Anda di halaman 1dari 87

Bayu Surya Permana, S.

Pd

GEOGRAFI

TIM PENGEMBANG KURIKULUM

SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI


GEOID – 3.3/ 4.3/Ganjil/III/003

LANGKAH – LANGKAH PENELITIAN GEOGRAFI

1. IDENTITAS
a. Nama Mata Pelajaran : Geografi
b. Semester :1
c. Kompetensi Dasar :

3.3. Memahami langkah – langkah penelitian ilmu geografi


dengan menggunakan peta
4.3. Menyajikan hasil observasi lapangan dalam bentuk
makalah yang dilengkapi dengan peta, bagan, gambar,
tabel, grafik, foto, dan atau video

d. Materi Pokok : Langkah – Langkah Penelitian Geografi


e. Alokasi Waktu : 3 JP x 4 Pertemuan
f. Tujuan Pembelajaran :

Melalui pembelajaran berbasis aktivitas diharapkan peserta


didik mampu memahami karakteristik langkah – langkah
penelitian geografi beserta manfaatnya dengan penuh rasa
syukur, ingin tahu, teliti dan bertanggung jawab.

g. Materi Pembelajaran :

FAKTUAL

“Tujuh belas agustus tahun empat lima, Itulah hari


kemerdekaan kita, hari merdeka nusa dan bangsa, hari lahirnya
bangsa indonesia, MERDEKA, sekali merdeka tetap merdeka,
selama hayat masih di kandung badan, kita tetap setia tetap sedia
mempertahankan Indonesia, kita tetap setia tetap sedia membela
Negara kita”.
Begitulah kiranya penggalan lagu kemerdekaan yang terus
berkumandang, khususnya setiap peringatan hari kemerdekaan
yang jatuh pada tanggal 17 Agustus di seluruh pelosok Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Bahkan gaungnya mampu
mempersatukan hati seluruh rakyat Indonesia yang berbeda latar
belakang suku bangsa, budaya dan bahasa. Gaung syair yang
menyatakan dan menegaskan bahwa mulai tanggal 17 Agustus
1945 Indonesia telah lahir menjadi sebuah Negara yang merdeka.
Semangat untuk mengakhiri peperangan dan penindasan dari
kaum penjajah serta keinginan untuk berdiri dibawah kaki
pemerintahan Negara sendiri yang berdaulat dan demokrasi
semakin menambah warna semangat bersatu dari seluruh rakyat
Indonesia. Bahkan saat itu baik pemuda, maupun orang tua
segenap menyerukan bahwa Indonesia adalah merah darahku dan
putih tulangku. Tak terukur betapa besarnya semangat dalam
menyambut harapan kehidupan yang lebih baik di masa depan
setelah momentum proklamasi 17 Agustus 1945 yang ditanda
tangani oleh Soekarno-Hatta dengan mengatasnamakan rakyat
Indonesia. Akan tetapi, seiring dengan waktu yang terus berjalan
dan mulai lunturnya kenangan kepahitan masa lalu karena
generasi bangsa yang telah pula berganti, maka semakin luntur
pula semangat dan gaung kata merdeka di dalam sanubari rakyat
dan segenap generasi kemerdekaan itu sendiri.
Coba tengok sejenak, sudah 71 tahun Indonesia
menyandang status sebagai sebuah negara merdeka yang lepas
dari segala bentuk imperialisme penjajahan asing khususnya
Belanda dan Jepang. Namun di usianya yang lebih dari setengah
abad tersebut ternyata bentuk-bentuk penjajahan tersebut
sepertinya masih terus melanda bangsa ini. Ikrar Proklamasi pada
tanggal 17 Agustus 1945 dan Pancasila sebagai Dasar Negara
yang dulu begitu “sakti” sehingga bisa menyatukan semua
komponen bangsa, pada saat ini seolah-olah sudah tidak ada arti
dan maknanya lagi. Cita-cita luhur bangsa Indonesia yang
tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,
sepertinya hanya menjadi sebuah mimpi disiang hari.
Kemerdekaan yang diraih dengan tetesan - tetesan darah yang
membasahi tanah Ibu Pertiwi, keringat bercampur air mata dari
para istri dan anak para pejuang kemerdekaan yang ditinggalkan
untuk bertempur di medan perang. Tidak hanya itu, segenap
tenaga, nyawa, mimpi dan sejuta harapan rela dipertaruhkan
bahkan dikorbankan oleh para pejuang kemerdekaan kita demi
demi masa depan kehidupan berbangsa yang lebih baik, teryata
hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang atau beberapa oknum
saja.
Di usia negara yang semakin dewasa ini, alih-alih makin
subur makmur gemah ripah loh jinawi kerta raharja aman
sentosa, justru rakyat makin sengsara. Kekayaan sumberdaya
alam semakin menipis bahkan hampir habis dikuras dan
dieksploitasi oleh pihak asing dengan dalih “investasi”, keindahan
alam sudah tidak tampak lagi karena tergerus oleh “keserakahan”
orang-orang berkantong tebal yang berlindung dibalik “program
pembangunan”.
Pada tanggal 18 Agustus 1945, Sidang PPKI telah membuat
sebuah kesimpulan bahwa : “ Perjuangan pergerakan
kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang
berbahagia, dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat
Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Indonesa, yang
merdek, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”. (Pembukaan UUD
1945, Alinea Ke-2).
Pertanyaannya, bukankah pada saat itu kita (Bangsa
Indonesia) sudah berada di depan pintu gerbang kemerdekaan
Indonesia?, pintu gerbang negara yang bersatu?, pintu gerbang
negara yang berdaulat?, pintu gerbang negara yang adil? dan
pintu gerbang negara yang makmur?. Lantas mengapa sejak saat
itu sampai sekarang kita (Bangsa Indonesia) seperti tidak pernah
masuk ke dalam dan menjadi penghuni “rumah” negara yang
merdeka, bersatu berdaulat adil dan makmur tersebut!.
Sepertinya kita lebih memilih menjadi “Hansip” yang karena diberi
sedikit “tips” saja, bisa membiarkan orang asing mengeksploitasi
dan mengeksplorasi segala Sumber Daya Alam dari rumah yang
sebenarnya milik kita sendiri. Ketika kita hendak mengelola,
mengurus dan mengembangkan rumah tersebut, kita hanya bisa
menengadahkan tangan mengajukan “modal pinjaman” kepada
pihak Asing.
Tidak hanya itu, berbagai tantangan dan hambatan semakin
nyata adanya membentang di depan untuk menyambut para
generasi bangsa ini yang semakin loyo. Kuantitas penduduk yang
semakin tinggi sedangkan kualitas yang semakin menurun.
Setidaknya ada 3 tantangan utama yang saat ini harus dihadapi
bangsa ini.
Pertama, pada tahun 2020 jumlah penduduk Indonesia
akan mencapai 278,5 juta jiwa. Itu berarti akan terjadi
peningkatan kebutuhan akan pangan, minum, lahan pemukiman,
dan kebutuhan-kebutuhan primer yang lain. Sedangkan saat ini
konversi lahan pertanian menjadi bangunan dan industry berjalan
begitu pesat. Pada tahun 2014, menteri pertanian Suswono
mengungkapkan bahwa rata-rata konversi lahan pertanian
pertahun mencapai 100 Hektar. Apabila ini dibiarkan maka
generasi ini ke depan akan mengalami krisis pangan yang sangat
menghawatirkan. Bahkan menteri perdagangan republik Indonesia
Thomas Lembong mengatakan bahwa pemerintah sulit
menghindari impor untuk memenuhi kebutuhan pangan
masyarakat Indonesia. Bahan pangan yang akan diimpor pada
tahun 2016 antara lain adalah beras, daging sapi berupa sapi
bakalan dan gula mentah. Dalam harian CNN disebutkan bahwa
Indonesia merencanakan mengimpor sapi sebanyak700-800 ribu
ekor, sementara gula mentah di atas tiga juta ton. Sementara
untuk beras, ada kebutuhan impor lagi di luar impor 1,5 juta ton
yang disepakati pada September 2015.
Kedua, realisasi MEA 2016. MEA merupakan suatu pola
mengintegrasikan ekonomi ASEAN dengan cara membentuk
sistem perdagangan bebas atau free trade antara negara-negara
anggota ASEAN. Sehingga para lulusan akan dihadapkan pada
dampak aliran bebas barang bagi negara-negara ASEAN, dampak
arus bebas jasa, dampak arus bebas investasi, dampak arus
tenaga kerja terampil, dan dampak arus bebas modal.
Pertanyaannya apakah mereka sudah siap untuk ikut
berpartisipasi dalam gelaran MEA 2016?. Dalam hemat penulis,
ada minimalnya 5 hambatan yang harus dijawab oleh para
generasi UNPBT dan UNCBT 2016 dalam rangka berpartisipasi di
ajang MEA 2016. Satu, mutu pendidikan tenaga kerja masih
rendah, dimana hingga Febuari 2014 jumlah pekerja
berpendidikan SMP atau dibawahnya tercatat sebanyak 76,4 juta
orang atau sekitar 64 persen dari total 118 juta pekerja di
Indonesia. Dua, ketersediaan dan kualitas infrastruktur masih
kurang sehingga memengaruhi kelancaran arus barang dan jasa.
Tiga, sektor industri yang rapuh karena ketergantungan impor
bahan baku dan setengah jadi. Empat, keterbatasan pasokan
energi. Lima, lemahnya Indonesia menghadapi serbuan impor, dan
sekarang produk impor Tiongkok sudah membanjiri Indonesia.
Ketiga, Tingginya laju pertumbuhan penduduk dunia. Pada
oktober 2011 jumlah penduduk dunia mencapai angka 7 miliiar
jiwa dan terus bertambah seiring dengan laju pertumbuhan
penduduk yang tidak pernah berhenti dan cenderung selalu naik
dari waktu ke waktu. Apabila laju pertumbuhan penduduk ini
relative konstan, maka jumlah penduduk pada tahun 2050 akan
mencapai angka 9 milliar jiwa dan pada 2100 akan menembus
angka 11 miliar jiwa. Hal ini tentunya menjadi sebuah polemic
luar biasa yang memerlukan penanganan dan penyelesaian yang
cepat. Meningkatnya jumlah penduduk maka akan meningkatkan
aspek kehidupan yang lain juga, diantarannya meningkatnya
kebutuhan akan pangan, meningkatnya kebutuhan akan lahan
pemukiman, tingginya persaingan mendapatkan pekerjaan,
tingginya persaingan mendapatkan pendidikan, dan meningkatnya
kebutuhan akan air bersih. Hal itu pun akan seiring dengan
meningkatnya kerusakan lingkungan.
Meningkatnya kebutuhan pangan merupakan salah satu
indikator yang harus diantisipasi ketika jumlah penduduk
meningkat. Thomas Malthus pernah berbicara bahwa pada abad
ke 20 dunia akan mengalami krisis pangan, hal itu dikarenakan
laju pertumbuhan penduduk mengikuti deret ukur dan
pertumbuhan pangan akan mengikuti deret hitung. Tentunya
tidak ada keseimbangan antara jumlah penduduk dengan
pertumbuhan pangan apalagi saat ini laju konversi lahan terus
meningkat. Mantan Menteri kehutanan RI, Zulkifli hasan pernah
berbicara pada kuliah umum di universitas Samratulangi
menyebutkan bahwa biokapasitas yang diperlukan manusia saat
ini adalah 1,5 planet bumi dan akan menjadi 2 kali planet bumi
pada tahun 2050.
Tidak lepas dari itu saat ini sebanyak 4 miliar penduduk
dunia mengalami kekurangan air bersih, hal itu tidak
mengherankan karena beberapa factor. Pertama, saat ini sumber
air tawar terbesar di dunia yakni daerah kutub utara dan selatan
terus mengalami penyusutan. Kedua, kebiasaan konsumsi
masyarakat yang masih tetap tinggi. Ketiga, salah satu sumber air
bersih di dunia, yakni sungai di jadikan sebagai tempat
pembuangan sampah, baik sampah rumah tangga atau limbah
industry. Menurut laporan dari bank dunia yang termuat di dalam
national geography edisi april 2014 menyebutkan bahwa hampir 1
milliar penduduk dunia buang air di sungai, dan 2,5 miliar
penduduk dunia tidak memiliki akses terhadap jamban.
Dampak lainnya adalah semakin besarnya persaingan
mendapatkan lapangan pekerjaan. Pada oktober 2010, national
geography Indonesia menyebutkan bahwa diseluruh dunia
terdapat 215 juta pekerja anak yang bekerja di berbagai bidang di
dunia. Hal ini cukup mengejutkan, artinya pada 2010 pekerja
anak hampir 3,5% dari total populasi dunia. Hal itu mereka
lakukan tak lain hanya untuk bertahan hidup.

KONSEPTUAL

I. PENELITIAN GEOGRAFI
Geografi sebagai sebuah pengetahuan adalah pengetahuan
geografis yang dapat dimiliki oleh setiap orang tanpa melalui
pendidikan formal melainkan diperoleh melalui pengalamannya.
Pengetahuan geografi lebih menekankan kepada pengetahuan
tentang lokasi di muka bumi atau fenomena geografis baik
fenomena alam maupun fenomena sosial yang terjadi di
permukaan bumi
Geografi sebagai ilmu adalah suatu bidang kajian yang
memiliki body of knowledge. Ilmu geografi hanya dapat diperoleh
oleh orang yang dengan sengaja memiliki perhatian dan
pengkajian secara ilmiah, baik langsung maupun tidak langsung.
Geografi sebagai ilmu dan pengetahuan pada dasarnya
terbagi menjadi 2. Geografi sebagai suatu ilmu sekurang –
kurangnya memiliki :
a) Obyek studi
b) Ruang lingkup yang jelas
c) Mengembangkan metode tertentu
d) Memiliki konsep yang jelas
e) Adanya pengembangan teori
Penelitian adalah sebuah upaya memecahkan masalah
dengan menggunakan metode ilmiah yang tersusun secara
sistematis untuk menghasilkan suatu fakta. Masalah yang
dimaksud adalah suatu kesenjangan antara yang seharusnya
dengan kenyataan sebenarnya atau gap antara dasein dengan
dassolen.
Penelitian Geografi merupakan salah satu jenis penelitian
yang berkembang saat ini dengan melakukan penelitian yang
sistematis terkontrol empiris, dan penyelidikan kritis dari
proposisi hipotesis tentang hubungan yang diperkirakan antara
gejala alam. Penelitian disebut sistematis bila mengikuti langkah-
langkah atau tahapan yang dimulai dengan mengidentifikasi
masalah , menghubungkan masalah tersebut dengan teori yang
ada, mengumpulkan data, menganalisis dan menginterprestasi
data, menarik kesimpulan dan menggabungkan kesimpulan.
Apabila kita simpulkan bahwa penelitian geografi adalah
langkah – langkah ilmiah yang tersusun secara sistematis untuk
memecahkan masalah geografi dengan menggunakan teknik /
metode tertentu untuk menghasilkan suatu fakta. Perbedaan yang
paling mendasar antara penelitian geografi dengan penelitian
rumpun ilmu lainnya adalah pada penekanan aspek atau
eksistensi keruangan dan lokasi. Apabila kita cermati kembali,
masalah apa saja yang bisa dijadikan sebagai masalah geografi?.
Pada dasarnya hampir keseluruhan fenomena yang ada di sekitar
kita bisa dikaji oleh geografi, karena ilmu geografi adalah mother of
science yang berdiri diatas dua rumpun keilmuan yakni rumpun
ilmu alam dan rumpun ilmu sosial. Sehingga fenomena geografi
adalah fenomena yang paling dekat dengan kehidupan sehari –
hari dan dapat dijadikan masalah penelitian geografi akan tetapi
tetap menekankan pada eksistensi ruang dan lokasi.
Ada beberapa hal (kriteria) yang perlu diperhatikan dalam
menentukkan masalah geografi untuk di teliti, yaitu :
a) Masalah menyatakan keterhubungan antara dua variable
atau lebih
b) Masalah dinyatakan dalam kalimat Tanya
c) Memungkinkan adanya ketersediaan data
d) Masalah harus menarik untuk diteliti
e) Masalah harus penting untuk diteliti
f) Memberi manfaat secara teoritis dan praktis
g) Masalah harus memiliki konteksitas dengan judul penelitian
meskipun judul penelitian dapat dirumuskan kemudian.
Sumber dari masalah geografi dapat dikelompokkan menjadi
4, yaitu :
a) Hasil Penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh orang
lain atau studi dokumentasi
Calon peneliti dapat dengan mudah mendapatkan
permasalahan penelitian yang direkomendasikan langsung
oleh peneliti pendahulu ataupun dengan cara tidak
langsung melalui proses pengkajian hasil penelitian peneliti
lain.
b) Studi kepustakaan
Studi kepustakaan merupakan teknik menemukan suatu
permasalahan dengan memadukan kajian teoritis dari
sumber – sumber litelature ilmiah (buku) dengan kajian
empiris baik hasil pengamatan maupun dari majalah /
surat kabar baik online maupun cetak.
c) Observasi lapangan
Sumber permasalahan berasal dari kenyataan di lapangan
baik melalui observasi maupun berdasarkan kemampuan
calon peneliti dalam menyikapi, dan menangkapnya sebagai
suatu permasalahan yang factual.
d) Sajian data mentah, grafik, dan peta
Merupakan dokumentasi yang memuat data hasil penelitian
atau survey atau pencacahan yang memiliki atau
mengandung permasalahan. Calon peneliti hendaknya
memiliki kemampuan untuk menghubungkan antara data,
sehingga memudahkan dalam menentukan variable
penelitian.
Awal pekan ini, arkeolog di El Salvador melakukan penggalian dan menemukan sisa-
sisa kerangka berusia 2.500 tahun. Beberapa jasad manusia yang masih terawat
dengan baik dan pecahan tembikar ditemukan di Quelepa, El Salvador timur.
II. Geography,
(National PENDEKATAN ANALISIS STUDI GEOGRAFI
05 – 10 – 2017)

Secara umum pendekatan yang digunakan dalam penelitian


ada dua, yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif.
Perbedaannya dapat kalian lihat pada tabel di bawah ini :

Aspek Kualitatif Kuantitatif


Desain Umum, fleksibel, Spesifik, jelas dan
emergent, on going rinci, pegangan
process proses penelitian
Tujuan Pemahaman dan Mencari hubungan
pemaknaan, kasus, antar variable,
mengembangkan menguji teori,
teori dan konsep, mencari
mengembangkan generalisasi
realitas
Metode Kasus, deskriptif Deskriptif,
eksperimen
Teknik Penelitian Observasi, Survey,
partisipatori, eksperiment,
wawancara observasi
terstruktur,
wawancara
terstruktur
Instrumen Human instrument, Angket, pedoman
Penelitian buku informasi, wawancara, tes
dokumen pribadi skala
Data Primer, natural Satuan angka
setting, informasi,
dokumen pribadi
Sumber Data Subyek penelitian Populasi dan
sampel
Analisis Data Proses penelitian di Setelah penelitian
lapangan. Display lapangan, analisis
data, reduksi data, statistic
kesimpulan dan
verifikasi
Selain pendekatan penelitian diatas, untuk penelitian
geografi tidak terlepas dari pendekatan keilmuan yang dimilikinya
untuk dapat menyelesaikan permasalahan penelitiannya.
pendekatan tersebut adalah :
a) Metode/pendekatan keruangan (spatial approach)
Suatu analisis gejala tertentu pada suatu tempat
(melingkupi tanah, air, udara, makhluk hidup yang
mempengaruhinya). Pendekatan keruangan terdiri dari tiga :
1) Pendekatan topik, yaitu analis yang menempatkan
topik tertentu menjadi sentral/perhatian utama
2) Pendekatan aktifitas manusia, yaitu analisis yang
menempatkan aktifitas manusia menjadi
sentral/perhatian utama
3) Pendekatan regional, yaitu analisis yang
menempatkan karakteristik yang khas dari suatu
wilayah, baik ecarafisik, maupun sosial menjadi
sentral/ perhatian utama.
b) Pendekatan ekologi (ecological approach)/ kelingkungan
Suatu analisis interaksi antara makhluk hidup dengan
lingkungannya
c) Pendekatan kronologis
Berkenaan dengan pengkajian geografi yang
perkembangannya dinamis
d) Pendekatan system
berkenaan dengan kajian suatu masalah sebagai bagian dari
keseluruhan masalah yang besar, dengan melihat secara
keseluruhan
III. RUANG LINGKUP PENELITIAN GEOGRAFI
Sebagai sebuah studi kebumian Geografi harus mampu
menjawab pertanyaan-pertanyaan ; What (apa), where (dimana),
when (kapan), why (mengapa), dan How (bagaimana) tentang
fenomena geosfer, sehingga karena luasnya ruang lingkup
tersebut, maka Ruang lingkup Geografi dapat digolongkan
kedalam 3 hal pokok Sebagi berikut :
a) Lokasi (tempat)
Memperhatikan persebaran fenomena geosfer dipermukaan
bumi
b) Hubungan keruangan
Mempelajari hubungan manusia dengan alam, perubahan
bentuk muka bumi dan interaksi sosial yang mempengaruhi
bumi.
c) Ciri-ciri regional
Mempelajari kerangka region-region (wilayah-wilayah)
spesifik atau ciri khas yang menonjol.
Dalam buku Rhoad Murphey yang berjudul “ The Scope Of
Geography” tahun 1966 menjelaskan bahwa ruang lingkup
geografi meliputi 3 aspek, yaitu :
a) Persebaran dan keterkaitan penduduk dimuka bumi dengan
sejumlah aspek-aspek keruangan serta bagaimana manusia
memanfaatkannya.
b) Interaksi antara manusia dengan lingkungan fisik yang
merupakan salah satu bagian dari keanekaragaman
wilayah.
c) Kajian terhadap region.

