Anda di halaman 1dari 5

BAHAN AJAR KIMIA

TUGAS 1

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KIMIA

“ BAHAN AJAR”

Oleh:

LUSKA RENI
19090118710022
PENDIDIKAN KIMIA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


PROGRAM PROFESI GURU DALAM JABATAN ANGKATAN KETIGA
UNIVERSITAS RIAU
2019

ELEKTROKIMIA 1
BAHAN AJAR KIMIA
SELVOLTA

A. PENDAHULUAN 2) Elektron yang dilepas bergerak ke katoda


melalui kawat penghantar.
Elektrokimia adalah cabang ilmu kimia yang
mempelajari aspek elektronik dari reaksi kimia. 3) Katoda tereduksi menjadi menebal/
Sel elektrokimia adalah suatu sel yang disusun mengendap, karena ion logam dari elektrolit
untuk mengubah energi kimia menjadi energi katoda menerima elektron.
listrik atau sebaliknya. N y+(aq) + y e d N (s)
Sel elektrokimia terbagi menjadi dua: Hal ini menyebabkan katoda kelebihan ion
1) Sel elektrolisis, yaitu sel yang mengubah negatif.
energi listrik menjadi energi kimia. 4) Karena terjadi kelebihan ion positif pada
Arus listrik digunakan untuk melangsungkan anoda dan ion negatif pada, terjadi ketidak-
reaksi redoks tak spontan. seimbangan muatan yang menyebabkan
reaksi tidak berkelanjutan.
2) Sel Volta/Galvani, yaitu sel yang mengubah
energi kimia menjadi energi listrik. 5) Kelebihan dan kekurangan tersebut
dinetralkan oleh jembatan garam yang
Reaksi redoks spontan digunakan untuk
memberikan ion positif dan negatif ke daerah
menghasilkan listrik.
yang membutuhkan.
B. SEL VOLTA Reaksi sel volta:
Susunan sel volta:
A: M d M2+ + x e
K: Ny+ + y e d N +
M + Nx+ d Mx+ + N
(setarakan mol elektron)
garam Macam-macam elektroda pada sel Volta:
1) Elektroda padat/logam
Logam padat dijadikan elektroda dan
anion (-)
bereaksi.
kation (+)
Contoh: elektroda Fe pada larutan FeSO4,
elektrolit anoda elektroda Ni pada larutan H2SO4.
2) Elektroda tidak padat
Anoda (-) Katoda (+)
Apabila elektroda merupakan elektroda inert
Kutub (-) sumber arus Kutub (+) sumber arus
(Pt, Au dan C), maka zat lainlah yang
Mengalami oksidasi Mengalami reduksi
mengalami reaksi sel, sesuai aturan sel
Melepas elektron Menerima elektron elektrolisis.
Jembatan garam adalah penyempurna sel yang Contoh: ion Fe3+ bertindak sebagai katoda
mengandung larutan garam dalam bentuk koloid dan tereduksi menjadi Fe2+ apabila katoda
agar-agar yang: sesungguhnya adalah Pt.
1) Membuat rangkaian menjadi rangkaian Diagram sel volta adalah notasi singkat yang
tertutup. menggambarkan terjadinya reaksi pada sel Volta.
2) Menyeimbangkan muatan elektrolit dengan Diagram sel volta dengan elektroda padat:
memberi ion positif atau negatif. Reaksi sel (elektroda padat)
Cara kerja sel volta: A + Bx+ d Ay+ + B
Contoh: anoda M tercelup pada MA, katoda N Diagram sel
tercelup pada NB.
A | Ax+ || By+ | B
1) Anoda teroksidasi menjadi semakin tipis,
karena berubah menjadi ion yang larut dalam Contoh:
elektrolit anoda. Pada suatu sel Volta, anoda besi tercelup pada
M(s) d Mx+(aq) + x e FeSO4, katoda nikel tercelup pada NiSO4. Buatlah
Hal ini menyebabkan anoda kelebihan ion reaksi sel dan diagram selnya!
positif.

