Anda di halaman 1dari 11

MANAGING WITH HEAD, LEADING WITH HEART

Entah kenapa saya sangat setuju dengan kalimat diatas. Manage by head, lead by
heart kurang lebih berarti mengelola dengan kepala, memimpin dengan hati. Jika boleh saya
tafsirkan adalah mengelola dengan logika dan memimpin dengan unsur perasaan. Keduanya
adalah elemen yang sangat penting dalam menjadi pemimpin, pada tingkat apapun, di
organisasi manapun. Keduanya akan menjadikan seorang pemimpin sebagai seseorang
pemimpin yang utuh luar dalam, lahir batin.

Seringkali ada berbagai istilah yang membedakan antara manager dengan pemimpin,
atau antara atasan dengan pemimpin. Seringkali kita dengar ada manajer yang tidak memiliki
kompetensi sebagai pemimpin. Padahal seharusnya sebagai atasan ataupun sebagai
manager, kita memiliki kemampuan untuk memimpin. Saya tidak bilang satu teori
kepemimpinan lebih unggul dari kepemimpinan manapun. Tapi barangkali berdasarkan
pengalaman saya bertemu dengan berbagai manager atau pemimpin dari berbagai
karakteristik, membuat saya cukup memahami apa yang harus saya lakukan sebagai
pemimpin.

Sejatinya, kita bisa belajar dari pemimpin yang sukses dan pemimpin yang gagal (atau
kurang baik menurut penilaian kita) sekalipun. Dari pemimpin yang sukses kita belajar
mengenai apa yang seharus-harusnya kita lakukan nantinya sebagai pemimpin. Dari
pemimpin yang kurang baik kita belajar mengenai apa saja yang harus dihindari. Dari
pemimpin yang kurang baik saya belajar untuk tidak menzolimi anggota tim saya, tidak arogan
dan lain sebagainya.

Kedua hal tersebut tentunya bisa kita padukan dengan karakter kita, tanpa harus
merubah siapa kita sebenarnya, kecuali untuk merubah kita menjadi lebih baik dari
sebelumnya. Tentu menjadi pemimpin itu sulitnya setengah mati, karena memuaskan semua
pihak tentu saja akan sangat sulit dilakukan. Karena itu peranan menyelaraskan hati dan
kepala menjadi sangat esensial bagi kedewasaan seorang manajer sebagai seorang
pemimpin.
Kemampuan seorang manajer dalam mengelola utamanya memang harus dilengkapi
dengan kemampuan manajerial sebagaimana apa yang sering kita dengar dalam teori POAC
(Planning, Organizing, Actuating dan Controling). Disitulah peran kepala (baca : logika) sangat
berperan secara strategis. Disamping kemampuan manajerial, dalam pandangan saya pribadi,
seorang manajer juga harus memiliki kemampuan teknis mendasar, meskipun tidak harus
seexcellence anggota tim yang dipimpinnya.

Tapi ketika kita bicara lebih mendalam, khususnya pada aspek organizing dan
actuating, kita akan bersentuhan dengan aspek manusia. Organizing dan actuating akan
banyak bicara mengenai bagaimana seorang manajer sebagai seorang pemimpin melakukan
aktivitas mengkoordinasi dan mengorganisir sumber daya yang dimilikinya termasuk tentu
saja sumber daya manusia. Dengan demikian seorang manajer pun akan banyak terlibat
dengan interaksi dan komunikasi dengan manusia lain. Menjadi penting untuk
memperlakukan manusia selayaknya manusia, tentu saja dengan tetap memperhatikan aspek
profesionalitas.

Tubuh berfungsi dan bekerja dengan baik karena otak yang memerintah. Hal ini
menunjukan pentingnya fungsi otak supaya proses dalam tubuh tetap berjalan dengan baik.
Begitu pula dengan bisnis, sistem dalam bisnis akan berjalan dengan lancar dan baik dengan
pemimpin yang baik pula. Oleh karena itu, cara memimpin bagi seorang pengusaha sangat
penting.

Bisnis membutuhkan berbagai proses dari visi, strategi dan misi yang dijalankan untuk
menanjak sukses. Tak heran, pengusaha sebagai pemimpin membutuhkan beberapa sumber
daya manusia tambahan untuk membantunya. Dengan terbentuknya tim maka pekerjaan dan
misi yang dijalankan akan lebih tertata. Namun hasilnya akan lebih baik bergantung pada cara
memimpin si pengusaha. Oleh karena itu, cara memimpin sangatlah penting untuk pengusaha
supaya dipelajari.