Sisi peta dalam poster National Geographic Indonesia edisi Oktober 2013 memberikan
berbagai informasi seputar kawasan dalam pengaruh Sriwijaya abad ke-7 hingga abad ke-
11. Dalam peta tersebut, ditunjukkan pula sebuah pelabuhan dengan toponimi “Kota Cina”,
yang kini hanyalah sebuah kota kecil di pantai timur Sumatra Utara. Kota Cina merupakan
pusat perdagangan pertama yang dapat diidentifikasi di pantai timur Sumatera Utara.
Seperti situs-situs lain di sepanjang pantai timur Sumatra, McKinnon meyakini bahwa
setidaknya situs ini digunakan sebagai tempat perdagangan ramai sejak periode Wangsa
Song Selatan (1127-1268), bahkan bisa jadi periode yang lebih awal lagi. Kemudian kawasan
perdagangan itu berlanjut pada masa Wangsa Yuan (1271-1368), sebuah dinasti yang
didirikan oleh Kublai Khan—cucu dari Jenghis Khan sang pendiri kekaisaran terbesar dalam
sejarah dunia.
IV. CIRI KHAS PENELITIAN GEOGRAFI
Dalam studi geografi memiliki ciri khas dalam penelitian
khususnya dalam ketrampilan dan kemampuan terutama dalam
berkenaan dengan segi praktis adalah :
a) Pembuatan dan penggunaan peta
Pembuatan dan penggunaan peta yang berkaitan analisa
pendekatan keruangan, wilayah dan kelingkungan untuk
analisa gejala geosfera yang meliputi penyebaran jenis
tanah, jenis vegetasi, pemukiman, penduduk jaringan jalan,
pola aliran sungai, dan jenis pertanian yang digunakan
pemanfaatan interprestasi dan analisa peta
b) Observasi lapangan
Kemampuan observasi dilapangan memberikan data yang
akurat yang lebih besar yang tidak dapat terbaca lewat peta
dan kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan dalam
penelitian geografi. Mencatat dan meneliti obyek penelitian
di suatu wilayah berarti bahwa secara bersama –sama
diadakan pemetaan daerah tersebut dengan observasi
lapangan.
c) Dokumentasi
Kecakapan dalam menyusun dokumen hasil penelitian dan
foto serta peta daerah penelitian yang di peroleh dilapangan
memberikan informasi yang akurat dan bukti untuk analisa
penelitian geografi.
d) Penentuan Model dari Hasil Analisa Penelitian Geografi
Hasil analisa dari studi penelitian geografi memberikan
interprestasi data yang dapat di gunakan untuk
menentukan model atau gejala geosfer yang terjadi di
wilayah tertentu dengan pendekatan keruangan,
kewilayahan dan kelingkungan. Model ini dapat berupa pola
penyebaran maupun gambar, grafik dan diagram.
V. JENIS – JENIS PENELITIAN GEOGRAFI
Untuk jenis penelitian pada umumnya sama dengan jenis
penelitian lain hanya selalu menekankan pada aspek eksistensi
keruangan dan lokasi dengan menggunakan dan membuat peta
sebagai salah satu publikasi atau data essensial. Adapun jenis –
jenis penelitiannya adalah sebagai berikut.
a) Berdasarkan Tujuannya
1) Penelitian Eksploratif
2) Penelitian Eksplanatif
3) Penelitian Deskriptif
b) Berdasarkan Bentuk dan Metode Pelaksanaan
1) Studi Kasus
2) Survei
3) Eksperimen
c) Berdasarkan Bidang yang di pilih
1) Penelitian Eksakta
2) Penelitian Sosial
d) Berdasarkan Pemakaiannya
1) Penelitian Murni
2) Penelitian Terapan
e) Berdasarkan Tempatnya
1) Penelitian Labolatorium
2) Penelitian Kepustakaan
3) Penelitian Lapangan
f) Berdasarkan Jenis Data
1) Penelitian Kualitatif
2) Penelitian Kuantitatif
VI. DESAIN PENELITIAN GEOGRAFI
Untuk dapat memecahkan masalah dalam rangka
mendapatkan fakta dari fenomena geografi yang terjadi di dalam
kehidupan sehari –hari perlu adanya langkah – langkah yang
tersusun secara sistematis. Untuk itu seorang peneliti geografi
dalam melakukan penelitian akan mengikuti tahapan – tahapan
dasar yang meliputi 5 tahapan, yaitu :
a) Tahap persiapan
Pada tahap ini peneliti menentukan topik yang akan diteliti
kemudian mempersiapkan literatur yang relevan dan
informasi tentang objek yang akan diteliti. Termasuk
persiapan penyusunan proposal penelitian. Tidak hanya itu,
di dalam tahapan ini peneliti juga mempersiapkan
ketersediaa alat dan bahan serta segala sesuatu yang
dibutuhkan dalam penelitian ini, seperti pembuatan surat
perizinan dan pengantar kepada instansi-instansi terkait.
Langkah selanjutnya adalah membuat instrument
penelitian, yang meliputi instrument fisik, sosial-ekonomi.
b) Tahap Survey untuk penelitian pendahuluan
Pada tahapan ini, peneliti melakukan survey awal untuk
mengetahui lokasi penelitian serta menyebarkan surat
perizinan dan pengantar kepada instansi yang
bersangkutan. Setelah itu mencari informasi awal dari lokasi
penelitian melalui perbincangan singkat dengan penduduk
atau instansi yang terkait. Hal ini dilakukan untuk
memberikan gambaran awal tentang variabel yang akan
dikaji di lapangan sehingga mempermudah dalam pencarian
dan pelaksanaan penelitian.
c) Tahap Survey untuk penelitian utama
Tahap ini merupakan tahap penelitian yang paling lengkap
dan merupakan inti dari penelitian ini. Tahap ini terbagi ke
dalam beberapa sub tahapan, yang meliputi tahapan
pengumpulan data dan tahapan pengelolaan data serta
penarikan kesimpulan.

Topan Harvey telah menjadi mimpi buruk bagi penduduk Texas. Badai yang menjadi bencana
paling serius sejak topan Wilma tahun 2005 silam ini telah berkolaborasi dengan banjir dahsyat
yang menghancurkan Texas. Harvey telah “menyapu” wilayah Rockport, Texas, sekitar 35 mil
timur laut Corpus Christi, pada Jumat malam lalu, 25 Agustus 2017. Kekuatan Harvey semakin
dahsyat saat mendekati pantai Texas, pada Kamis dan Jumat. Kamis, pukul 8 pagi EDT,
kecepatan angin topan sebesar 60 mph. Pada Jumat pukul 8 pagi EDT, kecepatan topan
melonjak hingga 110 mph. Pukul 2 siang EDT, kecepatan angin meningkat menjadi 120 mph.
1) Teknik Pengumpulan Data
Data yang dipergunakan di dalam penelitian geografi
adalah data primer dan data sekunder. Data primer
adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan
sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh
dari studi dokumentasi. Tahap pengumpulan data di
dalam penelitian geografi dapat dilakukan dengan
berbagai cara, diantaranya :
i. Observasi atau Studi lapangan
Langkah- langkah yang di lakukan dengan
upaya terjun langsung ke lapangan dengan
melakukan pengamatan dan melakukan
pengukuran di lapangan untuk mendapatkan
data geografi.
ii. Pemetaan baik dengan Kartografi, Penginderaan
Jauh maupun Sistem Informasi Geografi
Langkah yang dilakukan dengan identifikasi
dan pengamatan peta, citra satelit/foto udara,
ataupun analisis SIG untuk mendapatkan data
serta informasi geografis sehingga mendapatkan
gambaran dari tempat, pola, dan ciri- ciri unsur
geografi.
iii. Wawancara atau interview
Langkah ini dapat diperoleh dengan melakukan
wawancara dengan obyek yang di teliti yakni
manusia. Metode ini dapat di lakukan dengan
tanya jawab untuk memperoleh kelengkapan
data dan informasi yang tidak didapatkan dari
pengamatan dilapangan.
iv. Studi Kepustakaan dan Studi Dokumentasi
Langkah ini di pergunakan untuk mendapatkan
kelengkapan data dari hasil penelitian
sebelumnya atau mengkaji dari konsep atau
teori yang berlaku dan berkembang saat ini.
2) Teknik Analisis Data
Gejala, fakta dan kenyataan geografi hakekatnya
adalah merupakan informasi yang bersifata kualitatif
namun kesimpulan penelitian geografi harus
berbentuk keputusan yang eksak dan obyektif ke
dalam bentuk angka atau kuantitatif. Dalam analisa
geografi di terapkan metode analisis kualitatif
(informasi data dari bentuk gambar, bagan, diagram ,
potret dan peta) dengan analisa perbandingan, relasi
interelasi, interaksi dan Metode kuantitatif dengan
mengolah dan interprestasi data yang berbentuk
angka dengan perhitungan matematik dan statistik.
Analisis data penelitian pada umumnya terbagi
menjadi dua jenis, yakni analisis penelitian kualitatif
dan analisis penelitian kuantitatif
i. Data kualitatif
- Selama proses penelitian di lapangan :
pengumpulan data, kesimpulan, dan
verifikasi.
- Display data
- Reduksi data
- Kesimpulan dan verifikasi
ii. Data Kuantitatif
- Kategorikal
 Tabulasi
 Tabel
 Analisis Tabel
 Interpretasi Data
- Bersambung : analisis Statistik
Analisis data yang dilakukan oleh seorang peneliti
geografi selalu menekankan kepad 3 ciri khas analisis
geografi yakni analisis Lokasi (Letak lokasi absolute
dan relative /bujur dan lintang) yang menunjukkan
karakteristik daerah tertentu, Analisa Penyebaran
(Pola Penyebaran), Analisa Interaksi dan Difusi
Keruangan (pergerakan penduduk, transportasi,
aktivitas ekonomi)
Teknik analisis dalam penelitian geografipun sama
seperti teknik analisis pada penelitian pada umumnya
seperti yang diuraikan di atas, akan tetapi ada teknik
analisis khas yang dipergunakan yakni teknik analisis
pemetaan dan interpretasi citra satelit / foto udara.
Teknik ini menekankan citra satelit/ foto udara dan
peta sebagai bahan analisis. Namun yang paling baik
adalah teknik analisis dengan menggunakan teknik
sistem informasi geografis.
Sistim informasi Geografi merupakan cara yang paling
baik dalam analisis data geografi karena sistim ini
menggunakan untuk berbagai informasi baik data
peta maupun data lapangan atau observasi. Sistim
Informasi Geografi ini menggunakan sistim
komputerisasi sehingga sekaligus data di analisis dan
menghasilkan data output yang akan di gunakan oleh
seorang peneliti geografi. Hasil dari analisis berupa
peta dan analisis dari input data yang di masukkan ke
dalam program Sistim Informasi Geografi misalnya :
Arc View GIS atau Map Info
d) Tahap Survey untuk penelitian tambahan
Tahap ini dilakukan guna mencari dan mengisi informasi
tambahan yang terlewatkan dalam penelitian sebelumnya.
Pencarian data dilakukan melalui metode wawancara dan
mencari data sekunder tambahan dari sumber atau instansi
yang terkait dengan penelitian kali ini. Setelah tahapan ini
selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah penarikan
kesimpulan.

e) Tahap penyusunan draft laporan dan publikasi


Tahapan ini merupakan tahapan terakhir dalam penelitian
ini. Tahapan ini merupakan tahapan publikasi mengenai
penelitian yang telah dilakukan kemudian disusun dalam
suatu draft laporan dengan sistematika yang sudah
ditentukan sebelumnya. Setelah penyususnan draft laporan
selesai, produk selanjutnya adalah pembuatan sistem
publikasi melalui microsoft power point.
VII. LAPORAN PENELITIAN GEOGRAFI
Laporan penelitian adalah tahapan terakhir dari seluruh
rangkaian penelitian dan tahapan ini adalah tahapan
publikasi hasil penelitian. Dalam laporan penelitian minimal
ada 7 komponen yang harus ada, yakni :
a) Pendahuluan
Pada bab pendahuluan ini merupakan sebuah
rangkaian pengantar untuk membuka publikasi
laporan dari hasil penelitian yang telah dilakukan
sebelumnya. Uraian di dalam bab pendahuluan ini
dimaksudkan untuk memberikan gambaran awal
kepada para pembaca mengenai latar belakang
peneliti melakukan penelitian kerawanan tsunami ini.
Tidak hanya itu di dalam bab ini juga di deskripsikan
mengenai poin-poin tujuan dan manfaat yang ingin
dicapai dalam penelitian tersebut. Terlebih lagi peneliti
juga menyajikan beberapa daftar istilah-istilah yang
ada di dalam karya tulis ini sebagai bahan referensi
bagi para pembaca dalam memahami istilah-istilah
geografi khususnya, karena tidak semua pembaca
berasal dari disiplin ilmu yang sama dengan peneliti,
sehingga daftar istilah tersebut dapat membantu
pembaca dalam memahami keutuhan dari
pengetahuan dan informasi yang ada di dalam karya
tulis ini.
Adapun untuk lebih rinci, di dalam bab pendahuluan
ini berisi tentang latar belakang masalah, rumusan
masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian,
penjelasan istilah dan sistematika penelitian skripsi.
b) Tinjauan Pustaka
Bab tinjauan pustaka mempunyai peranan yang
sangat penting. Karena dengan menggunakan
tinjauan pustaka kita dapat menunjukkan “the state
of the art” dan tinjauan pustaka ini juga mempunyai
peranan dalam memperjelas kedudukan masalah yang
telah diteliti dalam lingkup disiplin ilmu yang
menaungi peneliti tersebut. Beranjak dari pernyataan
tersebut, di dalam bab ini peneliti ingin memperjelas
kedudukan masalah di dalam disiplin ilmu Geografi.
Tidak hanya itu, tujuan dari bab ini juga sebagai
landasan teoritik dalam menganalisis masalah
geografi di muka bumi umumnya. Untuk itu, di dalam
bab tinjauan pustaka ini berisi tentang teori-teori
utama dan teori-teori turunan dalam bidang yang
dikaji, litelature-litelature penelitian lain yang relevan
dengan penelitian ini, dan posisi teoritik peneliti yang
berkenaan dengan masalah yang diteliti.
c) Metodologi Penelitian
Dalam sebuah penelitian, akurasi dan keabsahan dari
penelitian tersebut pertama kali dapat dilihat dari
metode penelitian yang dilakukannya. Sekelompok
data dan hasil analisis yang diperoleh ditentukan oleh
ketepatan di dalam memilih jenis metode penelitian
yang akan digunakan. Dengan begitu, peranan
metode penelitian sangat vital perananannya di dalam
menentukan kualitas dari penelitian dan karya tulis
ilmiah ini.
Ketepatan memilih metode penelitian yang akan
digunakan dan tingkat relevansi dengan disiplin ilmu
yang menaungi peneliti sangat menentukan apakah
data dan hasil penelitian tersebut dapat
dipertanggungjawabkan atau tidak di dalam
lingkungan akademik.
Maka dari itu, di dalam uraian bab ini peneliti
mencoba mendeskripsikan secara rinci mengenai
metode penelitian yang peneliti gunakan di dalam
masalah penelitian. selain itu tujuan lain dalam
mendeskripsikan metode penelitian ini, adalah
memberikan gambaran dan bahan pustaka bagi
penelitian selanjutnya yang relevan dengan penelitian
ini. Bab ini berisi tentang desain lokasi penelitian,
batasan masalah atau definisi operasional, instrumen
penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis
data, teknik atau prosedur penelitian dan pendekatan
yang digunakan.
d) Hasil dan Pembahasan
Bab ini merupakan publikasi dari hasil dan
pembahasan dari penelitian yang telah peneliti
lakukan Adapun didalamnya terdapat penjelasan dan
pemaparan mengenai kondisi fisik dan kondisi sosial
lokasi penelitian, hasil data yang diperolehan dan data
turunan hasil pembahasan. Kondisi fisik di lokasi
penelitian meliputi letak dan luas wilayah daerah
penelitian, kondisi iklim, geologi, geomorfologi,
hidrologi dan penggunaan lahan di lokasi penelitian.
Untuk kondisi sosial meliputi jumlah dan struktur
penduduk, mata pencaharian penduduk dan tingkat
pendidikan penduduk dll.
Hasil penelitian dan pembahasan penelitian
merupakan dua sub bab berbeda namun saling
terikat. Sub bab hasil penelitian berisikan semua data
yang diperoleh dari pengumpulan data selama
penelitian. Dengan kata lain isi dari sub bab hasil
adalah data mentah. Sedangkan sub bab pembahasan
adalah berisi data turunan dari hasil penelitian. Pada
sub bab ini adalah berisi cara pengolahan data (by
proses) sampai kepada data yang dihasilkan dari
proses pengolahan data mentah sehingga
menghasilkan data baru yang diinginkan dari
penelitian.
e) Penutup
Bab penutup ini berisi dua hal, yakni simpulan dan
rekomendasi. Setelah data dan hasil analisis
penelitian diperoleh kemudian di dukung oleh
litelature penelitian yang relevan, maka tiba saatnya
memberikan penafsiran dan pemaknaan peneliti
terhadap data dan hasil analisi penelitian yang telah
dilakukan. Dalam bab ini peneliti memberikan
penjelasan lebih simpel apakah masalah yang dikaji
peneliti telah terjawab dalam analisis penelitian
tersebut atau belum.
Setelah mengemukakan penafsiran dan pemaknaan
peneliti, langkah selanjutnya peneliti memberikan
gambaran, masukan dan implikasi dari penelitian
yang telah di lakukan. Baik itu ditujukan kepada para
pembuat kebijakan, kepada para pengguna hasil
penelitian yang bersangkutan, kepada peneliti
selanjutnya, ataupun kepada pihak-pihak yang
mempunyai relevansi dengan masalah yang telah
diteliti dan di analisis penulis.
Untuk itu, maka dalam bab ini peneliti deskripsikan
mengenai kesimpulan dari apa yang telah peneliti
teliti, sehingga dapat mempercepat para pembaca
dalam memahami secara garis besar masalah yang
telah peneliti analisis.
f) Daftar Pustaka
Daftar pustaka memuat semua sumber tertulis (buku,
artikel jurnal, dokumen resmi, atau sumber – sumber
lain dari internet) atau tercetak (misalkan CD, Video,
Film, atau kaset) yang pernah dikutip dan digunakan
dalam penulisan karya tulis ilmiah. Semua sumber
tertulis atau tercetak yang tercantum dalam uraian
harus dicantumkan dalam daftar pustaka. Sebaliknya,
sumber – sumber yang pernah dibaca peneliti tetapi
tidak pernah digunakan dalam penulisan karya tulis
ilmiah tersebut atau tidak dikutip, tidak boleh
dicantumkan dalam daftar pustaka.
Perang saudara di Suriah yang dalam beberapa hari ini terfokus di Aleppo, kota
besar kedua setelah Damaskus, semakin buruk karena lebih banyak menyasar
. warga sipil. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan, satu nyawa melayang
dalam setiap 25 menit dalam dua hari ini atau setidaknya hingga Senin
(2/5/2016). Sementara itu, dalam pertempuran pada sepekan sebelumnya, 200
orang tewas. Krisis Suriah tak memperlihatkan tanda-tanda akan segera berakhir.
Keadaan di Aleppo semakin memburuk setelah perundingan damai Suriah di
Geneva, Swiss, menemui jalan buntu.
Aleppo telah menjadi target serangan koalisi Rusia dan Suriah. Rusia melancarkan
serangan udara, sedangkan Suriah melakukan serangan darat
g) Lampiran
Lampiran – lampiran berisi semua dokumen yang
digunakan dalam penelitian dan penulisan hasil –
hasilnya menjadi satu karya tulis ilmiah. Untuk
memudahkan pembaca, setiap lampiran diberikan
nomor urut sesuai dengan urutan penggunaannya,
dan diberi judul. Nomor urut lampiran dinyatakan
dengan dua angka dengan tanda penghubung
diantaranya. Angka perta menunjukkan nomor bab
dan angka kedua menunjukkan nomor urut lampiran.
VIII. ATURAN UMUM PENULISAN
- Teknik pengetikan
Dalam proses penyusunan laporan studi lapangan
kali ini, teknik pengetikan harus mengikuti aturan-
aturan sebagai berikut :
1) Diketik dengan menggunakan computer, jenis
huruf times new roman, ukuran 12, dicetak
dengan quality letter dan ukuran kertas A4.
2) Isi bab dan judul daftar isi diketik dalam 1,5
spasi.
3) Batas tepi kiri, tepi atas, tepi kanan, dan tepi
bawah masing-masing adalah sekitar 4 cm, 4
cm, 3 cm, 3 cm.
4) Pengetikan paragraf baru dimulai dengan awal
kalimat yang menjorok masuk ke dalam dengan
lima huruf (1 Tab).
5) Penulisan judul Bab dan Sub Bab
menggunakan huruf KAPITAL SEMUA, tanpa
garis bawah dan tanpa titik. Nomor bab
menggunakan angka romawi, setiap awal dari
judul sub bab harus ditulis dengan huruf
KAPITAL, kecuali Kata Sambung.
6) Cara penomoran dapat menggunakan cara ini.
(I, A., 1., a., 1)., a)., (1)., (a))
7) Perpindahan dari 1 butir ke butir berikutnya
tidak harus menjorok, melainkan dapat ditarik
lurus/simetris agar tidak mengambil terlalu
banyak tempat dan demi keindahan format.
8) Judul tabel ditulis di sebelah atas tabel,
sedangkan judul untuk bagan, diagram, atau
gambar, ditulis di sebelah bawah.
- Teknik Pengutipan
Cara penulisan kutipan dan sumber kutipan pada
laporan studi lapangan kali ini menggunakan sistem
Harvard sebagai berikut :
1) Kutipan ditulis dengan menggunakan “dua
tanda petik”, jika kutipan ini merupakan
kutipan pertama atau dikutip dari penulisnya.
Jika kutipan ini diambil dari kutipan, maka
kutipan tersebut ditulis dengan menggunakan
‘satu tanda petik’.
2) Jika kalimat yang dikutip terdiri atas tiga baris
atau kurang, kutipan ditulis dengan
menggunakan tanda petik (sesuai ketentuan
pertama) dan penulisannya digabung ke dalam
paragraph yang ditulis oleh pengutip dan
diketik dengan jarak 1,5 spasi.
Bukan cinta dalam arti yang penuh romantic
berlebihan, melainkan cinta dalam arti “… a
relationship that nourishes us as we give, and
enriches us as we spend, and permits ego and
alter ego to grow in mutual harmony” (Cole,
1993 : 832)
3) Jika kalimat yang dikutip terdiri atas empat
baris atau lebih, maka kutipan ditulis tanpa
tanda kutip dan diketik dengan jarak satu
spasi. Baris pertama diketik mulai pada
pukulan ke enam dan baris kedua diketik mulai
pada pukulan ke empat.
Lindgren (1976 : 225) memandang faktor
kepribadian sebagai ego strength yang
mempengaruhi keberhasilan seseorang,
sebagaimana dikemukakan bahwa :
Ego strength Is a general “omnibus” type of
factor that positively related to success of all
kinds, in the classroom, as well as elsewhere.
Other personality factors are specific in terms of
the kinds of school performance to which they
are related.
4) Jika bagian dari yang dikutip ada bagian yang
dihilangkan , maka penulisan bagian itu diganti
dengan tiga buah titik, contoh penulisan
tampak pada butir kedua di atas.
5) Teknik pengutipan selain dicontohkan oleh butir
ke 2 dan 3, juga terdapat alternative lain, yaitu :
- Jika sumber kutipan merujuk sumber lain
atas bagian yang dikutip, maka sumber
kutipan yang ditulis tetap sumber kutipan
yang digunakan pengutip tetapi dengan
menyebut siapa yang mengemukakan
pendapat tersebut.
Contoh : mengutip pendapat Chomsky dari
buku yang ditulis Yelon dan Weinstein.
Chomsy (Yelon dan Weistein, 1977 : 62)
mengemukakan bahwa “ … children are born
with innate understanding of the structure of
language”.
- Jika penulis terdiri dari dua orang, maka
nama keluarga kedua penulis tersebut harus
disebutkan, misalkan Sharp dan Green (1996
:1)
Apabila penulisnya lebih dari dua orang,
maka yang disebutkan adalah nama
keluarga orang pertama dan di ikuti oleh
kata et al, misalkan Mc Clelland et al. (1990 :
35)
- Jika sumber kutipan itu tanpa nama, maka
penulisannya adalah : (Tn. 1972 : 82).
- Teknik penulisan angka
1) Ditulis dengan kata-kata apabila angka tersebut
kurang dari 10, seperti :
Dalam dua minggu ia bekerja begitu keras
untuk menyelesaikan tugasnya.
2) Ditulis dengan angka arab apabila angka
tersebut 10 atau lebih, seperti :
Dari 20 kandidat untuk jabatan ketua
organisasi tersebut, lima dinyatakan berhak
mengikuti pemilihan tingkat akhir.
- Teknik Penulisan Daftar Pustaka
1) Disusun secara alfabetis, jika huruf awal sama
maka huruf kedua dari nama penulis dijadikan
sebagai dasar urutan, demikian seterusnya.
2) Nama penulis, dengan cara menuliskan terlebih
dahulu nama belakang, kemudian nama depan
(disingkat), misalkan Abdul Hamid ditulis
Hamid, A.
3) Tahun penerbitan, judul sumber penulis yang
bersangkutan dengan digaris bawahi atau
dicetak miring, kota tempat penerbit berada,
dan nama penerbit.
4) Baris pertama diketik mulai pukulan pertama
dan baris kedua dan seterusnya diketik mulai 1
tab. Jarak antara baris satu dengan yang
lainnya adalah satu spasi, sedangkan jarak
antara sumber yang satu dengan yang lainnya
adalah satu setengah spasi.
Boyce, et al. (2008). Tsunami dan Bencana Alam
Lainnya. Bandung: Nuansa.
Hajar, Moch. (2006). Pemetaan Tingkat
Kerawanan Bencana Tsunami
menggunakan Data Penginderaan Jauh
dan Sistem Informasi Geografi (SIG) Studi
Kasus: Kota Padang. Skripsi Sarjana pada
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
IPB: tidak diterbitkan.
Latief, H. 2007. Tsunami Pangandaran.
Bandung. Artikel Menembus Buana.
Bandung: JANTERA Perhimpunan Pecinta
Alam Geografi UPI
Malik, Y. dan Nanin T. (2009). Gempa Bumi dan
Tsunami. Bandung: Buana Nusantara.
5) Penulisan daftar pustaka bisa mengikuti
alternative berikut :
- Jika sumbernya berupa jurnal
Nama belakang Penulis, nama depan penulis
(disingkat), tahun penerbitan (dalam tanda
kurung), judul artikel (ditulis diantara tanda
petik), judul jurnal dengan huruf miring/digaris
bawahi dan ditulis penuh, nomor volume dengan
angka arab dan digaris bawahi tanpa didahului
dengan singkatan “vol”, nomor penerbitan (jika
ada) dengan angka arab ditulis diantara tanda
kurung, nomor halaman dari nomor halaman
pertama sampai dengan halaman terakhir tanda
didahului singkatan “pp” atau “h”.
Contoh :
Barret-Lennard, G.T. (1983). “The Empathy
Cycle: Refinement of A Nuclear Concept”.
Journal of Counseling Psychology.28, (2),
91-100.
- Sumber berupa buku
Urutan penulisannya adalah sebagai berikut :
nama belakang penulis, nama depan penulis
(dapat disingkat), tahun penerbitan, judul buku
digaris bawahi, edisi, kota asal penerbit, nama
penerbit.
Contoh :
 Jika buku ditulis oleh seorang saja
Poole, M.E. (1976). Social class and Language
Utilization at the Tertiary Level. Brisbane :
University of Queensland.
 Jika buku ditulis oleh dua atau tiga
orang, maka semua nama ditulis.
Malik, Y. dan Nanin T. (2009). Gempa Bumi dan
Tsunami. Bandung: Buana Nusantara.
 Jika buku ditulis lebih dari 3 orang
Boyce, et al. (2008). Tsunami dan Bencana Alam
Lainnya. Bandung: Nuansa.
 Jika sumber merupakan karya tulis
seseorang dalam suatu kumpulan tulisan
banyak orang :
Delinom, R. M. (2007). “Tinjauan Karakteristik
Wilayah Pantai Utara dan Pantai Selatan
Jawa Barat dalam Rangka Pengelolaan
Kawasan Pesisir Terpadu”, dalam Sumber
Daya Air di Wilayah Pesisir & Pulau-Pulau
Kecil di Indonesia. Jakarta: LIPI Press.
 Jika buku ini berupa edisi :
Gabriel, J. (1970) Children Growing Up:
Depelopment of Children’personality (third
ed.). London: University of London Press.
- Sumbernya di luar jurnal dan buku
 Berupa skripsi, tesis atau disertasi
Contoh
Hajar, Moch. (2006). Pemetaan Tingkat
Kerawanan Bencana Tsunami
menggunakan Data Penginderaan Jauh
dan Sistem Informasi Geografi (SIG) Studi
Kasus: Kota Padang. Skripsi Sarjana pada
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
IPB: tidak diterbitkan.
 Berupa publikasi departemen
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
(1998). Petunjuk Pelaksanaan Beasiswa
dan Dana Bantuan Operasional. Jakarta:
Depdikbud.
 Berupa Dokumen
Proyek Pengembangan Pendidikan Guru. (1998).
Laporan Penilaian Proyek Pengembangan
Pendidikan Guru. Jakarta: Depdikbud.
 Berupa makalah
Kartadinata, S. (1989). “Kualifikasi Profesional
Petugas Bimbingan Indonesia: kajian
Psikologis”. Makalah Pada Konvensi 7
IPBI, Denpasar.
 Berupa surat kabar
Sanusi, A. (1986). “Menyimak Mutu Pendidikan
dengan Konsep Takwa dan Kecerdasan,
Meluruskan Konsep Belajar dalam Arti
Kualitatif”. Pikiran Rakyat (8 September
1986).
 Sumbernya dari Internet
o Bila karya perorangan
Dio, M. (2010). Kondisi Mangrove Di
Wilayah Pesisir Pelabuhanratu.
[Online].
Tersedia:http://muhammaddio.wor
dpress.com/2010/03/31/kondisi-
mangrove-di-wilayah-pesisisr-
pelabuhan-ratu/. [28 Maret 2011]

