Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pemilihan Usaha


Lilin adalah sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti
oleh bahan bakar padat. Mengingat pada umumnya bentuk lilin yang selama ini
beredar dimasyarakat hanya terbatas dengan bentuk tabung memanjang yang
sederhana dimana hanya berfungsi sebagai penerangan saja. Oleh karena itu, kami
berkeinginan untuk membuat lilin dengan bentuk yang bervariasi dengan berbagai
macam bentuk yang menarik ditambah dengan ditambah wangi aromaterapi.
Aromaterapi merupakan istilah generik bagi salah satu jenis pengobatan alternatif
yang menggunakan bahan cairan tanaman yang mudah menguap, atau dikenal
sebagai minyak esensial. Lilin aromaterapi adalah salah satu bentuk diversifikasi
dari produk lilin yaitu aplikasi lain dari cara inhalasi atau penghirupan
aromaterapi. Aroma yang muncul pada saat lilin dibakar akan memberikan rasa
tenang, rileks, dan nyaman. Dengan adanya inovasi yang akan dilakukan atas
produk lilin hias aromaterapi ini kami mengharapkan agar dapat diterima dan
diminati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pada saat ini produk lilin sendiri belum memiliki banyak variasi. Maka dari
itu, kami berencana akan menginovasikan bentuk lilin yang tidak umum menjadi
bentuk yang sangat unik dan beda dari biasanya dengan ditambah warna yang
menarik serta ditambahkan wangi aromaterapi seperti wangi aloevera, chamomile,
dsb. Lilin tidak hanya digunakan untuk sumber penerangan tetapi juga dapat
digunakan sebagai hiasan, saat ini lilin lebih banyak digunakan dalam upacara
agama, perayaan ulang tahun, pewangi ruangan, dll. Berbagai macam bentuk
hiasan yang dibuat dari lilin dan berbagai metode yang dapat digunakan untuk
mengolah lilin, dari cara ukir, dilelehkan, ataupun diparut. Rumah Lilin
Aromaterapi merupakan bentuk usaha yang memproduksi beraneka macam
bentuk lilin hias yang sangat bervariasi ditambah dengan wangi aromaterapi yang
menenangkan. Dengan adanya produk lilin ini kami berharap dapat
mengoptimalkan pemanfaatan aromaterapi sebagai terapi pengobatan di
masyarakat, sehingga selain menambah nilai jual produk juga dapat mengurangi
ketergantungan masyarakat terhadap obat-obatan kimia yang memiliki efek
kurang baik terhadap kesehatan. Berdasarkan alasan tersebut di atas, maka kami
tertarik untuk melakukan kegiatan usaha dengan menggunakan cara membuat
sendiri produk yang akan dijual. Dalam hal ini, produk yang kami tawarkan
berupa “Lilin Hias Aromaterapi”.

B. Visi dan Misi Usaha


a. Visi
Menjadikan Lilin Hias Aromaterapi sebagai salah satu cara praktis
menghilangkan stress, kepenatan dan sebagai relaksasi dengan wangi
lembut aromaterapi yang kami tawarkan serta dapat menghasilkan
keuntungan.
b. Misi
Memperkuat citra dari Lilin Hias Aromaterapi ini dengan ide-ide yang
inovatif dengan memperhatikan kualitas yang terbaik dengan harga
terjangkau.

C. TUJUAN
Tujuan bisnis lilin hias aromaterapi ini adalah untuk mendapatkan laba
atau keuntungan bagi perusahaan dan untuk menyediakan kebutuhan berupa
souvenir yang menarik bagi masyarakat serta salah satu tujuan utamanya
adalah membuat suatu usaha yang inovatif yang juga bermanfaat untuk
kesehatan jiwa seperti dengan menghirup aromaterapi dari lilin ini dapat
membuat tubuh lebih relaksasi dan memberikan efek yang tenang.
BAB II
ANALISIS ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

