Anda di halaman 1dari 7

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Diploma III Kebidanan


Nama Institusi : Akademi Kebidanan Sari Mulia Banjarmasin
Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan II (Persalinan)
Pokok Bahasan : Asuhan Kebidanan Kala II
Sub Pokok Bahasan : Melakukan episiotom pada ibu bersalin Kala II
Kelas/Semester : Semester III
Alokasi Waktu : 15 menit
Ruang : V
Pertemuan ke : XVI
Standar Kompetensi : Mahasiswa mampu melakukan asuhan kebidanan pada
ibu bersalin kala II dengan tepat
Kompetensi Dasar : Mahasiswa mampu Melakukan Episiotomi
Indikator :
1. Mahasiswa mampu melakukan episiotomi pada ibu bersalin kala II
Tujuan Pembelajaran : Mahasiswa dapat melakukan episiotomi pada ibu
bersalinan kala II
Materi Pembelajaran :
1. Pengertian episiotomi
2. Jenis- jenis episiotomy
3. Manfaat tindakan episiotomy
4. Sikap dan perilaku pada tindakan episiotomi
5. Prosedur tindakan episiotomy
6. Teknik pada tindakan episiotomi
A. Pendekatan : Deduktif
B. Metode Pembelajaran : Ceramah, Tanya Jawab
C. Media pembelajaran :
1. Power point
2. LCD
3. Komputer
D. Kegiatan Pembelajaran

Tahapan Alokasi Waktu Kegiatan Pembelajaran


Kegiatan Dosen Mahasiswa
Kegiatan 2 menit 1. Memberikan salam 1. Menjawab salam
Pendahuluan 2. Menginformasikan pokok bahasan
yang akan disampaikan yaitu 2. Memperhatikan
episiotomy 3. Memperhatikan
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran
dari episiotomi 4. Memperhatikan
4. Menyampaikan tujuan pembelajaran
dari episiotomi dengan profesi 5. Menjawab
kebidanan
5. Melakukan apersepsi berkaitan
dengan tindakan episiotomy
Kegiatan Inti 11 menit 1. Menjelaskan pengertian tindakan 1. Memperhatikan
episiotomi
2. Menjelaskan jenis tindakan 2. Memperhatikan
episiotomi
3. Menjelaskan indikasi tindakan 3. Memperhatikan
episiotomi 4. Memperhatikan
4. Menjelaskan manfaat tindakan
episiotom 5. Memperhatikan
5. Mendemonstrasikan alat-alat yang
digunakan 6. Memperhatikan
6. Mendemonstrasikan tindakan
episiotomi 7. memperhatikan
7. Memberikan kesempatan kepada
mahasiswa untuk bertanya 8. Menjawab
8. Memberikan kesempatan kepada
mahasiswa lain untuk menjawab
9. Memperhatikan
9. Memberikan penguatan
10. Memberikan jawaban sesuai dengan
teori 10. Memperhatikan dan mencatat
11. Meminta salah satu mahasiswa untuk
memdemonstrasikan tindakan 11. Mendemonstrasikan
episiotomi
12. Meminta mahasiswa lain untuk
12. Sumbang saran
mengevaluasi
13. Memberikan pengetahuan
13. Memperhatikan

1. Bersama
10 1 mahasiswa menyimpulkan 1. Menjawab
Kegiatan materi1 yang telah disampaikan
Penutup 2 menit 2. Menginformasikan materi selanjutnya 2. Memperhatikan
3. Memberikan salam penutup 3. Menjawab salam
4. Menutup pertemuan dengan

E. Penilaian
Teknik : praktik
Bentuk Instrumen : ceklist episiotomi
Soal :
1. Apa Pengertian episiotomi ?
2. Apa Jenis-jenis episiotomy?
3. Mengapa dilakukan Indikasi dilakukan episiotomy?
4. Apa Manfaat tindakan episiotomy?
6. Apa saja Prosedur tindakan episiotomy?
Sumber/Referensi