o Bila bagian dari karya kolektif


Daniel, R.T. (1995). The History of
Western Music. In Britanica
online:Macropedia [Online].
Tersedia:
http://www.eb.com:180/cgi-
bin/g:DocF=macro/5004/45/0.html
[28 Maret 2000]
o Bila artikel dalam jurnal
Supriadi, D. (1999). Restructuring the
schoolbook Provision system in
Indonesia: Some Recent Initiatives.
Dalam Educational Policy Analysis
Archives [Online], Vol 7 (7), 12
halaman. Tersedia: http://
epaa.asu.edu/epaa/v7n7.html [17
maret 2000]
o Bila artikel dalam majalah
Goodstein, C. (1991, September). Healers
from the deep. American Health
[CD-ROM], 60-64. Tersedia:
1994 SIRS/SIRS 1992 Life Science/
Article 08A [13 Juni 1995]
o Bila artikel di surat kabar
Cipto, B. (2000. 27 April). Akibat
Perombakan Kabinet
Berulang,Fondasi REformasi Bisa
Runtuh. Pikiran Rakyat [Online],
halaman 8. Tersedia:
http://www.[pikiran-rakyat.com [9
Maret 2000].
o Bila pesan dari E-mail
Muathafa, Bachrudin.
(Musthafa@indo.net.id). (2000, 25
April). Bab V Laporan Penelitian. E-
Mail kepada Dedi Supriadi
(Supriadi@indo.net.id)

Jumlah peneliti Indonesia dinilai masih minim. Data dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan,
dan Kebudayaan PBB (UNESCO) pada 2016 menyebutkan bahwa kuantitas periset di negeri
ini adalah yang paling sedikit di antara negara-negara anggota G-20. Rasio jumlah periset di
Indonesia, menurut sumber tersebut, yaitu 89 peneliti untuk per 1 juta penduduk.
Dibandingkan dengan Singapura—jawara ASEAN—yang memiliki 6.658 peneliti per 1 juta
penduduk, Indonesia masih jauh tertinggal. Dikutip dari kopertis12.or.id pada
Senin(16/1/2017), dalam setahun Indonesia hanya mampu menghasilkan 6.260 riset.
Sementara Malaysia mampu membuat 25.000 riset, Singapura 18.000 riset, dan Thailand
12.000–13.000 riset.

IX. SISTEMATIKA PROPOSAL DAN LAPORAN PENELITIAN


a. SISTEMATIKA LAPORAN
Abstract
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Peta
Daftar Lampiran
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan masalah
C. Tujuan penelitian
D. Manfaat
E. Penjelasan Istilah
BAB II TINJAUN PUSTAKA
BAB III METODOLOGI
A. Lokasi Penelitian
1. Deskripsi
2. Alat dan Bahan
3. Sampel dan Populasi
B. Variabel Penelitian
C. Instrumen Penelitian
D. Metode Pengumpulan Data
E. Metode Analisis Data
F. Langkah – Langkah Penelitian
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
B. Pembahasan
BAB V PENUTUP
A. Simpulan
B. Rekomendasi
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
b. SISTEMATIKA PROPOSAL
A. JUDUL PENELITIAN
B. LATAR BELAKANG
C. IDENTIFIKASI MASALAH
D. VARIABEL PENELITIAN
E. TUJUAN PENELITIAN
F. MANFAAT PENELITIAN
G. DEFINISI OPERASIONAL
H. ASUMSI / HIPOTESIS
I. TINJAUAN TEORITIS
J. METODOLOGI PENELITIAN
K. DAFTAR PUSTAKA
2. PETA KONSEP
Untuk dapat menyelesaikan Unit Kerja Belajar Mandiri ke 3 ini,
langkah yang harus kalian kuasai dapat di lihat pada diagram alir di
bawah ini :

JENIS – JENIS
DEFINISI PENELITIAN
PENELITIAN

LANGKAH – LANGKAH KARATERISTIK


PENELITIAN PENELITIAN GEOGRAFI

PEDOMAN PELAPORAN MERANCANG PENELITIAN

MELAKSANAKAN
MEMBUAT PELAPORAN PELAPORAN
Penelitian berperan besar dalam memajukan suatu bangsa. Contoh saja, Amerika, China,
Inggris, Jerman, dan Jepang. Negara-negara maju itu masuk dalam peringkat 5 besar
sebagai negeri terbaik dalam hal publikasi ilmiah menurut scimagojr.com.
Tak cuma soal jurnal limiah, beberapa industri di dalam negeri pun kedapatan minim
melakukan research and development (RnD) ataupenelitian dan pengembangan. Pada
industri berbasis sains seperti farmasi, misalnya.
Berdasarkan tulisan di kemenperin.go.id, Rabu (27/1/2017), meski menguasai 70 persen
pasar kebutuhan farmasi dalam negeri, industri ini masih mengimpor 95 persen bahan
baku obat. Hal itu terjadi karena mereka tidak melakukan RnD.
Padahal, merujuk Kontan, Senin (13/2/2017), pasar produk farmasi di Indonesia rata-rata
tumbuh 10 persen per tahun pada periode 2011-2015. Adapun pada tahun lalu, nilai
transaksi pasar diperkirakan mampu mencapai Rp 69 triliun dan diperkirakan akan
menghasilkan Rp 102 triliun pada 2020.

3. KEGIATAN PEMBELAJARAN
a. PETUNJUK PENGGUNAAN UKBM
UKBM atau Unit Kegiatan Belajar Mandiri adalah sebuah
perangkat yang dapat membantu kalian untuk dapat menyelesaikan
setiap kompetensi dasar (pengetahuan) secara mandiri. Tidak hanya itu,
kemandirian disini diartikan sebagai sebuah tahapan yang memfasilitasi
kemampuan kalian untuk dapat menyelesaikan tahapan pembelajaran
dengan lebih cepat tanpa harus selalu dibimbing atau di ajari oleh guru.
UKBM ini berlandaskan prinsip belajar dapat dilakukan dimana saja,
dengan siapa saja, dan kapan saja.
Guru disini hanya sebagai fasilitator dan penguji kemampuan
kalian. Untuk itu apa bila kalian dapat menyelesaikan UKBM ini sendiri
dan lebih cepat disbandingkan yang lain, maka kalian berhak untuk
meminta ujian kepada guru bidang studi kalian dan apabila kalian
dinyatakan lulus maka kalian berhak mengambil UKBM selanjutnya
untuk mencapai percepatan pembelajaran di Sekolah Menengah Atas
Kelas X semester 1. Untuk itu ada langkah – langkah umum yang harus
kalian lakukan untuk menuntaskan UKBM ini.
1) Baca materi utama pada UKBM ini sampai tuntas
2) Ikuti langkah – langkah yang terdapat pada kegiatan pembelajaran
secara seksama, teliti, dan beurutan.
3) Selesaikan setiap lembar pekerjaan yang diharuskan untuk
dikerjakan pada setiap kegiatan pembelajaran.
4) Kalian boleh menanyakan kesulitan dalam menyelesaikan
pekerjaan dalam kegiatan pembelajaran pada UKBM ini kepada
guru bidang studi kalian
5) Kalian kerjakan latihan – latihan yang telah disediakan pada
UKBM ini dan diperbolehkan mencari secara mandiri latihan soal
yang lain pada sumber lain, baik buku paket ataupun
pembelajaran online.
6) Lakukan pengukuran mandiri mengenai pencapaian kalian.
7) Apabila kalian merasakan sudah siap dan mencapai standar
pencapaian minimum kalian berhak mengajukan ujian atau
evaluasi pencapaian kompetensi
8) Apabila kalian mampu mencapai Standar Ketuntasan Belajar
Minimum, kalian berhak untuk melanjutkan ke UKBM
Selanjutnya.
b. KEGIATAN PENDAHULUAN
Materi ke 3 ini merupakan sebuah materi kunci / keahlian
essensial bagi seorang akademisi. Karena materi penelitian merupakan
langkah dasar bagi seorang akademisi untuk mengungkap fakta dari
fenomena yang muncul, terutama yang berkaitan dengan masalah –
masalah di lapangan. Dalam geografi seorang geograf tidak hanya
dituntut untuk tahu pengetahuan tentang geosfer saja, melainkan dapat
memecahkan masalah yang terjadi di dalam geosfer. Sehingga apabila
seorang geograf dapat memecahkan masalah dan menghasilkan solusi
dari permasalahan yang ada di dalam lapisan geosfer maka geograf
tersebut sudah mencapai puncak dari keilmuan geografi yakni
memberikan manfaat bagi orang lain.
Seringkali kita melihat dan mendengar banyak wacana tentang
penelitian yang di identikan dengan seorang ilmuan, seperti cerita
Thomas Alva Edison yang dapat menemukan bola lampu atau James
What seorang penemu mesin uap, ataupun kalian pernah menonton film
Amphibious yang menceritakan tentang sebuah penelitian biologi yang
dilakukan oleh peneliti dengan mengambil sampel tubuh makhluk
purba dari kedalaman laut Sumatera Utara. Setelah diteliti dan berhasil
dikembangkan, ternyata makhluk tersebut membunuh banyak orang
dengan cara yang misterius. Kalau belum nonton ya nonton dulu
deh,,,wkwkwkw,,,ckckckck.
Tetapi penelitian itu tidak melulu harus berada di labolatorium,
ataupun harus selalu berbasis keilmuan eksakta saja melainkan ilmu
sosial pun bisa, misalkan penemuan Peradaban Liyangan merupakan
perdaban maju pada jaman Mataram Kuno yang ada sebelum
Borobudur dibangun, peradaban ini ditemukan oleh para arkeolog pada
tahun 2008 di daerah kabupaten temanggung di Jawa Tengah.
Peradaban ini diduga tertimbun oleh letusan gunung Sindoro.
Kemudian penemuan akulturasi budaya dalam kalender yang ada
sekarang antara kalender Tahun Saka dengan Tahun Masehi
“ Menurut perhitungan satu tahun Saka sama dengan 365 hari
dan perbedaan tahun saka dengan tahun masehi adalah 78 tahun
sebagai contoh misalnya tahun saka 654,maka tahun masehinya 654 +
78 = 732 M. Di samping adanya pengetahuan tentang kalender Saka,
juga ditemukan perhitungan tahun Saka dengan menggunakan
Candrasangkala. Candrasangkala adalah susunan kalimat atau gambar
yang dapat dibaca sebagai angka. Candrasangkala banyak ditemukan
dalam prasasti yang ditemukan di pulau Jawa, dan menggunakan
kalimat bahasa Jawa salah satu. Contohnya yaitu kalimat Sirna ilang
kertaning bhumi apabila diartikan sirna = 0, ilang = 0, kertaning = 4 dan
bhumi = 1, maka kalimat tersebut diartikan dengan tahun 1400 saka
atau sama dengan 1478 M yang merupakan tahun runtuhnya Majapahit
(http://www.gurusejarah.com/2015/02/wujud-akulturasi-hindu-
buddha-di.html).
Nah informasi yang tertuang di dalam
artikel di atas merupakan salah satu
informasi yang dihasilkan dari penelitian
sosial. Namun keistimewaan dari keilmuan
geografi adalah dapat melakukan penelitian
yang berbasis eksak atau penelitian sosial,
bahkan dapat memadukan keduanya dalam
satu penelitian.
Sekarang yang jadi pertanyaannya
adalah apa itu penelitian? Kenapa harus
diteliti? Apa yang harus di teliti? Apa
manfaatnya penelitian?
Silahkan isikan pendapat kalian pada kolom di bawah ini dengan
Bahasa kalian sendiri :
Penelitian :
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
Kenapa harus di teliti :
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
Apa yang harus di teliti :
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………...
Apa manfaat Penelitian :
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
c. KEGIATAN INTI
 KEGIATAN BELAJAR 1
1) Silahkan bentuk kelompok dengan jumlah maksimal
anggota 3 orang kemudian pilih salah satu nama kota /
kabupaten yang ada di Jawa Barat sebagai identitas
kelompok kalian (nama kota/kab hanya boleh dipilih oleh 1
kelompok saja, dengan kata lain tidak boleh ada nama
kelompok yang sama dalam satu kelas). Berikut nama yang
dapat dipilih :
1) Kabupaten Sukabumi 14) Kabupaten Pangandaran
2) Kabupaten Cianjur 15) Kabupaten Purwakarta
3) Kabupaten Bogor 16) Kabupaten Subang
4) Kabupaten Bandung 17) Kabupaten Sumedang
5) Kabupaten Bandung Barat 18) Kabupaten Tasikmalaya
6) Kabupaten Bekasi 19) Kota Bandung
7) Kabupaten Ciamis 20) Kota Banjar
8) Kabupaten Cirebon 21) Kota Bekasi
9) Kabupaten Garut 22) Kota Bogor
10) Kabupaten Indramayu 23) Kota Cimahi
11) Kabupaten Karawang 24) Kota Cirebon
12) Kabupaten Kuningan 25) Kota Depok
13) Kabupaten Majalengka 26) Kota Sukabumi
2) Kemudian amati tayangan video youtube dengan alamat
URL berikut ini :
//www.youtube.com/watch?v=S9zoZKNdEMU
3) Setelah menyimak tayangan video di atas, Identifikasi oleh
kalian permasalahan apa yang ada di dalam tayangan video
tersebut kemudian kemukakan pada isian di bawah ini ....
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
4) Analisis oleh kalian fenomena di lapangan yang di
tayangkan dalam video tersebut dengan kenyataan di
lapangan pada daerah kalian sendiri, apakah ada kesamaan
atau perbedaan kemudian kemukakan kesamaan dan
perbedaannya pada isian di bawah ini :
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
5) Kemudian kalian diskusikan bersama untuk mencari solusi
dari fenomena tersebut sehingga dapat menghasilkan
kebermanfaatan yang lebih besar. Kemudian kalian
tuangkan dalam bentuk deskripsi yang jelas dan terinci !
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
6) Guru meminta kelompok kalian untuk mengemukakan hasil
analisis yang telah kalian lakukan yang meliputi masalah di
lapangan, kenyataan di lapangan, dan solusi pemecahan
masalahnya di lapangan, dan berhak memberikan penilaian
atas presentasi kalian. (Baik, Cukup, Kurang)
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
7) Berdasarkan rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan
tadi, itulah yang dinamakan dengan PENELITIAN. Maka dari
itu silahkan kalian buat definisi penelitian yang terbaru dari
pengalaman belajar yang tadi telah kalian lakukan!
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
8) Kalian cari definisi penelitian dari beberapa tokoh,
diantaranya Hill Way, Soerjono Soekanto, dan Sutrisno
Hadi.
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
9) Beserta anggota kelompok yang lain, cari definisi dan
karakteristik dari beberapa jenis penelitian di bawah ini :

a) Berdasarkan Tujuannya
1) Penelitian Eksploratif
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
2) Penelitian Eksplanatif
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
3) Penelitian Deskriptif
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
b) Berdasarkan Bentuk dan Metode Pelaksanaan

1) Studi Kasus
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
2) Survei
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
3) Eksperimen
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
c) Berdasarkan Bidang yang di pilih
1) Penelitian Eksakta
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
2) Penelitian Sosial
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
d) Berdasarkan Pemakaiannya

1) Penelitian Murni
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
2) Penelitian Terapan
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
e) Berdasarkan Tempatnya

1) Penelitian Labolatorium
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
2) Penelitian Kepustakaan
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
3) Penelitian Lapangan
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
f) Berdasarkan Jenis Data

1) Penelitian Kualitatif
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
2) Penelitian Kuantitatif
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
 KEGIATAN BELAJAR 2
Pada pertemuan ini merupakan kalian akan belajar
tentang komponen dasar yang harus ada di dalam proposal
ataupun pelaporan. Bab ini memiliki peranan penting dalam
memberikan kebermanfaatan. Karena bab ini merupakan
sebuah bentuk publikasi dari apa yang kita cari kebenaran
dari permasalahan yang muncul. Namun sebelum itu,
untuk memahami dimana posisi pelaporan dalam sebuah
penelitian hendaknya kalian perhatikan kerangka atau
ilustrasi berikut ini :
Langkah pertama yang harus disiapkan seorang
peneliti adalah memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan
sering membaca surat kabar atau jurnal – jurnal ilmiah
ataupun publikasi penelitian yang telah dilakukan oleh
orang lain. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan ide
masalah yang bisa di teliti. kejelian dalam mencari atau
menemukan masalah untuk di teliti sangat menentukan
dan penting dalam kegiatan penelitian, karena tanpa
masalah kita tidak bisa melakukan penelitian. Kebanyakan
akademisi di indonesia kurang produktif karena sangat
jarang melakukan penelitian baik dari kalangan siswa,
mahasiswa, sarjana, magister, doktor, sampai pada guru
besar seperti yang menjadi pemberitaan hangat di media
masa beberapa waktu ke belakang.
Kemudian setelah kita mendapatkan masalah
penelitian maka langkah selanjutnya adalah kita
mengajukan judul penelitian dan mulai mencari litelatur
yang berkaitan dengan permasalahan yang kita teliti setelah
itu kita mengajukan proposal penelitian dan melakukan
proses bimbingan dengan pihak yang kompeten mengenai
permasalahan yang kita teliti, kemudian kita lakukan
seminar proposal. Di dalam proses seminar proposal kita
akan mendapatkan masukan – masukan dalam perbaikan
kajian yang akan kita lakukan. Apabila sudah disetujui
maka langkah selanjutnya adalah melakukan peneilitian di
lapangan kemudian melakukan pelaporan dan diakhiri
dengan publikasi. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel di
bawah ini .
Rasa Ingin Tahu Proposal + Bimbingan

Literasi Masalah

Kebermanfaatan Seminar Proposal

Pelaporan + Publikasi Penelitian


1) Perhatikan dan identifikasi sistematika proposal dan
laporan pada materi di atas!
2) Pilih salah satu abstrak di bawah ini untuk kalian pelajari!
3) Kemudian identifikasi dan baca dengan seksama abstrak
penelitian yang kalian pilih !

cengkeh mulai populer di Eropa baru pada abad ke-8. Mereka memanfaatkannya baik
sekedar pewangi, bahan campuran pengawet makanan, maupun obat. Perdagangan cengkeh
telah berpusat di Malaka selama beratus-ratus tahun sebelum akhirnya Portugis
menguasainya pada 1511. Pala tampaknya baru sohor pada 400 tahun silam. Suatu ketika
pada abad ke-17 harga buah pala sontak melejit di pasar Eropa. Penyebabnya, seorang
dokter di Elizabethan, Kota London, telah mengumumkan bahwa pala merupakan satu-
satunya penyembuh penyakit radang paru-paru (pneumonic plague). David Parry dalam
buku pengantar Exhibition of Antiquarian Maps and Prints of Indonesia, berpendapat bahwa
pala pernah menjadi komoditi termewah di pasar Eropa pada saat itu. Kabarnya, tingkat
balik modalnya berlipat hingga 32.000 persen! (National Geography 4 September 2017)