A. Gambaran Umum Pasar


Sasaran promosi Rumah Lilin ini adalah di kawasan pariwisata
khususnya di daerah Jimbaran Bali. Usaha kami ini mencoba menawarkan
produk lilin aromaterapi ini ke semua kalangan, kami akan mensurvey
beberapa tempat yang biasa kami gunakan untuk target pasar kami.
Terlebih dari itu kami mencoba mempromosikan barang produksi kami
melalui internet atau jejaring social agar konsumen dapat melihat produk
lilin aromaterapi kami. Selain itu kami juga menerapkan konsep secara
personal selling (dari mulut ke mulut) kami akan berusaha mencari
konsumen di sekitar kami dan menawarkan produk kami ini.
Target kami kebanyakan dari rumah kecantikan (Spa), cafe-cafe
dan pesta pernikahan. Atau toko-toko souvenir dan hotel berbintang serta
pemesanan secara individu

B. Strategi Pemasaran
Dalam melakukan analisis strategi pemasaran kami menggunakan strategi
Marketing Mix yang terdiri dari 4P dan SWOT Analysis.
1. Marketing Mix (4P)
Marketing mix (bauran pemasaran) adalah suatu istilah yan
menggambarkan pemasaran dan faktor produksi yang dikerahkan guna
mencapai tujuan pemasaran seperti laba, omset penjualan, penghasilan
modal yang ditanam, dan bagian dari pasar yang ingin direbut (pangsa
pasar).
a. Product (Produk)
Lilin Hias Aromaterapi merupakan lilin yang diinovasi dalam
bentuk dan warna yang lebih menarik. Dimana lilin ini dicetak di
dalam gelas kecil (Sloky) dan memiliki warna dan bentuk yang
beragam. Lilin ini juga memiliki daya tarik tersendiri karena
mengandung wewangian yang dapat menenangkan.
b. Price (Harga)
Harga Lilin Hias Aromaterapi ini adalah Rp 20.000,00 per
bungkus. Harga ini ditentukan berdasarkan biaya produksi serta
menyesuaikan dengan harga pasar agar terjangkau oleh semua
kalangan serta dapat bersaing di pasaran.
c. Place (Tempat)
Rumah Lilin berlokasi dan beroperasi di daerah Badung, berlokasi
di Jl. Bingin Sari No. 46 Jimbaran, Badung, Bali. Adapun dengan
pertimbangan memilih lokasi tersebut karena dekat dengan kawasan
pariwisata seperti spa dan jumlah penduduk yang relatif besar.
d. Promotion (Promosi)
1) Dari mulut ke mulut
Promosi ini merupakan promosi yang paling sederhana,
serta tidak memerlukan banyak biaya untuk melakukan promosi
ini. Cukup dengan bercerita kepada teman-teman atau keluarga
mengenai usaha Rumah Lilin dan mempromosikan usaha ini.
2) Dengan media internet
Promosi juga dilakukan dengan menyebarkannya dengan
menggunakan media internet, seperti instagram, facebook, dan
lain-lain. Karena sebagian besar masyarakat telah menggunakan
media internet, sehingga masyarakat dapat mengetahui usaha
ini.
2. Analisis SWOT
Menurut Pearce dan Robinson pengertian “Analisis SWOT adalah
bagian dari proses manajemen strategik perusahaan yang bertujuan untuk
mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan utama perusahaan.
Kelemahan dan kekuatan utama tersebut dibandingkan dengan
peluang dan ancaman ekstern sebagai landasan untuk menghasilkan
berbagai alternatif strategi. Analisi SWOT dibagi menjadi 4 yaitu:
a. Strengths (Kekuatan)
Kami memproduksi Lilin Hias Aromaterapi yang lebih menarik
dibanding dengan lilin biasa yang dijual dipasaran ditambah dengan
wangi aromaterapi yang memberikan efek relaksasi serta terbuat dari
bahan yang aman digunakan. Lilin Hias Aromaterapi ini cocok
digunakan oleh semua kalangan. Lilin Hias Aromaterapi ini
diproduksi dengan peralatan produksi yang cukup memadai dengan
bahan baku yang aman serta kemasan dengan desain menarik dan
berkualitas. Untuk harga jual kami menyesuaikan dengan model
yang dipesan oleh konsumen dan harganya pun sangat terjangkau.
Kualitas produk yang kami tawarkan terjamin dari bahan-bahan yang
aman digunakan dan tidak ada efek samping apapun. Kami
menginovasikan produk kami dengan bervariasi bentuk, warna, dan
berbagai wangi aromaterapi kemudian kami bingkis dengan
bungkusan dan hiasan yang cantik sehingga akan meningkatkan
minat konsumen. Dalam usaha ini masih sedikit pembisnis yang
memproduksi Lilin Hias Aromaterapi oleh karena itu pesaing dalam
bisnis ini relatif sedikit.

