :
Beton Slab tentative tebal
Pasir urug + pipa PVC Ø 4”
berlubang diameter 6 mm per 10
cm perforated (dibungkus dengan
karung goni) = 20 cm
lantai kerja dudukan dinding panel
= 5 cm
lapisan panel PU non skin = 15 cm
Lantai beton bertulang = 10 cm
floor hardener = 7 Kg/m2
plint beton = 10 cm tinggi
Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy minimal
500 micron)
- ABF 1 Ukuran (p x l x t ) = 4 x 3 x 3 (meter) 2.5 Ton
atau
- ABF 2 Ukuran (p x l x t ) = 4 x 3 x 3 (meter) 2.5 Ton
atau
- 166 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
c. Ruang FIM 1) Insulation thickness = 100 mm
2) Lapisan lantai :
Beton Slab tentative tebal
Pasir urug + pipa PVC Ø 4”
perforated = 20 cm
lantai kerja dudukan dinding panel
= 5 cm
lapisan panel PU non skin = 10 cm
Lantai beton bertulang = 10 cm
floor hardener = 7 Kg/m2
plint beton = 10 cm tinggi
Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air dan dilapisi plat stainless
Ketinggian permukaan lantai ruang
FIM adalah +1,20 dari permukaan
lantai ruang pengolahan.
3) Ukuran (p x l x t ) = 2,5 x 2 x 3 5 Ton
(meter)
4) Elevasi lantai +0,80 m
5) Ukuran pintu 1 x 1 m (swing),
sebanyak 3 buah

3. Ruang Pengemasan
Persyaratan a. Suhu ruang 20 °C dengan fluktuasi
suhu 2 °C
b. Insulation thickness = 75 mm
c. Lapisan lantai :
lantai kerja dudukan dinding panel
= 5 cm
Lantai beton bertulang = 10 cm
floor hardener = 5 Kg/m2
plint keramik = 1 meter
Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy minimal
500 micron)
a. Ruang Area cukup untuk penempatan
Packing peralatan seperti meja packing,
lackban mesin, dan strapping band
dimana kegiatan penimbangan,
pengemasan, dan pengepakan ikan
beku dilakukan.
- 167 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
b. Anteroom 1) Suhu ruang 5 °C dengan fluktuasi
suhu 2 °C
2) Insulation thickness = 100 mm
3) Lapisan lantai:
4) lantai kerja dudukan dinding panel
= 5 cm
5) Lantai beton bertulang = 10 cm
6) floor hardener = 7 Kg/m2
7) plint keramik = 1 meter
8) Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy minimal
500 micron)
9) Ukuran panjang pada ruang
anteroom bisa tentative
(disesuaikan dengan jangkauan
pintu cold storage dan pintu
lainnya atau mengikuti spesifikasi
di bawah)
Anteroom ABF Terletak pada pintu akses ke ruang
ABF
Anteroom CS Terletak pada pintu akses ke ruang
cold storage dan ke loading dock
c. Loading 1) Lapisan lantai loading dock:
Dock 2) Beton bertulang = 10 cm
3) floor hardener = 7 Kg/m2
4) plint keramik = 1 meter
5) Ketinggian lisplank area loading
dan unloading = 4,50 terhadap
jalan site
6) Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy minimal
500 micron)
7) Ukuran panjang loading dock bisa
tentative (disesuaikan dengan
jangkauan pintu cold storage dan
anteroom atau mengikuti
spesifikasi di bawah)
- 168 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
d. Cold Storage 1) Insulation thickness = 150 mm
2) Suhu ruangan – 25 °C atau lebih
rendah
3) Lapisan lantai :
Beton Slab = tentative tebal
Pasir urug + pipa PVC Ø 4”
berlubang diameter 6 mm per 10
cm perforated (dibungkus dengan
karung goni) = 20 cm
lantai kerja dudukan dinding panel
= 5 cm
lapisan panel PU non skin = 15 cm
Lantai beton bertulang = 10 cm
floor hardener = 7 Kg/m2
plint keramik = 1 meter
Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy minimal
500 micron)
Cold Storage 1 Ukuran (p x l x t ) = 10 x 8 x 5 50 ton
(meter) atau

Cold Storage 2 Ukuran (p x l x t ) = 10 x 8 x 5 50 ton


(meter) atau
4. Ruang Penampungan Limbah Padat
Persyaratan a. Dinding Insulation thickness = 75 +3 ton
mm
b. Lapisan lantai :
lantai kerja dudukan dinding panel
= 5 cm
Lantai beton bertulang = 10 cm
floor hardener = 5 Kg/m2
plint keramik = 1 meter
Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy minimal
500 micron)
c. Ruangan berdekatan dengan ruang
penerimaan bahan baku
d. Dilengkapi dengan area loading
limbah padat keluar berukuran 1 x
1m
5. Ruang Penyimpanan/ Gudang Kering
- 169 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
Persyaratan a. Insulation thickness = 75 mm
b. Lapisan lantai :
lantai kerja dudukan dinding panel
= 5 cm
Lantai beton bertulang = 10 cm
floor hardener = 5 Kg/m2
plint keramik = 1 meter
Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy minimal
500 micron)

Terdiri dari c. Gudang peralatan


d. Gudang bahan kimia
e. Gudang bahan pengemas
6. Fasilitas Personal Hygiene
Persyaratan Fasilitas mencukupi untuk seluruh +100 orang
karyawan yang menangani dan
mengolah ikan
a. Bak cuci Kedalaman bak cuci kaki -0,30 m
kaki dengan ukuran lebar minimal 1,5 m
dan panjang tentative
b. Tempat cuci Kran air menggunakan sistem sensor
tangan atau sistem mekanik/pedal.
c. Ruang ganti 1) Ruang ganti terpisah antara laki-
laki dan perempuan
2) Dilengkapi loker untuk menyimpan
barang-barang karyawan,
gantungan pakaian, gantungan
sarung tangan, dan rak sepatu boot
d. Toilet 1) Toilet terpisah antara laki-laki dan
perempuan
2) Perbandingan jumlah toilet dan
karyawan adalah 1 : 15
3) Toilet menggunakan sistem
pembilasan otomatis (water flushing
system)
e. Ruang 1) Berfungsi sebagai ruang makan
Istirahat karyawan
2) Dilengkapi dengan meja makan,
kursi, washtafel dan pengering
tangan
7. Laboratorium
Persyaratan Tersedia failitas dan sarana untuk
pengujian laboratorium, seperti:
a. Sarana pengujian organoleptic
b. Sarana pengujian mikrobiologi
secara cepat
(Rapid test), seperti coliform, E. coli,
dan Salmonella
c. Sarana pengujian kimia secara
cepat (Rapid test), seperti uji kadar
- 170 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
chlor, uji histamine
d. Peralatan pengukuran suhu ikan:
thermometer probe untuk
monitoring suhu ikan.
Peralatan Peralatan laboratorium, seperti
autoclave, inkubator, water bath,
laminar cabinet, timbangan analytic,
glassware, refrigerator, lemari kaca
dan peralatan lainnya
Terdiri dari Ruang preparasi, ruang sterilisasi,
ruang inokulasi, ruang inkubasi
8. Kantor
Terdiri dari a. Ruang kepala, ruang administrasi,
ruang staf/pengawas, ruang tamu,
ruang rapat, pantry dan toilet
b. Sarana penunjang berupa
komputer, printer, meubelair,
peralatan perkantoran dan
penunjang lainnya
9. Unit Water Treatment
Persyaratan Ultra Filtration packaged unit 1 x 10 10 m3/jam
(Capacity) m3/h
with softener unit
Target Product Ultra Filtration for Turbidity :< 1 NTU
Water Quality Softener ph 6-8
Hardness Leakage makx 5% vs tot.
Hardness Raw Water
Unit Desained ph 6:8 Turbidity <5 NTU and Tot
for raw water Hardness <100mg/l CaCO3
with quality
10. Unit Pengolahan Air Limbah (IPAL)
Persyaratan Desain Sequencing Batch Reactor (SBR) 300 m3
limbah
cair/hari
Influent Flow capacity: 800 m3/day; 33
Condition m3/hour
BOD in to aerated lagoon: 510 mg/lt
Ammonia-N: 57 mg/lt
Effluent Target BOD out let: 30 mg/lt
Ammonia-N: 5 mg/lt
TSS: 50 mg/lt
Assumsi BOD removal rate coefficient: 1
Temperatur: 30
Aerated Tank 1 % BOD removal expected: 85%
Retention time (80% reduction): 0.40
days
Volume Req in Aerated Batch: 320 m3
BOD Out (left from aerated tank): 77
mg/lt
Sedimentation % BOD removal expected: 85%
Tank Retention time (65% reduction): 0.40
- 171 -

LUAS/
AREA/RUANGAN SPESIFIKASI VOLUME/
KAPASITAS
days
Volume Req in Aerated Lagoon 2: 320
m3
BOD Out (left from aerated tank): 27
mg/lt
Culture Tank Retention time of sedimentation Reg:
0.20 days
Volume Req in Sedimentation Tank: 42
m3
Oxigen 21 kg 02/hour
required for
aeration
Oxigen 4.75 kg 02/hour
required for
Nutrient
Removal
Power Required 32 HP
for aeration
Power Required 15 HP
for complete
mixing
Power Req for 1 HP
complete
mixing Lagoon
1
Power Req for 1 HP
complete
mixing Lagoon
2
Recommendati Install 4 x 7.5 HP aerator in BATCH
on
11. Genset Kapasitas sesuai dengan penggunaan 125 KVA
Silent Type
12. Alat pemadam Standar
api ringan

c. Mesin Pendingin (Refrigerasi)


Sarana mesin refrigerasi dan pendukungnya dalam ICS/UPI
dengan produksi 5 ton/hari dan cold storage 100 ton, meliputi:
1) Sistem Refrigerasi Ammonia
2) Mesin Flake Ice, kapasitas 5 Ton sebanyak 1 unit.
3) Mesin water chiller, kapasitas 5 m3/jam, sebanyak 1 unit.
4) Sarana Pembekuan berupa Air Blast Freezer (ABF) kapasitas 2.5
Ton/6 jam sebanyak 2 unit
5) Gudang Beku (cold storage), kapasitas 50 Ton sebanyak 2 unit.
- 172 -

Sarana mesin pendingin dan pendukungnya secara rinci


tersaji pada tabel di bawah ini.