ABSTRAK I
PEMETAAN KERAWANAN TSUNAMI DI KECAMATAN
PELABUHANRATU KABUPATEN SUKABUMI
Oleh : Bayu Surya Pramana

Kecamatan Pelabuhanratu yang berada di bagian


Selatan Jawa Barat mempunyai tingkat kerawanan bencana
tsunami yang tinggi, hal itu disebabkan karena wilayah
Selatan Jawa Barat berbatasan langsung dengan zona
pergerakan lempeng dunia dan Samudera Hindia yang
dalam. Sehingga dengan kondisi tersebut wilayah ini sangat
rentan terjadi gempa bumi yang terjadi di bawah laut,
dimana fenomena gempa tersebut sebagian besar berpotensi
tinggi terhadap terjadinya bencana tsunami. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerawanan
bencana tsunami di Kecamatan Pelabuhanratu, melalui
aplikasi SIG dan survey lapangan maka akan diketahui
faktor penyebab tingginya nilai kerawanan, potensi
kerusakan, dan lokasi evakuasi bencana tsunami di
Kecamatan Pelabuhanratu.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah analisis spasial dengan menggunakan Sistem
Informasi Geografi (SIG), teknik survey lapangan. Metode
tersebut didukung oleh pendekatan satuan/unit lahan dan
pendekatan kewilayahan. Sedangkan metode pengumpulan
data menggunakan teknik analisis pemetaan, penyebaran
kuesioner, wawancara, observasi lapangan, survey
instansional, studi kepustakaan dan studi dokumentasi.
Pada penelitian ini, sampel penelitian dibagi menjadi dua,
yaitu sampel wilayah yang meliputi seluruh unit lahan yang
berada pada ketinggian kurang dari 50 mdpl di Desa Citarik,
Desa Citepus, Kelurahan Pelabuhanratu dan Sampel
manusia yang terdiri dari 5 orang sampel pada setiap unit
lahan yang berada pada sampel wilayah. Tahapan penelitian
meliputi 5 tahap, yakni tahap persiapan, survey penelitian
pendahuluan, penelitian Utama, Penelitian Tambahan, dan
Penyusunan Draft laporan.
Hasil penelitian di Kecamatan Pelabuhanratu
menunjukkan bahwa nilai atau kategori kerawanan bencana
tsunami di wilayah Kecamatan Pelabuhanratu di dominasi
oleh 46% kategori Rawan, 19 % Cukup Rawan dan 17%
Sangat Rawan. Dengan kondisi tersebut maka wilayah
Kecamatan Pelabuhanratu dikategorikan sebagai daerah
yang rawan bencana tsunami. Hal itu disebabkan karena
beberapa faktor, yaitu Jarak dari Sumber Penyebab
Tsunami, Morfologi dasar laut daerah pantai, Elevasi Lereng
Bawah laut, Bentuk garis pantai, Sungai dan kanal
pengendali banjir, Pulau-Pulau Penghalang, Topografi
Daratan Pesisir, Elevasi Daratan Pesisir, Ekosistem Pesisir,
Jarak Dari Garis Pantai, Penggunaan Lahan. Dari faktor
tersebut kemudian dianalisis untuk mengetahui potensi
kerusakan akibat tsunami. Potensi kerusakan tertinggi
akibat tsunami pada penggunaan lahan disana di dominasi
oleh Sawah Tadah Hujan, Perkebunan dan Pemukiman.
Berdasarkan hasil analisis, gelombang tsunami di sekitar
Teluk Pelabuhanratu mempunyai kecepatan rambatan rata-
rata gelombang sebesar 142,7967327 meter per detik
dengan waktu tempuh sampai mencapai daratan sebesar 30
menit setelah terjadi gempa dengan magnitude tsunami
pada skala Immamura maksimal skala VIII.
Kata kunci: Pemetaan Kerawanan, Tsunami

ABSTRAK II
KAJIAN KESEIMBANGAN AIR PADA BEBERAPA
PENGGUNAAN LAHAN DI SUB DAERAH ALIRAN CI KERUH
Oleh : ENENG HESTI

Sub Daerah Aliran Ci Keruh terletak di 06o50’00” LS –


06o57’30”LS dan 107o42’30” BT – 107o47’30” BT. Secara
administrasi Sub Daerah Aliran Ci Keruh melewati dua
kabupaten yaitu Kabupaten Bandung dan Kabupaten
Sumedang. Kabupaten Bandung melewati empat kecamatan
yaitu Kecamatan Bojongsoang, Solokan Jeruk, Cileunyi dan
Rancaekek. Sedangkan Kabupaten Sumedang melewati tiga
kecamatan yaitu Kecamatan Jatinangor, Tanjungsari dan
Sukasari. Luas Sub Daerah Aliran Ci Keruh ialah 11.865
Ha. Adanya peningkatan aktifitas penduduk yang
menyebabkan adanya dinamika penggunaan lahan
disekitar Sub Daerah Aliran Ci Keruh tersebut
menyebabkan meningkat pula kebutuhan lahan yang lebih
besar. Selain meningkatnya kebutuhan terhadap sumber
lahan tersebut juga meningkatnya kebutuhan terhadap
sumberdaya air guna memenuhi kebutuhan akan
penggunaan lahan yang ada. Dengan adanya penggunaan
lahan dan aktivitas penduduk tentu akan mempengaruhi
keseimbangan air pada penggunaan lahan tersebut. Oleh
karena itu, menjadi pokok kajian peneliti untuk
mengidentifikasi penggunaan lahan yang ada saat ini,
menganalisis keseimbangan air pada beberapa penggunaan
lahan dan secara keseluruhan di Sub Daerah Aliran Ci
Keruh.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode eksploratif. Populasi wilayah pada penelitian ini
adalah penggunaan lahan di Sub Daerah Aliran Ci Keruh,
dengan pengambilan sampel wilayah diperoleh dari hasil
overlay dari peta penggunaan lahan, kemiringan lereng dan
jenis tanah sehingga menghasilkan peta satuan lahan.
Sedangkan populasi penduduk adalah penduduk yang
berada di dalam Sub Daerah Aliran Ci Keruh, pengambilan
sampel penduduk menggunakan Stratified Random
Sampling. Variabel penelitian meliputi variabel bebas yaitu
klimatologi, penggunaan lahan, morfologi lahan, jenis tanah,
karakteristik DAS, jumlah penduduk, tingkat pendidikan,
pendapatan, mata pencaharian, luas lahan dan kepemilikan
lahan, variabel antara yaitu evapotranspirasi, infiltrasi, dan
limpasan permukaan dan variabel terikat yaitu
keseimbangan air pada beberapa penggunaan lahan dan
keseimbangan air di Sub Daerah Aliran Ci Keruh. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan interpretasi peta rupa
bumi dan peta jenis tanah, observasi lapangan, studi
literatur, studi dokumentasi dan wawancara. Adapun
teknik pengolahan data dilakukan dengan editing data,
coding dan tabulasi data. Dan teknik analisis data
menggunakan metode evapotranspirasi penmann, metode
F.J Mock Q = (Dro+Bf) F dan metode pembobotan luas.
Hasil penelitian menunjukan kondisi penggunaan
lahan di Sub Daerah Aliran Ci Keruh saat ini terdapat tujuh
penggunaan lahan yang terdiri lahan pertanian dan bukan
pertanian diantaranya adalah hutan, kebun, permukiman,
sawah irigasi, sawah tadah hujan, semak belukar dan
tegalan. Debit aliran paling banyak terjadi pada penggunaan
lahan kebun yaitu sebesar 1.161 m3/det dan debit aliran
paling sedikit terjadi pada penggunaan lahan semak belukar
yaitu sebesar 0,033 m3/det. Besarnya presentase infiltrasi
di Sub Daerah Aliran Ci Keruh adalah 30%. Debit aliran
paling banyak terjadi pada bulan Desember yaitu sebesar
3,715 m3/det sedangkan debit yang paling sedikit terjadi
pada bulan Oktober sebesar 0,312 m3/det.
Sebagai rekomendasi terhadap debit aliran, perlu
dilakukan penyuluhan mengenai teknik pengolahan lahan
yang sesuai dengan kaidah konservasi, menjaga kelestarian
daerah resapan air dan tempat menyimpan cadangan air,
fungsi penggunaan lahan disesuaikan dengan kaidah
konservasi karena cenderung mempengaruhi laju
infiltrasinya, pada lereng curam perlu dilakukan teknik
konservasi yang tepat sehingga curah hujan dapat
menghasilkan infiltrasi yang lebih banyak dan mengurangi
laju limpasan permukaan.

Pandangan kartografi tentang Asia pertama kali muncul dalam Geographia karya
Ptolemaeus pada abad ke-2. Dia merupakan seorang geografer, tetapi bukan penjelajah.
Pemeriannya tentang Asia, bahwa kawasan itu tidak dapat ditembus oleh penjelajah
Eropa karena lautan yang mengelilinginya. “Penemuan besar selama dua dekade antara
1492 dan 1512 mengubah persepsi manusia tentang bumi dan menandai lahirnya
kartografi Renaisans,” demikian tulis Parry. Penjelajahan dan pemetaan daerah baru
telah didokumentasikan oleh Portugis. Sayangnya banyak peta yang tak terselamatkan—
dan musnah. Peta-peta karya kartografer masa itu menunjukkan wilayah Asia dengan
garis pantai yang lebih akurat dan proporsi yang mendekati geografi sesungguhnya.
Rempah di Kepulauan Maluku telah membangkitkan pengembangan terhadap sejarah
dan kartografi dunia. Dengan peta-peta yang lebih baik, penjelajah samudra abad ke-15
dan ke-16 mencari rute pelayaran menuju legenda itu. Sebut saja Bartolomeus Diaz,
Fransisco Serrão, Ferdinand Magellan, Francis Drake. Mereka berlomba-lomba untuk
mencapai lokasi itu lewat kemampuan sumber daya manusia dan teknologi dalam
bidang kartografi yang lebih baik. Dalam perkembangannya, salah satu disiplin dalam
ilmu bumi tersebut memadukan geografi, astronomi, survei, seni dan teknologi
pembuatan peta atau globe. Karya kartografer telah menjadi dokumen ilmiah, bahkan
boleh dikategorikan hasil seni dan budaya yang menandai peradaban manusia.

ABSTRAK III
KONDISI KAWASAN WISATA PUNCAK
Oleh : Muhammad Ihsan Jamil

Kawasan Puncak adalah nama sebuah daerah wisata


pegunungan yang termasuk ke dalam wilayah Kabupaten
Bogor dan Kabupaten Cianjur. Kawasan ini dikenal sebagai
tempat peristirahatan penduduk kota Jakarta dan sebagai
daerah perkebunan teh yang dibangun oleh pemerintah
kolonial Belanda. Kawasan wisata Puncak banyak dipilih
sebagai tujuan wisata karena letaknya yang cukup strategis,
yaitu berada di daerah puncak yang memiliki udara segar
serta jarak dari Jakarta yang hanya 100 km. Sehingga
banyak dijadikan pilihan oleh sebagian besar penduduk ibu
kota untuk melepaskan kepenatan di Puncak sekaligus
untuk menghirup udara bersih dan segar yang sulit mereka
dapat di ibu kota. Meskipun kebanyakan wisatawan berasal
dari Ibu kota namun tak jarang wisatawan juga datang dari
kota lainnya di Jawa Barat, bahkan ada pula yang datang
dari luar Jawa Barat. Dari latar belakang tersebut maka
dalam penelitian ini akan dibahas mengenai kondisi
kawasan wisata puncak.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi
kondisi kawasan wisata Puncak dan mengidentifikasi
karakteristik wisatawan yang berkunjung ke kawasan
wisata puncak serta partsipasi masyarakat dalam kegiatan
pariwisata. Adapun penelitian ini menggunakan metode
survey. Penelitian ini hanya menggunakan satu variable
penelitian yaitu kondisi kawasan wisata puncak, yang sub
variabelnya meliputi objek dan daya tarik wisata, fasilitas
wisata, aksesibilitas wisata, karakteristik wisatawan dan
sistem pengelolaan.Populasi salam penelitian ini terdiri dari
dua jenis yaitu populasi wilayah dan populasi manusia.
Pengambilan sampel dilakukan secara aksidental.
Pengumpulan datanya dengan observasi, kuesioner,
wawancara, studi litelatur dan studi dokumentasi.
Sedangkan pengolahan datanya menggunakan analisis
prosentase.
Kondisi kawasan wisata puncak dapat dikategorikan
termasuk ke dalam kelas sangat baik, hal itu berdasarkan
hasil penelitian mengenai kondisi dan perkembangan
kawasan wisata puncak yang mendeskripsikan daya tarik
wisata, fasilitas wisata, aksesibilitas wisata, karakteristik
wisatawan dan sistem pengelolaan. Dilihat dari daya tarik
wisata maka di kawasan wisata puncak dapat ditemui objek
wisata yang memiliki daya tarik alam, daya tarik budaya
serta daya tarik buatan manusia. Fasilitas yang ada di
beberapa objek wisata pun cukup lengkap apalagi ditunjang
dengan sarana akomodasi yang banyak ditemui di kawasan
puncak, ditambah lagi dengan sejumlah restoran dan
rumah makan yang tidak sulit untuk di jumpai di kawasan
puncak.
Wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata
puncak umumnya berasal dari Jakarta dan sekitarnya.
Alasan utama wisatawan datang ke puncak sebagian besar
karena keindahan alam yang ada di kawasan Puncak. Para
wistawan kebanyakan menggunakan mobil pribadi untuk
datang ke puncak dan kebanyakan dari wisatawan hanya
menghabiskan waktu satu hari di kawasan puncak.
Sedangkan tempat menginap yang paling banyak dipilih
oleh wisatawan adalah villa sewaan yang banyak terdapat di
kawasan puncak.

Tak semua penjelajah mencapai daerah tujuannya. Christoffa Corombo—atau lebih populer
dengan sebutan Christopher Colombus—yang awalnya bertujuan ke Kepulaun Rempah,
namun justru menyasar ke kawasan Amerika Selatan. Atau, Ferdinand Magellan yang tewas
saat pertempuran di Filipina dan tak pernah menjejakkan kakinya di Kepulauan Rempah.
Rempah telah membawa perubahan dalam peradaban dunia. Berkat rempah pula banyak
muncul nama penjelajah kampiun dan para pedagang masyhur. Kartografer sohor dan
penjelajah samudra Eropa berhutang budi kepada cengkeh dan pala Maluku. Dan, mereka
telah membayar lunas dengan kolonialisme—babak baru tentang penderitaan dan
pencerahan bagi pribumi.

4) Setelah itu identifikasi oleh kalian komponen – komponen


pelaporan yang ada di dalam abstrak di atas kemudian
uraikan pada isian di bawah ini !
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
5) Tentukan jenis Penelitian yang dilakukan pada abstract di
atas kemudian kemukakan hasil kegiatan belajar hari ini di
depan kelas atau di depan gurumu!
6) Guru memberikan penilaian atas presentasi yang kalian
lakukan (Baik / Cukup / Kurang)
 KEGIATAN BELAJAR 3
Pada kegiatan ini merupakan kegiatan yang menjelaskan
tentang langkah – langkah penelitian. Bagaimana suatu fenomena
mulai di kaji sampai pada fenomena itu menghasilkan fakta di
lapangan. nah, sebelum kita mempelajari lebih jauh tentang
materi pada kegiatan belajar ini maka kalian perhatikan fenomena
di bawah ini :
1. Silahkan kalian berkumpul kembali dengan anggota
kelompoknya seperti pada pertemuan sebelumnya.
2. Perhatikan peta konsep atau diagram alir penelitian tentang
pemetaan resiko bencana tsunami di bawah ini:
3. Kemudian kalian deteksi dan identifikasi komponen yang
ada di dalam peta konsep atau diagram alir tersebut,
kemudian isikan pada isian di bawah ini
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
4. Buka jejaring internet kalian atau litelature lain kemudian
kalian pelajari 5 tahap penelitian geografi!
5. Dari komponen yang sudah kalian tuliskan di atas, langkah
selanjutnya adalah klasifikasikan atau kelompokkan
komponen di atas kedalam lima tahap penelitian geografi di
bawah ini !
a) Tahap Persiapan
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
b) Tahap Survey Penelitian Pendahuluan
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
c) Tahap Survey Penelitian Utama
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
d) Tahap Survey Penelitian Tambahan
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
e) Tahap Penyusunan draft laporan dan publikasi
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
6. Sampaikan hasil pekerjaan kalian di depan teman – teman
kalian di depan kelas beserta guru kalian!
7. Mintalah penjelasan ketepatan pekerjaan kalian dan nilai
dari pekerjaan kalian kepada guru kalian.
 KEGIATAN BELAJAR 4
Pada kegiatan belajar ini kalian akan mendapatkan
pengalaman langsung melakukan penelitian. Sehingga perlu
keseriusan dan kesungguhan agar laporan penelitian yang telah
kalian lakukan dapat sesuai dengan karya tulis ilmiah dan dapat
memberikan manfaat baik bagi diri sendiri maupun bagi orang
lain. Kadang seorang mahasiswa yang akan menyelesaikan tugas
akhir sangat kesulitan dalam membuat sebuah penelitian, hal itu
disebabkan karena kurangnya budaya literasi sehingga
kekurangan ide untuk mendapatkan masalah penelitian di
lapangan. Padahal permasalahan di lapangan begitu banyak apa
lagi untuk background geografi. Selain itu kesulitan yang dihadapi
juga disebabkan karena kurangnya pengalaman dalam melakukan
praktik penelitian sederhana. Maka dari itu kali ini kalian akan di
latih dari sekarang untuk belajar membuat penelitian dari isu
atau topic permasalahan yang saat ini muncul. Untuk itu silahkan
ikuti petunjuk kegiatan di bawah ini!
1) Siapkan sebuah perangkat kerja pelaporan (Mc. Word)
dengan kriteria sebagai berikut :
a) Ukuran kertas A4
b) Margin : atas 3 cm, kiri 4 cm, bawah 3 cm, dan kanan 3
cm.
c) Jenis huruf : Bookman Old Style ukuran 12, Spasi 1,5.
2) Kemudian kalian simak video berikut ini melalui koneksi
internet kalian. Berikut alamat URL nya
http://www.youtube.com/watch?v=KxdXxI5q7Xk
http://youtube.com/watch?v=0Ri1uuVto3k atau
https://www.youtube.com/watch?v=2NWd1bRhP7I
3) Setelah itu silahkan kalian baca materi pada URL ini :
https://www.cermati.com/artikel/peluang-dan-tantangan-
dalam-masyarakat-ekonomi-asean-mea atau
http://ppkdjakpus.com/2016/01/07/peluang-indonesia-
dalam-masyarakat-ekonomi-asean-mea/
4) Kemudian kalian jawab dengan menggunakan Bahasa
kalian pertanyaan essensial berikut ini !
Apa hubungan antara Bonus Demografi Indonesia dengan
Masyarakat Ekonomi ASEAN ?
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
5) Nah rangkaian di atas merupakan topik yang akan kita
teliti. Tayangan video dengan deskripsi merupakan bahan
atau gambaran fenomena yang mengarahkan kita untuk
menemukan masalah penelitian. Kemudian pertanyaan yang
tadi diajukan untuk kalian jawab adalah dasar dari masalah
penelitian yang akan kalian teliti. Sehingga topik yang akan
kalian teliti adalah berkaitan dengan Perhitungan bonus
demografi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN
di Kota / Kabupaten … (sesuai dengan nama kelompok
kalian) Provinsi Jawa Barat
6) Kemudian sekarang silahkan kalian siapkan Mc. Word
kalian untuk memulai membuat pelaporan penelitian
dengan judul yang telah diarahkan diatas. Kemudian mulai
lah untuk menyusun Bab I Pendahuluan.
7) Pertama silahkan kalian buat deskripsi latar belakang
dengan acuan alinea pertama di isi dengan Deskripsi lokasi
penelitian (sesuai dengan nama kelompok kalian), alinea
kedua diisi dengan potensi dan karakteristik demografi
lokasi penelitian, alinea ketiga diisi dengan deskripsi bonus
demografi dan MEA serta kaitan diantara keduanya, alinea
keempat diisi dengan potensi bonus demografi yang ada di
daerah penelitian kalian dan diakhiri dengan kalimat
penegasan pentingnya untuk dilakukan
penelitian/pengkajian.
8) Langkah kedua adalah menyusun rumusan masalah yang
akan diteliti dan dicari jawabannya oleh kalian. Dengan
rumusan masalah yang akan di kaji adalah sebagai berikut :
- Berapa % laju pertumbuhan penduduk di wilayah kota /
kabupaten yang mereka teliti pada tahun 2020 – 2045?
- Berapa jumlah penduduk berdasarkan rentang umur
yang di tetapkan BPS di wilayah kota / kabupaten yang
mereka teliti pada tahun 2020 – 2045?
- Bagaimana piramida penduduk di wilayah kota /
kabupaten yang mereka teliti pada tahun 2020 – 2045?
- Berapa jumlah penduduk produktif dan non produktif di
wilayah kota / kabupaten yang mereka teliti pada tahun
2020 – 2045?
- Berapa perbandingan antara laki – laki dengan
perempuan (Sex Rasio) di wilayah kota / kabupaten yang
mereka teliti pada tahun 2020 – 2045?
- Berapa angka ketergantungan hidup (Dependency Rasio)
di wilayah kota / kabupaten yang mereka teliti pada
tahun 2020 – 2045?
- Berapa besar angka kepadatan penduduk di wilayah kota
/ kabupaten yang mereka teliti pada tahun 2020 – 2045?
9) Setelah itu silahkan kalian lengkapi komponen yang lain
dengan cara mendiskusikan dengan teman kelompok kalian.
10) Apabila sudah selesai silahkan kalian melanjutkan dengan
menyusun BAB II Tinjauan Pustaka dengan mencari materi
dari sumber pustaka atau dokumen baik cetak maupun
online dengan materi dasar sebagai berikut :
NB : Ingat setiap mendowload dokumen atau litelature
online usahakan berupa jurnal dan daftar pustakanya di
simpan untuk menghindari flagiatisme.
- Demografi (menghitung pertumbuhan penduduk, sex
rasio, dependency rasio, kepadatan penduduk, dll)
- Bonus Demografi
- ASEAN
- Masyarakat Ekonomi ASEAN
11) Tahap selanjutnya ialah mulai menyusun BAB III Metodologi
Penelitian sesuai dengan komponen yang telah dituliskan
pada materi di atas.
12) Selanjutnya kalian mulai mengerjakan BAB IV Hasil dan
Pembahasan, namun sebelum itu kalian harus mencari data
statitik masing – masing daerah sesuai dengan nama daerah
yang kalian kaji bersama dengan anggota kelompok yang
lain (data yang di cari minimal data kependudukan, luas
wilayah) dari situs pemerintah http://www.bps.go.id dengan
key data kependudukan masing masing wilayah sesuai
dengan nama kelompok atau di URL http://google.co.id
dengan key search nama kota / kab dalam angka tahun
2015 dan 2016, seperti contoh berikut :
- Kota Sukabumi dalam angka tahun 2015
- Kota Sukabumi dalam angka tahun 2016
13) Selanjutnya kalian isikan data kependudukan dan wilayah
yang telah kalian dapatkan pada sub bab Hasil.
14) Kemudian untuk mengisi sub bab Pembahasan terlebih
dahulu kalian harus mencari dan mempelajari literature
tentang :
- Menghitung laju pertumbuhan penduduk
- Menghitung sex rasio
- Menghitung dependency rasio
- Menghitung kepadatan penduduk
Pada buku paket geografi kelas XI di perpustakaan atau
litelatur online yang telah kalian tuliskan pada Bab
Tinjauan Pustaka. Dan mulailah melakukan perhitungan
data demografi sesuai dengan rumusan masalah yang telah
di sebutkan di atas dan deskripsikan serta laporkan pada
sub bab pembahasan.
15) Kemudian apabila sudah selesai lanjutkan dengan membuat
simpulan dan rekomendasi. Simpulan yang dituliskan
adalah jawaban singkat atas rumusan masalah yang telah
kalian rumuskan dan jawab pada pembahasan.
16) Setelah itu kalian lengkapi dengan daftar pustaka dan
lampiran kemudian lakukan proses editing dan mengecek
kelengkapan naskah serta print out dan jilid soft cover
untuk diserahkan kepada guru mata pelajaran kalian untuk
mendapatkan penilaian.
17) Setelah itu buatkan sebuah presentasi dari hasil penelitian
kalian dan kemukakan di depan kelas untuk mendapatkan
penilaian lain.
18) Kemukakan kesan, pengalaman, dan manfaat yang kalian
peroleh pada kolom isian di bawah ini :
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
Dalam orasi ilmiah bertajuk ‘Pengelolaan Kawasan Maritim dan Perbatasan
Indonesia dalam Kerangka Kerja Sama Regional Asia Tenggara’, Havas
mengungkapkan bahwa Indonesia menghadapi lima tantangan dalam kegiatan
mengelola kawasan maritim setelah hukum internasional memberikan hak
kedaulatan dan hak berdaulat. Tantangan pertama, bangsa Indonesia perlu
mengetahui isi kolom air laut, biota laut, kandungan dasar laut, keamanan, dan
keselamatan laut. “Indonesia memerlukan ilmu, teknologi, kapasitas keilmuan,
dan pembiayaan yang tidak sedikit serta kemungkinan kerjasama internasional,
mengingat sejumlah perairan Indonesia berbatasan dengan yuridiksi negara
lain,” jelasnya. Pemanfaatan segala kekayaan laut Indonesia menjadi tantangan
kedua bagi bangsa. Havas mengungkapkan bahwa hal tersebut perlu dilakukan
lantaran posisi geostrategis Indonesia. Alur laut navigasi Indonesia tak hanya
menghubungkan pulau-pulau yang ada di dalam Indonesia, namun juga
menghubungkan kawasan Indonesia dengan perdagangan internasional. Havas
pun mengingatkan akan tantangan ketiga bagi bangsa Indonesia terkait
pemahaman akan ancaman terhadap, di, dan dari laut. Sejumlah ancaman
tersebut seperti eksploitasi sumber daya alam, adanya pelanggaran hukum di
laut seperti penyelundupan dan perdagangan orang, serta ancaman dari negara
yang datang melalui laut. “Tantangan keempat adalah mengamankan kawasan
maritim Indonesia dari berbagai ancaman,” jelas Havas. Menurutnya, hal
tersebut perlu dilakukan agar bangsa Indonesia mampu memanfaatkan secara
maksimal kawasan laut Indonesia. Melakukan foreign policy projection lewat
diplomasi maritim adalah tantangan kelima bagi bangsa Indonesia. “Salah satu
bentuk sederhana diplomasi maritim adalah diplomasi perbatasan laut
dirancang untuk menyelesaikan delimitasi batas maritim Indonesia dengan
negara tetangga, yaitu India, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina,
Palau, Australia, dan PNG,” jelas Havas.
LATIHAN SOAL