b. Weaknesses (Kelemahan)
Karena kami membeli bahan untuk memproduksi lilin hias
aromaterapi ini di toko yang khusus menjual bahan kimia yang tidak
tersedia setiap saat dan juga untuk mendapatkan bahan utama lilin
seperti parafin bisa dikatakan sulit didapatkan. Proses produksi nya
pun tergantung dari tersedia nya bahan dari pemasok, maka dari itu
bisa saja proses produksi akan terhambat.

c. Opportunities (Peluang)
Karena pada umumya bentuk lilin yang dijual di pasaran hanya
sejenis saja, maka dari itu kami melakukan inovasi terbaru yakni
kami memproduksi lilin hias dengan bentuk yang bervariasi
ditambah wangi aromaterapi dimana peluang pasar nya sangat besar
karena masih sangat sedikit perusahaan yang memproduksi lilin jenis
ini. Lilin hias aromaterapi ini pun tidak hanya berfungsi sebagai alat
penerangan saja tetapi juga sebagai media relaksasi untuk
menghilangkan kepenatan/stress dengan wangi aromaterapi yang
terdapat dalam lilin yang kami tawarkan. Pada saat ini usaha lilin
hias di Bali belumlah banyak, sehingga peluang usaha masih besar
asalkan dikerjakan dengan kesabaran dan keuletan. Untuk bahan
baku, kami mengusahakan untuk menggunakan bahan baku dengan
kualitas yang bagus dan masih layak digunakan dan bisa diproses
disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Masyarakat merespon
dengan baik usaha kami ini karena tidak membuat keributan,
pencemaran udara, serta pencemaran limbah.

d. Threats (Ancaman)
Perkembangan bisnis lilin hias aromaterapi ini dapat
dipengaruhi oleh harga bahan baku, untuk bahan baku seperti
parafin, pewarna, dan pewangi bisa disimpan dalam jangka waktu
yang lama karena tahan lama dan aman. Tetapi untuk harga bahan
baku akan menjadi suatu hambatan di masa depan, karena harga
bahan baku itu sendiri selalu mengalami perubahan dan penjual
beberapa bahan baku juga terkadang sulit untuk ditemukan. Hal
tersebut dapat menyebabkan kenaikan harga produk yang mungkin
dapat mengurangi pembeli serta munculnya pesaing baru yang
menjual lilin hias aromaterapi lainnya.
BAB III
ANALISIS ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA

A. Bentuk Usaha
Bentuk usaha yang dijalankan adalah bentuk usaha Persekutuan
karena modal dari usaha ini bersumber dari seluruh anggota dan seluruh
anggota memiliki tanggung jawab atas jalannya usaha. Keuntungan yang
diperoleh akan dibagi rata.

B. Struktur Organisasi Usaha

Pemilik

Bag. Keuangan Bag. Produksi Bag. Pemasaran

C. Jumlah Tenaga Kerja


Tenaga kerja dalam usaha ini adalah sebanyak 2 orang. 2 orang
tersebut terdiri dari 1 orang sebagai pemilik perusahaan sekaligus bekerja
dibagian produksi sedangkan 1 orang lagi berada dibagian keuangan dan
pemasaran.
Pembagian tugas :
a. Pemilik
Menyediakan modal usaha, mengontrol kegiatan usaha secara
keseluruhan, dan menentukan kapasitas produksi setiap satu kali
produksi.
b. Bagian Keuangan
Mengecek total pembelanjaan dan total penjualan setiap hari,
mencatat kas masuk dan kas keluar, dan membuat laporan
laba/rugi.

