Anda di halaman 1dari 9

A.

Definisi dan pengertian industri


Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi
menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan.
Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri
tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.

B. Keuntungan industrialisasi
Dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, hampir semua Negara menerapkan indusrialisasi
dalam kebijakan ekonominya. Hal ini terkait industri berguna dalam mengatasi pengangguran
dan menyerap banyak tenaga kerja.
1. Meningkatkan devisa Negara
Industrialisasi dapat meningkatkan devisa Negara yang selanjutnya dapat meningkatkan
pendapatan Negara. Fungsi devisa antara lain adalah berfungsi sebagai :
• Alat pembayaran luar negeri (perdagangan, ekspor, impor, dan seterusnya)
• Alat pembayaran utang luar negeri.
• Alat pembiayaan hubungan luar negeri, misalnya perjalanan dinas, biaya korps diplomatik
kedutaan dan konsultan, serta hibah (hadiah, bantuan) luar negeri.
• Sebagai sumber pendapatan negara.
Hal ini dikarenakan dengan adanya industri dapat meningkatkan produksi baik barang maupun
jasa, yang dapat diekspor ke Negara lain, yang selanjutnya akan menambah surplus neraca
pembayaran yang barang tentu akan meningkatkan devisa suatu Negara. Industrialisasi juga
berarti beralihnya penggunaan tenaga produksi dari alat-alat tradisional diganti dengan tenaga
mesin. Penggunaan mesin tersebut dapat meningkatkan output produksi yang berlipat daripada
penggunaan alat tradisional. Maka, banyak industri didirikan untuk meningkatkan produksi baik
barang maupun jasa dengan tujuan untuk mendapatkan surplus atau keuntungan yang berlipat
pula. Dalam perdagangan internasional, semakin banyak produksi maka semakin banyak pula
keuntungan yang didapat, apalagi jika produksi tersebut merupakan produksi yang langka dan
sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, Industrialisasi hampir diterapkan oleh hampir semua Negara
dalam kebijakan ekonominya, agar dapat memperoleh devisa Negara yang dapat digunakan
untuk pembiayaan yang lain.
2. Menyerap tenaga kerja
Dengan adanya industrialisasi dapat mengurangi pengangguran, karena dengan dibukanya
industri akan dapat membuka lapangan pekerjaan sehingga lebih dapat menyerap tenaga kerja
baik itu tenaga kerja terampil maupun tidak terampil.
Dengan berkurangnya angka pengangguran juga akan mengurangi angka kemiskinan. Kita tahu
bahwa setiap tahun angka kemiskinan setiap tahun bertambah yang diakibatkan kenaikan jumlah
penduduk, salah satu cara untuk dapat mengurangi pengangguran adalah dengan adanya
industrialisasi karena dapat menyerap banyak tenaga kerja.
3. Meningkatkan pendapatan masyarakat
Seperti dijelaskan diatas, bahwa industrialisasi akan dapat mengurangi pengangguran dengan
terbukanya lapangan kerja yang baru. Masyarakat akan mendapatkan pekerjaan yang semula
hanya menganggur. Tentu saja ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat dengan dibukanya
industri-industri yang baru. Dengan meningkatnya pendapatan masyarkat berarti kesejahteraan
masyarakat juga akan ikut bertambah. Hal ini tentu sesuai dengan tujuan Negara untuk
meningkatkan kesejahteraan warganya.
4. Terbukanya usaha-usaha informal
Industrialisasi di berbagai bidang dapat meningkatkan pertumbuhan usaha-usaha informal akibat
dibukanya sebuah industri di suatu daerah. Sebagai contoh, dengan dibukanya industri pariwisata
selain membuka lapangan pekerjaan di industri pariwisata tersebut juga akan menumbuhkan
sector-sektor usaha infornal terutama bagi warga sekitar, misalnya dengan dibukanya tempat
pariwisata baru, warga sekitar dapat berjualan barang-barang atau cindera mata atau juga dapat
menyewakan fasilitas-fasilitas tertentu.
Biasanya sector-sektor ini digarap oleh mereka yang kurang terampil dan kurang terdidik. Akan
tetapi hal ini tentu akan dapat mengurangi pengangguran. Pengangguran di Negara ini sebagian
besar dialami oleh warga yang kurang terdidik dan kurang terampil, maka dengan adanya
pertumbuhan usaha informal tersebut dapat mengurangi pengangguran tanpa perlu susah payah
membuka lapangan usaha baru yang barang tentu akan dapat mengurangi kemiskinan.
C. Syarat syarat berdirinya suatu industri

 Tersedianya bahan mentah


 Tersedianya modal
 Tersedianya sumber tenaga seperti tenaga dari minyak bumi,batu bara, air,dan
sebagainya.
 Adanya tenaga buruh (termasuk tenaga ahli)
 Tempat pemasaran bagi hasil industri
 Tersedianya sarana dan prasarana transportasi
 Lokasi yang baik ( Sandy, 1985 : 158 )