1. Perhatikan pernyataan berikut :


1) Rencana tentang sumber sesuai dengan si peneliti dan responden
2) Tipe informasi yang relevan sesuai dengan kebutuhan penelitian
3) Strategi pendekatan yang digunakan dalam pengumpulan dan
analisa data
4) Jadwal dan anggaran penelitian yang diperlukan harus diuraikan
secara jelas
5) Selalu membutuhkan waktu, biaya dan tenaga yang cukup besar
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam desain penelitian yang
baik yaitu
A. 1), 2), dan 3) D. 2), 4), dan 5)
B. 1), 3), dan 5) E. 3), 4), dan 5)
C. 2), 3), dan 4)
2. Beberapa syarat yang harus diperhatikan dalam perumusan masalah
yaitu ….
A. Mengembangkan atau memperluas cara-cara pengujian suatu
teori
B. Memberikan sumbangan terhadap metodelogi penelitian
C. Mendapat dukungan dari berbagai pihak terkait
D. Menunjukkan variabel-variabel yang diteliti
E. Berhubungan dengan judul utama
3. Berikut ini yang bukan merupakan syarat dalam memilih judul
penelitian adalah
A. Judul memberikan gambaran tentang penelitian yang akan
dilakukan
B. Mengetahui permasalahan pokok objek yang akan diteliti
C. Mencerminkan keseluruhan isi penulisan
D. Menggunakan kalimat singkat dan jelas
E. Mendukung terhadap si peneliti
4. Data yang berupa kata-kata, perwujudan, deskripsi atau verbal, bukan
dalam bentuk angka-angka adalah data ….
A. Kualitatif D. Primer
B. Kuantitatif E. Tersier
C. Sekunder
5. Alat pengumpul data yang harus diisi sendiri oleh responden (penduduk)
berupa daftar pertanyaan disebut ….
A. Studi dokumenter D. Observasi
B. Studi pustaka E. Angket
C. Wawancara
6. Teknik pengolahan data hasil dari pengumpulan data berupa
pembuatan kode-kode tertentu disebut ….
A. Coding D. Tabulating
B. Editing E. Analisys
C. Procesing
7. Dalam sebuah penelitian metode wawancara dilakukan untuk
mengetahui ….
A. Jumlah penduduk D. Luas wilayah
B. Sikap penduduk E. Topografi
C. Struktur desa
8. Berdasarkan cara memperolehnya, data berupa peta tematik, foto udara
dan citra satelit termasuk data ….
A. Primer D. Kualitatif
B. Tersier E. Kuantitatif
C. Sekunder
9. Berikut ini merupakan metode yang tidak dilakukan dalam penelitian
geografi adalah
A. Pemetaan D. Studi Lapangan
B. Studi Banding E. Wawancara
C. Kuantitatif
10. Sampel yang diambil dengan cara membagi populasi menjadi beberapa
kelas atau tingkatan disebut sampel ….
A. Kuota D. Sistematic
B. Purposive E. Random
C. Strata

Bacalah Abstrak Penelitian di bawah ini!


ABSTRAK
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG BUKITTINGGI SEBAGAI
KOTA WISATA
OLEH : JULIANA ELISA S
Kota Bukittinggi merupakan salah satu pusat kebudayaan Minangkabau dan
ditetapkan sebagai Kota Wisata. Sebagai kota wisata Bukittinggi sangat
membutuhkan partisipasi masyarakat untuk terwujudnya kota wisata yang
berkualitas. Oleh karena itu dalam penelitian ini dikaji partisipasi masyarakat
dalam mendukung Bukittingi sebagai kota wisata. Bentuk partisipasi yang
dilakukan untuk mendukung Bukittinggi sebagai Kota Wisata yaitu partisipasi
ide/pikiran, tenaga, harta benda, keterampilan, dan partisipasi sosial. Tujuan
dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi bentuk dan tingkat partisipasi
masyarakat dalam mendukung Bukittinggi sebagai kota wisata dan
menganalisis hubungan kondisi sosial ekonomi masyarakat dengan bentuk
partisipasi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode
deskriptif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa bentuk partisipasi harta
benda termasuk kategori tinggi, partisipasi tenaga termasuk kategori sedang,
sementara bentuk partisipasi ide/pikiran, partisipasi keterampilan dan
partisipasi sosial termasuk kategori tingkat partisipasi sangat rendah.
Berdasarkan skor yang dicapai masing-masing bentuk partisipasi, secara
umum dapat dikatakan bahwa partisipasi masyarakat dalam mendukung
Bukittinggi sebagai kota wisata termasuk kategori tingkat partisipasi rendah.
Kondisi sosial ekonomi masyarakat (tingkat pendidikan, mata pencaharian,
dan tingkat pendapatan) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
partisipasi yang dilakukan masyarakat dalam mendukung Bukittinggi sebagai
kota wisata. Dalam arti semakin tinggi tingkat pendidikan, maupun tingkat
pendapatan tidak menjamin masyarakat untuk turut berpartisipasi.
Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Kota Wisata, Bukittinggi.
Isilah pertanyaan di bawah ini!
11. Masalah yang diangkat dalam penelitian diatas adalah !
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
12. Konsep yang digunakan dalam Penelitian Geografi tersebut !
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
13. Prinsip Geografi yang digunakan dalam Penelitian Geografi tersebut !
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
14. Pendekatan Geografi yang digunakan dalam Penelitian tersebut !
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
15. Teknik pengumpulan data dalam penelitian diatas adalah !
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
Sebuah studi yang baru saja dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences
baru saja mengungkapkan bahwa beruang-beruang cokelat Amerika kini lebih memilih makan buah
sambucus ketimbang makan salmon karena perubahan iklim. Seharusnya, beruang-beruang tersebut
makan salmon di awal musim panas dan berganti ke buah sambucus pada bulan Agustus dan September.
Akan tetapi, temperatur yang lebih hangat membuat sambucus berbuah lebih cepat dari biasanya sehingga
bertepatan dengan datangnya salmon ke sungai-sungai Pulau Kodiak di Alaska.
Kepada Telegraph 25 Agustus 2017, pakar biologi Oregon State University, William Deacy, yang menulis
studi tersebut mengatakan, apa yang Anda lihat di sini adalah beruang-beruang sedang mengejar jadwal.
“Ini seperti Anda disuguhi sarapan dan makan siang di saat yang sama, dan diberitahu bahwa tidak akan
ada makanan lagi hingga malam hari. Anda pun harus memilih di antara keduanya karena kemampuan
perut Anda yang terbatas,” katanya. Akibatnya, beruang-beruang pun lebih memilih untuk makan sambucus
yang mengandung lebih sedikit protein dan membutuhkan lebih sedikit energi untuk dicerna agar berat
badan cepat bertambah.
Menanggapi fenomena ini, para peneliti memperingatkan bahwa perubahan pola makan beruang bisa
berdampak buruk pada ekosistem Pulau Kodiak. Hal ini terbukti ketika beruang-beruang lebih memilih
makan sambucus dan meninggalkan sungai pada musim panas tahun 2014. Hutan di sekitar sungai turut
menderita karena tidak mendapatkan sisa-sisa ikan yang berpotensi menyuburkan tanah.
“ Beruang-beruang yang pindah dari makan salmon ke sambucus menganggu mata rantai ekologis yang
biasanya menyuburkan ekosistem dan membuat angka mortalitas salmon tinggi,” tulis para peneliti dalam
laporan tersebut.
Secara rata-rata, buah sambucus merah matang 2,5 hari lebih cepat setiap dekade. Jika pola ini terus
berlanjut, maka siklus sambucus dan salmon akan benar-benar bertepatan pada tahun 2070. (National
Geography, 28 Agustus 2017)
Page 1 of 38

GEOID – 3.4/ 4.4/Ganjil/IV/004

BUMI SEBAGAI RUANG KEHIDUPAN

1. IDENTITAS
a. Nama Mata Pelajaran : Geografi
b. Semester :1
c. Kompetensi Dasar :

3.3. Menganalisis dinamika planet bumi sebagai ruang


kehidupan
4.4. Menyajikan karakteristik planet bumi sebagai ruang
kehidupan dengan menggunakan peta, bagan, gambar,
tabel, grafik, video, dan / atau animasieo, dan / atau animasi

d. Materi Pokok : Bumi Sebagai Ruang Kehidupan


e. Alokasi Waktu : 12 JP x 4 Pertemuan
f. Tujuan Pembelajaran :

Melalui pembelajaran berbasis aktivitas diharapkan peserta


didik mampu memahami Bumi sebagai ruang kehidupan
beserta manfaatnya dengan penuh rasa syukur, ingin tahu,
teliti dan bertanggung jawab.

g. Materi Pembelajaran : FACTUAL

GERHANA MATAHARI TOTAL


Bagi Indonesia, GMT 9 Maret 2016 sangat spesial karena akan melintasi
Indonesia dan berakhir di Samudera Pasifik. Garis total GMT 9 Maret
2016 akan dimulai dari Pulau Pagai Utara dan Selatan di Sumatera
Barat, kemudian mengarah ke Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan,
Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan
Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan
berakhir di kota Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara. Masyarakat
yang tidak berada di jalur total GMT akan bisa menikmati Gerhana
Matahari Sebagian. Terakhir kali Indonesia mengalami Gerhana
Matahari Total adalah tahun 1995 saat lintasan total melintasi Sangihe.
Akan tetapi, peristiwa ketika sebagian besar masyarakat indonesia
menikmati gerhana matahari total adalah di tahun 1983 atau 33 tahun
lalu.
Page 2 of 38

OPOSISI, TRANSIT & KONJUNGSI


8 Maret – Oposisi Jupiter
Planet terbesar di Tata Surya akan berada pada posisi terdekat
dengan Bumi dan tampak sangat terang di langit malam. Para
pengamat bisa menikmati kehadiran Jupiter sepanjang malam
beserta satelit-satelit Galilean pengiringnya.
9 Mei – Transit Merkurius
Saatnya melihat kehadiran Merkurius dengan menggunakan
teleskop yang sudah dipasang filter Matahari. Merkurius akan
melintas di depan permukaan Matahari. Mirip seperti transit Venus
di tahun 2012. Sayangnya saat transit terjadi Matahari sudah
terbenam bagi pengamat di Indonesia. Meskipun demikian Transit
Merkurius ini merupakan satu—satunya transit Merkurius dekade
ini.
22 Mei – Oposisi Mars
Akankah isu dua bulan di langit malam muncul lagi? Isu yang
diedarkan sejak Oposisi Mars tahun 2003. Tapi yang pasti tahun
2016 kita akan dapat menikmati Mars yang sedang menuju jarak
terdekatnya dengan Bumi. Saat oposisi, Bumi akan berada di antara
Mars dan Matahari. Selang 8 hari kemudian, barulah Mars berada
pada posisi terdekatnya dengan Bumi. Tapi, jangan berharap planet
merah ini aan tampak lebih besar dari noktah di langit malam.
Apalagi sebesar Bulan. Bangunlah dari tidurmu kalau kamu masih
mempercayai isu lama itu.
3 Juni – Oposisi Saturnus
Planet yang cincinnya tampak indah itu akan berada pada posisi
terdekatnya dengan Bumi tanggal 3 Juni. Jadi jangan lewatkan!
Saturnus akan tampak lebih terang dibanding waktu lainnya dan
akan dapat dinikmati kehadirannya sepanjang malam. Gunakan
teleskop dan kameramu untuk memotret planet cincin ini.
28 Agustus – Konjungsi Venus & Jupiter
Dua planet terang ini akan berada pada posisi terdekatnya. Dan
tampak berpapasan sangat dekat di langit malam, hanya terpisah
0,1º dan bisa dinikmati saat senja setelah Matahari terbenam di
barat.
2 September – Oposisi Neptunus
Tidak mudah untuk mengamati planet es biru ini. Tanggal 2
September menandai posisi terdekatnya dengan Bumi. Meskipun
demikian, Neptunus tetap hanya obyek titik biru di teleskop anda.
15 Oktober – Oposisi Uranus
Setelah Mars, Jupiter, Saturnus dan Neptunus berada pada posisi
terdekatnya dari Bumi, kini giliran Uranus, si planet es raksasa
lainnya untuk berada dekat dengan Bumi. Planet yang bergerak
menggelinding ini akan tampak unik sebagai titik warna biru
kehijauan di teleskop.
Page 3 of 38

EKUINOKS & SOLSTICE

20 MARET – EKUINOKS
Matahari berada di ekuinoks atau di atas garis khatulistiwa.
Lamanya siang dan malam menjadi sama yakni 12 jam. Bagi
masyarakat di belahan bumi utara, tanggal 20 Maret merupakan
Vernal Ekuinoks atau titik balik musim semi yang menandai awal
musim semi. Di belahan Bumi selatan, ekuinoks di bulan Maret
merupakan ekuinoks musim gugur yang menandai awal musim
gugur.

21 JUNI – SOLSTICE (SUMMER SOLSTICE – BELAHAN UTARA ;


WINTER SOLSTICE – BELAHAN SELATAN)
Titik balik musim panas bagi masyarakat di Belahan Bumi Utara dan
titik balik musim dingin bagi penduduk di Bumi Belahan Selatan.
Selain itu, bagi penduduk di belahan selatan, ini merupakan malam
terpanjang dan bagi mereka yang berada di utara, ini adalah siang
terpanjang.

22 SEPTEMBER – EKUINOKS
Matahari berada di ekuinoks atau di atas garis khatulistiwa.
Lamanya siang dan malam menjadi sama yakni 12 jam. Bagi
masyarakat di belahan bumi utara, tanggal 22 September
merupakan Ekuinoks Musim Gugur atau titik balik musim gugur
yang menandai awal musim gugur. Sebaliknya di belahan Bumi
selatan, ekuinoks di bulan September merupakan vernal ekuinoks
atau ekuinoks musim semi yang menandai awal musim semi.

21 DESEMBER – SOLSTICE (WINTER SOLSTICE – BELAHAN UTARA


; SUMMER SOLSTICE – BELAHAN SELATAN)
Titik balik musim dingin bagi masyarakat di Belahan Bumi Utara dan
titik balik musim panas bagi penduduk di Bumi Belahan Selatan.
Selain itu, bagi penduduk di belahan selatan, ini merupakan siang
terpanjang dan bagi mereka yang berada di utara, ini adalah malam
terpanjang.

Dan apakah orang-orang yang kafir


tidak mengetahui bahwasanya
langit dan bumi itu keduanya
dahulu adalah suatu yang padu,
kemudian Kami pisahkan antara
keduanya. Dan dari air Kami
jadikan segala sesuatu yang hidup.
Maka mengapakah mereka tiada
juga beriman? (Surat Al-Anbiyâ´
ayat 30)
Page 4 of 38

KONSEPTUAL

I. Teori – Teori Pembentukan Alam Semesta


Jagat raya atau alam semesta adalah suatu sistem alam
kompleks yang luas yang hampir tidak dapat diukur dan belum
diketahui batas-batasnya. Alam semesta ini terdiri dari semua
materi, termasuk energy yang ditemukan, diketahui dan dipercaya
manusia. Berdasarkan pengamatan yang telah lama dilakukan,
para ahli mengemukakan bahwa isi alam semesta ini digolongkan
menjadi dua, yaitu materi tampak dan materi gelap.
Materi tampak adalah materi yang terdiri dari benda-benda
angkasa yang menghasilkan cahaya atau memantulkan cahaya,
sehingga keberadaannya dapat kita amati, seperti galaksi, cluster
galaksi, gugus bintang, matahari dan bintang, planet, komet, satelit
dan asteroid. Sedangkan materi gelap adalah semua materi yang
terdiri dari benda-benda angkasa yang supermasif, yang runtuh
akibat gravitasinya. Semua materi tertelan, bahkan cahayanya pun
tidak dapat keluar dari materi ini. Hal itu mengakibatkan benda
langit ini sulit dan bahkan tidak dapat diamati keberadaannya,
kecuali dengan menganalisis akibat gaya gravitasinya berupa
lubang hitam. Setidaknya ada 3 teori yang mengemukakan tentang
pembentukan alam semesta, yakni teori Big Bang, Teori Keadaan
Tetap (Steady State Theory), Teori Ekspansi dan kontraksi (The
Oscillating Theory).
II. Teori-teori pembentukan tata surya
Setelah kita mempelajari dan mengetahui bagaimana alam
semesta ini terbentuk, maka pada pembahasan kali ini kita akan
mempelajari bagaimana sistem tata surya kita ini terbentuk. Ada
berbagai macam pendapat yang berasumsi tentang bagaimana tata
surya kita ini lahir. Hal itu dipengaruhi oleh perkembangan ilmu,
pengetahuan, dan tekhnologi yang berkembang saat itu. Untuk itu,
beberapa teori yang membahas tentang proses pembentukan tata
surya adalah Nebulae Hypothetic (Teori Kabut), Proto-Panet (Teori
awan debu), Planetesimal, Teori Pasang Surut, Teori Bintang
Kembar

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang


(sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia
bersemayam di atas ´Arasy, dan menundukkan
matahari dan bulan. Masing-masing beredar
hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur
urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-
tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini
pertemuan(mu) dengan Tuhanmu. (QS: Ar-Ra'd
Ayat: 2)
Page 5 of 38

III. Anggota tata surya


a. Matahari
1) Karakteristik Matahari
Matahari berbentuk bola yang berpijar dengan senyawa
penyusun utama berupa gas hidrogen (74%) dan helium (25%)
terionisasi. Senyawa penyusun lainnya terdiri dari besi, nikel,
silikon, sulfur, magnesium, karbon, neon, kalsium, dan kromium.
Cahaya Matahari berasal dari hasil reaksi fusi hidrogen menjadi
helium.
Matahari merupakan bintang yang paling dekat dengan
Bumi, yaitu berjarak rata-rata 149.600.000 kilometer (92,96 juta
mil). Jarak Matahari ke Bumi ini dikenal sebagai satuan astronomi
dan biasa dibulatkan (untuk penyederhanaan hitungan) menjadi
150 juta km. Berdasarkan penghitungan menggunakan Hukum
Newton dengan melibatkan nilai kecepatan orbit Bumi, jarak
Matahari, dan gaya gravitasi, diperoleh massa Matahari sebesar
1,989x1030 kilogram. Angka tersebut sama dengan 333.000 kali
massa Bumi. Sementara itu, diameter Matahari adalah 1.392.000
kilometer atau 865.000 mil, sama dengan 109 kali diameter Bumi.
Sebagai perbandingan, sebanyak 1,3 juta planet seukuran Bumi
dapat masuk ke dalam Matahari. Oleh karena itu, Matahari menjadi
obyek terbesar di tata surya dengan massa mencapai 99,85% dari
total massa tata surya.
Berdasarkan penghitungan dengan metode analisis
radioaktif, diketahui bahwa batuan bulan, meteorit dan batuan
Bumi tertua yang pernah ditemukan berusia sekitar 4,6 miliar
tahun. Sementara itu, sampel batuan Matahari belum pernah
didapatkan sehingga penghitungan dilakukan secara matematika
menggunakan model interior Matahari. Berdasarkan hasil
penghitungan matematika adalah Matahari diperkirakan berusia±
1,5 miliar tahun. Namun, oleh karena tata surya diketahui
terbentuk sebagai satu kesatuan dalam waktu yang berdekatan
maka kini secara umum Matahari dianggap berusia 4,6 miliar
tahun. Matahari tergolong bintang tipe G, dengan ciri memiliki suhu
permukaan sekitar 6.000 K dan umumnya bertahan selama 10
miliar tahun. Matahari diperkirakan berusia sekitar 7 miliar tahun
lagi, sebelum hidrogen di intinya habis. Bila hal tersebut terjadi,
Matahari akan berekspansi menjadi bintang raksasa berwarna
merah yang dingin dan 'memakan' planet-planet kecil di sekitarnya
(mungkin termasuk Bumi) sebelum akhirnya kembali menjadi
bintang kerdil berwarna putih kembali.
Gaya gravitasi di Matahari sebanding dengan 28 kali gravitasi
di Bumi. Secara teori hal tersebut berarti bila seseorang memiliki
berat 100 kg di Bumi maka bila berjalan di permukaan Matahari
beratnya akan terasa seperti 2.800 kg. Gravitasi Matahari
memungkinkannya menarik semua komponen-komponen
penyusunnya membentuk suatu bentuk bola sempurna. Gravitasi
Matahari jugalah yang menahan planet-planet yang mengelilinginya
tetap berada pada orbit masing-masing. Pengaruh dari gravitasi
Matahari masih dapat terasa hingga jarak 2 tahun cahaya.
Page 6 of 38

Radiasi Matahari, lebih dikenal sebagai cahaya Matahari,


adalah campuran gelombang elektromagnetik yang terdiri dari
gelombang inframerah, cahaya tampak, sinar ultraviolet. Semua
gelombang elektromagnetik ini bergerak dengan kecepatan sekitar
3,0 x 108 m/s. Oleh karena itu radiasi atau cahaya memerlukan
waktu 8 menit untuk sampai ke Bumi. Matahari juga menghasilkan
sinar gamma, namun frekuensinya semakin kecil seiring dengan
jaraknya meninggalkan inti.
Dengan kriteria di atas, ditinjau dari sudut pandang fisika
bintang, matahari tidak terlalu banyak memiliki aspek yang
menarik perhatian para ahli astronomi. Matahari dianggap tidak
terlalu menarik untuk dipelajari. Namun demikian, matahari tetap
penting bagi para ahli fisika bintang di bumi. Hal itu dikarenakan
dengan mempelajari matahari , mereka mempunyai kesempatan
untuk dapat mempelajari sebuah bintang dari dekat. Itulah alasan
utama kenapa matahari disebut dengan Batu Rosseta dalam
astronomi. Batu Rosseta adalah nama batu prasasti yang
digunakan oleh Champolleon (arkeolog Perancis) untuk
memecahkan rahasia tulisan hieroglif bangsa mesir kuno. Dengan
semakin banyaknya pengamatan yang dilakukan para ahli tentang
matahari, sekarang para ahli fisikan bintang dan astronomi telah
banyak mendapatkan gambaran umum tentang matahari,
gambaran itu dapat kita lihat pada tabel di bawah ini :
Parameter Fisik Nilai Koefesien
Umur 4,5 Milyar Tahun
Massa 1,99 x 1030 kg
Jari-jari 696.000 km
Kerapatan Rata-rata 1,4 gr/cm3
Jarak rata-rata dari bumi 150 juta km
Periode rotasi di ekuator 26 hari
Percepatan gravitasi di permukaan 274 m/det2
Temperatur permukaan 60000 C