c. Bagian Produksi
Membeli bahan baku untuk produksi, mencatat dan
melaporkan jumlah pembelian yang dilakukan, dan melakukan
proses produksi.
d. Bagian Pemasaran
Melakukan promosi, melayani pembeli, dan mencatat dan
melaporkan hasil penjualan setiap hari.
BAB IV
ANALISIS ASPEK PRODUK DAN PRODUKSI

A. Deskripsi Produk
Rumah Lilin merupakan usaha yang memproduksi lilin yang diinovasi
dalam bentuk dan warna yang lebih menarik. Dimana lilin ini dicetak di
dalam gelas kecil (Sloki) dan memiliki warna dan bentuk yang beragam. Lilin
ini juga memiliki daya tarik tersendiri karena mengandung wewangian
aromaterapi yang dapat menenangkan.

B. Rencana Produksi
1. Produksi
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam proses memproduksi lilin
hias aromaterapi adalah:

a) Bahan Baku

No Bahan Baku Kuantitas Satuan

1 Parafin 1 kg
2 Aromaterapi 20 ml
3 Pewarna 1 kotak
4 Sumbu Lilin 1 gulung
5 Sloki 25 Buah

b) Bahan Penolong

No Bahan Penolong Kuantitas Satuan

1 Pasir 5 bungkus
2 Kerang 3 bungkus
3 Gliter 3 bungkus
5 Pita Hiasan 1 gulung
6 Kertas Logo 1 Pack
7 Plastik 1 Pack
8 Tusuk Gigi 1 Bungkus
2. Sarana dan Prasarana
Berbagai sarana dan prasarana berupa peralatan dan perlengkapan
yang dibutuhkan untuk menunjang proses produksi lilin ini, antara lain:
a) Peralatan

No Peralatan Kuantitas Satuan

1 Kompor 1 Buah
2 Gas 1 Buah
3 Panci 1 Buah
4 Gunting 2 Buah
5 Sendok 2 Pcs
6 Pisau 2 Buah
7 Lap 1 Pcs
8 Piring 1 Pcs

b) Perlengkapan
No Perlengkapan Kuantitas Satuan
1 Lap 1 Buah

C. Proses Produksi
Langkah-langkah membuat Lilin Hias Aromaterapi
1) Siapkan panci berukuran sedang, kemudian isi dengan air setengahnya.
Nyalakan kompor dengan api sedang dan panaskan air dalam panci.
2) Sambil menunggu air berubah menjadi panas, siapkan bahan
utamanya. Rajang atau hancurkan bahan lilin (parafin), sisa lelehan
atau lilin baru yang sudah disiapkan tadi dengan pisau agar cepat leleh.
3) Siapkan sumbu dan cetakannya. Caranya, ambil sumbu dan ukur
sesuai yang diperlukan, kemudian potong dengan gunting. Letakkan
dalam cetakan dengan sisa sumbu dijaga jangan sampai tertimpa
lelehan lilin semuanya.
4) Masukkan lilin rajangan tadi ke dalam panci kecil. Cek terlebih dahulu
apakah air dalam panci besar sudah panas. Kalau sudah, letakkan
wadah kecil diatas air panas dalam panci besar.
5) Cara melelehkan lilin ini mirip seperti melelehkan coklat. Aduk-aduk
lilinnya sampai leleh seluruhnya.
6) Setelah meleleh sempurna, matikan kompor dan angkat panci kecilnya.
Tambahkan pewarna bubuk (kami menggunakan crayon yang
dilelehkan) dan juga bibit minyak wangi atau parfumnya, kemudian
aduk sampai tercampur rata.
7) Agar lilinnya terlihat cantik dan menarik, bisa ditambahkan glitter atau
pernak-pernik hiasan cantik ke dalam lelehan lilin tersebut.
Selanjutnya aduk sampai glitter tercampur rata.
8) Tuangkan lelehan lilin pada cetakan yang sudah disiapkan tadi, isi ¾
bagiannya saja.
9) Diamkan sampai lelehan lilin mengering dan dingin. Supaya lebih
cepat bisa dikipas dengan kipas angin kecepatan rendah.
BAB V
ANALISIS ASPEK KEUANGAN

A. Proyeksi Cash Flow


1. Sumber Pendanaan Usaha
Sumber pendanaan usaha Rumah Lilin ini adalah berasal dari
modal pemilik. Masing-masing orang menyetorkan dananya sebesar
Rp 2.500.000. Sehingga sumber dana yang dimiliki dari setoran
pemilik adalah sebesar Rp 5.000.000.