D. Sektor Industri
Istilah industri kadang juga diasumsikan atau diartikan sebagai perusahaan ataupun bisnis.
Industri meliputi sektor :
a. Industri Bidang Genetik
Adalah industri yang berhubungan dengan pengelolaan perkebunan, perikanan, pertanian, dan
sebagainya.
b. Industri Bidang Ekstraktif
Adalah industri yang berhubungan dengan pengelolaan pengeboran tanah, pertambangan,
dan sebagainya.
c. Industri Bidang Sintetik
Adalah industri yang berhubungan dengan pengelolaan pembuatan plastik, nilon, imitasi,
dan sebagainya.
d. Industri Bidang Konstruksi
Adalah industri yang berhubungan dengan pengelolaan pembuatan bangunan, pembuatan
jembatan, pembuatan jalan raya, irigasi, dan sebagainya.
e. Industri Bidang Analitik
Adalah industri yang berhubungan dengan pengelolaan mengolah bahan baku menjadi bahan
jadi, misalnya industri sepatu, tekstil, dan lain sebagainya.

E. Tanggung Jawab Industri


Tanggung jawab industri meliputi :
A. Bidang Hukum
Kegiatan bisnis atau industri pada dasarnya berada dalam suatu kerangka hukum yang berlaku,
maka faktor hukum secara utuh dijadikan bahan pijakan para pengusaha untuk membuat
kebijaksanaan usahanya.
B. Bidang Sosial terhadap Masyarakat
Tanggung jawab ini meliputi :
a. Memberikan pelayanan yang baik
b. Memelihara lingkungan fisik
c. Kepedulian terhadap perkembangan sosbud masyarakat dengan turut serta mengembangkan
sesuatu untuk kemajuannya.
d. Turut serta meningkatkanda kesejahteraan masyarakat
e. Turut serta menyumbangkan beberapa fasilitas umum yang bermanfaat
C. Bidang Sosial terhadap Pemerintah
Kegiatan bisnis atau industri dalam suatu negara tidak terlepas dari kebijaksanaan dan fasilitas-
fasilitas yang diberikan oleh negara. Oleh karena itu sudah sewajarnya para pelaku bisnis
mempunyai perhatian baik terhadap pemerintah dalam bidang-bidang :
a. APBN/ APBD melalui pembayaran pajak/ retribusi.
b. Keserasian pembangunan dan pengembangan kota-kota dan desa-desa melalui berbagai upaya
penyediaan sarana dan prasarana.
c. Pengembangan koperasi dan usaha kecil
d. Pengembangan kebudayaan nasional
e. Pengembangan olahraga
f. Pengembangan produk eksport.

F. Tujuan Industri
Industri atau perusahaan bertujuan untuk :
1. Memperoleh penghasilan dengan keuntungan yang wajar.
2. Memenuhi kebutuhan manusia.
3. Meningkatkan kemakmuran masyarakat.
4. Mengusahakan pemerataan hasil, yang penyalurannya meliputi, pemilik modal, pengurus
atau pengelola perusahaan, karyawan, kreditor, dan pemerintah.
5. Mendorong ekonomi lainnya, seperti perbankan, keuangan, transportasi, komunikasi,
asuransi, marketing/ periklanan, usaha jasa.
6. Mendorong kemajuan di bidang tertentu, seperti mendorong lembaga penelitian melakukan
riset produk baru, pembentukan sekolah khusus, kemajuan teknologi, dan perkembangan budaya.

G. Fungsi Industri
Industri mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Menghubungkan produsen dan konsumen.
a. Berkaitan dengan produksi
b. Berkaitan dengan penyaluran barang
c. Berkaitan dengan penyaluran jasa
2. Dalam menggunakan sumber ekonomi, yang digunakan dengan optimal, efisien, dan efektif.
3. Dalam mengoptimalkan kegiatan perusahaan, berkaitan dengan penggunaan sumber-sumber
dan pengoptimalan kegiatan.
4. Dalam bidang sosial, yang meliputi pemanfaatan SDM setempat, kesejahteraan pegawai
yang merupakan dasar kesejahteraan masyarakat, membuka kesempatan kepada masyarakat
untuk memiliki perusahaan dengan cara penjualan saham, dan kepedulian sosial kepada
masyarakat.
MENERAPAKAN PEDOMAN, PROSEDUR, DAN ATURAN KERJA
A. USAHA PERUSAHAAN:
Dengan adanya usaha menimbulkan orang berusaha untuk mendirikan perusahaan dengan
persaingan antara satu usaha/bisnis dengan bisnis lainnya.
Persaingan yang sehat akan menimbulkan beberapa keuntungan, yaitu:
1. Produsen akan bekerja lebih efisien dan berusaha menurunkan harga jual
2. Produsen akan berusaha meningkatkan pelayanan bagi konsumen
3. Produsen akan berusaha menciptakan barang baru dengan kualitas yang lebih baik
4. Bisnis yang tidak mampu bekerja secara efisien dan boros terhadap sumber daya, dengan
sendirinya akan menghilang atau berubah menjadi lebih baik