2) Struktur Matahari
Struktur matahari atau yang sering disebut lapisan-lapisan
matahari adalah gambaran penampang matahari dari bagian
terdalam sampai bagian terluar ataupun sebaliknya yang
memperlihatkan karakteristik yang berbeda antara satu lapisan
dengan lapisan lainnya. Secara umum struktur matahari terdiri
dari 3 lapisan utama, yaitu lapisan angkasa matahari, permukaan
matahari dan lapisan dalam matahari.
a) Angkasa matahari (atmosfer matahari)
Bagian yang sering kita lihat pada matahari dari pagi
sampai sore hari, sebenarnya hanyalah lapisan angkasa
matahari saja. Lapisan ini merupakan lapisan paling luar dari
matahari, yang terdiri dari tiga lapisan utama, yaitu lapisan
fotosfer, kromosfer dan korona.
Page 7 of 38

- Fotosfer
Fotosfer adalah bagian matahari yang paling mudah
terlihat dari bumi. Suhu di wilayah ini sekitar 6.0000C
dan didominasi olah 75% hidrogen dan 25% Helium. Di
lapisan ini terdiri dari 67 unsur kimia. Di atas lapisan
fotosfer terdapat daerah temperatur minimum yang
merupakan daerah terdingin di matahari, terletak
sekitar 500 km di atas fotosfer dan memiliki temperatur
sekitar 4.000 K. Karena kondisi dingin tersebut, maka
di wilayah ini terdapat 18 jenis molekul, seperti molekul
karbon monoksida dan air.
- Kromosfer
Kromosfer adalah sebuah lapisan di atas lapisan
fotosfer. Lapisan ini relatif tipis dan jarang sekali
terlihat kecuali pada saat terjadinya gerhana matahari
total. Hal itu disebabkan karena lapisan ini tertutup
oleh lapisan terang dari fotosfer. Lapisan ini berwarna
merah, saat terjadi gerhana seperti bingkai berwarna
merah yang melingkari matahari. Warna merah ini
berasal dari aktifitas atom-atom hidrogen dan helium
yang relatif mempunyai konsentrasi banyak di lapisan
ini. Kromosfer mempunyai ketebalan antara 2.000-
3.000 km. Akan tetapi batas di bagian atasnya tidak
jelas karena lapisan perbatasannya berubah menjadi
lautan semburan materi yang diberi nama spicule.
Bagian paling bawah lapisan ini mempunyai suhu
4.5000C sedangkan di bagian perbatasan dengan
bagian di atasnya yang disebut dengan lapisan transisi
suhunya meningkat drastis menjadi 100.0000C. di atas
lapisan kromosfer terdapat lapisan transisi/ tempat
terjadinya kenaikan temperatur secara cepat dari
sekitar 100.000 – 1.000.0000C pada jarak yang relatif
pendek.
- Korona
Kata korona berasal dari bahasa latin yang berarti
mahkota. Lapisan ini sangat renggang dengan
kerapatan sekitar 109 atom/cm3. Keterangan lapisan
korona kalah jauh dari keterangan lapisan fotosfer
(sepersejuta kali). Korona ini hanya bisa diamati pada
saat terjadinya gerhana matahari total. Meskipun
sebenarnya kecerlangan korona sama dengan setengah
kecerangan bulan purnama. Korona pertama kali
diperkenalkan oleh Plutarchus, dan dikembangkan
lebih mendalam oleh Johannes Kepler.
Berdasarkan hasil pengamatan, korona terbagi menjadi
tiga bagian, yaitu korona F (fraunhofer), Korona K
(Kontinum) dan korona F&K yang bercampur dengan
Page 8 of 38

spektrum unsur-unsur terionisasi. Suhu di korona


berkisar antara 1.000.0000 – 2. 000.0000C. tidak
setiap daerah di matahari akan menghasilkan
pancaran partikel yang membentuk korona, lapisan di
fotosfer yang tidak memancarkan korona disebut
dengan Coronal hole dan biasanya terdapat di daerah
kutub-kutub matahari. Saat ini pengamatan tentang
korona tidak hanya bisa dilakukan saat gerhana
matahari saja, karena telah ditemukan sebuah alat
untuk mengamati korona matahari setiap saat. Ala itu
diberi nama Koronagraf.
b) Permukaan matahari
Wilayah permukaan matahari adlah sebuah lapisan di
bawah lapisan atmosfer matahari yang paling banyak terjadi
kegiatan atau aktifitas matahari. Kegiatan-kegiatan tersebut
diantaranya adalah granulasi & supergranulasi, bintik
matahari (sunspot), flare, prominesa, spicule, plage, dan
facula.
- Granulasi dan Supergranulasi
Granulasi adalah daerah-daerah terang di fotosfer yang
dikelilingi oleh daerah-daerah gelap dan berdiameter
700-1.000 Km. Granulasi sebenarnya menunjukkan
adanya lairan gas yang mengalir ke fotosfer atas dan
setelah sampai di atas kemudian turun lagi karena
menjadi dingin. Kumpulan dari granulasi yang
kemudian membentuk suatu struktur dan mempunyai
diameter sekitar 30.000 Km disebut dengan
supergranulasi.
- Bintik Matahari (Sunspot)
Bintik matahari adalah sebuah objek berwarna gelap
dan banyak terdapat di fotosfer, sehingga lapisan
fotosfer nampak tidak mulus. Pada dasarnya bintik
hitam ini (sunspot) bukanlah tidak memancarkan
cahaya, melainkan temperatur di wilayah ini lebih
rendah dibandingkan dengan daerah disekitarnya
(3.000-4.0000C), sehingga nampak lebih gelap.
Keterangan bintik matahari ini sebenarnya mempunyai
nilai keterangan yang sama dengan keterangan bulan
purnama. Bintik matahari terdiri dari dua bagian, yaitu
bagian pusat yang paling gelap bernama umbra dan
dikelilingi bagian yang paling terang yang disebut
dengan penumbra. Diameter bintik matahari mencapai
50.000 Km.
- Flare
Flare adalah sebuah peristiwa peningkatan intensitas
pancaran selama beberapa menit di wilayah kromosfer.
Peristiwa ini berlangsung pada daerah yang
Page 9 of 38

diameternya mencapai puluhan ribu kilometer.


Peristiwa flare ini sering terjadi, beberapa kejadian flare
terbesar yang pernah tercatat di bumi diantaranya
adalah tanggal 13 maret 1989, 14 juli 2000, 1-4
November 2003. Flare ini pada dasarnya berdampak
pada gangguan komunikasi, kinerja satelit, jaringan
listrik di bumi dan eksplorasi minyak bumi yang
menggunakan prinsip geomagnetisme.
- Prominesa
Prominesa adalah sebuah istilah yang dipergunakan
untuk menunjukkan gejala munculnya lidah-lidah api
atau busur-busur api yang muncul dari permukaan
matahari. Yang membedakan antara prominesa dengan
lengkungan korona adalah kerapatan partikelnya yang
lebih tinggi dari lengkungan korona. Prominesa terdiri
dari tiga jenis, yaitu Quiescent (tenang), eruptif
(ledakan) dan surge (paling aktif).
- Spicule
Spicule adalah semburan lidah-lidah api kecil yang
terjadi di wilayah perbatasan kromosfer dengan daerah
di atasnya. Spicule muncul di pinggir sel granulasi dan
kecepatan semburannya 30 km/detik dengan
ketinggian mencapai 5.000-20.000 km di atas
kromosfer. Biasanya spicule ini hanya bertahan paling
lama 10 menit.
- Plage dan Faculae
Plage adalah sebuah objek yang berada di sekitar
daerah bintik matahari (sunspot). Objek ini
memperlihatkan adanya bagian-bagian kromosfer yang
lebih terang dari bagian sekitarnya dan menunjukkan
aktifitas unsur yang bersangkutan yang lebih banyak
dibandingkan dengan unsur yang lainnya. Sedangkan
faculae (obor-obor kecil) adalah plage yang
memancarkan cahaya dalam banyak panjang
gelombang.
c) Bagian dalam matahari
Cahaya dan energi yang kita peroleh setiap hari
sesungguhnya semua berasal dari inti matahari. Terjadi
reaksi fusi nuklir di matahari dan menghasilkan begitu
banyak energi dari inti matahari yang kemudian dilepaskan
dan dipancarkan sampai ke lapisan fotosfer melalui proses-
proses radiasidan konveksi. Berdasarkan urutan evolusi
bintang, matahari saat ini berada pada tahapan bintang deret
utama. Apa itu bintang deret utama? Penjelasannya telah
dikemukakan pada pemaparan sebelumnya. Reaksi yang
terjadi di inti matahari disebut juga dengan istilah siklus
proton-proton. Berapakan besaran energi yang dihasilkan
Page 10 of 38

dan bagaimana proses itu dapat berlangsung? Untuk itu,


mari kita simak pemaparan di bawah ini :
Siklus proton ini akan mengubah 4 inti Hidrogen (4 x
1,00813 sma) menjadi 1 inti helium (4,00386 sma) dan masa
yang hilang (0,0286 sma) diubah menjadi energi dengan
persamaan einsten (E=m.c2) yang setara dengan 26,73 MeV.
Siklus proton-proton yang ada di inti matahari setiap
detiknya akan mengubah sekitar 630 juta ton hidrogen
menjadi 625,4 juta ton helium dan sisa masa 4,6 juta ton
diubah menjadi energi dan luminositas matahari yang
kemudian dipancarkan ke segala arah setiap detiknnya.
Reaksi fusi nuklir di inti matahari ini membutuhkan suhu
sebesar 16 juta derajat celsius dan tekanan 71 juta atmosfer.
Pada dasarnya, bagian dalam matahari terdiri dari 3 lapisan,
yaitu bagian inti, bagian radiatif dan bagian konvektif.
- Bagian Inti
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, di dalam inti
terdapat suatu reaksi termonuklir yang mengubah
unsur-unsur yang berat menjadi unsur-unsur yang
lebih ringan. Bagian initi bumi mempunyai temperatur
sekitar 16 juta derajat celsius dan bertekanan
30.600.000 kg/m2 (71 kali tekanan di bumi). Dengan
kondisi temperatur dan tekanan sebesar itu
menyebabkan materi yang ada di inti tetap berupa gas
yang terionisasi (plasma). Untuk mengetahui betapa
panasnya kondisi seperti itu, seorang ahli astronom
yang bernama George Gamow memberikan analogi bila
sebuah ujung jarum memiliki panas setinggi itu, dalam
radius 100 km daerah di sekitar ujung jarum ini akan
terbakar. Dahsyat sekali panasnya inti matahari ini.
Total besar inti matahari adalah seperempat jarak dari
pusat ke permukaan atau sekitar 1/64 total volume
matahari. Energi hasil reaksi nuklir di inti matahari ini
menghasilkan sinar gamma dan neutrino yang
memberi tenaga luar biasa besar dan menghasilkan
energi panas dan cahaya yang dikeluarkan melalui
radiasi hingga diterima oleh bumi.
- Zona Radiatif
Zona radioaktif adalah zona yang menyelubungi bagian
inti matahari. Zona radioaktif bekerja menyalurkan
energi yang dibentuk oleh inti matahari dalam bentuk
radiasi ke lapisan matahari yang lebih luar. Bagian
radiatif ini meluas sampai 0,86 jari-jari matahari atau
598..560 km dan memiliki suhu sekitar 8.000.000
derajat celcius di perbatasan dengan inti dan 500.000
derajat di perbatasan dengan daerah di atasnya.
Page 11 of 38

- Zona Konvektif
Zona konvektif adalah zona penyeimbang karena
memiliki suhu yang lebih rendah, yaitu 2 juta derajat
celcius, sehingga memungkinkan inti atom mengalami
pergerakan yang lebih lambat. Bagian yang terang dari
granulasi matahari menunjukkan adanya elemen yang
sedang naik, sedang bagian yang gelap menunjukkan
adanya materi yang sedang turun ke bagian yang lebih
dalam. Para ahli sepakat bahwa rotasi differensial
matahari disebabkan oleh pergerakan materi akibat
konveksi.
b. Planet
Planet adalah benda langit yang tidak mempunyai atau tidak
menghasilkan cahayanya sendiri. Planet yang berada dalam system
tata surya terdiri dari delapan planet, yaitu Merkurius, Venus,
Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

PLANET
Karakteristik
1 2 3 4 5 6 7 8
Jari-jari ekuator 0.38 0.95 1 0.53 11.21 9.45 4.007 3.88
Inklinasi Ekuator
0.01 2.64 23.5 25.2 3.13 26.7 82.2 28.3
(derajat)
Berat jenis 0.06 0.82 1 0.11 317.8 95.16 14.54 17.15
Kepadatan rata-
5.4 5.2 5.5 3.9 1.3 0.69 1.3 1.6
rata (g/cm3)
Periode Rotasi
58.6 -240 1 1.03 0.41 0.44 -0.72 0.67
(hari)
Periode orbit
0.24 0.62 1 1.88 11.86 29.46 84.01 164.8
(tahun)
Jarak rata-rata dari
0.39 0.72 1 1.52 5.20 9.59 19.10 30
Matahari (AU)
Eksentrisitas orbit
0.21 0.007 0.02 0.09 0.05 0.06 0.05 0.01
(ratio)
Inclinasi orbit
7 3.39 0.0003 1.85 1.30 2.49 0.77 1.77
(derajat)
Jumlah satelit 0 0 1 2 63 46 27 8
Page 12 of 38

c. Satelit
Satelit adalah benda langit yang beredar mengelilingi planet.
Proses pembentukkan satelit terjadi bersamaan dengan
pembentukkan planet. Satelit mempunyai massa yang kecil dan
berada dalam lingkaran gravitasi suatu planet, sehingga hal itu
menyebabkan satelit beredar mengelilingi suatu planet tertentu.
Akan tetapi tidak semua planet anggota tata surya memiliki satelit.
Jumlah satelit untuk masing-masing planet anggota tata surya
dapat di lihat dalam tabel di atas.
d. Asteroid
Asteroid adalah benda langit anggota tata surya yang bukan
kelompok planet. Menurut pandangan para ahli, asteroid
merupakan pecahan dari sebuah planet yang dalam proses
pembentukkannya mengalami kegagalan. Kegagalan menjadi
sebuah planet yang utuh tersebut disebabkan karena beberapa hal,
diantaranya adalah akit terganggu gravitasi mars dan jupiter yang
besar gaya gravitasinya relatif besar bila dibandingkan dengan
planet lain.
Penemuan meteor bermula dari penelitian Titius dan Bode
yang memcoba membuat suatu formula jarak antar planet dari
matahari. Dalam analisis dan perhitungan empiriknya, mereka
mengemukakan bahwa diantara planet mars dan jupiter, pada
jarak 2,8 SA seharusnya terdapat sebuah planet. Berbagai
pencarian pun terus dilakukan oleh para ahli untuk menemukan
planet tersebut, namun tak kunjung ditemukan. Pada tanggal 1
januari 1801, seorang astronom Italia yang bernama Giuseppe
Piazzi berhasil menemukan sebuah objek dan memberinya nama
Ceres yang berarti dewi pelindung Sisilia. Namun hasil pengamatan
menyatakan bahwa ceres bukan planet, karena ceres relatif kecil
dan bentuk piringan seperti yang tampak pada planet-planet tidak
ada.
Pada tahun 1802 seorang astronom bernama W. M. Olbers
menemukan objek kecil lagi yang diberi nama Pallas. Penemuan
selanjutnya menemukan objek kecil lain yang diberi nama Vesta.
Setelah melakukan pengamatan yang cukup lama, akhirnya
mereka menyimpulkan bahwa objek planet yang dicari itu tidak
ada. Olbers kemudian menyarankan bahwa objek-objek kecil
tersebut merupakan peahan dari planet. Kemudian seorang
astronom asal Inggris bernama Sir William Herschel menyarankan
agar objek-objek ini diberi nama Asteroid. Kemudian pencarian
objek asteroid terus berlangsung, dengan metode yang lebih
canggih penemuan asteroidpun terus meningkat. Tahun 1891 Max
Wolf kemudian mempelopori penggunaan astrofotografi untuk
mencari asteroid. Metode ini cukup efektif, hal itu terbukti wolf
mampu menemukan 248 objek asteroid dengan metode ini.
e. Komet
Komet merupakan sebuah benda langit yang memantulkan
cahaya matahari. Komet sering disebut dengan istilah bintang
berekor, bintang sapu atau bintang kukus. Benda langit ini terlihat
lonjong dengan bagian ujung yang satu tampak lebih bersinar
Page 13 of 38

sedangkan satu ujung lainnya lebih redup dan berangsur tak


bercahaya. Komet berputar mengelilingi matahari. Pada saat
mendekati matahari, ekor komet selalu menjauhi matahari, hal itu
disebabkan karena ekor komet relatif ringan dan terpengaruhi oleh
badai atau angin matahari, sehingga terlihat selalu menjauhi
matahari.
Komet terdiri dari 3 bagian. Pertama, koma atau penyelubung
berupa kabut. Kedua, kern (inti) yaitu bagian yang lebih terang dari
koma. Tiga, ekor komet yang berupa garis cahaya yang panjang dan
fantastik. Ekor komet terdiri dari air/kristal es, debi, material lain
yang ringan, batubara yang bercampur dengan besi serta natrium.
Contoh komet seperti Komet Kohoutek (1973), Komet Halley (1705),
Komet West (1986) dan komet Biela.
f. Meteor
Meteor adalah benda langit yang tersebar diangkasa seperti
sampah dan tidak mempunyai orbit yang jelas. Orang banyak yang
menyebut meteor sebagai bintang beralih atau bintang jatuh. Hal
itu disebabkan karena kilatan cahaya yang terlihat pada saat langit
benar-benar cerah tersebut seperti jatuh atau beralih dari posisi
langit pertama ke langit yang lain. Konon beredar kepercayaan
bahwa saat melihat bintang jatuh tersebut kemudian anda
mengucapkan keinginan, maka keinginan anda akan terkabul.
Berdasarkan komposisinya, meteor dapat dibagi menjadi tiga, yaitu
meteor yang mempunyai komposisi sepenuhnya logam, mempunyai
komposisi seperti batuan di bumi dan meteor yang mempunyai
komposisi campuran besi dan batuan. Meteor-meteor yang masih
banyak berterbangan di angkasa kemudian berkumpul dan menuju
kebumi disebut dengan meteorid / meteoroid. Sedangkan meteor
yang mampu mencapai permukaan bumi setelah mengalami
gesekan dengan atmosfer bumi disebut dengan meteorit.
Berdasarkan perhitungan dan pengamatan para ahli, setiap
saat bumi mendapatkan bombardermen meteoroid. Banyaknya
rata-rata meteoroid yang menghantam atmosfer bumi dalam satu
hari berkisat 100 ton. Bahkan dalam analisis lain menyebutkan
pada setiap kilometer persegi permukaan bumi, setiap tahunnya
jatuh 560 buah meteorit dengan berat 100 gram atau lebih.
Sumber meteorit ternyata bukan asteroid saja, tetapi juga ada
yang berasal dari komet, ada juga yang memperkirakan berasal dari
bulan dan mars, bahkan ada yang berasal dari luar tata surya. Pada
malam-malam tertentu kita bisa melihat lintasan meteor di langit
dalam jumlah yang banyak. Peristiwa tersebut yang kemudian kita
kenal dengan istilah hujan meteor. Berikut nama-nama hujan
meteor dan komet sumber.
g. Objek Trans-neptunian
Pada awal perklembangannya, kemenarikan objek tata surya
hanya berakhir pada objek yang disebut neptunus dan objek
diseberang neptunus yang diebut dengn pluto. Akan tetapi, setelah
pesawat angkasa Voyager 2 terbang melewati neptunus,
menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa anggapan para ahli itu
salah. Setelah mengamati objek di luar orbit neptunus, voyager
Page 14 of 38

kemudian menemukan ada berbagai objek di luar neptunus yang


sangat menarik dan membuka babak baru dalam pemahaman
permbentukan tata surya. Dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang pesat semakin mendorong
berbagai penelitian yang lebih baik untuk mengamati wilayah
tersebut. Wilayah di luar orbit neptunus ini kemudian diberi nama
daerah Trans-neptunian, sedangkan objek yang menempatinya
disebut dengan objek Trans-neptunian. Berdasarkan hasil
pengamatan mereka, objek trans-neptunian dibagi menjadi tiga
bagian utama, yaitu daerah sabuk kuiper, daerah piringan objek
tersebar (scatteres disk objects), dan Awan Oort.
IV. Kedudukan bumi sebagai anggota tata surya
a. Klasifikasi Planet
Planet yang ada di tata surya ini terdiri dari berbagai macam
jenis dan karakteristik tersendiri, maka para ahli mengelompokkan
planet berdasarkan kriterianya masing masing.
1) Bumi sebagai Indikator Pembatas
Apabila yang menjadi indikator pengelompokkannya adalah
bumi sebagai pembatas, maka planet di klasifikasikan menjadi
planet inferior dan planet superior. Planet inferior adalah planet
yang orbitnya berada di dalam orbit bumi, seperti merkurius dan
venus. Sedangkan planet superior adalam planet-planet yang
orbitnya berada di luar orbit bumi, seperti Mars, Jupiter, saturnus,
Uranus dan Neptunus.
2) Asteroid sebagai Indikator Pembatas
Klasifikasi yang kedua adalah asteroid yang dijadikan sebagai
indikator pengelompokkannya. Apabila asteroid yang dijadikan
batas untuk mengklasifikasikan planet, maka planet dibagi menjadi
kelompok planet dalam dan planet luar. Planet dalam adalah planet
yang berada di dalam orbit asteroid, yaitu Merkurius, Venus, Bumi
dan Mars. Sedangkan planet luar adalah planet yang berada diluar
orbit asteroid, seperti Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus.
3) Ukuran dan komposisi
Klasifikasi planet yang ketiga adalah berdasarkan ukuran
dan komposisinya. Beradasarkan ukurannya yang serta komposisi
yang menyusunnya, planet di kelompokkan menjadi planet
Terrestrial da Jovian. Planet Terrestrial adalah planet yang
mempunyai ukuran kurang dari sampai sama dengan bumi dan
mempunyai komposisi yang mirip dengan komposisi bumi. Planet
yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah planet Merkurius,
Venus, Bumi dan Mars. Sedangkan planet Jovian adalah planet
yang ukurannya lebih besar dari bumi dan mempunyai komposisi
yang berbeda dengan bumi. Yang termasuk kelompok planet ini
adalah planet Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus.
b. Kedudukan Benda Langit dilihat dari bumi
Setiap planet yang menjadi anggota tata surya mempunyai
orbitnya masing-masing. Sehingga dalam saat tertentu, posisinya
terus berubah-ubah. Kondisi seperti itu, kemudian mengakibatkan
pada saat tertentu kadang kita melihat sebuah bintang yang lebih
awal muncul sebelum matahari terbit atau terbenam, atau kadang
Page 15 of 38