Related Article : Cara Menjadi Pribadi Tangguh dalam Bisnis

Di dunia ini terdapat berbagai macam cara kepemimpinan, Anda bahkan bisa melihat
pemimpin dunia dan caranya memimpin. Ada yang menggunakan disiplin tinggi dan ada pula
yang berprinsip demokrasi. Keragaman ini juga memberikan hasil yang berbeda-beda, tinggal
cara seperti apa yang menunjukan diri Anda. Dari penelitian yang telah dilakukan, diketahui
bahwa cara memimpin dengan hati akan membuahkan hasil kerja tim yang lebih maksimal.

pemimpin-yang-baikMemimpin dengan hati mengartikan bahwa yang seharunya


pemimpin lakukan bukan hanya soal memerintah. Sadarilah ini yang sering kita lakukan,
memerintah bawahan melakukan ini dan itu seenaknya. Memimpin dengan hati bisa
diwujudkan dengan mulai memberi contoh, bukan hanya teori semata. Misal Anda meminta
bawahan untuk tepat waktu, bagaimana dengan Anda? Mulailah memberi contoh bahwa
Anda juga orang yang tepat waktu. Dengan begitu bawahan akan melihat ketulusan Anda
dalam mengarahkan mereka. Anda juga bisa memberi contoh dengan peduli lebih jauh.
Seperti mengangkat barang yang berat atau mengambil barang yang kotor. Dengan
sendirinya, para bawahan Anda akan melihat keikhlasan Anda dalam memimpin.

Related Article : Kepribadian Seorang Atasan yang Tidak Disukai Bawahan

Memimpin juga memiliki arti lebih dalam “melayani dan peduli”, lihat begitu mulianya
seorang pemimpin bukan? Sehingga Anda tidak layak untuk main-main dengan jabatan ini.
Sebagai pemimpin, Anda harus memberi ajaran dan arahan supaya bawahan bisa menjadi
orang yang lebih baik. Biarkan mereka sesekali memimpin, memimpin di sini bukan
mengambil jabatan Anda. Misal biarkan mereka memberikan jalan keluar atau solusi yang
sedang dihadapi usaha Anda. Setelah adanya solusi tinggal Anda berperan memberikan
arahan apakah solusi tersebut baik atau tidak. Bantu atau pancing mereka dengan
memberikan kata kunci tertentu sehingga mereka mampu menemukan jalan lebih baik lagi.
Dengan membiasakan ini, para bawahan Anda bukan hanya ekor yang selalu mengikuti kepala
tapi juga sebagai seorang inovator.

pemimpin-yang-baik-1Sebagai pemimpin tugas Anda adalah memutuskan jalan keluar


mana yang akan dipilih berdasarkan berbagai pertimbangan baik. Jangan sampai Anda
memberikan keputusan hanya karena si A memberikan keputusan tersebut. Gunakanlah
logika pengusaha Anda dalam keadaan apapun dan siapapun yang mengusulkan. Sebab bisnis
Anda terlalu berharga untuk keputusan yang emosional. Tuhan menciptakan manusia sebagai
makhluk sempurna dibandingkan dengan yang lain.

Related Article : Bagaimana Membangun Team Tanpa Meruntuhkan Mental


Manusia dibekali perasaan dan pikiran namun ini tidak bisa dijadikan alasan Anda
menggunakan perasaan secara sembarangan. Setiap bagian memiliki kekurangan dan
kelebihan masing-masing. Perasaan unggul dalam memahami rasa kemanusiaan sedangkan
pikiran lebih unggul memahami keadaan nyata. Sehingga Anda tidak disarankan untuk
menggunakan keputusan hanya berlandaskan perasaan atau emosi. Keputusan berdasarkan
emosi bisa lebih memberikan dampak yang kurang baik, sebab emosi kurang bisa merasakan
risiko yang sesungguhnya. Gunakanlah perasaan dan logika di waktu yang tepat. Seperti
menggunakan perasaan saat melayani pelanggan dan menggunakan logika saat memutuskan
sesuatu. Namun yang perlu diingat Anda bisa mengkombinasikan keduanya dalam
menghadapi situasi dan libatkan pula Tuhan. Karena Dialah yang Maha Menguasai segalanya.