B. DEFINISI PERUSAHAAN
Menurut UU RI no. 13 tahun 2003: Perusahaan adalah:
1. Setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak, milik orang perseorangan, milik
persekutuan, atau milik badan hukum, baik milik swasta maupun milik negara yang
mempekerjakan pekerja buruh dengan membayar upah atau imbalan, atau imbalan dalam
bentuk lain.
2. Usaha-usaha sosial dan usaha-usaha lain yang mempunyai pengurus dan mempekerjakan
orang lain dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.

Dengan menjalankan perusahaan tentu berharap akan adanya laba atau keuntungan, yang
sangat penting bagi perusahaan dengan alasan:
a. Laba menjadi tujuan dari kegiatan bisnis, agar dapat menjaga kelangsungan perusahaan
b. Laba adalah insentif atau pendorong untuk bekerja lebih efisien
c. Laba yang dicapai merupakan ukuran standar perbandingan dengan usaha lainnya
d. Laba sebuah perusahaan merupakan penghasilan bagi pemerintah, karena semakin
meningkatnya laba bisnis, semakin meningkat pula penghasilan pemerintah dari system
perpajakan

C. KERJA SAMA ANTAR PERUSAHAAN


Inidilakukandenganalasanuntukmembatasipersaingan; kerjasama yang dilakukandalambentuk:
1. KARTEL : suatubentukkerjasamaantarperusahaansejenisdalamjangkawaktutertentu yang
masing-masingnyatetapberdirisendiridengantujuanmenguasaipasar
2. TRUST :penggabunganbeberapaperusahaan yang tadinyaberdirisendiri, menjadisatuvisi,
baikdipandangdarisudutekonomimaupunsudut hukum.
Penggabunganinibisasecara :
a. Datar/horizontal : missal beberapaindustrisejenisdigabungkanmenjadisatu industry
besar
b. Tegak/vertical : missal perusahaankolom-kolomperusahaandigabungkankanmenjadisatu
c. Sejajar : misalgabunganperdaganganbeberapajenisbarang
3. JOINT VENTURE : suatugabunganantaraduapihakataulebih yang mengumpulkan modal
untukmendidrikanbadanusahadenganperjanjiantertentu
4. MERGER :
bentukkerjasamaantaraduaataulebihperusahaan/usahasejeniskarenaadanyapersamaankepe
ntingandengantujuanuntukmemperkuatkedudukandanstabilitasperusahaan
D. PEDOMAN KERJA yaitu:
1. Suatu standar /pedoman tertulis yang dipergunakan untuk mendorong dan menggerakkan
suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi.
2. Pedoman kerja merupakan tata cara atau tahapan yang dibakukan dan harus dilalui untuk
menyelesaikan suatu proses kerja tertentu.

Pedoman kerja diberlakukan dengan tujuan :


a. Memperjelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam organisasi
b. Memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab petugas / pegawai terkait
c. Melindungi organisasi/unit kerja dan petugas/pegawai dari malpraktik atau kesalahan
administrasi lainnya
d. Untuk menghindari kegagalan, kesalahan, keraguan, duplikasi, dan inefisiensi
e. Memperlancar tugas pegawai atau unit kerja
f. Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan dalam suatu proses pekerjaan
g. Mengarahkan petugas/pegawai untuk berdisiplin dalam bekerja
h. Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin

Kapankah suatu pedoman kerja diperlukan


1. Pedoman kerja di perlukan sebelum melakukan suatu pekerjaan
2. Ketika mengadakan penilaian apakah pekerjaan tersebut sudah dilakukan dengan baik atau
tidak, maka diperlukan pedoman kerja
3. Apabila terjadi revisi atau perubahan langkah kerja yang dapat mempengaruhi lingkungan
kerja

Keuntungan-keuntungan yang akan diperoleh dari adanya pedoman kerja:


1. Adanya pegangan bagi pelaksanaan suatu proses pekerjaan. Pedoman kerja akan menjadi
alat komunikasi dan pengawasan yang menjadikan suatu pekerjaan disediakan secara
konsisten.
2. Para pegawai akan lebih percaya diri dalam bekerja dan mengetahui hal-hal yang harus
dicapai di setiap pekerjaan
3. Pedoman kerja dapat dipergunakan sebagai salah satu alat training dan alat untuk
mengukur kinerja pegawai
E. PROSEDUR KERJA
Di dalam menjalankan operasional perusahaan, peran pegawai memiliki kedudukan dan fungsi
yang sangat signifikan.Karena itu diperlukan STANDAR PROSEDUR KERJA atau STANDARD
OPERATIONAL PROSEDURE (SOP) sebagai acuan kerja, sehingga sumber daya manusia menjadi
professional, handal, dan dapat mewujudkan visi dan misi perusahaan.

Prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain sehingga menunjukkan
adanya suatu urutan bertahap yang harus ditempuh dalam penyelesaian suatu bidang tugas.

Manfaat adanya prosedur kerja antara lain:


a. Prosedur kerja penting artinya sebagai suatu pola kerja yang mejabarkan tujuan, sasaran,
program kerja, fungsi, dan kebijaksanaan perusahaan ke dalam kegiatan-kegiatan
pelaksanaan yang nyata
b. Melalui prosedur kerja yang tepat dapat dilakukan standardisasi dan pengendalian kerja
dengan setepat-tepatnya
c. Prosedur kerja bermanfaat baik bagi para pelaksana, maupun bagi semua pihak yang
berkepentingan untuk dijadikan sebagai pedoman kerja

Prinsip-prinsip penyusunan prosedur kerja:


Mengingat pentingnya prosedur kerja maka teknik penyusunan dan penentuan prosedur kerja
di setiap instnasihendaknyamemenuhiprinsip-prinsipsbb.:
1. Prosedur kerja harus disusun dengan memperhatikan segi-segi tujuan, fasilitas, peralatan,
material, biaya, dan waktu yang tersedia serta segi luas, macam, dan sifat dari suatu tugas
atau pekerjaan.
2. Untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan tepat maka perlu dipersiapkan penjelasan
tentang tujuan pokok organisasi, skema organisasi, berikutnya klasifikasi dan analisis
jabatan, unsur-unsur kegiatan dalam organisasi.
3. Hendaknya ditentukan pula satu pokok bidang tugas yang akan dibuat bagan prosedurnya.
4. Perlu didaftar secara rinci, pekerjaan apa saja yang harus dilakukan berikut lamanya waktu
diperlukan dalam melaksanakan bidang tugas yang ada
5. Dalam penetapan urutan rangkaian pekerjaan, maka antara tahap yang satu dengan tahap
berikutnya harus memiliki hubungan yang erat menuju satu tujuan.
6. Setiap tahap harus merupakan suatu kerja nyata dari pelaksanaan dan penyelesaian seluruh
tugas/pekerjaan.
7. Perlu ditetapkan pula kecakapan dan ketrampilan tenaga kerja yang diperlukan untuk
penyelesaian bidang tugasnya
8. Prosedur kerja harus disusun secara tepat sehingga memiliki stabilitas dan fleksibilitas.
9. Penyusunan prosedur kerja harus selalu disesuaikan dengan perkembangan teknologi.
10. Untuk menjamin penerapan prosedur kerja dengan jelas dan tepat, maka perlu dipakai buku
pedoman.
Buku pedoman prosedur kerja:
Buku pedoman prosedur kerja berupa buku kecil yang memuat:
a. Garis besar organisasi (tugas-tugas tiap jabatan tanpa nama).
b. System dan metode yang berhubungan dengan pekerjaan.
c. Formulir-formulir yang berhubungan dengan pekerjaan.
d. Tanggal dikeluarkan dan pemegang otoritas dari buku pedoman yang diterbitkan
e. Instruksi tentang penggunaan buku pedoman tersebut.
Buku pedoman kerja memberikan keuntungan bagi perusahaan karena membantu
menstandardisasikan metode-metode dalam memberikan pengawasan terhadap apa yang telah
dikerjakan.
Kegunaan Prosedur Kerja:
1. Pedoman kerja dan alat pendidikan, terutama bagi pegawai baru.
2. Alat untuk menyelesaikan perselisihan dalam hubungan kerja
3. Alat untuk mengadakan pembagian kerja dan mengatur frekuensi kerja yang tepat
4. Alat untuk mengatur tata ruang kantor.
5. Alat untuk menghindarkan adanya pekerjaan yang bertumpuk
6. Alat perencanaan kerja dan pengembangannya di kemudian hari
7. Alat untuk mengadakan klasifikasi, uraian, dan analisis jabatan
8. Alat untuk menghemat waktu dalam mengetahui seluruh proses kerja
9. Alat untuk mempersiapkan mekanisme prosedur.

F. ATURAN KERJA
Untuk membina hubungan kerja yang kooperatif, harmonis, dan produktif antara pegawai
selaku mitra usaha dan pengusaha, maka diperlukan adanya kepastian akan hal-hal yang
menjadi hak dan kewajiban, baik bagi pengusaha mau pun pegawai yang terlibat di dalam
hubungan kerja tersebut.