kita melihat bulan masih terlihat padahal hari sudah menjelang


siang, bahkan kita melihat bulan baru muncul setelah matahari
terbenam. Menurut pandangan orang awam, fenomena tersebut
sangat aneh. Seharusnya bulan tidak terlihat setelah matahari
terbit karena waktunya bulan muncul adalah malam hari bukan
siang hari. Untuk menjawab hal itu, kemudian kita mengenal istilah
Elongasi, Konjungsi dan Oposisi. Ketiga hal tersebutlah yang akan
menjelaskan kenapa fenomena tersebut terjadi.
V. Gerakan bumi
a. Rotasi Bumi
Rotasi bumi adalah pergerakan bumi memutar pada
porosnya. Ketika bumi berputar pada porosnya kemudian
menimbulkan beberapa gejala dan peristiwa yang unik di
permukaan bumi.
b. Revolusi Bumi
Bidang rotasi bumi dengan bidang ekliptikanya tidak satu
garis lurus 00 melainkan miring dan membentuk sudut 23,50
terhadap bidang ekliptikanya. Selama berputar mengelilingi
matahari, sudut kemiringan bumi selalu tetap setiap saat. Sehingga
kondisi seperti itu menyebabkan terjadinya beberapa fenomena
yang mempengaruhi kehidupan dan kondisi bumi.
VI. Karakteristik lapisan bumi
Untuk dapat mengetahui karakteristik dari lapisan
permukaan bumi, para ahli geofisika menggunakan teknik seismik,
dengan cara memancarkan gelombang primer dan sekunder ke
dalam bumi dan menghitung waktu dan kecepatan rambat
gelombang dengan menetapkan besaran dan frekuensinya masing-
masing. Dari hasil penelitian itu diperoleh keterangan bahwa
lapisan bumi terdiri dari kerak bumi, mantel bumi dan inti bumi.
a. Kerak Bumi
Kerak bumi merupakan bagian terluar, terdiri dari kerak
samudra dan kerak benua. Kerak benua bersifat granitis dan lebih
tebal dibandingkan dengan kerak samudra. Ketebalan kerak benua
dari pemukaan hingga bidang batas dengan mantel di bawah kerak
benua mempunyai kedalaman antara 20-50 km, sedangkan
ketebalan kerak samudra sekitar 10-12 km. kerak samudera
menunjam ke bawah kerak benua dikarenakan mempunyai massa
jenis yang lebih besar. Kerak bumi, baik itu kerak samudera
maupun kerak benua terus bergerak. Hal itu disebabkan karena
adanya arus konveksi pada lapisan di bawahnya, yaitu astenosfer.
Kerak benua umumnya tersusun atas batuan granit yang
memiliki kepadatan rendah, sedangkan kerak samudera umumnya
tersusun atas batuan basalt yang memiliki kepadatan tinggi.
Lapisan paling atas kerak bumi umumnya ditutupi oleh batuan
sedimen. Antara lapisan kerak bumi dengan lapisan dibawahnya
dibatasi oleh sebuah lapisan yang disebut dengan discontinuitas
mohorovicic, atau yang biasa disebut dengan lapisan moho. Lapisan
ini ditemukan melalui penggunaan metode seismik pada tahun
1909.
Page 16 of 38

b. Mantel
Di bawah kerak bumi, pada kedalaman 400 km, terdapat
selubung atas atau mantel atas tersusun oleh Fe, Mg, Ca, Na, dan
silikat alumunium dengan kekentalan rata-rata 8 x 1021 poise.
Pada kedalaman 400-1.000 km terdapat zona transisi tersusun oleh
silikat besi padat, Mg, Ca, Al, dan oksida besi. Lapisan mantel
bawah terletak pada kedalaman 1.000-2.900 km, tersusun oleh
oksida besi padat, Mg, dan SiO2 dengan kekentalan 1023 poise.
c. Inti Bumi
Inti bumi pertama kali ditemukan oleh Inge Lehmann pada
tahun 1936. Inti bumi mempunyai kerapatan rata-rata sebesar 5,52
g/cm3. Inti bumi mempunyai komposisi 80% besi bercampur nikel.
Ada yang berpendapat bahwa inti dal;am bumi membentuk sebuah
kristal besi yang diselubungi oleh besi bercampur nikel dan
sejumlah kecil unsur-unsur lainnya. Inti bumi terdiri dari dua,
yaitu inti luar dan inti dalam. Inti luar terdapat pada kedalaman
2.900-5.100 km terdiri dari besi dan sejumlah kecil silika, sulfur,
dan oksigen. Sedanglan inti dalam antara 5.100-6.371 km tersusun
oleh besi dan nikel yang lebih padat daripada inti luar.
Inti luar bumi berfungsi menghasilkan gaya gravitasi atau
gaya tarik bumi, sedangkan inti dalam bumi berfungsi
menstabilkan gaya gravitasi yang dihasilkan oleh inti lur. Hal itu
terjadi karena inti dalam bersifat lebih padat, keras dan jauh lebih
panas daripada inti luar, sehingga tidak dapat menghasilkan gaya
tarik atau gravitasi bumi. Berdasarkan penelitian yang lebih
mutakhir pada tahun 2005, para ahli geofisika berpendapat bahwa
inti dalam bumi berotasi dengan laju sedikit lebih cepat
dibandingkan dengan bagian planet lainnya. Inti dalam bumi
berotasi dengan laju 0,30-0,50 relatif terhadap rotasi yang
dilakukan permukaan bumi.
VII. Teori pembentukan Lapisan bumi
Sebelum kita membahas permasalahan tentang bagaimana
bumi ini terbentuk, coba kalian pikirkan bagaimana bentuk bumi
saat ini ?. berdasarkan pengamatan dan perkataan ahli dan juga
orang banyak, mereka menyebutkan bahwa bumi itu adalah
sebuah planet yang berwarna biru kehijau-hijauan, indah, cantik,
dan sangat cocok untuk tempat hidup manusia beserta makhluk
hidup lainnya. Pasti sebagian besar bahkan seluruh manusia
setuju apabila kita berpendapat seperti itu tentang bumi kita.
Namun, pernahkan kita berpikir bagaimana bumi kita pada zaman
pembentukannya menjadi seperti ini dan bagaimana proses
pembentukannya baik di permukaan ataupun di dalam permukaan
buminya itu sendiri?
Pada awalnya bumi terbentuk sama dengan anggota tata
surya yang lain. Dengan kata lain bumi terbentuk ketika sistem
tatasurya yang mempunyai pusat matahari ini terbentuk. Sehingga
secara umumnya, teori pembentukan tata surya merupakan teori
pembentukan bumi. Akan tetapi, peristiwa dan proses yang
mengiringi terbentuknya planet bumi ini lah yang berbeda dengan
Page 17 of 38

anggota tata surya yang lain meskipun berasal dari sebuah kejadian
yang sama dengan tata surya.
Masih ingatkah kalian bagaimana proses terjadinya tata
surya dan alam semesta?, bila kalian lupa, mari kita simak kembali
gambaran umum tentang kejadian tersebut. Berdasarkan analisis
para ahli dengan teori paling mutakhirnya, peristiwa terbentuknya
alam semesta, tata surya maupun bumi diawali dari suatu
dentuman dahsyat (big bang). Setelah bahan alam semesta
meledak, menyebarlah serpihan debu dan awan hidrogen. Hasil
ledakan tadi kemudian menjadi bintang, sisa material yang tidak
masuk dalam pembentukan bintang menjadi planet dan benda
langit lainnya seperti komet dan asteroid, dan sisa material yang
tidak masuk kedalam material pembentukan planet menjadi
satelit.
Matahari merupakan salah satu bintang yang berasal dari
awan hidrogen di ruang angkasa. Gaya gravitasi anatar molekul
menyebabkan adanya gerakan memutar, bagian pusat menjadi
matahari, sedangkan gumpalan-gumpalan lainnya menjadi planet-
planet. Ketika daya pancar matahari membesar, selubung gas pada
planet yang dekat dengan matahari tersapu bersih, yaitu Merkurius
dan Venus. Namun takdir tuhan berbicara berbeda untuk bumi,
dalam hukumnya yang abadi menempatkan Planet Bumi pada
urutan ketiga yang merupakan jarak ideal dalam pemadatan
menjadi planet dan atmosfer masih tertahan melapisi Planet Bumi.
Dalam proses berikutnya, lapisan atmosfer Bumi mengalami
kondensasi yang mengakibatkan turun hujan di permukaan bumi.
Apakah sesederhana itu? Tentu tidak. Bumi terbentuk pada
sekitar 4,7 milyar tahun yang lalu dan mempunyai kondisi yang
sangat jauh berbeda dengan kondisinya saat ini. Pada saat itu
bahan Bumi masih homogen atau seragam, yaitu tanpa benua dan
samudra. Unsur yang ada di dalamnya terdiri atas silikon, oksida
besi, magnesium, dan sebagian kecil berupa unsur-unsur kimia
lainnya.
Pada awal pembentukannya,seluruh bagian planet Bumi
relatif dingin. Lama-kelamaan meningkat suhunya mencapai suhu
saat ini. Sejumlah ahli memberikan penjelasan dengan mengajukan
tiga faktor yang menyebabkan naiknya suhu Bumi, yaitu karena
adanya proses akresi, kompresi, dan disintegrasi atau penguraian
unsur-unsur radioaktif.
Akresi (accretion) adalah penambahan panas karena Bumi
dihujani atau dihantam oleh benda-benda angkasa. Energi dari
benda-benda tersebut berubah menjadi panas. Sebagai gambaran,
tiap 5 ton berat benda angkasa yang menghantam Bumi dengan
kecepatan 30km/detik mampu memberikan energi yang sama
dengan ledakan nuklir sebesar 1.000 ton.
Faktor kedua yang menyebabkan menaiknya suhu Bumi
adalah Kompresi atau semakin memadatnya Bumi karena gaya
gravitasi. Bagian dalam bumi menerima tekanan yang lebih besar
dibanding bagian luarnya sehingga pada bagian dalam Bumi
suhunya lebih panas dibanding bagian luarnya. Tingginya suhu
Page 18 of 38

pada bagian dalam atau inti Bumi, mengakibatkan unsur besi


menjadi cair sehingga inti Bumi merupakan cairan.
Faktor ketiga adalah Disintegrasi atau penguraian unsur-
unsur radioaktif seperti uranium, thorium, dan potasium. Jumlah
unsur-unsur tersebut sebenarnya relatif kecil tetapi dapat
meningkatkan suhu bumi. Atom-atom dari unsur tersebut secara
spontan terurai dan mengeluarkan partikel-partikel atom yang
berubah menjadi unsur lain. Partikel-partikel tersebut diserap oleh
batuan di sekitarnya.
Sedangkan setelah bumi itu terbentuk seperti yang telah
diutarakan di atas, maka tahapan selanjutnya adalah rangkaian
peristiwa atau proses pembentukan lapisan bumi itu sendiri.
Menurut pandangan para ahli, peristiwa terbentuknya lapisan
bumi terjadi dalam 3 tahapan utama, yaitu proses bumi sebagai
planet homogen, Differensiasi dan zonafikasi.
a. Planet yang homogen
Tahapan pertama dalam proses pembentukan lapisan bumi
adalah keadaan bumi sebagai planet yang homogen. Pada proses ini
bumi masih merupakan suatu planet yang bersifat sama jenis di
seluruh permukaannya. Belum ada pembagian apapun. Bila di
ibaratkan pada saat itu bumi masih berupa adonan kue yang belum
mempunyai lpisan, hanya seperti adonan yang putih dan kental.
b. Differensiasi
Tahapan kedua adalah Proses differensiasi atau pemilahan.
Tahap ini adalah peristiwa ketika material besi yang lebih berat
tenggelam menuju pusat Bumi dan material yang lebih ringan
bergerak ke permukaan bumi. Pada tahap ini, Bumi tidak lagi
homogen, tetapi terdiri atas dua bagian, yaitu material yang lebih
berat (besi) di pusat Bumi dan material yang lebih ringan di bagian
yang lebih luar.
c. Zonafikasi
Proses zonafikasi merupakan tahap di mana Bumi terbagi
menjadi beberapa zona atau lapisan, yaitu inti besi yang padat, inti
besi cair, mantel bagian bawah, zona transisi, astenosfer yang cair
dan litosfer yang terdiri atas kerak benua dan kerak samudra.

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak


mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu
keduanya dahulu adalah suatu yang padu,
kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan
dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.
Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?
(Surat Al-Anbiyâ´ ayat 30)
Page 19 of 38

VIII. Teori Tektonik Lempeng


Lapisan lithosfer yang terdiri dari beberapa lempeng dunia ini
sebenarnya mengapung di atas lapisan silikat pijar yang cair dan
panas yang disebut dengan astenosfer. Di dalam astenosfer
terdapat perputaran masa dan suhu yang disebut dengan arus
konveksi. Arus ini terus bergerak mencari keseimbangannya.
Akibat dari adanya arus konveksi, maka lempeng-lempeng yang ada
di atasnya terus bergerak. Gagasan benua-benua atau lempeng
yang mengambang tersebut pertama kali diusulkan oleh Alfred
Wegener (1880-1930) pada tahun 1915 dalam bukunya yang
berjudul The Origin of Continents and Oceans. Dia menyatakan
bahwa semua benua bergerak relatif satu sama lain dengan
kecepatan beberapa cm/tahun. Semakin lama anggapan ini
semakin kuat dengan semakin banyaknya bukti yang
menunjukkan keadaan itu. Sehingga kemudian teori itulah yang
dinamakan dengan teori tektonik lempeng.
Pada dasarnya, Teori Lempeng Tektonik (Plate Tectonic
Theory) ini menerangkan proses dinamika perubahan muka bumi
melalui pembentukan jalur pegunungan, jalur gunung berapi, jalur
gempa bumi dan cekungan pengendapan dimuka bumi yang
diakibatkab oleh pergerakan lempeng. Menurut teori iniseluruh
permukaan bumi ditutupi oleh beberapa lempeng yang bergerak
karena arus konveksi dari lapisan Astenosfer yang bersifat latent
magmatis (cairan pijar yang kental dan pejal). Adapun pergerakan
lempeng (kerak benua, maupun samudera) terdiri dari 3 :
a. Pergerakan saling mendekat (Konvergent)
lokasinya disebut convergent plate boundary/ subduction
zone. Pergerakan lempeng ini menghasilkan jalur pegunungan
muda pada lempeng benua dan palung laut pada lempeng
samudera contoh : jalur pegunungan Sirkum Mediterania dan
Sirkum Pasifik serta Palung Laut Pilipina dan Palung Jawa yang
berada ditepi lempeng
b. Pergerakan saling menjauh (divergent)
lokasinya disebut divergent plate boundary/ divergent
junction. Pergerakan lempeng seperti menghasilkan fenomena
punggungan laut contoh : mid ocean ridge diSamudera Atlantik
yang memisahkan Amerika bagian selatan dan Afrika
c. Pergerakan berpapasan (transform fault)
lokasinya disebut transform plate boundary menghasilkan
fenomena air terjun, slenk (lembah) patahan dan horst (puncak
patahan).
Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar penampang lapisan
bumi di bawah ini. Gambar di bawah memperlihatkan beberapa
jenis gerakan lempeng dan fenomena yang diakibatkannya. Pada
gambar terlihat lapisan astenosfer merupakan lapisan yang
menggerakan lapisan diatasnya (litosfer).
Berdasarkan pengamatan para ahli menggunakan data
medan magent dan struktur geologi dari berbagai tempat di seluruh
dunia akhirnya ditetapkan bahwa lempeng-lempeng tektonik utama
yang ada diseluruh dunia adalah :
Page 20 of 38

- Lempeng Afrika
- Lempeng Antartika
- Lempeng Australia
- Lempeng Eurasia
- Lempeng Amerika Utara
- Lempeng Amerika Selatan
- Lempeng pasifik.
Selain lempeng utama di atas, dipermukaan bumi ini juga
terdapat beberapa lempeng kecil seperti Lempeng India, Lempeng
Arab, Lempeng Karibia, Lempeng Juan De Fuca dan Lempeng
Scotia.

"Dan kamu
"kemudian
lihat gunung-gunung itu,
Kami belah bumi
kamu sangka dia tetap di tempatnya,
dengan sebaik-baiknya," (QS.
padahal dia berjalan sebagai jalannya awan.
`Abasa:26)
(Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan
kokoh tiap-tiap sesuatu;
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan."
(Al Qur'an, 27:88)

IX. Sejarah kehidupan bumi


Sepanjang sejarah kehidupan bumi, manusia terus berusaha
menentukan berapa umur bumi sebenarnya. Mereka berusaha
menerka-nerka angka yang menunjukkan umur bumi dan akhirnya
menimbulkan spekulasi yang tidak sesuai dengan asas-asas atau
etika ilmiah. Pendapat pertama muncul di Jepang dan Cina yang
menyatakan bahwa bumi berusia puluhan ribu tahun, akan tetapi
sebagian dari sarjana di sana berkata lain, yaitu sekitar ratusan
ribu tahun. Pendapat berikutnya muncul pada abad pertengahan
dari kalangan dunia Kristiani di Laut Tengah yang menimbulkan
spekulasi bahwa usia bumi adalah 5.000 tahun sebelum era
manusia.
Dengan menggunakan berbagai pendekatan dan ilmu geologi,
sangat jelas Nampak bahwa spekulasi-spekulasi tersebut sama
sekali tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya di lapangan. Data
pertama yang menunjukkan ketidak sesuaian itu berasal dari
penelitian dari bidang Paleontologi. Paleontologi adalah ilmu yang
mempelajari tentang kehidupan di masa lalu, yaitu dengan
menggunakan Fosil. Dari hasil penelitian itu di dapatkan bahwa
ternyata perubahan-perubahan yang telah terjadi di dalam
kehidupan makhluk hidup memerlukan waktu lebih dari ratusan
ribu tahun untuk dapat berkembang di planet bumi kita ini.
Untuk dapat menentukan berapa usia bumi saat ini, kita
dapat menggunakan beberapa cara, yaitu :
a. Kadar Garam di Laut
Jumlah kadar garam yang terlarut di lautan dapat dijadikan
indicator untuk menentukan berapa usia bumi saat ini. Pendapat
itu berasumsi dari teori utama yang menyatakan bahwa pada
mulanya ait laut itu tawar. Karena pada dasarnya keasinan air laut
Page 21 of 38

itu berasal dari hasil pelarutan bahan organik dari daratan yang
terjadi melalui siklus hidrologi atau lebih spesifikasinya diangkut
melalui sungai. Proses pengangkutan itu berlangsung secara terus
menerus sehingga dari waktu ke waktu jumlah kadar garam yang
terlarut dalam laut semakin banyak.
Kalau kita membagi kadar garam yang terlarut dalam di
lautan dengan jumlah garam yang diangkut oleh sungai , kita dapat
menghitung umur lautan sejak pertama kali mengalami keasinan.
Volume air laut dan lautan secara keseluruhan diperkirakan sekitar
1,5 X 109 kilometer kubik dengan kandungan garam rata-rata 3%.
Dengan demikian berat garam di lautan tersebut adalah 4X1016 ton.
Jumlah garam yang diangkut oleh seluruh sungai ke lautan dalam
setahun rata-rata 4 x 108 ton. Seandainya kecepatan
pengangkutan garam oleh sungai tersebut tetap seperti sekarang,
dapat ditentukan bahwa proses penggaraman di laut terjadi sejak
100.000.000 tahun yang lalu. Dengan demikian umur bumi jauh
lebih tua dari umur lautan tersebut.
b. Warpa
Sebelum kita membahas bagaimana warpa itu bisa
menentukan umur bumi, terlebih dahulu kita harus mengetahui
apa yang disebut dengan warpa (warven). Warpa adalah komposisi
endapan berlapis yang terdiri atas perselingan material
lempung/lanau. Endapan ini berhubungan erat dengan proses
peleburan es atau salju pada masa lampau.
Warpa ini pada umumnya terjadi di wilayah benua Amerika
Utara dan Eropa atau daerah-daerah yang memiliki musim dingin.
Pada musim panas, es yang melebur mengendapkan lapiasan
batuan yang berbutir kasar, yaitu pasir. Sedangkan pada musim
dingin, endapan lapisan batuannya berbutir halus, yaitu lempung
atau lanau. Dengan demikian, setiap pasang lapisan warpa
mencerminkan satu siklus musim panas dan musim dingin, yaitu
selama satu tahun.
c. Erosi Makan Ke Hulu
Erosi makan kehulu adalah proses erosi yang terjadi atau
berjalan dari bagian hilir kea rah hulu, dan umumnya erosi ini
terjadi pada daerah air terjun. Proses ini menyebabkan dinding air
terjun akan terus berubah atau bergeser ke arah hulu dari waktu
ke waktu. Dengan membandingkan jarak pergerakan perubahan
dinding air terjun terhadap rata-rata laju erosinya pertahun, umur
air terjun tersebut dapat ditentukan.
d. Radiometri (Dating)
The radiometry metodh adalah sebuat metode penentuan
umur bumi yang lebih akurat saat ini. Radiometri ini lebih dikenal
dengan pengukuran umur absolute bumi. The absolute / true age
is “ THE AGE OF A GEOLOGIC PHENOMENON MEASURED IN
PRESENT EARTH YEARS”. Metode ini di dasarkan kepada adanya
bukti bahwa atom dari unsur-unsur ternyata tidak stabil, terutama
atom dari unsur-unsur radioaktif, seperti Uranium (u) dan Thorium
(Th). Unsur-unsur tersebut sepanjang masa terintegrasi atau
meluruh secara berkesinambungan terutama membentuk unsur-
Page 22 of 38

unsur baru. Misalkan saja unsur U238 akan mengalami


disintegrasi melalui 15 tahapan alamiah menjadi helium (He) dan
isotop timbal atau Pb206. Helium akan menguap, sedangkan timbal
akan berakumulasi dan tidak berdisintegrasi lagi. Kecepatan
disintegrasi tersebut berjalan tetap dan tidak terpengaruh oleh
faktor apapun, termasuk faktor kimia.
Kondisi disintegrasi yang bersifat ilmiah dan tidak
terpengaruh oleh factor apapun yang menyebabkan teknik ini
merupakan teknik akurat dalam menentukan umur absolute bumi.
Karena bagaimanapun unsure radioaktif ini berada di dalam bumi
dan tercampur di dalam batuan, sehingga hasil disintegrasi yang
terbagi kedalam 15 tahapan ini sebagai contohnya dapat dijadikan
acuan untuk menentukan umur absolute batuan. Sebagai contoh,
waktu paruh U238 adalah 4,5 tahun, sehingga untuk menentukan
umur batuan atau mineral dapat dilakukan dengan cara
menentukan nilai perbandingan antara unsur radioaktif dan
unsur-unsur hasil disintegrasinya, dalam hal ini adalah unsur
U238 dan isotop timbal atau Pb206.. akan tetapi unsur itu hanya
bisa digunakan untuk menentukan umur batuan yang lebih dari
dua juta tahun. Untuk batuan yang lebih muda dari kriteria itu
digunakan unsur karbon –C14. Unsur ini sangat baik digunakan
untuk penanggalan radiometri yang tidak lebih dari 50.000 tahun.
Batuan-batuan tertua di muka bumi ditemukan di daerah
Karelia, Finlandia dengan umur 1,85 milyar tahun, batuan dari
Manitoba berusia 2,7 milyar tahun, dan batuan dari Rhodesia
diperkirakan berumur 3,3 Milyar Tahun. Batuan tertua di
Indonesia berumur kambrium terdapat di pulau Irian Jaya, yaitu di
Sungai kariem Digul (formasi kariem) dan di Merauke (formasi
awigaloh). Selain itu juga terdapat batuan yang berumur silur yang
berada di Kepala Burung Irian (formasi kemoen). Namun ada yang
lebih terkena, yaitu batuan berumur devon yang terdapat di Sungai
Telen, Kalimantan Timur, yang terdiri atas batu gamping facies
danau. Di Irian Jaya batuan devon di jumpai di Sungai
Noordwestrivier yang terdiri atas batu pasir cokelat, kelabu dan
putih serta di pegunungan jaya wijaya yang terdiri atas batu
gamping pasiran kelabu.
e. Umur Relatif
Selain dengan menggunakan teknik radiometri, penentuan
umur bumi juga dapat dilakukan dengan menggunakan teknik
umur relative. Umur relative atau Relative age adalah the position
within a time sequence (in the earh sciences usually the
stratigraphic time scale) held by an event, fossil, mineral, rock,
compared with others of its kind). Dengan kata lain adalah umur
yang ditentukan berdasarkan posisi batuan atau fosil yang relatif
terhadap posisi batuan atau fosil di sekitarnya.
Metode ini didasarkan pada suatu penelitian tentang fosil
fauna dan flora yang menunjukkan adanya pergantian atau
perubahan bentuk yang bertahap-tahap dari fosil-fosil tersebut.
Berdasarkan pergantian bentuk organism yang jelas, maka para
ahli membuat skala waktu geologi yang cocok untuk menyusun
Page 23 of 38

sejarah bumi. Pembagian skala tersebut adalah kurun, masa (era),


zaman (period, system), kala (epoch, division).
Penamaan zaman didasarkan kepada beberapa
pertimbangan atau karakteristik yang menyertainya. Contohnya
zaman kambrium, silur, devon, dan perm berasal dari lokasi tempat
ditemukannya cirri-ciri fosil yang pertama kali. Nama zaman
karbon menandakan terbentuknya endapan batu bara di daerah
Donets, Moscow, dan daerah lainnya. Nama zaman trias karena
batuan pada periode tersebut terdiri atas tiga formasi yang berbeda,
yaitu bagian bawah, bagian tengah dan bagian atas. Periode jura
berasal dari nama pegunungan yang terdapat di Perancis dan
Swiss, sedangkan zaman kapur karena batuannya banyak
mengandung chalk atau kapur.
X. Menganalisis kelayakan planet bumi sebagai ruang
kehidupan
Bumi merupakan planet ke tiga dalam urutannya di dalam
system tata surya yang mempunyai karakteristik tersendiri
sehingga layak untuk dihuni dan menjadi tempat hidup bagi
seluruh makhluk hidup. Namun pernahkah kita berpikir kenapa
kehidupan ini hanya ada di bumi? Kenapa tidak di venus, Jupiter,
atau di neptunus?. Tentu ada berbagai faktor di bumi yang tidak
dimiliki oleh semua plante yang ada di tata surya. Namun apa saja
faktor tersebut. Menurut pandangan dan analisa dari para ahli,
mengemukakan faktor-faktor yang menyebabkan terdapatnya
kehidupan di bumi adalah :
a. Jarak bumi yang tidak terlalu dekat dan terlalu jauh dengan
matahari
b. Mempunyai selubung atmosfer yang mengandung oksigen
bebas
c. Mempunyai air yang berbentuk cair.