Tabel spesifikasi teknis mesin pendingin dalam ICS/UPI dengan


produksi 5 ton/hari dan Cold Storage 100 ton
NO KOMPONEN SPESIFIKASI JUMLAH
a. SISTEM REFRIGERASI 1 PKT
Mendukung penanganan, pengolahan dan pembekuan
produk 10 ton/hari serta gudang penyimpanan beku
kapasitas 200 ton
1-1 For Air Blast Freezer, IQF Freezer 2 Unit
Compressor and Contact Plate Freezer
Model : N62K –
1,450rpm
Including Electric Motor 30
kW;4P;380V;50Hz
1-2 For Cold Storage , Anteroom & 2 Unit
Compressor Flake ice
Model : N62K – 1,450
rpm
Including Electric Motor 30
kW;4P;380V;50Hz
1-3 For Flake Ice, AHU, Water Chiller, 1 Unit
Compressor and Processing room
Model : N4WA – 1,100
rpm
Including Electric Motor 60
kW;4P;380V;50Hz
1-4 Evaporative Capacity : 700.0 kW per 1 Unit
Condenser / Shell one
& Tube
1-5 Evaporator Diameter pipa seamles galvanis : 2 Unit
(Pipa seamles 25 mm
Galvanis ) for Defrost system : Water defrost
Blast Freezer Cooling system : amoniak
Liquid DX
1-6 Evaporator Capacity : 13 kW per one 4
(Unit Cooler) for Defrost system : Hot gas defrost Unit
Cold room Cooling system : Ammonia liquid
DX
1-7 Evaporator Capacity : 5.0 kW 2 Unit
(Unit Cooler) for Defrost system : Hot gas defrost
Anteroom Cooling system : Ammonia liquid
/Loading dock DX
1-8 Evaporator Capacity : 8 kW 1 Unit
(Unit Cooler) for Cooling system : Water chiller
Packing Whole & system
Fillet
1-9 Evaporator Capacity : 26kW 1 Unit
(Unit Cooler) for Cooling system : Water chiller
Deboning & system
Trimming room
1-10 Evaporator Capacity : 29.0 kW 1 Unit
- 173 -

NO KOMPONEN SPESIFIKASI JUMLAH


(Unit Cooler) for Cooling system : Water chiller
Cutting & Filleting system
room
1-11 Pump for Capacity : Approx.357 liter/min 4 Unit
Cooling Water per one
Pump
1-12 Control 1) Compressor Starter: Star-Delta 1
Panel (CP-01) Starter Unit
2) Control: PLC and Monitoring
System (Touchscreen Panel)
3) PLC
4) Breaker
5) Accessory: Ampere meter, Hour
meter, Signal Tower lamp
1-13 Valve and 1) Valves 1 Unit
Control Manual Shut Off valves, Check
Equipment valves, Strainers, Pressure
gauges, Safety valves
2) Control Equipment
Automatic valves, Solenoid
valves, Temperature Sensors,
Pressure Transducers, Float
switches

b. MESIN FLAKE ICE 1 unit


Untuk pendinginan ikan selama proses penanganan dan
pengolahan ikan untuk kapasitas 5 ton/hari
Kapasitas 5 ton/hari
Kondisi Kerja:
Standar Suplai
Daya 400V/50Hz/3P
Refrigerant NH3 (Amonia)
Parameter Teknis:
Kapasitas
pendinginan 27 KW
Maksimum
Desain Desain Evaporator : Chrome Plated
Freezing Area and Stainless Steel
Reamer, Double wall, PU
Insullation
Menggunakan hygienic system
design, dimana pembentukan es
terjadi pada tabung tertutup dalam
ruangan yang relatif tertutup,
sehingga es yang terbentuk
terhindar dari kontaminasi udara
lingkungan.
Total Daya (KW) 0,4 KW
Maksimum
Standar Suhu 35 ᵒC
Lingkungan
Standar Suhu air 25 ᵒC
Masuk Minimum
Standar Suhu -18 C s/d -23 C
- 174 -

NO KOMPONEN SPESIFIKASI JUMLAH


Evaporasi
Standar Suhu Es -5 ᵒC - (-7 ᵒC)
Standar Ketebalan
Es 1.8 - 2,2 mm
Switch Off by Light Scanner or
Proteksi Overflow Light Barrier
Standar Tekanan 2 - 5 Bar
Air Suplai
Standar quality
management Setara dengan:
system
Directive 2006/42/EC : Safety For
Refrigeration System Machinery.
EU 2023/2006 : Good
Manufacturing Practice.
BS EN 378-1 : Safety an
enviromental requirement for
refrigerating system and heat pump.
EN 1672-2 : Safety and Hygiene
Food Machinery.
EN 1717 : Safety Potable Water
EN 60204 : Safety of electrical
equipment for machine.
Jaminan Garansi - Minimal 1 Tahun
- Jaminan ketersediaan spare parts
minimal 5 tahun.
c. MESIN WATER CHILLER 1 unit
Air dingin digunakan untuk pencucian, penanganan,
dan pengolahan ikan
Type Falling film chiller

Cooling system Ammonia liquid pump circulation


system
Capacity 170 kw
Water Capacity 5 m3
Inlet temperature +30°C
Outlet +5°C
temperature
Evaporative temp. +1°C
SUS insulated
cabinet
d. SARANA PEMBEKUAN
Digunakan untuk penyimpanan sementara bahan baku
ikan basah sebelum diolah lebih lanjut.

Air Blast Freezer Kapasitas pembekuan 2.5 Ton/ 6 2 unit


(ABF) jam
Ruangan dan 1) Insulation thickness = 150 mm
Insulasi 2) Suhu ruang – 35 °C s.d – 40 °C
atau lebih rendah
3) Lapisan lantai :
Beton Slab tentative tebal
Pasir urug + pipa PVC Ø 4”
- 175 -

NO KOMPONEN SPESIFIKASI JUMLAH


berlubang diameter 6 mm per
10 cm perforated (dibungkus
dengan karung goni) = 20 cm
lantai kerja dudukan dinding
panel = 5 cm
lapisan panel PU non skin = 15
cm
Lantai beton bertulang = 10 cm
floor hardener = 7 Kg/m2
plint beton = 10 cm tinggi
Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy
minimal 500 micron)

Evaporator 1-7 Evaporator (Pipa black steel 2


(Unit Cooler ) seamless coating Galvanis) for Air
Blast Freezer 1
Capacity: 58.5 kW
Defrost system: Water defrost
Cooling system: Ammonia liquid
pump

Dimensi Sistem Dimensi : P4 X L3 X T3 meter 2


Rak Evaporator No of Rack : 10
No of pipe rack: 11
Pipe Diameter : 25 mm.80 mm
Capacity max. : 2.600 kgs
Fish : 2.600 kgs
(5 tray x 26 kgs per tray x 20 rack)

e. GUDANG BEKU (COLD STORAGE) 2 Unit


Digunakan untuk penyimpanan ikan/produk yang
telah dibekukan sebelum didistribusikan.
Kapasitas 50 ton
Technical 1) Insulation thickness = 150 mm
specifications 2) Suhu ruangan – 25 °C atau
lebih rendah
3) Lapisan lantai :
Beton Slab = tentative tebal
Pasir urug + pipa PVC Ø 4”
berlubang diameter 6 mm per
10 cm perforated (dibungkus
- 176 -

NO KOMPONEN SPESIFIKASI JUMLAH


dengan karung goni) = 20 cm
lantai kerja dudukan dinding
panel = 5 cm
lapisan panel PU non skin = 15
cm
Lantai beton bertulang = 10 cm
floor hardener = 7 Kg/m2
plint keramik = 1 meter
Lantai terbuat dari bahan yang
kedap air (berlapis epoxy minimal
500 micron)
Dimensi CS-1 (p x l x t ) = 10 x 8 x 5 (meter) 50 ton
(ruang bagian CS-1 (p x l x t ) = 10 x 8 x 5 (meter) 50 ton
dalam)
Evaporator 1-8 Evaporator (Unit Cooler) for 4 unit
(Unit Cooler) Cold Storage
Capacity: 15.0 kW per one
Defrost system: Hot gas defrost
Cooling system: Ammonia liquid
pump

d. Sarana Pengolahan
Sarana pengolahan yang terdapat pada ICS/UPI kapasitas
produksi 5 ton perhari dengan dengan cold storage 100 ton terdiri
atas peralatan mekanik dan non mekanik dengan spesifikasi sebagai
berikut:
NO NAMA ALAT SPESIFIKASI
1. Step : Receiving Area
a. Meja Stainless steel (2 unit)
1) Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless
steel 304 dengan ketebalan minimal 1.5 mm
dengan Hariline finish material
2) Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless
steel 304 dengan ketebalan minimal 1.2 mm
dengan Hariline finish material
3) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan
1.2 mm
4) Crossbracing atau penguat meja menggunakan
bahan stainless steel 304 dengan diameter 1”
dengan ketebalan 1.0 mm
5) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatan lantai
kerja yang tidak rata.
Dimensi ukuran meja
1) Panjang : 2000 mm
2) Lebar : 900 mm
3) Tinggi : 850 mm (adjustable bisa di
setel ketinggiannya)
- 177 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


Gambar desain:

b. Timbangan 150 kg (1 unit)


1) Standar untuk Food Processing
2) Capacity : 150 kg
3) IP 68
4) Resolution NMI Approved 60 gr
5) Calibration external
6) Adjustable resolution 20g/60gr
7) Trade Approved model supplied as standard
8) Water/Dust proof for less than a dry area scale!
9) Washdown IP68 construction for easy cleaning
10) High speed stabilization of 1 second
11) Battery operated (Approx. 5000 hours or 2500
hours if RS-232 is used)
12) Supersized LCD of 39 mm character height
13) Corrosion-resistant load cell (Aluminium anodized
and coated with epoxy resin with protective silicon
over wiring)
14) Comparator function, Counting function,
Automatic power off

Gambar:

c. Box Fiber 500 liter (3 unit)


Terbuat dari bahan HDPE insulated PU
Volume 500 liter
Dilengkapi penutup

Gambar:

2.A Step : Cutting ikan Whole (penyiangan)


a. Pisau cutting (8 unit)
- 178 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


Bahan Stainless steel blade
Gagang plastik
Panjang mata pisau: max.15 cm
Gambar:

b. Meja cutting (2 unit)


1) Frame meja menggunakan bahan Stainless steel
304 dengan ketebalan minimal 1.5 mm dengan
Harilinel finish material
2) Meja dilengkapi dengan PE (Poly Ethylene) dan bisa
dibongkar pasang pada saat sanitasi (easy clean).
Dengan ketebalan 15 mm (dengan ukuran 600x400
sebanyak 2 buah)
3) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan
1.2 mm
4) Crossbracing atau penguat meja menggunakan
bahan stainless steel 304 dengan diameter 1”
dengan ketebalan 1.0 mm
5) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatan lantai
kerja yang tidak rata.
Dimensi Ukuran meja:
1) Panjang : 1850 mm
2) Lebar : 850 mm
3) Tinggi meja kerja : 850 mm (adjustable bisa di
setel ketinggiannya)
4) Tinggi Dinding meja : 150 mm
Gambar:

c. Asahan Pisau (1 unit)


Bentuk bulat
Bahan asahan : baja
Panjang bilah asahan : min. 25 cm
Pegangan : plastik, hitam
Middle fine cut
Gambar:
- 179 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


d. Keranjang @ 25 Kg (18 unit)
Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertikal dan berlubang-lubang
Gambar:

e. Box Fiber @ 500 Kg (1 unit)


Terbuat dari bahan HDPE insulated PU
Volume 500 liter
Dilengkapi penutup
Gambar: Lihat 1.c.

f. Keranjang Limbah @50 kg (4 unit)


Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertical
Kedap air (tanpa lubang)
Gambar:

2.B Step: Filleting/Loining ikan


a. Pisau Fillet (4 pcs)
Bahan Stainless steel blade
Gagang plastik
Panjang mata pisau: 15 cm
Gambar:
- 180 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


b. Meja Fillet (2 unit)
1) Frame meja menggunakan bahan Stainless steel
304 dengan ketebalan minimal 1.5 mm dengan
original finish material
2) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan
1.2 mm
3) Crossbracing atau penguat meja menggunakan
bahan stainless steel 304 dengan diameter 1”
dengan ketebalan 1.0 mm
4) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatkan lantai
kerja yang tidak rata
5) Tempat hasil sizing dengan bahan stainless steel
pipea 1 dan ¾ “
6) Injakan tempat kerja dengan menggunakan bahan
Flat bar 3 mm
Dimensi Ukuran meja
1) Panjang total : 2390 mm
2) Panjang Meja : 1750 mm
3) Lebar total : 1150 mm
4) Lebar meja : 750 mm
5) Tinggi : 1050 mm (adjustable bisa di
setel ketinggiannya)
6) Tinggi injakan : 150 mm
Gambar:

c. Asahan Pisau (2 unit)


Bentuk oval
Bahan asahan : baja
Panjang bilah asahan : min. 25 cm
Pegangan : plastik, merah
Micro fine cut
Chromplated ultrahard
Gambar:

e. Keranjang @ 25 Kg (18 unit)


Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertikal dan berlubang-lubang
- 181 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


