Anda di halaman 1dari 4

SPO PENGAMBILAN DARAH ARTERI

NO. DOKUMEN TERBIT KE HALAMAN


RSUP DR. M. DJAMIL
PADANG SPO-KOM-PPI- 1 1/3

DITETAPKAN DIREKTUR UTAMA,


TANGGAL TERBIT
STANDAR PROSEDUR
1 AGUSTUS 2011
OPERASIONAL
Dr. AUMAS PABUTI, SpA. MARS
NIP 195407121981032001
Pengertian Suatu tindakan menusuk pembuluh darah arteri untuk pengambilan
spesimen darah arteri
Tujuan 1. Mengambil specimen darah arteri untuk pemeriksaan analisa gas
darah dan elektrolit darah
2. Penerapan prosedur pengambilan darah arteri yang benar akan
menurunkan resiko infeksi saluran kemih (ISK)
Kebijakan 1. Undang – Undang RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Undang – Undang No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
3. SK Menkes RI No 270/MENKES/2007 tentang Pedoman Manajerial
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasiltas
Pelayanan Kesehatan Lainnya
4. SK Menkes RI No 382/Menkes/2007 tentang Pedoman
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasiltas
Pelayanan Kesehatan Lainnya
5. SK Menkes RI No. 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar
Pelayanan Minimal Rumah Sakit
6. SK Menkes RI No. 1165.A./Menkes/SK/X/2004 tentang KARS
7. SK Menkes RI No. 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan
Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
8. SE Dirjen Bina Yanmed No. HK.03.01/III/3744/08 tentang
Pembentukan Komite PPI RS dan Tim PPI RS
9. SK Dirut RSUP DR. M. Djamil Padang No. PM.00.02/II/19/2011
tentang Pembentukan Komite Pencegahan dan Pengendalian
Infeksi Rumah Sakit (PPIRS) di RSUP DR. M. Djamil Padang
10. SK Dirut RSUP DR. M. Djamil Padang No. PM. 01.01/II/394.A./2011
tentang Kebijakan Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian
Infeksi di RSUP DR. M. Djamil Padang
Prosedur PERSIAPAN
1. Persiapan Petugas
- Komunikasi efektif
- Penjelasan Prosedur
2. Persiapan Alat
- Sarung tangan bersih
- Heparin 1000 unit/ml
- Spuit 3 ml
- Jarum no 22 atau 25 G pendek
- Karet penutup udara
- Kapas alkohol
SPO PENGAMBILAN DARAH ARTERI

NO. DOKUMEN TERBIT KE HALAMAN


RSUP DR. M. DJAMIL
PADANG SPO-KOM-PPIRS- 1 2/3

DITETAPKAN DIREKTUR UTAMA,


TANGGAL TERBIT
STANDAR PROSEDUR 1 AGUSTUS 2011
OPERASIONAL
Dr. AUMAS PABUTI, SpA. MARS
NIP 195407121981032001

- Alkohol 70% dalam botol dispenser/sprayer


- Bantalan penyangga
- Plester hipoalergik
- Wadah/container transport berisi es
- Label
o Nama, tanggal, waktu
o Apakah sedang terapi O2
o Suhu tubuh
- Tempat pembuangan benda tajam (safety box)

PELAKSANAAN
1. Pastikan semua peralatan sudah disiapkan dengan lengkap
didekatkan ke tempat pasien
2. Identifikasi pasien, pastikan identitas pasien benar
3. Jelaskan prosedur, beri waktu pasien untuk bertanya
4. Lakukan prosedur kebersihan tangan
5. Pasang sarung tangan
6. Lakukan pemilihan lokasi arteri, umumnya pada arteri radilalis,
meskipun juga bisa pada arteri brakialis, dorsalis pedis dan
femoralis sebagai alternative. Untuk pengambilan pada arteri
radialis dan arteri brakialis pasang bantal penyangga pada sendi di
bawah lokasi tusukan
7. Lakukan tes Allen’s
8. Aspirasi heparin ke dalam spuit, pastikan heparin membasahi
permukaan dalam spuit, lalu kelebihan heparin dibuang
9. Arteri dilokalisasi dengan palpasi jari tengah dan telunjuk
10. Tentukan titik maksimum denyutan. Bersihkan tempat tersebut
dengan kapas alkohol secara sirkuler dari dalam ke luar diameter +
5 cm
11. Tusukkan jarum perlahan pada area pulsasi penuh dengan
kemiringan kurang lebih 45– 90 derajat terhadap kulit
12. Seringkali jika jarum masuk dengan tepat hanya dengan sedikit
tarikan, darah akan masuk ke dalam spuit
13. Indikasi bahwa darah tersebut adalah darah arteri adalah
pemompaan darah ke dalam spuit dengan kekuatan sendiri
14. Pastikan darah yang diambil adalah darah arteri karena “hasil
pemeriksaan gas darah tidak bisa membedakan apakah darah
tersebut dari atrei atau vena (mesin tidak bisa membedakan)”
SPO PENGAMBILAN DARAH ARTERI

NO. DOKUMEN TERBIT KE HALAMAN


RSUP DR. M. DJAMIL
PADANG SPO-KOM-PPIRS- 1 3/3

DITETAPKAN DIREKTUR UTAMA,


TANGGAL TERBIT
STANDAR PROSEDUR 1 AGUSTUS 2011
OPERASIONAL
Dr. AUMAS PABUTI, SpA. MARS
NIP 195407121981032001

15. Setelah darah diambil sebanyak 3 ml, jarum dicabut. Area bekas
pungsi dilakukan penekanan selama paling sedikit 5 menit oleh
petugas lain. Jika tidak ada perdarahan, tutup luka tusukan
dengan plester luka
16. Gelembung udara harus dibuang. Lepaskan jarum, ganti dengan
karet penutup udara.
17. Putar spuit dengan kedua telapak tangan agar heparin dapat
tercampur sempurna
18. Spuit diberi label dan segera tempatkan dalam wadah berisi es
19. Beritahu pasien bahwa tindakan telah selesai
20. Alat-alat dibereskan, sarung tangan dilepaskan
21. Lakukan prosedur kebersihan tangan
22. Observasi pengeluaran urine : jumlah, warna, perdarahan
23. Lakukan pendokumentasian

Unit Terkait Seluruh Unit Kerja Pelayanan Kesehatan di RSUP Dr.M.Djamil Padang
Dokumen terkait 1. Surat pernyataan persetujuan pasien/informed consent
2. Blangko permintaan pemeriksaan laboratorium
3. Hasil pemeriksaan laborarium darah rutin terbaru
4. Catatan tanda-tanda vital terbaru
5. Buku catatan medic/status pasien
Rujukan 1. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit
dan Fasilitas Kesehatan Lainnya. Depkes RI 2009
2. Prevention of Hospital Acquired Infection, 2nd ed. WHO 2002, 61-
62
3. Guidelines for Isolation Precaution in Hospital. Garner JS and
HICPAC, CDC, 1996, 1-15
Dibuat oleh Ditinjau oleh Disahkan oleh
NAMA Ns. Anshar Bonas Silfa, Dr. Roslaily Rasyid, Dr. Yusirwan Yusuf, Sp.B,
S.Kep M.Biomed SpBA

JABATAN Sekretaris Komite PPIRS Ketua Komite PPIRS Direktur Medik dan
Keperawatan
TANDA
TANGAN

Tanda
No. Bagian/Unit Jumlah Personil Tanggal
Tangan
1. Document control

2. Quality representative