Realisasikan keputusan yang telah dibuat dengan berbagai strategi jitu. Susunlah
strategi dengan visi yang tepat dan tidak menjauh dari visi perusahaan. Lakukan analisa
keadaan sebelum menyusun strategi supaya tujuan terbidik dengan baik. Strategi yang tepat
juga akan lebih memudahkan tim dalam bergerak dan mendeskripsikan tugas setiap bagian
tim.

Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE

* Indonesia’s #1 Business Coach

* Lean Six Sigma Coach

* Certified Matriz Level 1 Facilitator

* CEO Top Coach Indonesia

Tubuh berfungsi dan bekerja dengan baik karena otak yang memerintah. Hal ini
menunjukan pentingnya fungsi otak supaya proses dalam tubuh tetap berjalan dengan baik.
Begitu pula dengan bisnis, sistem dalam bisnis akan berjalan dengan lancar dan baik dengan
pemimpin yang baik pula. Oleh karena itu, cara memimpin bagi seorang pengusaha sangat
penting.
Bisnis membutuhkan berbagai proses dari visi, strategi dan misi yang dijalankan untuk
menanjak sukses. Tak heran, pengusaha sebagai pemimpin membutuhkan beberapa sumber
daya manusia tambahan untuk membantunya. Dengan terbentuknya tim maka pekerjaan dan
misi yang dijalankan akan lebih tertata. Namun hasilnya akan lebih baik bergantung pada cara
memimpin si pengusaha. Oleh karena itu, cara memimpin sangatlah penting untuk pengusaha
supaya dipelajari.

Related Article : Cara Menjadi Pribadi Tangguh dalam Bisnis

Di dunia ini terdapat berbagai macam cara kepemimpinan, Anda bahkan bisa melihat
pemimpin dunia dan caranya memimpin. Ada yang menggunakan disiplin tinggi dan ada pula
yang berprinsip demokrasi. Keragaman ini juga memberikan hasil yang berbeda-beda, tinggal
cara seperti apa yang menunjukan diri Anda. Dari penelitian yang telah dilakukan, diketahui
bahwa cara memimpin dengan hati akan membuahkan hasil kerja tim yang lebih maksimal.

Memimpin dengan hati mengartikan bahwa yang seharunya pemimpin lakukan bukan
hanya soal memerintah. Sadarilah ini yang sering kita lakukan, memerintah bawahan
melakukan ini dan itu seenaknya. Memimpin dengan hati bisa diwujudkan dengan mulai
memberi contoh, bukan hanya teori semata. Misal Anda meminta bawahan untuk tepat
waktu, bagaimana dengan Anda? Mulailah memberi contoh bahwa Anda juga orang yang
tepat waktu. Dengan begitu bawahan akan melihat ketulusan Anda dalam mengarahkan
mereka. Anda juga bisa memberi contoh dengan peduli lebih jauh. Seperti mengangkat
barang yang berat atau mengambil barang yang kotor. Dengan sendirinya, para bawahan
Anda akan melihat keikhlasan Anda dalam memimpin.

Related Article : Kepribadian Seorang Atasan yang Tidak Disukai Bawahan


Memimpin juga memiliki arti lebih dalam “melayani dan peduli”, lihat begitu mulianya
seorang pemimpin bukan? Sehingga Anda tidak layak untuk main-main dengan jabatan ini.
Sebagai pemimpin, Anda harus memberi ajaran dan arahan supaya bawahan bisa menjadi
orang yang lebih baik. Biarkan mereka sesekali memimpin, memimpin di sini bukan
mengambil jabatan Anda. Misal biarkan mereka memberikan jalan keluar atau solusi yang
sedang dihadapi usaha Anda. Setelah adanya solusi tinggal Anda berperan memberikan
arahan apakah solusi tersebut baik atau tidak. Bantu atau pancing mereka dengan
memberikan kata kunci tertentu sehingga mereka mampu menemukan jalan lebih baik lagi.
Dengan membiasakan ini, para bawahan Anda bukan hanya ekor yang selalu mengikuti kepala
tapi juga sebagai seorang inovator.

Sebagai pemimpin tugas Anda adalah memutuskan jalan keluar mana yang akan
dipilih berdasarkan berbagai pertimbangan baik. Jangan sampai Anda memberikan keputusan
hanya karena si A memberikan keputusan tersebut. Gunakanlah logika pengusaha Anda
dalam keadaan apapun dan siapapun yang mengusulkan. Sebab bisnis Anda terlalu berharga
untuk keputusan yang emosional. Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk sempurna
dibandingkan dengan yang lain.