2. Neraca Saldo Awal


ASET LIABILITAS & EKUITAS
Aset Lancar Liabilitas
Kas Rp 4.401.000 Utang Rp -
Aset Tetap Ekuitas
Peralatan Rp 593.000 Modal Rp 5.000.000
Perlengkapan Rp 6.000

Total Rp 5.000.000 Total Rp 5.000.000

3. Modal Investasi (Aktiva Tetap)

No Peralatan Kuantitas Satuan Harga per Satuan Total Harga

1 Kompor 1 Buah 250.000 250.000


2 Gas 1 Buah 220.000 220.000
3 Panci 1 Buah 50.000 50.000
4 Gunting 2 Buah 10.000 20.000
5 Sendok 2 Pcs 2.000 4.000
6 Pisau 2 Buah 20.000 40.000
7 Lap 1 Pcs 6.000 6.000
8 Piring 1 Pcs 3.000 3.000
Jumlah 593.000
4. Proyeksi Biaya
a. Bahan Baku

No Bahan Baku Kuantitas Satuan Harga per Satuan Total Harga

1 Parafin 1 kg 24.000 24.000


2 Aromaterapi 20 ml 1.000 20.000
3 Pewarna 1 kotak 8.500 8.500
4 Sumbu Lilin 1 gulung 2.000 2.000
5 Sloki 25 Buah 2.700 67.500
Jumlah 122.000
Produksi 25 Buah 122.000
Produksi 1 Buah 4.880
1 bulan produksi 200 Buah 976.000
Jumlah kebutuhan untuk 1 tahun 11.712.000

b. Bahan Penolong

No Bahan Penolong Kuantitas Satuan Harga per Satuan Total Harga

1 Pasir 5 bungkus 5.000 25.000


2 Kerang 3 bungkus 3.000 9.000
3 Gliter 3 bungkus 2.500 7.500
5 Pita Hiasan 1 gulung 8.000 8.000
6 Kertas Logo 1 Pack 12.000 12.000
7 Plastik 1 Pack 200 5.000
8 Tusuk Gigi 1 Bungkus 2.700 2.700
Jumlah untuk produsi 25 buah 69.200
Biaya produksi per buah 2.768
Biaya produksi per bulan (200 buah) 553.600
Biaya produksi per tahun 6.643.200

c. Penyusutan
Masa Harga Beban Beban
No Aset Nilai Sisa
Manfaat Perolehan Penyusutan/tahun Penyusutan/bulan
1 Kompor 5 250.000 25.000 45.000 3.750
2 Gas 10 220.000 22.000 19.800 1.650
3 Panci 3 50.000 5.000 15.000 1.250
4 Gunting 3 21.000 2.100 6.300 525
5 Pisau 3 40.000 4.000 12.000 1.000
6 Sendok 5 2.000 200 360 30
7 Piring 5 3.000 300 540 45

JUMLAH 8.250
d. Biaya Tenaga Kerja Langsung

No Bagian Jumlah Upah per Unit Jumlah Jumlah Hari Gaji/bulan Gaji/Tahun
Karyawan Produksi Produksi Produksi
1 Produksi 1 1.000 25 8 200.000 2.400.000

JUMLAH 200.000 2.400.000

Berdasarkan data di atas maka biaya tenaga kerja langsung per


bulan adalah Rp 200.000

e. Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung


Jumlah Upah per Unit Jumlah Jumlah Hari
No Bagian Karyawan Produksi Produksi Produksi Gaji/bulan Gaji/Tahun
1 Keuangan &Pemasaran 1 1.500 25 8 300.000 3.600.000

