Anda di halaman 1dari 3

Pengaruh Profitabilitas & Aktivitas terhadap Struktur Modal pada Perusahaan Jasa

Sektor Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010-2015

Latar Belakang
Persaingan dalam bisnis saat ini semakin ketat sehingga menyulitkan untuk pelaku
bisnis untuk dapat berkembang dengan cepat. Persaingan dalam dunia bisnis dapat
memberikan dorongan kepada perusahaan untuk berusaha menjadi yang terbaik. Perusahaan
didirikan bertujuan untuk mencapai tujuan yaitu untuk keuntungan (laba) yang tinggi.
Memaksimalkan laba atau keuntungan sering disebut sebagai tujuan perusahaan (Keown et
al, 2011: 4). Begitu juga pertumbuhan dan jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar
merupakan pangsa pasar yang sangat menjanjikan bagi perusahaan untuk memasarkan
produknya. Salah satu pasar yang menjanjikan adalah perusahaan manufaktur. Perusahaan
manufaktur adalah perusahaan yang kegiatan usahanya adalah mengelola bahan mentah
menjadi produk jadi yang siap dipasarkan. Saat ini banyak perusahaan manufaktur yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia karena perusahaan tersebut sudah Go Publick. Salah
satunya adalah sub sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia adalah farmasi.
Karena industri farmasi di Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
Kebutuhan akan modal menjadi aspek utama untuk kelancaran sebuah perusahaan
agar dapat menjalankan usahanya untuk mencapai keuntungan sehingga dapat
mengembangkan usaha. Mengingat pentingnya modal untuk perusahaan, kalangan bisnis
sangat membutuhkan tambahan modal untuk perusahaan, kalangan bisnis sangat
membutuhkan tambahan modal, bahkan tak hanya kalangan bisnis saja kalangan individu
maupun pemerintah pun membutuhkan tambahan modal (Brigham & Houston, 2014: 187).
Modal yang bersumber dari pihak eksternal dengan kebijakan utang juga merupakan sumber
untuk mendapatkan modal tambahan bagi perusahaan yang berasal dari pihak luar yang
merupakan utang bagi perusahaan yang harus ditanggung, namun penggunanya harus efisien
sehingga dapat meminimumkan biaya modal yang harus ditanggung perusahaan, dan
penerbit. Kebijakan untuk mendapatkan pendanaan dari pihak eksternal dengan kebijakan
utang berkaitan dengan struktur modal.
Struktur modal merupakan pendanaan ekuitas dan utang pada suatu perusahaan yang
sering dihitung berdasarkan besaran relatif sebagai sumber pendanaan. Penentuan struktur
modal ini merupakan salah satu hal penting bagi sebuah perusahaan.
Menurut Raharja (2009: 212) “Struktur modal penting karena merupakan salah satu
faktor yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan keuangan bagi perusahaan yang
berkaitan dengan campuran atau proporsi antara utang jangka panjang dan ekuitas, dalam
angka mendanai investasinya (operating assets)”.
Pelaksanaan kegiatan perusahaan yang dilakukan untuk mendapatkan modal
tambahan dari pihak eksternal, perusahaan akan lebih memilih untuk menggunakan utang
daripada menerbitkan saham. Penilaian penggunaan utang tersebut dilihat dari sudut pandang
para pemegang saham (stakeholders), utang adalah sumber pendanaan eksternal yang lebih
disukai karena memiliki 2 alasan yaitu, bunga atas sebagian besar utangnya tetap dan bunga
merupakan beban yang dapat mengurangi pajak.
Kesalahan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan mengenai pendanaan
megenai struktur modal merupakan kesalahan yang fatal bagi perusahaan yang berdampak
pada risiko yang dapat merugikan perusahaan. Perencanaan untuk pengambilan keputusan
mengenai pendanaan modal yang berkaitan dengan struktur modal haruslah secara cermat.
Terdapat banyak aspek yang perlu dinilai dalam pengambilan keputusan mengenai pendanaan
modal yang berkaitan dengan struktur modal, beberapa antara aspek profitabilitas dan aspek
aktivitas.
Profitabilitas sangat penting untuk mempertahankan kelangsungan hidup sebuah
perusahaan dalam jangka panjang, karena profitabilitas menunjukkan apakah perusahaan
tersebut mempunyai prospek yang baik dimasa yang akan datang. Dengan demikian
perusahaan akan selalu meningkatkan profitabilitasnya, karena semakin tinggi tingkat
profitabilitas suatu perusahaan maka kelangsungan hidup perusahaan tersebut akan lebih
terjamin. Struktur modal dan profitabilitas memiliki hubungan yang saling berkaitan, dimana
keduanya memiliki hubungan yang saling mempengaruhi antara satu dengan lainnya.
Selain profitabilitas faktor lain yang dapat mempengaruhi struktur modal adalah
aktivitas. Rasio aktivitas disebut juga sebagai rasio efisiensi atau peputaran (turnover),
dimana rasio ini mengukur keefektifan suatu perusahaan dalam menggunakan berbagai aktiva
dan memanfaatkan semua sumber daya yang dimilikinya. Total assets turn over merupakan
rasio yang menunjukkan tingkat efisiensi penggunaan keseluruhan aktiva perusahaan dalam
menghasilkan volume penjualan tertentu (Syamsuddin, 2009).
Variabel
Variabel dependen : Struktur Modal
Variabel independen : Profitabilitas & Aktivitas
Sampel
10 perusahaan farmasi yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010-2015:
1. Darya Varia Laboratoria Tbk (DVLA).
2. Indofarma (Persero) Tbk (INAF).
3. Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF).
4. Kalbe Farma Tbk (KLBF).
5. Merck Indonesia Tbk (MERK).
6. Pyridam Farma Tbk (PYFA).
7. Merck Sharp Dohme Pharma Tbk (SCPI).
8. Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).
9. Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBB).
10. Tempo Scan Pasific Tbk (TSPC).
Tahun Pengamatan
Selama 5 tahun yaitu dari tahun 2010 sampai 2015.