Related Article : Bagaimana Membangun Team Tanpa Meruntuhkan Mental

Manusia dibekali perasaan dan pikiran namun ini tidak bisa dijadikan alasan Anda
menggunakan perasaan secara sembarangan. Setiap bagian memiliki kekurangan dan
kelebihan masing-masing. Perasaan unggul dalam memahami rasa kemanusiaan sedangkan
pikiran lebih unggul memahami keadaan nyata. Sehingga Anda tidak disarankan untuk
menggunakan keputusan hanya berlandaskan perasaan atau emosi. Keputusan berdasarkan
emosi bisa lebih memberikan dampak yang kurang baik, sebab emosi kurang bisa merasakan
risiko yang sesungguhnya. Gunakanlah perasaan dan logika di waktu yang tepat. Seperti
menggunakan perasaan saat melayani pelanggan dan menggunakan logika saat memutuskan
sesuatu. Namun yang perlu diingat Anda bisa mengkombinasikan keduanya dalam
menghadapi situasi dan libatkan pula Tuhan. Karena Dialah yang Maha Menguasai segalanya.

Realisasikan keputusan yang telah dibuat dengan berbagai strategi jitu. Susunlah
strategi dengan visi yang tepat dan tidak menjauh dari visi perusahaan. Lakukan analisa
keadaan sebelum menyusun strategi supaya tujuan terbidik dengan baik. Strategi yang tepat
juga akan lebih memudahkan tim dalam bergerak dan mendeskripsikan tugas setiap bagian
tim.

Oleh Bob Vanourek dan Greg Vanourek

Kepala yang baik dan hati yang baik selalu merupakan kombinasi yang hebat. - Nelson
Mandela

Seabiscuit menggambarkan sebuah titik sentral tentang pencarian mahkota tiga : dibutuhkan
kepala dan jantung.

Cara kebanyakan pemimpin mengidentifikasi dan mengembangkan bakat sama sekali tidak
cukup untuk apa yang dibutuhkan untuk menciptakan sebuah organisasi mahkota tiga.
Mereka kebanyakan berfokus pada kepala dan mengabaikan jantung.

Mereka menekankan keterampilan dan kemampuan keras seperti pengetahuan,


keterampilan, dan keahlian. Mereka menilai kecerdasan, pendidikan, silsilah, pengalaman,
kompetensi teknis, keterampilan, dan indikator konvensional lainnya.
Kepala hanya bagian dari persamaan

Tentu saja, faktor-faktor itu sangat penting, dan terkadang kekuatan otak mentah sangat
penting. Presiden Princeton, Shirley Tilghman , mengatakan kepada kami, " Otak sangat
penting. Ron Sugar , mantan CEO dan ketua Northrop-Grumman (penyedia global sistem
keamanan militer dan komersial), mengatakan kepada kami, " Banyak pekerjaan kami secara
harfiah Ilmu roket, jadi kita memiliki 45.000 ilmuwan dan insinyur luar biasa . "

Bahkan di lingkungan intelektual dan teknis, kepala hanya bagian dari persamaan. Lynn
Easterling , wakil presiden dan wakil penasihat umum di Cisco (perusahaan solusi jaringan
global), mengatakan kepada kami, " Saya dapat mengajarkan keterampilan keras, tapi saya
tidak dapat mengajarkan karakter yang baik atau keterampilan relasional yang baik. Jauh lebih
mudah menemukan orang dengan keterampilan keras daripada menemukan orang-orang
dengan keterampilan keras dan lunak. "

Istilah "hati" kaya dengan makna. Parker Palmer , seorang penulis dan guru terkemuka,
menangkapnya dengan baik: " Saya menggunakan kata 'hati' seperti yang mereka lakukan di
zaman kuno ... Ini berarti berpusat pada diri manusia dimana segala sesuatunya berjalan
bersamaan - kemana dan akal dan nilai dan Perasaan dan intuisi dan visi semua bertemu. Itu
berarti sumber integritas seseorang. Dibutuhkan keberanian untuk memimpin dari hati. "

Jantung mencakup tak berwujud seperti karakter, keinginan, hasrat, belas kasih, keberanian,
dan ketekunan. Jantung mencakup apa yang memberi energi pada orang, apa yang membawa
mereka melalui kesulitan, apa yang membuat mereka menang.