Gambar: Lihat 2.A.d.
f. Box Fiber @ 500 Kg (1 unit)
Terbuat dari bahan HDPE insulated PU
Volume 500 liter
Dilengkapi penutup
Gambar: Lihat 1.c.
g. Keranjang Limbah @50 kg (10 unit)
Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertical
Kedap air (tanpa lubang)
Gambar: Lihat 2.A.f.
3. Step: Skinning
a. Meja Skinning (1 unit)
1) Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless
steel 304 dengan ketebalan minimal 1.5 mm
dengan Hariline finish material
2) Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless
steel 304 dengan ketebalan minimal 1.2 mm
dengan Hariline finish material
3) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan
1.2 mm
4) Crossbracing atau penguat meja menggunakan
bahan stainless steel 304 dengan diameter 1”
dengan ketebalan 1.0 mm
5) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatan lantai
kerja yang tidak rata.
Dimensi ukuran meja
1) Panjang : 2000 mm
2) Lebar : 900 mm
3) Tinggi : 850 mm (adjustable bisa di setel
ketinggiannya)
Gambar desain:

b. Mesin Skinning @ Kap 600 Kg/jam (1 unit)


Dimensi ukuran
1) Panjang : 705 mm
2) Lebar : 710 mm
3) Tinggi : 950 mm
4) Lebar Efektiv 460 mm
5) Kapasitas : 20-150 pcs/menit (tergantung ukuran
ikan)
Daya listrik : 3 phase 400 V, 50 Hz
Kecepatan putaran mesin skinning : kecepatan putaran
- 182 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


roller adalah 31.5 m/min
Gambar:

c. Keranjang @ 25 Kg (8 unit)
Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertikal dan berlubang-lubang
Gambar: Lihat 2.A.d.

d. Box Fiber @ 500 Kg (1 unit)


Terbuat dari bahan HDPE insulated PU
Bahan Plastik tidak mengandung bahan beracun dan
bebas CFC
Gambar: Lihat 1.c.

e. Keranjang Limbah @50 kg (2 unit)


Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertical
Kedap air (tanpa lubang)
Gambar: Lihat 2.A.f.

4. STEP TRIMMING & DEBONING


a. Pisau Trimming (7 unit)
Bahan Stainless steel blade
Gagang plastik
Panjang mata pisau: 18 cm
Gambar:

b. Talenan 50 cm (7 unit)
Bahan : Nylon sheet/ LDPE plastik
Warna : putih
Gambar:

c. Meja Trimming/ Deboning (2 unit)


- 183 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


1) Frame meja menggunakan bahan Stainless steel
304 dengan ketebalan minimal 1.5 mm dengan
original finish material
2) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan
1.2 mm
3) Crossbracing atau penguat meja menggunakan
bahan stainless steel 304 dengan diameter 1”
dengan ketebalan 1.0 mm
4) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatkan lantai
kerja yang tidak rata
5) Tempat hasil sizing dengan bahan stainless steel
pipea 1 dan ¾ “
6) Injakan tempat kerja dengan menggunakan bahan
Flat bar 3 mm
Dimensi Ukuran meja
1) Panjang total : 2390 mm
2) Panjang Meja : 1750 mm
3) Lebar total : 1150 mm
4) Lebar meja : 750 mm
5) Tinggi : 1050 mm (adjustable bisa di
setel ketinggiannya)
6) Tinggi injakan : 150 mm
Gambar:

b. Asahan Pisau (1 unit)


Bentuk bulat
Bahan asahan : baja
Panjang bilah asahan : min. 25 cm
Pegangan : plastik, hitam
Middle fine cut
Gambar: Lihat 2.A.c.

c. Keranjang @ 25 Kg (7 unit)
- 184 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertikal dan berlubang-lubang
Gambar: Lihat 2.A.d.

d. Keranjang Limbah @50 kg (4 unit)


Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertical
Kedap air (tanpa lubang)
Gambar: Lihat 2.A.f.

5. Step Grading & Sizing


a. Meja Grading & Sizing (1 unit)
1) Frame meja menggunakan bahan Stainless steel
304 dengan ketebalan minimal 1.5 mm dengan
original finish material
2) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan
1.2 mm
3) Crossbracing atau penguat meja menggunakan
bahan stainless steel 304 dengan diameter 1”
dengan ketebalan 1.0 mm
4) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatkan lantai
kerja yang tidak rata
5) Tempat hasil sizing dengan bahan stainless steel
pipea 1 dan ¾ “
6) Injakan tempat kerja dengan menggunakan bahan
Flat bar 3 mm
Dimensi Ukuran meja
1) Panjang total : 2390 mm
2) Panjang Meja : 1750 mm
3) Lebar total : 1150 mm
4) Lebar meja : 750 mm
5) Tinggi : 1050 mm (adjustable bisa di
setel ketinggiannya)
6) Tinggi injakan : 150 mm
Gambar:

b. Keranjang @ 10 Kg (16 unit)


Bahan : plastik tebal
Tidak mudah pecah
Dapat disusun vertikal dan berlubang-lubang
- 185 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


Gambar:

6. Step Layering
Meja Layering (2 unit)
a. Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless
steel 304 dengan ketebalan minimal 1.5 mm
dengan Hariline finish material
b. Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless
steel 304 dengan ketebalan minimal 1.2 mm
dengan Hariline finish material
c. Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan
1.2 mm
d. Crossbracing atau penguat meja menggunakan
bahan stainless steel 304 dengan diameter 1”
dengan ketebalan 1.0 mm
e. Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatan lantai
kerja yang tidak rata.
Dimensi ukuran meja
1) Panjang : 2000 mm
2) Lebar : 900 mm
3) Tinggi : 850 mm (adjustable
bisa di setel ketinggiannya)
Gambar desain:

7. Step : Freezing
a. Long Pan (ABF) (150 unit)
1) Bahan list plat : stainless steel 304
2) Tebal plat : minimal 0,6 mm
3) Bahan plat : stainless steel 304
4) Dimensi (p x l x t) : 50 x 30 x 9 cm
- 186 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI

b. Trolly (untuk long pan ABF) (2 unit)


Bahan : pipa stainless steel
1) Dimensi (p x l x t) : 150 x 40 x 180 cm
2) Jarak antar susun : 18 cm
3) Roda : 4 buah di tiap sisi, kapasitas beban
minimal 1 ton, Bahan Baku roda dari SERAT
NYLON yg tahan di suhu pembekuan

8. Step : Weighing
a. Timbangan Digital 1 Kg (1 unit)
1) Kapasitas 1000 gr atau 1 kg
2) Stainless steel weighing pan
3) Ideal for food portion control and generalpurpose
weighing. Durable molded plastic body. NSF listed
with large, removable stainless steel pan make the
SJ easy to keep clean for HACCP applications.
4) Weighs in g, oz, lb-oz, lb.
5) High speed weighing in less than 1 second
6) Multiple weighing units – g, lb, oz and lb-oz
7) Level bubble and adjustable feet for precise
levelling
8) Battery or AC adapter operation
9) Calibration : External
10) Fast: measure in 1 second
11) Auto Power-Off
12) Easy to read 1” LCD readout
13) Resolution : 0.5 gr
- 187 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


Gambar:

b. Timbangan Digital 5 Kg (2 unit)


1) Kapasitas 5000 gr atau 5 kg
2) Stainless steel weighing pan
3) Ideal for food portion control and generalpurpose
weighing. Durable molded plastic body. NSF listed
with large, removable stainless steel pan make the
SJ easy to keep clean for HACCP applications.
4) Weighs in g, oz, lb-oz, lb.
5) High speed weighing in less than 1 second
6) Multiple weighing units – g, lb, oz and lb-oz
7) Level bubble and adjustable feet for precise
levelling
8) Battery or AC adapter operation
9) Calibration : External
10) Fast: measure in 1 second
11) Auto Power-Off
12) Easy to read 1” LCD readout
13) Resolution : 2 gr

Gambar:

c. Timbangan Digital 15 Kg (2 unit)


1) Kapasitas : 15 kg
2) Triple range scales
3) High resolution can be changed automatically for
3 capacity levels
4) Trade approved models supplied as standard
5) Large and clear Displays available as LCD and
VFD Display
6) M+ function for totalising weighing data
7) Programmable setpoints for simple batching
8) Standard RS-232C interface
9) Counting & percentage function
10) NTEP Certified and Measurement Canada
approved
11) IP65 scale base with Gore-Tex® membrane
protects load cell from water and dust
12) Calibration : External
13) Resolustion 5 gr
- 188 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


Gambar:

9. Step : Glazing
Mesin Automatic Glazing for ABF (1 unit)
a. Overall Dimension: 3500 mm (L) x 1100 mm
(Width) x 550/1200 mm (height)
b. Width effective : 1000 mm
c. Material inner box: SUS 304, with 2.0 mm
thickness
d. Material outer box: SUS 304, with 1.5 mm
thickness
e. Material support : SUS 304, with 3.0 mm
thickness, Angle bar 40x40
f. Material Fame: SUS 304, Angle bar 40x40x4
g. Material Wear strip: PA66/HDPA or relevant
h. Material guide: PA66/HDPA or relevant
i. Material chute: SUS 304 1.5 mm
j. Material fresh water box : SUS 304 1.5 mm
k. Material pipe fresh water: SUS 304 ¾” and ½:
l. Material Air Pipe: SUS 304 ½”
m. Insulation thickness: standard cool system
insulation
n. Material Modular Belt: PP and Flush Grid, belt
595 mm
o. Flight distance: 200 mm and Flight height : 30
mm
p. Drive sprocket: with SQ shaft system
q. Pump: 1 unit for fresh water
r. Motor: with hyponic motor
s. Inverter: adjustable speed
t. Finishing: original material
u. Electrical install (in panel control)
v. Power Consumption:
1) 0.75 kW, 4 p, 220/380V, 50hZ (motor conveyor)
2) 0.75 kW, 4 p, 220/380V, 50hZ (pump
circulating)
3) 0.37 kW, 4 p, 220/380V, 50hZ (pump spray
water)
r. Inverter: 0.75 kW, 4 p, 220/380V, 50hZ (motor
conveyor)
s. Control Panel: Standard with Fuse, overload
system
t. Finishing: original Material

Gambar:
- 189 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI

10. Step : Packing


a. Meja Packing (3 unit)
1) Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless
steel 304 dengan ketebalan minimal 1.5 mm
dengan Hariline finish material
2) Bagian atas meja menggunakan bahan Stainless
steel 304 dengan ketebalan minimal 1.2 mm
dengan Hariline finish material
3) Support kaki meja menggunakan pipa Ornamen
stainless steel 304 diameter 1,5” dengan ketebalan
1.2 mm
4) Crossbracing atau penguat meja menggunakan
bahan stainless steel 304 dengan diameter 1”
dengan ketebalan 1.0 mm
5) Kaki meja dilengkapi dengan foot adjustable, untuk
menyetel ketinggian meja yang diakibatan lantai
kerja yang tidak rata.
Dimensi ukuran meja
1) Panjang : 2000 mm
2) Lebar : 900 mm
3) Tinggi : 850 mm (adjustable bisa di
setel ketinggiannya)
Gambar desain:

b. Hand Sealer (2 unit)


Max. Input Power : 400 Watt
Min. Lebar Seal : 2 mm
- 190 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


Body : Aluminium
Min. Panjang Seal : 40 cm
Max. Berat Mesin (Kg) : 5,5 Kg

Gambar:

b. Automatic sealer (1 unit)


The power supply voltage of 220V 50-60HZ
Daya Listrik 500 Watt
Kecepatan Sealing bisa diatur 0-12m/min
Sealing width 6-12mm
Temperature range of 0-300
Berat pack maksimum 5 kg
Dimension 810X370X320mm
Gambar:

c. Lackband Machine (1 unit)


Daya Listrik 180-250 Watt
Kecepan : 20m/ min
Max. Pack. Size : 550 x 600 mm
Gambar:

d. Strapping Band Machine (1 unit)


Strapping Machine type semi automatic adalah alat
pengemasan untuk material Polypropylene Strapping
Band.
Dengan mesin ini, proses pengikatan ( strapping)
suatu produk menjadi lebih mudah dan cepat.
Tinggi maksimum untuk 750 mm
- 191 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


