Anda di halaman 1dari 4

ETIKA KEPERAWATAN

KODE ETIK KEPERAWATAN INDONESIA

OLEH :
NI MADE WHASU PRAMESTI
PO7120215030
TK. II D-IV KEPERAWATAN
Kelas II.A

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN 2016/2017
KODE ETIK KEPERAWATAN INDONESIA

1. KODE ETIK PERAWAT DAN KLIEN


Perawat dalam menjalankan kewajibannya harus dilandasi dengan rasa tulus ikhlas dan
sesuai dengan martabat dan tradisi serta dapat bertanggung jawab terhadap tugas. Serta dapat
menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan klien. Selain itu, perawat juga memelihara
suasana lingkungan yang menghormati nilai budaya, adat-istiadat, dan kelangsungan hidup
beragama.

2. KODE ETIK PERAWAT DAN PRAKTIK


Perawat dalam menjalankan tugasnya harus selalu mengutamakan perlindungan dan
keselamatan klien dalam melaksanakan tugasnya serta harus merahasiakan sesuatu
sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya, sesuai dengan ketentuan hukum
yang berlaku.

3. KODE ETIK PERAWAT DAN MASYARAKAT


Perawat dalam melaksanakan tugasnya senantiasa menjalin hubungan kerjasama dengan
masyarakat, keluarga dalam mengambil tindakan dan mengadakan upaya kesehatan
khususnya upaya kesejahteraan umum sebagai bagia ndari tugas dan kewajban bagi
kepentingan masyarakat.

4. KODE ETIK PERAWAT DAN SEJAWAT


Perawat dalam melaksanakan tugasnya senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama
perawat maupun dengan profesi lainnya. Selan itu, perawat bertindak dalam melindungi klien
dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten, tidak
etis, dan illegal.

5. KODE ETIK PERAWAT DAN PROFESI


Perawat dalam melaksanakan tugasnya harus senantiasa memelihara hubungan baik antar
sesama perawat maupun dengan tenaga kesehatan lainnya. Selain itu perawat senantiasa
menyebarluaskan pengetahuan, keterampilan, dan pengalamannya kepada sesame perawat,
serta menerima pengetahuan dan pengalamannya kepada sesama perawat maupun dengan
profesi lainnya.
CONTOH KODE ETIK KEPERAWATAN INDONESIA

Nama kelompok :

- Ni Made Whasu Pramesti (P07120215030)


- Ni Luh Yuning Juniana Dewi (P07120215009)
- Ni Komang Ayu Arista (P07120215010)
- Ketut Dian Wahyuni (P07120215025)
- Ida Ayu Made Utari (P07120215039)

1. PERAWAT DAN KLIEN


Sebagai perawat kita tidak boleh membedabedakan pasien atau klien dari kedudukan
sosialnya, maupun dari Agama yang dianut oleh pasien kita. Kita sebagai perawat harus bisa
memberikan pelayanan yang adil dan tidak membeda-bedakan pasien atau klien.

2. PERAWAT DAN PRAKTIK

Perawat senantiasa meningkatkan kompetensi dan pengetahuan dalam pelayanan


keperawatannya. Misalnya dalam penggunaan kompres dingin dan hangat pada pasien
demam. Perawat harus bisa menjelaskan dan mengaplikasikan kepada pasien maupun
masyarakat bahwa kompres hangat lebih efektif karena pusat pengatur suhu akan
menangkap sinyal bahwa disekitar tubuh hangat maka pusat pengatur suhu akan
menurunkan suhu tubuh untuk mengimbangi. Respon pada tubuh akan terjadi vasodilatasi.
Vasodilatasi ini yang menyebabkan pembuangan atau pelepasan panas dari dalam tubuh
melalui kulit sehingga suhu tubuh akan menurun. Inilah efek yang diinginkan dalam
penggunaan kompres yaitu untuk menurunkan demam. Perawat harus bisa menjelaskan hal
ini kepada pasien maupun masyarakat sehingga mutu pelayanan bisa meningkat.

3. PERAWAT DAN MASYARAKAT


Sebagai perawat saat kita berada di lingkungan masyrakat kita harus mampu meningkatkan
solidaritas kepada masyrakat agar masyrakat mampu menerapkan apa yang perawat harapkan
khususny dibidang kesehatan
Contoh: melakukan kegiatan pengabdian masyrakat dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan,
dimana perawat tugasnya disisni membuat masyrakat yakin bahwa kesehatan itu penting dan
masyrakat mampu bekerja sama dengan tenaga kesehatan.

4. PERAWAT DAN TEMAN SEJAWAT


Dalam menjalankan tugasnya perawat senantiasa menjalin hubungan baik dengan
perawat lainnya serta melindungi klien jika mendapatkan pelayanan kesehatan yang tidak
kompeten, tidak etis, dan illegal dari tenaga kesehatan lainnya.
Contoh, perawat A menjalin hubungan baik dengan perawat lainnya. Dan menegur perawat
lain yang salah memberikan atau tidak kompeten dalam memberikan tindakan keperawatan
pada pasien agar perawat tersebut tidak lagi salah dalam memberikan tindakan keperawatan.

5. PERAWAT DAN PROFESI


Perawat A berperan aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan profesi
keperawatan dan memelihara kondisi kerja yang kondusif, serta berperan aktif menerapkan
kegiatan pelayanan keperawatan yang bermutu tinggi