JUMLAH 300.000 3.600.000

Berdasarkan data di atas maka biaya tenaga kerja tidak langsung


per bulan adalah Rp 300.000

B. Proyeksi Laba/Rugi
a. Harga Pokok Penjualan
Biaya Pokok Produksi Per Unit
Biaya Bahan Baku = 4.880
Biaya Tenaga Kerja Langsung = 1.000
Biaya Overhead Pabrik = 2.768
Total Biaya Pokok Produksi = 8.648

Penetapan Harga Jual


Harga Pokok = 8.648
Margin Keuntungan dari harga pokok = 150%
Harga Jual = 21.620
Pembulatan = 20.000
b. Analisa Laba/Rugi per Bulan
Penjualan (200 @20.000) Rp 4.000.000
Beban Pokok Penjualan:
Biaya Bahan Baku Rp 976.000
Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp 200.000
Biaya Overhead Pabrik Rp 553.600
Beban Pokok Penjualan Rp 1.729.600
Laba Kotor Rp 2.270.400

Biaya Operasi:
Biaya Administrasi & Umum:
Biaya Air Rp 20.000
Biaya Telepon Rp 100.000
Biaya Transportasi Rp 50.000
Biaya Penyusutan Rp 8.250
Total Biaya Administrasi & Umum Rp 178.250
Biaya Pemasaran
Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung Rp 300.000
Total Biaya Operasi Rp 478.250

Laba Bersih Rp 1.792.150

C. Analisa Kelayakan Usaha


a. Analisa Payback Period
Proceeds = EAT + Depresiasi
= Rp 1.792.150 + Rp 8.250
= Rp 1.800.400 per bulan
Pada perhitungan Payback Periode diasumsikan bahwa nilai Proceeds tiap bulan adalah
sama yaitu Rp 1.800.400

Payback Period = (Jumlah Investasi : Jumlah Proceeds) x 1 Bulan


= Rp5.000.000 : Rp 1.800.400 x 1 Bulan
= 2,78 Bulan
= 2 Bulan 23 Hari

Kesimpulan :
Dari perhitungan di atas maka dapat disimpulkan bahwa modal yang
diinvestasikan ke usaha Rumah Lilin ini akan kembali dalam jangka
waktu 2 Bulan 23 Hari.
b. Break Even Point
a. BEP Unit = Biaya Tetap : (Harga Jual per Unit - Biaya Variabel per Unit)
= 178.250 : 20.000 - 10.148
= 178.250 : 9.852
= 18

b. BEP Rupiah = Biaya Tetap : (1 - (Biaya Variabel : Harga Jual))


= Rp 178.250 : (1 - Rp 10.148 : Rp 20.000
= Rp 178.250 : 0,4926
= Rp 361.855

Kesimpulan:
Berdasarkan perhitungan BEP di atas maka usaha Rumah Lilin
ini akan mencapai BEP apabila usaha Rumah Lilin telah mencapai
omset penjualan Rp 361.855. Jika usaha ini berhasil menjual dan
mendapat omset lebih dari itu baru perusahaan memperoleh
keuntungan.

c. Return On Investment
ROI = Laba Bersih Operasi : Investasi x 100%
= Rp 1.792.150 : Rp5.000.000 x 100%
= 0,3584300 x 100 %
= 0,36 %

Kesimpulan:
Berdasarkan perhitungan ROI di atas maka usaha Rumah Lilin
menghasilkan laba bersih sebesar 0,36% dari investasi yang ditanam
di awal usaha didirikan.
BAB VI
PENUTUP

A. SIMPULAN
Dilihat dari aspek pasar dan pemasaran, usaha Rumah Lilin
berpeluang untuk memenuhi standar kelayakan bisnis. Selain itu, lilin hias
aromaterapi juga sangat cocok untuk dijadikan souvenir , jadi harapannya
rencana bisnis Rumah Lilin ini dapat dijalankan sesuai dengan rencana dan
dapat mencapai visi dan misi dari usaha ini serta dapat berkembang
menjadi usaha yang lebih besar. Berdasarkan aspek pasar dan pemasaran
tersebut, maka usaha Rumah Lilin dapat dikatakan layak.

B. SARAN