Gambar:

e. Metal Detector Master Carton (1 unit)


1) Pass height: 430 mm
2) Maximum pass width: 195 mm
3) Belt width: 180 mm
4) Display: STN LCD
5) Operation Method: Flat pannel key
6) Preset Memory: Maximum 100
7) Product Packaging: Both general and aluminum -
evaporated film packed products
8) Belt speed: 10 to 73 m/min (variable speed
depending on product)
9) Maximum product weight: Waterproof type: up to 15
kg
10) Metal detection: Rejection signal output and beep,
or belt stop and beep
12) Power requirements: Single phase, 50/60 Hz, 200
VA, rush current 62 A
13) Environtment conditions: 0º to 40 ºC, relative
humidity 30% to 85%, non condensing
14) External finishing: Stainless steel (SUS 304)
Gambar:

11. Step : Cold Storage


a. Forklift (1 unit)
- 192 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


1) KD15B-III
2) Adjustable forks
3) Load capacity Min.1.5 T
4) Load Centre distance
 500 mm
5) Load distance, centre of drive axle to fork 745 mm
6) Tyre size, front Φ180x50 mm
7) Tyre size, rear Φ80x70 mm
8) Wheels, number front rear (x=driven wheels) 2/2
9) Height, mast lowered 2090/1840/2090 mm
10) Max. lift height
 1600/2500/3000 mm
11) Height, mast extended 2090/3060/3560 mm
12) Overall length 1835 mm
13) Length to face of forks 765 mm
14) Overall width 955 mm
15) Fork dimension 60/142/1070 mm
16) Width overall forks 295-930 mm
17) Aisle width for pallets 800x1200 lengthways 2347
mm
18) Turning radius 1505 mm
19) Lift speed, laden/ unladen 0.08/0.1 m/s
20) Lowering speed, laden, unladen 0.15/0.12 m/s
21) Service brake mechanical
22) Battery voltage, nominal capacity 24/120 V/Ah
23) Battery weight 90 kg
24) Battery dimension I/w/h 360x170x250 mm
25) Service weight (with battery) 455/520/535 kg

Gambar:

b. Pallet Plastik (100 unit)


1) Size : minimal 1200 x 1000 x 150 mm
2) Material : HDPE/PPC
3) Type : Non-Reversible
4) Statik : minimal 4000 Kg
5) Dynamic : minimal 1000 Kg
6) Racking : minimal 800 Kg
7) Forklift entry : 4-way
- 193 -

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI


8) Hand pallet entry : 4-way
9) Washable
10) Recyclable
11) Weight : 17 Kg
Gambar:

12. Step : Shipping


a. Pengangkut Bahan Baku
Kendaraan roda 4 bak terbuka
Dilengkapi dengan cool box berinsulasi
SUZUKI APV PU WD PS 2016
Tipe : G15;4 CYL,16V,SOHC
Sistem Suplai Bahan Bakar : Injection
Diameter x Langkah (mm) : 75 x 84.5
Isi Silinder (cc) : 1493 cc

e. Pakaian kerja
No Nama Alat Spesifikasi
1. Wear pack Bahan kain tebal, berwarna putih
2. Apron Berbahan plastik, berwarna cerah
3. Sarung tangan pengolahan Bahan karet
4. Penutup kepala Bahan kain
5. Sepatu boot Tahan air, standar AP Boots
6. Jaket Cold storage Tahan dingin
7. Sarung tangan Cold storage Bahan karet tebal

f. Bangunan dan Sarana Penunjang


Spesifikasi bangunan dan sarana penunjang pada ICS/UPI
meliputi:

No Nama Fasilitas Spesifikasi


1) Akses kendaraan/ a) Elevasi Jalan site terhadap Jalan Raya =
pengerasan halaman 20 cm
untuk kendaran b) untuk kendaran berat = 10 Ton (kelas II)
- 194 -

No Nama Fasilitas Spesifikasi


berat c) Minimal cukup untuk parkir 2 container
berukuran 20 ft
2) Pagar pengaman a) Pagar keliling dapat menggunakan bahan
keliling, papan panel betol (T200 cm) atau BRC (T190 cm)
nama/identitas b) pintu gerbang menggunakan kerangka
bangunan dan pintu besi
masuk c) Papan nama identitas menggunakan
bahan plat besi (di cat) berukuran p120
cm lebar 90 cm berwarna putih.
3) Rumah Teknisi a) terdiri dari ruang istirahat, kamar
mandi/toilet dan ruang tamu.
b) Rumah teknisi ditempatkan tidak terlalu
jauh dari ruang mesin
4) Pos Jaga a) 1 unit, ditempatkan pada pintu
masuk/keluar area
b) terdiri dari ruang jaga dan kamar
mandi/toilet
5) Bangunan Ibadah a) Luas bangunan menyesuaikan jumlah
karyawan
b) Tersedia tempat wudhu dan ruang ibadah
c) Ditempatkan dekat dengan ruang
istirahat karyawan
6) Taman/Area Hijau a) Luas minimal 15 % dari luas area UPI
b) Tanaman adalah jenis yang tidak
menimbulkan banyak sampah
daun/buah
c) Ukuran tanaman tidak terlalu tinggi
7) Tempat Istirahat a) Luas bangunan dan fasilitas
Karyawan/Kantin menyesuaikan jumlah karyawan atau
+100 orang
b) Tersedia wastafel dan ruang makan.
c) Dilengkapi dengan meja, kursi dan
tempat sampah
8) Ruang Laundry a) Luas mencukupi untuk menempatkan
mesin cuci/pengering dan peralatan
lainnya
b) Ruang dilengkapi dengan keran air
bersih, air panas, dan instalasi listrik.

g. Ketentuan dan Fleksibilitas


1) Persyaratan Teknis pada Bab III dan Spesifikasi Teknis pada Bab
IV merupakan bagian tidak terpisahkan dalam Petunjuk Teknis
ini;
2) Kelengkapan bangunan, fasilitas dan sarana penunjang UPI
disesuaikan dengan anggaran tersedia di masing-masing lokasi
pembangunan;
3) Jenis, kapasitas dan jumlah unit mesin pendingin serta sarana
pengolahan di UPI disesuaikan dengan anggaran yang tersedia,
ketersediaan bahan baku, dan komoditas produk di masing-
- 195 -

masing lokasi pembangunan;


4) Bila bahan untuk bangunan dan sarana UPI sulit diperoleh di
lokasi pembangunan, maka dapat digunakan bahan lain yang
setara atau memiliki sifat yang sama dan tetap memenuhi
persyaratan kelayakan pengolahan;
5) Perubahan spesifikasi teknis UPI harus mendapat persetujuan
dari Tim Teknis.

BAB V
- 196 -

TAHAPAN PEMBANGUNAN

5.1. Persiapan
1. Penyusunan Program dan Pembiayaan
Penyusunan program dan pembiayaan pembangunan adalah
merupakan tahap awal proses penyelenggaraan pembangunan
ICS/UPI, yang merupakan kegiatan untuk menentukan program
kebutuhan kapasitas, ruang dan fasilitas bangunan yang
diperlukan sesuai dengan persyaratan teknis, serta penyusunan
kebutuhan biaya pembangunan.
a. Penyusunan kebutuhan kapasitas, ruang dan bangunan serta
pelaksanaan pembangunan bangunan gedung negara dilakukan
dengan: 

1) menentukan kebutuhan luas ruang bangunan ICS/UPI yang
akan dibangun, antara lain:
a) ruang penerimaan bahan baku
b) ruang pengolahan ikan
c) ruang pengemasan
d) ruang penampungan limbah padat
e) gudang penyimpanan/gudang kering
f) ruang fasilitas hygiene
g) laboratorium
h) kantor
i) ruang istirahat karyawan
j) unit water treatment
k) unit pengolahan air limbah
yang disusun sesuai kebutuhan dan fungsi instansi yang
akan menggunakan bangunan gedung.

2) menentukan kebutuhan prasarana dan sarana bangunan


gedung, antara lain:
a) kebutuhan listrik;
b) kebutuhan parkir;
c) utilitas bangunan;
d) sarana transportasi;
e) jalan masuk dan keluar;
f) drainase dan pembuangan limbah; serta
- 197 -

g) prasarana dan sarana lainnya sesuai dengan kebutuhan;


3) menentukan kebutuhan lahan bangunan;
4) menyusun jadwal pelaksanaan pembangunan.
b. Penyusunan desain dan kebutuhan bangunan ICS/UPI dengan
menggunakan jasa konsultan.
c. Berdasarkan program kebutuhan yang telah ditetapkan,
selanjutnya disusun kebutuhan pembiayaan pembangunan
bangunan ICS/UPI, yang terdiri atas:
1) Biaya pelaksanaan konstruksi fisik;
2) Biaya perencanaan teknis konstruksi;
3) biaya manajemen konstruksi atau pengawasan konstruksi;
dan
4) biaya pengelolaan kegiatan.

2. Persiapan Kegiatan
a. Tahap persiapan kegiatan merupakan kegiatan persiapan
setelah program dan pembiayaan tahunan yang diajukan telah
disetujui atau Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga
(RKA-KL) telah diterima oleh Kepala Satuan Kerja;
b. Tahap persiapan kegiatan dilakukan oleh Pengguna Anggaran,
yang pelaksanaannya dilakukan oleh Kepala Satuan Kerja,
berdasarkan program dan pembiayaan yang telah disusun
sebelumnya;
c. Kegiatan yang harus dilakukan meliputi:
1) Pembentukan Panitia Pengadaaan Barang dan Jasa/Unit
Layanan Pengadaan (ULP)
2) Pengadaan penyedia jasa perencanaan konstruksi.

5.2. Perencanaan Teknis Konstruksi


1. Perencanaan teknis konstruksi merupakan tahap penyusunan
rencana teknis ( disain ) bangunan ICS/UPI.
2. Penyusunan rencana teknis bangunan UPI/ICS dilakukan dengan
cara menggunakan penyedia jasa perencanaan konstruksi.
3. Rencana teknis disusun berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK)
yang disusun/ditetapkan.
4. Dokumen rencana teknis bangunan ICS/UPI meliputi:
a. Gambar rencana teknis (arsitektur, struktur, mekanikal dan
- 198 -

elektrikal, serta tata lingkungan);


b. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS), yang meliputi
persyaratan umum, administratif, dan teknis bangunan ICS/UPI
yang direncanakan;
c. Rencana anggaran biaya pembangunan; dan
d. Laporan akhir tahap perencanaan, antara lain: laporan
arsitektur, laporan perhitungan struktur termasuk laporan
penyelidikan tanah (soil test), laporan perhitungan mekanikal
dan elektrikal; serta laporan tata lingkungan.
e. Keluaran akhir tahap perencanaan, yang meliputi 
dokumen
perencanaan, berupa: Gambar Rencana Teknis, Rencana Kerja
dan Syarat-syarat (RKS), Rencana Anggaran Biaya (Engineering
Estimate), dan Daftar Volume Pekerjaan (Bill of Quantity) yang
disusun sesuai ketentuan;