ELEKTROKIMIA 2
BAHAN AJAR KIMIA
Jawab: Contoh:
A: Fe d Fe + 2e
2+
Pada suatu sel Volta, anoda Pt tercelup pada
K: Ni 2+
+ 2e d Ni + H2SO4, katoda Pt tercelup pada Ce(NO3)4. Buatlah
Fe + Ni2+ d Fe2+ + Ni reaksi sel dan diagram selnya!
Diagram sel: Fe | Fe2+ || Ni2+ | Ni Jawab:
Diagram sel volta dengan elektroda tidak padat: Karena elektroda inert, maka aturan reaksi
Reaksi sel (elektroda inert, E : [Pt, Au, C]) mengikuti aturan sel elektrolisis, sehingga:
A + Bx+ d Ay+ + B Reaksi sel volta:

Diagram sel A: H2 d 2H+ + 2e


K: 2Ce4+ + 2e d 2Ce3+ +
E | A | Ax+ || By+ | B | E
H2 + 2Ce4+ d 2H+ + 2Ce3+
Diagram sel: Pt | H2 | H+ || Ce4+ | Ce3+ | Pt
Makna diagram sel volta:
1) Tanda | menyatakan reaksi yang terjadi pada
elektroda,
2) Tanda || menyatakan jembatan garam.
Pada diagram sel volta, koefisien reaksi sel tidak
berpengaruh.
C. POTENSIAL ELEKTRODA
Li K Ba Ca Na Mg Al Mn (H2O) Zn Cr Fe Cd Co Ni Sn Pb (H) Sb Bi Cu Hg Ag Pt Au

-3,04 -2,92 -2,90 -2,87 -2,71 -2,37 -1,66 -1,18 -0,83 -0,76 -0,74 -0,44 -0,40 -0,28 -0,28 -0,14 -0,13 0,00 +0,20 +0,30 +0,34 +0,79 +0,80 +1,18 +1,52

Deret Volta adalah deret elektrokimia/ Nilai potensial elektroda mengacu pada deret
kereaktifan logam yang menunjukkan nilai Volta dan dikaitkan dengan reaksi reduksi,
potensial elektroda standar logam (Eo). sehingga nilainya:
Reaksi pendesakan adalah reaksi dimana suatu
Eo = Eoreduksi = -Eooksidasi
logam mendesak tempat ion logam lain dalam
suatu senyawa. Sifat deret Volta:
Reaksi pendesakan pada sel Volta berlangsung 1) Makin ke kanan, logam makin mudah
apabila logam pendesak berada di sebelah kiri tereduksi (nilai Eo lebih positif).
logam yang didesak pada deret Volta. 2) Makin ke kiri, logam makin mudah teroksidasi
Pada sel Volta, logam pendesak merupakan (nilai Eo lebih negatif).
anoda, dan logam yang didesak merupakan Potensial sel standar (Eo sel) adalah beda
katoda. potensial listrik antara anoda dan katoda pada sel
Contoh: Volta, diukur dalam keadaan standar. Potensial
Pada sel Volta dengan anoda Zn yang tercelup sel tidak dipengaruhi koefisien reaksi.
pada ZnSO4, dan katoda Cu yang tercelup pada Potensial sel standar dapat dihitung:
CuSO4, berlangsung reaksi: Eosel = Eo katoda - Eoanoda
Zn + CuSO4 d ZnSO4 + Cu
Contoh:
Zn + Cu2+ + SO42- d Zn2+ + SO
4
2-
+ Cu
Tentukan nilai potensial sel jika anodanya adalah
Zn + Cu d Zn + Cu
2+ 2+
Zn dengan Eo = -0,76 V, dan katodanya adalah Ag
Dapat dikatakan bahwa Zn mendesak Cu2+ dari dengan Eo = +0,80 V!
CuSO4, sehingga Zn dapat berikatan dengan
Berarti anoda mengalami oksidasi, sehingga nilai
SO 42-.
Eo harus diubah tandanya.
Potensial elektroda standar (Eo) adalah ukuran A: Zn d Zn2+ + 2e Eo = +0,76 V
besarnya kecenderungan suatu unsur untuk
K: 2Ag + 2e d 2Ag
+
Eo = +0,80 V +
melepaskan atau mempertahankan elektron,
Zn + 2Ag+ d Zn2+ + 2Ag Eosel = +1,56 V
diukur dalam keadaan standar.