"Dan di antara ayat-ayat-Nya (tanda-tanda


kekuasaan-Nya), ialah menciptakan langit dan
bumi, dan makhluk-makhluk yang melata,
yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia
Maha Kuasa mengumpulkan semuanya,
apabila dikehendaki-Nya." (QS. Asy Suura : 29)

Dia menciptakan langit dan bumi dengan


(tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam
atas siang dan menutupkan siang atas malam
dan menundukkan matahari dan bulan,
masing-masing berjalan menurut waktu yang
ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha
Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. Az-Zumar
: 5)
Page 24 of 38

2. PETA KONSEP
Untuk dapat menyelesaikan Unit Kerja Belajar Mandiri ke 3 ini,
langkah yang harus kalian kuasai dapat di lihat pada diagram alir di
bawah ini :

TEORI ALAM SEMESTA TEORI TATA SURYA

PROSES TERBENTUKNYA
ANGGOTA TATA SURYA
BUMI

GERAKAN BUMI LAPISAN BUMI

KELAYAKAN PLANET
BUMI SEBAGAI RUANG SEJARAH KEHIDUPAN DI
KEHIDUPAN BUMI

3. KEGIATAN PEMBELAJARAN
a. Petunjuk Penggunaan UKBM
UKBM atau Unit Kegiatan Belajar Mandiri adalah sebuah perangkat
yang dapat membantu kalian untuk dapat menyelesaikan setiap
kompetensi dasar (pengetahuan) secara mandiri. Tidak hanya itu,
kemandirian disini diartikan sebagai sebuah tahapan yang memfasilitasi
kemampuan kalian untuk dapat menyelesaikan tahapan pembelajaran
dengan lebih cepat tanpa harus selalu dibimbing atau di ajari oleh guru.
UKBM ini berlandaskan prinsip belajar dapat dilakukan dimana saja,
dengan siapa saja, dan kapan saja.
Guru disini hanya sebagai fasilitator dan penguji kemampuan
kalian. Untuk itu apa bila kalian dapat menyelesaikan UKBM ini sendiri
dan lebih cepat disbandingkan yang lain, maka kalian berhak untuk
meminta ujian kepada guru bidang studi kalian dan apabila kalian
dinyatakan lulus maka kalian berhak mengambil UKBM selanjutnya
untuk mencapai percepatan pembelajaran di Sekolah Menengah Atas
Kelas X semester 1. Untuk itu ada langkah – langkah umum yang harus
kalian lakukan untuk menuntaskan UKBM ini.
1) Baca materi utama pada UKBM ini sampai tuntas
2) Ikuti langkah – langkah yang terdapat pada kegiatan pembelajaran
secara seksama, teliti, dan beurutan.
3) Selesaikan setiap lembar pekerjaan yang diharuskan untuk
dikerjakan pada setiap kegiatan pembelajaran.
4) Kalian boleh menanyakan kesulitan dalam menyelesaikan
pekerjaan dalam kegiatan pembelajaran pada UKBM ini kepada
guru bidang studi kalian
Page 25 of 38

5) Kalian kerjakan latihan – latihan yang telah disediakan pada UKBM


ini dan diperbolehkan mencari secara mandiri latihan soal yang lain
pada sumber lain, baik buku paket ataupun pembelajaran online.
6) Lakukan pengukuran mandiri mengenai pencapaian kalian.
7) Apabila kalian merasakan sudah siap dan mencapai standar
pencapaian minimum kalian berhak mengajukan ujian atau
evaluasi pencapaian kompetensi
Apabila kalian mampu mencapai Standar Ketuntasan Belajar
Minimum, kalian berhak untuk melanjutkan ke UKBM
Selanjutnya.
b. Kegiatan Pendahuluan
Materi bumi sebagai ruang kehidupan adalah materi geografi fisik
yang membahas tentang eksistensi manusia dalam ruang lingkup bumi
dan astrofisika. Kita akan belajar sekaligus berkhayal dan
membayangkan dimana kita diantara ruang yang diciptakan oleh Allah
SWT. Bagaimana tidak, sampai saat ini 95% alam semesta masih menjadi
sebuah misteri dan rahasia ilahi. Artinya teknologi tercanggih yang
diciptakan oleh manusia hanya mampu mengungkap 5% saja.
Sejak zaman dahulu orang sudah mencoba menafsirkan alam
semesta berdasarkan pengetahuannya yang terbatas yang
dikombinasikan denga mitos, sehingga di Daratan China misalnya, orang
semenjak dahulu terbiasa untuk menghitung waktu melalui pergerakan
benda langi.
Penafsiran-penafsiran yang dikombinasikan dengan mitos itulah
yang melahirkan Ilmu semu Astrologi (ramal bintang) yang menjadi
peletakan dasar astronomi. Beberapa bagian Astrologi, terutama yang
berhubungan dengan penentuan waktu berdasarkan terbit dan
tenggelamnya benda langit pada periode-periode tertentu. Lahirnya nama-
nama gugus bintang seperti cáncer, scorpio, ursa mayor, crux dll,
merupakan hasil fantasi mereka disesuaikan dengan pengetahuan yang
mendominasi mereka sebelumnya. Kontalasi Bintang Crux (Yunani)
dikenal sebagai Gubuk penceng/ miring bagi orang Jawa Tengah atau
Bintangsalib bagi ummat Nashrani atau Bintang Pari bagi nelayan.
Konstalasi bintang tersebut sering dijadikan sebgai penunjuk arah
selatan yang pada waktu yang sama kita akan melihat rasi Bintang Ursa
Mayor yang dinegara kita disebut Bintang Biduk disebelah utara.
Keterbatasan teknologi, terutama teleskop menyebabkan orang
dahulu menduga bahwa bumi kita merupakan pusat dari semua benda
langit yang ada. Dugaan ini sampai pada saat berakhirnya Teori Geo
Sentris yang dikemukakan Claudius Ptolomaeus akhirnya gugur oleh
teori Helio Sentris-nya Nicolaus Copernicus.
c. Kegiatan Inti
 KEGIATAN BELAJAR 1
1) Sebelum kita memasuki kegiatan ini, pertama kali kalian
harus memahami tentang satuan panjang yang di pakai
dalam astronomi yang paling popular untuk diketahui dan
dipahami olehmasyarakat awam adalah tahun cahaya.
Seberapa panjang tahun cahaya. 1 Tahun cahaya = 3,406 x
Page 26 of 38

1015. Jika kita jabarkan dari mana satuan tadi, maka kita
akan menemukannya pada deskripsi di bawah ini :
365 hari x 12 bulan x 30 hari x 24 jam x 60 menit x 60 detik
x 300.000 km / detik (kecepatan rata – rata cahaya
merambat) = 3.405.888.000.000.000 km.
Apabila kita melihat / merasakan cahaya matahari saat ini
maka itu adalah cahaya yang dipancarkan matahari 8 menit
19 detik yang lalu baru sampai sekarang. Hal itu dapat kita
lihat dari perhitungan berikut :
Jarak rata – rata bumi ke matahari / kecepatan rata – rata
rambat matahari.
149.597.870,700 km / 299.792,458 km/s =
499,0047838361564 s atau 499,005 detik = 8,316746 menit
atau 8 Menit 19 Detik.
Jadi sekali lagi cahaya matahari yang kita terima saat ini
adalah cahaya matahari yang dipancarkan 8 menit 19 detik
yang lalu oleh matahari. Bagaimana dengan bintang pada
malam hari. Itu pun sama, itu adalah cahaya yang
dipancarkah beberapa tahun / ratus / mungkin juga ribuan
bahkan jutaan tahun yang lalu. Seperti misalkan jarak antara
matahari kita ke pusat galaksi bima sakti adalah 350 juta
tahun cahaya. Jauhkah? Jawabannya tidak menurut
penciptanya. Apabila kalian ingn tahu jaraknya maka kalian
dapat menggunakan persamaan jarak = kecepatan x waktu.
2) Silahkan kalian amati dan simak dengan seksama video
tentang alam semesta pada URL di bawah ini :
http://youtube.com/watch?v=jDa9BXTECpE
kemudian kalian rumuskan 3 buah pertanyaan yang ingin
kalian ketahui dari tayangan video tersebut. kalian tuliskan
pertanyaannya pada isian di bawah ini :
……………………………………………………………………………...
……………………………………………………………………………...
……………………………………………………………………………...
……………………………………………………………………………...
……………………………………………………………………………...
……………………………………………………………………………...
……………………………………………………………………………...
……………………………………………………………………………...

para astronom Babilonia bekerja


menggunakan semacam urutan
prekalkulus dalam menggambarkan
gerakan Jupiter di langit malam relatif
terhadap bintang latar belakang yang
jauh. Hingga saat ini, kredit untuk
jenis teknik matematika tersebut ada
di tangan orang Eropa yang hidup
sekitar 15 abad kemudian.
Page 27 of 38

3) Kalian cari teman kelompok yang paling nyaman dan dapat


bekerja sama dengan kalian sebanyak 4 orang!
4) Kemudian kalian jelaskan teori pembentukan alam semesta
dan tata surya di bawah ini :
- Steady State Theory
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
- Big Bang Theory
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
- The Oscillating Theory
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
Arkeolog dari Balai Arkeologi Ambon, Lucas Wattimena, mengungkapkan masyarakat di
Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, masih menggunakan perhitungan astronomi kuno yang
dikenal dengan 'tanoar' (perhitungan waktu atau hari baik) dalam pembuatan perahu tradisional.
"Tanoar merupakan bagian dari Etnoastronomi, walau era sudah berubah tapi sistem itu masih
dipertahankan oleh masyarakat di Saparua sejak zaman holosen hingga kini," kata Lucas Wattimena
di Ambon, seperti diberitakan Antara, Selasa (15/07).
Menurut Lucas, berdasarkan penelitiannya pada 5 hingga 18 Juni 2014 di Jazirah Hatawano
dan Jazirah Tenggara, Pulau Saparua, menunjukkan bahwa masyarakat di sana memiliki perhitungan
perbintangan tertentu ketika membuat perahu tradisional, yakni tanoar dengan cara menghitung
jumlah purnama.
Page 28 of 38

- Nebula Theory
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
- Planetesimal Theory
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
- Twin Star Theory
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
- Teori Proto Planet
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
Page 29 of 38

…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
- Theori Pasang Surut
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
5) Pilih salah satu teori yang terdapat di atas untuk dikaji lebih
dalam dan buatlah presentasi nya untuk dikemukakan di
depan kelas.
6) Kemudian jelaskanlah istilah – istilah di bawah ini :
- Elongasi
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
- Elongasi Barat
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
- Elongasi Timur
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
- Oposisi
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
Page 30 of 38

…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
- Konjungsi Atas
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
- Konjungsi Bawah
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
7) Kemudian mintalah penilaian dari guru kalian terhadap
presentasi yang telah kalian paparkan
 KEGIATAN BELAJAR 2
8) Simaklah video pada URL Berikut ini :
https://www.youtube.com/watch?v=RyGfBfKUVdo
atau
https://www.youtube.com/watch?v=XyfNASUOqxk dan
https://www.youtube.com/watch?v=p7FRioSJdUY
9) kemudian identifikasi oleh kalian informasi apa saja yang
terdapat dalam video tadi, kemudian isikan pada isian
berikut ini !
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
Page 31 of 38

……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
10) kemudian jelaskan oleh kalian kemanakah arah revolusi dan
rotasi yang dilakukan oleh bumi
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
11) kemudian sebutkan pemanfaatan gerak revolusi bumi dan
rotasi bulan
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
………………........................................................................
12) Bersama dengan kelompokkmu, jelaskan kenapa tidak terjadi
gerhana matahari dan gerhana bulan setiap bulan di bumi?
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
………………........................................................................
13) Kemudian kalian tuliskan kesimpulan dari semua materi
yang telah kalian kaji pada kegiatan belajar dua pada isian di
bawah ini
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
………………........................................................................
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
Page 32 of 38

……………………………………………………………………………
………………........................................................................
 KEGIATAN BELAJAR 3
1) Silahkan kalian berkumpul dengan teman kelompok kalian
seperti pada pertemuan sebelumnya
2) Simaklah video pada URL Berikut ini !
3) Setelah itu buatlah 3 pertanyaan tentang materi yang ada di
dalam video tersebut.
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
………………........................................................................
4) Carilah 8 istilah di bawah ini
A B C D F G H F K I D Y T E W J N M G
Z C K E R A K S A M U D E R A X V B N
A Q W G R T H J I O P X C V B N M U M
S G U M V B N M J K E R A K B E N U A
T H J A Q W E R T Y U I O P L K J H G
E K O N V E K S I A S D F G H J K J K
N A S T D G H J U Y P A N G E A V C L
O D G E E W G D H J T U K N C V R W D
S W E L A U R A S I A S C F B G M R G
F H U I O P L K J H N M B V F G D C V
E G O D W A N A L A N D F G H Y T K B
R A B C D F G H F K I D Y T E W J N M
W G D H J T U K R A S I A S C F B W F
5) Tuliskan ke 8 istilah tersebut kemudian berikan uraian
definisi pada isian di bawah ini!
a. _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
………………………………..................................................
b. _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
………………………………..................................................
Page 33 of 38

c. _ _ _ _ _ _ _ _
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
………………………………..................................................
d. _ _ _ _ _ _
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
………………………………..................................................
e. _ _ _ _ _ _ _ _
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
………………………………..................................................
f. _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
………………………………..................................................
g. _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
………………………………..................................................
6) Buatlah deskripsi/uraian yang di dalamnya terdapat
keterhubungan dari delapan istilah di atas seperti sebuah
uraian materi lengkap dalam buku paket.
7) Buatlah diagram alir / peta konsep dari kegiatan belajar yang
mempelajari karakteristik lapisan bumi.
Page 34 of 38

 KEGIATAN BELAJAR 4
1) Perhatikan tabel skala waktu geologi di bawah ini :
Waktu
Kurun Masa Zaman Kala
(jutaan Tahun)
0.01 Resen
1 Kuarter Holosen
1,7 Plistosen
Pliosen Akhir
5,2 Pliosen

KENOZOIKUM

Neogen
Pliosen Awal
Miosen Akhir
23,5 Miosen Miosen Tengah

Tersier
Miosen Awal
Oligosen Akhir
35,5 Oligosen

Paleogen
Oligosen Awal
Eosen Akhir
56,5 Eosen
Eosen Awal
FANEROZOIKUM

65 Paleosen
Kapur Akhir
145 Kapur
Kapur Awal
MESOZOIKUM

Jura Akhir
208 Jura Jura Tengah
Jura Awal
Trias Akhir
245 Trias Trias Tengah
Trias Awal
Perem Akhir
290 Perem
Perem Awal
PALEOZOIKUM

Karbon Akhir
362 Karbon
Karbon Awal
408 Devon
439 Silur
510 OrdoVisum
540 Kambrium

2500 PROTEROZOIKUM
KRIPTOZOIKUM

ARKEOZOIKUM

4600 Pra Kambrium

2) Tuliskan pembagian jaman pada skala waktu geologi di atas


kemudian carilah referensi tentang fosil khas atau makhluk
hidup yang ada pada setiap jaman tersebut.
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
Page 35 of 38

……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
………………..................................................…………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
………………..................................................…………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
………………..................................................…………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
3) Setelah itu kalian saksikan cuplikan video pendek dengan
alamat URL
https://www.youtube.com/watch?v=sOHUVnqWTGc
4) Jelaskan alasan kenapa terdapat kehidupan di permukaan
bumi
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
………………..................................................…………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
Page 36 of 38

……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
5) Buatlah design poster sederhana dengan tema selamatkan
kehidupan di bumi dan berilah warna yang menarik.

6) Kemudian jelaskan hasil pekerjaan kalian di depan kelas dan


gurumu, dan mintalah penilaiannya.
Page 37 of 38

SOAL LATIHAN

1. Teori terjadinya alam semesta yang dianut sebagian besar Ahli


astronomi dunia adalah Teori ….
A. Big Bang D. Bintang Kemba
B. Nebula-Hyphothetic E. Proto-planet
C. Planetesimal
2. Diantara teori-teori di bawah ini yang merupakan teori terjadinya tata
surya berdasarkan asumsi/anggapan adanya pengaruh bintang yang
pernah melewati matahari adalah Teori ….
A. Big Bang D. Bintang Kembar
B. Nebula-Hyphothetic E. Proto-planet
C. Planetesimal
3. Menurut teori Apungan Benua, daratan di permukaan bumi berasal dari
satu benua yang disebut ………
A. plate tektonic D. gondawana
B. lempeng benua E. pangea
C. laurasia
4. Sedangkan menurut teori tektonik lempeng, wilayah Amerika Selatan
merupakan pecahan dari ….
A. plate tektonic D. gondawana
B. lempeng benua E. pangea
C. laurasia
5. Bertabrakannya dua lempeng tektonik antara lempeng samudra dengan
lempeng benua menghasilkan lipatan pegunungan muda yang salah
satunya adalah sirkum pasifik yang bermula di
A. Pegunungan Himalaya D. Pegunungan Kaukasus
B. Rocky Mountain E. Pegunungan Atlas
C. Pegunungan Andes
6. Pegunungan yang ada di Sumatera dan Jawa merupakan link dari
Sirkum Mediterania yang masuk ke Indonesia melalui …..
A. Andaman dan Nicobar C. Kepulauan di Filipina
B. Kepulauan Sangihe- D. kepulauan Aleutian
Talaud E. Alaska
7. Tragedi tsunami di Aceh merupakan peristiwa pasca gempa tektonik
akibat bertabraknya lempeng Eurasia dan lempeng ..
A. Pasifik D. Laut Filipina
B. Nazka E. IndoAustralia
C. Afrika
8. Pada umumnya ahli-ahli Geografi bersepakat bahwa bumi pada asalnya
merupakan satu daratan yang disebut dengan istilah …..
A. Laurasia D. plate tektonik
B. Gondwana E. lempeng atau sesar
C. Pangea
9. Lapisan teratas dari permukaan bumi yang berbentuk padat dan tipis
(litosfer) digerakan oleh suatu lapisan dibawahnya yang dikenal dengan
istilah…….
A. barisfer D. startosfer
B. astenosfer E. termosfer
C. mesosfer
Page 38 of 38

10. Salah satu bukti kebenaran dari Teori Tektonik lempeng adalah
fenomena….
A. pasang surut air laut D. tsunami
B. LAPINDO di Sidoarjo E. Tornado
C. Erosi oleh angin
11. Teori terjadinya alam semesta yang dianut sebagian besar Ahli
astronomi dunia adalah Teori ….
A. Proto Planet D. Bintang Kembar
B. Nebula-Hyphothetic E. Big Bang
C. Planetesimal
12. Diantara teori-teori di bawah ini yang merupakan teori terjadinya tata
surya berdasarkan asumsi/anggapan adanya pengaruh bintang yang
pernah melewati matahari adalah Teori ….
A. Proto Planet D. Bintang Kembar
B. Nebula-Hyphothetic E. Big Bang
C. Planetesimal
13. Teori Steady State yang pada mulanya dianut oleh ahli geofisika masa lalu
yang atheis berpendapat bahwa alam semesta tercipta……
A. dari sebuah ledakan C. dari awan debu
B. dari kabut yang D. secara kebetulan
menggumbal E. dari ledakan bintang
14. Jarak terdekat didalam galaksi kita dari matahari terhadap sebuah
bintang adalah 4,5 tahun cahaya, Bintang tersebut bernama…………..
A. Halley D. Aries
B. Katai E. Alpha Centauri
C. Anderomeda
15. Terjadinya musim kemarau dan musim penghujan dinegara kita
merupakan bukti terjadinya gerakan bumi terhadap matahari disebut…
A. Rotasi D. librasi lintang
B. Revolusi E. librasi bujur
C. paralaks

Tak lama setelah Big Bang, alam semesta seluruhnya terdiri hanya dari hidrogen, helium dan
sejumlah kecil lithium. Sementara unsur-unsur yang lebih berat, baru muncul ketika bintang-
bintang mati dalam kejadian supernova ataupun hipernova. Hal inilah yang menyebabkan
para astronom untuk mencari bintang yang sangat minim logam, yaitu bintang dengan banyak
hidrogen, tetapi hanya mengandung sangat sedikit unsur lainnya.
Menggunakan teleskop di Australia dan Chili, astronom mungkin telah menemukan strategi
ampuh untuk menemukan bintang-bintang tertua di galaksi. Bintang dengan kandungan
logam yang rendah terlihat sedikit lebih biru dari bintang lain. Hal ini menjadi perbedaan kunci
yang dapat digunakan untuk menyaring jutaan bintang di pusat galaksi Bima Sakti.
Menggunakan gambar yang diambil dengan teleskop ANU SkyMapper di Australia, tim memilih
14.000 bintang yang berpotensi untuk kemudian diteliti lebih detail menggunakan spektrograf
pada teleskop yang lebih besar. Sebuah spektograf memecah cahaya dari bintang seperti
prisma, memungkinkan para astronom untuk membuat pengukuran rinci.
Setelah diseleksi, didapatlah 23 calon terbaik yang sangat minim logam yang mendorong
peneliti untuk menggunakan teleskop besar di gurun Atacama di Chile. Dari data ini tim
mengidentifikasi sembilan bintang dengan kandungan logam kurang dari seperseribu dari
jumlah yang terlihat di matahari. Ada satu bintang dengan jumlah logam satu persepuluh ribu
dan kini menjadi pemecah rekor untuk bintang paling miskin logam di pusat galaksi.
"Ada begitu banyak bintang di pusat galaksi kita. Menemukan bintang-
bintang langka benar-benar seperti mencari jarum di tumpukan
jerami," kata Dr Andrew Casey dari Cambridge Institut Astronomi.
"Alam semesta mungkin sangat berbeda sejak awal, tapi untuk
mengetahui seberapa banyak perbedaannya, kita benar-benar harus
meneliti bintang-bintang ini lebih dalam," tukasnya.