5.3. Pelaksanaan Konstruksi


1. Dalam pelaksanaan konstruksi bangunan ICS/UPI sudah termasuk
tahap pemeliharaan konstruksi.
2. Pelaksanaan konstruksi dilakukan berdasarkan dokumen
pelelangan yang telah disusun oleh perencana konstruksi, dengan
segala tambahan dan perubahannya pada saat penjelasan
pekerjaan/aanwijzing pelelangan, serta ketentuan teknis (pedoman
dan standar teknis) yang dipersyaratkan.
3. Pelaksanaan konstruksi dilakukan sesuai dengan: kualitas
masukan (bahan, tenaga, dan alat), kualitas proses (tata cara
pelaksanaan pekerjaan), dan kualitas hasil pekerjaan, seperti yang
tercantum dalam RKS.
4. Pelaksanaan konstruksi harus mendapatkan pengawasan dari
penyedia jasa pengawasan konstruksi/penyedia jasa manajemen
konstruksi.
5. Pelaksanaan konstruksi harus sesuai dengan ketentuan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
6. Penyusunan Kontrak Kerja Pelaksanaan Konstruksi dan Berita
Acara Kemajuan Pekerjaan/Serah Terima Pekerjaan Pelaksanaan
Konstruksi maupun Pengawasan Konstruksi mengikuti ketentuan
yang tercantum dalam peraturan presiden tentang pedoman
pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah dan petunjuk
- 199 -

teknis pelaksanaannya.
7. Pemeliharaan konstruksi adalah tahap uji coba dan pemeriksaan
atas hasil pelaksanaan konstruksi fisik. Di dalam masa
pemeliharaan ini penyedia jasa pelaksanaan konstruksi
berkewajiban memperbaiki segala cacat atau kerusakan dan
kekurangan yang terjadi selama masa konstruksi.
8. Apabila tidak ditentukan lain dalam kontrak kerja pelaksanaan
konstruksi bangunan gedung negara, masa pemeliharaan
konstruksi untuk bangunan gedung permanen minimal 6 (enam)
bulan terhitung sejak serah terima pertama pekerjaan konstruksi.
9. Keluaran akhir yang harus dihasilkan pada tahap ini adalah:
a. Bangunan ICS/UPI yang sesuai dengan dokumen untuk
pelaksanaan konstruksi;
b. Dokumen hasil Pelaksanaan Konstruksi,meliputi:
1) gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (as built
drawings).
2) semua berkas perizinan yang diperoleh pada saat
pelaksanaan konstruksi fisik, termasuk Surat Izin
Mendirikan Bangunan (IMB).
3) kontrak kerja pelaksanaan konstruksi fisik, pekerjaan
pengawasan beserta segala perubahan/ addendumnya.
4) laporan harian, mingguan, bulanan yang dibuat selama
pelaksanaan konstruksi fisik, laporan akhir manajemen
konstruksi/pengawasan, dan laporan akhir pengawasan
berkala.
5) berita acara perubahan pekerjaan, pekerjaan
tambah/kurang, serah terima I dan II, pemeriksaan
pekerjaan, dan berita acara lain yang berkaitan dengan
pelaksanaan konstruksi fisik.
6) foto-foto dokumentasi yang diambil pada setiap tahapan
kemajuan pelaksanaan konstruksi fisik.
7) manual pemeliharaan dan perawatan bangunangedung,
termasuk petunjuk yang menyangkut pengoperasian dan
perawatan peralatan dan perlengkapan mekanikal-elektrikal
bangunan.

5.4. Pendaftaran Bangunan Gedung Negara


- 200 -

1. Dasar Hukum
Penyelenggaraan bangunan gedung negara, sebagaimana
diatur dalam penjelasan ayat (8) pasal 5 Peraturan Pemerintah No.
36 tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang No.
28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, bahwa Bangunan
Gedung yang sudah selesai dibangun harus didaftarkan oleh Kepala
Satuan Kerja Kementerian/lembaga kepada Menteri Pekerjaan
Umum c.q. Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan
Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum;
kecuali untuk bangunan gedung dan rumah negara yang terletak di
luar DKI Jakarta pendaftarannya dilakukan melalui Dinas
Pekerjaan Umum/Dinas Teknis Provinsi yang bertanggungjawab
dalam pembinaan bangunan gedung;
Bangunan Gedung Negara adalah bangunan gedung untuk
keperluan dinas yang menjadi/akan menjadi kekayaan milik negara
seperti: gedung kantor, gedung sekolah, gedung rumah sakit,
gudang, dan rumah negara, dan diadakan dengan sumber
pembiayaan yang berasal dari dana APBN, dan/atau perolehan
lainnya yang sah.

2. Kelengkapan Pendaftaran
Kelengkapan pendaftaran bangunan gedung negara meliputi :
a. Surat permohonan pendaftaran bangunan gedung dan rumah
negara;
b. Daftar inventaris bangunan gedung dan rumah negara;
c. Kartu legger bangunan gedung dan rumah negara;
d. Gambar legger dan situasi;
e. Photo bangunan (tampak depan, samping, belakang, dan
persfektif);
f. Lampiran *):
1) Fotokopi Dokumen Pembiayaan/DIPA (otorisasi
pembiayaan);
2) Fotokopi sertifikat atau bukti kepemilikan/hak atas tanah;
3) Kontrak atau Perjanjian Pemborongan;
4) Berita Acara Serah Terima;
5) As built drawings (gambar sesuai yang dilaksanakan);
6) Fotokopi Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan
- 201 -

Sertifikat Laik Fungsi (SLF). 


3. Produk Pendaftaran
Produk pendaftaran bangunan gedung dan rumah negara bagi
pemilik bangunan berupa Surat Keterangan Bukti Pendaftaran
Bangunan Gedung Negara (SKBPBGN) dengan penetapan Huruf
Daftar Nomor (HDNo).
Surat Keterangan Bukti Pendaftaran Bangunan Gedung
Negara (SKBPBGN) dan Huruf Daftar Nomor (HDNo) selanjutnya
digunakan sebagai dasar dalam perencanaan anggaran
pemeliharaan dan perawatan.

BAB VI
- 202 -

PEMBIAYAAN

Anggaran biaya pembangunan ICS/UPI bersumber dari DIPA Satuan


Kerja Direktorat Bina Mutu dan Diversifikasi Produk Perikanan yang terdiri
dari komponen pembiayaan sebagai berikut :

6.1. Biaya Perencanaan Konstruksi Teknis


Yaitu biaya maksimum yang dapat digunakan untuk membiayai
perencanaan bangunan ICS/UPI yang dilakukan oleh penyedia jasa
perencanaan secara kontraktual dari hasil seleksi/lelang, penunjukan
langsung atau pemilihan langsung. Biaya perencanaan konstruksi
fisik meliputi biaya untuk review konsultan perencanaan. Review
konsultan perencanaan ini diperlukan apabila terjadi perubahan hal-
hal yang bersifat teknis, seperti terjadi perubahan titik koordinat
lokasi pembangunan, perubahan kebiijakan atau alasan teknis
lainnya. Sedangkan biaya konsultan perencanaan teknis sudah
dibebankan pada anggaran DIPA tahun sebelumnya.

6.2. Biaya Pelaksanaan Konstruksi Fisik


Yaitu biaya yang dapat digunakan untuk membiayai pelaksanaan
konstruksi fisik bangunan ICS/UPI yang dilaksanakan oleh penyedia
jasa pelaksanaan secara kontraktual dari hasil pelelangan.Biaya
pelaksanaan konstruksi fisik meliputi biaya pelaksanaan pekerjaan di
lapangan (material, tenaga, alat,konstruksi sipil, mesin refrigerasi,
mechanical engineering), jasa dan overhead, Izin Mendirikan
Bangunan, pajak, biaya asuransi selama pelaksanaan konstruksi dan
lain-lain.
Pembayaran biaya konstruksi fisik dapat dilakukan secara
bulanan atau tahapan tertentu (termin) yang didasarkan pada
prestasi/kemajuan pekerjaan fisik di lapangan.

6.3. Biaya Pengawasan Konstruksi


Yaitu biaya maksimum yang dapat digunakan untuk membiayai
pengawasan pembangunan bangunan ICS/UPI yang dilakukan oleh
penyedia jasa pengawasan secara kontraktual dari hasil seleksi atau
penunjukan langsung.
- 203 -

6.4. Lain-Lain
Yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menunjang pelaksanaan
kegiatan pembangunan ICS/UPI, selain biaya untuk jasa review
konsultan perencana, jasa konsultan pengawas serta biaya konstruksi
fisik/mesin bangunan serta sarana penunjang operasional ICS/UPI
lainnya.
- 204 -

BAB VII
TATA CARA PELAKSANAAN PEMBANGUNAN

Tata cara pelaksanaan Pembangunan Bangunan ICS/UPI (Gedung Negara)


meliputi Penyelenggara Pembangunan Bangunan Gedung dan Organisasi
dan Tata Laksana.

7.1. Penyelenggara Pembangunan Bangunan Gedung Negara


1. Pengguna Anggaran
a. Pengguna Anggaran adalah Menteri Kelautan dan Perikanan
penyelenggara pembangunan bangunan gedung negara.
b. Pengguna Anggaran bertanggung jawab untuk menyusun
program dan kebutuhan biaya pembangunan yang diperlukan,
melaksanakan pembangunan, mengendalikan pembangunan,
memanfaatkan, dan memelihara, serta merawat bangunan yang
telah selesai.
c. Pengguna Anggaran dalam menyelenggarakan pembangunan
dapat pula melaksanakan melalui kerja sama pemanfaatan
(Bangun Guna Serah, Bangun Serah Guna, dll.), hibah, atau
cara lainnya sesuai peraturan perundang-undangan.
d. Pengguna Anggaran melimpahkan pelaksanaan
penyelenggaraan pembangunannya kepada Direktur Jenderal
Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, melalui
Kepala Satuan Kerja Direktorat Bina Mutu dan Diversifikasi
Produk Perikanan.

2. Pembina Teknis
a. Sesuai Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 dan Peraturan
Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang
Bangunan Gedung, Pembina Teknis penyelenggaraan
pembangunan bangunan gedung adalah Menteri Pekerjaan
Umum.
b. Pembina Teknis bertanggung jawab untuk melaksanakan
pembinaan dan pengawasan teknis penyelenggaraan
pembangunan bangunan gedung negara.
c. Pembinaan dilakukan dalam rangka tata pemerintahan yang
- 205 -

baik melalui kegiatan pengaturan, pemberdayaan, dan


pengawasan sehingga setiap penyelenggaraan bangunan gedung
dapat berlangsung tertib, efektif dan efisien.
d. Dalam melaksanakan pembinaan teknis Menteri Pekerjaan
Umum menugaskan kepada instansi teknis setempat untuk
melaksanakan pembinaan dan pengawasan teknis di daerahnya
sesuai azas dekonsentrasi. Berdasarkan penugasan tersebut
instansi teknis setempat melaporkan hasil pelaksanaan
pembinaannya kepada Menteri Pekerjaan Umum.

7.2. Organisasi dan Tata Laksana


1. Pengelola Kegiatan
a. Organisasi Pengelola Kegiatan
Organisasi Pengelola Kegiatan untuk pembangunan bangunan
gedung negara terdiri atas:
1) Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen yaitu
pejabat yang ditetapkan oleh Pengguna Anggaran;
2) Pengelola Keuangan Satuan Kerja yaitu Bendaharawan dan
Pejabat Verifikasi yang ditetapkan oleh Pengguna Anggaran;
3) Pengelola Administrasi Satuan Kerja yaitu staf satuan kerja
yang ditunjuk dan ditetapkan oleh Kepala Satuan Kerja, yang
sesuai ketentuan dapat terdiri atas beberapa staf;

b. Fungsi Pengelola Kegiatan:


Pengelola kegiatan berfungsi membantu Pengguna Anggaran
dalam melaksanakan kegiatan.
1) Kepala Satuan Kerja
Kepala Satuan Kerja berfungsi menyelenggarakan seluruh
tugas satuan kerja terutama pelaksanaan rencana kerja
yang telah ditetapkan dan dituangkan dalam Daftar Isian
Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
2) Pejabat Pembuat Komitmen
Pejabat Pembuat Komitmen adalah pejabat yang melakukan
tindakan yang mengakibatkan penge- luaran anggaran
belanja, berfungsi melaksanakan sebagian tugas satuan
kerja dalam penyelenggaraan pembangunan bangunan
gedung negara dan bertanggung jawab secara fisik maupun
- 206 -

keuangan kepada Kepala Satuan Kerja.