ELEKTROKIMIA 3
BAHAN AJAR KIMIA
Nilai potensial sel menunjukkan: Reaksi pengisian aki (reaksi sel elektrolisis):
1) Tegangan yang dihasilkan sel. A : PbSO4 + H+ + 2e d Pb + HSO -
4
o
2) Jika nilai E sel > 0, maka reaksi sel spontan K : PbSO4 + 2H2O d PbO2 + HSO 4+ 3H++2e +
-

(berlangsung). 2PbSO4 + 2H2O


3) Jika nilai Eosel ≤ 0, maka reaksi sel tidak d Pb + PbO2 + 2HSO -
+ 2H+
4
spontan (tidak berlangsung).
Baterai kering (sel Leclanche)
Reaksi sel tidak spontan terjadi karena penem-
Baterai kering sering digunakan untuk alat-alat
patan anoda dan katoda tidak mengacu pada
elektronik kecil, dan tidak dapat diisi ulang. Sel
deret Volta, sehingga Eosel bernilai negatif. Leclanche termasuk elemen primer, dan bersifat
Contoh: asam.
Diketahui potensial elektroda Zn adalah -0,76 V, Susunan sel Leclanche:
Cu adalah +0,34 V, dan Al adalah -1,66 V.
Tentukan kemungkinan sel volta yang dapat
dibuat sehingga terjadi reaksi spontan! Zn (anoda)
Kemungkinan yang dapat dibuat (Eosel positif): C (katoda)
sel katoda anoda Eo sel
pasta
I Cu Zn (+0,34) – (–0,76) = +1,10 V
II Cu Al (+0,34) – (–1,66) = +2,00 V
III Zn Al (–0,76) – (–1,66) = +0,90 V Anoda : Zn
Katoda :C
D. PENERAPAN SEL VOLTA
Elektrolit: pasta MnO2, ZnCl2, NH4Cl
Sel Volta dapat menghasilkan energi listrik. Oleh
(asam), H2O, serbuk C
karena itu, sel Volta digunakan sebagai sumber
Potensial : 1,5 V
energi alat-alat elektronik.
Sel Volta komersial digunakan sebagai sumber Reaksi pengosongan sel Leclanche:
energi, terdiri dari: A: Zn d Zn2+ + 2e
1) Elemen primer, yaitu sel Volta yang tidak K : 2MnO2 + 2NH
4
+
+ 2e d Mn2O3 + 2NH3 + H2O+
dapat diisi ulang atau sekali pakai.
Contoh: baterai kering (sel Leclanche), baterai d Zn2+ + Mn2 O3 + 2NH3 + H2O
alkalin, baterai perak oksida. Kemudian terjadi reaksi lanjut dimana ion Zn
2) Elemen sekunder, yaitu sel Volta yang dapat berikatan dengan amonia menurut reaksi:
diisi ulang atau tidak habis pakai. Zn2+ + 4NH3 d Zn(NH3 )4 2+
Contoh: aki, baterai nikel-kadmium, baterai Baterai alkalin
litium-ion. Baterai alkalin mampu menyediakan arus stabil dalam
Aki waktu yang lama dengan potensial yang sama
Aki biasa digunakan dalam kendaraan bermotor dengan sel Leclanche, walaupun pereaksinya telah
karena praktis, dapat diisi ulang dan tidak berkurang. Baterai alkalin termasuk elemen primer,
membutuhkan jembatan garam. Aki termasuk elemen dan bersifat basa.
sekunder. Susunan baterai alkalin:
Susunan sel aki: Anoda : Zn
Anoda : Pb Katoda : MnO2
Katoda : PbO2 Elektrolit : pasta KOH
Elektrolit : H2SO4 30% Potensial : 1,5 V
Potensial :2V Reaksi pengosongan baterai alkalin:
A: Zn + 2OH- d Zn(OH)2 + 2e
Reaksi pengosongan aki (reaksi sel Volta):
A : Pb + HSO - d PbSO +
4 + H + 2e
K : 2MnO2 + 2H2O + 2e d 2MnO(OH) + 2OH- +
4
Zn + 2MnO2 + H2 O d Zn(OH)2 + 2MnO(OH)
K : PbO2 + HSO4 -+ 3H++ 2e d PbSO4 + 2H2O +
Baterai nikel-kadmium
Baterai nikel-kadmium (nicad) adalah baterai kering
Reaksi pengisian aki dapat dilakukan dengan
yang dapat diisi ulang. Baterai nicad termasuk elemen
membalik arah aliran elektron. sekunder.