Varney’s Midwifery, 1997

Buku Acuan Nasional, Saefudin Abdul Bari, 2001

Buku III Askeb pada ibu intrapartum, Pusdiknakes, WHO, JHPIEGO, 2001

LAMPIRAN MATERI

EPISIOTOMI

A. Pengertian Episiotomi
Episiotomy adalah insisi pada perineum untuk memperbesar mulut vagina pada
proses persalinan (Rohani, 2010).
B. Jenis Episiotomi
Jenis episiotomi yang dilakukan berdasarkan letak dan arah insisi
1. Episiotomy mediolateralis
Episiotomy mediolateralis merupakan insisi pada perineum kearah bawah,
tetapi menjauhi rectum, selain itu, juga dapat kearah kanan atau kiri
tergantung tangan dominan yang digunakan oleh penolong.
2. Episiotomy median
Episiotomy median merupakan insisi pada garis tengah perineum kea rah
rectum, yaitu kearah titik tendensius, memisahkan dua sisi otot perineum
bulbokavernosus (Rohani,2010).
C. Indikasi Dilakukan Episiotomi
Episiotomi hanya dilakukan pada kondisi tertentu, seperti berikut :
1. Gawat janin
2. Persalinan pervaginam dengan penyulit (sungsang, distosia bahu, ekstraksi
forsep, ekstraksi vacum, bayi besar, presentasi muka, dan lain-lain)
3. Jaringan parut pada perineum atau vagina yang menghalangi kemajuan
persalinan (Rohani, 2010).

D. Manfaat Episiotomi
Manfaat tindakan episiotomi adalah sebagai berikut :
1. Mencegah robekan perineum derajat tiga, terutama sekali dimana
sebelumnya ada laserasi yang luas didasar panggul. Insisi yang bersih dan
dilakukan pada posisi yang benar akan lebih cepat sembuh daripada robekan
yang tidak teratur
2. Menjaga uretra dan klitoris dari trauma yang luas, kemungkinan
mengurangi regangan otot penyangga kandung kemih atau rectum yang
terlalu kuat dan berkepanjangan, yang dikemudian hari menyebabkan
inkontenensia urin dan prolaps vagina
3. Mengurangi lama kala II yang mungkin penting terhadap kondisi ibu atau
keadaan janin (fetal distress)
4. Memperbesar vagina jika diperlukan manipulasi untuk melahirkan bayi,
contohnya pada presentasi bokong atau pada persalinan dengan forsep
5. Mengurangi resiko luka intracranial pada bayi premature (Rohani, 2010).
E. Alat
Alat yang digunakan dalam tindakan episiotomi antara lain :
1. APD (celemek, topi, kacamata, masker & alas kaki tertutup)
2. Handscoon steril
3. Gunting episiotomi
4. Kapas DTT
5. Kassa steril
6. Spuit
7. Lidocain 1%
8. Alas bokong
9. Waskom larutan klorin
10. Bengkok
11. Safety box (checklist skill ujian osca, IBI).
F. Sikap
Sikap dalam tindakan episiotomi antara lain :
1. Menyapa klien dengan ramah dan sopan
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan
3. Merespon terhadap reaksi pasien
4. Percaya diri
5. Menjaga privacy klien (checklist skill ujian osca, IBI).

G. Content
Content atau isi dalam tindakan episiotomi antara lain :
1. Memakai APD dan mencuci tangan serta memakai sarung tangan steril
2. Membersihkan vulva
3. Memberitahu pasien akan disuntik
4. Menyuntikkan anestesi local
5. Memastikan anestasi sudah bekerja
6. Melindungi daerah dalam perineum dengan jari telunjuk dan tengah tangan
kiri dengan agak diregangkan
7. Memberikan sedikit tekanan lembut kearah luar pada perineum
8. Melakukan episotomi dengan gunting episiotomi
9. Episiotomy dilakukan satu kali guntingan
10. Menekan daerah luka episiotomy dengan kassa
11. Membereskan alat dan merendam ke larutan klorin 0,5% dan melepas sarung
tangan dengan kondisi terbalik kemudian mencuci tangan dibawah airt
mengalir dan melepas celemek (checklist skill ujian osca, IBI).
H. Teknik
Teknik dalam tindakan episiotomy antara lain :
1. Melakukan prosedur secara sistematis
2. Menerapkan teknik pencegahan infeksi
3. Melaksanakan komunikasi selama pemeriksaan
4. Mendokumentasikan hasil tindakan dengan baik (checklist skill ujian osca,
IBI).