3) Bendahara
Bendahara berfungsi membantu Kepala Satuan
Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen dalam melaksanakan
pengelolaan keuangan satuan kerja dan bertanggung jawab
secara operasional kepada Kepala Satuan Kerja.
4) Pejabat Verifikasi
Pejabat verifikasi adalah pejabat yang melakukan pengujian
atas Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan
menyetujui/menandatangani Surat Perintah Membayar
(SPM) dan bertanggung jawab kepada Kepala Satuan Kerja.
5) Pengelola Administrasi Kegiatan
Pengelola Administrasi Kegiatan berfungsi membantu
Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen dalam
melaksanakan pengelolaan administrasi Kegiatan.
Pengelola Administrasi Kegiatan bertanggung jawab secara
operasional kepada Kepala Satuan Kerja.

c. Tugas Pengelola Kegiatan:


3) Pada tahap persiapan dan perencanaan konstruksi,
meliputi:
a) menyiapkan dan menetapkan organisasi kegiatan;
b) menyiapkan bahan, menetapkan waktu, dan strategi
penyelesaian kegiatan;
c) melakukan penyiapan pengadaan penyedia jasa
manajemen konstruksi termasuk menyusun Ke- rangka
Acuan Kerja (KAK);
d) melakukan penyiapan pengadaan penyedia jasa
perencanaan termasuk menyusun Kerangka Acuan
Kerja (KAK);
e) menyusun Surat Penetapan Penyedia Barang dan Jasa
(SPPBJ), Surat Perjanjian Kerja, dan Surat Perintah
Mulai Kerja (SPMK);
f) mengendalikan kegiatan manajemen konstruksi dan
kegiatan perencanaan;
g) menyusun berita acara persetujuan kemajuan
pekerjaan untuk pembayaran angsuran dan berita
- 207 -

acara lainnya yang berkaitan dengan kegiatan


manajemen konstruksi dan kegiatan perencanaan;
Pada tahap pelaksanaan konstruksi, meliputi:
a) melakukan penyiapan pengadaan penyedia jasa
pengawasan termasuk menyusun Kerangka Acuan
Kerja (KAK);
b) melakukan penyiapan pengadaan penyedia jasa
pelaksana konstruksi;
c) menyusun Surat Penetapan Penyedia Barang dan Jasa
(SPPBJ), Surat Perjanjian Kerja, dan Surat Perintah
Mulai Kerja (SPMK);
d) mengendalikan kegiatan pengawasan pelaksanaan
konstruksi;
e) mengendalikan kegiatan pelaksanaan konstruksi dan
penilaian atas kemajuan tahap pelaksanaan konstruksi;
f) menyusun berita acara persetujuan kemajuan
pekerjaan untuk pembayaran angsuran dan berita
acara lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan
konstruksi;
g) menyusun berita acara serah terima dan menerima
bangunan yang telah selesai dari pelaksana konstruksi.

4) Pada tahap pasca-konstruksi, yaitu kegiatan persiapan


untuk mendapatkan status dari pengelola anggaran,
Sertifikat Laik Fungsi (SLF), dan pendaftaran sebagai
bangunan gedung negara untuk mendapatkan HDNo dari
Departemen Pekerjaan Umum, pengelola kegiatan
membantu Pengguna Anggaran untuk:
a) menyiapkan dokumen pembangunan;
b) menyiapkan dokumen pendaftaran Bangunan Gedung
Negara;
c) menyerahkan bangunan gedung negara yang telah
selesai dari Pengelola kegiatan kepada Pengguna
Anggaran, melalui Kuasa Pengguna Anggaran/Eselon I.
2. Penyedia Jasa Konstruksi
Penyedia Jasa Konstruksi terdiri atas penyedia jasa
pengawasan, penyedia jasa perencanaan, dan penyedia jasa
- 208 -

pelaksana konstruksi.
a. Penyedia Jasa Perencanaan Konstruksi
1) Penyedia jasa perencanaan, adalah perusahaan yang
memenuhi persyaratan untuk melaksanakan tugas
konsultansi dalam bidang jasa perencanaan teknis
bangunan gedung beserta kelengkapannya;
2) Penyedia jasa perencanaan berfungsi melaksanakan
pengadaan dokumen perencanaan, dokumen lelang,
dokumen untuk pelaksanaan konstruksi, memberikan
penjelasan pekerjaan pada waktu pelelangan, dan
memberikan penjelasan serta saran penyelesaian terhadap
persoalan perencanaan yang timbul selama tahap
konstruksi;
3) Organisasi penyedia jasa perencanaan ICS/UPI antara lain:
a) Penanggung Jawab kegiatan (Team Leader);
b) Tenaga Ahli Arsitektur;
c) Tenaga Ahli Struktur;
d) Tenaga Ahli Utilitas (M&E);
e) Tenaga Ahli Refrigerasi (Mesin Pendingin).
f) Tenaga Ahli Estimasi Biaya;
4) Penyedia jasa perencanaan mulai bertugas sejak ditetapkan
berdasarkan SPMK mulai dari tahap perencanaan sampai
dengan serah terima I (pertama) pekerjaan oleh pelaksana
konstruksi;
5) Penyedia jasa perencanaan dalam melaksanakan tugasnya
bertanggung jawab secara kontraktual kepada Kepala
Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen;

b. Penyedia Jasa Pengawasan Konstruksi


1) Penyedia jasa pengawasan adalah perusahaan yang
memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk
melaksanakan tugas-tugas konsultansi dalam bidang jasa
pengawasan konstruksi;
2) Penyedia jasa pengawasan berfungsi melaksanakan
pengawasan pada tahap konstruksi;
3) Organisasi penyedia jasa pengawasan disesuaikan dengan
lingkup dan kompleksitas pekerjaan, seperti:
- 209 -

a) Penanggung Jawab kegiatan;


b) Penanggung Jawab Lapangan;
c) Pengawas Pekerjaan Arsitektur;
d) Pengawas Pekerjaan Struktur;
e) Pengawas Pekerjaan Mekanikal-elektrikal (M&E);
f) Pengawas Pekerjaan Refrigerasi (Mesin Pendingin).
4) Penyedia jasa pengawasan mulai bertugas sejak ditetapkan
berdasarkan SPMK sampai dengan paling lambat 2 (dua)
minggu setelah serah terima kedua pekerjaan oleh
pelaksana konstruksi;
5) Penyedia jasa pengawasan dalam melaksanakan tugasnya
bertanggung jawab secara kontraktual kepada Kepala
Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen;

c. Penyedia Jasa Pelaksanaan Konstruksi


1) Penyedia jasa pelaksanaan konstruksi adalah perusahaan
yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk
melakukan tugas pelaksanaan konstruksi fisik
pembangunan gedung;
2) Penyedia jasa pelaksanaan konstruksi berfungsi membantu
pengelola kegiatan untuk melakukan tugas pelaksanaan
konstruksi fisik;
3) Organisasi penyedia jasa pelaksanaan konstruksi
disesuaikan dengan lingkup dan kompleksitas pekerjaan,
seperti:
a) Penanggung Jawab Kegiatan;
b) Penanggung Jawab di Lapangan;
c) Tenaga Ahli Arsitektur/Struktur/M&E;
d) Tenaga Ahli Refrigerasi (Mesin Pendingin);
e) Tenaga Ahli Estimasi Biaya;
f) Tenaga Ahli K3;
g) Pelaksana lapangan.
4) Penyedia jasa pelaksanaan konstruksi mulai bertugas sejak
waktu yang ditetapkan berdasarkan SPMK sampai dengan
serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan;
5) Penyedia jasa pelaksanaan konstruksi melaksanakan
dalam tugasnya bertanggung jawab secara kontraktual
- 210 -

kepada Kepala satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen;

BAB VIII
KELEMBAGAAN PENGELOLA
- 211 -

8.1. Persyaratan Calon Penerima Manfaat/Mitra atau Operator


Pengoperasian ICS/UPI dapat dilakukan oleh pihak ketiga seperti
koperasi yang bergerak di bidang perikanan, BUMN/BUMD atau
perusahaan swasta nasional dengan kriteria:
1) Berbadan hukum
2) Berpengalaman di bidang usaha pengolahan hasil perikanan
3) Memiliki jaringan pemasaran produk perikanan
4) Memilki kecukupan modal dan tenaga kerja untuk operasional

1. Persyaratan Calon Operator


a. Persyaratan administratif
1) Menyampaikan surat minat dan kesanggupan untuk
mengoperasikan ICS/UPI sesuai dengan fungsi;
2) Mengisi dokumen kualifikasi peserta seleksi yang
ditandatangani oleh pimpinan perusahaan;
3) Berbadan hukum yang dibuktikan dengan Akte Pendirian
(dilampirkan);
4) Memiliki Surat Ijin Usaha Perikanan (dilampirkan);
5) Memiliki surat keterangan domisili perusahaan
(dilampirkan);
6) Menyampaikan pernyataan/pengakuan tertulis bahwa
badan usaha yang bersangkutan tidak dalam pengawasan
pengadilan, tidak pailit, atau tidak sedang dalam menjalani
sanksi pidana;
7) Memiliki NPWP dan telah melunasi kewajiban pajak tahun
terakhir (dilampirkan).
8) Menyampaikan profil perusahaan;
9) Menyampaikan neraca keuangan selama 2 (dua) tahun
terakhir;
10) Menyampaikan riwayat pengalaman dibidang pengolahan
dan pemasaran hasil perikanan;
11) Menyampaikan daftar jaringan pemasaran produk perikanan
yang dimiliki;
12) Menyampaikan daftar tenaga ahli; dan
13) Menyampaikan data jumlah tenaga kerja sesuai dengan
keahliannya.
- 212 -

b. Persyaratan Teknis
1) Memiliki neraca keuangan yang sehat danmemilki
kecukupan modal kerja untuk operasional
2) Memiliki pengalaman usaha di bidang pengolahan hasil
perikanan.
3) Memiliki jaringan pemasaran produk perikanan yang
dibuktikan dengan dokumen kontrak/kerja sama/bukti
transaksi pembelian atau penjualan.
4) Mempekerjakan tenaga ahli dan berpengalamandibidang:
a) Mutu dan keamanan hasil perikanan yang memilliki
sertikat pengolah ikan (SPI)/sistem HACCP.
b) Refrigerasi (mesin pendingin).
c) Produksi dan pemasaran.
d) Manajemen dan keuangan.
Poin a – d, dibuktikan dengan Ijazah, sertifikat keahlian dan
pengalaman kerja.
5) Memiliki kemampuan teknis danmanajerial mengoperasikan
gudang beku terintergrasi dengan menyusun dan
mempresentasikan rencana operasional. Ruang lingkup
materi presentasi rencana operasional ICS/UPI yang
disampaikan pada tahap seleksi teknis secara rinci diuraikan
pada.

2. Kewajiban dan Hak Operator


a. Kewajiban Operator
1) Mengoperasionalkan ICS/UPI untuk pengolahan hasil
perikanan sesuai fungsi.
2) Menyediakan biaya pemeliharaan/perawatan/perbaikandan
operasional atas penggunaan sarana dan prasarana
pengolahan hasil perikanan.
3) Mengamankan dan tidak memindahtangankan sarana dan
prasarana.
4) Memenuhi dan menerapkan persyaratan kelayakan
pengolahan ikan, sistem jaminan mutu, dan keamanan hasil
perikanan.
- 213 -

5) Membayar sejumlah nilai Penerimaan Umum yaitu


Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku umum pada
kementerian negara/lembaga/daerah.
6) Membuat dan menyampaikan laporan kegiatan setiap
semester dantahunan atau sewaktu-waktu bila diminta
kepada Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk
Kelautan dan Perikanan cq. Direktur Bina Mutu dan
Diversifikasi Produk Perikanan.

b. Hak Operator
1) Mendapatkan pembinaan teknis dari pemerintah pusatdan
atau pemerintah daerah dalam rangka optimalisasi ICS/UPI.
2) Mengoperasikan/menggunakansarana dan prasarana yang
tersedia di ICS/UPI.
3) Mengusulkan tambahan sarana dan prasarana yang sesuai
dengan tugas dan fungsi kepada Direktur Jenderal
Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan cq.
Direktur Bina Mutu dan Diversifikasi Produk Perikanan
dalam rangka optimalisasi operasional ICS/UPI.
Dapat menambah prasarana tanpa merubah struktur dasar
atas persetujuan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing
Produk Kelautan dan Perikanan cq. Direktur Bina Mutu dan
Diversifikasi Produk Perikanan.Apabila prasarana tersebut
dikembalikan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk
Kelautan dan Perikanan cq. Direktur Bina Mutu dan
Diversifikasi Produk Perikanan, operator tidak menuntut ganti
rugi atas biaya yang telah dikeluarkan.