ELEKTROKIMIA 4
BAHAN AJAR KIMIA
Susunan baterai nicad: Susunan sel baterai litium-ion:
Anoda : Cd Anoda :C
Katoda : NiO2 berair Katoda : LiCoO2
Elektrolit : pasta mengandung OH- Elektrolit : LiPF6, etilen karbonat,
Potensial : 1,25 V dimetil karbonat, dietil
Reaksi pengosongan baterai nicad: karbonat

A: Cd + 2OH- d Cd(OH)2 + 2e Reaksi baterai litium-ion:


K : NiO2 + 2H2O + 2e d Ni(OH)2 + 2OH- + A : nLi+ + n ê + 6C qe LinC6
Cd + NiO2 + 2H2O d Cd(OH)2 + Ni(OH)2 K: LiCoO2 qe Li1-nCoO2 + nLi+ + n ê
Baterai perak oksida Reaksi kesetimbangan dapat mencapai batasnya bila
Baterai perak oksida atau sel kancing umumnya digunakan terus menerus:
merupakan lempengan dan digunakan pada jam Li+ + LiCoO2 + e d Li2 O + CoO
tangan, kalkulator atau kamera. Baterai perak oksida Reaksi kesetimbangan dapat mencapai batasnya bila
termasuk elemen primer. diisi terus menerus:
Susunan sel baterai perak oksida: LiCoO2 d Li+ + CoO2 + e
Anoda : Zn
Katoda : Ag2O berair
Elektrolit : pasta KOH atau NaOH
Potensial : 1,4 V

Reaksi pengosongan baterai perak oksida:


A: Zn + 2OH- d Zn(OH)2 + 2e
K : Ag2O + H2O + 2e d 2Ag + 2OH- +
Zn + Ag2 O + H2 O d Zn(OH)2 + 2Ag
Baterai merkuri
Susunan sel baterai merkuri:
Anoda : Zn
Katoda : HgO
Elektrolit : pasta KOH
Potensial : 1,4 V
Reaksi pengosongan baterai merkuri:
A: Zn + 2OH- d ZnO + H2O + 2e
K : HgO + H2O + 2e d Hg + 2OH- +
Zn + HgO d ZnO + Hg
Baterai litium
Baterai litium dan litium-ion banyak digunakan
karena menghasilkan tegangan yang lebih besar dari
baterai sebelumnya. Kedua baterai ini termasuk
elemen sekunder.
Susunan sel baterai litium:
Anoda : Li
Katoda : MnO2
Elektrolit : LiClO4 tidak berair
Potensial : 3,7 V
Pada baterai litium-ion, litium yang digunakan
adalah dalam bentuk ion. Pada dasarnya, dalam
baterai litium-ion tidak terjadi reaksi redoks.
Ketika digunakan, ion litium mengalir dari anoda ke
katoda lain melalui elektrolit. Ketika diisi ulang, ion
litium mengalir berbalik arah.

ELEKTROKIMIA 5