Mengintegrasikan kepala dan hati


Palmer mengamati bahwa orang sehat dan utuh hanya jika mereka melibatkan kepala dan
hati mereka. The Vail Leadership Institute mendukung apa yang disebut filosofi
kepemimpinan "di dalam pertama". Menurut pendirinya dan presidennya, John Horan-Kates
, " Seluruh konsep ini dibangun di sekitar gagasan bahwa kepemimpinan dimulai dengan
karakter seseorang, yang sebagian besar berada di dalam hati, dan berasal dari sana."

Kepemimpinan mahkota tiga mengintegrasikan kepala dan hati. Dalam buku larisnya,
Authentic Leadership , penulis Bill George menulis bahwa perusahaan hebat harus " mencari
tahu bagaimana memanfaatkan hati orang-orang - gairah dan hasrat mereka untuk membuat
perbedaan melalui pekerjaan mereka."

Lorrie Norrington , mantan presiden eBay Marketplaces (divisi global eBay yang mengelola
situs e- commercenya) , mengatakan kepada kami, " Hati benar-benar penting dalam
kepemimpinan. Tanpa hati, tidak mungkin menciptakan gairah, dedikasi, dan perubahan yang
langgeng dalam bisnis Anda. "

Hati mengungkapkan karakter didalamnya

Seperti yang kita lihat dengan Seabiscuit, hati mengungkapkan karakter di dalamnya. Orang-
orang dengan hati menunjukkan komitmen yang kuat terhadap usaha mereka, menunjukkan
kesetiaan kepada rekan kerja dan semangat mereka untuk mencapai tujuan kelompok
tersebut.

Mereka menunjukkan ambisi yang sehat untuk menang dan membangun sesuatu yang abadi
dan berdampak. Ini memicu kinerja mereka dan menopangnya di tengah kesengsaraan.
Pelatih sepak bola Vince Lombardi pernah berkata, " Kekuatan jantung adalah kekuatan
perusahaan Anda."
Beberapa pemimpin mengatakan hal ini hati terlalu lembut dan lembut dan tidak cukup
ditindaklanjuti. Kami tidak setuju.

Kepemimpinan mahkota triple secara proaktif mencari, mengembangkan, dan memberi


penghargaan kepada orang-orang dengan kepala dan hati. Ini mengisi perusahaan dengan
mereka, mengubah orang dan tempat dalam prosesnya

Memimpin dengan Hati


Kamis, 08 Desember 2016
Oleh : ari

Kita semua adalah pemimpin bagi diri kita sendiri, namun saat kita diberikan kepercayaan
dan tanggungjawab untuk memimpin orang lain, artinya kita memiliki sebuah titipan yang
tidak dapat dikatakan main main, karena orang-orang yang kita pimpin memiliki hati, sudut
pandang dan pemikirannya masing masing.

Hendaknya sebagai seseorang yang memimpin sebuah team, kita memilki kesadaran
bahwa kita memiliki konstribusi kuat dalam menggerakkan energi yang ada di dalam team.

Karena orang orang yang kita pimpin bukanlah robot yang hanya terintegrasi dalam sistem.
Membutuhkan sebuah human touch atau komunikasi heart to heart untuk menjadi
pemimpin sejati yang menginspirasi.

Setiap orang perlu membangun dan menumbuhkan kesadaran untuk dapat memimpin
dengan hati.

...

Untuk para pemimpin dan calon pemimpin :

Hai Pemimpin...
Dengarkanlah dan apresiasi setiap hal dari anggota team-mu. Mungkin tidak semua yang
kau dengarkan dapat membantumu, mungkin tidak semua yang kau apresiasi dapat kau
wujudkan menjadi sebuah pencapaian.

Namun saat kau mendengarkan berbagai hal dari anggota team-mu, maka mereka akan
merasa menjadi bagian dari team dan mereka dapat melihatmu layak untuk memimpin
mereka.

Dan saat kau mengapresiasi anggota team-mu kau telah menyentuh hatinya, sehingga ia
merasa ada dan mau memberikan yang terbaik hingga termotivasi untuk berprestasi karena
mereka adalah bagian dari Team. Apresiasi tak harus tinggi, namun bermakna. Walaupun
hanya sebait ucapan terima kasih yang tulus.

Karena menjadi pemimpin bukan hanya tentang posisi, bukan tentang manajemen dalam
teori namun tentang bagaimana merangkul setiap orang dengan hati menuju pencapaian
visi bersama yang lebih berarti.