8.2. Mekanisme Seleksi dan Penetapan Calon Penerima Manfaat/Mitra


atau Operator
Penetapan operator ICS/UPI dilaksanakan dengan menggunakan
metode seleksi terbuka dan akuntabel yang mengacu pada peraturan
yang berlaku, sebagai berikut:
1. Pembentukan Panitia Pemilihan
a. Seleksi calon operator dilakukan oleh Panitia Pemilihan yang
ditetapkan oleh Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk
Kelautan dan Perikanan.
- 214 -

b. Panitia pemilihan beranggotakan minimal 5 (lima) orang yang


menguasai aspek teknis ICS/UPI dan administrasi pengelolaan
barang milik negara/ yang berasal dari lingkup Ditjen PDSPKP
yang diketuai oleh Pejabat setingkat Eselon II yang menangani
urusan pengolahan hasil perikanan.
c. Bila diperlukan, anggota tim dapat berasal dari lintas
Kementerian/lembaga yang terkait dengan
pengelolaan/pemanfaatan aset BMN.

2. Penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK)


Panitia pemilihan menyusun KAK Penetapan Operator ICS/UPI
yang terdiri atas:
a. Uraian kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi lo, maksud,
tujuan, lokasi seleksi, dan informasi terkait ICS/UPI, seperti:
1) Lokasi
2) Spesifikasi fasilitas, sarana dan prasarana
3) Jenis produk yang dapat diproses
4) Ruang lingkup dan bentuk kerja sama operasional
5) Uraian kewajiban dan hak operator
b. Kriteria, persyaratan dan metode seleksi calon operator;
c. Jadwal pelaksanaan kegiatan seleksi mulai dari pengumuman,
proses seleksi sampai dengan penetapan operator;
d. Informasi lain yang dibutuhkan.

3. Prosedur Penetapan
a. Pengumuman
1) Panitia pemilihanmengumumkan kegiatan seleksi operator
ICS/UPI di media massa nasional sekurang-kurangnya
melalui surat kabar harian nasional dan website
Kementerian/Lembaga. Pengumuman melalui media massa
nasional dilakukan paling sedikit 2 (dua) kali
2) Calon peserta yang berminat dan memenuhi kriteria
melakukan pendaftaran dan mengambil dokumen seleksi
(KAK).

b. Pemasukan Dokumen
- 215 -

1) Calon peserta menyerahkan dokumen beserta kelengkapan


administrasi sebelum batas akhir waktu pemasukan
dokumen ke Panitia pemilihan untuk dicatat sebagai peserta
seleksi calon operator;
2) Calon peserta menyerahkan dokumen yang masuk tidak
kurang dari 3 (tiga) peserta;
3) Apabilacalon peserta menyerahkan dokumen yang masuk
kurang dari 3 (tiga) peserta maka Panitia pemilihan
melakukan pengumuman ulang.

c. Seleksi Administrasi
1) Panitia pemilihan melakukan evaluasi terhadap data
administrasi dengan menggunakan Lembar Evaluasi
Administrasi Peserta Calon Operator ICS/UPI;
2) Dokumen dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi
apabila syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan
Dokumen KAK dipenuhi/dilengkapi;
3) Panitia pemilihan dapat melakukan klarifikasi terhadap hal-
hal yang kurang jelas dan meragukan;
4) Apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang
memenuhi persyaratan administrasi, maka evaluasi tetap
dilanjutkan dengan seleksi teknis;
5) Apabila tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan
administrasi, maka seleksi dinyatakan gagal.

d. Seleksi Teknis
1) Evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang memenuhi
persyaratan adminitrasi;
2) Panitia pemilihan melakukan evaluasi dan penilaian
terhadap data teknis meliputi neraca keuangan, pengalaman
usaha pengolahan, jaringan pemasaran produk, serta
ketersediaan dan kompetensi tenaga ahli;
3) Penilaian data teknis menggunakan Lembar Penilaian
Teknisdengan mengacu kepada Indikator dan Parameter
Persyaratan Teknis Penilaian Calon Operator ICS/UPI;
- 216 -

4) Berdasarkan hasil evaluasi data teknis, Panitia pemilihan


menyusun daftar pendek (shortlist) terhadap 3 (tiga) peserta
seleksi yang memiliki nilai tertinggi;
5) Panitia pemilihan mengundang 3 (tiga) peserta seleksi calon
operator yang masuk dalam daftar pendek untuk
mempresentasikan rencana operasional ICS/UPI di hadapan
panitia pemilihan sesuai jadwal yang ditetapkan;
6) Panitia pemilihan melakukan penilaian terhadap rencana
operasionalICS/UPI peserta seleksi calon operator;
7) Berdasarkan hasil penilaian, Panitia pemilihan mengusulkan
calon operator ICS/UPI kepada Direktur Jenderal Penguatan
Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan untuk
ditetapkan.

e. Penetapan Operator
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan
Perikanan menetapkan operator/mitraICS/UPI melalui surat
keputusanDirektur Jenderal.

f. Waktu dan Jadwal Pelaksanaan


Pelaksanaan seleksi dan penetapan operator sebaiknya
dilaksanakan sebelum dimulainya pembangunan ICS/UPI
sehingga operator/mitra yang ditetapkan dapat melakukan
persiapan-persiapan yang diperlukan dalam rangkaoperasional
ICS/UPI. Tahapan dan waktu pelaksanaan pada tabel berikut:

Tabel Jadwal Penetapan Operator ICS/UPI


No Tahapan Waktu
1. Pengumuman kegiatan seleksi 3 (tiga) hari kerja
calon operator ICS/UPI
2. Pengambilan dokumen seleksi Sejak pengumumam
(KAK) oleh calon peserta.
3. Pemasukan dokumen peserta 7 (tujuh) hari kerja
seleksi calon operator sejak pengumuman
4. Pembukaan dan evaluasi 2 (dua) hari
dokumen peserta seleksi calon kerjasetelah
operator pemasukan dokumen
- 217 -

No Tahapan Waktu
peserta

5. Penetapan peserta seleksi calon 1 (satu) hari kerja


operator yang Lulus Seleksi
Administrasi
6. Evaluasi dokumen teknis 2(dua) hari kerja
peserta seleksi calon operator.
7. Pemanggilan peserta seleksi 2 (dua) hari kerja
calon operator yang masuk
dalam daftar pendek
8. Penilaian terhadap rencana 1 (satu) hari kerja
operasional ICS/UPI peserta
seleksi calon operator
9. Panitia pemilihan mengusulkan 1 (satu) hari kerja
calon operator ICS/UPI ke
Direktur Jenderal PDSPKP
10. Penetapan operator ICS/UPI 3 (tiga) hari kerja
melalui surat keputusan
Direktur Jenderal PDSPKP
11. Penandatanganan kontrak 5 (lima) hari
operasional kerjasejak penetapan
operator
Alokasi waktu yang dibutuhkan untuk penetapan operator
ICS/UPI adalah 24 (dua puluh empat) hari kerja.

8.3. Bentuk Pengelolaan/Pemanfaatan


Integrated Cold Storage/Unit Pengolahan Ikan merupakan Barang
Milik Negara (BMN) sehingga pengelolaannya mengacu kepada:
1. Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2014 tentang Pengelolaan
Barang Milik Negara/Daerah
2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 78/PMK.06/2014 tahun 2014
Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemanfaatan Barang Milik Negara
Bentuk pemanfaatan untuk operasional Unit Pengolahan Ikan
oleh operator diutamakan dalam bentuk kerja sama pemanfaatan atau
sewa. Kerja sama pemanfaatan adalah pendayagunaan barang milik
negara oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dalam rangka
peningkatan penerimaan negara bukan pajak dan sumber pembiayaan
- 218 -

lainnya. Sewa adalah pemanfaatan barang milik negara oleh pihak lain
dalam jangka waktu tertentu dan menerima imbalan uang tunai.
Kerja sama pemanfaatan barang milik negara dengan pihak lain
dilaksanakan dalam rangka mengoptimalkan daya guna dan hasil guna
barang milik negara dan meningkatkan penerimaan Negara, dengan
ketentuan antara lain:
1. Mitra kerja sama pemanfaatan ditetapkan melalui tender dengan
mengikutsertakan sekurang-kurangnya 3 (tiga) peserta/peminat;
2. Mitra kerja sama pemanfaatan harus membayar kontribusi tetap
ke rekening kas umum negara setiap tahun selama jangka waktu
pengoperasian yang telah ditetapkan dan dilarang menjaminkan
atau menggadaikan barang milik negara yang menjadi obyek kerja
sama pemanfaatan.
3. Pemerintah melalui Pengguna/Kuasa Pengguna barang dalam hal
ini adalah Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk
Kelautan dan Perikanan membuat perjanjian kerja sama dengan
operator untuk mengoperasionalkan Unit Pengolahan Ikan.
4. Operator membayar sejumlah nilai Penerimaan Umum yaitu
Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku umum pada
kementerian negara/lembaga sebagaimana dimaksud dalam
ketentuan perundang-undangan yang mengatur tentang
penerimaan Negara.

*) Mempertimbangkan kompleksitas bangunan ICS/UPI Beku, maka


disarankan agar operasional bangunan tersebut dilakukan oleh BUMN
atau perusahaan swasta nasional atau koperasi yang bergerak di
bidang Perikanan serta memenuhi persyaratan operator sebagaimana
ditetapkan dalam pedoman umu m dan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.

BAB IX
MEKANISME ANGGARAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN

A. Pertanggung jawaban Bantuan Pemerintah


Pengadaan barang bantuan Pemerintah berpedoman pada Peraturan
Perundang-undangan yang mengatur mengenai Pengadaan Barang dan
Jasa Pemerintah. Sedangkan dalam hal pelaporan realisasi pelaksanaan
- 219 -

pemberian bantuan, Direktur Jenderal wajib menyampaikan laporan


perkembangan pelaksanaan pemberian bantuan kepada Menteri
melalui Sekretaris Jenderal paling lambat tanggal 10 setiap 1 (satu)
bulan sebagaimana format berikut:

B. Ketentuan Perpajakan
Pemungutan pajak terhadap pengadaan/ pembangunan Bantuan
pemerintah dilakukan melakukan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan di bidang perpajakan yang berlaku.

C. Sanksi
Penerima bantuan pemerintah wajib memanfaatkan dan
mengoperasionalkan barang yang diterima sesuai petunjuk teknis.
Penerima bantuan pemerintah yang tidak melaksanakan kegiatan
sesuai dengan petunjuk teknis dan peraturan yang berlaku akan
dikenakan sanksi administrasi berupa tidak akan mendapatkan
program bantuan serupa pada tahun yang akan datang.

BAB X
PEMBINAAN, MONITORING, EVALUASI, DAN PELAPORAN

10.1 Pembinaan
Pembinaan terhadap teknis bangunan dan operasionalisasi
ICS/UPI dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing
- 220 -

Produk Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Pengolahan dan


Bina Mutu.
Pembinaan terhadap teknis bangunan dilaksanakan oleh
Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan
Perikanan melalui Direktorat Pengolahan dan Bina Mutu dibantu oleh
Kementerian Pekerjaan Umum cq Direktorat Penataan Bangunan dan
Lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya atau Instansi Teknis lain
yang bertanggung jawab dalam pembinaan bangunan gedung.
Pembinaan teknis yang diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum
maupun Instansi Teknis lain dapat berupa pemberian bantuan teknis
informasi dan bantuan tenaga teknis serta tim teknis maupun tenaga
ahli teknis lainnya.
Pembinaan terhadap operasionalisasi ICS/UPI dilaksanakan
oleh Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan
Perikanan melalui Direktorat Pengolahan dan Bina Mutu serta instansi
lain yang terkait dengan mutu dan keamanan hasil Perikanan.
Pembinaan terhadap operasionalisasi ini meliputi pembinaan terhadap
penerapan sistem jaminan mutu serta kelayakan dasar pada proses
produksi, pengolahan dan distribusi.

10.2 Monitoring
Monitoring dilakukan dalam rangka pemantauan, pembinaan,
dan evaluasi oleh Tim Teknis Monitoring Pembangunan Integrated Cold
Storage/Unit Pengolahan Ikan (Pusat) beserta Dinas
Provinsi/Kabupaten/Kota serta dibantu tenaga ahli, terhadap:
a. Perkembangan pembangunan Integrated Cold Storage/Unit
Pengolahan Ikan;
b. Kesesuaian bangunan beserta kapasitas, fasilitas dan sarananya;
c. Pemanfaatan dan kesesuaian fungsi sebagai sarana dan prasarana
pengolahan hasil perikanan;
d. Pemeliharaan/perawatan/perbaikan dan operasional atas
penggunaan sarana dan prasarana pengolahan hasil perikanan;
e. Pemenuhan dan penerapan persyaratan kelayakan pengolahan ikan,
sistem jaminan mutu, dan keamanan hasil perikanan; dan
f. Pola pemenuhan bahan baku dan distribusi produk akhir.

10.3 Evaluasi
- 221 -

Evaluasi dilaksanakan berdasarkan hasil monitoring dengan obyek


evaluasi Integrated Cold Storage/Unit Pengolahan Ikan ditekankan
pada:
a. Spesifikasi bangunan, fasilitas dan sarananya sesuai dengan
petunjuk teknis;
b. Status dan tingkat pemanfaatan (utilitas);
c. Penerapan persyaratan kelayakan pengolahan ikan, sistem
jaminan mutu, dan keamanan hasil perikanan;
d. Kelayakan dan kontinyuitas usaha; dan
e. Manfaat dan dampak bagi masyarakat dan stakeholder bisnis
perikanan di lokasi.

10.4 Pelaporan
Dinas Kelautan dan Perikanan penerima bantuan pemerintah
serta Mitra/Operator Integrated Cold Storage/Unit Pengolahan Ikan
wajib memberikan laporan tertulis kepada Ditjen PDSPKP c.q
Direktorat Pengolahan dan Bina Mutu atau dikirimkan melalui email
ke dit.pbm@kkp.go.id dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
a. Dinas Kelautan dan Perikanan penerima bantuan pemerintah serta
Operator wajib menyampaikan laporan tertulis kegiatan
operasionalisasi setiap semester dan tahunan atau sewaktu-waktu
bila diminta, kepada Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing
Produk Kelautan dan Perikanan cq. Direktur Pengolahan dan Bina
Mutu

b. Materi pelaporan minimal mencakup:


1) Profil mitra/operator
2) Data produksi dan tingkat pemanfaatan (utilitas)
3) Administrasi dan keuangan (laba/rugi dan neraca)
4) Kondisi bangunan, fasilitas dan peralatan dilengkapi dengan
dokumentasi kegiatan/operasionalisasi UPI
- 222 -

DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN


DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN
PERIKANAN

ttd.

NILANTO PERBOWO

Salinan sesuai dengan aslinya


Kepala Bagian Hukum, Kerja Sama,
dan Humas

Esti Budiyarti
Lampiran II : Peraturan Direktur Jenderal Penguatan
Daya Saing Produk Kelautan dan
Perikanan
Nomor 15/PER-DJPDSPKP/2017
tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan
Bantuan Pemerintah Pembangunan
Gudang Beku Terintegrasi Tahun 2017

DATA PENDUKUNG PEMBANGUNAN GUDANG BEKU TERINTEGRASI


TAHUN 2017
1. Format Berita Acara Serah Terima
BERITA ACARA SERAH TERIMA
Nomor : BA /PDSPKP.2/PL.420/……./2017

Pada hari ini …………. tanggal ……….. Bulan ………….. Tahun Dua Ribu
Tujuh Belas yang bertanda tangan dibawah ini :

1. Nama : Innes Rahmania, A.Pi, S.Sos, MM


NIP : 19640411 198803 2 001
Jabatan : Direktur Pengolahan dan Bina Mutu bertindak untuk
dan atas nama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Satuan Kerja Direktorat pengolahan dan Bina Mutu,
selanjutnya disebut PIHAK KESATU

2. Nama : …………………………………….
Jabatan : …………………….., selanjutnya disebut PIHAK
KEDUA

Sebagai tindak lanjut Keputusan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing


Produk Kelautan dan Perikanan Nomor ……………………. tentang Jenis dan
Lokasi Pembangunan dan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pegolahan
dan Bina Mutu, maka dalam tertib administrasi pengelolaan, pencatatan,
dan pelaporan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal
PDSPKP, dengan sini kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan
serah terima barang persediaan untuk diserahkan kepada
masyarakat/pemda tahun anggaran 2017 pada Satuan Kerja Direktorat
Pengolahan dan Bina Mutu, dengan ketentuan sebagai berikut:

Pasal 1

PIHAK KESATU menyerahkan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA


menerima penyerahan dari PIHAK KESATU berupa barang persediaan
untuk diserahkan kepada masyarakat/pemda tahun anggaran 2017
dengan perincian sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang menjadi
bagian tidak terpisahkan dari Berita Acara Serah Terima ini.

Pasal 2
PIHAK KESATU akan melakukan pengeluaran dari Laporan SIMAK-
Persediaan melalui menu penyerahan barang kepada masyarakat pada
aplikasi SIMAK-Persediaan dan akan menyelesaikan proses hibah sesuai
dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, dan PIHAK
KEDUA akan memelihara, menjaga dan memanfaatkan barang persediaan
untuk diserahkan kepada masyarakat tahun anggaran 2017 yang telah
-2-

diserahkan oleh PIHAK KESATU.


Demikian Berita Acara Serah Terima ini dibuat dengan sebenarnya dan
ditandatangani kedua belah pihak.

PIHAK KEDUA, PIHAK KESATU,

…………………………… Innes Rahmania, A.Pi, S.Sos, MM


NIP. ...................................... NIP. 19640411 198803 2 001
-3-

LAMPIRAN BERITA ACARA

No Nama Merk/Spesifikasi Volume Harga Kondisi Ket.


Barang Satuan Total
(Rp) (Rp)

JUMLAH

PIHAK KEDUA, PIHAK KESATU,

…………………………… Innes Rahmania, A.Pi, S.Sos, MM


NIP. ...................................... NIP. 19640411 198803 2 001
-4-

2. Usulan Calon Penerima Bantuan Pemerintah

KOP SURAT

Nomor : ................................. ……………., ……….2017


Lampiran : 1 (satu) berkas
Hal : Permohonan Bantuan
Pemerintah

Kepada Yth.
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing
Produk Kelautan dan Perikanan
di
Jakarta

Sehubungan dengan penyerahan ………………………………… yang diadakan


melalui Dana APBN tahun anggaran 2017 pada satker Direktorat Pengolahan
dan Bina Mutu ke ………………..(penerima bantuan pemerintah) bersama ini
kami mengajukan permohonan agar sarana sebagaimana daftar terlampir
dapat dihibahkan kepada …………………... (penerima bantuan pemerintah)

Permohonan ini kami ajukan dengan dilandasi pertimbangan bahwa :


1. Sarana tersebut sangat diperlukan dalam pengembangan sektor
kelautan dan perikanan di ………………………..
2. Sarana tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerja samanya diucapkan terima


kasih.

(penerima bantuan pemerintah)

……………………………..

Tembusan :
1. Gubernur/Bupati/Walikota
2. DPRD Tingkat I/II
3. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kabupaten/Kota
-5-

3. Pernyataan Kesanggupan memanfaatkan Bantuan Pemerintah

KOP SURAT

SURAT PERNYATAAN
KESEDIAAN PEMANFAATAN BANTUAN PEMERINTAH PEMBANGUNAN
GUDANG BEKU TERINTEGRASI TAHUN 2017

Yang bertanda tangan dibawah ini:


Nama : ……………………………………………….
Jabatan : ……………………………………………….
Alamat : ……………………………………………….

menyatakan bahwa …………………(penerima bantuan pemerintah) siap


untuk :

1. Menerima hibah atas sarana yang dihibahkan oleh Ditjen Penguatan Daya
Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan
Perikanan sesuai Surat Permohonan Hibah yang telah kami sampaikan;
2. Memanfaatkan sarana yang telah dihibahkan secara optimal sesuai
dengan tujuan pengadaannya.
3. Melaporkan kondisi pemanfaatan secara berkala minimal 6 bulan sekali
atau sewaktu-waktu apabila diminta.

Demikian Surat Pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan


seperlunya.

(penerima bantuan pemerintah)

……………………………..
-6-

4. Usulan Calon Penerima Bantuan Pemerintah

KOP SURAT

Nomor : ................................. ……………., ……….2017


Lampiran : 1 (satu) berkas
Hal : Permohonan Bantuan
Pemerintah

Kepada Yth.
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing
Produk Kelautan dan Perikanan
di
Jakarta

Sehubungan dengan penyerahan ………………………………… yang diadakan


melalui Dana APBN tahun anggaran 2017 pada satker Direktorat Pengolahan
dan Bina Mutu ke ………………..(penerima bantuan pemerintah) bersama ini
kami mengajukan permohonan agar sarana sebagaimana daftar terlampir
dapat dihibahkan kepada …………………... (penerima bantuan pemerintah)

Permohonan ini kami ajukan dengan dilandasi pertimbangan bahwa:


1. Sarana tersebut sangat diperlukan dalam pengembangan sektor kelautan
dan perikanan di ………………………..
2. Sarana tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerja samanya diucapkan terima


kasih.

(penerima bantuan pemerintah)

……………………………..
Tembusan :
1. Gubernur/Bupati/Walikota
2. DPRD Tingkat I/II
3. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kabupaten/Kota

5. Pernyataan Kesanggupan memanfaatkan Bantuan Pemerintah


-7-

KOP SURAT

SURAT PERNYATAAN
KESEDIAAN PEMANFAATAN BANTUAN PEMERINTAH PEMBANGUNAN
GUDANG BEKU TERINTEGRASI TAHUN 2017

Yang bertanda tangan dibawah ini :


Nama : ……………………………………………….
Jabatan : ……………………………………………….
Alamat : ……………………………………………….

menyatakan bahwa …………………(penerima bantuan pemerintah) siap untuk


:

1. Menerima hibah atas sarana yang dihibahkan oleh Ditjen Penguatan Daya
Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan
Perikanan sesuai Surat Permohonan Hibah yang telah kami sampaikan;
2. Memanfaatkan sarana yang telah dihibahkan secara optimal sesuai
dengan tujuan pengadaannya;
3. Melaporkan kondisi pemanfaatan secara berkala minimal 6 bulan sekali
atau sewaktu-waktu apabila diminta.

Demikian Surat Pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan seperlunya.

(penerima bantuan pemerintah)

……………………………..

FOTO-FOTO PER ITEM BARANG


-8-

Gambar 1. .................................... Gambar 2.


....................................

Gambar 3. .................................... Gambar 4.


....................................

Gambar 5. .................................... Gambar 6.


....................................

DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN


Paraf DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN
Sesditjen PERIKANAN
Dir.PBM
Kabag Program
Kabag Hukum, Kerja Sama, ttd.
dan Humas
Kasubbag Hukum
NILANTO PERBOWO

Salinan sesuai dengan aslinya


Kepala Bagian Hukum, Kerja Sama,
dan Humas

Esti Budiyarti